Salam dari Redaksi
Salam kasih dalam penyertaan Yesus Kristus,
Allah menghendaki adanya hubungan yang intim dengan anak-anak-Nya.
Doa merupakan satu cara yang Dia inginkan untuk membangun hubungan
tersebut. Doa bukan saja menjadi salah satu cara untuk berkomunikasi
dengan Allah, melainkan juga merupakan wujud kebergantungan kita
kepada Allah. Oleh karena itu, para guru SM, orang tua, dan para
pelayan anak perlu mengajarkan prinsip-prinsip doa yang benar kepada
anak-anak agar mereka dapat mengalami pertumbuhan rohani yang sehat
pula dalam doa.
Sehubungan dengan hal tersebut, e-BinaAnak edisi minggu ini telah
menyiapkan sajian topik Anak dan Doa yang kami harapkan dapat
menolong kita semua dalam mengajarkan tentang doa kepada anak-anak
layan kita. Kiranya menjadi berkat bagi kita semua.
Selamat berdoa!
Pimpinan redaksi e-BinaAnak,
Davida Welni Dana
"... dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku,
Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku,
Aku akan melakukannya." (Yohanes 14:13-14)
ArtikelMengucapkan Doa -- Atau Berdoa?
Kita semua adalah guru bagi anak-anak. Mereka mengamati kita, meniru
kita, dan belajar dari kita. Pendekatan yang kita gunakan untuk
mengajar akan sangat menentukan hasil dari proses belajar mengajar
itu. Bagaimana kita dapat menentukan pendekatan apa yang akan kita
gunakan? Hal itu berasal dari pemahaman kita terhadap konsep-konsep
dasar yang melandasi cara kita mengajar.
BAGAIMANA PEMAHAMAN MENENTUKAN PENDEKATAN YANG KITA GUNAKAN
Singkatnya: siapa diri kita, apa yang kita yakini, dan bagaimana
kita memahami kehidupan akan menentukan cara pendekatan yang kita
gunakan dalam mengajar anak-anak kita untuk berdoa (di atas
segalanya) dan pendekatan itu akan menentukan hasilnya.
Pemahaman Kita tentang Masa Kanak-kanak
Contoh bagaimana pemahaman memengaruhi pendekatan yang kita gunakan,
salah satunya berhubungan dengan masa kanak-kanak yang diisi dengan
permainan. Kebanyakan orang tua/guru percaya bahwa anak-anak
memerlukan keseimbangan antara masa bermain dan tanggung jawab yang
semakin lama semakin besar. Oleh karena itu, kita berusaha untuk
memberikan keduanya. Kadang-kadang kita memberitahukan anak-anak,
"Nikmatilah masa kanak-kanak selagi kamu bisa." Ini berarti, masa
kanak-kanak seharusnya menjadi masa yang menyenangkan dan terbebas
dari kekhawatiran dan tanggung jawab. Pada saat yang sama, kita
bermaksud mengatakan bahwa masa dewasa selalu dibebani dengan
tanggung jawab, kekhawatiran, dan masalah. Apabila kita menerima
kenyataan ini, memahami bahwa memang demikianlah adanya, dan
menerapkan hal itu sehubungan dengan peran kita sebagai orang tua,
kita akan mendapati bahwa mungkin kita membesarkan anak-anak yang
tidak ingin tumbuh dewasa, tidak suka bila dibebani tanggung jawab,
dan menjadi orang dewasa yang hanya suka berhura-hura.
Saya percaya bahwa Allah ingin agar manusia menikmati masa
kanak-kanak dan juga masa dewasa. Ia ingin agar anak-anak belajar
bertanggung jawab sedini mungkin dan secara bertahap tanggung jawab
tersebut semakin bertambah apabila mereka berhasil menerapkannya
dalam hidup mereka. Masa kanak-kanak tidak perlu senantiasa diisi
dengan kesenangan dan permainan, namun juga tidak harus selalu diisi
dengan kerja, latihan, dan pekerjaan yang membosankan. Masa
kanak-kanak seharusnya diisi dengan proses belajar secara
bertahap -- kita belajar untuk menjalani hidup yang seimbang,
bertanggung jawab, namun tetap menyenangkan dan menggembirakan. Dan
proses itu tidak akan pernah berhenti. Kita akan terus mengalaminya
sepanjang hayat kita.
