Salam dari Redaksi
Para pelayan anak yang dikasihi Tuhan,
Tahun 2007 baru saja berlalu. Sembari mengintrospeksi kehidupan
maupun pelayanan kita pada tahun yang lalu, mari kita mulai menapaki
fajar baru tahun 2008 -- tahun yang mungkin saja tidak akan semakin
mudah bagi kita. Meskipun demikian, komitmen untuk terus maju dan
menjadi lebih baik dari tahun kemarin di tengah kesulitan dan
tantangan pelayanan yang mungkin saja semakin besar, tetap harus
dimiliki setiap pelayan anak. Tidak mudah menghadapi semua tantangan
itu sendirian, oleh karena itu pada tahun yang baru ini, kita harus
tetap berkomitmen untuk selalu bersandar kepada kuasa Roh Kudus dan
tentunya berharap penuh kepada pertolongan Allah.
Apakah para pelayan anak sekalian telah memiliki komitmen pribadi
dalam pelayanan masing-masing? Redaksi e-BinaAnak rindu mengawali
tahun yang baru ini dengan membagikan bahan-bahan seputar komitmen
dalam pelayanan. Hal ini dapat terlihat dari tema Komitmen Seorang
Pelayan Anak di sepanjang bulan perdana tahun 2008 ini. Komitmen
Tahun Baru menjadi topik pada awal Januari ini. Berkaitan dengan
komitmen, kami suguhkan artikel mengenai komitmen seorang pelayan
Tuhan sebagai sajian awal. Sedangkan komitmen khusus sehubungan
dengan pelayanan anak, dapat kita simak dalam artikel kedua.
Topik selanjutya mengenai komitmen pelayan anak dalam Hidup Rohani,
Motivasi, Membawa Anak kepada Kristus dan Melengkapi Diri dalam
Pelayanan, dapat Anda simak dalam edisi-edisi di bulan Januari ini.
Selamat Tahun Baru 2008 dan selamat membaca.
Pimpinan Redaksi e-BinaAnak,
Davida Welni Dana
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus,
ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu,
sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17)
ArtikelKomitmen seorang Pelayan Tuhan
Salah satu unsur terpenting yang menentukan apakah seseorang itu
akan berhasil dan mendapatkan segalanya adalah komitmen. Komitmen
lebih daripada sekadar percaya pada sesuatu.
MENEPATI APA YANG ANDA KATAKAN (KONSISTEN)
Dapat dipahami bahwa orang lain tergantung pada komitmen Anda. Di
gereja, adalah penting bila orang yang Anda layani dapat memercayai
Anda. Dalam dunia bisnis, penting pula bila karyawan,
pengguna/konsumen, dan rekan kerja Anda tahu bahwa Anda berkomitmen
pada tujuan-tujuan kelompok. Dalam keluarga, sangatlah penting bagi
suami dan istri untuk memiliki suatu komitmen atas pernikahan mereka
dan atas pasangan mereka. Setiap orang harus menjaga janji mereka
sebagai suatu ikatan suci. Dalam setiap bidang, komitmen sangat
diperlukan.
Dalam hidup, setiap orang yang berhubungan dengan Anda, tanpa
terkecuali, perlu tahu bahwa Anda adalah orang yang konsisten. Bila
Anda mengatakan akan melakukan sesuatu, Anda harus melakukannya.
Anda harus tepat waktu saat Anda mengatakan akan datang ke suatu
tempat. Keterlambatan yang terus-menerus menandakan suatu kelemahan.
Tidak cukup hanya dengan meminta maaf atau memberikan alasan mengapa
Anda gagal. Sebenarnya, tidak seorang pun, termasuk Anda, yang
menginginkan alasan. Bila Anda mengatakan akan melakukan sesuatu,
Anda harus melakukannya. Anda tidak berhak melalaikan orang lain
hanya karena Anda merasa tidak nyaman atau karena Anda sedang
mengalami masalah lainnya. Anda harus memegang komitmen Anda. Sekali
Anda mengingkari komitmen Anda, orang lain bisa jadi tidak mau
mendengar alasan Anda. Hal yang sama juga bisa berlaku pada komitmen
Anda kepada gereja dan orang-orang yang percaya pada komitmen Anda.
