Salam dari Redaksi
Pada usia balita, seorang anak bisa diibaratkan seperti seekor
burung beo. Mereka mulai mengoleksi kata-kata yang mereka dengarkan
dan dapat mengulangnya dengan baik, meski sebenarnya mereka belum
memahami apa arti dari kata yang mereka ucapkan. Karena itu, sebagai
orang dewasa yang berada di sekeliling mereka, kita harus
memerhatikan setiap ucapan agar anak-anak ini tidak menirukan
sesuatu yang tidak pantas. Jangan-jangan saat mengucapkan kata yang
tidak sopan dan mereka mendengarnya, mereka ikut mengucapkannya
pula. Berbahaya, bukan? Namun, tidak usah khawatir dengan fase ini.
Fase ini malah bisa digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat bagi
para balita di kemudian hari.
Tidak hanya bagi orang tua, guru sekolah minggu pun harus bisa
menggunakan situasi ini alih-alih menyerah dengan keterbatasan dan
kelebihan yang balita miliki. Misalnya, mengajari mereka menghafal
ayat-ayat Alkitab, seperti sajian kali ini. Jika para guru juga
ingin mengetahui ciri lain anak usia balita ini dan mendapatkan
metode dan ide-ide mengajar yang tepat bagi mereka, jangan lewatkan
sajian lainnya dalam edisi Kelas Balita ini.
Akhir kata, semoga sajian kali ini dapat dimanfaatkan para pelayan
anak untuk mengelola kelas balita di sekolah minggunya. Selamat
mengajar balita!
Redaksi Tamu e-BinaAnak,
Puji Arya Yanti
"Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat,
melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik,
ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat,
ia tidak pernah melihat Allah."
(3Yohanes 1:11)
ArtikelMenanamkan Kebenaran Firman Tuhan: Metode Menghafal Ayat untuk Balita
Apakah anak-anak usia prasekolah bisa menarik manfaat dari aktivitas
menghafal ayat di sekolah minggu?
Esok hari, dapatkah anak balita mengutip ayat hafalan yang
dipelajarinya hari ini? Kemungkinan tidak. Tetapi dengan bantuan,
mereka dapat mengingat kembali bagian ayat hafalan tersebut, dan
mereka akan melihat apakah aktivitas itu menyenangkan atau tidak.
Daud menulis: "Bagaimana seorang anak muda memelihara hidup kudus?
Dengan hidup sesuai dengan perkataannya. Saya mencari Engkau dengan
segenap hati; jangan biarkan saya melalaikan perintah-Mu. Saya telah
menyimpan perkataan-Mu di dalam hati saya sehingga saya tidak akan
berdosa terhadap Engkau" (Mazmur 119:9-11, Versi New International).
Sangatlah penting bagi seorang anak untuk mengerti firman Tuhan dan
menjalankannya dengan sukacita.
Seorang guru yang bijak membuat proses belajar menyenangkan. Ini
adalah kunci untuk aktivitas mengingat bagi anak balita. Proses itu
harus membawa kegembiraan dan mendorong timbulnya perasaan sukses
dan kebahagiaan dalam diri anak.
Menolong dan memotivasi anak balita untuk belajar suatu ayat
hafalan memerlukan lebih banyak usaha dari pihak guru daripada si
anak. Guru harus menggunakan irama musik, gerakan tubuh, isyarat,
atau pengulangan ayat untuk menciptakan suatu suasana yang
melibatkan semua pihak. Ini terutama sangat penting bila kita
berhadapan dengan anak usia dua sampai tiga tahun. Bantulah
anak-anak untuk saling berhubungan dan belajar kata-kata dengan
melibatkan indra melalui musik, permainan jari, aksi, atau
gambar-gambar.
Makin banyak indra yang terlibat dalam proses belajar, makin mudah
bagi anak balita untuk mengingat aktivitas tersebut. Contohnya,
seorang anak usia dua tahun boleh mengingat dan menyanyikan bagian
lagu "ABC" ketika membaca buku anak-anak tentang alfabet.
