Salam dari Redaksi
Tidak sedikit guru yang mengalami kesulitan ketika mengajar di kelas
batita, lebih daripada di kelas anak kelas besar (usia sekolah
dasar). Umumnya, kurangnya pemahaman guru terhadap anak-anak usia
itulah yang menimbulkan kesulitan tersebut. Alhasil, sulit pula
untuk menetapkan metode mengajar yang tepat. Namun, hal ini
sebenarnya akan sedikit teratasi kalau saja para guru mempelajari
ciri-ciri yang menyertai anak-anak batita dan mengerti aktivitas apa
saja yang mereka gemari. Hal inilah yang akan kita lihat lewat
sajian pekan ini.
Karena mengajar adalah sebuah seni, kami harapkan melalui edisi ini,
kita semua dapat menemukan seni mengajar seperti apa yang dapat
kita terapkan untuk anak-anak di kelas batita agar mereka pun dapat
mengenal kebenaran firman Tuhan.
Selamat mengajar!
Pimpinan Redaksi e-BinaAnak,
Davida Welni Dana
"Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini.
Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga
yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga." (Matius 18:10)
ArtikelPengalaman-Pengalaman Berharga bagi Anak Usia 2 dan 3 Tahun
Suatu pendekatan untuk memahami anak usia 2 dan 3 tahun adalah
melalui suatu pemahaman tentang pengalaman-pengalaman yang berharga
bagi mereka. Pengalaman-pengalaman yang memiliki arti tersendiri
bagi anak usia ini sering kali diartikan oleh orang dewasa sebagai
cara hidup yang berbeda.
Pengalaman-pengalaman yang disebutkan berikut ini berasal dari
laporan nyata orang tua yang memiliki anak usia 2 dan 3 tahun.
Anak usia 2 dan 3 tahun sering kali melibatkan diri mereka dalam
kegiatan sehari-hari orang tua mereka. Mencuci piring, pergi ke
toko, pergi ke binatu, naik mobil keluarga, mengisi bahan bakar
mobil, mencuci mobil, dan merawat perabot rumah tangga merupakan
minat yang membangun anak. Sering kali mereka akan meniru
kegiatan-kegiatan ini dan berpura-pura mereka adalah bagian dari
dunia orang dewasa, khususnya dunia ayah atau ibu mereka.
Anak usia 2 dan 3 tahun telah membangun minat dalam hal bercocok
tanam, membuat taman, dan mengembangkan tanaman. Mereka biasanya
senang bila diajak menggali, menyiram tanaman, menanam benih, dan
mencabut rumput. Tetapi karena jangka ketertarikan mereka masih
pendek, mereka akan segera merasa bahwa kegiatan ini adalah "kerja"
dan mereka tidak akan tertarik lagi. Mereka juga ingin tahu tentang
warna dan tekstur daun dan bunga, serta aromanya. Mereka mungkin
akan merasa sangat senang bila ada tanaman di ruangan mereka.
Anak usia 2 dan 3 tahun memiliki ketertarikan awal pada alat-alat
sederhana, seperti palu, catut, dan obeng. Tidaklah mengherankan
bila para pembuat mainan membuat peralatan-peralatan seperti ini
dari kayu atau plastik bagi anak-anak sehingga mereka bisa meniru
ayah mereka dalam merawat rumah.
Anak usia 2 dan 3 tahun senang membuat buku tempel. Bila orang tua
mau melibatkan diri dalam kegiatan ini, membantu anak membuka-buka
majalah lama, mengoleksi gambar yang disukai anak, dan membantu
anak menempelkannya di buku tempel itu, orang tua akan merasa bahwa
anak mereka memiliki imajinasi yang terus berkembang dalam memilih
dan menggunakan bahan-bahan ini. Gambar-gambar yang dipilih sebagai
dasar minat anak pada usia ini antara lain adalah gambar binatang
peliharaan, rumah, binatang ternak, keluarga, dan benda-benda yang
berhubungan lainnya.
Kamar anak dan rumah merupakan tempat favorit. Ruang gerak mereka
juga relatif kecil dibandingkan dengan ruang aktivitas anak-anak
yang lebih tua; sebagian besar aktivitas mereka dihabiskan di kamar
dan rumah. Pengalaman-pengalaman yang berpusat di kamar dan rumah
merupakan sesuatu yang paling mereka sukai.
Binatang peliharaan memberi pengalaman yang berharga bagi anak usia
2 dan 3 tahun. Mereka mungkin memiliki binatang peliharaan sendiri
atau mungkin binatang yang ingin mereka pelihara.