Bila Anda mengatakan akan melakukan sesuatu, lakukanlah! Lakukan
itu, tidak peduli pada saat itu Anda merasa baik-baik saja, atau
memang menginginkannya, atau sibuk, atau tertekan, atau bahkan bila
Anda tidak peduli. Lakukanlah!
Di setiap gereja, orang-orang yang telah menerima tanggung jawab dan
melakukan tanggung jawab itu bisa mengatasi segala rintangan yang
ada dengan komitmen. Lihatlah ke dalam gereja Anda dan dapatkan
berbagai contoh tentang komitmen. Walaupun mengalami luka fisik,
luka hati, depresi, dan sebagainya, mereka tetap konsisten dengan
komitmen mereka. Tidak peduli di mana Anda berada, komitmen adalah
kekonsistenan Anda. Bila Anda melihat orang-orang yang berhasil,
Anda akan mendapati bahwa mereka konsisten terhadap komitmennya.
Komitmen dan kepercayaan saling berkaitan. Anda tidak bisa hanya
memiliki salah satunya saja.
MENGAMBIL RISIKO
Komitmen berarti menerima tanggung jawab untuk mengemban suatu tugas
tertentu, meskipun pada saat itu Anda merasa tidak dilengkapi untuk
melakukannya. Contoh di gereja, Anda mungkin tidak merasa nyaman dan
tidak memiliki karunia untuk melayani di bidang tertentu, namun Anda
tahu bahwa tugas ini harus dilakukan. Ini bisa saja benar dan bisa
saja salah. Tergantung pada apa yang dikatakan Alkitab. Contohnya,
salah satu kebutuhan terbesar di setiap gereja adalah pelayanan
anak. Pada kenyataannya, Anda mungkin melihat pelayanan anak sebagai
sesuatu yang sudah seharusnya diberikan kepada anak Anda, tetapi
Anda tidak pernah memikirkan bahwa pelayanan ini adalah salah satu
tanggung jawab Anda. Anda mungkin lebih senang menghindarinya dengan
alasan bahwa Anda tidak memiliki karunia untuk melayani anak-anak.
Kebenaran alkitabiahnya adalah Anda memiliki suatu karunia. Pada
saat Anda menerima tanggung jawab untuk melahirkan seorang anak,
karunia untuk mendidik anak tersebut juga muncul. Alkitab dalam
Ulangan 6:6-7 mengatakan bahwa kita harus mengajar tentang Allah
secara berulang-ulang. Saat kita memutuskan untuk menjadi orang tua
bagi seorang anak, kita telah membuat keputusan untuk menjadi
seorang guru. Ini adalah tanggung jawab Anda kepada Allah, kepada
orang lain, dan kepada anak Anda. Anda tidak bisa terus-menerus
melimpahkan tanggung jawab mengajar anak-anak Anda kepada
sekolah-sekolah negeri, swasta, gereja, atau pun yang lainnya. Ini
adalah tanggung jawab Anda. Kebenaran yang sama juga ada dalam
hal-hal lain dalam hidup ini.