Anak usia empat dan lima tahun dapat belajar menghafal ayat-ayat
yang lebih panjang, tetapi mereka juga butuh aktivitas atau alat
peraga untuk menolong mereka menghubungkan kata-kata. Sangat penting
untuk menjelaskan (bahkan terhadap anak usia dua tahun) arti dari
kata-kata yang mereka hafalkan. Peganglah Alkitab di tangan Saudara
dan katakan kepada mereka, "Kita sedang belajar firman Tuhan. Kita
tahu bagaimana harus bertindak dan bagaimana harus berbicara dengan
mempelajari apa yang Tuhan inginkan kita perbuat."
Pada umumnya, daya belajar anak tergantung pada kasih sayang,
persetujuan, dan harga diri. Anak harus menyukai gurunya dan merasa
dicintai. Sangat sulit membujuk anak usia tiga tahun melakukan
sesuatu pada waktu ia marah atau merasa takut terhadap
sekelilingnya. Anak harus merasa aman dan nyaman terhadap lingkungan
sebelum ia mau mencoba melakukan sesuatu.
Anak usia dua tahun mungkin ingin dipeluk ketika ia mencoba
mengulangi ayat hafalan singkat, sama seperti waktu ibunya
memangkunya bila ia melakukan sesuatu. Anak memerlukan rasa aman dan
disayang sebelum ia akan berusaha mengucapkan kata-kata yang tidak
ia yakini.
Setiap anak butuh dukungan orang dewasa dalam kehidupannya. Jadi,
guru perlu memberikan respons dengan menepuk tangan dan menunjukkan
antusiasme ketika seorang anak berusaha mengucapkan kata-kata ayat
hafalannya.
Sikap anak-anak terhadap orang dewasa terbentuk dari respons orang
dewasa itu terhadap si anak. Anak berusaha keras untuk mendapatkan
pujian -- berilah pujian untuk setiap usaha anak. Karl C. Garison
dalam "Educational Psychology" menulis bahwa "kebutuhan akan
dukungan orang tua, guru, dan yang lain-lain merupakan kebutuhan
yang berkembang. Pemenuhan kebutuhan ini berpengaruh penting
terhadap penyesuaian diri anak dalam hidup".
Dalam lingkungannya, anak-anak kecil perlu merasa didukung dan
dicintai oleh guru-guru dan teman-temannya sehingga membangun rasa
harga diri anak. Salah satu caranya bisa dengan memberi anak
kesempatan mengucapkan petikan ayat-ayat Alkitab. Hal tersebut dapat
membuat anak merasa diterima oleh guru dan teman-temannya sekelas.
Meskipun dalam usia yang masih kecil, harga diri merupakan jalan
menuju suksesnya pembentukan diri.
Guru bertanggung jawab untuk membuat semua anak berhasil dalam
aktivitas menghafal. Anak-anak usia prasekolah tidak menghafalkan
ayat-ayat Alkitab karena ia mengerti pentingnya menyimpan kebenaran
firman Tuhan dalam hati. Ia menghafal ayat-ayat tersebut agar merasa
diterima dan menjadi bagian kelompok. Meski demikian, kegiatan
menghafal ayat sangat berguna agar ayat-ayat tersebut bisa diingat
dan digunakan sewaktu diperlukan. Seiring pertumbuhan usia dan
pengalaman, anak-anak itu akan memahami ayat-ayat yang dihafalnya.
Jadi, bantulah anak untuk menghafal ayat-ayat Alkitab karena itu
merupakan investasi yang berguna.
Sumber: Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2, , halaman 230 -- 231, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1996.
Tips MengajarCiri Khas Anak Balita dan Metode Mengajar yang Tepat
FISIK
Ciri-ciri
Anak-anak yang berusia empat atau lima tahun berada pada periode
pertumbuhan fisik yang cepat. Koordinasi berkembang dengan pesat.
