Salam dari Redaksi
Salam kasih,
Pada usia berapa pun, anak dapat menyatakan keputusan mereka untuk
percaya dan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat
mereka. Dan pelayanan penginjilan sekolah minggu menjadi ujung
tombak gereja untuk mempersiapkan anak-anak mengenal dan menerima
Yesus sebagai Juru Selamat pribadi. Untuk itu, setiap pelayan anak
perlu mengetahui bagaimana kita dapat melakukan penginjilan kepada
anak dengan efektif.
Di edisi ini, mari kita bersama-sama menyimak tulisan-tulisan yang
tersaji dalam artikel, tips, maupun bahan mengajar. Diharapkan
sajian tersebut dapat membuka wawasan kita tentang cara menginjili
anak-anak. Dengan karya dan pertolongan Roh Kudus, kami percaya
tugas penginjilan ini dapat kita laksanakan.
Selamat menginjili!
Pimpinan redaksi e-BinaAnak,
Davida Welni Dana
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku
dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus."
(Matius 28:19)
ArtikelPenginjilan dan Anak
Kira-kira 50% orang-orang Kristen menerima Kristus pada saat mereka
berusia dua belas tahun. Hal ini berarti bahwa kita harus meluangkan
waktu sebanyak mungkin untuk melakukan kontak/mendampingi anak kita
sebelum mereka menginjak masa-masa remaja. Bagaimana kita bisa
menolong anak menerima keselamatan dan jaminan keselamatan?
KONSELING KESELAMATAN (SALVATION COUNSELING)
Pertanyaan "Kapan seorang anak siap menerima Yesus sebagai
Juru Selamat mereka?" merupakan pertanyaan yang sering dilontarkan.
Jawabannya tidak mungkin sederhana. Seorang pelayan anak harus
selalu siap menyampaikan tawaran keselamatan dari Allah kepada semua
anak dengan pertolongan Roh Kudus. Jangan pernah mengambil
kesimpulan bahwa anak-anak masih terlalu muda atau tidak mampu
memahami keselamatan. Sebaliknya, kita harus berhati-hati dalam
mengambil kesimpulan bahwa semua anak siap menerima Yesus, pelayan
anak harus terus menanam benih dan berserah kepada Roh Kudus supaya
memimpin anak kepada pertobatan sekaligus memberi hikmat bijaksana
bagi kita untuk tahu kapan harus memimpin anak mengalami pertobatan.
Anak-anak tidak bisa memahami konsep-konsep yang abstrak atau
kata-kata kiasan. Seorang anak akan bingung bila mendengar ungkapan,
"Mintalah Yesus masuk ke dalam hatimu". Tetapi ungkapan yang
menyatakan supaya mereka menjadikan Yesus sebagai sahabat yang akan
selalu ada bersamanya, justru akan lebih mudah mereka pahami.
Anak-anak juga akan lebih memahami konsep "menjadi milik Kristus"
karena ada benda-benda yang menjadi miliknya dan mereka tahu apa
artinya itu. Pastikan ungkapan-ungkapan yang digunakan mudah
dipahami oleh anak. Bahkan kata singkat seperti "dosa" perlu
dijelaskan atau diganti dengan "perbuatan salah". Anak-anak
merespons kata-kata atau ungkapan-ungkapan yang digunakan
sehari-hari, misalnya Tuhan sebagai Bapa dan Yesus sebagai anak-Nya;
ditangkap karena melakukan kesalahan; dihukum oleh orang tua; dan
sebagainya.
Hal-hal yang harus dihindari saat membawa anak datang kepada
Yesus.
Memotivasi dengan menakut-nakuti.
Memang benar bahwa mereka yang tidak menerima Yesus sebagai
Juru Selamat akan abadi di dalam neraka (Why. 20:15). Namun, ini
bukanlah cara terbaik untuk memotivasi anak supaya memberi
respons. Bila anak bisa menghilangkan ketakutan mereka, ada
kemungkinan mereka akan lebih keras lagi menentang kabar baik.