Ada cara-cara lain yang bisa digunakan untuk membagikan kasih Anda
kepada orang lain. Membuat penyegaran, menyapu halaman parkir, dan
membersihkan gereja adalah cara yang baik untuk membagikan tanggung
jawab. Setiap orang harus melakukan sesuatu. Anda harus menemukan
sesuatu yang bisa Anda lakukan di gereja. Membuang sampah pada hari
Minggu, membersihkan altar pada hari Sabtu, menyapu halaman parkir
pada hari Selasa, atau merapikan taman pada hari Rabu adalah
contoh-contoh yang baik. Temukan sesuatu yang bisa Anda kerjakan,
beri tahukan kepada pendeta Anda bahwa kegiatan itu akan menjadi
tanggung jawab Anda; lalu kerjakanlah. Kerjakanlah dengan
sebaik-baiknya dan lakukan itu untuk Tuhan. Jangan hiraukan
perasaan Anda, jangan pedulikan apa yang terjadi di sekeliling Anda,
tetaplah kerjakan komitmen Anda dan kerjakan bagian Anda. Hidup
bukanlah untuk melakukan apa yang ingin kita lakukan, melainkan
untuk melakukan apa yang harus kita lakukan. Hidup lebih daripada
sekadar merasa nyaman; hidup adalah melakukan apa yang perlu dan
benar. Saat kita gagal dalam melakukan komitmen, kita juga
menggagalkan orang lain. Lebih parahnya lagi, kita menggagalkan diri
sendiri. Kita harus meninggalkan pikiran lama bahwa gereja hanyalah
suatu bangunan. Kita tidak hanya pergi ke gereja; kita adalah gereja
itu. Bila kita gagal untuk menghidupkan komitmen kita, kita
menempatkan beban yang lebih besar kepada orang lain. Tugas atau
pelayanan itu akan dilakukan, tetapi sayangnya tugas atau pelayanan
ini akhirnya dibebankan kepada orang lain yang telah berkomitmen,
yang juga telah menjalankan pelayanannya. Kini mereka harus
mengerjakan dua tugas karena beban yang diberikan kepada mereka.
Tuhan mengatakan bahwa bila kita tidak setia pada hal-hal kecil,
kita tidak akan diberikan hal-hal yang lebih besar. Kita kehilangan
banyak berkat saat kita gagal menjalankan komitmen kita.
KOMITMEN YANG BERDASARKAN KASIH
Sering kali kita merasa bahwa kita tidak diperlengkapi karena kita
percaya kita harus meniru orang lain supaya bisa efektif. Namun, ini
adalah tugas, pekerjaan, atau pelayanan yang muncul dari hati kita,
dan ini sangatlah penting. Keterampilan dan talenta akan muncul
seiring dengan kasih yang kita kerjakan. Bila kita menunggu talenta
atau keterampilan itu muncul sebelum kita membagikan talenta kita,
kita tidak akan pernah melayani dan kita akan kehilangan suatu
kesempatan yang unik. Sangatlah mudah untuk terjebak pada perasaan.
Kita bangun dan merasa tidak suka melakukan sesuatu. Maka kita tidak
melakukannya. Ini menjadi tugas yang mudah bagi setan untuk mencuri
sukacita dan kontribusi kita terhadap hidup orang lain. Kita perlu
belajar untuk hidup dengan komitmen. Kita tidak bisa bangun dan
merasa tidak ingin berangkat kerja, kita tetap harus bekerja karena
kita telah berkomitmen pada diri sendiri untuk bekerja. Saat pagi
mulai beranjak, kita mulai merasa lebih baik dan saat makan siang
kita sudah merasa nyaman di kantor. Hal yang sama juga terjadi dalam
pelayanan. Kita bisa saja tidak bersemangat mengerjakan tugas ini,
tetapi kita mengerjakannya karena komitmen kita didasarkan pada
kasih. Dua jam kemudian, kita memberkati seseorang dan seseorang
memberkati kita. Kita harus belajar untuk menjalani kehidupan sesuai
komitmen yang didasarkan atas kasih. Bila kita berusaha untuk
menghidupkan hidup hanya bila kita merasa senang, kita tidak akan
pernah tahu apa itu sukacita. Sukacita sejati muncul saat kita
menjalankan kehendak Allah untuk hidup kita dan mengatasi
halangan-halangan dan perasaan-perasaan kita.
