Salam dari Redaksi
Salam kasih,
Jika seorang guru sekolah minggu memunyai tanggung jawab untuk
membawa anak-anak datang kepada Kristus, bagaimana ia melakukannya?
Tentu saja dimulai dengan mengenalkan Kristus kepada anak layan dan
sumber yang paling tepat untuk dapat mengenal-Nya adalah Alkitab.
Alkitab adalah firman Allah. Hal-hal yang ingin diketahui tentang
Allah, siapa dan apa yang dikerjakan Kristus dapat ditemukan
jawabannya di sana. Karena Alkitab ditulis orang dewasa, tugas
pelayan anaklah untuk mengomunikasikan isinya agar dimengerti anak.
Sehingga anak dapat menjadi pelaku firman-Nya dan dapat
memperlakukan serta menempatkan Alkitab sebagaimana mestinya dalam
kehidupannya.
Mengingat arti penting Alkitab untuk hidup anak-anak, kali ini
e-BinaAnak menyajikan bahan-bahan yang dapat dipakai para pelayan
anak sebagai bekal untuk mengenalkan Alkitab kepada anak-anak layan.
Silakan disimak dan selamat melayani!
Redaksi tamu e-BinaAnak,
Puji Arya Yanti
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk
mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan
dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." (2Timotius 3:16)
ArtikelMengenalkan Alkitab kepada Anak-Anak
Para penginjil Kristen sering kali mengatakan bahwa Alkitab adalah
kitab yang paling penting yang pernah ditulis. Mereka memercayai
kitab ini dari "awal sampai akhir", tetapi pada kenyataannya dalam
kehidupan sehari-hari, pengalaman tidak selalu mendukung iman yang
diyakini. Minggu pagi, Alkitab dibawa ke gereja dan setelah itu
dikembalikan ke rak buku dan tidak diambil lagi sampai hari Minggu
berikutnya. Banyak anak yang tidak melihat orang tuanya membaca dan
hidup dalam firman Allah. Martha Aycock mengatakan,
"Sebagian besar pendidik dan ahli teologi setuju bahwa cara yang
paling efektif bagi anak-anak untuk mulai tahu dan memahami
kebenaran yang tertulis dalam Alkitab adalah dengan hidup bersama
orang dewasa yang kehidupannya mencerminkan kebenaran-kebenaran
ini. Saat mereka melakukan kebenaran-kebenaran ini, anak-anak
menangkap semangat dalam Kristus jauh sebelum mereka bisa membaca
atau memahami kata-kata tentang-Nya."
Berikut adalah beberapa pertimbangan tujuan penting saat menggunakan
Alkitab bersama anak-anak.
- Supaya anak bisa menunjukkan kasih yang terus bertumbuh kepada
Alkitab.
- Supaya anak bisa memahami bahwa Alkitab adalah dasar iman Kristen
dan kekuasaan mutlak dalam iman dan tingkah laku.
- Supaya anak bisa memahami bagaimana kebenaran Alkitab diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari.
- Supaya anak bisa memahami keaslian Alkitab, termasuk persiapan
dan penyajiannya.
- Supaya anak bisa memahami isi, kebiasaan/adat, sejarah, dan
geografi dari Alkitab.
- Supaya anak mau berkomitmen untuk mengingat ayat-ayat dalam
Alkitab.
TEMPAT DAN PENTINGNYA ALKITAB DALAM MENGAJAR ANAK-ANAK
Sebenarnya, apakah yang kita maksud saat kita mengatakan bahwa
Alkitab adalah buku yang istimewa, bahwa Alkitab sangat penting dan
harus menempati posisi yang utama dalam pengakuan? Apakah itu
berarti kita harus memiliki tempat yang khusus untuk menempatkan
Alkitab di rumah atau di ruang sekolah minggu? Apakah itu berarti
seseorang harus berhati-hati saat memegang Alkitab? Apakah itu
berarti seorang guru harus selalu memastikan anak-anak memahami
bahwa cerita yang dikisahkan dan ayat-ayat yang diajarkan adalah
diambil dari Alkitab?