Anak-anak ini masih terus berkembang! Anak-anak perempuan sering
kali lebih cepat dewasa daripada anak laki-laki. Anak usia empat dan
lima tahun mungkin sudah bisa menggunting suatu pola dan menggambar
orang atau benda-benda yang dikenalnya.
Metode mengajar
Kegiatan-kegiatan seni yang kreatif dan tidak memerlukan
keterampilan tangan merupakan kegiatan yang paling tepat bagi
anak-anak ini. Jangan mengharapkan kesempurnaan. Anak-anak seusia
ini masih perlu dikenalkan pada proses kegiatan seni, bukan pada
produk. Kertas besar, krayon jumbo, dan garis tebal untuk digunting
masih diperlukan. Permainan-permainan menarik yang sesuai untuk anak
usia ini adalah puzzle 10 -- 20 keping, permainan balok susun
(dengan berbagai bentuk dan ukuran), mainan peralatan rumah tangga
yang biasa dipakai (pakaian untuk anak laki-laki dan perempuan,
alat-alat dapur, paket makanan), dll..
MENTAL/EMOSIONAL
Ciri-ciri
Anak-anak usia empat dan lima tahun selalu ingin tahu dan gemar
bertanya. Mereka bisa berkonsentrasi lebih lama, tetapi perhatian
mereka masih tetap dalam jangka waktu yang pendek. Anak-anak ini
akan menginterpretasikan apa yang Anda katakan secara literal.
Anak-anak ini juga bisa mengingat ayat-ayat Alkitab, mengatakan
dengan akurat peristiwa yang baru saja terjadi, dan mengucapkan
kata-kata yang paling umum dengan benar.
Metode mengajar
Gunakan gambar besar untuk mengajar guna menekankan konsep-konsep
dasar. Buatlah batas-batas yang realistis dan tekankan perilaku yang
Anda inginkan. ("Ryan, lari-lari itu sebaiknya di luar ruangan. Di
kelas ini, kita harus jalan, tidak boleh lari, supaya tidak melukai
teman lainnya."; "Chantel, kamu cuma boleh menggambar di kertasmu
sendiri. Apa masih ada bagian kosong di kertasmu yang ingin kamu
warnai ungu?") Berikan berbagai bahan yang bisa disentuh, dilihat,
dicium, dan dirasakan oleh anak-anak. Bantulah anak menemukan
benda-benda untuk diri mereka sendiri dengan memberikan kebebasan
mencoba (bermain) menggunakan berbagai bahan yang aman.
SOSIAL
Ciri-ciri
Anak usia empat dan lima tahun bisa ambil bagian dengan anak-anak
lain dalam kegiatan kelompok. Anak ini aktif mencari persetujuan,
respons yang bersahabat dari orang dewasa, dan ingin dikasihi,
khususnya oleh guru mereka. Beberapa anak mungkin menggunakan
cara-cara negatif untuk mendapatkan perhatian dari anak-anak lain.
Metode mengajar
Berikan kesempatan untuk bernyanyi, berdoa, dan bercakap-cakap
secara berkelompok. Berikan kesempatan kepada tiap anak untuk
"memimpin" dengan menyediakan makanan kecil, memegang gambar, dan
lain-lain. Berikan perhatian secara pribadi kepada setiap anak
sebelum terjadi perilaku negatif. Sering-seringlah melakukan kontak
mata, dengarkan baik-baik anak-anak itu, tersenyumlah, dan tunjukkan
bahwa anak itu istimewa bagi Anda.
KEROHANIAN
Ciri-ciri
Anak usia empat dan lima tahun dapat mempelajari informasi dasar
tentang Tuhan -- Ia yang menciptakan dunia; Ia mengasihi semua
orang; Ia mengampuni bila ada anak yang melakukan kesalahan. Pada
usia ini, anak juga belajar bahwa Yesus mati untuk menebus hukuman
atas kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan dan bahwa Ia
bangkit dari kematian dan hidup kembali. Anak-anak usia empat dan
lima tahun dapat diajarkan bahwa Alkitab mengajarkan kepada kita
cara-cara untuk patuh kepada Allah dan bahwa dia juga bisa berbicara
kepada Allah melalui doa.