Anda akan terkejut bila mendapati bahwa Anda bisa belajar merasakan
sukacita di tengah-tengah berbagai keadaan. Bekerjalah dengan
berdasarkan kasih dan kasih akan menghasilkan sukacita dalam hidup
Anda. (t/Ratri)
Sumber: Glad Tidings Community Church, http://www.gladtidingsofwilmington.com/images/Commitment.doc, Artikel Commitment oleh R. Henry Carroll.
ArtikelTahun yang Baru di Sekolah Minggu
Kita akan memulai tahun pelajaran yang baru di sekolah minggu dengan
tantangan-tantangan dan kesempatan-kesempatan yang baru untuk
pelayanan. Mungkin Saudara memulai tahun pelajaran ini dengan
sekelompok pelajar yang baru.
BERUSAHA MENGENAL MEREKA
Jika demikian, hal pertama yang harus Saudara lakukan adalah
berusaha untuk mengenal mereka. Ciptakan suasana keterbukaan dan
persahabatan di mana pelajar-pelajar akan melihat Saudara sebagai
seseorang yang memerhatikan mereka.
Adakanlah acara ramah-tamah bulan ini untuk menghilangkan
kecanggungan. Kegiatan itu akan menolong mereka untuk mengenal satu
sama lain dengan sebaik-baiknya serta menolong Saudara memperoleh
pengertian yang lebih baik tentang keadaan mereka.
Mohonlah pertolongan Roh Kudus untuk membuat Saudara peka terhadap
tanda-tanda dalam percakapan atau tingkah laku mereka, yang
menunjukkan kepada Saudara tentang kebutuhan-kebutuhan khusus yang
mungkin ada di dalam kehidupan mereka.
Ingatlah, sebelum Saudara dapat melayani mereka dengan efektif,
Saudara harus mengetahui kebutuhan mereka dan mengembangkan hubungan
pribadi yang baik dengan setiap murid.
BUATLAH ALKITAB MENJADI BUKU PELAJARAN DARI KELAS SAUDARA
Akan menjadi pemandangan yang tidak menarik bagi murid jika guru
membaca langsung dari buku pelajaran sekolah minggu. Secara tidak
langsung, guru memberikan kesan yang kurang baik bagi para murid.
Para pelajar sekolah minggu harus mengerti bahwa bahan yang
dipelajari itu bukan sesuatu yang ditulis oleh sebuah badan
penerbit. Buku pelajaran kelas sekolah minggu adalah Alkitab, yang
adalah firman Tuhan.
Hal ini dapat disampaikan dengan efektif apabila Saudara sebagai
guru, menggunakan Alkitab dan juga menganjurkan anak didik untuk
menggunakan Alkitab selama jam pelajaran. Sediakan beberapa Alkitab
di kelas Saudara untuk mereka yang lupa membawanya. Berikan pula
Alkitab kepada para pengunjung (yang mengantar anak-anak) agar
mereka juga dapat menikmati firman Tuhan.
Usahakan agar anak didik Saudara ikut meneliti suatu hal selama jam
pelajaran dengan menggunakan Alkitab mereka sendiri. Dengan cara
tersebut, anak dapat melihat hubungan antara hidupnya dengan
Alkitab.
Ketika mengatakan bahwa Alkitab adalah buku pelajaran di kelas, kita
tidak bermaksud bahwa bahan kurikulum dan buku pendukung lainnya
tidak penting. Keduanya penting sebab merupakan dasar bagi pelajaran
kita dan dapat menolong kita untuk mempelajari firman Tuhan dengan
sistematis.
Kurikulum merupakan sarana yang meliputi tafsiran Alkitab dan
cara-cara mengajar sehingga Saudara dapat menyampaikan kebenaran
Alkitab itu dengan lebih baik. Apabila bahan-bahan kurikulum ini
dipergunakan dengan efektif, bahan-bahan itu akan sangat bermanfaat
bila digunakan bersama-sama dengan Alkitab di dalam pelayanan
Saudara.