Anak usia 2 dan 3 tahun juga tertarik pada perawatan bayi di tengah
keluarga mereka atau tetangga mereka. Mereka belajar bagaimana ayah
dan ibu menggendong, memberi makan, dan merawat bayi. Hal ini bisa
membangun keingintahuan alami yang dimiliki anak pada saat mereka
masih bayi.
Anak-anak yang masih kecil ini membangun keingintahuan dan minat
alami mereka terhadap hujan badai. Mereka sering kali belajar takut
atau berani dari rekasi orang tua terhadap badai.
Orang yang melayani di rumah dan di komunitas, misalnya pengantar
susu, tukang pos, polisi, pemadam kebakaran, dan pengangkut sampah,
menarik minat anak-anak ini. Karena pekerjaan ini lebih menyentuh
kehidupan anak usia 2 dan 3 tahun daripada pekerjaan sebagai
akuntan, pengusaha, atau guru, lebih mudah dipahami bila mereka
mengembangkan minat awal mereka pada pekerjaan-pekerjaan yang memang
lebih dekat dengan mereka itu.
Suasana keluarga merupakan faktor penting dalam sikap anak-anak ini
terhadap Tuhan dan firman-Nya. Bila mereka hidup dalam keluarga yang
menderita karena stres, lebih sulit untuk menghormati kasih dan
kebaikan Tuhan. Hubungan dengan orang tua, antara satu dan yang lain
dan antara orang tua dan anak, memberikan kesan yang mendalam bagi
anak-anak ini karena mereka membentuk konsep awal tentang hal-hal
rohani.
Dunia buku merupakan suatu bagian penting dari pengalaman yang
seolah-olah mereka alami sendiri. Tentu saja di tahap awal usia ini,
anak-anak dikenalkan dengan buku-buku melalui orang tua yang
membacakannya bagi mereka. Ini merupakan pengalaman yang penting
karena bisa semakin mendekatkan anak dan orang tua, baik secara
fisik maupun mental. Anak usia 2 dan 3 tahun siap untuk mendengarkan
cerita Alkitab yang pendek, sederhana, dan mereka mampu memberikan
reaksi terhadap cerita tersebut. (t/Ratri)
Sumber: Childhood Education in the Church, Robert E. Clark, Joanne Brubaker, & Roy B. Zuck, , Artikel Meaningful Experiences for Twos and Threes, halaman 106 -- 107, Moody Press, Chicago, 1986.
Tips MengajarCiri Khas Anak Batita dan Metode Mengajar yang Tepat
JASMANI
Ciri Khas
- Sangat aktif, senang berlari, dan melompat.
- Cepat lelah.
- Otot kecil belum berkembang secara sempurna.
- Belum dapat mengatur persendian otot-otot.
- Pada umumnya sudah dapat mengendalikan diri dalam membuang air
besar maupun kecil.
- Mudah terserang penyakit.
- Pita suara belum berkembang secara sempurna.
Penerapan Praktis/Metode Mengajar
- Ruang kelas harus luas, guna memenuhi kebutuhan mereka.
- Jangan berikan aktivitas yang terlalu berat.
- Belum dapat mengerjakan pekerjaan tangan yang terlalu rumit.
- Tidak dapat duduk tenang terlalu lama.
- Bila mengalami masalah dalam hal ini, mungkin itu disebabkan oleh
gangguan emosi.
- Jagalah kebersihan kelas, pisahkanlah anak yang sedang sakit.
- Jangan memaksa mereka untuk menyanyi dengan nada tinggi, dengan
suara yang tepat ataupun keras.
MENTAL
Ciri Khas
- Daya konsentrasi lemah, mudah merasa jemu.
- Rasa ingin tahu sangat besar, suka menjamah benda-benda yang
ditemuinya.
- Belajar melalui pancaindra.
- Menyukai hal-hal yang sudah dikenal dan senang untuk mengulang.
- Perbendaharaan kata masih sangat terbatas.
- Daya ingat masih kurang, perlu sering diingatkan kembali.
- Suka menggambar.
- Belajar melalui bermain.
Penerapan/Metode Mengajar
- Waktu untuk bercerita cukup 5 -- 10 menit.
- Hindarkan benda-benda yang mudah pecah dan berbahaya.
- Pelajaran harus disampaikan dengan alat peraga.
- Sediakanlah aktivitas yang telah mereka kenal, dan ulang-ulanglah
cerita Alkitab.
- Gunakanlah kata-kata yang sederhana, baik dalam bercerita maupun
berdoa.
