Salam dari Redaksi
Salam kasih,
Satu bulan hampir berlalu pada tahun 2008 ini. Apakah kita telah
mulai menjalankan komitmen untuk menjadi pelayan anak yang lebih
berkualitas pada tahun ini? Sudah berapa pertemuan pelatihan
guru-guru sekolah minggu yang diikuti? Atau sudah berapa pertemuan
yang dilewatkan?
Ya, komitmen untuk menjadi lebih baik dalam pelayanan harus diikuti
pula dengan komitmen memperlengkapi diri. Pelatihan-pelatihan yang
diadakan di dalam gereja, baik yang bersifat formal maupun informal,
sebenarnya sangat membantu kita untuk menjadi pelayan anak yang
lebih lengkap dan siap.
Simaklah artikel minggu ini, di mana kita dapat melihat betapa
pentingnya seorang pelayan anak memperlengkapi diri mereka dalam
pelayanan. Karena pelatihan yang terus-menerus merupakan bagian dari
usaha para pelayan anak memperlengkapi diri. Hal tersebut diulas
dalam salah satu tips yang kami sajikan. Semua sajian ini kami
harapkan tidak hanya berlalu dari Anda begitu saja, tetapi kiranya
dapat semakin memacu semangat para rekan-rekan pelayan anak sekalian
untuk semakin memperlengkapi diri.
Selamat melayani!
Pimpinan Redaksi e-BinaAnak,
Davida Welni Dana
"Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu
dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi,
meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu,
sesudah kamu menderita seketika lamanya." (1 Petrus 5:10)
ArtikelMelengkapi dan Memberi Pengarahan kepada Para Guru
Saat kebutuhan guru akan informasi dan keterampilan ditetapkan,
berarti kita harus meresponi kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan
strategi yang spesifik untuk melengkapi mereka agar dapat melakukan
tugasnya dengan lebih efektif. Kita sedang berbicara mengenai
memperlengkapi seseorang lebih dari sekadar memberikan pelatihan,
sebab orang lebih membutuhkan pelatihan pada saat mereka sedang
melakukan pekerjaan. Mereka membutuhkan pembekalan dan dukungan dari
sumber-sumber selain strategi pelatihan. Salah satu cara terbaik
untuk melengkapi seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan adalah
melalui sebuah kelas atau lokakarya. Walaupun hal itu merupakan cara
yang tepat, tetapi tidak selalu menjadi strategi yang terbaik jika
digunakan dalam gereja yang memunyai sedikit jemaat, di mana potensi
kehadiran peserta dalam pertemuan tersebut akan relatif sedikit.
Meskipun demikian, tetaplah memungkinkan untuk bekerja sama dengan
gereja lain guna menyokong sebuah pertemuan atau lokakarya, di mana
semua guru akan diundang. Pertemuan serupa itu harus berfokus pada
informasi dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan seluruh
peserta tanpa menghiraukan kurikulum yang digunakan dalam denominasi
masing-masing. Misalnya, lokakarya mengenai "Seni Tanya-Jawab".
Lokakarya tersebut dapat bermanfaat bagi seluruh guru, diterapkan
dalam berbagai tingkat kelas, dan dalam semua gereja. Atau lokakarya
untuk seluruh pengurus dapat difokuskan dalam sebuah topik
"Merencanakan dan Memimpin Rapat". Keterampilan yang diperlukan
dalam memimpin rapat rata-rata sama untuk setiap orang atau gereja.
Dengan demikian, apa pun tugas atau fokus dari para pengurus,
seorang pemimpin dapat memeroleh manfaat dengan mengembangkan
beberapa keterampilan dasar, seperti mempersiapkan agenda,
mendelegasikan tugas, membuat keputusan, dan berkomunikasi dengan
orang lain. Berikut ini beberapa faktor yang perlu diperhatikan
ketika mempersiapkan sebuah lokakarya untuk memperlengkapi guru-guru
sekolah minggu.