Pernah dikatakan, "Berikan aku seekor ikan, dan hari ini aku dapat
makan; ajari aku memancing, maka seumur hidupku aku akan dapat
makan."
Demikian juga seharusnya pelayanan Saudara. Jangan sampai Saudara
saja yang berbicara dan menyuapi kebenaran Alkitab ke dalam pikiran
murid Saudara. Tetapi ajak mereka menggali sendiri di dalam Alkitab
sehingga mereka dapat memperoleh bimbingan daripadanya sepanjang
minggu dan dapat "makan" dari Alkitab seumur hidup mereka.
NIAT-NIAT TAHUN BARU UNTUK GURU SEKOLAH MINGGU
Tahun baru juga merupakan waktu yang tepat sekali untuk membuat
beberapa ketetapan yang baik. Tetapi niat-niat yang baik saja
tidaklah cukup. Tindakan yang positif itulah yang diperlukan untuk
mendapat hasil yang baik! Jika laporan pekerjaan Saudara pada masa
lampau kurang memuaskan, hal tersebut mungkin disebabkan oleh
pengorganisasian dan perencanaan yang kurang baik. Sebab itu,
sekaranglah waktunya untuk mengubah pemikiran Saudara dan menetapkan
tahun pelajaran ini sebaik-baiknya.
Bekerjalah dengan terencana.
Ini berarti menyortir segala sesuatu dari surat kabar minggu ini
sampai ke pelajaran tahun lalu. Rencanakan untuk memakai kembali
bahan yang lama. Sesuaikan bahan yang lama dengan
gagasan-gagasan yang baru.
Buatlah sebuah kotak arsip.
Saudara dapat membuat kotak arsip yang baik dari sebuah kotak
karton yang biasa. Pilihlah yang lebarnya kira-kira 35 cm dan
panjangnya 40 cm. Dalamnya sekurang-kurangnya 12 cm. Dalam
kotak ini dapat disimpan ide-ide, guntingan surat kabar atau
majalah, buku-buku kecil, dan stofmap. Pakailah sebuah kotak
arsip yang lebih kecil untuk kartu-kartu dengan catatan ide-ide.
Ukuran kartu tersebut lebih kurang 9 x 12 cm.
Jadilah seorang "tukang gunting".
Betul! Majalah-majalah dan surat-surat kabar penuh dengan fakta
dan karangan menarik yang dapat digunakan bersama dengan
pengajaran. Gunting dan simpanlah setiap gagasan baik yang
Saudara temukan.
Buatlah penanggalan.
Mungkin sulit untuk mendapatkan sebuah penanggalan dengan
tempat-tempat kosong yang luas sehingga Saudara dapat mencatat
kegiatan-kegiatan yang akan datang. Akan tetapi, membuat
penanggalan seperti itu tidaklah sukar. Yang Saudara perlukan
hanyalah 12 lembar kertas berukuran 45 sampai 60 cm, atau lebih
besar lagi. Rancangkan kalender Saudara dan jepitlah
bersama-sama di bagian atasnya. Gantungkan di tempat yang tampak
jelas agar setiap orang diingatkan mengenai peristiwa-peristiwa
yang akan datang.
Buatlah beberapa map "rencana pendahuluan".
Map-map itu dapat dibuat dengan melipat dua lembar karton manila
berukuran 30 x 45 cm. Simpanlah keterangan serta rencana-rencana
untuk hari-hari istimewa yang akan datang dalam map ini.
Buatlah catatan mingguan mengenai apa yang terjadi dalam
kelas-kelas sekolah minggu.
Satu atau dua kalimat akan cukup untuk mengingat pokok-pokok
yang telah Saudara ajarkan. Catatan itu akan menjadi pengingat
pada waktu merencanakan pelajaran-pelajaran pada tahun-tahun
berikutnya.
Buatlah sebuah papan pengumuman.
