Salam dari Redaksi
Minggu ini kita mulai memasuki masa pra-Paskah, di mana kita
diingatkan lagi pada pengorbanan Tuhan Yesus untuk menebus dosa
manusia. Walaupun Paskah merupakan hari yang sangat penting bagi
orang percaya, namun kerap kali perayaannya sangat jauh berbeda
dengan Natal. Saat menyongsong Natal, kita mempersiapkannya dengan
penuh sukacita dan mungkin sangat meriah. Namun saat menjelang
Paskah, perayaannya bisa dibilang cenderung lebih sederhana atau
minimalis.
Bagaimana dengan sekolah minggu kita? Minimalis pulakah perayaan
Paskah yang akan diselenggarakan tahun ini? Seperti apa pun perayaan
yang akan diadakan di sekolah minggu kita, jangan lupa bahwa inti
dari semua perayaan itu adalah untuk membawa anak mengerti makna
Paskah yang sebenarnya. Melalui cerita, drama, aktivitas, bahkan
renungan yang kita sampaikan, biarlah semuanya itu dapat membawa
anak bisa benar-benar merasakan karya agung Tuhan di kayu salib bagi
mereka. Nah, selama bulan Maret ini, e-BinaAnak menyiapkan beberapa
topik untuk menyambut dan merayakan Paskah, yaitu:
- Makna Paskah,
- Drama Paskah,
- Cerita Paskah, dan
- Aktivitas Paskah.
Kiranya sajian di bulan ini bisa menolong para pembina anak dalam
mengajarkan makna Paskah yang sebenarnya kepada anak-anak.
Selamat mengajar, Tuhan memberkati.
Staf Redaksi e-BinaAnak,
Christiana Ratri Yuliani
"bahwa Mesias harus menderita sengsara dan bahwa Ia adalah
yang pertama yang akan bangkit dari antara orang mati,
dan bahwa Ia akan memberitakan terang kepada bangsa ini
dan kepada bangsa-bangsa lain." (Kisah Para Rasul 26:23)
ArtikelSudahkah Anda Mengenal Tuhan yang Bangkit?
Sudah berapa kalikah Anda merayakan Paskah, hari kebangkitan Tuhan?
Mungkin ada yang akan menjawab sejak kecil, sejak saya mulai bisa
mengingat. Atau ada juga yang akan menjawab sejak saya menjadi
Kristen atau mungkin baru sekali ini. Tujuan saya menanyakan hal
tersebut agar kita mengintrospeksi diri, setelah sekian kali
merayakan Paskah, sampai di manakah kebangkitan Tuhan itu
memengaruhi hidup kita. Bagaimanakah pengaruh kebangkitan Tuhan
terhadap konsep, perspektif, dan tujuan hidup kita sebagai
orang-orang percaya? Apakah kita telah merefleksikan iman kita
kepada Tuhan yang bangkit itu dalam kehidupan dan dunia nyata
sehari-hari?
Melalui kesempatan ini, penulis ingin mengajak kita semua untuk
belajar dari Rasul Paulus bagaimana sebenarnya atau seharusnya hidup
seorang percaya dan mengenal Tuhan yang bangkit itu. Dalam suratnya
yang pertama kepada jemaat di Korintus pasal 15, Rasul Paulus
menguraikan bagaimana seharusnya konsep, perspektif, dan tujuan
hidup orang yang percaya dan mengenal Tuhan yang bangkit itu.
Jemaat Korintus ketika itu menghadapi pengajaran sesat yang
mengatakan bahwa kebangkitan orang percaya sudah terjadi, yaitu
dengan kebangkitan secara rohani sehingga tidak perlu lagi
mengharapkan kebangkitan secara fisik (1 Korintus 15:12). Seperti
pengajaran kaum liberal sekarang ini yang mengatakan bahwa
kebangkitan Kristus adalah fakta iman dan bukannya fakta sejarah.
Kita juga tahu bahwa dalam sejarah kekristenan telah muncul banyak
teori yang menyangkal fakta kebangkitan Tuhan. Misalkan "Teori
Pencurian", suatu teori terkuno yang mengatakan bahwa mayat Yesus
hilang dicuri oleh murid-murid-Nya.
