Salam dari Redaksi
Salam kasih,
Musik merupakan salah satu hal yang berpengaruh pada kehidupan
manusia, mulai dari bayi hingga seseorang menjadi dewasa. Dengan
musik, suasana bisa menjadi lebih hidup. Selain itu, musik juga bisa
menjadi sarana hiburan. Lebih dari sekadar alat untuk menghibur,
musik ternyata memiliki segudang manfaat positif. Berbagai
penelitian diadakan untuk mengetahui pengaruh musik pada manusia,
khususnya pada anak-anak. Dalam Alkitab pun musik memegang peranan
penting.
Apa yang Alkitab katakan tentang musik? Dalam salah satu artikel
minggu ini bersama-sama kita dapat menambah wawasan kita mengenai
hal tersebut. Setelah itu, kita juga dapat melihat pengaruh musik
pada anak di artikel berikutnya. Sangat penting membawa anak
mengenal musik-musik yang baik karena saat ini musik-musik yang
tidak mendidik pun kian banyak beredar. Harapan kami edisi kali ini
dapat menjadi langkah awal untuk menjadikan musik berdampak positif
bagi anak-anak yang Anda layani.
Terpujilah Tuhan!
Redaksi e-BinaAnak
Davida Welni Dana
"Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab perbuatan-Nya mulia;
baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi!
Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion,
sebab Yang Mahakudus, Allah Israel agung di tengah-tengahmu!"
(Yesaya 12:5,6)
ArtikelMusik dalam Alkitab
Tuhan Allah sangat menyukai musik. Dengan keagungan-Nya Ia
menciptakan burung-burung indah yang berkicauan dengan suara merdu.
Dalam kitab Wahyu kita membaca bahwa Dia yang berada di surga
dikelilingi oleh musik. Pada setiap acara kebaktian di Bait Allah,
musik memegang peranan yang sangat penting. Kitab 2Tawarikh 5:12-14
memperlihatkan betapa kemuliaan Tuhan memenuhi Bait Allah ketika
umat-Nya mengumandangkan puji-pujian.
MUSIK
Musik mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap setiap makhluk
hidup. Musik bisa memengaruhi pikiran dan hati manusia. Tanpa
disadari, musik sangat memengaruhi suasana hati seseorang. Karena
itulah, musik sangat ditekankan dalam pembuatan reklame; menggunakan
musik pada suatu reklame akan merangsang keinginan pembeli untuk
membelanjakan uangnya. Musik juga memegang peranan penting dalam
dunia perfilman. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana menonton
sebuah film hiburan yang tidak memakai musik sama sekali. Musik
menolong seseorang dalam mengatasi suasana tegang di ruang tunggu
dokter gigi; musik juga memberikan suasana yang menyenangkan di
dalam sebuah restoran atau dalam sebuah super market. Tidak berhenti
di situ saja, musik merupakan sebuah alat pengantara, musik sebagai
sebuah pembawa berita. Kabar atau cara berpikir orang yang
menciptakan musik disampaikan kepada pendengar melalui musik
tersebut. Anda juga harus berhati-hati dalam memilih dan
mendengarkan musik. Musik, yang diciptakan oleh seseorang atau
sekelompok musikus yang kecanduan obat bius atau yang kerasukan
setan, bisa sangat mengotori kehidupan penggemar musik jenis itu.
Sebagai contoh ekstrim, kita tentunya pernah membaca atau mendengar
salah satu kelompok musik terkenal di Eropa dan di seluruh dunia,
KISS (1979), yang merupakan singkatan resmi dari KNIGHTS IN
SATAN`S SERVICE, dalam bahasa Indonesia berarti:
"Hulubalang-Hulubalang Setan". Atau "Hamba-Hamba dalam Pelayanan
bagi Setan".
Berita yang mereka kumandangkan ialah penghancuran, penyalahgunaan
seks, pemberontakan, revolusi, dan sebagainya. Walaupun mereka bisa
menciptakan musik yang hebat, sering kali konser musik mereka
diwarnai dengan pesta-pora seks, kemabukan, histeria, dan perusakan
total di dalam gedung.
Sebaliknya, musik yang diciptakan oleh orang-orang kudus Allah,
musik yang sengaja dibuat demi kehormatan Allah, akan mengangkat
jiwa kita untuk mendekat kepada-Nya. Hal ini juga tergantung pada
jenis musik tertentu. Setiap jenis musik bisa diamati, apakah musik
jenis tertentu digunakan untuk menghancurkan manusia atau mengangkat
jiwa manusia mendekat kepada Allah. Ingatlah akan cerita Raja Saul
yang menderita tekanan jiwa. Pada saat Daud datang memainkan kecapi,
Raja Saul kembali menjadi lega dan tenang.
