SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
KLIK DI SINI
UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

 
PEPAK PEPAK
Kamis, 4 Desember 2008   
    Utama | Pustaka | e-BinaAnak | e-BinaGuru  
         e-BinaAnak  
  Utama > e-BinaAnak > Edisi 384  

Cari di Arsip e-BinaAnak Cari di e-BinaAnak

Baca Edisi e-BinaAnak Baca e-BinaAnak
Lihat Arsip e-BinaAnak Arsip
Kirim Arsip e-BinaAnak ke Email Anda Kirim ke Email Anda
Berlangganan / Subscribe e-BinaAnak Berlangganan
Frequently Asked Questions FAQ
  Bagaimana berpartisipasi dalam pelayanan di e-BinaAnak? jawabannya  


<<< Edisi 383 | Edisi 385 >>>

e-BinaAnak edisi 384 (29-5-2008)

Evaluasi Mengajar

Daftar Isi
Salam dari Redaksi 
Artikel : Mencapai Keberhasilan Bersama-sama 
Tips Mengajar : Evaluasi Proses Belajar/Mengajar 
Bahan Mengajar : Memberi Itu Menyenangkan Semua Orang 
Warnet Pena : Links: Saling Berbagi Berkat Lewat Situs Pelayanan Anak 
Mutiara Guru 


Salam dari Redaksi

Salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus,

Tolok ukur keberhasilan pelayanan sekolah minggu bisa dilakukan dengan mengadakan evaluasi dari proses belajar mengajar. Hal tersebut membantu kita dalam memaksimalkan pelayanan terhadap anak layan. Melalui evaluasi, dapat dilihat beberapa kendala yang dapat dipecahkan bersama, sedangkan keberhasilan yang telah dicapai menjadi ucapan syukur kita sembari terus meningkatkannya.

Di edisi pamungkas bulan Mei 2008 ini, Redaksi e-BinaAnak menyajikan artikel tentang bagaimana melakukan evaluasi mengajar di sekolah minggu. Selain itu, formulir evaluasi yang terdapat di kolom Tips, sekiranya bisa dimanfaatkan sebagai tolok ukur pelayanan anak yang selama ini kita lakukan. Harapan Redaksi, topik kali ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kita bersama. Selamat memberikan yang terbaik. Tuhan Yesus memberkati.

Staf Redaksi e-BinaAnak,
Kristina Dwi Lestari

Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan
damai sejahtera dan yang berguna
untuk saling membangun. (Roma 14:19)

Artikel

Mencapai Keberhasilan Bersama-sama

"Saya tidak bisa mengevaluasi para guru sekolah minggu saya karena mereka adalah sukarelawan yang dibatasi oleh waktu dan motivasi. Kami justru harus berterima kasih atas apa yang telah mereka lakukan dan berdoa agar mereka tidak berhenti menjadi sukarelawan." Hal itulah yang ditakuti oleh banyak pemimpin sekolah minggu. Namun, bukan itu intinya.

Pelayan Kristen memulai tugasnya dalam pengertian misi bagi Tuhan. Apabila mereka melayani tanpa mau berkorban dan mengembangkan pelayanan mereka melalui perbaikan dan pertumbuhan, mereka belum menangkap visi mulia Tuhan dan berkat rohani karena melayani-Nya.

Visi seperti itu muncul melalui pengajaran firman Tuhan yang efektif dan melalui bantuan penuh kasih dari saudara seiman. Allah membentuk gereja yang hidup agar menjadi organisme yang indah dan produktif -- sebuah tubuh yang terdiri dari banyak anggota yang tidak hanya saling mengajar tentang Tuhan, tapi juga menguatkan satu sama lain agar bertumbuh dalam iman. "Dan marilah kita saling memerhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibrani 10:24-25)

Ayat itu sering disebut sebagai sebuah nasihat bagi mereka yang mengabaikan persekutuan, namun hal ini bukanlah tujuan utama dari nasihat tersebut. "Untuk mendorong satu sama lain dalam kasih dan perbuatan baik" adalah apa yang harus diwujudkan dalam gereja Perjanjian Baru -- bangunan gereja dan jemaatnya.

Lihatlah betapa eratnya hal itu dengan proses evaluasi. Allah kita membentuk suatu gereja supaya kita memiliki kesempatan untuk saling berinteraksi dan mendorong untuk mencapai kedewasaan rohani. Pada masa yang menekankan kerja sama dalam "tubuh" Kristen, kita tidak boleh melupakan tanggung jawab keseluruhan tubuh.