Semua hal di atas mungkin penting, tetapi kita harus membatasinya
dan mengajarkan kepada anak-anak kita bahwa Alkitab adalah "napas
Allah", pesan tertulis, yang memberi jawaban kepada kita atas
pertanyaan-pertanyaan tentang Allah, diri kita sendiri, dan
kehidupan Kristen. Anak-anak perlu tahu bahwa Alkitab adalah
kekuasaan tertinggi kita -- suatu kitab yang tak ada kesalahannya
dalam bahasa aslinya. Alkitab menunjukkan kepada kita jalan untuk
datang kepada Allah melalui Yesus Kristus, membantu kita mengetahui
bagaimana hidup dalam kehidupan Kristen, dan memberi kita tuntunan
untuk membuat keputusan sehari-hari.
Alasan terbaik bahwa Alkitab adalah penting berasal dari Alkitab itu
sendiri. "Semua Kitab adalah napas Allah dan sangat berguna untuk
mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki, dan mendidik dalam
kebenaran sehingga tiap manusia kepunyaan Allah bisa benar-benar
dilengkapi untuk setiap perbuatan baik" (2Tim. 16-17).
Ayat Alkitab berikut ini memberi alasan kepada kita mengapa kita
perlu mengajarkan Alkitab.
"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?
Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu; Dalam hatiku aku
menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau; Aku
ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan
perintah-perintah-Mu terhadap aku; Untuk selama-lamanya, ya TUHAN,
firman-Mu tetap teguh di sorga" (Mzm. 119:9,11,19,89).
"Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk
menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada
pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci" (Rm.
15:4).
"Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata
murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua
yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa
Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu
memperoleh hidup dalam nama-Nya" (Yoh. 20:30-31).
"Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah
engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang
yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil
engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat
kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada
Kristus Yesus" (2Tim. 3:14-15).
Surat 2Tim. 3:14 merupakan kunci pemahaman kita tentang tugas yang
kita emban saat mengajarkan Alkitab kepada anak-anak. Meskipun
Alkitab ditulis oleh orang dewasa, kita sebagai orang dewasa
memiliki tanggung jawab untuk melatih anak-anak kita sesuai dengan
rencana Allah, dan ini terutama harus terjadi di rumah.
MENGHUBUNGKAN ALKITAB DENGAN KEHIDUPAN
Seorang guru sekolah minggu yang baik dan yang saya kenal, selalu
mencoba sesuatu yang baru dan kreatif terhadap murid-murid kelas
lima yang diajarnya. Murid-muridnya bisa menceritakan beberapa ayat
tentang doa, termasuk: "Berdoalah selalu dengan seluruh doa dan
permohonan", "Manusia harus selalu berdoa", "Doakan sesamamu".
Tetapi ia tidak pernah bisa menyuruh murid-muridnya untuk memimpin
doa.
Ia kemudian menetapkan tujuan yang berhubungan dengan perilaku di
kelasnya dalam semester ini, setiap anak akan belajar berdoa secara
lisan. Kemudian ia menyusun cara untuk mencapai tujuannya itu.
Minggu berikutnya, saat anak-anak masuk ke kelas, ia membawa kursi
tambahan dan menempatkannya di lingkaran tempat duduk. Ia
mengatakan kepada murid-muridnya bahwa Yesus sedang duduk di kursi
itu meskipun Ia tidak bisa dilihat oleh mata manusia dan ia ingin
setiap anak mengatakan sesuatu kepada Yesus seolah-olah Yesus
benar-benar ada. Perlahan-lahan, dengan kaku, setiap anak mulai
mengatakan sesuatu. Seorang anak, yang berusaha keras untuk tidak
terlibat, mengatakan, "Aku cinta Yesus." Sungguh luar biasa! Selama
semester itu, guru ini melihat tujuannya tercapai dan murid-muridnya
mulai melihat bagaimana Alkitab berhubungan dengan kehidupan pribadi
mereka. Mereka mulai memahami bahwa Tuhan ada bersama mereka dan
mereka bisa berbicara dengan-Nya tentang apa saja dan semudah mereka
berbicara dengan guru atau teman-teman mereka.
Suatu malam, anak kami yang berusia 9 tahun berkata bahwa ia takut
tertidur. Beberapa hari kemudian, kami membaca kitab Mazmur, "Dengan
tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya
Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman." (Mzm.