MUSIK DAN AGAMA
Setiap kebudayaan memiliki musiknya sendiri. Melalui peralatan
komunikasi modern kita diperkenalkan dengan musik dari berbagai
kultur yang sering kali jauh berbeda dengan musik kita sendiri.
Misalnya, musik dari Jepang, musik tiup dari Pegunungan Andes, atau
tam-tam dart Afrika Tengah. Setiap agama memperkenalkan jenis
musiknya sendiri.
Dari berbagai penelitian ditarik kesimpulan bahwa kebanyakan agama
menyuguhkan musiknya dalam nada minor. Hampir setiap kali mereka
menggunakan pertukaran nada atau irama yang menuntun pada ekstase.
Siapa saja yang terbawa hanyut dalam arus ekstase, ia menemukan
pintu masuk ke dalam dunia roh, dunia para dewa. Bandingkan dengan
Jaran Kepang di Jawa atau tarian Cakalele di Ambon dan Minahasa atau
tarian tertentu di Bali yang semuanya diiringi oleh bunyi-bunyian
musik tertentu. Semuanya membuat seseorang mengalami sesuatu yang
lain daripada kehidupan dunia normal. Dengan kata lain, ia dipimpin
oleh musik tersebut untuk mencapai suatu dunia lain, dunia ekstase.
Dalam suatu konser musik pop, orang juga bisa dibuat menjadi
histeris, biasanya dikenal dengan istilah kehilangan diri, atau
tidak bisa menguasai dirinya lagi, sering kali diikuti dengan
kemasukan roh. Hal ini terjadi melalui ritme yang dimainkan oleh
kelompok pemusik tertentu. Hanya pada agama Yahudi dan Kristen, kita
bisa menjumpai musik yang memberikan ketenangan batin serta
sukacita. Kita menjumpai contoh musik seperti ini dalam Perjanjian
Lama, tentang bagaimana hubungan manusia dengan Allah begitu
menggebu-gebu dinyatakan dalam puji-pujian untuk kemuliaan Allah.
Mereka memuji Allah bukan hanya karena sukacita, tetapi juga ketika
berada di jurang ketakutan atau tekanan. Pada saat seperti ini,
pujian itu selalu berakhir dengan kalimat, "Tetapi hanya Engkau, oh
Tuhan, yang Mahakuasa. Kepada-Mu sajalah kuserahkan diriku."
Kitab Mazmur memberikan banyak sekali contoh tentang hal-hal seperti
ini. Khususnya kalau kita membaca kejadian apa yang tersirat dalam
sebuah mazmur ketika pujian tersebut dibuat.
PUJI-PUJIAN DALAM ALKITAB
Mazmur dan nyanyian pujian bagi kemuliaan Allah muncul berkali-kali
di sepanjang isi Alkitab. Nabi Musa menyanyikan pujian bagi Allah
setelah mereka menyeberangi Laut Teberau. Pada saat itu juga Miryam
mengambil rebana lalu menari yang kemudian diikuti oleh semua
perempuan Israel (Keluaran 15:1-21). Debora dan Barak pun
menyanyikan pujian yang diakhiri dengan, "Tetapi orang yang
mengasihi-Nya bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya"
(Hakim-Hakim 5:31).
Kita mengenal tembang indah Hana dalam 1Samuel 2. Dari Daud kita
mengenal banyak mazmur dan pujian. Daud merupakan "Raja Agung" yang
memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Allah. Penyebab utamanya
antara lain ialah bahwa di usia mudanya ia sudah mengenal lagu
pujian dan mazmur bagi Tuhan. Ratapan Yeremia tidak semuanya
menggambarkan kesedihan atau kepahitan, meskipun kitab tersebut
ditulis pada masa kesesakan Israel. Misalnya, Ratapan 3:22-25, yang
berbunyi:
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN,
tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi;
besar kesetiaan-Mu!
"TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu
aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang
yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.
Dalam Perjanjian Baru kita juga membaca nyanyian pujian Maria serta
mazmur Zakharia. Lalu, tahukah Anda berapa banyak lagu pujian yang
tercatat dalam kitab Wahyu? Rasul Paulus mengajar orang Kristen yang
masih muda agar bersikap sebagaimana mereka semestinya. Ia menulis
kepada jemaat di Efesus, "dan berkata-katalah seorang kepada yang
lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi
dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati" (Efesus 5:19).
Inilah yang menjadi dasar terpenting bagi kita untuk bernyanyi
bersama anak-anak dalam ibadah.