David Augsburger mengungkapkannya dengan baik dalam bukunya yang berjudul "Caring Enough to Confront": "Saat kita memiliki kasih yang murni satu sama lain di dalam gereja, kasih itu tidak hanya akan tercermin saat kita saling berbagi hal-hal baik dalam hidup kita, tapi juga saling mengkritik tentang sesuatu yang memerlukan pendisiplinan dan perbaikan."

Apakah Anda pernah menyadari bahwa Anda seperti obat kuat? Ayat yang tertulis dalam kitab Ibrani mengatakan bahwa orang Kristen seharusnya seperti obat kuat. Anda harus mendorong orang lain untuk berbuat sesuatu dengan lebih baik. Anda harus menjadi pendorong supaya orang lain hidup dalam kasih dan perbuatan baik. Bagaimanapun juga, hubungan Anda dengan saudara seiman dalam tubuh Kristus harus mampu membantu mereka dalam menyatakan kasih Kristen kepada orang lain dan membuat mereka semakin berbuah dalam melayani Tuhan. Di manakah dorongan semacam ini dapat diterapkan dengan lebih baik di antara sesama pelayan sekolah minggu?

Saya bertanya kepada seorang teman yang baru saja lahir baru tentang pertumbuhannya yang sangat cepat di dalam Tuhan. Dia memuji temannya yang telah mendisiplinkannya. Dia menegaskan pengalamannya dengan berkata, "Tanpa kedisiplinan, tidak mungkin kita bisa belajar." Kedisiplinan bisa berasal dari diri sendiri atau orang lain. Dalam beberapa hal, kedisiplinan harus datang dari orang lain.

Saya belum pernah melihat gereja yang berkembang tanpa kedisiplinan. Kedisiplinan timbul ketika para pendeta mendisiplin diri dalam jalan Kristus atau saat anggota tubuh Kristus memberi dan menerima pendisiplinan dengan penuh kasih.

Ketika saya terlibat dalam evaluasi dan konsultasi di suatu gereja, pertama-tama saya meminta para peserta memberi tahu tentang profil seorang guru dan sekolah minggu yang "ideal". Kemudian, saya meminta mereka untuk menyatakan perbuatan dan pencapaian mereka sebagai guru. Secara mayoritas, terdapat celah yang besar antara apa yang mereka rasa seharusnya mereka lakukan dengan apa yang mereka lakukan pada kenyataannya. Misalnya, mereka mengatakan bahwa mereka seharusnya terlibat dalam kegiatan anak layan di luar kelas setidaknya sebulan sekali, tapi kenyataannya hanya sedikit yang melakukannya.

Saya mengamati beberapa guru yang bekerja di bawah pengawasan para pengawas yang berbeda-beda selama satu tahun. Performa kerja mereka, sebagian besar, tergantung pada jenis disiplin yang diterapkan oleh pemimpin mereka. Pemimpin sekolah minggu yang baik menerapkan disiplin yang mendorong rekan sekerjanya untuk berbuah dalam kasih dan perbuatan baik.

Ada banyak alasan alami untuk menolak pengawasan baru dan bahkan arahan kasih dari suatu kelompok. Saran-saran berikut ini akan membantu mengembangkan tim "yang terdorong untuk melakukan perbuatan baik".

  1. Bacaan dari kitab Ibrani menunjukkan bahwa kita harus saling memerhatikan sebelum kita dapat saling mendorong untuk menyatakan kasih dan perbuatan baik. Ini berarti kita harus peka terhadap orang lain dan belajar memahami luka-luka yang mereka rasakan dan mengetahui dalam hal apa mereka merasa terdorong. Untuk dapat melakukannya, kita akan dipandu oleh pengetahuan kita akan latar belakang, kepribadian, dan aspirasi mereka. Akan membantu juga jika kita mengetahui gambar diri mereka dan berapa lama mereka telah mengenal Tuhan.

    Ketika kita memerhatikan orang lain, kita sebaiknya tidak bicara seolah-olah merendahkan mereka atau mengabaikan aspek positif pelayanan mereka. Kita seharusnya mengatakan apresiasi yang tulus, mungkin seperti ini, "Kamu sudah melakukan pelayanan yang baik di ______, tapi saya punya usul untuk kamu pertimbangkan dalam hal _____." Ingat, kita melayani Tuhan bersama-sama.

