Salam dari Redaksi
Salam sukacita,
Setelah kebangkitan Yesus yang menyukakan hati itu, Yesus masih
berada di dunia selama empat puluh hari. Masa-masa itu dipakai untuk
menguatkan murid-murid-Nya, mengingat Ia harus kembali ke rumah
Bapa-Nya di surga. Dalam masa-masa itu Ia kembali menegaskan, meski
tidak lagi mendampingi para murid secara fisik, Ia akan mengirimkan
Roh Kudus bagi mereka. Ketika akan naik ke surga, saat itu pula Ia
menyerukan Amanat Agung sekaligus memberkati para murid-Nya.
Janji, perintah, dan berkat yang Yesus berikan dalam peristiwa
kenaikan-Nya ke surga, bukan hanya untuk murid-Nya saat itu saja,
tetapi juga bagi kita orang percaya yang telah diselamatkan-Nya.
Sebagai pelayan anak, mari kita bersama-sama bergiat membawa
anak-anak datang kepada Yesus dan mari pula kita menularkan semangat
penginjilan kepada anak-anak agar mereka pun dapat menjadi
saksi-saksi Kristus.
Selamat mempersiapkan perayaan kenaikan Yesus ke surga!
Redaksi,
Davida Welni Dana
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku
dan baptislah mereka dalam nama Bapa
dan Anak dan Roh Kudus, ...." (Matius 28:19)
ArtikelKenaikan-Nya Menerobos Keterbatasan Manusia
Manusia yang lemah selalu diikat dengan berbagai keterbatasan, baik
itu keterbatasan stamina tubuh, intelegensia, kekayaan, dan
lain-lain. Sering kali pekerjaan Tuhan terhambat oleh adanya
berbagai keterbatasan itu. Namun, kenaikan Yesus menerobos beberapa
keterbatasan yang menghalangi pekerjaan Tuhan.
KENAIKAN YESUS MENEROBOS KETERBATASAN ORIENTASI WAKTU.
Murid-murid Yesus bertanya kepada-Nya, "Tuhan, maukah Engkau pada
masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" (Kisah Para Rasul 1:6).
Pertanyaan itu menunjukkan bahwa murid-murid masih berorientasi
waktu pada masa lalu, yakni pada masa kejayaan kerajaan Israel yang
dipimpin oleh Daud dan Salomo.
Ada sebagian orang yang selalu mengenang atau dihantui oleh masa
lalu; baik itu masa lalu yang gemilang, maupun kegagalan. Masa lalu
(sejarah) dibutuhkan untuk mengenal identitas diri. Oleh karena itu,
setiap siswa perlu belajar sejarah Indonesia, supaya mereka bisa
mengenal identitas mereka sebagai orang Indonesia.
Namun, jangan hanya puas atau diikat dengan masa lalu. Tuhan ingin
bertanya dua hal, apa yang sedang engkau lakukan sekarang ini? Dan
apa rencana masa depanmu bagi kemuliaan nama-Nya?
Rasul Paulus menyatakan tekadnya yang penting, "Aku melupakan apa
yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di
hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah,
yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus" (Filipi 3:13-14).
Ini bukan berarti bahwa Paulus menjadi "amnesia" (lupa) terhadap
masa lalunya. Tetapi konteks Filipi 3 adalah membahas masa lalu
Paulus yang pernah menjadi orang yang "hebat" di dalam masyarakat
Yahudi. Ia pernah mencapai beberapa "prestasi" yang bisa dibanggakan
menurut versi agama Yahudi. Ia disunat pada hari kedelapan; dari
bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, anggota
Farisi; pernah menganiaya orang Kristen yang dibenci oleh orang
Yahudi; dan ia tidak bercacat di dalam menaati hukum Taurat (Filipi 3:5-6).
Namun, apa yang pernah dibanggakan Paulus pada masa lalu, sekarang
ia anggap sebagai sampah. Sekarang, Paulus melupakan kegemilangan
masa lalu yang sia-sia itu. Ia bertekad untuk mengatakan
pandangannya ke depan kepada tujuan yang sudah ditetapkan oleh Allah
di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Orang yang berjiwa muda selalu berkata, "Nanti saya akan melakukan
ini dan itu." Hidupnya menjadi dinamis. Tetapi orang yang berjiwa
tua selalu berkata, "Dahulu aku pernah melakukan ini dan itu."
Hidupnya sekarang ini mandeg dan statis.