- Gunakan beberapa hari Minggu untuk menceritakan satu tema, banyak
hal yang perlu diingatkan berulang kali.
- Adakan aktivitas menggambar untuk mengembangkan daya khayal
mereka.
- Ajaklah mereka mempelajari kebenaran melalui aktivitas bermain.
EMOSI
Ciri Khas
- Menyukai suasana yang sudah dikenal dan takut pada suasana yang
asing.
- Takut pada orang asing.
- Emosinya tidak stabil.
- Sangat peka terhadap lingkungan sekitar.
Penerapan/Metode Mengajar
- Gunakan kelas yang sama modelnya.
- Aturlah guru tetap yang sudah dikenal, jangan selalu mengganti
guru, perlu membina hubungan akrab antara guru dan murid.
- Guru harus ramah, memberikan rasa aman pada anak.
- Penerangan kelas harus cukup, warna harus lembut dan
menyenangkan, kurangi suara gaduh.
PERGAULAN
Ciri Khas
- Sifat ketergantungan masih besar, namun juga ingin menonjolkan
sifat kemandirian.
- Egosentris, egoistis.
- Suka mengatakan "tidak". Masa ini adalah masa menentang.
Penerapan/Metode Mengajar
- Berikan pertolongan seperlunya, biarkan ia melakukan hal-hal
yang mampu dilakukannya.
- Ajarkan untuk bergaul dengan orang lain dan rela membagi miliknya
dengan orang lain.
- Harus memahami kata "tidak" yang diucapkan mereka, kadang-kadang
berarti "tidak dapat mengerjakan", "tidak mengerti", atau
"mengapa".
KEROHANIAN
Ciri Khas
- Meniru tingkah laku orang dewasa, termasuk juga sikapnya terhadap
Tuhan.
- Banyak kebenaran yang tak dapat dipahami, namun dapat dirasakan.
- Tahu mengucapkan syukur pada Bapa di surga.
- Suka mendengar cerita Alkitab.
- Dapat memahami kasih Allah.
- Dapat memahami hal-hal yang berhubungan dengan Allah.
Penerapan/Metode Mengajar
- Selain mengajar kebenaran Alkitab, berilah juga contoh yang
tepat.
- Sikap dan tingkah laku guru harus menyebabkan mereka memahami
arti hidup yang beribadah kepada Tuhan.
- Ajarkan mereka bersyukur dalam segala perkara.
- Pada saat menyampaikan cerita, Alkitab sebaiknya dalam keadaan
terbuka.
- Kasih seorang guru dapat membuat mereka memahami kasih dan
pemeliharaan Allah.
- Perlu mengulang-ulang cerita Alkitab.
Sumber: Pembaruan Mengajar, Dr. Mary Go Setiawani, , halaman 21 -- 22, Yayasan Kalam Hidup, Bandung.
Bahan MengajarYusuf -- Cerita yang Penuh Warna
Ayat hafalan
Roma 8:28
Konsep pengajaran
Dalam cerita yang penuh warna ini, murid-murid Anda akan belajar
tentang Yusuf dan kakak-kakaknya, serta bagaimana Tuhan mengubah
suatu keadaan yang buruk menjadi sesuatu yang baik. Mereka akan
belajar bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka, apa pun yang
terjadi dan bagaimana pun perilaku mereka. Pelajaran ini dipertajam
dengan keterampilan dan kegiatan yang menggunakan warna-warna yang
sama seperti yang disebutkan dalam cerita. Warna-warna ini
menggambarkan sifat perasaan dan perilaku.
Kegiatan pembuka
- Sebuah gambar Yusuf yang berwarna -- Yusuf dan jubahnya yang
berwarna-warni.
- Bila murid-murid Anda masih kecil, mereka akan senang bermain
kain perca. Guntinglah kain perca itu dalam bentuk persegi. (Anda
juga bisa membeli kain ini di toko barang bekas atau pada saat
toko cuci gudang atau guntinglah pakaian yang sudah tidak dipakai
menjadi bentuk persegi kecil-kecil.) Biarkan murid-murid Anda
bermain dengan kain-kain itu. Mereka mungkin ingin mengelompokkan
kain-kain itu berdasarkan warna atau polanya. Anda juga bisa
meminta mereka untuk memilih kain mana yang mereka suka atau pola
mana yang akan mereka pilih bila ibu mereka akan membuatkan baju
untuk mereka. Anda juga bisa meminta murid-murid Anda untuk
mengambil kain mana yang mereka suka untuk kemudian dikumpulkan
dan ditempel di buku koleksi kain perca.