Dampak dari Mengajar Anak-anak untuk Berdoa
Jika kita menganut filosofi ini, pendekatan yang kita gunakan untuk
mengajar anak-anak berdoa akan menjadi seimbang. Kita tidak mungkin
mengatakan, "Biarkan mereka menikmati masa kanak-kanak mereka.
Mereka akan belajar berdoa apabila mereka besar nanti." Kita juga
tidak akan mencoba mengubah anak-anak kita menjadi robot-robot yang
senantiasa berdoa. Bukan begitu maksud Allah.
Anak-anak yang dibiarkan belajar berdoa setelah dewasa mungkin
mengalami kesulitan untuk mengarahkan hidup mereka kepada Allah.
Sedangkan anak-anak yang biasa sangat disiplin dan "dipaksa" untuk
berdoa mungkin kehilangan kontak antara hati dan kehidupan doa
mereka.
Proses belajar berdoa seharusnya bersifat alamiah. Sekali lagi,
mereka diciptakan untuk berdoa. Doa-doa mereka bertumbuh secara
perlahan pada saat mereka bertumbuh bersama Allah. Sama halnya
dengan hubungan mana pun yang membutuhkan waktu untuk tumbuh,
demikian pula hubungan mereka dengan Allah. Apabila kita memahami
hal ini, pendekatan kita menjadi seimbang dan terus bertambah.
MEMAHAMI BAHWA ALLAH MENJAMIN SETIAP HUBUNGAN
Setelah kita mengerti pendekatan apa yang harus kita terapkan dalam
mengajar anak-anak untuk berdoa, kita juga harus memahami teka-teki
ini: dapatkah kita mengajar anak-anak kita untuk memiliki hubungan
yang akrab dengan Allah? Bagaimanapun, hubungan merupakan masalah
pribadi dan tidak dapat dibentuk dengan rumus-rumus dan
prinsip-prinsip saja.
Jangan lupa bahwa ada mitra lain dalam hubungan ini, yaitu Allah,
yang membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Dapatkah kita
mengajar anak-anak kita berdoa? Dapatkah kita membuat Allah menjawab
doa anak-anak kita seperti yang kita inginkan? Jika ada keraguan di
dalam hati kita, hal itu akan tercermin dalam pendekatan yang kita
ambil dan juga membuyarkan usaha kita.
Kita tidak dapat sepenuhnya mengendalikan keinginan dan keputusan
anak-anak kita, tentu saja kita tidak dapat menyuruh Allah untuk
melakukan sesuatu. Namun demikian, Allah telah memberikan jaminan
sehubungan dengan kerinduan-Nya untuk menjalin hubungan dengan
anak-anak kita dan juga peranan kita dalam membantu terwujudnya
hubungan tersebut. Ada empat alasan berkenaan dengan hal ini.
Hubungan yang Berkesinambungan
Sangatlah penting bahwa anak-anak kita menjalin hubungan yang
bertumbuh dengan Allah. Memang, hubungan seperti itu merupakan
bagian dari keinginan dan rencana Allah.
Orang Tua sebagai Mitra
Allah menciptakan orang tua dan memercayai mereka untuk menjamin
pertumbuhan secara fisik, sosial, intelektual, dan spiritual bagi
anak-anak mereka. Ia memberi kita tugas seperti ini bukan supaya
kita menjalankannya dengan mengandalkan kebijaksanaan kita
sendiri, melainkan untuk mengembangkan suatu kemitraan bersama
dengan Dia. Kita dapat menyimpulkan bahwa Allah selalu mendukung
kita untuk menjalankan tugas yang penting ini dan Ia senantiasa
bersedia "dihubungi" bila perlu.