Jika Saudara tidak memunyai tempat tertentu untuk menggantungkan
papan itu, Saudara dapat membuat papan yang ringan dari selembar
besar karton tebal. Simpanlah di balik lemari bila tidak
digunakan. Pada papan ini, Saudara dapat memasang pengumuman
mengenai hal-hal yang akan datang, penerangan tentang
pertandingan, dan hal-hal penting mengenai anggota-anggota
kelas.
Dapatkan sebuah tempat tenang untuk belajar dan membuat rencana.
Tidak satu pun dari niat-niat Saudara akan menjadi kenyataan
tanpa perencanaan yang saksama. Saudara wajib mengadakan saat
teduh ini demi kepentingan diri Saudara dan murid-murid Anda.
Buatlah catatan yang singkat tentang setiap murid.
Inilah cara yang tercepat dan paling efektif untuk mengenal
masing-masing anak. Cara ini juga berfaedah dalam merencanakan
kegiatan-kegiatan untuk menghubungkan bakat mereka ke dalam
pelajaran. Saudara dapat meminta setiap murid memperkenalkan
diri dan menceritakan kegemarannya.
Belajar mendengarkan.
Sebagaimana Saudara mengharapkan murid-murid itu mendengarkan
Saudara, demikian juga Saudara harus mendengarkan mereka dengan
saksama. Tantanglah diri Saudara untuk menjadi seorang ahli
dalam hal mendengarkan.
Ciptakan sistem baru untuk mengambil catatan.
Mencatat hal-hal tepat pada waktu Saudara memikirkan, mendengar,
atau melihat akan sangat menguntungkan saat perencanaan tiba.
Tentukan beberapa sasaran yang realistis untuk diri Saudara
sendiri.
Apa yang dapat Saudara capai dalam seminggu? Dalam sebulan?
Carilah orang-orang yang berbakat.
Selidikilah apakah ada murid-murid dengan bakat yang
tersembunyi, dan tolonglah mereka menggunakannya. Carilah bakat
Saudara sendiri yang mungkin tersembunyi. Bila seseorang
menyatakan perhatian yang sangat besar, mungkin ia memunyai
bakat juga.
Mintalah pertolongan dari orang lain.
Jika Saudara sendiri berusaha mengerjakan segala sesuatu,
Saudara tidak memberi kesempatan kepada orang lain untuk
mengalami kesukaan besar, yakni yang terbit karena memberi
pertolongan.
Bacalah selalu! Semua murid Saudara akan turut menikmati
hasil-hasil pembacaan Saudara.
Pelajaran Saudara akan lebih hidup dan menarik bagi Saudara dan
bagi mereka.
Ujilah kebiasaan pribadi Saudara.
Tidak cukup tidur dan makanan yang kurang bergizi merupakan dua
jalan yang cepat untuk menggagalkan tujuan Saudara. Untuk
mengajar dengan baik, Saudara harus memiliki kesehatan yang
baik -- jangan merugikan diri Saudara atau murid-murid Saudara
dengan mengabaikan kesehatan itu terus-menerus.
Bertekun terus.
Setelah semangat Saudara berkurang, sering kali Saudara harus
mendorong diri Saudara untuk tetap maju. Inilah tanda
kedewasaan. Ini juga tanda keberhasilan. Gantungkan moto ini di
tempat yang mudah Saudara lihat: "Bila angin berhenti bertiup,
berdayunglah!"
Latihlah diri Saudara untuk selalu tepat pada waktunya, dan
murid-murid Saudara segera akan mengikuti teladan Saudara.
Banyak hal yang dapat dilaksanakan dalam 5 atau 10 menit yang
sering diboroskan pada permulaan dan akhir jam pelajaran.
Memandang tahun yang baru sekali adalah bagaikan memandang sebuah
buku yang kosong. Bagaimana rencana Saudara untuk mengisinya?
Sumber: Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2, , Artikel Tahun yang Baru di Sekolah Minggu dan Niat-Niat Tahun Baru untuk Guru Sekolah Minggu, halaman 199 -- 201, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1996.