Pelajaran
Hari ini kita akan mendengarkan cerita yang penuh warna. Dengarkan
baik-baik dan lihat berapa warna yang bisa kalian lihat di cerita
ini.
Dulu ada seseorang bernama Yakub yang memunyai dua belas anak
laki-laki. (Anda bisa menempelkan gambar dua belas tokoh ini di
papan tulis dan mintalah kepada anak-anak untuk menghitungnya saat
Anda menempelkannya atau minta mereka untuk menghitungnya
bersama-sama dengan Anda setelah gambar ditempelkan.) Tetapi dari
semua anak ini, Yusuf adalah anak yang paling disayanginya.
(Lingkarilah salah satu gambar untuk menunjukkan Yusuf.) Yakub ingin
menunjukkan betapa ia mengasihi Yusuf sehingga ia membuat sebuah
jubah istimewa untuk Yusuf. (Tempelkan jubah putih dari kertas di
atas gambar Yusuf atau tempelkan lagi satu gambar Yusuf.) Jubah ini
sangat indah dan kapan pun Yusuf mengenakannya, saudara-saudaranya
merasa iri (iri ditandai dengan warna hijau). Mereka tidak merasa
ini semua tidak adil karena Yusuf mendapatkan jubah yang indah itu
sementara mereka tidak.
Kadang-kadang Yusuf ingin melihat apa yang dikerjakan oleh
kakak-kakaknya, tetapi ia tidak diizinkan oleh ayahnya sehingga ia
melarikan diri dari rumah dan mengatakan hal itu kepada
kakak-kakaknya. Perbuatannya ini justru membuat kakak-kakaknya
semakin marah. Hati mereka menjadi kelam (hitam) karena iri dan
prasangka buruk terhadap adiknya ini. (Tambahkan beberapa garis
hitam pada jubah itu.) Suatu hari, Yusuf disuruh ayahnya untuk
menengok kakak-kakaknya yang sedang menggembalakan domba di padang.
Dari kejauhan, kakak-kakaknya melihatnya datang karena ia memakai
jubah yang penuh warna itu dan mereka kemudian mulai berkata-kata
yang jahat tentangnya dan membuat rencana jahat yang akan mereka
lakukan karena mereka sangat membenci Yusuf.
Saat Yusuf sudah dekat, mereka memeluknya dan melepaskan jubahnya
yang indah itu. Mereka membuang Yusuf ke sebuah sumur yang dalam dan
gelap. Yusuf sangat takut. Ia hanya bisa melihat kegelapan.
(Tambahkan lagi garis hitam.)
Kemudian kakak-kakak Yusuf melihat segerombolan orang yang lewat
yang menuju ke Mesir. Kakak-kakak Yusuf itu segera mengeluarkannya
dari sumur yang gelap itu dan menjualnya kepada orang-orang itu
untuk mereka bawa ke Mesir menjadi budak mereka.
Kakak-kakaknya ini tidak bisa pulang tanpa membuat suatu rencana.
Mereka memutuskan untuk membunuh seekor domba dan memercikkan darah
merahnya ke seluruh jubah Yusuf yang indah itu. (Tambahkan warna
merah ke jubah.) Mereka membawa jubah itu pulang dan mengatakan
kepada ayah mereka bahwa Yusuf telah diserang oleh binatang buas dan
hanya jubahnya yang tertinggal.
Hal ini membuat ayah Yusuf sedih. Ia mengira anak yang ia kasihi
telah pergi selamanya. (Tambahkan warna biru di jubah.) Ia menangis
dan berduka karena kehilangan anak yang ia kasihi selamanya.
Tetapi ini bukanlah akhir dari cerita. Tuhan ada bersama Yusuf dan
menjaganya. Tuhan memiliki rencana atas hidup Yusuf.
Tuhan melihat Yusuf. Yusuf bukanlah anak yang sempurna. Ia mungkin
dimanja dan diakui (sombong), serta seorang pengadu. Kakak-kakaknya
iri dan berbuat jahat kepadanya. Tetapi Tuhan mengubah situasi yang
tidak baik menjadi sesuatu yang baik. Kita akan melihat bagaimana
Tuhan mengembalikan perbuatan jahat menjadi perbuatan baik.
Kadang-kadang ada kejadian yang tidak menyenangkan yang terjadi
dalam hidupmu sehingga kamu berpikir hal itu tidak adil. Mungkin ada
orang yang mengganggumu atau mengejekmu. Atau ada salah seorang
dalam keluargamu yang sakit atau tidak memunyai pekerjaan. Tuhan
ingin kamu tahu bahwa Ia selalu ada bersamamu apa pun yang terjadi.
