Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Lahir Untuk ...


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Pernahkah Saudara bertanya-tanya mengapa Allah memilih untuk menciptakan orang-orang dewasa melalui masa bayi, masa kanak-kanak, dan masa remaja yang nampaknya tidak menghasilkan sesuatu? Pastilah Allah yang Mahakuasa dapat merencanakan satu metode pembiakan yang lebih efisien untuk umat manusia. Namun, memang seperti itulah rencana-Nya. Dengan jelas, Alkitab menunjukkan bahwa tahun-tahun persiapan ini sangat berguna, bahkan masa bayi yang tak berdaya itu. Allah mengetahui kemungkinan-kemungkinan

Pernahkah Saudara bertanya-tanya mengapa Allah memilih untuk menciptakan orang-orang dewasa melalui masa bayi, masa kanak-kanak, dan masa remaja yang nampaknya tidak menghasilkan sesuatu? Pastilah Allah yang Mahakuasa dapat merencanakan satu metode pembiakan yang lebih efisien untuk umat manusia.

Namun, memang seperti itulah rencana-Nya. Dengan jelas, Alkitab menunjukkan bahwa tahun-tahun persiapan ini sangat berguna, bahkan masa bayi yang tak berdaya itu. Allah mengetahui kemungkinan-kemungkinan yang terdapat dalam bayi yang baru lahir. Akan tetapi, orang tua dan pengerja kelas bayi selalu memperingatkan diri mereka sendiri mengenai kemungkinan-kemungkinan itu, jika tidak maka pengaruh-pengaruh pada makhluk yang kecil itu hanya merupakan tugas-tugas rutin yang dilaksanakan untuk pertumbuhan jasmani anak itu.

Tidaklah mengherankan bahwa orang-orang dewasa menemui kesulitan untuk membayangkan manusia dewasa yang tersembunyi dalam diri seorang bayi. Bahkan, mereka suka mengerti kemungkinan-kemungkinan yang terpendam dalam diri mereka sendiri.

Tetapi di dalam sistem Allah, bayi-bayi pun memunyai potensi. Para orang tua dan pengerja sekolah minggu harus menolong agar maksud Allah sepenuhnya bagi anak-anak bayi itu tercapai.

Lahir Untuk ... Dikasihi

"Jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini," Yesus mengingatkan murid-murid-Nya (Matius 18:10). Nada peringatan-Nya yang keras bahkan mendorong itu, terdengar pada waktu Dia mendahului perintah-Nya dengan kata "ingatlah". Jangan meremehkan nilai dan kemampuan mereka. Sekalipun dia masih kecil sekali, bayi itu memunyai kemampuan rohani. Dia mulai mengenal kasih Allah melalui kasih orang tua dan orang-orang dewasa yang menaruh perhatian padanya.

Para ahli ilmu jiwa dan dokter-dokter jiwa menghabiskan waktu bertahun-tahun guna menolong orang-orang dewasa mengatasi pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak di mana mereka dilalaikan. Berapa banyak tahun terbuang karena para orang dewasa tidak menunjukkan kasih sejati kepada mereka ketika masih bayi.

Jika Nita telah menerima kasih dan perhatian yang diperlukannya, dia tak usah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan. Setiap kali pemimpin sekolah minggu meminta anak-anak yang berulang tahun dalam minggu yang lalu untuk maju guna menerima penghargaan, Nita maju ke depan. Gurunya menyadari bahwa kelakuannya itu disebabkan karena dia ingin diperhatikan. Persoalannya itu diselesaikan ketika mereka menyatakan kasih dan perhatian kepadanya.

Allah menjadikan bayi-bayi untuk dikasihi, tetapi bukan hanya karena mereka baik dan manis. Dengan menyatakan kasih yang ikhlas kepada seorang bayi, Roh Kudus dapat menghasilkan buah-Nya di dalam diri kita. Jika tidak ada kasih terhadap seorang bayi, di mana gerangan terdapat kasih itu?

Lahir Untuk ... Menjadi Contoh

Pada waktu murid-murid mulai menanyakan tentang kebesaran dan kedudukan, Yesus menjawab dengan berbicara tentang anak-anak. "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Demikianlah mereka bertanya dengan memusatkan perhatian pada diri sendiri. "Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka" (Markus 9:36) sebagai alat peraga. Mengapa seorang anak?

Bagi Guru Agung itu, masa kanak-kanak merupakan satu pembanding yang sempurna mengenai kewargaan Kerajaan Surga. "Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak-anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga." (Matius 18:3)

Bukan kurangnya pengetahuan atau kelemahan anak itu yang dipuji. Bukan pula keadaannya yang tidak bersalah. Untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga, seseorang harus memperlihatkan kepercayaan dan kejujuran yang polos dari seorang anak. Sebagaimana anak pada waktu bermain asyik dalam kesenangan pada waktu itu, tidak memedulikan kemarin atau esok hari, demikian pula kita harus bergantung sepenuhnya kepada Allah sekarang ini.

