Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Kain dan Habel


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Untuk Pembina:

  1. Bacalah Kejadian 4:1-26
  2. Pelajari ayat-ayat itu.
  3. Bersiaplah untuk bercerita.

Katakan kepada Murid-murid:
Dengarkan baik-baik cerita ini. Carilah sifat-sifat yang dinyatakan dalam cerita ini.

Cerita:
Sekarang kita akan mendengar sebuah cerita tentang anak-anak Adam dan Hawa. Sesudah Allah menyuruh Adam dan Hawa keluar dari Taman Eden, Hawa melahirkan seorang anak laki-laki, yang dinamai Kain. Kemudian Hawa melahirkan lagi seorang anak laki-laki dan mereka menamai bayi itu Habel.

Ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa, mereka sempurna dan murni; mereka belum berbuat kesalahan. Mereka suci dan tidak berdosa. Lalu Adam dan Hawa berdosa; mereka memberontak terhadap Allah. Ketika Kain dan Habel dilahirkan mereka sudah mempunyai sifat perseteruan dengan Allah oleh sebab Adam dan Hawa tidak lagi mempunyai persatuan dengan Allah. Kain dan Habel dilahirkan di luar Taman Eden.

Ketika anak-anak itu dewasa, Kain menjadi seorang petani dan Habel menjadi seorang gembala. Adam dan Hawa mengajar Kain dan Habel berbakti kepada Tuhan. Habel mempersembahkan seekor domba kepada Allah dan Kain mempersembahkan hasil dari cocok tanamnya. Allah menerima persembahan Habel sebab Habel beriman kepada Allah. Tetapi Allah tidak menerima persembahan dari Kain sebab Kain tidak beriman kepada Allah. Lalu Kain marah sekali. Lalu Allah berfirman kepada Kain, "Mengapa engkau marah? Mengapa mukamu geram? Jika engkau berbuat baik, pasti engkau tersenyum."

Allah bertanya kepada Kain, dan Kain menjawab bahwa ia tidak tahu mengenai adiknya. Allah sudah tahu bahwa Kain telah membunuh adiknya dan Allah menghukum Kain.

Allah mengutuk Kain. Allah menentukan bahwa tanah yang ditanami Kain tidak akan menghasilkan apa-apa. Lagi pula, Kain akan menjadi seorang pelarian dan pengembara. Hukuman untuk Kain ialah pergi ke tempat yang lain. Lama setelah itu Kain menikah dan mempunyai banyak anak. Kain juga membangun kota yang pertama.

Tanyakan kepada Murid-murid:
Sifat-sifat Allah yang mana dijelaskan dalam cerita ini? Bagaimana sifat-sifat Allah itu diketahui menurut cerita ini?

Sifat-sifat Allah dalam Cerita Ini:

  1. Allah itu Mahabenar -- Allah menerima Habel dan persembahannya oleh sebab Habel beriman kepada Allah.
  2. Allah itu Mahatahu -- Sebelum Allah bertanya kepada Kain, Allah sudah mengetahui bahwa Kain telah membunuh Habel.
  3. Allah Mahasuci -- Allah membenci dosa. Allah menghukum Kain sebab dia sudah berdosa.
  4. Allah itu Maharahmat -- Set dilahirkan supaya Allah dapat memenuhi janji-Nya melalui keturunan Adam.
  5. Allah itu Sumber Rahmat -- Allah menasihati Kain supaya dia berbuat benar dan beriman kepada-Nya seperti Habel. Allah tidak mengizinkan seorang pun membunuh Kain.
Pertanyaan:
  1. Jika Anda menanam pohon pepaya, apakah akan berbuah nanas pada pohon itu? (Tidak, hanya pepaya.)

    Demikian pula dengan manusia. Semua manusia berdosa, semua orang yang dilahirkan juga orang yang berdosa. Keadaan itu sama dengan Adam dan Hawa. Adam dan Hawa kehilangan persekutuan dengan Allah. Itu sebabnya Kain tidak menikmati persekutuan dengan Allah dan Kain juga berbuat dosa. Kita tidak menikmati persekutuan dengan Allah sebab kita juga orang berdosa.

    Kemudian, Kain membunuh adiknya. Kain marah kepada Habel sebab Kain iri hati; Kain juga marah kepada Allah. Allah sudah menegur Kain atas kemarahannya. Allah mengharap Kain akan berubah. Kain tidak memperhatikan kata-kata Allah.


  2. Mengapa Kain marah? (Pikiran Kain tentang Allah tidak betul. Kain marah ketika Allah senang dengan persembahan Habel. Kain tidak menerima pertolongan dari Allah. Kain tidak mengakui dosanya. Kain tidak mendengar nasihat Allah.)


  3. Siapakah yang menyebabkan kita berdosa? (Kita sendiri, sebab sifat jahat yang ada di dalam diri kita.)


  4. Kepada siapakah kita berdosa? (Kita berdosa terhadap Allah, sebab Dialah pencipta kita.)

    Jika kita mencuri seekor binatang kepunyaan orang lain, kita memang berdosa terhadap orang itu. Kita harus ingat bahwa ketika kita berbuat dosa, kita juga berdosa terhadap Allah, sama seperti Adam dan Hawa waktu mereka melanggar peraturan Allah. Ketika kita berdosa dan tidak melakukan yang benar, kita bersalah terhadap Allah.

Alat Peraga:
Pada kertas poster atau kertas bekas kalender besar, buatlah silsilah Adam dan Hawa. Minta seorang murid melingkari nama yang menyenangkan Allah. Minta yang lain menjelaskan mengapa anak itu menyenangkan Allah.

[Red.: Untuk mengevaluasi apakah pelajaran yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik oleh para murid, adakanlah ulangan atau tanya jawab yang dapat dilakukan setelah Anda bercerita atau pada minggu depannya. Contoh pertanyaan evaluasi sehubungan dengan cerita minggu ini adalah sebagai berikut:

  1. Sifat-sifat Allah yang mana yang dijelaskan dalam cerita Kain dan Habel?
  2. Mengapa persembahan Kain tidak diterima oleh Allah? Mengapa Allah senang dengan persembahan Habel?
  3. Apakah Kain dan Habel dan keturunan mereka menikmati persekutuan dengan Allah?
  4. Siapakah orangtua Kain dan Habel?
  5. Ketika Kain dan Habel dilahirkan apakah mereka mempunyai persekutuan dengan Allah?
  6. Apakah Kain dan Habel lahir di Taman Eden?
  7. Mengapa Kain membunuh Habel?
  8. Apakah Allah benar dan adil untuk menghukum Kain ketika dia membunuh Habel?
  9. Apakah Allah adil ketika Dia menghukum kita oleh sebab kejahatan kita?
  10. Dan lain-lain. ]

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Sumber
Judul Buku: 
Sampaikan Cerita Keselamatan: Menyatakan Sifat-sifat Allah dan Kebenaran-Nya
Pengarang: 
Dell & Rachel Schultz
Halaman: 
33 - 36
Penerbit: 
Lembaga Literatur Baptis

Komentar