Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Editorial


Edisi PEPAK: e-BinaAnak 173 - Kebangkitan Kristus

Salam PASKAH dari meja Redaksi,

Pagi-pagi benar beberapa orang wanita sudah berpakaian rapi dengan membawa wewangian di tangan mereka. Dengan hati yang mungkin masih diliputi perasaan DUKACITA, mereka menuju ke sebuah kubur dimana di dalamnya terbaring Seorang yang sangat mereka kasihi dan hormati. Terkejut! Ya, itulah reaksi mereka ketika ternyata mereka tidak menemukan mayat orang itu. Kubur itu sudah kosong dan mayat Orang yang sangat mereka kasihi itu sudah tiada...

Namun rasa DUKACITA itu seketika berubah menjadi SUKACITA ketika malaikat yang ada di pintu kubur itu menyampaikan kabar bahwa Dia yang mati, sudah bangkit mengalahkan kuasa maut!

Rasa sukacita itulah yang ingin kami bagikan dalam edisi e-BinaAnak minggu ini. Walaupun perayaan PASKAH sudah kita lewati tetapi kami yakin sukacitanya tetap tinggal terus selama-lamanya dalam hidup kita. Sebuah Artikel yang berjudul "Makna Kebangkitan Kristus" kami sajikan untuk menjadi renungkan bagi kita semua. Selain itu, untuk Anda yang masih akan melakukan kegiatan PASKAH minggu ini bersama anak-anak, kami sajikan beberapa alternatif kegiatan dalam "Aneka Kegiatan PASKAH" yang dapat Anda temukan dalam kolom Tips Mengajar. Dua Bahan Mengajar mengenai "Kebangkitan Yesus" dan "Hari Kebangkitan" merupakan pelajaran yang bisa membawa anak-anak di SM Anda turut merasakan sukacita, sama seperti para wanita yang mengunjungi kubur Tuhan Yesus. Kami harap sajian kami tentang "Kebangkitan Kristus" ini dapat memperpanjang kesan PASKAH pada anak-anak SM Anda.

Selamat merayakan sukacita PASKAH! Kiranya semangat PASKAH yang terus hidup di dalam hidup kita ini akan membawa kita untuk lebih dekat dengan Dia dan melayani Dia dengan lebih sungguh lagi.

Sekali lagi, SELAMAT PASKAH!

Tim Redaksi

"Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan," (1 Petrus 1:3)

Komentar