Mengundang secara berkelompok.
Pada saat mengundang anak secara berkelompok, akan terlalu mudah
bagi anak-anak untuk merespons dan sering kali respons itu adalah
untuk alasan yang salah, misalnya untuk mendapatkan pengakuan
dari pelayan/gurunya, atau karena orang lain melakukannya. Bila
Roh Kudus bekerja pada anak itu, anak itu akan melakukan hal-hal
yang sulit, misalnya tetap tinggal untuk menemui atau mendekati
pelayan/gurunya secara pribadi.
Memberi hadiah kepada anak yang merespons.
Beberapa orang memberi Alkitab atau buku kepada anak-anak yang
mau menerima Yesus. Bila hal ini dilakukan di depan anak-anak
lainnya, anak-anak lain itu mungkin akan memberi respons yang
sama, tetapi hanya untuk mendapatkan hadiah untuk dirinya
sendiri.
"Steam-rolling children".
Anak harus dibimbing agar tidak terburu-buru dalam melakukan
empat tahap menuju keselamatan. Pastikan bahwa mereka mengerti
dan mengikuti. Mintalah mereka menyampaikan kembali pesan yang
diterima dengan menggunakan kata-kata mereka sendiri.
Hal-hal yang harus dilakukan saat memimpin seorang anak kepada
Kristus.
Melakukan pesan yang disampaikan.
Meskipun pesan yang disampaikan kepada anak merupakan pesan
terbaik yang bersumber dari Alkitab dan menggunakan metode yang
tepat, pesan ini tidak akan menjadi efektif bila pelayan anak
tidak melakukannya.
Ajaklah anak untuk melakukan sesuatu yang tidak biasa.
Ajakan itu bisa berupa berdiri atau mengangkat tangan saat
anak-anak lain menutup mata.
Pastikan anak-anak datang atas kemauan mereka sendiri.
Untuk bisa mengetahui apa yang dipikirkan oleh anak, Anda bisa
bertanya, "Tim, mengapa kamu berdiri? Adakah yang ingin kamu
katakan?" Pertanyaan ramah seperti ini membantu menunjukkan
tingkat pemahaman mereka dan mengapa mereka meresponi.
Luangkan waktu secukupnya untuk bersama-sama dengan anak.
Jangan khawatir bila anak melewatkan beberapa kegiatan. Jangan
menyampaikan firman Tuhan dengan terburu-buru karena anak tidak
akan benar-benar memahami kebenaran yang disampaikan.
Gunakan Alkitab tetapi batasi ayat-ayatnya.
Jangan mengutip sejumlah ayat karena akan membingungkan anak.
Lebih baik gunakan satu atau dua ayat kunci yang dapat
benar-benar dipahami dan diingat oleh anak.
Yang harus dikatakan saat memimpin anak kepada Yesus.
Ada berbagai pendekatan yang dapat digunakan untuk memimpin anak
datang kepada Yesus. Berikut adalah kebenaran-kebenaran dan
ayat-ayat penting yang harus dipahami.
Allah sangat mengasihi manusia (Yoh. 3:16a).
Semua orang melakukan kesalahan (Roma 3:23).
Allah mengasihi semua orang -- Ia mengutus Yesus supaya mati
untuk semua orang (Yoh. 3:16b).
Ada hal-hal yang harus dilakukan oleh manusia:
Mereka harus yakin bahwa mereka adalah anak Allah (Rom. 8:15-16).
Membantu anak memahami "Iman".
Meskipun kata iman merupakan konsep yang asing bagi anak, ada
kemungkinan untuk menjelaskan artinya dengan menggunakan tiga kata
berikut ini.
Iman berarti "believing". Anak-anak perlu percaya bahwa Yesus
adalah Anak Allah yang datang ke dunia untuk mati menebus dosa
manusia. Mereka harus percaya dan menerima Injil sebagai fakta,
bukan fantasi.