BERNYANYI
Jikalau musik saja bisa begitu menyentuh jiwa, apalagi kata-kata
yang menceritakan tentang Tuhan yang berjalan bersama dengan musik.
Musik berfungsi sebagai corong yang mengalirkan firman Tuhan ke
dalam hati manusia. Maka dari itu, pemilihan kata pada suatu pujian
adalah sangat penting. Kata-kata yang disarikan secara tepat akan
sangat menyentuh perasaan dan jiwa setiap orang. Hasil yang lebih
besar lagi ialah bila sebuah lagu pujian DINYANYIKAN SENDIRI. Apa
yang dipujikan dari hati dan mulut seseorang, itulah yang akan
memberkatinya.
Ada banyak anak yang sehabis bermain di pinggir jalan langsung
datang berbakti dalam persekutuan kita. Di luar persekutuan ini
mereka tidak pernah mendengar segala sesuatu yang lazim bagi kita.
Pengertian di dalam kata-kata seperti "cinta kasih", "hidup kekal",
"dosa", "surga", "pengampunan", "gembala", dan juga nama Yesus,
tidak dikenal atau dipergunakan secara salah. Jika anak-anak
memujikan kata-kata seperti yang dimaksudkan di atas, sebenarnya
mereka meletakkan kata-kata tersebut dalam mulut mereka. Mereka
mendengar bahwa mereka juga mengucapkan kata-kata tersebut. Hal
tersebut jauh lebih berhasil daripada hanya mendengar orang lain
menyanyikannya. Hal ini akan menolong serta mengarahkan mereka untuk
mengucapkan, berdoa, dan bersaksi.
Bernyanyi merupakan bagian dari waktu persekutuan kita, di mana
anak-anak mengambil bagian secara aktif di dalamnya. Bernyanyi
bersama akan memupuk rasa persekutuan yang erat di antara mereka.
Bernyanyi bersama merupakan suatu kegiatan persekutuan yang
mendorong agar semua orang terlibat di dalamnya. Bila ada seorang
anggota baru, maka dengan menyanyi bersama kita menyambutnya dalam
persekutuan, dan ia mengambil bagian dalam kelompok itu. Persekutuan
merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam kehidupan kristen
kita. Dan bernyanyi bersama akan membuka jalan bagi kita untuk masuk
dalam persekutuan tersebut.
Sumber: Petunjuk untuk Pengasuh Sekolah Minggu: Anak dan Dunia, Tim Penulis dan Redaksi Yayasan Pekerjaan Pelayanan Anak Timotius, , Artikel Pujian dan Pemimpin Pujian, halaman 60 -- 61, Foundation Child and World, Netherlands.
ArtikelMembangun Kecerdasan Lewat Musik
Musik ternyata mampu memengaruhi perkembangan intelektual anak
sekaligus membuat anak pintar bersosialisasi. Tapi musik yang
bagaimana?
Banyak pakar musik maupun pendidik telah mengadakan penelitian untuk
melihat efek positif dari beberapa jenis musik. Banyak fakta yang
diungkap dari penelitian tersebut. Di antaranya, adanya hubungan
yang menarik antara musik dan kecerdasan manusia. Musik klasik,
misalnya karya-karya Mozart, mempunyai efek stimulasi yang baik bagi
bayi. Tetapi dari penelitian lain diungkapkan bahwa sesungguhnya
bukan hanya musik Mozart yang dapat digunakan. Semua musik berirama
tenang dan mengalun lembut memberi efek yang baik bagi janin, bayi,
dan anak-anak.
DIAWALI DARI SUARA IBU
Alunan musik memberikan manfaat, bahkan sejak janin di dalam
kandungan. Mulai usia sepuluh minggu, janin sudah bisa mendengar
suara-suara dari tubuh ibunya, seperti detak jantung dan desir
aliran darah. Selanjutnya, sekitar usia enam belas minggu, janin
mulai bisa mendengar suara-suara dari luar tubuh ibu. Bermula dari
situlah mereka belajar untuk lebih jauh lagi mengenal berbagai suara
yang ada di dunia ini.
Pada tahun pertama kelahirannya, otak bayi akan berkembang dengan
sangat cepat dibandingkan pada usia-usia lainnya. Peranan suara dan
musik pada tahapan ini adalah sebagai stimulan yang dapat
mengoptimalkan perkembangan intelektual dan emosional mereka. Bahkan
menurut penelitian yang dilakukan oleh Anne Blood dari Universitas
McGill di Kanada, suara degup jantung ibu yang didengar si bayi saat
menyusu pun dapat membuat berat bayi bertambah.