Lainnya, "Teori Keliru", yang mengatakan bahwa para murid wanita
keliru mengunjungi kuburan Yesus. Yang dikunjungi adalah kubur yang
belum pernah digunakan atau kubur yang masih baru, maka tentu saja
mayat Yesus tidak ditemukan di sana.
Ada lagi yang disebut "Teori Pingsan", dikatakan bahwa sebenarnya
ketika dikuburkan Yesus belum mati sungguhan, Ia hanya pingsan, oleh
karena itu Ia bisa keluar dari kubur.
Juga ada "Teori Halusinasi", mereka mengatakan bahwa Yesus yang
dilihat oleh murid-murid itu hanyalah halusinasi karena mereka
begitu terobsesi dengan ketidakrelaan bahwa Tuhan mereka mati.
Tidak ketinggalan, ada teori yang mengatakan bahwa ketika Tuhan
Yesus di atas kayu salib, Allah dengan caranya yang ajaib menukar
Tuhan Yesus dengan Yudas Iskariot, sehingga yang mati itu bukannya
Tuhan Yesus melainkan Yudas Iskariot. Sebenarnya, jika kita mau
berpikir jernih dan dewasa, semua teori tersebut terlalu naif dan
dibuat-buat dan dapat membuat kita tertawa geli.
Dalam buku Josh McDowell yang telah menjadi klasik, "Evidence That
Demands A Verdict", serta buku Lee Strobel yang lebih modern dan
ditulis dengan gaya jurnalis yang mengadakan investigasi, "The Case
for Christ", keduanya mengajukan banyak argumen, baik berdasarkan
catatan Alkitab, khususnya keempat Injil dan kitab Para Rasul,
bukti-bukti sejarah maupun secara ilmiah serta
pernyataan-pernyataan tokoh-tokoh teologi mengenai kebenaran dan
kenyataan kebangkitan Tuhan.
Kita tidak akan membahas ulang semua argumentasi tersebut, yang
kebanyakan dari kita mungkin telah mengetahuinya. Yang hendak kita
pelajari adalah argumen yang diajukan oleh Rasul Paulus dalam
suratnya kepada Jemaat Korintus tersebut yang tentunya akan lebih
memantapkan iman kita.
Dalam 1 Korintus 15, paling sedikit Rasul Paulus mengajukan tiga
indikasi yang menunjukkan bagaimana seharusnya hidup orang percaya
yang telah mengenal Tuhan yang bangkit itu.
MEMUNYAI KEYAKINAN YANG TEGUH AKAN KEBANGKITAN TUHAN
Di tengah dunia di mana banyak teori yang menyangkal fakta
kebangkitan Tuhan, kita seharusnya memunyai keyakinan teguh akan
kebangkitan Tuhan. Kita jangan terombang-ambingkan oleh berbagai
teori yang tidak benar itu. Rasul Paulus memunyai keyakinan teguh
akan kebangkitan Tuhan karena:
Kebangkitan Tuhan adalah penggenapan nubuatan Kitab Suci
(1 Korintus 15:1-4).
Kebangkitan Tuhan adalah bukti kebenaran Allah dan firman-Nya.
Kebangkitan Tuhan bukanlah sesuatu yang terjadi secara mendadak
atau kebetulan. Melainkan suatu peristiwa yang telah direncanakan
Allah sejak kekekalan dan menjadi titik balik dari sejarah umat
manusia yang seharusnya binasa selama-lamanya, namun oleh
kebangkitan Tuhan, memiliki harapan yang kekal. Kebangkitan Tuhan
adalah pernyataan dan bukti kebenaran firman Allah serta
kesetiaan dan kuasa Allah. Bagi Rasul Paulus, maut dan kematian
serta kebangkitan Tuhan adalah kenyataan karena dikukuhkan oleh
Allah sendiri dan firman-Nya. Allah adalah Pribadi dan
firman-Nya adalah kebenaran; yang patut dan harus dipercaya.