Bukankah ada sebagian orang yang sering berkata, "Dahulu aku pernah
menjadi anggota majelis. Aku pernah menjadi guru sekolah minggu."
Itu bagus. Namun, Tuhan bertanya kepada mereka, "Apa yang kalian
lakukan sekarang ini bagi kemuliaan nama-Ku?"
KENAIKAN YESUS MENEROBOS KETERBATASAN KESUKUAN DAN GEOGRAFIS
Murid-murid Yesus hanya memikirkan kerajaan bagi bangsa Israel.
Mereka terkungkung oleh keterbatasan bangsa dan suku. Ruang lingkup
mereka pun hanya dibatasi oleh geografis Palestina yang luasnya
hanya 192 x 64 km saja. Padahal sasaran penginjilan tidaklah
terbatas pada satu suku/bangsa saja, juga tidak terkungkung pada
satu tempat/negara saja.
Ada sebagian orang yang berkata, "Agama Kristen itu agamanya orang
Barat." Apakah pendapat itu benar? Bukankah kekristenan muncul di
Timur Tengah (Israel), bukan di Barat? Yesus Kristus bukan hanya
untuk satu suku/bangsa, tetapi Dia mau menjadi Juru Selamat bagi
semua suku bangsa di dunia.
KENAIKAN YESUS MENEROBOS KETERBATASAN FISIK.
Kerajaan Daud dan Salomo pernah memiliki tentara-tentara yang handal
dan disegani oleh banyak bangsa di sekitarnya. Namun, itu berbeda
dengan Kerajaan Allah. Yesus pernah berkata kepada Pilatus,
"Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini,
pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan
kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini."
(Yohanes 18:36)
Kerajaan Allah yang didirikan oleh Yesus dimulai dengan hal-hal yang
rohani, yakni pemerintahan Allah di dalam setiap hati orang yang
percaya, seperti yang tertulis di dalam Lukas 17:20-21, "Kerajaan
Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat
mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab
sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu."
Juga Paulus menjelaskan di dalam Roma 14:17, "Sebab Kerajaan Allah
(terj. sehari-hari: "Sebab kalau Allah memerintah hidup seseorang")
bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai
sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus."
Karena sifatnya yang rohani, Kerajaan Allah tidaklah terbatas pada
teritorial atau bangsa tertentu. Allah dapat memerintah hidup siapa
saja dari berbagai suku bangsa, warna kulit, dan bahasa, asalkan
orang itu mau taat kepada kehendak-Nya.
KENAIKAN YESUS MENEROBOS SIKAP HIDUP
Kenaikan-Nya menerobos sikap hidup yang terpaku pada masalah
sendiri.
"Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi
Israel?" (Kisah Para Rasul 1:6). Pada waktu itu, orang Israel sedang
dijajah oleh bangsa Romawi. Seolah-olah para murid Yesus berkata
kepada-Nya, "Tuhan selesaikan dulu masalah intern bangsa kami.
Bebaskan kami dahulu dari penjajahan orang Romawi." Namun Yesus
menjawab, "Pergilah kamu, jadilah saksi-Ku."
Hal yang melumpuhkan banyak gereja Tuhan di dalam bermisi adalah
suatu nasihat yang kedengarannya "bijaksana", "Selesaikan dahulu
masalah intern gereja kita; baru pikirkan program misi ke luar."
Padahal apabila kita mempelajari sejarah gereja, tidak ada satu
gereja pun yang bisa terlepas dari masalah intern. Gereja mula-mula
di Yerusalem pernah mempunyai masalah ketidakjujuran, yakni dalam
kasus "Ananias dan Safira" (Kisah Para Rasul 5); pernah terjadi
kekecewaan dari sebagian orang dalam hal pelayanan diakonia yang
terabaikan (Kisah Para Rasul 6).
Di dalam gereja Korintus pernah terjadi "klik-klikan" di antara para
anggota (1Korintus 3); terjadi dosa "kumpul kebo" antara seorang
pemuda dengan mama tirinya (1Korintus 5); dan pernah terjadi
penyalahgunaan karunia-karunia tertentu dari Roh Kudus (1Korintus 12).
Di gereja-gereja yang hanya memikirkan diri sendiri malah akan
muncul banyak masalah intern. Sedangkan di gereja yang sibuk
bermisi, para anggota mengonsentrasikan perhatian mereka kepada
pelayanan sehingga tidak ada waktu untuk bergosip dan mencari-cari
masalah di antara sesama anggota.
KENAIKAN YESUS MENEROBOS KELEMAHAN MANUSIA.
