Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Jenis-Jenis Penyembahan untuk Anak-Anak


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Salah satu bagian dalam rangkaian acara KKR Anak adalah penyembahan. Berikut ini kami sajikan tips untuk mengadakan acara penyembahan sesuai dengan tingkatan umur anak. JENIS-JENIS PENYEMBAHAN UNTUK ANAK-ANAK Pengalaman-pengalaman melakukan penyembahan sering kali dikelompokkan dengan membandingkan penyembahan pribadi dan umum, formal dan informal, atau terencana dan spontan. Bagi anak-anak, setiap penyembahan harus dipikirkan lebih mendalam lagi, tidak hanya sekadar artinya saja. Faktor tingkat

Salah satu bagian dalam rangkaian acara KKR Anak adalah penyembahan. Berikut ini kami sajikan tips untuk mengadakan acara penyembahan sesuai dengan tingkatan umur anak.

JENIS-JENIS PENYEMBAHAN UNTUK ANAK-ANAK

Pengalaman-pengalaman melakukan penyembahan sering kali dikelompokkan dengan membandingkan penyembahan pribadi dan umum, formal dan informal, atau terencana dan spontan. Bagi anak-anak, setiap penyembahan harus dipikirkan lebih mendalam lagi, tidak hanya sekadar artinya saja. Faktor tingkat kedewasaan menggambarkan tingkat yang beragam.

Penyembahan bagi anak usia 2 dan 3 tahun sangat tepat digolongkan sebagai penyembahan spontan. Salah satu kesalahan pengertian yang sering terjadi pada orang dewasa adalah merencanakan penyembahan untuk anak-anak yang terpola seperti untuk anak-anak yang lebih tua usianya. Anak-anak usia 2 dan 3 tahun hanya memiliki rentang perhatian selama beberapa menit saja untuk mendengarkan. Karena mereka memiliki kosakata dan konsep yang terbatas, mereka memberikan respons yang lebih baik saat mengalami sendiri daripada mendengarkan kata-kata. Mereka terus beraktivitas, diarahkan oleh bujukan dari dalam dirinya untuk bergerak, menggali, memanipulasi, dan bertanya. Mereka juga memiliki orientasi yang lebih baik pada kegiatan yang individual atau pararel daripada kegiatan yang mengutamakan kerja sama. Maka jelaslah bahwa kelompok penyembahan yang terencana tidak akan membuahkan hasil. Hal ini tidak berarti bahwa penyembahan untuk anak-anak batita tidak perlu direncanak an terlebih dahulu. Penyembahan bagi anak-anak batita direncanakan sampai pada tahap di mana pemimpin memberikan materi dan pengalaman-pengalaman yang bisa mendorong anak pada suasana penyembahan yang informal -- misalnya rumah kerang untuk membantu anak yang membagikan ucapan syukur, memutar lagu-lagu tentang kasih Allah untuk anak-anak yang senang mendengarkan, dan memuji Tuhan atas Anak-Nya; kue-kue kering berbentuk binatang untuk dimakan dan memberi kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan kebahagiaan atas pemeliharaan Tuhan. Namun penyembahan itu dilakukan secara spontan karena siapa yang dapat memperkirakan anak yang mana yang siap untuk melakukan penyembahan dan kapan mereka siap?

Penyembahan untuk anak usia 4 dan 5 tahun bisa dikategorikan sebagai penyembahan dengan cara yang tidak formal. Mereka sudah dapat terlibat dalam kegiatan yang memerlukan kerja sama dan dapat melakukan penyembahan sederhana dalam kelompok dengan durasi waktu yang singkat. Meskipun penyembahan ini sudah perlu direncanakan dan mungkin ada bentuknya, tetapi ini termasuk penyembahan informal, bukan formal. Pemimpin harus fleksibel, pandai dalam memandu percakapan dan peka terhadap kebutuhan yang tiba-tiba muncul -- keheranan, kebingungan, keputusan, sukacita, pencapaian -- dan kemudian mengubah kepekaan itu menjadi penyembahan. Sikap dan perilaku orang dewasa dalam penyembahan -- yang sangat mudah ditiru -- dan suasana dalam kelompok -- yang sangat mudah ditangkap -- adalah sangat penting. Salah satu contoh ilustrasi singkat tentang penyembahan pada anak-anak usia prasekolah adalah seperti berikut.

"Tapi tidak ada yang memerhatikan," kata Jane sambil menangis tersedu-sedu, "Mitten mati." "Aku memerhatikan Mitten," kata Joey. "Dan aku juga," kata Mary. "Dan Tuhan juga," tambah David. Ruang kelas anak-anak itu menjadi hening. "Tuhan, kami sedih karena Mitten mati. Tolonglah supaya orang-orang dewasa itu lebih berhati-hati lagi saat mengemudi sehingga kami dan binatang peliharaan kami dapat menyeberang jalan dengan aman. Tolonglah Jane supaya tidak bersedih terus."

Penyembahan untuk anak-anak SD dan SMP berubah dari informal menjadi formal. Sekarang ada pemisahan yang lebih jelas antara pengalaman penyembahan dan pengalaman belajar. Penyembahan secara berkelompok yang dilakukan secara terencana, terus berkembang saat murid-murid semakin mampu menghadiri, berpartisipasi, dan mengambil makna dari kondisi ini. Namun jangan pernah lupa, "Bentuk bisa menunjukkan pengalaman dan bentuk bisa pula menyebabkan dan meningkatkan pengalaman, tetapi bentuk itu sendiri tidak tergantung pada apa pun juga." Penyembahan untuk anak-anak SD harus menjadi hal penting bagi anak-anak SD, demikian pula dengan penyembahan untuk anak-anak SMP. Materi yang disampaikan harus disesuaikan dengan tingkat pemahaman mereka; isinya berkaitan dengan pengalaman-pengalaman mereka; waktu yang digunakan sesuai dengan rentang perhatian mereka. Pemimpin penyembahan harus memberikan perhatian khusus pada sifat-sifat, kemampuan, dan minat anak-anak. Misalnya, anak-anak SMP, yang senang mencaci maki dan bertingkah laku heboh, mampu menyembah dengan sangat mendalam. Berkembangnya cara pandang, meningkatnya kosakata, respons yang menyenangkan atas kecantikan, perintah, dan sedikit simbol-simbol, bisa menjadikan penyembahan menjadi lebih berarti dengan pola dan struktur yang formal. Demikian pula dengan anak-anak SD, kita harus melihat kemampuan anak-anak tersebut dalam merencanakan dan memimpin mereka melakukan penyembahan dengan tuntunan orang dewasa yang benar-benar cakap. Semakin mereka aktif terlibat, semakin bermanfaat pula pengalaman penyembahan itu. (t/Ratri)

Kategori Bahan PEPAK: Program Khusus Anak

Sumber
Judul Artikel: 
Types of Worship for Children
Judul Buku: 
Childhood Education in the Church
Pengarang: 
Robert E. Clark, Joanne Brubaker, dan Roy B. Zuck
Halaman: 
422 -- 423
Penerbit: 
Moody Press
Kota: 
Chicago
Tahun: 
1975

Komentar