Salam dari Redaksi
Salam sejahtera dalam perlindungan-Nya,
"Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka
perbuat." Itulah yang terucap dari bibir Yesus ketika menghadapi
orang-orang yang begitu membenci, menghina, dan mengejek Dia. Saat
itu bukan tidak mungkin Dia menunjukkan kekuasaan dan kekuatan-Nya,
tetapi Dia justru memohon ampunan bagi manusia-manusia berdosa
tersebut. Ya, kematian-Nya menebus utang dosa kita kepada Bapa di
surga.
Kematian Yesus merupakan satu rangkaian peristiwa dari anugerah
keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita. Bulan April ini
e-BinaAnak akan membahas peristiwa "Kematian Yesus" sampai dengan
"Hari Pentakosta" sebagai rentetan peristiwa yang membawa anugerah
keselamatan dan peneguhan bagi kita. Dalam pekan pertama ini, kami
menghadirkan renungan mengenai makna kematian-Nya di kolom artikel
dan juga bahan-bahan mengajar mengenai kematian Yesus. Kami harap
sajian ini dapat membawa Anda dan anak-anak layan Anda semakin dalam
mengasihi Dia yang terlebih dahulu mengasihi kita.
Di kesempatan ini Redaksi e-BinaAnak mengucapkan SELAMAT HARI
PASKAH! Belenggu dosa telah dipatahkan melalui kemenangan Yesus dan
biarlah kubur kosong itu membawa sukacita penuh di hati kita semua.
Tuhan memberkati.
Redaksi,
Davida Welni Dana
"Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa,
satu kali dan untuk selama-lamanya,
dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah." (Roma 6:10)
ArtikelKematian Yesus Sebuah Pengorbanan untuk Dosa
KEMATIAN-NYA DIPERLUKAN
Yesus mengajarkan bahwa tindakan nyata untuk membawa manusia kepada
keselamatan harus melibatkan diri-Nya sendiri melalui kematian-Nya
di kayu salib. Hal ini merupakan pernyataan yang sangat mengejutkan
yang Ia sampaikan kepada murid-murid-Nya. Ia menyampaikan kabar ini
untuk pertama kalinya kepada Petrus yang baru saja memberikan
pernyataan, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (Matius
16:16). Petrus menanggapi pertanyaan Yesus, "Tetapi apa katamu,
siapakah Aku ini?" (Matius 16:15). "Sejak waktu itu Yesus mulai
menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem
dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam
kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari
ketiga" (Matius 16:21).
Petrus menyadari bahwa hal itu sangat sulit diterimanya. Dia menegur
Yesus dengan berkata, "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal
itu sekali-kali takkan menimpa Engkau" (Matius 16:22). Dalam
peristiwa itulah Yesus memberikan salah satu teguran-Nya yang paling
tajam, "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab
engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa
yang dipikirkan manusia" (Matius 16:23). Mengapa Dia menyebut Petrus
"iblis"? Pernyataan itu muncul karena dari teguran Petrus di atas
Dia mendengar suara yang pernah mencoba menghancurkan Dia di padang
gurun, suara yang selama berabad-abad mencoba untuk mencegah
terjadinya pemenuhan janji Allah bahwa akan ada penebusan dosa.
Yesus menegaskan bahwa jalan Allah adalah jalan menuju ke salib.
Yesus mengajarkan bahwa kematian-Nya amat diperlukan. Dia berkata
bahwa Anak Manusia "harus" mati. Dari kalimat itu ada bentuk
perintah yang sepertinya memaksa. Mengapa "harus"? Hal tersebut amat
mengganggu Petrus; bahkan mungkin pula mengganggu kita saat ini.
Mari kita renungkan betapa dosa juga amat mengganggu Allah. Tindakan
turun-temurun memberikan korban darah dalam Perjanjian Lama
merupakan suatu cara untuk mengajarkan kebenaran ini. Pembakaran dan
penyembelihan hewan korban menjadi pernyataan bahwa Allah amat
membenci dosa. Dosa itu merusak, membunuh yang tidak bersalah, dan
darah dicucurkan tanpa ada ampun.