Iman berarti "trusting". Keselamatan berasal dari kepercayaan
seseorang kepada Yesus. Sama halnya dengan anak-anak yang percaya
bahwa ibu mereka akan memberi mereka makan dan selalu ada bagi
mereka, jadi mereka harus yakin bahwa Yesus adalah nyata dan
ingin menjadi sahabat mereka.
Iman berarti melakukan. Anak-anak perlu memulai cara hidup yang
baru. Yak. 2:14-17 mengatakan bahwa iman ditunjukkan dalam
perbuatan-perbuatan baik. Kita tidak melakukan perbuatan baik
untuk mendapatkan nilai di hadapan Allah tetapi kita melakukan
perbuatan baik sebagai respons atas apa yang sudah Allah lakukan
dalam hidup kita. Perbuatan baik kita ini merupakan ungkapan
terima kasih kita kepada Allah.
Contoh pengalaman konseling.
- Materi disampaikan dan beberapa bentuk respons diajarkan.
- Respons anak bisa dengan berdiri atau mengangkat tangan, dan
sebagainya.
- Hampiri anak dan tanyakan nama mereka bila Anda belum mengetahui
nama mereka.
- Tanyakan kepada anak -- dengan menyebut nama mereka -- mengapa
mereka maju ke depan atau mengangkat tangan.
- Bagikan berita Injil kepada mereka.
- Berdoalah bersama anak bila mereka sudah siap menerima Yesus
sebagai Juru Selamat.
- Yakinkan anak bahwa mereka sekarang menjadi bagian dari keluarga
Allah.
- Tulislah nama dan alamat anak, lalu berikan kepada pemimpin
kelompok (team leader).
- Teruslah melakukan kontak dengan anak, misalnya melalui surat,
kunjungan, obrolan, dan lain-lain.
Kenali, doronglah, dan responi kesiapannya.
Bagaimana mengenali kesiapan anak?
Ada tanda-tanda yang bisa digunakan guru untuk menentukan apakah
anak-anak siap untuk menerima Yesus sebagai Juru Selamat.
- Anak menanyakan karya keselamatan Yesus.
- Anak menunjukkan penyesalan atas dosa dalam hidupnya.
- Anak minta menerima Yesus dalam hidup mereka.
- Terjadi perubahan watak dalam diri anak -- pemikiran yang
serius, benar-benar memikirkan dosa, dan lain-lain.
- Anak menunjukkan perkembangan konsep pemahaman, misalnya iman,
pertobatan, pengakuan, dan lain-lain.
Bagaimana mendorong anak supaya siap?
Ada banyak hal yang bisa menolong guru untuk mengenalinya.
- Berdoalah supaya Allah sendiri yang akan menarik mereka.
- Kenalkan mereka pada kasih dan kebaikan Allah.
- Biarkan mereka melihat kehidupan kekristenan Anda.
Bagaimana merespons kesiapan anak?
Berikut adalah prinsip-prinsip umumnya:
- Doakan mereka dan carilah kesempatan untuk membagikan berita
Injil kepada mereka.
- Ketahuilah keadaan mereka dengan menanyakannya.
- Sampaikan berita Injil dan perhatikan respons mereka.
- Mintalah mereka untuk membaca Alkitab.
- Ajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menyelidiki apakah mereka
sudah memahami Injil.
- Pimpinlah mereka dalam doa untuk menerima
keselamatan -- pengakuan dosa, percaya pada kematian dan
kebangkitan Yesus, dan minta pertolongan Tuhan supaya dapat
hidup dalam kebenaran.
- Bersukacitalah bersama mereka, tinjau ulang komitmen mereka
dan tegaskan lagi apa yang sudah terjadi.
Petunjuk khusus
Jelaskan dengan spesifik segala sesuatunya sehingga anak bisa
menghargai pentingnya kematian Kristus. Konsep intinya adalah
Allah mengasihimu, kamu telah berdosa, Kristus mati untuk menebus
dosamu, kamu harus mengaku kepada-Nya bahwa kamu adalah orang
berdosa dan meminta Dia untuk mengampuni. Kamu adalah bagian dari
keluarga Allah dan memiliki hidup kekal.