Pilihlah seorang pembicara yang menguasai dan terampil berkenaan
dengan materi yang akan disampaikan. Ia juga harus seorang yang
dapat secara maksimal melibatkan peserta dalam lokarya tersebut,
bukan seorang yang hanya sekadar menyampaikan materi yang telah
ditentukan.
Promosikan lokakarya dengan informasi yang jelas dan menarik,
sehingga peserta mengetahui apa yang diharapkan dan manfaat yang
akan mereka terima jika menghadiri pertemuan tersebut.
Buatlah target undangan yang jelas kepada orang yang sangat perlu
mengikuti lokakarya tersebut.
Berikan kesempatan kepada para peserta untuk berinteraksi dengan
peserta lainnya.
Rencanakan waktu bagi para peserta untuk mempraktikkan
keterampilan atau mendiskusikan informasi yang menjadi fokus
dalam lokakarya tersebut.
Persiapkan terlebih dahulu satu atau dua halaman makalah yang
berisi ringkasan butir-butir penting dari lokakarya tersebut,
termasuk saran-saran "bagaimana melakukannya" atau rekomendasi
sumber-sumber yang mendukung.
Aturlah tempat di mana lokakarya diadakan sehingga para peserta
dapat merasa nyaman.
Jika ada meja untuk menulis, peserta akan merasa lebih nyaman
dibandingkan hanya duduk di kursi tanpa meja.
Lokakarya tidak hanya memperlengkapi para guru dengan keterampilan
dan informasi, tetapi juga menyediakan ketentuan yang penting
mengenai pengarahan dan dukungan.
Paling tidak ada tiga sumber lain, selain kelas-kelas dan lokakarya,
yang mungkin secara khusus tepat untuk melengkapi para guru di
gereja yang jemaatnya sedikit. 1) buku-buku dan majalah-majalah,
2) teman yang berpengalaman, 3) dan pembekalan. Buku-buku dan
majalah yang ditujukan kepada para guru sekolah minggu dan pemimpin
dalam pendidikan Kristen, memuat berbagai hal yang akan menolong
mereka secara penuh, dan ini merupakan suatu cara untuk mendapatkan
informasi yang diperlukan. Tidak jarang terdapat banyak artikel yang
sangat fokus terhadap keterampilan tertentu. Mungkin bukan hal mudah
bagi setiap guru atau sekolah minggu untuk berlangganan majalah
tertentu maupun membeli buku-buku. Meskipun demikian, mungkin dapat
mengajukan kepada gereja untuk menganggarkan biaya berlangganan satu
atau dua majalah dan membeli dua atau tiga buku setiap tahunnya.
Orang yang paling mungkin memilih majalah atau buku-buku tersebut
adalah pendeta, satu atau lebih orang lain yang peduli pada
kebutuhan para guru dan pemimpin, dan mereka yang tertarik untuk
membaca dan membagikan informasi tentang pendidikan Kristen. Setelah
membaca sumber-sumber itu setiap bulannya, mereka dapat membagikan
artikel-artikel atau bab-bab yang penting kepada setiap individu
yang sekiranya akan mendapatkan banyak manfaat dengan membaca buku-
buku tersebut.
Ada saat-saat di mana teman yang berpengalaman dapat menjadi sumber
yang sangat berharga untuk memperlengkapi guru-guru yang belum
berpengalaman. Teman-teman tersebut mungkin anggota dari gereja yang
sama atau yang berbeda. Beberapa orang yang sepakat untuk melayani
sebagai guru sekolah minggu harus mengenal dengan baik guru-guru
lain yang sudah terlebih dahulu melakukan tugas yang sama dengan
mereka. Pendeta pun dapat mendorong beberapa orang agar menghubungi
teman mereka untuk meminta bimbingan dan dukungan saat mereka mulai
melakukan pelayanan di posisi yang baru. Bahkan ada saat-saat yang
tepat bagi pendeta untuk melayani sebagai "matchmaker" (comblang)
yang menyatukan dua orang sebagai rekan pelayanan, di mana yang satu
lebih berpengalaman untuk mendukung mereka yang belum berpengalaman.