Ketetapan akan pengorbanan-pengorbanan tersebut juga mengajarkan
sebuah pelajaran lain kepada kita. Binatang-binatang yang
dikorbankan tersebut tidaklah sempurna. Jika kita dapat
mempersembahkan hewan korban yang benar-benar tanpa cacat, untuk
selanjutnya tidak diperlukan lagi pengorbanan binatang. Kebutuhan
akan korban yang benar-benar sempurna jelas sangat diperlukan. Dan
Yesus menjadi korban yang sempurna itu. Surat Ibrani memaparkan hal
tersebut kepada kita secara rinci dan menyimpulkan dengan, "Sebab
Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang
hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam
sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.
Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya
sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat
kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab jika demikian
Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi
sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman
akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya" (Ibrani 9:24-26).
Para imam kepala harus mengorbankan hewan setiap tahun sebab mereka
tidak dapat membuat satu persembahan untuk semuanya. Pengorbanan
Yesus menyempurnakan semua korban tersebut karena pengorbanan Yesus
adalah sempurna. Dia yang tidak berdosa mengorbankan nyawa-Nya
sekali untuk semua dosa umat manusia.
DARAH YESUS SEBAGAI TEBUSAN
Secara spesifik, bagaimana hubungan antara kematian Kristus dengan
dosa manusia? Yesus mengajarkan bahwa darah-Nya diberikan sebagai
tebusan (Ing.: ransom) -- Markus 10:45; Matius 20:28. Kata tebusan
(ransom) digunakan dalam ayat-ayat tersebut. Dalam bahasa Yunani,
"tebusan" (ransom) dapat diartikan sebagai harga pembebasan untuk
para budak. Setiap orang yang hidup di zaman Yesus dapat memahami
hal tersebut. Saat itu ada beribu-ribu budak. Perbudakan merupakan
perumpamaan yang tepat untuk dosa. Sama seperti budak yang dikuasai
dan diikat dalam perbudakan, begitu pula orang berdosa dirantai
dalam ikatan dosa. Sama seperti harga tebusan (ransom price) dapat
membebaskan para budak, demikian juga darah Yesus dapat membebaskan
orang berdosa. Kematian-Nya menjadi alat untuk pembebasan.
DARAH YESUS MENJADI TANDA PENGAMPUNAN
Yesus juga mengajarkan bahwa darah-Nya menjadi tanda pengampunan.
Ketika dia mengambil cawan perjamuan terakhir, Dia berkata, "Sebab
inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak
orang untuk pengampunan dosa" (Matius 26:28). Kembali kita
mendapatkan kata yang paling menarik, "pengampunan". Dalam bahasa
Yunani, kata pengampunan terdiri dari dua akar kata. Salah satu dari
kata itu merupakan kata depan yang selalu diikuti dengan pemikiran
tentang pemisahan, sedangkan kata berikutnya merupakan akar kata
kerja yang berarti "mengirimkan atau membebaskan" ("to sent" atau
"dismiss"). Jika disatukan, kata-kata ini bisa diartikan
"pembebasan" (release) -- Lukas 4:18, "pengampunan" (forgiveness)
-- Kolose 1:14, dan "pengampunan" (remission) seperti dalam Matius
26:28 dan pasal-pasal lainnya. Kedua, pemikiran tersebut berarti
ketika kita diampuni, dosa-dosa kita dipisahkan dari kita, dan kita
dibebaskan dari dosa. Darah Kristus menjadi alat untuk membersihkan
dan membebaskan orang berdosa dari dosanya. Di Kolose 1:14,
"pengampunan" (forgiveness) disamakan dengan "penebusan"
(redemption). Dengan demikian, ketika Tuhan menghapus dosa melalui
darah Yesus yang membersihkan, kita ditebus, dibebaskan, dan
diampuni.
Kematian Kristus di kayu salib menghapus dosa kita. Petrus
menjelaskan hal ini, "Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam
tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa,
hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh"
(1Petrus 2:24). Paulus mengatakan, "Dia yang tidak mengenal dosa
telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita
dibenarkan oleh Allah" (2Korintus 5:21). Maka dalam kematian-Nya,
Yesus membawa dosa kita kepada salib, "mati karena dosa-dosa kita"
(1Korintus 15:3). Dialah satu-satunya Pribadi yang dapat
melakukannya. Yesus mengatakan kepada murid-muridnya bahwa Dia harus
"mati". Jika kematian-Nya tidak terjadi, tidak akan ada pembebasan
dari dosa, pemulihan, pengampunan, dan penebusan.