  2. Sebagai seorang pemimpin sekolah minggu, Anda harus sering bertanya kepada tim dengan pertanyaan seperti: "Bagaimana caranya agar kita bisa lebih baik dalam mengerjakan pekerjaan kita dan membuka diri untuk menerima saran mereka?"

    Teman saya, seorang pendeta, mengadakan pertemuan dengan dewan pengurus setahun sekali untuk menilai kinerja pelayanannya. Pertemuan tersebut memberi kesempatan bagi orang lain untuk mengetahui tentang kepemimpinan dan evaluasinya atas pekerjaan mereka. Seluruh anggota pelayanan harus memiliki pemikiran bahwa kita semua harus bertumbuh dan semakin baik. Pemikiran ini bisa meminimalisir sikap yang sifatnya mencela dan membangun persekutuan yang kuat.

  3. Evaluasi tidak perlu dilakukan kecuali ada deskripsi pertanggungjawaban dan tujuan yang pasti untuk itu, dan tentu saja, evaluasi memerlukan definisi tertulis. Pelatihan-pelatihan juga harus diadakan untuk mendorong tercapainya target setelah sebuah evaluasi dilakukan. Evaluasi tanpa kesempatan untuk berkembang akan mematahkan semangat dan membuat pelayan sekolah minggu frustrasi.

  4. Proses evaluasi bisa dilakukan tanpa dijadwalkan, namun hal itu biasanya diremehkan karena tidak ada desain atau struktur prosesnya. Di sekolah minggu yang mengikuti program sertifikasi "LEROY" (Red.: contoh program sertifikasi guru sekolah minggu di Amerika), setiap guru sekolah minggu dievaluasi sedikitnya sekali setahun untuk menjadi seorang guru yang berijazah. Dengan program LEROY, para guru bisa mengembangkan diri pada lima tingkat yang berbeda, yaitu:

    Leadership Training Course taken once a year (Kursus Pelatihan Kepemimpinan yang diikuti sekali setahun).

    Evaluated once a year by a competent worker (Dievaluasi setahun sekali oleh orang yang berkompeten).

    Reading at least 200 pages at his level of experience and understanding (Membaca setidaknya 200 halaman sesuai tingkat pengalaman dan pemahamannya).

    Observing another competent teacher at their same level (Mengamati guru lain yang berkompeten pada tingkat yang sama).

    Yearly conference attendance (Menghadiri konferensi tahunan).

    Program terencana bagus untuk memfasilitasi proses evaluasi, yaitu meminta setiap guru dan pelayan lain untuk mengembangkan kontrak pribadi untuk periode waktu yang direncanakan -- bisa untuk seperempat tahun atau selama satu tahun akademik. Kontrak pribadi merupakan penggenapan kitab Ibrani 10:24-25. Kitab tersebut meminta para guru dan pelayan untuk mencatat perkembangan apa saja yang mereka harap dapat terwujud untuk waktu yang akan datang. Ketika seorang guru menulis kontrak itu, itu berarti dia setuju untuk bertemu dengan pengurus sekolah minggu (Komisi Anak) atau siapa pun dari timnya setelah seperempat atau setahun masa akademik selesai, untuk mendiskusikan kemajuan yang dibuat dalam memenuhi target-targetnya. Dorongan seperti itu menggerakkan para guru bertumbuh dengan pesat.

         KONTRAK PRIBADI PELAYAN SEKOLAH MINGGU
    
         Nama Pelayan____________________Jabatan_________________
    
         Sasaran yang terus didoakan agar tercapai selama periode
         waktu___________sampai__________
    
         Di akhir periode, saya akan membicarakan perkembangan saya
         dengan:________________
    
         1. Saya berencana akan membicarakan secara pribadi dengan 
            setiap murid mengenai kebutuhannya untuk menyerahkan 
            hidupnya kepada Kristus. (contoh)
         2. ____________________________________________________
         3. ____________________________________________________

    Apabila seorang guru tidak memiliki gambaran yang baik tentang seperti apa guru yang berkompeten itu, dia tidak akan bisa memahami hal apa yang harus dia masukkan dalam jadwal kegiatan yang harus dikembangkan. Anda bisa saja menyediakan buku panduan pribadi. Mempelajari buku dan mengikuti kursus pelatihan guru harus memberikan masukan wawasan yang sama.