4:8). Julie menatap saya, tersenyum, dan berkata, "Saya tidak tahu
Alkitab mengatakan hal itu." Ia menemukan bahwa Alkitab memunyai
sesuatu yang harus dikatakan saat ia menghadapi suatu masalah.
Saat kita mulai melihat perubahan dalam kehidupan murid-murid kita
sebagai hasil dari cerita Alkitab, pemahaman Alkitab, dan ayat
hafalan, maka kita mulai mencapai tujuan kita. (t/Ratri)
Sumber: Childhood Education in the Church, Robert E. Clark, Joanne Brubaker, & Roy B. Zuck, , Artikel Using the Bible with Children oleh Elizabeth Gangel, halaman 381 -- 383 dan 393, Moody Press, Chicago, 1986.
Tips MengajarMembuat Alkitab Menjadi "Hidup"
Apakah mata murid-murid Anda tidak tertuju kepada Alkitab saat sesi
pembacaan Alkitab? Apakah anak yang Anda suruh membaca Alkitab,
membaca Alkitab dengan monoton? Berikut adalah beberapa ide untuk
membuat sesi pembacaan Alkitab menjadi hidup! Rencana, persiapan,
dan praktik akan memastikan bahwa Anda memperlakukan Alkitab dengan
benar, meski dengan cara yang inovatif.
Dasar-Dasar untuk Anak Prasekolah
| Ide pokok | : | mendorong anak-anak kecil untuk menghormati firman |
| | Allah meskipun mereka belum bisa membacanya. |
Guru-guru anak prasekolah harus memegang Alkitab dalam keadaan
terbuka selama membacakan cerita Alkitab dan menyimpan Alkitab
di ruang ibadah. Bacakan ayat hafalan harian dari Alkitab untuk
mereka (bukan hanya dari kartu atau poster) dan tunjuk setiap
kata seraya Anda membacanya. Mata anak akan mengikuti jari Anda
dan mereka akan memahami bahwa kata-kata itu benar-benar berasal
dari Alkitab.
Dengan Memegang Pensil Warna
| Ide pokok | : | karena sesi Alkitab berisi membaca dan belajar, |
| | doronglah murid-murid untuk menggarisbawahi frasa |
| | atau ayat yang memiliki makna khusus bagi mereka |
| | dengan pensil warna. |
Sarankan murid-murid Anda untuk saling berbagi ayat atau frasa
yang mereka tandai dan mengapa mereka menganggapnya penting.
Kegiatan seperti ini bisa menjadi kegiatan rutin dalam sesi
pelajaran Alkitab dan membantu murid-murid untuk memikirkan
dengan cermat apa yang mereka baca. (Atau murid-murid dapat
menggarisbawahi ayat hafalan mingguan di Alkitab mereka sendiri.
Mereka akan lebih mudah untuk kembali membaca ayat itu.)
Pastikan Anda telah menanamkan kesan pentingnya menandai Alkitab
mereka.
Drama
| Ide pokok | : | percakapan yang ada dalam Alkitab dapat dibaca oleh |
| | beberapa orang sebagai suatu drama. |
Drama dapat dilakukan di depan kelas atau sebagai percakapan
"spontan" yang dilakukan di tempat duduk masing-masing.
Percakapan murid-murid Yesus, Yesus berbicara kepada seseorang
di antara kerumunan orang banyak, atau pertemuan Yusuf dengan
saudara-saudaranya dapat dipakai sebagai model percakapan.
Menirukan (Mime)
| Ide pokok | : | konsep atau cerita Alkitab dapat dilakonkan secara |
| | bisu seraya cerita itu dibacakan. |
Minta pembaca untuk membacakan bagian Alkitab di belakang layar
atau rekam bagian Alkitab itu pada sebuah kaset sebelum waktu
pertunjukan. Orang lain dapat diminta untuk memerankan apa yang
dibaca itu secara spontan. Atau minta dua atau tiga orang untuk
bersama-sama mempersiapkan apa yang akan dilakonkan itu terlebih
dahulu.