Dalam terang fakta ini, kita dapat lebih sungguh-sungguh lagi
menghayati apa maksud-Nya ketika mengatakan "sudah selesai" (Yohanes
19:30). Kata-kata itu merupakan ekspresi yang tepat dari seseorang
yang telah lunas membayar hutang-hutangnya. Kita tercatat telah
"lunas"; mereka mencatat, "tetelesthai", "sudah selesai". Yesus
telah membayar hutang kita. Kata-kata terakhir yang diucapkan-Nya
menyatakan kebenaran yang tak ternilai ini. (t/Davida)
Sumber: What Jesus Taught, George Alder, , halaman 47 -- 49, The Standard Publishing, Ohio, 1965.
Tips MengajarMembimbing Anak kepada Kristus
Salah satu kesempatan luar biasa yang merupakan berkat bagi para
guru sekolah minggu adalah menolong anak untuk mengerti bagaimana
mereka dapat menjadi anggota keluarga Allah. Dalam seluruh rangkaian
pelajaran di kelas, terlebih dalam momen peringatan Jumat Agung dan
Paskah, kita dapat membimbing anak-anak datang kepada Yesus dan
menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
Dalam membimbing mereka, guru harus memerhatikan tingkat kedewasaan
setiap anak. Usia di mana seorang anak dapat menangkap dengan tepat
maksud dari keselamatan pribadi tidak dapat ditentukan, semua itu
tergantung dari latar belakang anak dan juga bimbingan yang
diberikan kepadanya. Berdoalah agar Roh Kudus memberi kita hikmat
dan membuat kita peka akan setiap kebutuhan rohani anak. Ingatlah,
keselamatan adalah pekerjaan ajaib dari Roh Kudus. Peran seorang
guru adalah membimbing anak untuk mengetahui bagaimana dia dapat
menjadi orang Kristen sejati.
Karena anak-anak memiliki sifat cenderung meniru apa yang dilakukan
teman mereka, saat membimbing anak menerima Kristus, usahakan untuk
dilakukan secara pribadi, bukan dalam kelompok besar. Rencanakanlah
kesempatan untuk berbicara dan berdoa secara pribadi dengan beberapa
anak yang memang benar-benar ingin lahir baru dan menjadi keluarga
Allah.
Lima langkah berikut ini dapat menjadi dasar bagi para guru sekolah
minggu untuk melayani anak-anak menerima Kristus sebagai Juru
Selamat-Nya. Tanyakanlah kalimat di dalam tanda kutip di bawah ini
untuk memastikan bahwa mereka sungguh-sungguh mengerti.
Alkitab mengajarkan bahwa Allah mengasihi kamu. Pada
kenyataannya, Allah memang benar-benar mengasihimu sehingga Dia
ingin kamu menjadi anggota keluarga-Nya (2Kor. 6:18; 1Yoh. 4:9).
"Menurutmu mengapa Allah Allah ingin kamu menjadi anggota
keluarga-Nya?"
Kamu dan semua orang di dunia telah melakukan pelanggaran (Roma
3:23). Kata yang digunakan dalam Alkitab untuk menyatakan
pelanggaran adalah dosa.
"Menurutmu apa yang akan terjadi kepada kita jika kita berdosa --
ketika melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah?"
Allah mengatakan bahwa kamu telah berdosa dan orang yang berdosa
harus dihukum (Roma 6:23).
Karena Allah mengasihi kamu, Dia mengutus Anak-Nya untuk mati di
kayu salib guna menebus dosamu. Karena Yesus tidak pernah
berdosa, Dialah satu-satunya yang dapat menebus kesalahan dosamu
(Lihat Roma 5:8; 2Kor. 5:21 atau 1Yoh. 4:14).
"Apa yang kamu rasakan ketika kamu tahu bahwa Yesus sangat
mengasihi kamu sehingga dia rela mati untukmu?"
"Apa yang kamu rasakan atas pelanggaran yang telah kamu lakukan?
Apakah kamu menyesali dosa-dosamu?" Katakan kepada Allah jika
kamu menyesalinya.