Kebangkitan Tuhan adalah refleksi perbuatan Allah yang Mahakuasa
dan yang tidak dapat dihalangi oleh kuasa apa pun juga. Itulah
yang membuat Rasul Paulus memunyai keyakinan yang teguh.
Keyakinan yang didasarkan bukan pada teori atau kemampuan
manusia, melainkan pada kedaulatan Allah dalam menggenapi
firman-Nya.
Kebangkitan Tuhan disaksikan oleh banyak orang (1 Korintus
15:5-6).
Rasul Paulus memunyai keyakinan teguh akan kebangkitan Tuhan juga
berdasarkan kesaksian banyak orang. Hal ini dengan sendirinya
menggugurkan Teori Halusinasi. Jika Tuhan yang bangkit dilihat
oleh lebih dari lima ratus orang, maka mustahil peristiwa
tersebut adalah halusinasi. Jika mau dihitung, setelah
kebangkitan-Nya di hari Minggu pertama, maka secara keseluruhan
Tuhan telah menampakkan diri sebanyak lima belas kali. Yang
dicatat oleh Rasul Paulus hanya sebagian kecil saja. Sehingga
tidak mengherankan bila dalam pemberitaan Injil oleh para Rasul
dan khususnya Paulus, inti berita mereka adalah Tuhan yang
bangkit. Karena kebangkitan Tuhan bukan isapan jempol, melainkan
fakta sejarah dengan banyak saksi. John Warwick Montgomery,
seorang sejarawan Kristen, mengatakan,
"Ketika para murid memberitakan kebangkitan Tuhan, mereka
melakukannya karena mereka adalah saksi mata kebangkitan Tuhan
dan dilakukan ketika masih banyak di antara mereka yang
berhubungan dengan peristiwa tersebut masih hidup. Sehingga
dengan demikian orang-orang yang tidak percaya akan mudah saja
mengatakan bahwa mereka salah jika memang Yesus tidak bangkit
dengan menunjukkan tubuh Kristus."
Namun itu tidak terjadi. Keyakinan Rasul Paulus akan kebangkitan
Tuhan didasarkan pada banyak saksi mata yang berani mati untuk
kesaksiannya.
Mengalami perjumpaan langsung dengan Tuhan yang bangkit
(1 Korintus 15:8-11).
Rasul Paulus memunyai keyakinan teguh akan kebangkitan Tuhan
bukan saja karena kebangkitan Tuhan adalah penggenapan firman
Allah atau kesaksian dari banyak pengikut Tuhan, tetapi terutama
sekali karena ia sendiri mengalami perjumpaan langsung dengan
Tuhan yang bangkit itu. Ia yakin akan Tuhan yang bangkit bukan
hanya dari kesaksian murid-murid Tuhan, namun ia sendiri telah
mengalami bagaimana hidupnya dijamah dan dibentuk Tuhan.
Ia diampuni, diselamatkan, diubah, dan dipakai Tuhan secara luar
biasa. Pertobatan dan perubahan hidup drastis Rasul Paulus
sebenarnya merupakan bukti kebangkitan Tuhan. Ia yang dulunya
adalah musuh dan penantang Tuhan, berubah menjadi utusan dan
pemberita Kabar Baik Kristus. Ia yang dulunya selalu membanggakan
latar belakang keyahudiannya, berubah menjadi hamba yang hanya
membanggakan salib Kristus. Ia yang dulunya menganggap bahwa
semua kegiatan agama merupakan keuntungan baginya, berubah dengan
mengatakan bahwa semuanya itu adalah sampah dibanding dengan
pengenalannya akan Kristus. Ia yang dulunya bersandar kepada
perbuatan baik, amal, dan kesalehan untuk mendapatkan
keselamatan, sekarang percaya bahwa keselamatan itu hanyalah
karena kasih karunia Allah yang diperoleh melalui iman. Semua
usaha manusia untuk mendapatkan keselamatan adalah sia-sia,
keselamatan adalah pemberian Allah semata-mata. Rasul Paulus
secara pribadi mengalami dan mengenal siapa Tuhan yang bangkit
itu. Bagaimana dengan Anda dan saya? Sudahkah secara pribadi kita
berjumpa dengan Tuhan yang bangkit itu? Sudahkah hidup kita
diubah oleh Tuhan yang bangkit itu? Keyakinan Rasul Paulus akan
kebangkitan Tuhan didasarkan pada perjumpaannya yang langsung
dengan Tuhan yang bangkit.