Dalam menyampaikan Firman Tuhan, gunakan beberapa ayat dalam
Alkitab. Bila anak sudah bisa membaca, mintalah untuk membacanya
dan personifikasikan pesan yang ada dengan menempatkan nama
mereka dalam ayat tersebut. Contoh: Yoh. 3:16,36; Rm. 3:23;
Rm. 6:23; Yoh. 1:14; 1Yoh. 1:9.
- Bergantunglah kepada Roh Kudus dalam mendapatkan respons anak.
- Berikan pertanyaan dan doronglah anak supaya bertanya.
Beri mereka kesempatan untuk merespons Injil.
Mintalah anak untuk memberi respons kepada diri mereka sendiri
sebelum memberi respons keluar. Guru bisa bertanya, "Jika kamu
ingin Yesus menjadi Juru Selamatmu, katakan kepada diri
sendiri, `Ya Yesus, aku ingin Engkau menjadi Juru Selamatku`."
Berikan undangan yang jelas. Pikiran anak mudah melantur.
Tanyakan kepadanya, "Bisakah kamu menjelaskan mengapa kamu
ingin mengobrol dengan saya?"
Buatlah suasana santai untuk berbicara tentang menerima Yesus.
Saat anak bertanya, "Bisakah aku menerima Yesus?", itulah
saatnya untuk berhenti. Selanjutnya, pimpinlah anak kepada
Kristus. Cara lain yang sederhana dan efektif adalah dengan
mengundang anak untuk tetap di kelas bila mereka ingin
menerima Kristus.
Hindari undangan yang sangat mudah, yang bisa mengakibatkan
penerimaan mereka akan Yesus tidak benar-benar murni.
Diperlukan beberapa respons manusiawi. Pengakuan terbuka atau
tanda-tanda bahwa mereka ingin menerima Kristus sering kali
menentukan keputusan yang ada dalam pikiran anak.
Hindari pengambilan keputusan secara bersama-sama. Bila guru
mau menghadapi anak secara individu dan pribadi, hasil yang
diperoleh pada saat pengambilan keputusan akan lebih baik.
Menghadapi anak satu per satu akan menghindari bahaya:
- manipulasi,
- pahlawan penyembahan,
- emosional,
- eksternal (mereka mungkin bingung apa arti mengangkat tangan
dengan pertobatan yang sesungguhnya dari dalam diri
mereka), dan
- respons kelompok (mereka memberi respons untuk menyenangkan
teman-teman di kelompoknya).
KONSELING UNTUK MENYAKINKAN
Yakinlah pada pengertian keselamatan.
Yakinlah bahwa:
- Allah mengasihiku dan tidak akan meninggalkanku;
- Ia ada bersamaku dalam menghadapi setiap masalah;
- Ia mengampuniku bila aku gagal melakukan perintah-Nya;
- Ia menyiapkan rumah bagiku di surga.
Sebab-sebab ketidakpastian.
Suasana rumah yang tidak menentu.
Anak-anak yang memiliki hubungan buruk dengan ayahnya lebih
sulit memberi diri untuk memercayai Bapa di surga.
Menjadikan dosa sebagai sesuatu yang tidak menantang.
Bila tidak ada perubahan gaya hidup yang besar atau penting,
yang biasanya terjadi pada anak "yang baik" dari keluarga
Kristen, itu berarti mereka ragu-ragu.
Kepastian berdasarkan perintah.
Anak-anak yang memutuskan bahwa mereka adalah orang Kristen
berdasarkan perbuatan yang mereka lakukan akan ragu-ragu
apakah mereka diselamatkan. Kebutuhan kepastian harus
didasarkan pada Firman Allah.
Pengalaman pertobatan di masa lalu.
Anak-anak yang sudah menyerahkan hidupnya kepada Yesus (saat
usia 4 -- 8 tahun) sering kali bertumbuh dan kurang keyakinan.