Membaca Secara Bergantian (Antiphonal)
| Ide pokok | : | bagi kelas menjadi dua kelompok untuk membaca Alkitab |
| | secara antiphonal -- secara bergantian. |
Gunakan Alkitab yang sama sehingga semua orang membaca bacaan
yang sama. Umumkan nomor halaman dan referensi Alkitab. Untuk
mengawali, coba Mazmur 24: kelompok satu membaca ayat pertama,
kelompok dua membaca ayat kedua, lalu kelompok pertama membaca
ayat ketiga dan seterusnya. Kelompok yang berdiri dan berhadapan
satu sama lain membuat pembacaan Alkitab terasa hidup. Ide lain
untuk membaca Alkitab secara berkelompok adalah dengan membaca
secara bersama-sama. Atau mendorong pembaca untuk memakai nama
mereka sendiri pada bagian Alkitab yang dibaca.
Alkitab dalam Banyak Bahasa
| Ide pokok | : | mintalah murid Anda yang dapat berbicara dengan |
| | bahasa lain untuk membaca Alkitab bergantian dengan |
| | bahasa yang satunya. |
Untuk efek dramatis, minta pembaca untuk membaca semua ayat pada
saat bersamaan. Kadang-kadang, lakukanlah hal seperti itu,
mendengar pembacaan Alkitab dalam bahasa yang berbeda akan
membuat murid-murid Anda berpikir betapa besarnya Allah kita dan
firman-Nya itu.
Slide Ilustratif
| Ide pokok | : | saat pasal dalam Alkitab dibaca, pasanglah slide yang |
| | mengilustrasikan pasal yang dibaca itu di layar atau |
| | di dinding. |
Murid remaja dan orang dewasa yang menggemari fotografi akan
dengan senang hati mengoperasikan atau memberikan slide.
Pertimbangkan untuk menggunakan slide yang menampilkan jemaat
ketika wajah mereka dapat mewakili bagian Alkitab yang dibaca.
Tema-tema Injil yang mungkin dapat dipakai: penciptaan,
penyembahan, pujian, sukacita, keluarga, mengasihi sesama,
melayani sesama, dan mengampuni.
Kaset Alkitab
| Ide pokok | : | minta murid-murid untuk menutup mata mereka saat Anda |
| | memutar rekaman Alkitab. |
Untuk kelompok besar atau seluruh jemaat, putar rekaman itu
melalui sistem yang memungkinkan semua orang dapat mendengarnya.
Ketika orang-orang menutup mata, mereka akan lebih
berkonsentrasi. Beberapa rekaman Alkitab yang diperjualbelikan
telah dibubuhi dengan efek dramatis.
Musik
| Ide pokok | : | putar musik yang sesuai sebagai latar belakang saat |
| | Alkitab dibaca. |
Nyanyian pujian dapat mengiringi keberhasilan Yesus memasuki
Yerusalem; musik lembut saat Yesus berdoa, musik penuh keagungan
untuk Sepuluh Hukum. Sesuaikan musik dengan pesan yang
disampaikan.
Membaca Layaknya Paduan Suara
| Ide pokok | : | minta dirigen Anda untuk menulis bagian Alkitab |
| | sehingga dapat dibaca layaknya paduan suara. |
Gunakan hanya kata-kata yang ada dalam Alkitab, tapi frasa yang
beragam mungkin dapat diulang sebagai tanda penekanan, seperti
refrein.
Lagu yang Benar-Benar Diambil dari Alkitab
| Ide pokok | : | susun kata-kata dalam Alkitab ke dalam musik yang |
| | sudah dikenal. |
Ini adalah cara yang efektif dan menyenangkan untuk menghafal
Alkitab. Gunakan musik dari lagu atau refrein yang sudah
dikenal. Ketika Anda mengingat lagu "baru", nyanyikan lagu itu
di setiap kelas.
Menggunakan buku nyanyian pujian dengan indeks Alkitab akan
menunjukkan kepada murid-murid Anda bahwa kidung dan pujian yang
banyak itu didasarkan pada Alkitab.