MEMUNYAI KETABAHAN DAN HARAPAN MENGHADAPI KEMATIAN
Bagi Rasul Paulus, kebangkitan Tuhan adalah kenyataan yang pasti
serta tidak dapat disangkal oleh apa pun dan siapa pun juga.
Demikian pula dengan maut serta kematian adalah juga kenyataan yang
harus dihadapi dengan penuh ketabahan dan harapan oleh orang
percaya. Ketabahan dan harapan hanya diperoleh lewat Tuhan yang
telah bangkit itu. Sebelum kebangkitan Tuhan, seluruh umat manusia
berjalan menuju kebinasaan yang kekal. Namun dengan kebangkitan
Tuhan, maka kuasa maut terhadap umat manusia telah dikalahkan.
Sekalipun upah dosa adalah maut dan kematian, namun bagi mereka yang
percaya, maut dan kematian bukan lagi sesuatu yang menakutkan dan
mengerikan. Kebangkitan Tuhan telah mengalahkan kuasa maut. Maut
tidak dapat berkuasa atas-Nya sehingga yang percaya pada-Nya dapat
berkata dengan gagah berani seperti Rasul Paulus, "Hai maut di
manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" (1 Korintus
15:55)
Kebangkitan orang-orang percaya pada saat kedatangan Tuhan yang
kedua kalinya adalah harapan kita. Karena Kristus sendiri telah
bangkit dan menjadi buah sulung kebangkitan pengikut-pengikut-Nya.
Kebangkitan itu adalah pasti, tidak perlu diragukan. Kita menantikan
dengan penuh kerinduan dan harapan bahwa pada suatu hari kelak,
tatkala sangkakala surgawi bergema, kita akan memiliki tubuh
kebangkitan seperti tubuh Tuhan yang tidak dapat binasa, penuh
kemuliaan, penuh kekuatan, yang rohani, dan yang dari surga
(1 Korintus 15:42-44). Adakah kita memunyai perspektif tersebut?
Kita akan dapat memiliki perspektif tersebut apabila kita percaya
dan menerima Tuhan yang bangkit itu sebagai Juru Selamat kita.
Sudahkah kita percaya dan menerima Dia? Karena,
"Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada
Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala
manusia. Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan
dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang
telah meninggal." (1 Korintus 15:19-20)
MEMUNYAI KEGAIRAHAN DAN DINAMIKA DALAM PELAYANAN
Rasul Paulus berkata, "Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah
sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang
dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah
bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku,
melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku." (1 Korintus 15:10)
Oleh karena Rasul Paulus telah mengalami perjumpaan langsung dengan
Tuhan yang bangkit dan hidupnya diubah, maka yang menjadi tujuan
hidup selanjutnya adalah melayani Tuhan dengan penuh gairah dan
dinamika, itu pun adalah karena kasih karunia Tuhan. Ia bersaksi,
"Dan kami juga -- mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke
dalam bahaya? Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan
maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita,
aku katakan, bahwa hal ini benar. Kalau hanya berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan
binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang
mati tidak dibangkitkan, maka `Marilah kita makan dan minum, sebab
besok kita mati.`" (1 Korintus 15:30-32)
Sebagai orang yang hidupnya telah diubah oleh Tuhan dari kebinasaan
selama-lamanya menjadi hidup kekal, bagaimanakah sikap kita terhadap
pelayanan? Adakah kita memunyai kegairahan dan dinamika seperti
Rasul Paulus? Atau sebaliknya kita acuh dan bermalas-malasan?
Keterlibatan kita secara aktif dalam pelayanan sangat penting dalam
hidup kita sebagai orang percaya. Kita melayani Tuhan dengan penuh
gairah dan dinamika bukan agar kita dikenal manusia, melainkan
karena kita tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu
tidak sia-sia (1 Korintus 15:58). Karena hanya apa yang kita
kerjakan dalam Tuhan serta bertujuan untuk memuliakan Tuhan, yang
akan bernilai kekal dan akan mengikuti kita sampai ke surga kelak.