Mungkin karena mereka telah lupa pengalaman mereka itu.
Salah menerima ajaran.
Sering kali anak-anak mendengar perkataan bahwa bila mereka
tidak bisa mengingat percakapan mereka, mereka tidak
diselamatkan atau mereka bisa kehilangan keselamatan jika
mereka nakal.
Ketakutan dalam mengekspresikan keraguan.
Anak-anak mungkin takut mengecewakan orang tua mereka bila
mereka menunjukkan keraguan. Mereka berpura-pura tidak
ragu-ragu tetapi sebenarnya mereka tidak yakin.
Membantu anak menerima kepastian.
Rm. 10:17 mengatakan bahwa iman berasal dari mendengarkan firman
Allah. Kita bisa membimbing anak untuk mendasarkan keselamatan pada
fakta-fakta Alkitab dengan melakukan hal-hal berikut.
Menjelajahi pengalaman keselamatan mereka.
Untuk menentukan apakah anak itu sudah diselamatkan atau belum,
atau bila keraguan itu justru merupakan dorongan dari Allah,
mintalah mereka membagikan pengalaman keselamatan mereka. Jika
mereka sudah diselamatkan, jangan mencoba untuk membuatnya
mengakui lagi, yang perlu Anda lakukan adalah meyakinkan bahwa
mereka telah menerima keselamatan. Jelaskan bahwa sekali kita
menjadi bagian dari keluarga Allah, kita akan selalu menjadi
bagian dari keluarga itu. Tunjukkan bahwa mereka selamanya
menjadi bagian dari keluarga Allah. Berdoalah agar mereka
mendapatkan kepastian.
Tunjukkan kepada mereka ayat-ayat yang menyatakan kondisi dan
janji.
Dalam Kis. 16:31, kondisinya adalah "percayalah kepada
Tuhan Yesus Kristus", sedangkan janjinya adalah "engkau akan
selamat". Di Yoh. 1:12, kondisinya adalah "menerima-Nya, percaya
dalam nama-Nya", sedangkan janjinya adalah "menjadi anak-anak
Allah". Bacalah Alkitab bersama anak dan personalisasikan dengan
menempatkan namanya dalam ayat itu. Tanyakan kepada anak, "Apakah
kamu melakukan ini?" Jika ya, tanyakan, "Apa yang Tuhan
janjikan?"
Doronglah mereka untuk menceritakannya kepada orang lain.
Anak-anak perlu didorong untuk menceritakan iman barunya kepada
keluarga atau teman-teman mereka dan pada waktu yang diberikan
untuk kesaksian dalam persekutuan-persekutuan. (t/Ratri)
Sumber: Sonlife Africa, http://www.sonlifeafrica.com/model/club2.htm, Artikel Evangelism and Children oleh tidak dicantumkan.
Tips MengajarPrinsip Kunci Penginjilan Anak
Kunci sukses agar penginjilan kepada anak dapat berhasil adalah
dengan membawa kebenaran dalam hidup mereka sesuai tingkat pemahaman
mereka. Dalam menyampaikan berita tentang Kristus kepada anak-anak,
kita harus tetap menyampaikan berita tersebut dalam pesan yang
sederhana. Soderholm menyarankan beberapa prinsip kunci untuk
melakukan penginjilan terhadap anak.
Guru harus benar-benar menjelaskan sejelas mungkin apa yang harus
diketahui anak-anak tentang hubungan antara kematian Kristus dan
hidup mereka. Allah mengasihimu; kita adalah orang berdosa;
Kristus mati untuk membayar dosamu; kamu harus mengakui dosamu
kepada-Nya, yaitu bahwa kamu adalah orang berdosa dan mintalah
pengampunan dari-Nya. Saat itu, kamu telah menjadi keluarga Allah
selama-lamanya.
Guru harus terbiasa dengan Alkitab yang akan membantu dia
memimpin anak datang kepada Kristus. Ayat-ayat yang harus
dipahami antara lain adalah Yoh. 3:16,36; Rm. 3:23; dan
Rm. 5:6
Guru harus berhati-hati dalam menjelaskan istilah-istilah yang
digunakannya.