  5. Pusatkan perhatian pada konsep tim di antara para pelayan anak. Jika semua pelayan, termasuk guru-guru dan pengawas, merasa seolah-olah mereka berada dalam pelayanan bersama, proses evaluasi benar-benar terfasilitasi. Sering kali, guru merasa bahwa waktu mengajar adalah miliknya sendiri. Para pengawas pun merasa seolah-olah pertemuan majelis adalah milik mereka sendiri. Harus ada perencanaan tim terhadap konsep pengajaran secara total di mana setiap orang memiliki suara terhadap apa yang terjadi selama masa sekolah minggu. Salah satu konsep dasar pengajaran tim adalah bahwa semua anggota tim tidak hanya terlibat dalam proses pengajaran, tapi juga saling mengevaluasi. Semua orang yang terlibat dalam pelayanan mengajar, baik di bidang sekuler maupun rohani, sepakat bahwa mutu pengajaran bisa meningkat melalui proses evaluasi. Walaupun beberapa orang kesal karena harus menjalani proses evaluasi, mereka tetap sepakat karena menyadari manfaat dari sebuah evaluasi. Harus ada sikap yang kooperatif dalam sebuah tim yang mengatakan, "Saya juga belajar sesuatu darimu."

Saya betul-betul menghargai semua anggota tubuh Kristus yang cukup mengasihi saya untuk mendorong saya melakukan perbuatan baik dan mengoreksi saat saya berjalan ke arah yang salah. Anggota tim akan terus bertumbuh dalam Kristus dan kemudian akan menjadi sangat berpengaruh dalam pertumbuhan rohani orang-orang yang mereka layani saat mereka terlibat dalam proses evaluasi. (t/Setyo)

Sumber:
  • Make Your Sunday School Grow through Evaluation, Harold J Westing, ,
    BabGetting There Together, halaman 12 -- 17, Victor Books, Wheaton, 1976.

    Tips Mengajar

    Evaluasi Proses Belajar/Mengajar

    Memang evaluasi ini bersifat subjektif, namun ini bisa dipakai menjadi alat yang berguna dalam usaha memahami proses belajar mengajar yang lebih baik. Jika Anda merasa bahwa Anda tidak berhak dalam menilai suatu poin dalam evaluasi ini, Anda boleh mengabaikannya.

       1. Suasana yang akrab dan menyenangkan memenuhi ruang kelas.
          Akrab ____.____.____.____.____.____ Kurang akrab
    
       2. Semangat tinggi/antusiasme merangsang antusiasme anak layan.
          Semangat ____.____.____.____.____.____ Kurang semangat
    
       3. Seorang guru menggunakan pengalaman-pengalaman pribadi dan
          bersedia mengakui kekurangan-kekurangan pribadi.
          Jujur ____.____.____.____.____.____ Kurang jujur
    
       4. Humor dalam kelas cenderung meningkatkan proses belajar menjadi
          lebih efektif.
          Banyak humor ____.____.____.____.____.____ Kurang humor
    
       5. Tuturan yang jelas dan tegas oleh semua yang ada dalam kelas,
          membantu proses belajar.
          Penuturan bagus ____.____.____.____.____.____ Penuturan jelek
    
       6. Situasi kelas yang bebas dari gangguan membantu keefektifan
          proses belajar mengajar.
          Bebas dari gangguan ____.____.____.____.____.____ Terganggu
    
       7. Pengajar yang tepat waktu dan efisien akan meningkatkan mutu
          kelas.
          Tepat waktu ____.____.____.____.____.____ Kurang tepat waktu
    
       8. Penampilan dan perilaku guru baik.
          Penampilan baik ____.____.____.____.____.____ Penampilan tidak
          baik
    
       9. Hubungan kerja antarpengajar akan saling melengkapi dan
          meningkatkan kesatuan proses belajar mengajar.
          Kesatuan ____.____.____.____.____.____ Perpecahan
    
      10. Seorang guru menerapkan disiplin belajar yang baik di dalam
          kelas.
          Sangat disiplin ____.____.____.____.____.____ Kurang disiplin
    