Adakah ketiga indikasi tersebut dalam hidup kita sebagai orang
percaya yang telah mengenal Tuhan yang bangkit? Selamat Hari Paskah!
Sumber: Newsletter GKI Monrovia, April 2001, Th. XV, No. 4, http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/038/ oleh Pdt. Bob Jokiman, halaman --, GKI Monrovia.
Tips Khusus PaskahMengajarkan Arti Paskah kepada Anak-Anak
Jika ditanya apakah Paskah itu, sebagian besar anak akan menjawab
bahwa Paskah adalah hari libur di mana ada kelinci yang
menyembunyikan telur.
Setiap tahun toko-toko dihiasi dengan telur plastik, keranjang, dan
kelinci yang menekankan pada sisi sekuler dari Paskah.
Meskipun demikian, Paskah lebih dari itu. Paskah adalah perayaan
kebangkitan Yesus Kristus.
Lalu, bagaimana orang tua atau guru mengajarkan kepada anak-anak
mereka tentang kebenaran Paskah dalam hidup mereka?
Berikut beberapa ide untuk mengajarkan kepada anak apa arti Paskah
yang sebenarnya.
Mulailah dengan mengatakan kepada anak-anak Anda tentang apa arti
Paskah bagi Anda sendiri. Anda bisa membacakan banyak buku dan
Alkitab kepada mereka, tetapi bila mereka tidak melihat arti
Paskah dalam diri Anda, maka cerita itu hanyalah pengantar tidur
atau dongeng semata.
Ceritakan kepada anak Anda dengan perlahan-lahan. Biarkan mereka
mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang cerita Paskah dan
berpura-puralah Anda tidak mengetahui apa-apa. Saat anak-anak
bertanya, jika saya tidak tahu bagaimana harus menjawabnya, saya
katakan kepada mereka bahwa saya tidak yakin. Kemudian kami
membuka Alkitab bersama-sama -- apakah jawaban itu ada di
Alkitab, di kamus, atau di internet.
Anak-anak saya biasanya memiliki banyak pertanyaan tentang
Paskah. Saya yakinkan kepada mereka bahwa setiap pertanyaan
mereka adalah penting dan saya akan lakukan yang terbaik untuk
bisa menjawab mereka.
Ingatlah bahwa anak-anak tidak harus tahu semua detail tentang
penyaliban Kristus. Penting bagi anak untuk memahami bahwa Yesus
menderita dan mati, tetapi kita tidak harus mengatakan kepada
mereka bahwa tubuh-Nya terluka karena cambuk yang ujungnya diberi
paku.
Bacalah ayat-ayat yang menceritakan tentang penyaliban dan
kebangkitan (ada di Matius 26-28, Markus 14-16, Lukas 22-24, dan
Yohanes 18-20). Fokuskan pada kebangkitan -- jelaskan kepada
anak-anak bahwa kematian Yesus di kayu salib bukanlah akhir dari
cerita. Kita semua perlu diingatkan bahwa bagian terpenting dari
Paskah adalah Kristus dibangkitkan dari kematian pada hari yang
ketiga.
Tradisi yang biasa saya lakukan bersama tiga anak saya di saat
Paskah adalah menyembunyikan dan mencari "telur-telur
kebangkitan". Telur-telur ini adalah dua belas telur plastik
berisi pernak-pernik yang menjelaskan cerita Paskah. Kami membeli
telur-telur itu di toko buku Kristen setempat. Anda bisa membuat
sendiri dengan menggunakan petunjuk yang ada di
www.rainbowcastle.org/resurrectioneggs.html.
Telur-telur kami berisi satu set kartu doa, cangkir kecil,
keledai kecil, tombak, mahkota duri, batu kecil, kain linen,
cambuk, paku yang dipakai di salib, dadu, koin, dan telur kosong
yang menggambarkan kubur kosong pada hari Paskah pagi. Kami
membahas setiap benda yang ada dalam setiap telur tersebut ketika
kami membukanya, telur yang kosong kami buka terakhir.
