Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK

Hana Mendapatkan Teman yang Tepat untuk Samuel


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Edisi PEPAK: e-BinaAnak 686 - Mengajarkan tentang Pertemanan kepada Anak (I)

Khotbah anak-anak ini didasarkan pada 1 Samuel 1-2.

Bahan:

  1. Lilin mainan, satu gumpal berukuran kepalan tangan untuk setiap anak.
  2. Cangkir (lebih baik yang tanpa pegangan).
  3. Satu botol air.

Penyampaian:

Apakah orang tuamu pernah mengajarkan kepadamu bahwa cita-citamu berkaitan dengan apa yang berhubungan dengan kamu? Ibu Samuel ingin dia menjadi seorang nabi yang besar. Pada saat itu, belum ada banyak cita-cita di Israel. Namun, ia menginginkan anaknya menjadi besar. Maka, ia membawa Samuel untuk tinggal bersama imam.

Memang, zaman sekarang, orang tua tidak melakukan itu. Mereka ingin anak-anak mereka bermain dengan anak-anak lain. Namun, beberapa orang tua ingin anak-anak mereka masuk sekolah swasta yang kecil, atau sekolah Kristen, dan beberapa orang tua ingin anak-anak mereka bersekolah di rumah. Mereka ingin anak-anak mereka memiliki teman-teman yang tidak bersekolah. Dalam hampir semua kasus ini, ide yang mendorong orang tua adalah bahwa anak-anak akan menjadi apa yang berhubungan dengan mereka.

[Berikan setiap anak gumpalan lilin mainan seukuran bola golf. Minta mereka untuk meremasnya, menggulung-gulungnya, dan membuat bentuk apa pun yang mereka mau. Ambil satu gumpalan untuk diri Anda sendiri.]

Lilin mainan ini adalah seperti kita ketika kita anak-anak. Kita lembut, atau yang kita sebut lunak. Lunak berarti sesuatu yang dapat dibentuk ke dalam berbagai macam bentuk.

Tangan kita adalah seperti orang yang berhubungan dengan kita. Mereka bisa membentuk kita dengan cara yang berbeda, bergantung pada bentuk mereka sendiri. Mari kita berpura-pura kamu bergaul dengan beberapa teman yang benar-benar kasar, teman-teman yang suka memaksa orang untuk melakukan hal-hal yang mungkin tidak ingin dilakukan.

[Remas lilin mainan di tangan Anda dan mintalah anak-anak melakukan hal yang sama.]

Apa yang terjadi dengan bentuk yang kamu buat? Akan menjadi tipis dan lemah karena beratnya semua tekanan itu, bukan? Apakah orang-orang kasar yang suka memaksa teman sebaya adalah teman terbaik untuk diajak bergaul? Tidak.

[Gulung adonan menjadi bola lagi dan mintalah mereka melakukan hal yang sama.]

Jadi, mari kita anggap teman-temanmu ramah, tetapi belum tentu baik. Ingat pelajaran kita tentang perbedaan antara ramah dan baik? Bahkan, para penjahat di penjara berpikir bahwa teman-teman mereka ramah, bukan? Dan, orang-orang ramah ini sama sekali tidak peduli untuk menjadi baik. Mereka lucu dan mungkin menyenangkan, tetapi mereka tidak peduli dengan Tuhan atau Yesus atau hidup yang benar. Mereka memiliki kepribadian yang besar, tetapi di balik kumpulan kecil itu, mereka sama sekali tidak peduli. Mereka adalah orang-orang yang bermoral lemah.

[Berpura-puralah tangan Anda sangat lemah, dan hampir tidak bisa menekan/membentuk bola lilin. Ajak mereka untuk melakukan hal yang sama.]

Teman-teman kita yang paling dekat seharusnya menginginkan hal yang sama bagi kita, seperti yang Tuhan inginkan untuk kita. Mereka seharusnya mengasihi kita dengan cara yang lembut, tetapi tegas.

[Genggam tangan Anda untuk membentuk lilin mainan agar menjadi padat sehingga membentuk silinder, tetapi tidak meremas bagian atas atau bawahnya. Ajak mereka untuk melakukan hal yang sama.]

Teman ingin agar kita berpikir baik-baik. Seperti Tuhan, mereka ingin kita memiliki kedalaman karakter, dan mereka akan mendorong kita untuk berpikir sebelum bertindak, mempertimbangkan konsekuensi dari perbuatan buruk dan manfaat dari perbuatan yang baik.

[Tempelkan ibu jari Anda ke dalam lilin mainan sehingga terbentuk rongga. Ajak mereka untuk melakukan hal yang sama.]

[Hasil akhir harus berupa sesuatu yang menyerupai cangkir tanpa pegangan.]

Teman-teman akan membantu kita untuk membentuk diri kita di jalan yang Tuhan mau sehingga suatu hari nanti, kita bisa menghasilkan buah dari roh yang ada di dalam diri kita.

[Minta setiap anak meletakkan cangkir mereka di atas meja di depan mereka setelah dibentuk seperti milik Anda. Ambil cangkir sungguhan. Jika Anda memiliki cangkir tanpa pegangan, itu lebih baik. Tunjukkan supaya terlihat oleh semua anak.]

Karena apa yang terjadi adalah sebagaimana tahun-tahun berjalan ke depan, kamu mulai mengeras, seperti tanah liat. Adalah hal yang baik jika kamu adalah sebuah bentuk yang tepat. Jika kamu panjang, kurus, dan lemah, atau jika kamu gemuk, bulat, dan tidak memiliki kedalaman, kamu tidak akan dapat menampung sesuatu yang penting untuk Tuhan.

Kamu sedang dibentuk sepanjang masa kanak-kanakmu, seperti Samuel sedang dibentuk oleh para imam dan nabi yang bergaul dengannya.

Kamu ingin mengasihi semua orang, tetapi kamu ingin berhati-hati dengan mereka yang akan membantu membentukmu, dan semua orang yang bergaul denganmu akan menjadi bagian dari tangan itu. Ketika tanah liatmu mengeras, kamu ingin menjadi seperti cangkir tadi.

[Tunjukkan cangkirnya lagi. Ambil botol air dan tuangkan ke dalam cangkir.]

Jika kamu tidak memiliki kedalaman apa pun, kamu tidak akan bisa menampung buah roh. Galatia 5:22 menggambarkan buah roh yaitu ....

[Tuangkan sedikit air lagi ke dalam cangkir ketika setiap buah disebutkan: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.]

Raja Daud menggambarkan sukacita dengan piala yang penuh berlimpah.

[Isi cangkir sampai penuh dan biarkan beberapa tetes tumpah.]

Semuanya dimulai dengan siapa orang yang kamu perbolehkan membentukmu dan memengaruhimu sekarang. Mari kita bertekad untuk memilih teman-teman terbaik kita dengan bijak hari ini, dan untuk tidak membiarkan orang-orang membentuk kita dengan keisengan, tekanan teman sebaya, atau rasa takut sehingga akhirnya kita akan mampu menampung banyak roh dari Tuhan. (t/Jing Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Christianity Cove
Alamat URL : http://www.christianitycove.com/childrens-sermons-series
Judul artikel asli : Choosing The Right Kind Of Friends
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 3 Juni 2014

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Komentar