Ia mengawasimu dan keluargamu. Ia bersamamu ke mana pun kamu pergi,
dan apa pun yang kamu lakukan. Ia bisa mengubah sesuatu yang tidak
baik menjadi baik.
Jadi, jika kamu memunyai masalah atau terjadi sesuatu yang tidak
menyenangkan, ingatlah bahwa Tuhan bersamamu. Saat kamu berdoa
kepada-Nya, Tuhan ada untuk mendengarkan masalah-masalahmu.
Doa
Mintalah tiap anak untuk melipat tangan, menutup mata mereka, dan
menirukan apa yang Anda katakan.
Tuhan,
Terima kasih karena Engkau ada bersamaku
Apa pun yang terjadi
Terima kasih Engkau bisa
mengubah hal yang tidak baik
menjadi baik.
Dalam nama Yesus
Amin
Pertanyaan
Tanyakanlah kepada anak-anak warna apa saja yang mereka dengar dalam
cerita ini. Diskusikan setiap warna dan bagaimana mereka
menggambarkan emosi dari tiap warna itu. (t/Ratri)
Sumber: Danielle`s Place of Craft and Activities, http://www.daniellesplace.com/html/rrpreschoolsamplejoseph.html, Artikel Joseph - A Very Colorful Story oleh Tidak dicantumkan.
Warnet PenaLittle Blessing Bible Lessons: Free Preschool Bible Lessons On-Line
http://lbbl.homestead.com/samples.html
Allah sangat rindu menyatakan setiap rencana dan tujuan-Nya dalam
hidup kita, termasuk hidup anak-anak. Ia berbicara kepada kita, saat
kita berdiam diri di hadapan-Nya dan mendengarkan-Nya. Dalam halaman
"Free Preschool Bible Lessons On-line", disajikan tiga cerita
Alkitab yang akan menerangkan kepada anak-anak bagaimana mereka
dapat datang kepada Allah, memandang, dan mendengarkan-Nya. Tiga
cerita tersebut dikemas secara lengkap untuk anak-anak kelas kecil
(usia belum sekolah) dan dapat dicetak serta diajarkan dengan mudah.
Ayo cepat kunjungi halaman ini, karena pelajaran-pelajaran yang ada
di dalamnya hanya akan Anda temui sampai bulan Oktober ini saja.
Mulai bulan November sampai Desember, pelajaran akan berganti dengan
"Jesus is ready to bless children and our Christmas Bible Lessons!"
Satu hal yang harus diingat, Anda harus memiliki program Adobe
Reader karena setiap pelajaran yang ada disajikan dalam format PDF.
Selain tiga contoh cerita Alkitab, masih ada artikel-artikel pendek
seputar persiapan mengajar untuk anak usia belum sekolah, juga
contoh-contoh kegiatan yang dapat diterapkan dalam proses
belajar-mengajar. Selamat berkunjung!
Sumber: http://lbbl.homestead.com/samples.html
Stop PressSeminar "Guru Kreatif? Bisa!"
Tentunya guru sekolah minggu ingin menjadi guru kreatif, tetapi
bagaimana? Seminar ini akan menjawabnya.
| Hari/Tanggal | : | Kamis dan Jumat, 25 dan 26 Oktober 2007 |
| Waktu | : | Pukul 18.00 -- 20.00 WIB |
| Tempat | : | Menara BTC, "Blessing Room" Lt. 6 |
| | Jl. Dr. Djundjunan No. 143 -- 149 Bandung |
| Biaya | : | Rp 60.000,-/orang (snack dan makalah) |
| Penyelenggara | : | Yayasan Persekutuan Untuk Perkabaran Injil |
| Pendaftaran | : | Persekutuan Evangelisasi Anak-anak |
| | KOTAK POS 1030, Bandung 40010 |
| | Jl. Cihanjuang KM 5,2 Cimahi atau |
| | Jl. Nakula 59A Blk. 41, Bandung |
| | Telp. (022) 6652410 atau (022) 6003994 |
| | E-mail: ahchild(at)bdg.centrin.net.id |
Informasi lebih lengkap bisa dilihat di:
==> http://web.rr-ss.net/?q=node/7
Mutiara Guru
Kehidupan masa kanak-kanak dapat menjadi model kehidupan
masa depannya. Masa awal kehidupan anak adalah
masa yang sangat penting; oleh sebab itu
harus ditetapkan suatu dasar yang kuat dan baik.
|