Saya teringat akan dua situasi di mana strategi seperti di atas
berhasil dengan baik. Di sebuah gereja, pemimpin sekolah minggu yang
baru memiliki seorang teman yang telah melayani selama beberapa
tahun sebagai pemimpin di sekolah minggu yang lain. Sebelum dia
menerima posisi itu, dia menghubungi temannya untuk belajar beberapa
tanggung jawab sebagai seorang pemimpin sekolah minggu. Saat dia
memulai tugasnya, secara rutin dia bertemu dengan temannya untuk
membicarakan situasi yang dia hadapai saat itu dalam pelayanannya.
Situasi kedua, seorang ayah setuju untuk mengajar di kelas kecil
sebuah sekolah minggu. Dia tidak memiliki pengalaman sebelumnya
selain kehadirannya yang jarang di sekolah minggu sewaktu dia masih
anak-anak. Dia memiliki motivasi yang tinggi untuk melakukan
pekerjaan mulia ini karena anak lelakinya juga mengikuti sekolah
minggu. Dia menyadari bahwa dia membutuhkan pertolongan dan
memutuskan untuk menghubungi anggota jemaat yang adalah seorang guru
kelas lima di sebuah sekolah dasar. Guru yang dimintai tolong ini
tidak hanya merasa tersanjung karena dimintai nasihat, tetapi
tertantang pula untuk menolong guru baru ini. Setelah beberapa
waktu, dua orang ini menjadi teman akrab yang saling membagikan
pengalaman dan minat mereka. Si guru sekolah dasar merasa tidak
dapat berkomitmen untuk mengajar secara teratur di hari minggu,
tetapi merasa tertantang dan sangat puas dapat menolong orang lain.
Guru sekolah minggu yang belum berpengalaman senang bisa belajar
mengenai kemampuan, minat, dan kebutuhan anak. Dia belajar tentang
apa yang diharapkan dari kelompok umur yang diajarnya dan kegiatan
apa saja yang tepat untuk digunakan di kelas ini.
Dalam dua situasi di atas, tidak ada dalam perencanaan atau struktur
resmi yang memfasilitasi orang-orang tersebut untuk menjalin
hubungan dan bertemu. Hal ini murni merupakan inisiatif dari orang
yang belum berpengalaman tersebut. Meskipun demikian, dengan sedikit
perencanaan dan pemikiran ke depan, ada banyak orang yang dapat
ditolong jika seseorang dapat mengusulkan atau paling tidak
memberikan beberapa nama orang yang telah berpengalaman, yang
mungkin bersedia untuk membimbing para guru baru ini dalam memulai
tanggung jawab barunya.
Pembekalan adalah pertemuan yang dipimpin oleh pendeta, pemimpin
sekolah minggu, guru senior, atau pemimpin lain dalam sekolah minggu
yang membantu mempersiapkan kelas yang akan diadakan. Pembekalan
merupakan strategi yang sangat menolong guru yang telah
berpengalaman maupun yang masih baru. Sebagai contoh, pendeta dapat
bertemu dengan pemimpin komisi pendidikan Kristen selama beberapa
hari atau satu minggu sebelumnya untuk mengadakan rapat di komisi
tersebut. Walaupun mungkin hanya ada 3 -- 6 orang dalam komisi
tersebut dan mereka mungkin mengenal satu sama lain dengan baik,
tetapi tetaplah penting untuk merencanakan sebuah rapat sehingga
segala permasalahan dapat ditelusuri, program dapat direncanakan,
dan keputusan dapat dibuat. Dengan persiapan seperti itu, setiap
orang yang hadir dapat merasa pertemuan tersebut tidaklah sia-sia,
dan ada sesuatu yang dihasilkan. Pada waktu pembekalan, yang mungkin
dapat memakan waktu kira-kira satu jam, ada beberapa hal yang dapat
dibicarakan.
