Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Kisah Nuh


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Pemain: Ralph and Dudley (anjing)

Adegan: seorang anak laki-laki dan anjingnya di atas panggung. (pemain manusia memerankan Ralph)

Ralph: Halo, teman-teman, namaku Ralph, dan hari ini aku datang ke sini untuk menceritakan sebuah kisah untukmu. Kamu mungkin bertanya-tanya siapa yang bersama dengan aku ini. Ini anjingku, Dudley, dan percaya atau tidak, dia adalah anjing yang bisa berbicara. Dudley akan menolongku menceritakan kisah ini, iya 'kan Dudley?

Dudley: Guk!

Ralph: Aku tahu ada beberapa orang yang tidak percaya kamu bisa bicara. Ayo kita buktikan. (Si anjing menganggukkan kepala tanda setuju). Sebutkan salah satu kitab dalam Alkitab.

Dudley: Rut!

Ralph: Rut! Benar, Dudley! Hebat (menepuk kepala si anjing). Apakah kamu siap membantu? (si anjing menganggukkan kepada tanda setuju). Bagus. Dahulu kala ada seorang laki-laki bernama Nuh. Nuh hidup di antara orang-orang jahat. Setiap orang sungguh rusak sehingga Allah memutuskan untuk memusnahkan bumi dengan air bah. Hanya Nuh dan keluarganya yang mendapat belas kasihan Allah. Allah memberi tahu Nuh untuk membuat sebuah perahu.

Dudley: Bahtera!

Ralph: Betul Dudley! Perahu itu disebut bahtera. Nuh dan ketiga anak laki-lakinya membuat bahtera selama bertahun-tahun. Allah memberi tahu Nuh ukuran bahtera dan kayu apa yang harus digunakan. Pengerjaan bahtera hampir selesai, bahtera itu lebih panjang daripada lapangan sepak bola. Lalu Allah memberitahu Nuh untuk mengumpulkan binatang, jantan dan betina, ke dalam bahtera.

Dudley: Ikan!

Ralph: Bukan, tidak ada ikan hiu. Hanya hewan-hewan dan burung-burung, tidak ada ikan. Nuh percaya pada Allah dan menaati-Nya. Pengumpulan itu menghabiskan waktu yang lama, namun akhirnya mereka bisa membawa aneka jenis hewan ke dalam bahtera. Lalu Nuh, istrinya, ketiga anak laki-lakinya, dan istri-istri mereka masuk ke dalam bahtera.

Dudley: Gelap!

Ralph: Benar. Langit menjadi sangat gelap. Tiba-tiba hujan mulai turun. Hujan, dan hujan, dan hujan. Empat puluh hari empat puluh malam, tanpa henti. Air itu terus bertambah bahkan menutupi segala gunung tinggi. Setiap makhluk hidup yang ada di bumi pun binasa. Hanya Nuh dan mereka yang ada di dalam bahteralah yang tetap hidup.

Dudley: Ikan!

Ralph: Oh, iya. Ikan tetap hidup, tapi yang lainnya mati. Setelah hujan berhenti, bahtera itu terapung-apung di atas air selama beberapa waktu, dan akhirnya terkandas di atas sebuah gunung. Nuh menunggu beberapa saat, kemudian melepaskan seekor burung untuk mengetahui apakah dia bisa menemukan daratan kering.

Dudley: Gak!

Ralph: Betul Dudley, Nuh melepaskan burung gagak, dan burung itu terus terbang pulang pergi.

Dudley: Ikan!

Ralph: Bukan, Dudley. Ikan hiu tidak memakannya. Nuh menunggu beberapa saat, lalu melepas seekor merpati. Si merpati kembali. Nuh menunggu lebih lama, dan melepaskan merpati lagi. Si merpati kembali lagi, kali ini membawa sehelai ranting pohon zaitun. Kali ketiga, dia melepaskan seekor merpati, dan dia tidak kembali. Nuh menduga merpati itu sudah menemukan tanah kering. Setelah berada di dalam bahtera selama lebih dari setahun, Nuh merasa aman untuk keluar. Hal pertama yang Nuh lakukan ketika dia keluar adalah membangun mezbah dan memberikan korban bakaran kepada Tuhan. Tuhan senang karena Nuh melakukannya dan menaruh pelangi di langit sebagai perjanjian dengan Nuh dan umat manusia bahwa Dia tidak akan pernah lagi memusnahkan bumi dengan air bah. Begitulah kisah Nuh.

Dudley: Guk, guk!

Ralph: Baiklah, Dudley, kita sebaiknya pergi (meninggalkan para penonton). Sekarang waktunya dia makan. Jika kalian ingin membaca sendiri tentang Nuh, kisahnya ada di kitab pertama Alkitab. Sampai jumpa lagi!

Dudley: Ya, ayok pergi. Aku lapar sekali!! (t/Uly)

Diterjemahkan dan disunting dari:

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Sekolah Minggu

Sumber
Judul Artikel: 
Noah`s Story
Situs: 

http://www.puppetresources.com/documents/script35.txt (Free Puppet Scripts and Resources)

Komentar