Metode mengajar
Karena anak masih berpikir secara literal dan fisikal, hindarilah
menggunakan kata-kata simbolik, misalnya "lahir baru", "buka
hatimu", atau "penjala manusia". Bila harus menggunakan suatu
ekspresi simbolik, berikan penjelasan yang paling sederhana dan
secara literal terhadap arti dari ekspresi tersebut. Jangan gunakan
penjelasan yang simbolis yang dapat membingungkan anak, tetapi
gunakanlah penjelasan yang sederhana. Beberapa anak bisa merespons
percakapan pribadi dengan berdoa supaya menjadi keluarga Allah.
Berikan kesempatan kepada anak-anak untuk memegang Alkitab.
(t/Ratri)
Sumber: Sunday School Smart Pages, Wes & Sheryl Haystead, , Artikel Characteristic of 4s dan 5s oleh Wes and Sheryl Haystead, halaman 24, Gospel Light, Ventura, 1992.
Bahan MengajarIde-Ide Bahan Mengajar untuk Kelas Balita
TEMA: MEMBANGUN PENGERTIAN
| 1. | Konsep | : | KASIH/KEBAIKAN |
| Cerita Alkitab | : | Orang Samaria yang Murah Hati (Lukas 10:30-37) |
| Tujuan | : | Menolong anak supaya ia: |
- MENGETAHUI bahwa Yesus bercerita tentang
seseorang yang berbuat baik kepada orang lain
yang terluka;
- MERASA ingin berbuat baik kepada anak-anak
yang lain;
- MEMBERI TANGGAPAN melalui permainan
bersama-sama dengan anak-anak yang lain;
dengan menunjukkan kebaikan kepada orang lain.
| Kegiatan | : | BERPUSAT PADA KEHIDUPAN KELUARGA -- anak-anak |
| | memelihara boneka-boneka. |
Contoh | : | "Yuli, baik sekali kalau kamu memberikan selimut |
| | boneka itu kepada Lina. Alkitab menyuruh kita |
| | berbuat baik kepada orang lain. Yesus bercerita |
| | tentang seseorang yang berbuat baik kepada orang |
| | yang terluka. Baik sekali kalau kita mengasihi |
| | orang lain." (menerangkan) |
| 2. | Konsep | : | MEMBAGI |
| Cerita Alkitab | : | Seorang Janda yang Membagi Makanannya |
| | | (1Raja-Raja 17:7-16) |
| Tujuan | : | Menolong anak supaya ia: |
- MENGETAHUI tentang seorang janda yang membagi
makanannya dengan Nabi Elia;
- MERASA senang karena ia dapat membagi dengan
teman-teman dan dengan keluarganya;
- MEMBERI TANGGAPAN dengan memberikan giliran
dan dengan membagi sesuatu dengan anak-anak
yang lain.
| Kegiatan | : | MELUKIS -- ada enam anak, tetapi hanya disediakan |
| | | dua tempat menggambar dengan dua baju luar; |
| | | disediakan cat yang berwarna merah, hijau, dan |
| | | kuning. |
| 3. | Konsep | : | MENOLONG |
| | | Cerita Alkitab: Dorkas Menjahit Pakaian bagi Orang-Orang yang |
| | | Miskin (Kisah para Rasul 9:36-43) |
| Tujuan | : | Menolong anak supaya ia: |
- MENGETAHUI bahwa Dorkas menolong orang lain
dengan menjahitkan pakaian;
- MERASA mampu menolong orang lain;
- MEMBERI TANGGAPAN dengan mengemukakan apa yang
dapat dilakukannya untuk menolong orang lain
di gereja dan di rumah; dengan menunjukkan
sikap suka menolong.