Diciptakan untuk Bertumbuh
Allah telah menetapkan pada saat Ia menciptakan anak-anak dan
proses pertumbuhan bahwa pertumbuhan secara bertahap akan
memberikan kekuatan. Tambahan lagi proses pertumbuhan di dalam
Dia sejak masa kanak-kanak akan tertanam dan sesuai dengan jati
diri kita yang sejati dan juga proses penciptaan kita. Di dalam
kitab Amsal, Salomo berkata, "Didiklah orang muda menurut jalan
yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan
menyimpang dari jalan itu" (Ams. 22:6). Oleh karena itu, kita
boleh merasa tenang karena dalam setiap langkah proses tersebut
Allah sedang bekerja di dalam anak-anak kita dan membawa mereka
lebih dekat kepada-Nya. Dan Ia telah menanamkan dalam diri
anak-anak kita, kemampuan alami untuk bertumbuh dan mendengar
suara-Nya.
Kitab Suci adalah Sumber Segalanya
Kita tahu bahwa Allah memberikan prinsip-prinsip, tips, dan
pedoman bagi kita untuk belajar berdoa dan mengembangkan hubungan
dengan Dia di dalam Alkitab, sama seperti yang dilakukan-Nya
dengan hubungan-hubungan lain, misalnya pernikahan. Allah tidak
main-main dengan kita. Apabila Ia memberikan prinsip-prinsip dan
perintah-perintah untuk menolong kita dan juga anak-anak kita
agar kita mengenal Dia, itu berarti bahwa Ia juga memberikannya
karena Ia berencana untuk memberikan jawaban. Ia ingin bekerja
sama dengan kita, para pelayan anak-anak yang dikasihi-Nya.
Jika kita memahami empat prinsip ini dengan pikiran dan hati kita,
pendekatan kita dalam mengajar anak-anak untuk berdoa akan
mencerminkan hal tersebut. Apabila kita tahu bahwa proses dan hasil
adalah kehendak dan rencana Allah, bahwa Ia sedang bekerja
bersama-sama kita untuk mencapai tujuan tersebut, iman kita akan
semakin bertambah dan kita akan merasakan damai sejahtera. Sebagai
orang tua kita akan menjadi pelatih-pelatih kelas dunia yang merasa
yakin akan keberhasilan yang akan diraih anak-anak kita. Sebab kita
tahu bahwa anak-anak kita memiliki potensi dan kita sebagai pelatih
memiliki semua sumber daya yang kita perlukan. Keyakinan kita dalam
proses tersebut, yang berasal dari pemahaman bahwa proses tersebut
adalah kehendak dan rancangan Allah, akan mendatangkan kesabaran,
iman, keajaiban, dan sukacita bagi kita. Pendekatan ini akan
mendatangkan hasil yang alami dan berhasil: anak-anak yang mengasihi
Allah, mengenal Dia, dan mempertahankan hubungan tersebut sebagai
landasan bagi hal-hal lain di dalam kehidupan mereka. Dengan kata
lain, pendekatan itu akan menghasilkan anak-anak yang tahu bagaimana
cara berdoa.
JANGAN LUPA BAHWA DOA ADALAH SUATU KOMUNIKASI
Alasan lain bahwa pemahaman memengaruhi pendekatan yang kita
terapkan dapat ditemukan pada pemahaman kita terhadap karakteristik
doa. Jangan lupa, (1) doa merupakan unsur komunikasi dalam hubungan
kita dengan Allah, dan (2) suatu hubungan dengan Allah harus menjadi
landasan bagi segala sesuatu di dalam hidup mereka. Apabila kita
mengerti dua kebenaran ini, pendekatan kita terhadap anak-anak kita
akan mencerminkan hal tersebut, tidak hanya sebelum tidur dan
sebelum makan, tapi juga di kala susah. Hubungan dengan Allah
sebagai tujuan akhir merupakan fokus utama doa, bukan demi
mendapatkan bermacam-macam hal yang kita inginkan.
Doa yang tulus dan percakapan yang jujur dengan Allah dalam proses
mengajar adalah lebih penting daripada suatu rutinitas yang kita
lakukan setiap malam sehingga kita boleh mengatakan bahwa kita telah
berdoa. Selain itu, pertumbuhan pribadi di dalam Kristus menjadi
sesuatu yang alamiah karena memiliki hubungan dengan Allah itu
berarti kita menerima kebijaksanaan dari-Nya, menerima pengajaran,
bimbingan, dan koreksi dari-Nya.