Bagaimana penilaian pemimpin komisi sekolah minggu mengenai hasil
dari pertemuan sebelumnya?
Topik apa dan bagian manakah dari Alkitab yang dapat dijadikan
fokus pada ibadah pembukaan, yang akan menolong peserta rapat
mengenal dengan lebih jelas lagi dasar-dasar pendidikan Kristen
dalam gereja?
Hal-hal terpenting apa yang perlu didiskusikan dalam pertemuan
tersebut? Masalah-masalah apa yang menyangkut hal-hal terpenting
tersebut (waktu, orang-orang, anggaran, dan sebagainya)?
Jika ada anggota komisi yang tidak melaksanakan tanggung
jawabnya, bagaimana kita dapat menolongnya?
Program apa saja yang akan dilaksanakan beberapa bulan mendatang,
yang harus dipersiapkan dan direncanakan terlebih dahulu?
Pembekalan bagi para guru memiliki tujuan dan fokus yang
berbeda-beda, tetapi akan tetap bermanfaat. Di suatu sekolah minggu,
seminggu sekali kepala sekolah mengadakan pertemuan dengan setiap
tim dari empat tim guru (pra TK, TK, SD, dan remaja).
Pertemuan-pertemuan ini tidak hanya untuk melaksanakan rencana
pelajaran bulan berikutnya. Dia bertemu selama kurang lebih satu
setengah jam dengan setiap tim di waktu dan tempat yang nyaman bagi
semua orang. Selama satu bulan pengajaran, mereka melakukan banyak
hal bersama-sama.
Mereka mempelajari Alkitab dengan level untuk orang dewasa karena
mereka sendirilah yang akan mengajarkan pelajaran tersebut dalam
satu pertemuan atau mungkin lebih.
Mereka mendiskusikan kebutuhan murid-murid tertentu dan cara-cara
untuk meresponi mereka.
Mereka mengulas satu atau dua sumber yang direkomendasikan dalam
kurikulum yang digunakan untuk pelajaran bulan berikutnya.
Mereka saling membagikan ide-ide dan sumber-sumber yang mereka
miliki, yang mungkin melengkapi apa yang disarankan dalam
kurikulum.
Mereka mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan teologis dan
alkitabiah untuk membangun beberapa kejelasan dalam pikiran
mereka sebelum menggabungkannya dengan pelajaran yang akan
diberikan kepada anak-anak.
Dan, mereka berdoa bersama untuk diri mereka sendiri, anak-anak
yang mereka ajar, pelayanan di gereja mereka, dan untuk apa saja
yang diperlukan atau yang berhubungan dengan kebutuhan saat ini.
Pembekalan tidak hanya menyiapkan seseorang dengan pengetahuan dan
keterampilan yang lebih banyak lagi supaya lebih diperlengkapi dalam
memimpin suatu pertemuan atau mengajar di kelas; pembekalan juga
memberikan kontribusi dalam membangun komunitas dan hubungan yang
membangun di antara mereka yang hadir dan bekerja bersama-sama dalam
tugas yang diberikan.
Dalam kelas-kelas, seminar, buku-buku dan majalah-majalah,
teman-teman yang berpengalaman, dan pembekalan, ada
strategi-strategi lain yang sangat membantu untuk melengkapi para
pemimpin dan guru. Retret yang menyertakan waktu untuk mempelajari
dan memuji Tuhan, seminar sepekan untuk pengembangan kepemimpinan,
video mengenai pendidikan kristen, pengamatan tentang pengajaran di
dalam kelas-kelas, dan studi kasus untuk mendiskusikan
masalah-masalah pendidikan -- semua berpotensi untuk melengkapi
para guru dan pemimpin dengan pengetahuan dan kemampuan yang
diperlukan untuk memampukan mereka melayani dengan efektif. Semua
strategi belum tentu bermanfaat bagi setiap orang. Tergantung pada
kebutuhan, minat, gaya belajar, dan waktu yang dimiliki oleh
seseorang. Satu strategi akan lebih tepat bagi seseorang dan
strategi lain untuk orang yang lainnya lagi. Sangat penting untuk
memertimbangkan berbagai strategi dan mencoba untuk memadankan
dengan orang-orang yang berbeda. (t/Ratri)
Sumber: Christian Education in The Small Church, Donald L. Griggs & Judy McKay Walter, , Artikel Equipping and Nurturing Educational Leaders, halaman 61 -- 68, Judson Press Valley Forge, 1988.
