Salam dari Redaksi
Salam kasih,
Bulan Februari dikenal sebagai bulan kasih sayang. Sebuah kesempatan
yang baik untuk secara khusus mengekspresikan kasih dan sayang
kepada orang-orang di sekeliling kita. Akan tetapi, bagi orang
percaya, menunjukkan kasih harus terus dilakukan sepanjang kehidupan
kita, karena kasih adalah hukum yang utama dan terutama yang
diajarkan oleh Yesus. Hal ini wajib pula kita ajarkan kepada
anak-anak layan kita.
Untuk itu, di edisi khusus bulan kasih sayang ini, kami akan bagikan
kepada para pelayan anak tentang bagaimana kita dapat mengajar anak
untuk mengasihi. Berikut topik-topik yang dapat Anda simak sebulan
ini.
Mengajar Anak untuk Mengasihi Allah
Mengajar Anak untuk Mengasihi Firman Tuhan
Mengajar Anak untuk Mengasihi Sesama
Mengajar Anak untuk Mengasihi Alam Ciptaan-Nya
Topik "Mengajar Anak untuk Mengasihi Allah" kami jadikan sebagai
sajian pembuka di bulan ini. Hal ini sangat penting untuk anak layan
kita karena mengasihi Allah adalah dasar utama kita membangun kasih
di dalam kehidupan anak sendiri. Nah, selamat menyimak sajian kali
ini, dan selamat mengajarkan kasih kepada anak layan Anda. Tuhan
Yesus memberkati.
Staf Redaksi e-BinaAnak,
Kristina Dwi Lestari
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu
untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu
bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28)
ArtikelMengajar Anak untuk Mencintai Yesus
Saya sangat yakin bahwa kita harus mulai mengajar anak untuk
mencintai Tuhan sejak ia lahir. Ada beragam kesempatan untuk
mengajarinya melalui kegiatan sehari-hari yang kita lakukan
bersamanya.
Bayi itu suka musik. Tidak ada cara yang lebih baik untuk
mengenalkan mereka pada Yesus selain memujikan kidung sederhana
tentang-Nya. Saya perhatikan, bayi, bahkan pada minggu-minggu
pertama usianya, berhenti menangis saat mereka mendengar kidung
pujian, seperti "Jesus Loves Me, This I Know", atau "I Am Jesus
Little Lamb". Roh Kudus datang dan membuat mereka nyaman saat kita
memuji-Nya. Saat mengganti popok adalah peluang yang bagus untuk
bersenandung dan bercerita mengenai Tuhan kita. Setelah suami saya
selesai berdoa untuk bayi kami menjelang tidur, kami memutar musik
Kristen yang lembut dan menyejukkan untuk mengiringi tidurnya. Album
nina bobok milik Michael Card, "Sleep Sound in Jesus", merupakan
musik favorit kami.
Saat anak saya masih bayi, saya sering bersaat teduh sambil berjalan
mondar-mondir. Saya bersaat teduh sambil menggendongnya. Saat itu
bayi akan melihat dan mendengar ibunya memuji Tuhan. Ia akan melihat
dan mendengarkan dengan saksama. Dengan demikian si bayi telah
belajar berkomunikasi dengan Tuhan. Saya melakukan hal itu selama
saya masih nyaman menggendongnya. Pada usia sembilan bulan, anak
perempuan kami selalu kegirangan saat saya bertanya kepadanya,
"Maukah kamu berdoa bersama Ibu?"
Pada saat usia bayi enam bulan, saya membantu bayi untuk mulai
berdoa. Saya menyuruhnya untuk berdoa dalam hati saat saya
mengucapkan doa saya. Saya memanjatkan doa pujian dan ucapan syukur
untuknya, seolah-olah ia sendiri yang berdoa. Saya juga memohon
berkat dan perlindungan baginya. Anak kami menyukai hal itu, dan hal
itu jelas mengajar mereka tentang bagaimana berdoa. Kami juga
membantu anak-anak kami mengucap syukur atas makanan yang tersedia
saat mereka mulai bisa makan makanan padat.