Bagian ini akan memuat beberapa prinsip utama dari pendekatan yang
akan membantu Anda menyelesaikan tugas Anda dan membantu Anda dan
anak Anda menikmati proses tersebut.
HAL-HAL YANG DAPAT DIDOAKAN
Bersyukurlah kepada Allah karena Ia telah mengajarkan cara berdoa
kepada Anda.
Mintalah agar Allah memberikan ilham berupa ide-ide kreatif untuk
mengajar anak-anak Anda berdoa.
Berikut ini adalah doa yang dapat diikuti oleh anak-anak layan kita:
"Allah Bapa, terima kasih karena Engkau mau mendengarkan saya.
Tolonglah saya agar saya dapat mengenal-Mu lebih baik. Terima kasih
karena Engkau mengasihi saya dan mau menjadi sahabat saya. Di dalam
nama Yesus, amin."
Sumber: Cara Mengajar Anak Anda Berdoa, Rick Osborne
, , halaman 55 -- 61, Gospel Press, Batam Centre, 2002.
Tips MengajarMengajarkan Hal Berdoa kepada Anak
Ada banyak cara untuk mengajarkan hal berdoa kepada anak dan tidak
ada cara yang salah atau benar dalam melakukan hal tersebut. Dalam
proses mengajarkan doa kepada anak-anak, kita juga dapat mengajarkan
rencana Tuhan akan keselamatan. Beberapa hal berikut ini merupakan
hal-hal yang dapat Anda sampaikan mengenai doa kepada anak-anak dan
dapat Anda kembangkan sendiri menurut kebutuhan dalam pelayanan
Anda.
Allah mengasihimu -- tanpa syarat; Dia ingin mendengar dan
menjawab doamu.
Anak-anak harus diyakinkan bahwa Allah selalu mendengarkan doa
mereka, bahkan jika mereka baru saja melakukan hal-hal yang tidak
disenangi-Nya, Allah akan mengampuni mereka. Allah selalu tahu apa
yang ada di dalam hati kita. Sangat penting untuk selalu jujur dan
benar, terutama di hadapan Allah.
Apakah doa itu?
Sangat penting untuk mengajarkan kepada anak bahwa doa kita
bukanlah sekadar permohonan untuk mendapatkan segala sesuatu yang
kita mau dari Tuhan. Doa adalah cara yang Tuhan pakai untuk
menyatakan kehendak-Nya di dunia ini. Cara-Nya adalah dengan
berkomunikasi dengan umat-Nya. Doa dapat mencakup seluruh dunia
dan seakan-akan menyatukan dunia dengan surga.
Doa menyatakan dengan bebas apa yang ada di dalam hati kita
kepada Tuhan. Komunikasi ini berkembang sesuai dengan semakin
intimnya hubungan kita dengan Tuhan. Doa adalah menceritakan
kepada Tuhan segala ketakutan, kekhawatiran, dan perhatian kita.
Hal tersebut berarti kita bercerita kepada Tuhan tentang masalah,
kebutuhan, atau hal-hal yang tidak kita mengerti. Dengan doa,
kita juga mengucap syukur kepada Tuhan. Doa adalah percakapan
kita dengan Tuhan. Kita dapat berbicara kepada-Nya seperti kita
berbicara kepada teman kita.
Apakah Tuhan selalu menjawab doa kita?
Ya, Tuhan selalu menjawabnya, tetapi jawaban-Nya tidak selalu sesuai
dengan apa yang kita kehendaki atau harapkan. Dia dapat berkata,
"ya", "tidak", atau "tunggu". Tuhan menjawab doa untuk memberkati,
mengajar, membimbing, atau melindungi kita. Dia dapat saja menjawab
walaupun Dia tahu jawaban itu bukan yang terbaik menurut kita,
tetapi jawaban yang Dia berikan akan memberikan kita pelajaran yang
amat berharga. Tuhan menjawab doa kita untuk memberikan apa yang
benar-benar kita butuhkan dan diberikan-Nya di waktu yang tepat.