| Kegiatan | : | PERMAINAN TEKA-TEKI -- memasang kembali |
| | | potongan-potongan kayu yang bergambar anjing, |
| | | polisi, gereja, dan mobil. |
| 4. | Konsep | : | UCAPAN SYUKUR |
| Cerita Alkitab | : | Penciptaan (Kejadian 1) |
| Tujuan | : | Menolong anak supaya ia: |
- MENGETAHUI bahwa Allah menciptakan dunia ini;
- MERASA bersyukur atas segala sesuatu yang
telah diciptakan oleh Allah;
- MEMBERI TANGGAPAN dengan menyebutkan beberapa
hal yang diciptakan Allah; dengan mengucap
syukur kepada Allah atas hal-hal yang telah
diciptakan-Nya.
| Kegiatan | : | BUKU-BUKU -- buku-buku tentang manusia, binatang, |
| | | dan makanan. |
| 5. | Konsep | : | DOA |
| Cerita Alkitab | : | Yesus mengajar murid-murid-Nya berdoa |
| | | (Lukas 11:1-4) |
| Tujuan | : | Menolong anak supaya ia: |
- MENGETAHUI bahwa Yesus mengajar
murid-murid-Nya berdoa;
- MERASA senang karena ia juga dapat berdoa;
- MEMBERI TANGGAPAN dengan menyanyikan lagu-lagu
tentang kasih kepada Allah; dengan berdoa
dalam kegiatan kelompok yang kecil.
| Kegiatan | : | MUSIK -- memetik gitar atau mendengarkan kaset |
| | | lagu-lagu tentang doa. |
Sumber: Bagaimana Bercakap-cakap dengan Anak Kecil, Rachel Iversen, , halaman 38 -- 40, Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1978.
Warnet PenaI Lift My Eyes Links Directory: Children of All Ages Ministries
http://psalm121.ca/youthchild.html
Jumlah referensi sumber bahan yang banyak merupakan hal yang penting
guna pengembangan pelayanan anak yang kita geluti. Tanpa
sumber-sumber yang cukup, pengajaran kita pun bisa sangat terbatas.
Apalagi setiap anak merupakan pribadi yang unik. Sehingga
penyampaian kita pun harus diselaraskan dengan keunikan mereka. Maka
situs I Lift My Eyes Links Directory ini perlu Anda telusuri. Situs
ini merupakan direktori khusus untuk pelayanan anak. Ada beragam
tautan yang akan membawa Anda menuju beraneka situs pelayanan anak
untuk berbagai tingkatan kelas. Memang semuanya berisi
tautan-tautan ke situs yang berbahasa Inggris, tetapi paling tidak
dapat menjadi inspirasi, bahkan sangat diharapkan dapat memperkaya
dan mempermudah para pelayan anak untuk lebih terampil dan kreatif
lagi dalam menanam kebenaran firman Tuhan kepada anak-anak layannya.
Oleh: Redaksi
Dari Anda Untuk AndaSitus PEPAK
Dari: Andry Randonuwu <kangkong_cah(at)xxxx>
>saya sangat berterima kasih dengan adanya situs ini (PEPAK),
>sebagai guru sekolah minggu yang masih baru, saya dapat mencari
>cerita-cerita tetang alkitab untuk menceritakan kepada anak-anak
>sekolah minggu. Tuhan Memberkati
Redaksi:
Puji Tuhan atas setiap berkat yang bisa didapatkan dari situs PEPAK.
Jangan lupa untuk membagikan berkat yang telah diterima kepada
rekan-rekan lain yang mungkin belum mengetahui mengenai situs PEPAK
ini <http://pepak.sabda.org/>. Kami terus menantikan kritik dan
saran bagi pengembangan situs ini lebih lanjut.
Mutiara Guru
Untuk benar-benar mengenal seseorang, amati perilakunya
ketika bersama seorang wanita, ban kempes, dan seorang anak.
|