HARMONI MUSIK
Untuk mengetahui mengapa alunan musik berpengaruh pada kecerdasan
anak, ada baiknya kita mengenal musik itu sendiri. Musik memiliki
tiga bagian penting, yaitu bit, ritme, dan harmoni. Kombinasi
ketiganya akan menghasilkan musik yang enak. Musik yang baik adalah
musik yang menyelaraskan ketiganya. Di dalam otak manusia terdapat
reseptor (sinyal penerima) yang bisa mengenali musik. Otak bayi pun
sudah dapat menerima musik tersebut meski dengan kemampuan terbatas
karena pertumbuhan otaknya belum sempurna. Nah, musik merupakan
salah satu stimulasi untuk mempercepat dan mempersubur perkembangan
otak bayi.
MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI
Jelaslah bahwa bila sejak janin, anak-anak terbiasa mendengar
musik-musik indah, banyak sekali manfaat yang akan dirasakan si
anak. Bukan saja lebih meningkatkan kognisi mereka secara optimal,
tapi musik juga membangun kecerdasan emosional. Selain manfaat
kognitif dan emosi, masih banyak lagi kegunaan musik bagi anak-anak.
Contohnya, musik dapat meningkatkan perkembangan motoriknya,
meningkatkan kemampuan berbahasa, matematika, sekaligus kemampuan
sosialnya, dan membangun rasa percaya diri.
Mengingat manfaat musik yang sungguh luas, kini juga mulai
dikembangkan penggunaan musik untuk terapi. Dalam berbagai
penelitian, diperlihatkan bukti-bukti pemanfaatan musik untuk
menangani berbagai masalah; dari kecemasan hingga kanker, tekanan
darah tinggi, nyeri kronis, disleksia, bahkan penyakit mental.
MENJADI MANDIRI
Terapi musik juga dapat digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan dan
potensi para tuna grahita, yaitu mereka yang mengalami
keterbelakangan mental/"down syndrome" (kategori "feeble
minded"/ringan dengan IQ 50-77), gangguan emosi ringan,
keterlambatan bicara, autisme, kekakuan otot ringan (cerebral
palsy), "hydrocephaly", dan "asperger".
Beberapa sekolah musik, salah satunya Kawai Music School di Jakarta,
telah menyelenggarakan kursus musik untuk anak-anak yang kurang
beruntung ini. Melalui program intervensi khusus yang didukung oleh
pakar terapi musik, guru musik, musisi, neurolog, psikolog, serta
dokter ahli gizi medik, anak-anak dengan kondisi "handicapped" ini
mampu berkembang menjadi pribadi mandiri. Bahkan mampu berkarya
melalui keterampilan khusus di bidang musik.
MEMILIH JENIS MUSIK
Para ibu tidak harus selalu memperdengarkan musik klasik kepada bayi
atau anak-anaknya. Musik klasik umumnya digunakan mengingat
dasar-dasarnya sendiri menyerupai ritme denyut nadi manusia. Jenis
ini lebih dimungkinkan untuk bisa masuk dalam perkembangan otak,
pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia. Menurut penelitian,
musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada
tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai
usia empat tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan
berkembang hingga 80% dengan musik. Jika kurang menyukai musik
klasik, musik yang berirama tenang dan mengalun lembut bisa
diperdengarkan pada janin, bayi, dan anak-anak. Musik ini pasti
tetap memberi pengaruh yang baik.
Sumber: INTISARI: Kumpulan Artikel Psikologi Anak 3, http://www.bobby-bola.com/info%20ortu.htm, Info Orang Tua.
SharingPendidikan Musik pada ASM
Dear rekanrekan,
Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti seminar dan pelatihan di STT
Jakarta (sekitar pertengahan September.) Mungkin ada di antara
rekan-rekan yang mengikutinya. Ada beberapa hal yang menjadi catatan
saya dan mungkin menarik buat dibagikan. Temanya adalah "Pendidikan
Musik Pada ASM".
Kadangkala, sebagai GSM kita tidak mau tahu sifat anak, dan
sering kali kita mengajar mereka menyanyi sesuai keinginan kita
saja. Itulah yang menyebabkan kita gagal mengajar mereka, terutama
dalam bernyanyi. Anak itu sifatnya aktif, pintar, senang bergerak.
Dengan demikian, kita juga harus kreatif dalam mengajar.
Bagaimana agar kita dapat kreatif?