Kami memiliki beberapa gambar Yesus di rumah, yang kita tunjukkan
pada bayi kami sambil kami menceritakan kisah Alkitab. Kami
menjelaskan pada mereka bahwa Yesus mencintai mereka dan menyediakan
segala keperluan kita. Kami memberitahu mereka bahwa Tuhan
menciptakan mereka dan menganugerahkan mereka pada kami sebagai
suatu anugerah yang terindah. Bagaimana mungkin seorang anak kecil
tidak mencintai Yesus setelah mengetahui bahwa Yesus terlibat dalam
segala sesuatu yang baik dalam kehidupan mereka?
Saat hari Minggu dan Rabu, kami akan mengatakan pada bayi kami,
"Kita akan ke gereja hari ini! Pasti menyenangkan, bukan? Kita akan
memuji Tuhan bersama-sama orang-orang yang juga mencintai Yesus!"
Kami mengajak anak kedua kami ke gereja daripada menitipkannya di
penitipan anak. Apa yang kami lakukan itu sangat memberkati kami
sebagai keluarga. Anak kami dapat belajar dengan cepat bagaimana
bersikap yang baik di gereja dan mereka juga mempelajari banyak hal
melalui penyembahan.
Pada saat anak kami menginjak usia satu tahun lebih, saya akan
membacakan kisah Alkitab pendek untuknya. Kami juga membacakan
mereka kisah Alkitab secara langsung saat mereka berusia sekitar
delapan belas bulan. Anak perempuan kami biasanya mau untuk duduk
diam dan mendengarkan, namun anak perempuan kami yang kedua agak
susah, jadi kadang-kadang kami membiarkan mereka mewarnai suatu
gambar sambil kami membacakannya kisah Alkitab.
Penting untuk sedikit demi sedikit membantu anak kita untuk dapat
berdoa dan membaca Alkitab sendiri. Kita dapat memulai membantu
mereka dengan berdoa bagi mereka, kemudian mendorong mereka
mengucapkan doa mereka sendiri, memberi mereka petunjuk dan ide
tentang bagaimana berdoa, sampai akhirnya mereka sanggup berdoa
secara pribadi dan menyediakan waktu untuk belajar Alkitab sendiri.
Kedua anak kami mulai berdoa tanpa bantuan kami saat mereka berusia
sembilan tahun. Bahkan setelah anak dapat berdoa sendiri, berdoa dan
membaca Alkitab bersama sebagai keluarga masih merupakan hal penting
yang harus dilakukan.
Saya dan suami saya lebih suka menggunakan Alkitab King James
Version. Kami membaca Alkitab versi itu saat kami membaca Alkitab
bersama, saat kami mempelajari Alkitab untuk keperluan sekolah, dan
untuk menghafal ayat Alkitab. Saya merasa bahwa sangat penting untuk
mengenalkan anak kami dengan Alkitab KJV dan menghafal ayat-ayatnya
-- versi Alkitab yang digunakan jutaan orang di negara berbahasa
Inggris. Ada banyak kutipan dan referensi KJV di literatur klasik.
Dan anak yang sejak dini diperkenalkan dengan KJV akan memiliki
banyak perbendaharaan kata dan kemampuan untuk dengan mudah membaca
karya-karya literatur klasik yang menantang. Kami telah meluangkan
waktu untuk menjelaskan kata-kata dan ekspresi-ekpresi kuno
sehingga mereka akan dapat memahami KJV dengan lebih baik. Namun
demikian, kami mengizinkan mereka jika mereka ingin membaca
terjemahan Alkitab versi lain untuk bacaan Injil pribadi mereka.
Setelah sedikit penelitian dan diskusi, kami memutuskan untuk
memakai Alkitab New King James Version karena mudah dibaca dan
terkenal akurat.