      11. Tujuan pelajaran jelas bagi para murid.
          Tujuannya jelas ____.____.____.____.____.____ Tujuan tidak jelas
    
      12. Persiapan yang cukup dari pengajar.
          Persiapan baik ____.____.____.____.____.____ Kurang persiapan
    
      13. Aktivitas kelas yang teratur dan sistematis.
          Sistematis ____.____.____.____.____.____ Kurang sistematis
    
      14. Tugas-tugas yang jelas dan menantang.
          Tugas-tugas bagus ____.____.____.____.____.____ Tugas tidak baik
    
      15. Metode pengajaran yang tepat.
          Tepat ____.____.____.____.____.____ Tidak tepat
    
          Daftar metode yang digunakan: __________________________________
          ________________________________________________________________
          ________________________________________________________________
          ________________________________________________________________
    
      16. Murid-murid berpartisipasi secara aktif dalam kelas.
          Aktif ____.____.____.____.____.____ Pasif
    
      17. Pelajaran berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
          Aplikatif ____.____.____.____.____.____ Tidak aplikatif
    
      18. Skema, silabus, rangkuman, dan bahan pelengkap lain membantu
          belajar siswa.
          Bahan pelengkap tersedia ____.____.____.____.____.____ Tidak
          tersedia
    
      19. Tersedia waktu yang cukup untuk melakukan peninjauan ulang.
          Ada waktu ____.____.____.____.____.____ Tidak ada waktu
    
      20. Guru benar-benar mendengarkan murid-muridnya.
          Mendengarkan ____.____.____.____.____.____ Tidak benar-benar
          mendengarkan
    
      21. Sasaran guru tercapai.
          Sasaran tercapai ____.____.____.____.____.____ Sasaran tidak
          tercapai
          (Mintalah waktu dan lihatlah apakah Anda merasa guru tersebut
          sudah mencapai sasarannya sewaktu di dalam kelas.)
    
      22. Unsur rohani dalam kelas:
          Sangat rohani ____.____.____.____.____.____ Sangat sekuler
    
      23. Yang berkuasa dalam kelas adalah:
          Firman Tuhan ____.____.____.____.____.____ Guru
    
      Nama penilai: ________________________ Tanggal: _______________
    
    
                        LEMBAR EVALUASI SEKOLAH MINGGU,
                          PENDETA, DAN PENGAWAS UMUM
    
      A. Administrasi
    
         1. Berapa lama Anda menjabat sebagai pengawas: __________________
    
         2. Pernahkan Anda melakukan kunjungan terencana selama satu tahun
            ini? _________________ Berapa lama? _________________ Komentar
            atas keberhasilan dan kegagalan program kunjungan tersebut:
            ______________________________________________________________
            ______________________________________________________________
    
         3. Daftarkan hal-hal apa saja dalam sekolah minggu yang Anda
            anggap paling perlu dibantu: _________________________________
            ______________________________________________________________
            ______________________________________________________________
    
         4. Dalam hal apa Anda bekerja sama dengan pendeta dalam
            merencanakan dan menjalankan sekolah minggu? _________________
            ______________________________________________________________
    
         5. Apa yang telah Anda lakukan untuk menilai keefektifan sekolah
            minggu Anda? _________________________________________________
            ______________________________________________________________
    
      B. Staf
    
         1. Buatlah daftar staf umum tambahan:
                      Masa Kerja         Bagaimana Dipilih
            ______________________________________________________________
            ______________________________________________________________
            ______________________________________________________________
    
         2. Bagaimana Anda memilih guru-guru untuk sekolah minggu
            Anda? ________________________________________________________
            ______________________________________________________________
    
         3. Apakah semua guru merupakan anggota jemaat gereja
            Anda? ________________________________________________________
            ______________________________________________________________
    
         4. Berapa kali Anda mengadakan rapat staf sekolah minggu? ______
            Berapa persen staf yang hadir? _________Tuliskan daftar agenda
            rapat Anda: ___________________________
    
         5. Jenis program guru pengganti apa yang Anda miliki? ___________
            ______________________________________________________________
    
         6. Apakah sekolah minggu Anda memiliki standar atau kesepakatan
            untuk memilih guru? __________________________________________
            Apa yang sudah dilakukan untuk menjalankan standar tersebut?
            ______________________________________________________________
    
      C. Kurikulum
    
         1. Bahan apa yang Anda gunakan sekarang? (Apabila lebih dari satu
            materi, daftarlah bahan-bahan tersebut menurut departemennya.)
            ______________________________________________________________
    