"Apakah kamu percaya bahwa Yesus mati untuk menjadi
Juru Selamatmu?"
Jika kamu menyesal dan jika kamu benar-benar percaya -- Allah
mengampuni semua dosa-dosa kita (lihat Yoh. 1:12).
"Apakah kamu tahu apa yang terjadi jika Allah mengampuni kamu?"
Alkitab mengatakan bahwa ketika kamu percaya kepada Yesus, Anak
Allah, kamu menerima anugerah hidup kekal (Yoh. 3:36). Ini
berarti Allah bersama denganmu sekarang dan selamanya.
"Kamu juga dilahirbarukan sebagai keluarga Allah. Apa artinya
lahir baru?"
Doronglah anak-anak untuk menceritakan keputusan yang telah dia buat
kepada orang tua mereka. Sesegera mungkin, kunjungi orang tua mereka
dan jelaskan kepada mereka keputusan yang telah diambil anak-anak
mereka dan bicarakan pula bagaimana mereka bisa membimbing
pertumbuhan rohani anak-anak mereka. (t/Ratri)
Sumber: Junior Teacher: Jesus is My Saviour, GL Living World Curriculum: Children Division, , halaman 61, GL Publications, Ventura, USA, 1987.
Bahan MengajarKematian Yesus Kristus
Bacaan Alkitab:
Yesaya 53:1-12
Cerita:
Sekarang kita akan membahas salah satu hal yang sangat aneh dan
paling mengerikan, namun indah yang pernah terjadi. Apakah kamu
ingat bagaimana Adam dan Hawa memakan buah yang dilarang Tuhan untuk
dimakan? Pada saat itulah dosa pertama ada dalam hati mereka dan
sejak saat itulah tubuh mereka berubah sehingga mereka mulai menjadi
tua dan mati. Seluruh dunia di sekeliling mereka pun turut berubah:
mulai ada kesulitan, onak serta tanaman yang berduri tiba-tiba saja
mulai tumbuh; binatang-binatang, seperti singa dan macan mulai ingin
memangsa binatang lain seperti domba, dan juga ingin memakan Adam
dan Hawa. Semua hal yang aneh dan tidak menyenangkan ini terjadi
karena Adam dan Hawa telah berdosa.
Tetapi yang lebih menyedihkan dari semuanya, Allah harus mengatakan
bahwa Adam dan Hawa pantas hidup di neraka selamanya dan jauh dari
Allah. Sungguh suatu hal yang sangat mengerikan yang pernah terjadi.
Seandainya saja Adam dan Hawa pada waktu itu mematuhi Allah dan
tidak pernah berbuat dosa.
Namun, jangan lupa bahwa Allah mengasihi Adam dan Hawa, sama seperti
Dia mengasihimu; meskipun dosamu juga sebesar dosa Adam dan Hawa,
dan kamu pantas mendapat hukuman seberat mungkin. Karena Allah
mengasihimu, Ia memutuskan akan menghukum Yesus menggantikan kamu.
Kamu dan saya tidak dihukum karena dosa orang lain, tetapi karena
kita sendiri mempunyai banyak dosa sehingga kita pun perlu dihukum.
Tetapi Yesus, Anak Allah, tidak pernah berdosa. Dialah satu-satunya
Pribadi yang dilahirkan ke dunia ini yang mau mati untuk dosa orang
lain. Dia mati untuk dosa-dosamu.
Apakah kamu tahu bagaimana Yesus mati? Orang-orang yang tidak suka
kepada-Nya membawa Dia dan memaku Dia pada sebuah salib yang terbuat
dari kayu; dan di sanalah Dia mati. Ini sangat, sangat menyakiti
Tuhan Yesus karena ada paku-paku yang dipakukan di tangan dan
kaki-Nya. Penderitaan Yesus lebih sakit dari sakit yang dirasakan
tubuh-Nya. Kita tidak bisa mengerti cara Yesus menderita, tapi kita
tahu bahwa untuk pertama kalinya Allah memalingkan wajah-Nya dari
Anak-Nya, dan Tuhan Yesus berada dalam kegelapan, jauh dari Allah.
Pikirkan itu! Yesus, yang tidak perlu menderita atau mati, mau
menderita dan mati untuk kamu, dan Dia lakukan itu.
