Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK

Layani Anak dengan Kasih Tuhan


Kategori Bahan PEPAK: Kesaksian Guru

Oleh: Rode

Dalam pelayanan sekolah minggu, saya berjumpa dengan anak-anak dari beragam latar belakang dan karakter. Bagi saya, anak yang tertib adalah anak yang mendengarkan firman dengan baik, tetapi anak yang hiperaktif/jahil/ribut adalah kebalikannya dan sangat merepotkan. Pada awal pelayanan sekolah minggu di Pematangsiantar, saat saya masih berusia remaja, saya menjadi guru yang diktator. Jika anak tidak mau mengikuti atau mendengarkan saya, saya akan menghukum mereka dengan keras (saat itu, Hak Asasi Manusia belum begitu ditekankan atau dipersoalkan). Namun, hal tersebut malah membuat anak-anak takut dan tidak mau beribadah.

Melayani Anak

Setelah beberapa tahun berlalu, saya tidak lagi memedulikan atau bersikap seperti itu. Hingga akhirnya, saya harus pindah ke kota Solo. Saya melihat bagaimana guru-guru sekolah minggu dapat mengajar anak dengan baik, tanpa hukuman yang menyakitkan. Selama beberapa waktu, saya bertanya dalam hati, "Bagaimana hal itu terjadi?" Dan, saya mendapat jawabannya ketika saya juga mulai belajar mengasihi dan mendekat kepada Tuhan. Saya mendapat kasih Tuhan, dan saya pun membagikan kasih itu kepada setiap anak. Saya tidak lagi marah dengan anak yang hiperaktif, tetapi saya berusaha mengenal anak tersebut dengan bermain ketika ibadah selesai atau dengan berkunjung ke rumahnya. Sikap ini membuat saya menjadi lebih memahami anak dan tidak lagi benci dengan anak yang bertingkah seperti itu.

Ketika Tuhan dan pengenalan akan Dia menjadi fokus saya dalam pelayanan, Tuhan memberkati pelayanan yang saya lakukan. Yang paling membahagiakan lagi adalah saat saya melihat anak-anak sekolah minggu dapata mengasihi Tuhan. Hal itu dibuktikan dengan kerinduan mereka untuk melayani Tuhan. Semakin hari, saya semakin mengerti bahwa dalam pelayanan jangan mengandalkan kemampuan diri sendiri, tetapi biarlah Tuhan memakai kita seturut kehendak-Nya sehingga apa yang Dia inginkan terjadi. Segala pujian hanya bagi Tuhan. Saya rindu kesaksian saya dapat memberkati kita semua. Tuhan memberkati. (Rode)

Komentar