Bahan MengajarJanji: Uji Hati Saya
Refleksi untuk Orang Tua/Guru
Sejak kecil kita diajar bahwa janji adalah sesuatu yang suci.
"Jangan berjanji bila kamu tidak dapat menepatinya" adalah nasihat
yang diturunkan dari generasi ke generasi. Mengapa? Tidak menepati
janji dapat membuat kita kehilangan kepercayaan dari orang-orang
yang mengandalkan kita. Kita cenderung untuk tidak memercayai
kata-kata seseorang yang tidak dapat atau tidak mau mewujudkan
kata-kata dalam tindakan.
Namun, kita dapat berbicara dengan penuh keyakinan tentang Sang
Pencipta yang selalu menepati janji-Nya. Salah satu karakter Allah
yang paling menonjol adalah bahwa Dia senantiasa teguh memegang
janji. Kitab Mazmur banyak berbicara tentang "kesetiaan" Allah
kepada kita. Janji-janji Allah senantiasa lebih mulia dan agung
dibandingkan dengan apa yang kita inginkan atau harapkan. Orang
timpang dalam Alkitab ingin agar ia dapat berjalan. Namun, Yesus
memberinya lebih: Dia mengampuni dosa-dosanya dan ia dapat berjalan
sambil membawa tilamnya.
Ada hal-hal tertentu yang tidak pernah Allah janjikan. Allah tidak
berjanji akan membebaskan kita dari hal-hal yang merupakan bagian
kehidupan, seperti kekecewaan, ketakutan, kegagalan, pergumulan,
penderitaan, kepedihan, iri hati, ketidakadilan, dan pencobaan. Lalu
hal-hal itu dipadukan dengan sukacita, damai sejahtera, kepuasan,
kasih, kesukaan, dan kemenangan sehingga terbentuklah kisah hidup
manusia. Bila Anda menyelidiki karakter Allah yang senantiasa setia
pada janji-Nya dan kedalaman janji-janji itu, Anda akan menemukan
bahwa janji-janji Allah bagaikan batu karang teguh yang mampu
menghadapi tantangan hidup ini.
Refleksi untuk Seluruh Anggota Keluarga/Kelas
Berjanji adalah sesuatu yang serius sebab orang memercayai kita saat
kita berjanji. Terkadang Tuhan menepati janji-janji itu, meski
dengan cara yang tidak kita pikirkan. Terkadang kita punya alasan
yang tepat mengapa kita tidak dapat menepatinya dan terkadang pula
kita tidak punya alasan sama sekali. Kita sering merasa jengkel bila
seseorang tidak dapat menepati janjinya, apalagi tanpa alasan yang
tepat.
Janji-janji Allah sangat berbeda dengan janji-janji manusia. Bagi
Allah, janji adalah sesuatu yang serius; Allah tidak pernah memberi
janji yang tidak akan ditepati-Nya. Allah tidak berjanji kepada kita
bahwa hidup ini akan berjalan mulus atau segala sesuatu akan selalu
adil, tetapi janji-janji Allah membantu kita untuk menjalani hidup
sebaik mungkin dan untuk menemukan kebahagiaan dalam menjalaninya!
Pelajaran
Abraham memperoleh janji Allah mendapat seorang anak
(Kejadian 15:1-5).
Abraham telah membuktikan bahwa ia adalah seorang hamba yang taat
kepada Allah melalui sebuah peristiwa yang berkaitan dengan Raja
Sodom.
- Apa bedanya janji Allah kepada Abraham dengan permintaan Abraham?
- Ceritakanlah suatu peristiwa ketika Allah menjawab doamu lebih
dari yang kamu minta.
Janji tentang Firdaus (Lukas 23:39-43).
Yesus difitnah dan dijatuhi hukuman mati di kayu salib. Menjelang
akhir hidup-Nya, Dia digantung di antara dua orang yang dikenal
sebagai penjahat.