Sekarang dosa-dosamu telah diampuni! Demikian juga dengan
orang-orang yang ingin diselamatkan! Jika kamu mengatakan kepada
Allah bahwa kamu menerima Yesus yang mati untuk menggantikan kamu,
Allah siap untuk mengampunimu.
Kira-kira seratus tahun tahu yang lalu, jika ada seorang tentara
yang tidak melakukan apa yang diperintahkan komandannya kepadanya,
kadang-kadang mereka akan dicambuk dengan kulit yang panjang dan
keras yang dapat melukai kulit punggung mereka dan membuat punggung
mereka berdarah. Tentu saja ini sangat sakit. Suatu hari, seorang
tentara yang tinggal di sebuah tenda mencuri uang beberapa prajurit
lain yang tinggal di tenda sebelahnya.
Tetapi komandan itu tidak mengatakan siapa yang mencuri uang itu.
Komandan itu mengatakan bahwa mereka semua akan dihukum cambuk
sampai ada yang mengaku mencuri.
Kemudian, seorang anak yang bernama Willie, yang masih terlalu muda
untuk menjadi seorang tentara -- namun diizinkan menjadi tentara --
melangkah maju menghampiri komandan itu dan berkata, "Pak, hukumlah
saya supaya tentara-tentara lain di tenda tidak perlu dihukum. Saya
tidak mengambil uang itu, tetapi saya mau dihukum untuk orang yang
mencuri itu."
Komandan itu menjadi sangat sedih karena Willie tidak mencuri uang
itu dan tidak seharusnya dihukum; dan di samping itu Willie tidak
terlalu kuat, dan dia takut kalau dia menghukum Willie maka dia akan
sakit. Namun, komandan itu akhirnya memutuskan untuk mencambuk
Willie.
Mereka mengikat Willie pada sebuah pohon dan melepas pakaiannya dan
kemudian komandannya mulai mencambuki Willie. Cambuk yang besar itu
melukai punggung Willie, tapi dia tidak berteriak. Komandan itu
mencambuk punggung Willie lagi dan kembali melukai punggung Willie.
Pada cambukan yang ketiga kalinya, salah satu dari para tentara itu,
orang yang sebenarnya mencuri uang, melompat ke depan.
"Hentikan, hentikan!" katanya, "Aku yang mencuri uang itu. Jangan
cambuki Willie lagi. Tapi cambuk saya saja."
Tetapi Willie berkata, "Tidak. Dia sudah mencambuk saya dan sekarang
dia tidak bisa mencambuk kamu. Aku sudah menggantikan hukuman cambuk
itu untuk kamu."
Dan mereka membebaskan orang yang mencuri itu dan tidak
mencambukinya karena mereka sudah mencambuk Willie.
Pada malam harinya Willie meninggal karena dia sangat kesakitan.
Mungkin ini sedikit bisa membantumu melihat bagaimana Tuhan Yesus
Kristus, Pribadi yang sudah menciptakan langit dan bumi dan kamu,
datang ke dunia dan dihukum sehingga kamu dibebaskan.
Sudahkah kamu berterima kasih karena Yesus mau mati untukmu?
Pertanyaan:
Kapan Allah membuat onak dan tanaman berduri?
Sebelum Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, bagaimana cara hidup
binatang-binatang? Apakah mereka menyakiti satu sama lain?
Bagaimana kira-kira hubungan antara kucing dan tikus saat itu?
Bagaimana keadaan hati Adam dan Hawa ketika mereka melanggar
perintah Allah? Jika tidak ada dosa di dalam dunia, apakah akan
ada perselisihan? Mengapa?
Dapatkah Allah menghukum kita untuk kesalahan orang lain walaupun
kita sebenarnya ingin menolong dia? Mengapa tidak?
Doa:
Allah Bapa, walaupun kami anak yang masih kecil, tetapi karena kami
telah berdosa, kami membutuhkan Yesus untuk menyelamatkan kami. Kami
berterima kasih karena Yesus sudah mati untuk kami. Tolonglah kami,
Bapa, untuk mengasihi dan percaya kepada Yesus, dan juga untuk
selalu menaati peritah-Nya. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.