Saat anak perempuan kedua kami mulai membaca, ia menyukai parafrase
Alkitab Living Bible. Meski bukanlah yang paling akurat, namun
Living Bible lebih akurat daripada kebanyakan buku-buku kisah
Alkitab anak-anak lainnya, selain itu bahasanya juga lebih mengalir
dan mudah dipahami. Kami akan menggunakan Living Bible untuk
mengenalkan Injil pada mereka, atau pendahulunya, New Living
Translation, untuk anak-anak yang belum sekolah dan masih dalam
tahap awal membaca.
Saya ingin mendorong semua ibu dan ayah -- juga guru-guru Kristen --
untuk mulai mengajar anak-anak mereka untuk mencintai Yesus
sekarang, berapa pun usia mereka. Tidak pernah ada kata terlambat,
tidak pernah terlalu dini juga. Bahkan seorang bayi pun bisa
mencintai Yesus, dan kita seharusnya tidak pernah beranggapan bahwa
mereka masih terlalu muda untuk mengenal-Nya. (t/Dian)
Sumber: Character Building For Families, http://www.characterbuildingforfamilies.com/babies.html, Artikel Teaching Little Children to Love God oleh Tidak dicantumkan.
ArtikelMenanamkan Karakteristik Pikiran Ilahi
Melalui teladan dan perbuatan-Nya selama melayani di dunia ini,
Tuhan mengajarkan mengenai bagaimana kita harus mengasihi. Untuk
itu, jika kita ingin anak-anak yang kita layani, bahkan kita sendiri
dapat mengasihi Tuhan, maka karakter Kristus harus ada dalam hidup
kita. Memahami dan menanamkan karakter pikiran Allah akan membantu
kita dalam mengajar anak untuk semakin mengasihi Allah. Berikut enam
karakter pikiran Allah yang dapat dibagikan kepada anak layan, teman
sepelayanan, atau bagi diri kita sendiri.
HIDUP
Allah berkata bahwa pikiran kita diciptakan sebagai pikiran yang
hidup. Tentu saja Anda tidak menginginkan pikiran yang mati.
Meskipun demikian, coba pikirkan apa yang dikatakan berikut: "Karena
keinginan [dalam New American Standard Bible digunakan istilah
`mind` atau `pikiran` daging adalah maut, tetapi keinginan Roh
adalah hidup dan damai sejahtera." (Roma 8:6) Jika kita memiliki
pikiran Kristus, maka sikap kita terhadap dosa akan berubah. Itu
akan memengaruhi kita dalam menentukan pilihan. Bahkan selanjutnya,
kita dimampukan untuk mengambil pilihan-pilihan yang menentang adat
budaya. Ya, kita bisa memilih gaya hidup yang berbeda karena kita
hidup. Sayang, sedikit sekali orang tua yang pernah berkata kepada
anaknya, "Kamu memiliki kuasa untuk berkata `tidak` terhadap
hal-hal yang tidak baik, kuasa untuk mengucapkan kata-kata yang
dapat menolong sesama, kuasa untuk menguasai amarah dan menjadi
berbeda. Mengapa? Karena pikiranmu yang hidup memiliki kekuatan.
Dan, pikiranmu hidup karena Yesus tinggal di dalammu." Hal ini perlu
kita renungkan.
DAMAI
Kedua, pikiran orang-orang kristiani ialah pikiran yang damai. Dalam
terjemahan New American Standard Bible disebutkan, "The mind set on
the Spirit is life and peace." Artinya, "Pikiran yang diarahkan
dalam Roh Kudus ialah hidup dan damai sejahtera." (Roma 8:6) Tugas
Anda dan saya adalah mengarahkan pikiran kita, maka Allah akan
memberi damai di dalamnya.
TERARAH PADA SATU TUJUAN
Ketiga, ada kata sifat lain yang menggambarkan pikiran orang-orang
kristiani: terarah pada satu tujuan. "Tetapi aku takut, kalau-kalau
pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada
Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan
kelicikannya." (2 Korintus 11:3)
Jika Anda ingin melihat teladan kehidupan Yesus lainnya untuk Anda
ikuti, kita dapat melihatnya di Yakobus 3:13,17. Nasihat ini
didasarkan pada hikmat yang dari Allah, bukan dari hikmat yang
ditawarkan budaya kita. "Siapa di antara kamu yang bijak dan
berbudi? Baiklah dengan cara hidup yang baik ia menyatakan
perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemah-lembutan ....
Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama kemurnian,
selanjutnya suka damai, lembut, penurut, penuh belas kasihan dan
buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik." Inilah
sebagian gambaran tentang kebajikan yang ada dalam kehidupan Yesus.
Tidak inginkah Anda melihat sifat-sifat tersebut berkembang dalam
hidup anak Anda?
Ada banyak hal yang dapat membingungkan dan memikat pemikiran kita.
Semuanya bisa tampak menarik. Demikian pula ada pertarungan besar
untuk memenangkan pikiran anak Anda. Pertarungan itu merupakan
perjuangan yang terus-menerus, dan hal-hal yang membingungkan itu
dapat menyesatkan, sebagaimana dikatakan oleh Rasul Paulus. Bahkan
saat kita berdoa, membaca firman Tuhan, dan duduk di gereja, pikiran
kita dapat berkelana ke mana-mana. Ia berputar-putar dan berjuang
untuk tetap memusatkan perhatian. Namun, kita dipanggil untuk tetap
terarah pada satu tujuan, bukan untuk dibingungkan dan disesatkan.
RENDAH HATI
Sifat keempat pikiran ilahi kita temukan dalam Filipi 2:3: "...
tanpa mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia.
Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang
lain lebih utama daripada dirinya sendiri." Pikiran diarahkan pada
kerendahan hati. Terjemahan bebas Alkitab versi Phillips untuk ayat
ini dapat dituliskan sebagai berikut: "Hiduplah bersama dalam
keharmonisan, dalam kasih, seperti hanya terdapat satu pikiran dan
satu roh di antara kalian. Jangan pernah bertindak berdasarkan
keinginan untuk bersaing atau meninggikan diri sendiri, tetapi
dengan rendah hati bertindaklah untuk lebih memikirkan orang lain
daripada dirimu sendiri."
SUCI
Karakteristik lain dari pikiran ilahi ialah suci. "Bagi orang suci,
semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman,
suatu pun tidak ada yang suci, karena baik akal budi maupun suara
hati mereka najis." (Titus 1:15) Salah satu perjuangan yang akan
dihadapi anak Anda ialah perjuangan melawan keinginan akan hal-hal
yang tidak seharusnya menjadi bagian hidup mereka. Mereka akan
terus-menerus menghadapi pencobaan untuk hanyut dalam
aktivitas-aktivitas yang tidak sesuai dengan kehidupan kristiani.
Seorang anak atau pun seorang dewasa tidak dapat duduk menunggu saja
dan baru memutuskan tindakan yang akan dilakukan saat pencobaan
datang. Anak-anak yang diajar orang tuanya untuk berkata "tidak"
terhadap obat-obatan, seks, alkohol, kelompok pergaulan yang tidak
sehat, dan lain-lain, dan yang juga diajar untuk melawan tekanan
yang terus-menerus untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan,
berpeluang lebih besar untuk dapat bertahan. Saya tahu karena saya
mengalaminya.
Saat saya duduk di bangku SMU, kelompok gereja kami mengadakan
program menghafalkan ayat Alkitab dari The Navigator. Salah satu
ayat yang saya hafalkan adalah 1 Korintus 10:13:
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa
yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena
itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada
waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar,
sehingga kamu dapat menanggungnya." Saya tidak tahu berapa kali ayat
itu terlintas dalam benak saya (bukan secara kebetulan!) ketika saya
dihadapkan pada pilihan untuk melakukan sesuatu yang benar atau
salah. Harus saya akui bahwa saya tidak selalu senang saat
diingatkan akan ayat tersebut, tetapi ayat itu telah menyelamatkan
hidup saya. Mengatasi pencobaan hidup bukan tindakan yang baru
dipikirkan saat pencobaan itu datang, tetapi telah ditetapkan dan
direncanakan sebelumnya.