Tips MengajarMemperlengkapi Para Guru dan Pemimpin Kelas Sekolah Minggu
Bagaimanakah kita, khususnya di dalam gereja, dapat memberi dukungan
kepada para pemimpin yang kita perlukan di kelas-kelas anak-anak,
pemuda, dewasa dan bagi keseluruhan pelayanan pendidikan Kristen?
Dua kunci utamanya adalah orientasi yang efektif, dukungan, dan
pelatihan yang terus-menerus.
ORIENTASI
Luangkan waktu bersama-sama dengan para pemimpin yang terpilih
sebagai pemimpin bidang pendidikan, koordinator masing-masing kelas,
pemimpin sekolah minggu, dan koordinator pelayanan kelompok kecil
untuk mendiskusikan tanggung jawab, misi, tujuan-tujuan, dan
rencana-rencana.
Berikan sebuah buku kepada para guru untuk dibaca, kemudian
undanglah mereka untuk mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan isi
dari buku itu dalam sebuah pertemuan.
Rencanakan untuk mengadakan suatu pertemuan orientasi untuk para
guru baru. Gunakan waktu ini untuk mengenal mereka dengan lebih
baik, kemukakan misi dan tujuan-tujuan pendidikan kristen, memahami
ciri-ciri tiap tahap usia dan membuat kesepakatan waktu untuk
menyusun rencana dan ruangan. Masukkan pula ibadah di dalamnya.
Sebagai bagian dari program orientasi, pertimbangkan hal-hal berikut
ini.
Buatlah kesepakatan yang akan membantu para guru dan pemimpin
pendidikan lainnya untuk memahami harapan yang ingin dicapai dan
apa yang diharapkan dari mereka.
Sediakan buku pegangan yang berisi informasi mengenai prosedur,
jadwal, sumber-sumber, rencana, sifat-sifat murid, penyusunan
kelas, dan masalah-masalah lain. Anda bisa juga memasukkan ke
dalamnya kartu-kartu ucapan selamat ulang tahun "Semoga cepat
sembuh" dan "Kami merindukanmu" yang dapat digunakan guru di
kelas mereka.
Undanglah tim guru untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan yang
mungkin muncul, ditambah jadwal dan tanggung jawab dalam
menyiapkan minggu pertama. Ini adalah waktu yang tepat untuk
pembentukan tim!
Undanglah seorang guru untuk melihat kelas, bekerja sama dengan
guru yang sudah berpengalaman dan menghadiri suatu seminar atau
mengunjungi laboratorium sekolah.
DUKUNGAN DAN PELATIHAN YANG TERUS-MENERUS
Berikan kesempatan pelatihan dan dukungan untuk memenuhi kebutuhan
para guru dan pemimpin pendidikan. Satu ukuran tidak sesuai untuk
semuanya! Berikut beberapa ide yang bisa digunakan.
Buatlah rencana untuk memberikan penyegaran rohani bagi para
guru. Mereka mungkin terlibat dalam kelompok pemuridan,
persekutuan, atau persekutuan-persekutuan lainnya. Mulailah
dengan kelompok pemahaman Alkitab dengan mendiskusikan ayat-ayat
yang digunakan dalam kurikulum.