Pameran Alkitab
| Ide pokok | : | menyiapkan pameran Alkitab untuk "Minggu Alkitab". |
Pamerkan beragam terjemahan Alkitab; buka Alkitab-Alkitab itu
pada bagian yang sama sehingga kemiripan dan perbedaan dapat
terlihat. Jika memungkinkan, sertakan Alkitab dalam bahasa asing
dan Alkitab untuk orang buta (Braille). Iklankan beragam Alkitab
itu kepada murid Anda: Alkitab terbesar dan terkecil, Alkitab
keluarga yang mengandung nilai sejarah, Alkitab dengan cetakan
huruf besar, Alkitab "red-letter edition" (edisi sangat
penting), atau Alkitab yang sudah sangat tua, dll.. Ceritakan
pameran Anda ini kepada kelas lain atau bahkan kepada seluruh
jemaat. (t/Dian)
Sumber: Super Sunday School Source Book, , Artikel Making Scripture Come Alive, halaman 95 -- 96, David C. Cook Publishing Co., Westin, Illinois.
Tips MengajarLima Menit Membaca Alkitab
Karena sebagian besar waktu anak dihabiskan dalam keluarga mereka,
guru sekolah minggu hendaknya bekerja sama dengan orang tua untuk
mengenalkan Alkitab kepada anak. Dalam pertemuan dengan orang tua
atau dalam kunjungan ke rumah anak, kita dapat memberikan
petunjuk-petunjuk berikut.
LIMA MENIT MEMBACA ALKITAB
Jadwal anak Anda sehari-hari mungkin terdiri dari mandi, tidur
siang, dan tidur malam. Tapi pasti selalu masih ada waktu lima menit
yang kosong untuk membaca Alkitab. Berikut poin-poinnya.
Tentukan waktu membaca Alkitab yang rutin.
Cobalah untuk melakukannya pada waktu yang kira-kira sama setiap
harinya, mungkin setelah sarapan atau sebelum makan malam.
Bacalah cerita-cerita dari Alkitab anak-anak.
Gunakan Alkitab anak-anak atau Alkitab bergambar. Jangan terlalu
panjang ceritanya, cukup yang singkat saja. Beberapa anak senang
memegang Alkitab pada saat Anda membacakannya. Menggunakan boneka
tangan untuk bercerita pasti sangat menyenangkan.
Perkenalkan bahan-bahan cerita lainnya.
Buku mewarnai yang berisi cerita Alkitab juga merupakan cara yang
baik sekali untuk membagikan suatu cerita.
Peragakan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar kita.
Apabila di cerita Alkitab tersebut terdapat benda-benda yang
terdapat di rumah Anda, gunakanlah. Benda pendukung yang dapat
dilihat membuat sebuah cerita menjadi nyata bagi anak-anak. Jika
Anda sedang membaca mengenai bahtera Nuh, ambil bantal kursi
untuk dijadikan bahtera, lalu taruh mainan binatang-binatangan di
atasnya.
Nyanyikan lagu-lagu yang menyenangkan dan riang.
Anda bisa memulai waktu membaca Alkitab dengan menyanyikan
lagu-lagu rohani yang bisa Anda dapatkan di toko-toko buku
Kristen. Melompat-lompalah dan bertepuk tangan.
Berikan ayat untuk dihafalkan.
Pilihlah sebuah ayat dari Alkitab dan hafalkan setiap hari sampai
anak Anda dapat mengingatnya. Latihlah dengan cara meminta ia
mengisi rumpang pada ayat itu.
Buatlah doa yang mudah dan ringan bagi anak Anda.
Pada awalnya, Anda harus memberikan contoh doa yang sederhana.
Seperti, " Terima kasih Tuhan untuk matahari. Terima kasih
untuk hari ini. Amin." Setelah beberapa saat, tanyakan pada anak
Anda apakan ada yang ingin ia doakan.
Bersabarlah.
Kadang-kadang, waktu membaca Alkitab harus dipersingkat karena
anak kita mengantuk atau sedang tidak mood. Tujuannya adalah
supaya menjaga komitmen untuk tetap mempertahankan rutinitas
membaca Alkitab yang positif sebanyak mungkin. Hal itu akan
menjadi bagian dari hari-hari anak Anda yang berkata, "Mari ambil
waktu untuk bersenang-senang dengan Tuhan!"