PEKA DAN MAU MENDENGARKAN
Karakteristik keenam pikiran ilahi ialah peka dan mau mendengarkan.
Pada malam setelah Yesus bangkit, Dia membuka pikiran
murid-murid-Nya agar memahami firman Allah. Para murid mau
mendengarkan dan mempelajari apa yang sudah dikatakan-Nya. Sikap mau
mendengarkan Allah akan menghasilkan kepekaan rohani yang membawa
kita untuk memeroleh kemajuan. Yesus sendiri menjadi teladan dalam
hal ini karena Dia peka mendengarkan suara Allah. Dia berkata, "...
Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara
tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku" (Yohanes 8:28). Yesus melihat apa yang dilakukan Bapa-Nya, mendengarkan-Nya,
dan tidak berbuat apa-apa lepas dari kehendak Bapa.
T.W. Hunt menggambarkan tanggapan kita demikian: Sebagaimana Bapa
bagi Kristus, demikianlah Kristus bagi kita. Kristus meneladani
Bapa; kita meneladani Kristus. Kristus melihat apa yang dilakukan
Bapa; kita memerhatikan dengan saksama aktivitas Yesus di dunia
(dalam hal ini, termasuk aktivitas-Nya sekarang). Kristus
mendengarkan Bapa; kita mendengarkan Dia. Bapa mengajar-Nya; Dia
mengajar kita. Kristus tidak melakukan apa-apa lepas dari kehendak
Bapa; kita tidak dapat berfungsi jika tidak bergantung kepada Dia.
Kristus sangat dekat dengan Bapa; kita harus tetap tinggal dekat
dengan-Nya.
Sumber: Raising Kids to Love Jesus 1: Memahami Anak Sesuai dengan Kecenderungan Kepribadiaannya, H. Norman Wright dan Gary J. Oliver, , halaman 48 -- 52, Gloria Graffa, Yogyakarta 2003.
Bahan MengajarMengukur Cinta Kasih Tuhan
Alat peraga
- Gelas ukur
- Pita ukur
- Jam
Tujuan pelajaran
Mengajarkan anak bahwa cinta kasih Tuhan tidak terukur.
Ayat
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang
percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal
(Yohanes 3:16).
Cerita
Salah satu ayat favorit saya diawali dengan, "Karena begitu besar
kasih Allah akan dunia ini." Saya memikirkan ayat itu dan
bertanya-tanya -- seberapa besarkah kasih Allah itu dan bagaimana
kita bisa mengukurnya? Pagi ini saya membawa beberapa alat yang
sering kita gunakan untuk mengukur sesuatu. Saya pikir alat-alat itu
bisa membantu kita untuk mengukur cinta kasih Tuhan.
Kadang kita menggunakan gelas ukur untuk mengukur sesuatu. Jika saya
akan membuat kue, saya akan menggunakan gelas ukur untuk memastikan
takaran tepung, gula, dan susunya tepat. Saya bertanya-tanya apakah
kita bisa menggunakan gelas ukur itu untuk mengukur cinta kasih
Tuhan? Alkitab mengatakan, "TUHAN adalah gembalaku, takkan
kekurangan aku. ... pialaku penuh melimpah." (Mazmur 23:1-5) Kalau
begitu, jika piala kita penuh dengan cinta kasih Tuhan, saya rasa
kita tidak akan bisa mengukur cinta kasih Tuhan dengan gelas ukur.
Jika kita membangun sesuatu, kita mungkin menggunakan pita ukur
untuk mengukur panjang, lebar, dan tinggi suatu benda. Saya
bertanya-tanya apakah kita bisa mengukur cinta kasih Tuhan dengan
pita ukur? Alkitab mengatakan bahwa kasih Tuhan mengatasi langit
(Mazmur 108:4). Jika kasih Tuhan mengatasi langit, saya rasa kita
tidak akan bisa mengukur cinta kasih Tuhan dengan pita ukur, kan?