Sediakan sumber-sumber bahan yang bagus, misalnya "Dick Murray`s
Teaching the Bible to Adults and Youth" (Abingdon Press, 1993),
"Skill Abilities Books for Youth Leaders" (Abingdon Press, 1998),
majalah-majalah, misalnya "Children`s Teacher" dan "Leader in
Christian Education Ministries", dan sumber-sumber tersambung
(online), misalnya "YouthNet".
Ajaklah para guru untuk mengikuti kursus pelatihan online (lihat
Reporter Interactive, Jan. 26). Informasi lebih lengkap, kunjungi
www.cokesbury.com.
Adakan seminar bagi para guru di gereja Anda. Beberapa gereja
merencanakan pertemuan semancam ini pada hari Minggu pagi pada
saat jam sekolah minggu, dengan mengganti atau mengadakan acara
khusus untuk kelas-kelas di sekolah minggu.
Buatlah sumber bahan bagi para guru di perpustakaan gereja Anda
dengan bahan-bahan yang dapat memerkaya para guru dan pengajaran
mereka.
Jadikan pengembangan guru dan pemimpin yang baik sebagai prioritas
dalam gereja Anda. Dalam semua kegiatan, komunikasi yang baik adalah
kuncinya. Beberapa gereja lebih senang menggunakan surat elektronik
(e-mail), yang lebih mudah dan cepat, sedangkan gereja lain lebih
senang menggunakan telepon atau kartu pos.
*) Jean Foster adalah seorang pemimpin yang berijazah dalam bidang
pendidikan dan pelayanan diakonia di Nashville. Artikel ini
didasarkan pada artikel yang diterbitkan di majalah kepemimpinan.
(t/Ratri)
Sumber: Sunday School It`s for Life!, http://sundayschool.cokesbury.com/content.aspx?dyn=377, Artikel Equipping Teachers and Leaders for Sunday School Classes oleh Jean Foster.
Tips MengajarMemperlengkapi Diri untuk Mendapatkan Perhatian
Tulisan blog Peter Mead, "Eyes May Be
Looking, But Are Ears Listening?", mengingatkan saya pada video
seri Howard Hendricks "The Seven Laws of the Teacher". Dr.
Hendricks adalah orang yang tidak bisa membiarkan seseorang yang
tidak memberikan perhatian saat berada di kelasnya. Ia menerapkan
pada dirinya sendiri apa yang harus dilakukan supaya murid-muridnya
tetap tertarik dan terlibat di kelasnya.
Dalam blog milik Glenn, dia menunjukkan tiga cara ampuh yang dapat
dilakukan oleh para guru sekolah minggu supaya dapat menarik dan
memertahankan perhatian murid-muridnya. Ketiga cara itu ditulis
dalam huruf kapital diikuti dengan komentar saya berikut ini.
Kita harus merencanakan suatu pesan atas perhatian itu.
Ya, pesan itu harus diawali dengan persiapan. Dimulai dengan doa,
pembelajaran Alkitab yang tekun, dan kemudian menyatukannya
dengan rencana pelajaran yang dengan sengaja ditujukan pada
kebutuhan untuk menarik dan memertahankan perhatian murid.
Pelajaran harus dimulai dengan menarik perhatian dan hati para
murid di kelas Anda dan pada pelajaran sepanjang hari itu.
Cara-cara itu bisa berupa kesaksian, cerita,
pertanyaan-pertanyaan, permainan yang dapat mengalihkan perhatian
murid dari kegiatannya kepada kegiatan Tuhan dan kepada pemimpin
pelajaran Alkitab hari itu.
Kita harus peka terhadap pendengar kita.
Seorang guru akan sangat terbantu bila mengenal murid-muridnya.