Sumber: Jawaban.com, http://jawaban.com/news/relationship/detail.php?id_news=070716134844 oleh Tidak dicantumkan.
Bahan MengajarAlkitab Sebagai firman Allah
Bahan Alkitab:
Mazmur 119:1-8,105 dan 2Timotius 3:15-17
Tujuan khusus:
Anak dapat: - menjelaskan arti Alkitab sebagai firman Allah;
- mengungkapkan kebahagiaan hidup sesuai dengan firman
Allah;
- memberikan contoh bahwa firman Allah itu benar-benar
pelita bagi kakinya dan terang bagi jalannya.
Ayat hafalan:
"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Mazmur
119:105).
Materi pelajaran:
Untuk Guru
Penjelasan bahan Alkitab.
Dalam seluruh Mazmur 119, penulis Mazmur ini mengungkapkan betapa
pentingnya firman Tuhan. Betapa bahagianya orang-orang yang
berpegang pada firman Tuhan. Ia merasakan perintah-perintah dan
petunjuk-petunjuk Tuhan sebagai suatu beban, tetap sebagai sesuatu
yang dibutuhkan untuk memberi arah yang tepat pada langkah-langkah
dalam kehidupannya. Hal ini jelas sekali dalam bacaan kita hari ini,
yakni ayat 1-8 dan 105. Dalam ayat-ayat akhir Mazmur ini terungkap
pula bahwa kadang-kadang kita pun mungkin melanggar firman Tuhan.
Sebab itu pemazmur memohon agar Tuhan selalu menyertai dan
menolongnya supaya tetap berpegang pada firman Tuhan. Tanpa firman
Tuhan, ia akan sesat dan binasa.
Surat Paulus kepada Timotius pun mengingatkan Timotius tentang
pentingnya firman Tuhan itu. Sejak kecil, Timotius telah dididik
oleh ibunya dan neneknya untuk mempelajari dan menaati firman Tuhan
(2Tim. 3:15; bandingkan juga 2Tim. 1:5). Dalam ayat 16 dan 17, rasul
Paulus menulis mengenai manfaatnya firman Allah itu.
Catatan untuk guru.
Hari ini perlu dijelaskan apa manfaatnya firman Allah bagi kita,
sehingga anak merasa betapa pentingnya firman Allah dalam hidupnya.
Kita dapat ulangi kembali cara membaca Alkitab dengan baik dan
menyuruh anak-anak menjawab pertanyaan dengan bimbingan guru.
Sebagai bacaan Alkitab, dapat dipergunakan bacaan hari ini, Mazmur
119:1-8,105 dan 2Timotius 3:15-17.
Alat peraga.
- Gambar pelita, lilin, atau lampu yang memberi terang untuk
kepentingan manusia.
- Gambar matahari yang membawa sukacita bagi anak-anak dan
pertumbuhan tanaman.
Fungsi alat-alat peraga tersebut adalah untuk menjelaskan betapa
pentingnya terang dalam hidup kita.
Aktivitas
- Bacakan Mazmur 119:105, lalu tanyakan pada anak-anak bagaimana
perasaan anak-anak kalau suasana terang. Senang atau tidak?
Kemudian bagikan kertas-kertas kosong pada anak untuk
menggambarkan benda-benda yang dapat memberi terang. Setelah
kertas-kertas yang sudah ada gambarnya terkumpul, bertolak dari
itu, ditambah gambar besar (alat peraga) yang dibuat guru,
anak-anak dibimbing untuk mengetahui betapa pentingnya terang
itu.
- Sesudah itu anak-anak diajak membaca Alkitab bersama.
Evaluasi
Pada akhir kebaktian, sebelum nyanyian penutup, evaluasi dilakukan
dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang intinya adalah mengapa
firman Allah itu penting bagi kita dan apa gunanya kita membaca
firman Allah.
Untuk Anak
Dalam Alkitab, kita dapat membaca tentang Tuhan, dengan demikian
kita lebih mengenal dan mengasihi-Nya. Dan kita dapat membaca
tentang perintah-perintah Tuhan, bukan? Jadi kita dapat membaca
firman Tuhan.
Mari kita baca Mazmur 119:105 (mulai dengan aktivitas 1). Apa yang
dikatakan tentang firman Tuhan? (minta salah seorang anak
membacanya.)