Guru harus bergantung kepada Roh Kudus. Satu-satunya keputusan
yang murni adalah keputusan yang didasari oleh desakan Roh Kudus.
Guru harus menggunakan Alkitab dalam membagikan pesan Injil.
Guru harus memberi kesempatan kepada anak untuk mengajukan
pertanyaan. Pertanyaan demi pertanyaan yang mereka ajukan bisa
membuka jendela pikiran dan membantu supaya tidak menjejalkan
pesan kepada anak.
(t/Ratri)
Sumber: Childhood Education in the Church, Robert E. Clark, Joanne Brubaker, & Roy B. Zuck, , Artikel The Child and Evangelistic Appeals, halaman 408 -- 409, Moody Press, Chicago, 1986.
Bahan MengajarApa yang Terjadi Ketika Kita Mengundang Yesus Menjadi Juru Selamat Kita?
Bacaan Alkitab:
Yoh. 3:1-18
Renungan:
Dulu, dulu sekali sebelum kamu lahir, jutaan tahun yang lalu, Allah
sudah tahu bahwa kamu akan lahir dan Dia mengasihimu. Selama masa
itu, Dia selalu memikirkanmu selama bertahun-tahun dan menunggu
waktu yang tepat untuk kamu dilahirkan.
Tetapi selama masa itu, Tuhan juga sedih karena Dia tahu bahwa
segera setelah kamu dilahirkan, kamu akan banyak melakukan kesalahan
yang tidak Dia inginkan. Dia tahu kamu akan dilahirkan dengan dosa
di hatimu. Dia tahu bahwa Dia akan perlu menghukummu karena
kesalahanmu dan akhirnya Dia mendapatkan jalan untuk
menyelamatkanmu. Ia memutuskan untuk menanggung sendiri hukuman itu.
Ia memutuskan bahwa Yesus, Anak Allah, akan meninggalkan rumah-Nya
yang indah di surga untuk turun ke dunia dan dihukum karena dosamu
dan saya.
Itulah yang terjadi. Allah mengutus Yesus dan Yesus mati untukmu dan
sekarang kamu bisa meminta Yesus untuk menjadi Juru Selamatmu.
Apakah anak-anak, para ayah/ibu diselamatkan dari kemarahan Tuhan
jika mereka tidak menginginkan Yesus sebagai Juru Selamat mereka?
Tidak, mereka harus menginginkan Yesus dan mereka harus mengasihi
dan melayani Dia.
Mungkin kamu tidak tahu bagaimana caranya meminta Yesus menjadi
Juru Selamatmu. Caranya gampang. Yesus sudah tahu kapan kita ingin
diselamatkan. Dia ingin kita datang dan mengatakan hal ini
kepada-Nya. Kita bisa berbicara kepada Yesus dalam doa, dan kita
dapat berkata seperti ini: "Tuhan Yesus, aku sudah banyak melakukan
kesalahan, dan aku telah membuat Tuhan sedih karena perbuatanku itu.
Allah tidak ingin menghukumku dengan mengirimku ke neraka,
sebaliknya Ia menghukum-Mu Tuhan Yesus. Ia menghukum-Mu karena
dosa-dosaku. Tuhan Yesus, terima kasih atas kebaikan-Mu, Engkau mau
menderita dan mati untukku. Aku tidak dapat melakukan apa-apa tetapi
Engkau menyelamatkan aku."
Kamu tidak harus menggunakan kata-kata yang sama karena Tuhan tahu
apa maksudmu dan kata-kata yang kamu gunakan itu tidaklah penting.
Tetapi kadang-kadang mengucapkan kata-kata membantu kita menyadari
apa yang telah Yesus lakukan untuk kita.