Pernahkah Anda bayangkan, seorang Petrus dari desa Galilea, dengan
latar belakang profesi hanya sebagai nelayan yang sederhana, tetapi
sekali berkhotbah dapat membawa tiga ribu jiwa sekaligus untuk
percaya kepada Yesus sebagai Juru Selamat (Kisah Para Rasul 2:41)?
Ketika Paulus dan Silas sampai di Tesalonika, kaum Yahudi menyebut
mereka sebagai "orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia" (Kisah
Para Rasul 17:6). Kalimat ini menyatakan bahwa pelayanan Paulus dan
Silas berdampak sampai ke seluruh dunia.
Apakah yang menyebabkan dampak pelayanan mereka menjadi luar biasa?
Karena Tuhan Yesus yang naik ke surga mengirimkan Roh Kudus untuk
memberikan kuasa bagi umat-Nya yang ingin melayani. Yesus berkata,
"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu
...."
Kata kuasa di sini di dalam bahasa Yunaninya adalah "dunamis". Dari
kata ini muncullah kata "dynamite" dalam bahasa Inggris. "Dynamite"
berkuasa untuk menghancurkan bukit batu. Demikian pula kuasa Roh
Kudus diberikan kepada umat-Nya agar mereka dapat melayani dengan
kuasa untuk menghancurkan "bukit-bukit batu" di dalam hati manusia
sehingga mereka dapat bertobat dari kehidupan mereka yang salah.
KENAIKAN YESUS MENEROBOS RASA TAKUT YANG KELIRU
Dosa telah memutarbalikkan banyak hal di dunia ini. Seharusnya,
manusia berani berkata benar dan takut berdusta. Namun karena dosa,
manusia menjadi berani berdusta, tetapi takut berkata benar. Sebelum
dipenuhi Roh Kudus, murid-murid yang diutus oleh Yesus setelah naik
ke surga tidaklah berani bersaksi tentang Sang Kebenaran. Namun
setelah dipenuhi oleh Roh, mereka memiliki keberanian yang luar
biasa (Kisah Para Rasul 27-31).
Kata "saksi" dalam bahasa Yunani adalah "martus". Dari kata ini
muncullah kata "martyr" di dalam bahasa Inggris. Jadi maksudnya,
setiap orang yang ingin menjadi saksi Kristus harus bersiap-sedia
juga untuk menjadi martir (bandingkan Wahyu 1:5).
KENAIKAN YESUS MENEROBOS KONSEP YANG SALAH TENTANG PENGINJILAN
"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas
kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh
Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8)
Bagaimanakah penginjilan itu dilaksanakan? Apakah harus menunggu
sampai semua penduduk Yerusalem diinjili dahulu, baru kemudian
seluruh penduduk Yudea, lalu seluruh penduduk Samaria, akhirnya ke
negara-negara lainnya? Ternyata tidak demikian. Kata sambung "dan"
yang diulangi beberapa kali dalam Kisah Para Rasul 1:8 mempunyai
arti serempak. Maksudnya, Yerusalem perlu diinjili, bersamaan dengan
itu Yudea, Samaria, dan daerah-daerah lainnya.
Aniaya yang menimpa jemaat Yerusalem dalam Kisah Para Rasul 8:1-3
merupakan koreksi Tuhan terhadap sikap orang Kristen pada waktu itu
yang hanya memusatkan pelayanan mereka di Yerusalem saja. Aniaya
mencerai-beraikan mereka ke berbagai tempat di negeri Israel sambil
memberitakan Injil (Kisah Para Rasul 8:4).
Tuhan Yesus sudah bangkit dan naik ke surga. Masihkah kita akan
duduk diam di dalam ketidakberdayaan kita atau kita mau memercayai
kuasa-NYA? -- OCM
Sumber: BETHANYgraha, http://www.bethanygraha.org/pubs/newsmain.asp?id=37&curpage=12.
Tips MengajarMengajarkan Misi di Kelas Sekolah Minggu
Sebelum terangkat ke surga, Yesus memberikan amanat agung bagi
murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil dan menjadikan semua bangsa
murid-Nya. Amanat Agung ini harus kita sampaikan pula kepada setiap
anak yang kita layani. Dalam kelas sekolah minggu, Anda dapat
mendidik anak-anak untuk mengerti arti penginjilan dan dengan cara
yang kreatif, Anda dapat mengajarkan cara-cara penginjilan kepada
mereka.