Apakah kita senang bila keadaan terang? ... Ya, bila ada terang
tentu lebih menyenangkan daripada gelap.
Coba dengar cerita ini.
Enak benar Rino tidur. Ia tidur sekamar dengan Adi, abangnya. Tetapi
tiba-tiba Rino terbangun dan sekitarnya gelap. Lampu kecil dalam
kamarnya pun tidak menyala.
"Bang Adi, Bang Adi, Rino takut. Gelap sekali! Adi terbangun dan ia
tahu bahwa lampu padam semua. Ia bangkit dan membuka tirai jendela
dan kamar mulai kelihatan lebih terang oleh sinar bulan.
"Bagaimana, cukup terang untuk tidur?" tanya abangnya.
"Terima kasih, Bang," kata Rino. Ia senang dan tertidur pulas lagi
sampai pagi.
Nah, coba gambarkan apa saja yang dapat memberi terang (aktivitas 1
dengan gambar anak-anak dan alat peraga guru, cerita dilanjutkan
dengan menonjolkan bahwa firman Tuhan itu pelita dan terang bagi
hidup kita. Jadi firman Allah sangat penting bagi kita. Bila
dirasakan kurang waktu untuk kegiatan itu, kegiatan menggambar oleh
anak ditiadakan hanya dipakai alat peraga, yakni gambar pelita dan
terang).
Bila firman Tuhan begitu penting, tentu kita mau membacanya setiap
hari. Baiklah hari ini kita bersama-sama membaca firman Tuhan dengan
cara yang benar seperti pada minggu lalu.
Pertama-tama kita membaca dari Perjanjian Lama, yaitu Mzm.
119:1-8,105 dan kemudian Perjanjian Baru, yaitu dari 2Tim.
3:15-17 (aktivitas 2; membaca Alkitab dengan baik; sebaiknya guru
terlebih dahulu mempelajari bacaan Alkitab ini dengan baik, agar
dapat membimbing anak-anak dalam tanya-jawab).
Nah, kita telah membaca bagaimana pentingnya firman Tuhan dan apa
gunanya dalam hidup kita. Coba kita ulangi; Allah telah memberi
firman-Nya pada kita agar kita seperti terang pada waktu kita
berjalan, agar kita tidak terlalu menjadi susah karenanya. Firman
Tuhan perlu dipelajari sejak kecil agar kita sadar akan kesalahan
kita dan mau memperbaikinya. Dan kita belajar dari firman Tuhan
untuk melakukan yang baik, yang Tuhan perintahkan.
Sumber: Pedoman Sekolah Minggu Anak Kecil Umur 7-9 Tahun: Tahun III Jilid II, , halaman 94 -- 97, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1992.
Warnet PenaSABDAweb
http://sabdaweb.sabda.org/
Untuk mengenalkan dan mengajarkan Alkitab kepada anak, seorang guru
sekolah minggu tentunya harus terlebih dahulu memiliki pemahaman
yang baik mengenai firman Tuhan, termasuk menjadi pelaku firman-Nya.
Untuk melakukan penggalian firman Tuhan yang lebih dalam lagi,
alat-alat bantu dalam mempelajarinya tentu diperlukan. SABDAweb
merupakan salah satu media alat bantu guru untuk mempelajari
Alkitab. Melalui situs ini, selain bisa membaca atau mencari ayat,
kita juga dapat mempelajari Alkitab dengan alat-alat bantu biblika
yang ada, seperti Pengantar Kitab, Catatan Ayat, Kamus, Leksikon,
berbagai versi Alkitab, Peta, dan Konkordansi. Semua alat yang ada
ditujukan untuk memudahkan kita memahami firman Tuhan dan pada
akhirnya semua itu dapat kita kenalkan dan ajarkan pada anak-anak
layan kita.
Oleh: Redaksi
Mutiara Guru
Saat kita mulai melihat perubahan
dalam kehidupan murid-murid kita sebagai hasil dari
cerita Alkitab, pemahaman Alkitab, dan ayat hafalan,
maka kita mulai mencapai tujuan kita.
- Elizabeth Gangel -
|