Lahir Untuk ... Merdeka

Terang-terangan, dalam dua peristiwa, Yesus menjadi marah. Ia tidak marah pada waktu Ia dihina, dituduh palsu, atau diumpat. Juga tidak pada waktu mereka meludahi wajah-Nya, menarik janggut-Nya, atau memaku Dia pada sebuah salib. Tetapi Ia menjadi marah ketika para penukar uang menajiskan Bait Allah dan ketika orang-orang dewasa tidak mengindahkan nilai seorang anak.

Sekali lagi, murid-murid berpikir menurut cara dunia ini. Mereka mengecewakan dan memarahi ibu-ibu yang membawa bayi-bayi dan anak-anak mereka untuk dijamah dan diberkati oleh Yesus. Markus 10:14 terjemahan bahasa sehari-hari mengatakan bahwa Yesus "merasa tidak senang". Tetapi Terjemahan Baru dan Lama mengatakan "marahlah Ia". "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku; jangan menghalang-halangi mereka." (Markus 10:14)

Anak-anak datang ke dalam dunia dengan sifat perangai yang takluk kepada dosa. Tetapi mereka dilahirkan untuk merdeka. Setiap tindakan kasih hendaknya menunjuk kepada kasih Allah yang berusaha menyelamatkan mereka dari dosanya. Pada waktu orang tua menyerahkan anak yang baru lahir kepada Allah, mereka mengakui bahwa mereka ingin agar potensi yang Allah tempatkan dalam diri anak mereka itu akan diwujudkan.

Lahir Untuk ... Dewasa di dalam Kristus

Kedewasaan Kristen merupakan tujuan bagi semua orang beriman, namun jarang yang mencapainya. Banyak sifat, misalnya kesabaran, penguasaan diri, kelembutan, dan kerendahan hati telah dibahas panjang lebar sebagai tanda-tanda kehidupan Kristen yang dewasa. Tetapi teladan yang diberi oleh Yesus sendiri menunjukkan bahwa kedewasaan Kristen dapat diringkas dalam sepatah kata: Ketaatan. "Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya." (Ibrani 5:8-9)

Jika Kristus telah dijadikan sempurna dengan jalan belajar taat, bukankah beralasan bahwa kita harus menjadi dewasa di dalam Kristus dengan jalan belajar taat? Tidak ada anak yang terlalu muda untuk mulai belajar. Bahkan pada mula pertama seorang bayi menunjukkan kemauannya sendiri, dia dapat diperkenalkan di dalam kasih pada pelajaran-pelajaran permulaan dalam ketaatan. Pada waktu itu dia mengambil langkah-langkah permulaannya menuju kedewasaan Kristen.

Petrus juga mengerti pentingnya ketaatan bagi kedewasaan Kristen. Dia menantang para pembacanya untuk memperlakukan diri "sebagai anak-anak yang taat" (1 Petrus 1:14). Orang Kristen yang taat kepada setiap perintah dan bisikan Roh, yang juga telah belajar untuk taat kepada kekuasaan orang tua dan orang-orang lain, pastilah sudah menjadi dewasa di dalam Kristus.

Setiap anak bayi dilahirkan dengan potensi ... untuk dikasihi, untuk menjadi contoh, untuk merdeka, dan untuk menjadi dewasa di dalam Kristus. Tetapi sejak zaman Alkitab hingga sekarang, anak-anak sering kali lebih diremehkan dan diabaikan daripada dibentuk menuju kemungkinan-kemungkinan Allah lihat di dalam mereka. Penyembah berhala dalam Perjanjian Lama mengorbankan anak-anak mereka, menjual, memakan mereka, dan menyuruh mereka berjalan melalui api sebagai bagian dari upacara agama. Perbuatan-perbuatan demikian tidak lagi berlaku dalam masyarakat yang beradab. Tetapi apakah perbuatan-perbuatan lain yang timbul menggantikannya?

Allah memanggil pengerja departemen bayi maupun pengerja-pengerja lain dalam sekolah minggu yang akan memengaruhi makhluk-makhluk kecil ini, untuk bekerja sama dengan keluarga anak itu dalam mengakui potensi yang telah ditetapkan oleh Allah dalam diri anak itu.

Apakah pahala-pahala bagi pengerja yang dengan penuh doa dan kasih berusaha membuka dan memperkembangkan potensi yang Allah lihat di dalam setiap anak bayi? Di hadapan murid-murid-Nya, Kristus telah mengambil seorang anak dan memberkatinya. Dia akan berbuat demikian lagi. Dia yang telah meletakkan seorang bayi dalam kandungan dan menjadikan Yohanes Pembaptis dari padanya; yang telah mengambil seorang anak laki-laki yang bungsu yang tidak mungkin akan sukses dan menjadikan seorang Daud dari padanya; yang telah mengambil seorang pemuda yang tidak diharapkan dan menjadikan seorang Samuel dari padanya; Dia itu juga akan mengambil seorang bayi dari dalam departemen bayi dan menjadikannya seorang pemimpin Kristen untuk masa depan. Pada waktu itu, terwujudlah potensi yang ada di dalam dirinya.

Kategori Bahan PEPAK: Metode dan Cara Mengajar

Sumber
Judul Buku: 
Buku Pintar Sekolah Minggu Jilid 1
Pengarang: 
Pembina Departemen Sekolah Minggu Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (Penyusun)
Halaman: 
21 -- 23
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas
Kota: 
Malang
Tahun: 
1997

Komentar