Amin. (t/Ratri)
Sumber: Devotions for the Children`s Hour, Kenneth N. Taylor, , halaman 84 -- 87, Moody Press, Chicago, USA, 1977.
Warnet PenaEaster: Resources for Christian Teachers
http://www.teacherhelp.org/easter.htm
Situs Resources for Christian Teachers menyediakan sebuah halaman
khusus bagi para guru yang mencari informasi, ide, atau bahan
mengajar seputar Paskah. Anda tidak hanya bisa berputar-putar
mencari bahan Paskah di halaman ini saja, tetapi juga bisa ke situs
lain karena ada pula daftar tautan ke situs-situs lain seputar
Paskah. Di situs ini sendiri Anda bisa menikmati suguhan bahan
berupa Cerita Kebangkitan dari Alkitab (Resurrection Story from the
Bible), Koleksi Kartu Paskah Elektronik (Easter E-Cards), Kumpulan
Lagu Paskah (Easter Music), Renungan (Inspirational & Devotional
Links), Halaman Mewarnai (Coloring Page), Cerita-Cerita Paskah untuk
Anak (Children`s Stories), dan masih banyak lagi. Ingin segera
melihat seluruh isi halaman Paskah situs ini? Silakan klik alamat di
atas.
Oleh: Redaksi
Stop PressKelas Intensif Domba Kecil: Melayani Anak-Anak Secara Efektif
Bagi Anda...
Guru-guru sekolah minggu
Para pencinta anak
Penginjil anak
Para ibu rumah tangga
Domba Kecil membuka kelas intensif dengan motivasi dan ide-ide baru
untuk melayani anak-anak dalam keluarga, lingkungan, dan gereja.
Tanggal : 10 April 2007 s.d. 28 Juni 2007
Waktu : Pkl. 18.00 - 21.00 WIB (setiap Selasa dan Kamis)
Tempat : Jl. Tanjung Duren Utara III E/236 Jakarta Barat 11470
TOPIK
- Apa kata Firman Allah tentang Pelayanan Anak
- Visi Pelayanan Anak
- Karakteristik Pelayanan Anak yang sukses
- Figur Pelayanan Anak
- Menyusun program yang menarik
- Konseling Anak
- Psikologi Anak
- Pelayanan insidentil
- Pelayanan ulang tahun
- Pelayanan boneka
- Dunia Anak
- Ide-ide untuk Balita
- Teknik bercerita
- Audiovisual aids
- Object lessons
- Pelayanan di tempat terbuka
- Membuat kurikulum
- Memberdayakan Anak
- Aktivitas - Workshop
- Praktik - Workshop
- Outbound
- Ujian
Jangan lewatkan kesempatan ini, daftarkan diri Anda segera!
Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, segera hubungi:
Bina Latih Pelayanan Anak (BLPA)
Yayasan Domba Kecil Tel. (021) 560-2630, 566-8962
Jl. Tanjung Duren Utara III E/236 Fax. (021) 566-8962
Jakarta Barat 11470 - INDONESIA info(at)dombakecil.org
Dari Anda Untuk AndaIngin Informasi Situs Anak
Dari: Friska Tampi <ikha_cu73(at)xxxx>
>Saya seorang guru sekolah minggu, saya senang sekali waktu membaca
>situs ini. buat teman-teman yang laen kalo punya situs tentang
>anak-anak, saya minta tolong dikirimin ke saya. Makasih ya, Tuhan
>berkati.
Redaksi:
Puji Tuhan untuk berkat yang bisa didapatkan melalui situs PEPAK
maupun situs arsip e-BinaAnak. Untuk melihat daftar situs seputar
pelayanan anak, silakan akses:
==> http://links.sabda.org/dir/anak/
Jika ada rekan-rekan pembaca yang mengetahui informasi situs menarik
seputar pelayanan anak, ayo, bagi berkatnya agar kita bisa saling
menajamkan. Silakan kirimkan informasi tersebut ke:
==> staf-binaanak(at)sabda.org
Tuhan memberkati.
Mutiara Guru
Bukan dengan barang fana Dia membayar dosa kita,
bukan dengan emas perak Dia menebus diri kita,
tetapi dengan darah yang mahal, darah yang
dicucurkan dari Dia yang tidak bercela.
|