MENGAJARKAN MISI DI KELAS SEKOLAH MINGGU
Ketika tiba di Atena, Paulus sudah terbiasa dengan budaya Yunani.
Sebenarnya, pengetahuannya tentang filosofi masyarakat Atena
merupakan kunci yang membuka pikiran pengikutnya. Dengan mengambil
contoh dari rasul besar ini, para penginjil modern harus benar-benar
belajar budaya dari orang-orang yang akan mereka injili. Dengan
demikian, mereka dapat melayani dengan penuh pengertian.
Guru dapat menjalin hubungan kekeluargaan dengan murid-murid mereka
dan anak-anak dari budaya yang berbeda-beda dan dari tempat yang
berlainan dengan menuntun mereka supaya menghargai saudara-saudara
jauh mereka. Cara terbaik untuk membangkitkan minat anak-anak dalam
hal budaya yang berbeda adalah dengan memperkenalkan aspek-aspeknya
melalui pengalaman langsung di dalam kelas. Hal ini secara khusus
menjadi penting jika anak-anak masih terlalu kecil untuk belajar
geografi.
Berikut beberapa cara untuk melakukannya.
- Pengunjung
Bertemu dengan seseorang dari negara lain dapat menjadikan negara
tersebut menjadi "nyata" bagi anak-anak. Undanglah misionaris di
gereja Anda untuk hadir di kelas Anda ketika mereka sedang cuti.
Atau bisa juga Anda mengundang divisi penginjilan di gereja Anda
dan para mahasiswa asing.
- Alat-Alat Audio Visual
Dapatkan bahan-bahan dari perpustakaan lokal, museum, toko-toko
buku, dan penyedia alat-alat belajar. Film, slide, piringan
hitam, dan kaset dapat digunakan untuk menghidupkan pelajaran.
Poster-poster berwarna dari biro perjalanan bisa digunakan untuk
hiasan di kelas.
- Seni
Tunjukkan kesenian atau kerajinan asli dari budaya yang sedang
dipelajari. Pilihlah salah satu kerajinan yang dapat ditiru oleh
anak-anak.
- Musik
Perdengarkan rekaman musik dari daerah lain. Tunjukkan dan
tirukan alat musik tersebut. Anak-anak senang belajar lagu-lagu
daerah yang menggunakan gerakan tangan secara langsung.
- Kata-Kata
Ajarkan kepada murid-murid Anda beberapa kata dalam bahasa yang
tidak mereka kenal -- lebih tepatnya belum mereka kenal.
Kata-kata itu bisa berupa nama mereka sendiri, suatu ayat
Alkitab, atau suatu lagu sederhana. Tunjukkan terjemahan
ayat-ayat Alkitab tersebut.
- Permainan
Ajarkan kepada murid-murid Anda suatu permainan yang biasa
dimainkan oleh anak-anak di daerah lain. Beberapa permainan
anak-anak di Amerika juga ditemukan di negara-negara lain.
- Makanan dan Pakaian
Buku-buku masakan dari daerah lain dan beberapa bahan dari divisi
makanan asing di supermarket lokal dapat membantu Anda menyiapkan
makanan cepat saji di kelas Anda. Buku-buku dan boneka-boneka
dari daerah lain dapat dijadikan contoh pakaian.
Setelah berbagi pengalaman dengan anak-anak dari budaya lain,
orang-orang Kristen muda ini akan ingin memberitakan Juru Selamat
mereka kepada anak-anak lain. Untuk dapat melakukannya, persembahan
rutin atau istimewa dapat dikumpulkan untuk pelayanan penginjilan.
Masing-masing kelas atau anak-anak secara individu bisa
tukar-menukar surat, foto, dan kaset dengan para penginjil. Hanya
dengan menghadirkan misionaris ke kelas kita, kita bisa memampukan
murid-murid kita bersaksi sampai ke ujung dunia. (t/Ratri)
Sumber: The Complete Handbook for Children Ministry: How to Reach and Teach Next Generation, Dr. Robert J. Choun & Dr. Michael S. Lawson, , halaman 211 -- 212, Thomas Nelson Publishers, Nashville, 1993.
Bahan MengajarYesus Naik ke Surga
Garis Besar Cerita:
Setelah empat puluh hari dari kebangkitan-Nya (bangkit dari
kematian), Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya dari waktu
ke waktu. Dia berbicara kepada mereka mengenai Kerajaan Allah.