Kadang waktu-Nya tidak sesuai dengan waktu kita, tetapi Tuhan tahu
bahwa penting bagi kita untuk menunggu. Dia selalu tahu apa yang
kita inginkan dan kita dapat memercayai bahwa Dia akan melakukan
apa yang terbaik untuk kita.
Bagaimana seharusnya kita berdoa?
Di dalam nama Tuhan Yesus.
Hal yang paling penting dalam mengajarkan doa kepada anak-anak
adalah bahwa doa harus selalu dilakukan dalam nama Tuhan Yesus.
"dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan
melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu
meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya"
(Yoh. 14:13-14).
Bagian-bagian dalam doa.
Tentu saja tidak ada suatu aturan/pola tertentu mengenai doa,
tetapi hal tersebut dapat menolong anak-anak. Orang dewasa
biasanya memiliki rencana doa. Beberapa membagi doa ke dalam
beberapa bagian yaitu doa penyembahan (adoration), pengakuan dosa
(confession), ucapan syukur (thanksgiving), atau permohonan
(supplication). Untuk anak-anak, kita dapat menggunakan kata-kata
yang lebih sederhana untuk membagi doa, misalnya memuji dan
menyembah Tuhan, mengakui dosa-dosa kita, berterima kasih kepada
Tuhan, berdoa untuk kebutuhan orang lain, dan berdoa untuk
kebutuhan pribadi kita.
Kapan seharusnya kita berdoa?
Beberapa anak tahu dan memiliki waktu-waktu tertentu untuk berdoa,
sebelum makan dan tidur di malam hari. Saat mereka telah menyadari
bahwa Allah selalu mendengarkan mereka dan Dia tidak pernah
berlibur atau tertidur, itu berarti anak sudah siap untuk menerima
pengajaran bahwa kita dapat berbicara dengan Tuhan di waktu-waktu
tertentu, atau sesering mungkin. Penting bagi anak untuk mengetahui
bahwa mereka dapat berbicara kepada Tuhan kapan saja mereka
membutuhkan atau kapan saja mereka ingin menyatakan sukacita atau
ucapan syukur mereka. Penting pula bagi mereka untuk tahu bahwa ada
waktu-waktu khusus yang bisa ditetapkan untuk berdoa secara pribadi
dan ada waktu lain di mana kita perlu berdoa bersama-sama dengan
orang lain. Kisah Para Rasul menuliskan contoh di mana orang Kristen
berkumpul untuk berdoa bersama.
Satu cara yang baik untuk memberikan ilustrasi bahwa doa pribadi
dapat dilakukan setiap saat adalah dengan menyatakan teladan Yesus,
yang memiliki waktu yang berbeda-beda untuk berdoa. Beberapa
di antaranya adalah doa pagi (Mrk. 1:35), doa sore (Mrk. 6:46-47),
dan doa malam (Luk. 6:12). (t/Davida)
Sumber: Nethomeschool.com, http://www.nethomeschool.com/teachingchildrentopray.htm, Artikel Teaching Children to Pray oleh tidak dicantumkan.
Bahan MengajarPertanyaan Anak tentang Doa: Apakah Cara Kita Berdoa itu Penting?
Pertanyaan:
Apakah cara kita berdoa itu penting?
Jawaban:
Ya, kita harus berdoa dengan sungguh-sungguh, dengan diam-diam, dan
dengan penuh hormat. Berdoa secara sungguh-sungguh berarti berdoa
dengan kata-kata yang jelas, di mana kita hanya mengatakan apa yang
akan kita maksudkan untuk kita ucapkan. Ini juga berarti kita tidak
mencoba untuk menggunakan bahasa yang berpura-pura atau kata-kata
yang lucu. Kita menceritakan kepada Tuhan apa pun yang ada dalam
pikiran kita dalam kata-kata yang biasanya kita gunakan karena Dia
mengasihi dan mengenal kita, serta berkeinginan untuk memerhatikan
kita.
