Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Gereja Penggerak Utama Pembaruan


Edisi PEPAK: e-BinaAnak 712 - Melibatkan Pemuda dalam Pelayanan Anak (II)

Di dalam salah satu episode "Membangun Indonesia Baru", seorang sosiolog menyatakan bahwa untuk menegakkan supremasi hukum di Indonesia sangat sulit, sebab sudah melibatkan banyak institusi. Jadi, apakah mungkin pembaruan di segala bidang dapat dilaksanakan di Indonesia?

Demikian pula situasi yang dihadapi Yosia. Rentetan aksi Yosia yang berjumlah lebih dari 17 mengungkapkan betapa bobroknya masyarakat Yehuda. Namun, Yosia bertekad bulat dan tidak gentar menentang arus. Hal ini terungkap ketika ia berani mengadakan pembersihan berbagai berhala, bukit pengorbanan, hingga membunuh imam-imam bukit pengorbanan, justru pada saat seluruh rakyat Yehuda sudah terjerumus ke dalam penyembahan berhala (2 Raja-raja 23:20). Ia tidak hanya memberikan instruksi, tetapi terlibat langsung dengan melakukan sendiri tindakan yang benar. Ia sendiri sebagai contoh hidup hasil pembaruan bagi rakyatnya. Ia mengumpulkan, membacakan, memberhentikan, merobohkan, menajiskan, memecahkan, menebang, hingga menyembelih. Pembaruan juga harus melanda seluruh lapisan masyarakat mulai dari pemimpin agama, pemimpin masyarakat, hingga rakyat jelata; mulai dari orang dewasa hingga anak-anak (2 Raja-raja 23:2). Ini berarti pembaruan tidak hanya dalam urusan kenegaraan, tetapi juga dalam kegiatan sehari-hari dalam masyarakat. Dan, yang paling penting adalah bahwa pembaruan harus dilandaskan firman Allah yang hidup.

Renungkan: Pembaruan dapat dilaksanakan di bumi Indonesia asalkan gereja mau dan berani berperan secara langsung. Walaupun gereja, karena kedudukannya sebagai minoritas, bukanlah lembaga penggerak utama reformasi bangsa kita, tetapi gereja mempunyai firman hidup yang akan memampukannya untuk menjadi contoh hidup masyarakat yang sudah diperbarui. Oleh karena itu, gereja harus menyerukan kepada seluruh jemaatnya mulai dari anak-anak sekolah minggu, remaja, pemuda, dewasa, hingga manula, untuk menjadi contoh hidup bagi tingkah laku yang sudah diperbarui. Mulailah dari yang paling sederhana, yaitu membayar pajak sesuai undang-undang, menaati peraturan berlalu lintas, tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan segala sumber alam seperti listrik, air, bensin, dan gas secara bijak. Kapan kita akan mulai, jika tidak sekarang?

Diambil dan disunting seperlunya:

Nama situs : SABDA.org
Alamat URL : http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2000/07/17
Penulis renungan : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 15 Juni 2015

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Komentar