Ada seorang ayah yang biasa duduk memangku anaknya dan bercerita
tentang Yesus. Anak itu tidak pernah lelah mendengarkan cerita indah
itu. Suatu hari, dengan duduk memangku anaknya, ayah itu bertanya
kepada anaknya, "Apakah kamu mau pergi ke surga?"
"Ya, Ayah, tentu aku mau," jawabnya.
"Tapi", kata ayahnya, "bagaimana kamu bisa ke surga? Ada dosa dalam
hati kecilmu. Bagaimana kamu bisa berharap kamu akan ke tempat
di mana Allah berada?"
"Bukankah semua orang berdosa, Ayah?" jawab jemaat kecil ini.
"Benar," jawab ayahnya, "dan Allah telah berfirman bahwa hanya hati
yang murni sajalah yang bisa melihat Dia. Lalu bagaimana anak
kecilku ini bisa pergi ke sana?"
Wajah anak itu menjadi sangat sedih dan ia mulai menangis. Lalu
tiba-tiba seulas senyuman muncul di antara air matanya dan dia
berkata, "Tapi Ayah, Yesus bisa menyelamatkan aku."
Ya, Yesus sangat senang menyelamatkan anak-anak, dan Ia juga ingin
menyelamatkan kamu. Sudahkah kamu meminta Yesus menyelamatkan kamu?
Ia ingin kamu mengatakan hal ini kepada-Nya.
Pertanyaan
- Siapa yang dihukum atas dosa-dosamu?
- Apakah kita harus membayar dengan sejumlah uang karena Yesus
telah menyelamatkan kita?
- Jika kita membayar Dia dengan uang yang banyak, akankah Ia
menyelamatkan kita?
- Mengapa Yesus mati di kayu salib?
Doa
Tuhan Yesus, kami tahu bahwa kami tidak akan pernah bisa membayar
untuk bisa ke surga, tetapi kami berterima kasih karena Engkau sudah
dengan cuma-cuma memberi kami hidup kekal sehingga kami bisa
selamanya berada di surga bersama-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.
(t/Ratri)
Sumber: Devotions for the Children`s Hour, Kenneth N. Taylor, , Artikel What Happens When We Ask Jesus to be Our Saviour, halaman 61 -- 63, Moody Press, Chicago, USA, 1977.
Warnet Penae-MISI
http://misi.sabda.org/
Dalam mengemban Amanat Agung yang diberikan Tuhan Yesus, tentu saja
kita memerlukan perlengkapan yang cukup untuk melakukan pekerjaan
besar tersebut. Salah satu sumber di mana kita dapat melihat
bagaimana pelayanan misi dilakukan dan bagaimana kita dapat
diperlengkapi untuk melakukan pelayanan tersebut adalah dalam situs
e-Misi. Melalui situs ini, kita dapat melihat bagaimana karya Tuhan
dalam setiap usaha penginjilan yang dilakukan di belahan dunia ini.
Setiap informasi dikemas dalam menu Artikel, Buku, Kesaksian,
Renungan, Tokoh Misi, dan Sumber Misi. Dalam menu Artikel Anda dapat
menemukan tulisan-tulisan seputar pelayanan misi dan anak. Di
antaranya dalam artikel "Bagaimana Melibatkan Anak dalam Pelayanan
Misi", "Hal-Hal Besar Terjadi Ketika Anak-Anak Berdoa", "Mengajar
Anak-Anak Berdoa", "Tantangan dalam Hal Memenangkan Anak-Anak", dan
sebagainya. Melalui situs ini, diharapkan para pelayan anak juga
dilengkapi dalam hal penginjilan kepada anak. Silakan berkunjung
dan menjadi bagian dari misi penginjilan Indonesia dan dunia.
Oleh: Redaksi
Mutiara Guru
Jikalau Anda "hidup dan berada" di dalam Kristus,
hal ini menjadi bukti bagi para murid dan Anda untuk lebih mudah
memimpin mereka kepada Tuhan. Sebab itu, buktikanlah
kepada para murid bahwa jalan yang Anda jalani itu
benar-benar baik dan berguna.
- Mavis L. Anderson -
|