Saya biasanya menyediakan waktu khusus untuk menyembunyikan dan
mencari telur kebangkitan kami. Hal ini menjadikan perhatian
terfokus pada arti Paskah.
Ada juga resep "Kue Kebangkitan" yang bisa diperoleh di
www.rainbowcastle.org. Resep itu berisi renungan dan penjelasan
yang berkaitan dengan apa saja yang termasuk dalam cerita Paskah.
Kue itu dibuat pada malam hari sebelum Paskah. Setelah membuat
adonannya, kue tinggal dioven. Keesokan paginya, kue itu akan
berlubang -- yang menyimbolkan kubur yang kosong.
Paskah juga merupakan saat yang indah untuk melibatkan anak-anak
dalam kegiatan-kegiatan menolong sesama. Bantulah mereka dalam
membuat keranjang Paskah kecil untuk orang-orang jompo di rumah
perawatan/panti sosial setempat. Pastikan untuk menghubungi
petugas panti sosial terlebih dahulu untuk mengetahui apa saja
yang boleh dan tidak boleh diberikan di panti tersebut.
Buatlah kartu Paskah sendiri dan kirimkan kepada keluarga,
teman-teman, dan bahkan orang yang belum Anda kenal. Hubungi
penjara setempat atau kepala penjara untuk meminta izin
mengirimkan kartu-kartu itu kepada orang yang belum dikenal
(gunakan nama depan saja, atau tulis saja dalam kartu itu:
"Temanmu"). Kepala penjara biasanya mau menerima kartu-kartu itu
dan membagikannya.
Ajaklah anak-anak untuk membantu dapur umum, penampungan tuna
wisma, atau pelayanan penjangkauan lainnya. Pengorbanan Kristus
akan lebih berarti saat anak-anak melihat kasih-Nya hidup dan
dibagikan di depan mereka.
Terakhir, ajaklah anak-anak menghadiri kebaktian Minggu Paskah
atau kebaktian padang (bila Anda bisa membangunkan mereka lebih
pagi!). Ini adalah tempat yang tepat untuk belajar tentang
kematian dan kebangkitan Kristus daripada tempat di mana Ia
dirayakan setiap hari Minggu! (t/Ratri)
Sumber: AC Associatedcontent, http://www.associatedcontent.com/, Artikel Teaching Kid About Easter oleh Tamara Waters.
Tips Khusus PaskahMenjelaskan Kebangkitan Yesus Kepada Anak-anak
Setiap tahun saat Paskah tiba, tibalah saatnya untuk membicarakan
kebangkitan kepada anak-anak Anda. Menjelaskan kebangkitan Yesus
berarti Anda juga perlu menjelaskan mengenai penyaliban yang
mungkin menantang, khususnya bila Anda memiliki anak-anak yang masih
kecil. Langkah-langkah berikut ini akan memberi Anda beberapa ide
tentang bagaimana menceritakan cerita Paskah kepada anak-anak
sehingga mereka mengerti pentingnya Paskah.
Jelaskan penyaliban tanpa memberikan detail yang mengerikan,
khususnya bila anak-anak Anda masih terlalu kecil.
Berikan jawaban yang benar atas pertanyaan anak-anak mengenai
penyaliban. Gunakan penilaian Anda sendiri mengenai detail yang
Anda pilih untuk diceritakan kepada mereka sesuai dengan tingkat
pemahaman mereka.
Tekankan aspek positif dari kematian Kristus. Sampaikan kepada
mereka bahwa dengan mati di kayu salib, Yesus menyelamatkan kita
dari dosa-dosa kita sehingga kita bisa berada di surga.
Fokuskan pada bagian yang memberikan harapan dari cerita itu,
yaitu pada bagian kebangkitan. Jelaskan kepada mereka bahwa
adalah suatu mukjizat bila Yesus bangkit dari kematian dan naik
ke surga.
Gunakan buku-buku tentang Paskah dan video-video yang dirancang
bagi anak-anak untuk membantu Anda menjelaskan penyaliban dan
kebangkitan. Tontonlah video itu atau bacalah buku-buku Paskah
sebelum menunjukkannya kepada anak-anak Anda. Hal ini dilakukan
untuk memastikan bahwa Anda nyaman dengan cara penyampaian yang
digunakan oleh buku atau video itu.