         2. Siapa yang memilih bahan-bahan tersebut? _____________________
    
         3. Apakah sekolah minggu Anda pernah mensponsori atau terlibat
            dalam setidaknya satu pelatihan sistematis selama setahun ini?
            ______________________________________________________________
    
            Pelatihan yang diberikan        Pengajar           Pendaftaran
            ______________________________________________________________
            ______________________________________________________________
    
          4. Apa yang telah Anda lakukan di sekolah minggu untuk
             mengembangkan program pendidikan misionaris? ________________
             _____________________________________________________________
    
          5. Apakah Anda sudah menggunakan sistem mata pelajaran pilihan
             di dalam departemen dewasa atau departemen pemuda? Berilah
             komentar atas keefektifannya: _______________________________
             _____________________________________________________________
    
      D. Pengorganisasian
    
         1. Buatlah daftar departemen yang mengadakan pertemuan secara
            terpisah di sekolah minggu Anda: _____________________________
    
         2. a. Apakah Anda memiliki satu guru untuk tiap 5 sampai 8 murid
               dalam departemen anak-anak dan pra-sekolah (umur 4 tahun
               dan 5 tahun)?
               ___________________________________________________________
    
            b. Apakah Anda memiliki 1 guru untuk tiap 8 murid dalam
               departemen anak SD dan anak SMP? __________________________
    
            c. Apakah Anda setidaknya memiliki 1 guru untuk tiap 10-12
               murid dalam departemen anak SMP dan SMA? __________________
    
         3. Buatlah daftar jam mulai dan jam selesai sekolah minggu: _____
    
         4. Pada hari istimewa apa yang Anda rasa seharusnya sekolah
            minggu Anda mengadakan program khusus?
            ______________________________________________________________
    
      E. Fasilitas
    
         1. Apakah gereja Anda memiliki perpustakaan gereja atau sekolah
            minggu yang berisi buku-buku latihan kepemimpinan? Apakah
            buku-buku tersebut dipinjam oleh para guru dan staf secara
            aktif? _______________________________________________________
    
         2. Apakah gereja Anda memiliki perpustakaan visual untuk pelayan
            sekolah minggu Anda? _________________________________________
    
         3. Ruang apa yang Anda perlukan untuk departemen dan kelas
            sekolah minggu?
            ______________________________________________________________
    
      F. Murid
    
         1. Berapa banyak murid sekolah minggu Anda yang menjadi anggota
            jemaat gereja Anda selama setahun ini? _______________________
    
         2. Apakah sedikitnya 70% murid Anda yang berusia di atas delapan
            tahun mengikuti kebaktian (baik ibadah umum ataupun ibadah
            anak)? _______________________________________________________
            Ketentuan apa yang Anda buat untuk anak-anak beribadah selama
            jam ibadah? __________________________________________________
    
      G. Dokumen
         1. Daftarlah macam-macam dokumen sekolah minggu yang Anda simpan.
            (Lampirkan salinan dari semua formulir yang Anda gunakan.)
            ______________________________________________________________
    
         2. Apakah Anda menyimpan dokumen asli dari masing-masing murid
            sekolah minggu? ______________________________________________
    
      H. Keuangan
         1. Bagaimana pembiayaan pengeluaran sekolah minggu:
            _______________ a. Kas umum gereja
            _______________ b. Kas sekolah minggu
            _______________ c. Lain-lain _______________
    
         2. Persembahan sekolah minggu dimasukkan ke:
            _______________ a. Kas umum gereja
            _______________ b. Kas sekolah minggu
            _______________ c. Dana Misi
            _______________ d. Lain-lain
    
         3. Anggaran sekolah minggu dikembangkan:
            _______________ a. sebagai bagian dari anggaran gereja
            _______________ b. terpisah dari anggaran gereja 
    (t/Setyo)

    Sumber:
  • Evaluate & Grow, Harold J. Westing, , halaman 95 -- 105, SP Publications.

    Bahan Mengajar

    Memberi Itu Menyenangkan Semua Orang

    Alat Peraga: Sebuah Permen Coklat untuk Setiap Anak

    Ayat Alkitab: Yohanes 10:18

    Tema: Menemukan Cara untuk Memberi Sukacita

    Saya akan memberi kamu masing-masing sebuah permen coklat untuk memulai kebaktian ini. Kamu boleh memakannya sekarang atau boleh juga menyimpannya. (Bagikan permen coklat.)