Berdoa secara diam-diam berarti melakukan sikap berdoa sendirian.
(Beberapa orang menyebutnya dengan saat teduh.) Hal tersebut berarti
setiap hari kita meluangkan waktu untuk berbicara dengan Tuhan,
semuanya dari diri kita sendiri. Kita berdoa tidak terbatas hanya
pada saat berada di gereja, makan, atau menjelang tidur bersama ibu
dan ayah.
Berdoa dengan penuh hormat berarti menempatkan Allah sebagai Allah.
Hal itu berarti kita tidak menjelaskan doa kita atau bertindak
seolah-olah kita bodoh. Kita berbicara kepada Tuhan, Pencipta
semuanya, Tuhan atas jagat raya, dan Tuhan atas segala tuan
sehingga kita harus menunjukkan rasa hormat kepada-Nya.
Ayat Kunci
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang
patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah (Mzm. 51:19).
Ayat Terkait
Ams. 1:7; Ams. 28:9; Mat. 6:5-13; Ibr. 10:2
Catatan untuk Para Pelayan Anak
Apabila kita menyelesaikan secara tepat bagaimana sikap yang
seharusnya anak-anak miliki, posisi mereka, atau berbicara ketika
berdoa, mereka mungkin memiliki gagasan bahwa Allah mengharapkan
suatu penampilan daripada sebuah ekspresi khusus. Berikanlah anak
Anda ruang untuk bertumbuh dalam cara yang benar ketika mereka
berdoa.
Sumber: 107 Pertanyaan Anak-anak tentang Doa (Terjemahan dari 107 Question Children Ask about Prayer), Dave Verman, Jim Galvin, Jim Wilhoit, Daryl Lucas, Rick Osborne, Jon Farfar, Lil Crump, , Artikel What Happens When We Ask Jesus to be Our Saviour, halaman 18, Betlehem Publishers, Jakarta, 1998.
Warnet PenaTelaga: Mengajar Anak Berdoa
http://www.telaga.org/transkrip.php?mengajar_anak_berdoa.htm
Mengajar anak berdoa merupakan tanggung jawab setiap orang tua/guru
Kristen. Doa merupakan napas hidup orang percaya dan anak-anak harus
dibawa ke dalam hubungan yang intim dengan Tuhan melalui doa dan
juga Firman Tuhan. Bagaimana kita dapat mengajar anak-anak kita
berdoa? Situs TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga) telah menyiapkan
materi menarik bagi kita untuk mendapatkan pengetahuan tentang hal
tersebut. Materi ini disajikan dalam bentuk perbincangan/tanya jawab
antara Gunawan Santoso (staf LBKK) dan nara sumbernya, yaitu Bpk.
Heman Elia, M. Psi.. Situs ini menyediakan transkrip lengkap dari
perbincangan tersebut. Jika tidak puas hanya dengan membaca
transkripnya, silakan dengarkan langsung perbincangan mereka dalam
format MP3 di: ==> http://www.ylsa.org/telaga/mp3/T102A.MP3
Oleh: Redaksi
Dari Anda Untuk AndaTim Khusus Pelayanan Anak
Dari: Henky < henky1st(at)xxxx >
>Gereja saya sedang mencari team dari luar (IO) yg bisa melayani
>anak-anak sekolah minggu, pada saat retreat keluarga bulan agustus
>2007. Apakah ada yang memiliki team yg khusus melayani anak-anak
>dari gereja lain? Ada rekomendasi?
>thx, GBU
>Henky
Redaksi:
Bagi Anda yang memiliki informasi yang dibutuhkan Sdr. Henky,
silakan menghubungi staf e-BinaAnak di alamat e-mail:
==> staf-binaanak(at)sabda.org
Kami akan meneruskan informasi atau alamat kontak Anda kepada yang
bersangkutan. Terima kasih, Tuhan memberkati.
Mutiara Guru
Berdoa setengah jam sehari pada waktu pagi dan malam,
dapat lebih berpengaruh pada seluruh tindakan kita,
dibandingkan dengan perbuatan dan pemikiran kita.
- P.T. Forsyth -
|