Belilah satu set "telur kebangkitan" sebagai alat bantu Anda
dalam menjelaskannya. Setiap telur berisi satu bagian yang
menyimbolkan perjalanan Yesus pada waktu Paskah sehingga
anak-anak bisa belajar tentang penyaliban dan kebangkitan dalam
cara yang menarik dan menyenangkan. (t/Ratri)
Sumber: e-How, http://www.ehow.com/how_2125900_explain-resurrection-children.html, Artikel How to Explain the Resurrection to Children oleh Tidak dicantumkan.
Warnet PenaTeacher Help: Aneka Tautan ke Aktivitas Paskah
<http://www.teacherhelp.org/>
Sudah siap mengajar anak layan Anda pada Paskah tahun ini?
Bagaimana dengan bahan kreativitas yang akan Anda gunakan untuk
sekolah minggu Anda? Jika Anda belum mendapatkannya, silakan
memanfaatkan sumber bahan Paskah di dalam situs berikut ini:
< http://www.teacherhelp.org/easter.htm >.
Kali ini kami bagikan salah satu bagian menarik dalam situs
tersebut, yaitu bahan berupa kreativitas mewarnai seputar Paskah
yang merupakan kumpulan dari beberapa situs. Untuk itu, silakan
Anda pilih menu "Colouring Pages". Sebagai contoh, silakan tengok
bahan mewarnainya di:
< http://www.sermons4kids.com/jesus-praying-colorpg.htm >.
Pastikan Paskah kali ini membuat Anda semakin bersemangat untuk
mengajak anak layan Anda mengenal Tuhan Yesus, Sang Juru
Selamatnya.
Oleh: Redaksi (Kristina)
Stop PressSABDA.org dan In-Christ.Net Pindah Server
Puji Tuhan! Setelah situs-situs SABDA.org dan situs In-Christ.Net
mengalami beberapa kali masalah selama beberapa waktu (tidak dapat
diakses), akhirnya kami menemukan solusi dengan memindahkan server
SABDA.org dan In-Christ.Net ke tempat yang baru dan lebih besar.
Minggu ini situs-situs SABDA.org dan situs In-Christ.Net sudah dapat
diakses kembali. Kami sungguh mengucap syukur karena bisa melewati
masa-masa sulit ini dengan baik.
Proses pemindahan ke server yang baru dimulai pada hari Sabtu, 1
Maret 2008 yang lalu. Beberapa staf YLSA, dibantu oleh beberapa
sahabat YLSA, mengerjakan proses pemindahan yang cukup menegangkan
ini hingga Minggu pagi. Pertolongan Tuhan sungguh nyata dan semua
akhirnya bisa selesai dengan baik. Kami sungguh mengucap syukur
kepada Tuhan karena tanpa campur tangan-Nya proses pemindahan data
yang begitu besar ini tidak mungkin dapat berlangsung dengan mulus.
Melalui kesempatan ini kami juga mengucapkan terima kasih kepada
staf dan sahabat-sahabat YLSA yang telah membantu, terutama Sdr.
Daniel dan Sdr. Kalpin. Kerja keras Anda sungguh kami hargai. Kami
juga mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah memberikan
dukungan doa. Tuhan sungguh menjawab doa-doa kita.
Bersamaan dengan pemindahan situs-situs SABDA.org ke server yang
baru, maka kami memutuskan untuk sekaligus melakukan serangkaian
pembenahan dan peningkatan di situs-situs SABDA.org. Kami mohon
dukungan doa Anda semua, agar server baru yang telah Tuhan berikan
ini dapat digunakan semaksimal mungkin untuk pengembangan pelayanan
Tuhan di YLSA.
To God be the glory!
Mutiara Guru
Masa Paskah merupakan kesempatan yang bisa Anda gunakan untuk
menceritakan tentang siapa Yesus, dan rencana penyelamatan-Nya
bagi kita manusia yang berdosa.
|