    Bagaimana perasaanmu ketika saya memberi kamu permen coklat? (Tunggulah senyuman dan tanggapan-tanggapan lain, seperti senang, kaget, dan gembira.) Memberi kepada orang lain itu baik. Memberi kepada orang lain itu menyenangkan hati mereka dan kamu juga akan merasa senang.

    Ada banyak cara agar kita dapat memberi kepada orang lain dan menyenangkan mereka. Kalau kita menolong mereka, artinya kita memberikan waktu kita. Kadang-kadang, kita dapat memberikan sesuatu yang dapat mereka pegang dengan tangan mereka. Ada kalanya kita dapat memberikan sesuatu yang tidak dapat mereka pegang, misalnya senyuman, pelukan, atau ciuman. Dengan memberi kepada orang lain, baik dalam bentuk benda yang dapat mereka pegang atau sesuatu yang tidak dapat mereka pegang, artinya kamu memberi mereka hadiah dan kamu membagikan kasih Tuhan kepada mereka. Orang yang kamu beri itu akan merasa senang karena kamu mau berbagi dengan mereka. Kamu akan merasa senang karena kamu telah memberi hadiah. Dan Tuhan juga senang, karena kamu memberi dan membagikan kasih-Nya.

    Hari ini, temukanlah cara untuk memberikan sesuatu kepada seseorang. Mungkin kamu mau memberikan senyuman, mungkin pelukan, mungkin sebuah lagu, atau mungkin gambar yang kamu buat sendiri. Temukan cara untuk memberi dan ingatlah, jika kamu memberi dengan baik hati kepada orang lain, maka artinya kamu juga memberikan kasih Tuhan kepada mereka.

    Mari Kita Berdoa:
    Ya Tuhan, terima kasih atas semua yang telah Engkau berikan kepada kami. Tolong kami untuk menemukan cara memberi kepada orang lain. Amin.

    Sumber:
  • Ceritakan untuk Anak-anak Sekolah Minggu (Buku I): Sebuah Sumber Ibadah, Donna McKee Rhodes, , Artikel Memberi Itu Menyenangkan Semua Orang, halaman 67 -- 69, Gospel Press, Batam.

    Warnet Pena

    Links: Saling Berbagi Berkat Lewat Situs Pelayanan Anak

    http://www.in-christ.net/links/topic/anak
    http://www.in-christ.net/links/story-tags/sekolah-minggu

    Apakah para Pelayan Anak sudah pernah berkunjung ke situs In-Christ.Net? Situs kolaborasi pelayanan elektronik yang pertama di Indonesia. Kali ini, salah satu fasilitas dari situs In-Christ.Net diulas khusus bagi Anda, yaitu fasilitas direktori situs Kristen (LINKS). Fasilitas Links menyajikan berbagai ulasan situs Kristen dari berbagai kategori, di antaranya adalah kategori situs pelayanan anak dan sekolah minggu.

    Silakan berkunjung ke alamat di atas dan pastikan Anda akan menemukan berbagai situs pelayanan anak dan situs sekolah minggu yang bisa menjadi tambahan sumber bahan pelayanan anak. Selanjutnya, jika para pelayan anak memiliki informasi situs gereja, situs pelayanan dalam bidang anak, konseling, atau pelayanan lainnya, bisa dipromosikan di fasilitas LINKS ini. Dengan harapan situs Anda bisa melengkapi para pelayan anak lainnya. Untuk itu, terlebih dahulu Anda harus mendaftar sebagai anggota agar dapat memanfaatkan fasilitas ini. Selamat berkunjung ya!

    Oleh: Redaksi (Kristina Dwi Lestari)


    Mutiara Guru
    Menerima seorang anak dalam nama Yesus
    artinya sama dengan mengasihi dia
    seperti Tuhan Yesus mengasihi mereka.

  • Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini <<< Edisi 383 | Edisi 385 >>>

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Promo | Situs YLSA | Links | FAQ | Sumber | Info Anda
     

    SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
    SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
    KLIK DI SINI UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

     
    Disclaimer | © 2008 Yayasan Lembaga SABDA | Email: pepaksabda.org |Laporan Masalah/Saran

    ^ Ke Atas