- Mengapa Yesus menjanjikan Firdaus kepada salah seorang penjahat
itu?
- Hal-hal apa saja yang membuat kamu merasa tidak layak menerima
janji-janji Allah dan tidak berani mengklaimnya bagi dirimu
sendiri?
Pikirkanlah bagaimana penjahat yang digantung di sebelah Yesus
memiliki keberanian untuk mengajukan permohonan. Apakah permohonan
yang kamu ajukan kepada Allah hari ini?
Janji Roh Kudus (Lukas 24:36-49).
Yesus sudah disalibkan dan dibangkitkan. Dia telah menampakkan diri
kepada murid-murid-Nya sebelum ini, dan mengadakan percakapan
penting dengan dua orang murid-Nya dalam perjalanan ke Emaus.
- Mengapa Yesus menginginkan agar murid-murid-Nya tetap tinggal di
Yerusalem?
- Sering kali, menunggu merupakan hal yang sukar. Adakah kamu
sedang menunggu pimpinan Allah dalam mengambil sebuah keputusan
atau memahami sesuatu? Apakah itu?
Janji untuk seluruh keluarga (Kisah Para Rasul 2:29-40).
Roh kudus telah turun ke atas orang-orang yang berkumpul di
Yerusalem pada hari Pentakosta. Petrus diberi keberanian untuk tidak
lagi bersembunyi dan berkhotbah tentang ketuhanan Yesus Kristus.
- Apa yang diminta dari seseorang yang mencari Allah di dalam
Yesus?
- Bagaimana kita dapat mengklaim janji Allah bagi diri kita sendiri
hari ini?
Janji bagi mereka yang bertahan dalam ujian (Yakobus 1:12-21).
Mahkota dari rangkaian daun atau bunga dikenakan oleh orang-orang
Yahudi sebagai lambang sukacita dan penghormatan pada pesta-pesta
dan pernikahan.
- Kepada siapakah Allah menjanjikan "mahkota kehidupan?"
- Apakah yang sedang kamu hadapi hari ini?
Janji yang mulia. (1 Petrus 1:3-9)
- Ke mana janji-janji Allah memimpin kita pada akhirnya?
- Apakah janji-janji yang kamu buat kepada Allah?
Sumber: Belajar Bersama, Janice Y. Cook, , halaman 131 -- 133, Yayasan Gloria, Yogyakarta, 1999.
Warnet PenaSunday School HKBP Immanuel
http://elkids.multiply.com/
Satu lagi situs sekolah minggu yang memanfaatkan fasilitas untuk
membuat situs blog. Hal ini membuktikan bahwa sangatlah tidak sulit
membuat sebuah situs khusus untuk pelayanan anak. Di tengah-tengah
langkanya situs pelayanan anak Indonesia, situs Sunday School HKBP
hadir memanfaatkan fasilitas dalam dunia Internet. Situs ini
menyajikan hal-hal seputar pengalaman sang pemrakarsa situs, yang
adalah guru di SM HKBP Immanuel. Di dalamnya ada berbagai foto
kegiatan SM HKBP Immanuel. Ada juga blog-blog menarik seputar
pelayanan SM secara umum maupun khusus dalam lingkup SM HKBP
Immanuel. Bisa lihat juga ulasan-ulasan situs seputar pelayanan
sekolah minggu. Dari menu Music, Anda bisa mengunduh beberapa lagu.
Namun, tidak semua lagu merupakan lagu-lagu SM. Jika ingin
melihat-lihat sendiri agar lebih jelas, segeralah meluncur ke situs
ini. Siapa tahu bisa menjadi ide untuk membuat situs SM sendiri,
hitung-hitung bisa menjadi proyek SM Anda untuk tahun 2008 ini.
Oleh: Redaksi
Mutiara Guru
Di tahun yang baru ini, bekerjalah dengan berdasarkan kasih
dan kasih akan menghasilkan sukacita dalam hidup Anda.
|