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya untuk tetap tinggal di
Yerusalem sambil menantikan pemberian yang akan Dia anugerahkan
kepada mereka. Pemberian itu adalah Roh Kudus. Roh Kudus akan
tinggal di dalam mereka dan membimbing mereka. Dia akan menjadi
penghibur bagi mereka. Yesus ingin murid-murid-Nya mengatakan kepada
orang di seluruh dunia bahwa Dia sudah mati untuk mereka semua. Dia
memerintahkan murid-murid-Nya untuk mengajar dan membaptiskan
orang-orang yang percaya.
Setelah Yesus mengatakan hal tersebut, Dia terangkat ke surga tepat
di hadapan murid-murid-Nya. Awan akhirnya menutupi pandangan
murid-murid-Nya sampai Yesus tidak kelihatan lagi. Kemudian dua
orang malaikat yang mengenakan pakaian putih datang dan berdiri di
samping mereka. Malaikat tersebut berkata, "Mengapa kamu terus
melihat ke langit? Yesus yang sama yang terangkat ke surga saat ini
akan datang lagi suatu saat dengan cara yang sama seperti kamu
melihat Ia naik ke surga saat ini."
Kita semua juga percaya bahwa Dia akan datang kembali.
Pelajaran dari Kisah ini:
Hal terakhir yang Yesus katakan kepada murid-murid-Nya sebelum Dia
naik ke surga adalah agar murid-murid-Nya mengajar orang lain.
Bagaimana kita dapat melakukan hal tersebut? Apa bagianmu dalam
perintah-Nya tersebut?
Kamu dapat menceritakan Yesus kepada temanmu. Kamu dapat mengajarkan
mereka lagu-lagu mengenai Yesus. Mereka dapat melihat kamu bertindak
seperti teladan Yesus. Persilakan Dia menjadi pusat hidupmu dan
Tuhan akan menyatakan kepadamu bagaimana kamu dapat melayani Dia.
Bacaan Alkitab:
Markus 16:15-16
Markus 16:19
"Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia,
beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan
dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan
dihukum .... Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka,
terangkatlah Ia ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah."
(t/Davida)
Sumber: Jesus Leaves Earth, Garden of Praise, http://gardenofpraise.com/bibl32s.htm.
Warnet PenaJust for Kids Magazine: Salvation
http://www.just4kidsmagazine.com/gold.html
Halaman ini merupakan bagian dari situs Just for Kids Magazines.
Bagi yang ingin mengajarkan keselamatan kepada anak, halaman ini
bisa dijadikan sebagai salah satu referensi. Dari halaman "gold"
(emas) Anda akan dibawa ke halaman-halaman dengan warna-warna lain,
seperti halaman berwarna "black" (hitam); "white" (putih), dan lain
sebagainya. Halaman-halaman berwarna tersebut mewakili langkah demi
langkah bagaimana seorang anak dapat diselamatkan. Dimulai dari
langkah pertama di mana anak harus datang kepada Yesus dan mengakui
semua dosa mereka (halaman Gold), sampai dengan langkah ke enam
(halaman Green) di mana anak yang sudah bertobat dan lahir baru
memiliki hidup di dalam Yesus dan Yesus di dalam mereka. Untuk lebih
jelasnya, kami sarankan agar Anda langsung menuju ke alamat di atas.
Oleh: Redaksi
Dari Anda Untuk AndaUcapan Terima Kasih
Dari: Iwan Prayogo <lukasprayogi(at)xxxx>
>Syaloom
>Thanks buat informasi yang selalu aku dapat dari Bina Anak
>itu menolong banget buat gue punya masukan masalah-masalah teologis
>seputar kematian Kristus, walau di lapangan kadang tidak gampang
>memberi pengertian buat anak-anak usia 10 tahun. Thank You ya God
>Bless you all, Happy Easter.
>Iwan Prayogi
Redaksi:
Selamat Paskah juga.
Terima kasih atas "sharing"-nya. Puji syukur atas tiap berkat yang
bisa diterima melalui e-BinaAnak. Jika ingin lebih dalam lagi
berdiskusi dengan para pelayan anak lainnya, misalnya mengenai
masalah-masalah dalam menyampaikan makna teologis dari tiap kisah
dalam Alkitab, silakan bergabung dengan forum diskusi para pelayan
anak di Milis Diskusi e-BinaGuru. Jika tertarik, Anda bisa langsung
bergabung dengan mengirimkan e-mail ke alamat:
==> subscribe-i-kan-binaguru(at)hub.xc.org
Mutiara Guru
Mengajar dengan baik dan sepenuh hati merupakan
salah satu perwujudan menjalankan amanat agung Allah.
|