Pengenalan ini memampukan guru mengenali gaya belajar dari para
muridnya. Hal ini memampukan guru untuk menggunakan ilustrasi
yang menarik perhatian dan imajinasi murid-muridnya dengan
menghubungkannya kepada hal-hal yang membuat mereka senang. Hal
ini bisa dimulai dengan melakukan kunjungan ke rumah, kunjungi
murid-murid Anda di "daerah kekuasaan mereka". Makan bersama juga
bisa membantu. Meluangkan waktu bersama sebelum, setelah, dan
antar kelas adalah penting. Tetapi yang lebih penting adalah saat
bermain daripada persiapan. Peka terhadap para murid juga berarti
guru harus memberikan perhatian kepada para murid selama
pelajaran dan harus diperhatikan saat perhatian itu mulai
berkurang. Guru harus peka terhadap tanda-tanda nonverbal (bahasa
tubuh dan ekspresi wajah) yang menunjukkan perhatian atau
kurangnya perhatian.
Kita harus responsif terhadap situasi.
Seorang guru yang baik akan secara rutin memerhatikan setiap
anak yang ada di kelasnya, apakah mereka masih menyimak ataukah
sudah saatnya mengganti cara penyampaian pelajaran maupun
kegiatan demi mendapatkan kembali perhatian mereka. Bila rencana
tidak dapat dijalankan, guru harus mengganti dengan strategi lain
yang telah disiapkan sebelumnya. Guru memiliki keinginan untuk
melihat perubahan hidup yang terjadi dalam kehidupan murid-murid
mereka. Itu berarti mereka harus bertemu Tuhan melalu firman-Nya,
dan bila perhatian anak-anak tidak dalam ruang kelas, guru harus
melakukan sesuatu untuk mengembalikan perhatian murid-muridnya.
Seperti memanggil nama anak itu, mendekati murid itu, memberikan
pertanyaan, mengubah volume suara (bahkan mungkin berbisik),
membagi anak-anak ke dalam kelompok kecil, atau apa saja. Glenn
mengingatkan bahwa memotong pembicaraan/mengalihkan perhatian
bisa saja terjadi, dan kadang-kadang cara terbaik yang bisa
dilakukan oleh guru adalah dengan mengabaikannya. Di waktu yang
lain, perlu melakukan variasi untuk bisa menarik kembali
perhatian murid-murid Anda.
Bila Anda menyiapkan pelajaran Anda dengan disertai doa, ingatlah
tiga tips untuk menarik dan memertahankan perhatian murid Anda ini,
yaitu rencana, peka, dan responsif. Jangan biarkan perhatian itu
hilang. Segera dapatkan kembali perhatian mereka. Mengajarlah untuk
mengubah hidup. Lakukan pembaharuan! (t/Ratri)
Sumber: Sunday School Revolutionary!, http://www2.kybaptist.org/, Artikel Sunday School Teacher, You Are in Charge of Keeping Your Learners` Attention! oleh tidak dicantumkan.
Warnet PenaInformasi Buku Pendidikan Guru Sekolah Minggu: Penerbit Gandum Mas
http://www.gandummas.com/bhn_sm/pendidikan_pekerja_sm.htm
Untuk memperlengkapi diri dalam pelayanan anak, tentu saja
dibutuhkan sumber-sumber bahan yang dapat memerkaya wawasan dan
pengetahuan kita. Buku merupakan salah satu sumber yang begitu kaya
dengan informasi. Dalam situs Penerbit Gandum Mas ini, ditawarkan
banyak sekali buku-buku perlengkapan untuk guru sekolah minggu.
Tentu saja isinya hanyalah informasi mengenai buku-buku tersebut.
Isi situs ini bukan hanya katalog buku-buku cerita sekolah minggu
berbagai usia saja, tetapi ada juga informasi buku-buku pendidikan
untuk guru sekolah minggu. Anda dapat melihat informasinya di menu
Pendidikan Pekerja Sekolah Minggu. Segera saja kunjungi situs ini
untuk mendapatkan informasi mengenai buku-buku bermutu seputar
pelayanan sekolah minggu.
Oleh: Redaksi (Davida)
Mutiara Guru
Pelatihan bagi guru diberikan supaya dapat memberikan
pendidikan yang benar kepada anak-anak.
Guru yang terlatih dapat mengajar murid-muridnya
dengan cara yang lebih profesional.
|