- Carilah lagu yang:
- sederhana (baik dalam bahasa, ritmik, melodi, maupun artinya);
- singkat, jelas, dan dapat dimengerti oleh mereka (jangan
memberikan lagu yang kita sendiri sulit mengartikannya);
- menarik iramanya, tetapi tidak sulit dalam ritmiknya.
Gunakan metode yang baik.
- Untuk anak umur tertentu (balita ke bawah), menyanyi tidaklah
harus selesai. Kita boleh memenggal nyanyian tersebut sesuai
batas umur. Namun, dengan diulangnya lagu tsb., otomatis
mereka akan mengingatnya.
- Untuk lagu baru, jangan paksa mereka untuk mengikutinya.
Biarlah GSM dulu yang menyanyi dan biarkan mereka mengikutinya
dengan senandung mereka sendiri.
- Menyanyi tidak boleh dengan suara yang berteriak dan
keras-keras karena akan merusak pita suara dan suara tidak
akan terlatih dengan baik. (Ini juga berlaku pada orang
dewasa.)
- Untuk nada-nada tinggi, sebaiknya GSM menyanyi dengan
diafragma (dengan perut dikecilkan.)
Irama suara kita juga perlu dimainkan (misalnya, untuk lagu yang
berirama ceria, gunakan suara yang empuk dan ringan.)
Demikian juga dengan alat musik. Mereka akan lebih senang bila
diiringi oleh bunyi-bunyian tertentu. Masalahnya, tidak semua
kelas punya gitar/kibor. Namun, kita dapat menggunakan gendang,
perkusi, rebana, dan alat-alat lainnya. Itu tentu menarik buat
mereka. Selain mereka belum pernah melihat sebelumnya, mereka
dapat ikut memainkannya.
Guru yang bergerak aktif. Jangan malu dan malas untuk bergerak.
Anak akan tertarik dan melihat gurunya. Dengan demikian, mereka
akan senang menyanyi karena ada yang ditiru. Demikian juga dengan
ekspresi wajah kita. Memang sebagai GSM kita harus ceria dan
tersenyum, tapi tidak semua lagu diyanyikan dengan tersenyum.
Gunakan alat peraga untuk mendukung lagu. Akan lebih baik lagi
jika kita menggunakan tubuh kita sebagai peraga karena mereka
akan melihat langsung. Misalnya, lagu "Satu Orang Buta". GSM
boleh duduk di lantai sebagai orang buta dengan wajah sedih dan
tangan meminta-minta (sambil menyanyi tentunya.) Atau lagu
"Hosana Bagi Raja Daud". Bawalah palem dan ekspresikan wajah
kita, seakan menyambut tamu terhormat, sambil menari kegirangan.
Dengan kreasi-kreasi di atas, diharapkan anak-anak tidak menganggap
bahwa ke sekolah minggu hanyalah satu rutinitas saja. Biarkanlah
mereka tertarik pada isi acara kebaktiannya. Jangan biarkan kondisi
dan situasi sekolah minggu yang sekarang ini sama dengan pada waktu
kita kecil dulu. Sifat anak adalah ingin tahu sesuatu yang baru dari
lingkungan sekitar mereka.
Ada yang mau mencoba mempraktikkannya?
Sekian dulu topik kali ini, lain kali kita nyambung lagi ya. Tolong
bagikan juga ke rekan yang lain, supaya dapat berguna buat yang lain
juga, terutama para guru sekolah minggu. Salam dalam kasih Kristus,
Sumber: Milis Diskusi GSM-GKI, Monica, .
Warnet PenaDovecot Sunday School: The Music Room
http://myweb.tiscali.co.uk/dovecot/Framesets/MusicRoom.html
Situs yang satu ini baik sekali untuk dijadikan referensi dalam
mengajarkan lagu-lagu rohani baru dalam bahasa Inggris kepada
anak-anak sekolah minggu. Selain menyediakan teks lagunya, ada pula
audio yang bisa langsung dimainkan di setiap judul lagu. Jadi,
sembari mendengarkan lagunya, kita juga dapat ikut bernyanyi
bersama. Lagu-lagunya telah dibagi ke dalam berbagai kategori
seperti, "Songs for Christmas Pageants and Nativity Plays", "Songs
about the Angel`s Message to Mary", "Songs About Mary and Joseph in
Bethlehem", "Songs about the Shepherds", "Songs about the Wise Men",
dan "Songs Based on Various Bible Stories". Lebih dari empat puluh
judul lagu dapat dipelajari dari situs ini. Tidak ada salahnya jika
saat ini Anda lansung klik alamat di atas.
Oleh: Redaksi
Mutiara Guru
Musik dapat berfungsi sebagai corong
yang mengalirkan firman Tuhan ke dalam hati manusia.
|