Kita menggunakan jam untuk mengukur waktu. Mungkin ada orang yang
menggunakan jamnya untuk mengukur berapa lama pendeta akan
berkhotbah. Saya bertanya-tanya apakah kita bisa menggunakan jam
untuk mengukur berapa lama kasih Tuhan akan bertahan. Alkitab
mengatakan bahwa kasih Tuhan itu dari selamanya sampai selamanya
(Mazmur 103:17). Wow! Jika cinta kasih Tuhan itu dari selamanya
sampai selamanya, saya rasa kita tidak akan bisa mengukurnya dengan
jam.
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang
percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang
kekal." Bagaimana Anda akan mengukur cinta kasih yang seperti itu?
Kita tidak dapat mengukurnya -- dan kita tidak perlu mengukurnya --
tapi kita harus merasakan cinta kasih-Nya.
Doa saya untuk hari ini adalah, "... supaya kamu bersama-sama dengan
segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya
dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih
itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya
kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah." (Efesus 3:18-19)
Aktivitas
Sebagai bahan kreativitas pendukung, ajak anak untuk masuk dalam
kegiatan mewarnai. Kita bisa mendapatkan bahan tersebut dari alamat
berikut ini.
- http://www.sermons4kids.com/measuring_colorpg.htm
- http://www.sermons4kids.com/john-3-16-colorpg.htm
(t/Dian)
Sumber: Sermon4Kids, http://www.sermons4kids.com/measuring.html, Artikel Measuring God`s Love oleh tidak dicantumkan.
Warnet PenaChristforworld.Blogspot
http://christforworld.blogspot.com/
Persiapan mengajar jelas sangat diperlukan oleh para pelayan anak.
Sebelum mengajar, jangan sampai kita hanya sebatas mengajar dan
tidak menyiapkan bahan mengajar atau aktivitas pendukungnya. Nah,
untuk melengkapi bahan mengajar Anda, berikut kami bagikan beberapa
bahan mengajar dan aktivitas dari blogspot milik Desmond Joshua.
Topik yang diangkat di antaranya berjudul Damai, Pelajaran Doa,
Aktualisasi Diri, dan masih banyak lagi.
Dari segi penyajian sangat sistematis, karena tersusun dalam sajian
tujuan pelajaran, nats kitab suci, ayat hafalan, dan cerita aplikasi
yang akan memberikan panduan untuk memudahkan Anda bercerita tentang
nats yang sedang dibahas. Nah, tunggu apa lagi! Segera dapatkan
bahannya dan rasakan berkatnya. Selamat mengajar!
Oleh: Redaksi (Kristina)
Dari Anda Untuk AndaCara Kirim Tulisan ke PEPAK dan E-BinaAnak
Dari: Dioz Nahardhika <turtle_waxz(at)xxxx>
>Apakah jika ada karya-karya bisa langsung dikirimkan untuk PEPAK?
>Caranya bisa lewat kolom komentar ini? Thanx sekali karena PEPAK
>membuka banyak pandangan terhadap pelayanan di jemaat bagi saya dan
>teman-teman lainnya...
Redaksi:
Jika rekan-rekan ingin mengirimkan bahan-bahan seputar pelayanan
anak, silakan kirim tulisan Anda ke: pepak(at)sabda.org. Setiap
bahan yang masuk akan kami terima dengan catatan sesuai dengan visi
misi PEPAK dan tanpa mengubah isi. Bila diperlukan, akan sedikit
mengalami proses penyuntingan. Sekali lagi, hanya jika diperlukan
saja dan akan kami konfirmasikan jika ada perubahan. Nah, berlaku
juga bagi rekan-rekan yang ingin mengirim tulisan ke e-BinaAnak,
silakan hubungi redaksi di: binaanak(at)sabda.org.
Mari saling memberi berkat dan menajamkan dengan mengirimkan karya
Anda ke Redaksi e-BinaAnak dan PEPAK. Kami tunggu ya :)
Mutiara Guru
Kasih Allah tak terukur kedalaman dan kebesarannya.
Dialah yang menyelamatkan dan menebus dosa kita.
|