Salam dari Redaksi
Salam kasih dalam penyertaan Yesus Kristus,
Dalam edisi ini, Redaksi secara khusus membahas mengenai media
musik. Musik memang memiliki banyak pengaruh dalam hidup manusia,
terutama dalam mengekspresikan perasaan, mengontrol, sekaligus
memicu emosi. Musik-musik tertentu bahkan juga dapat menjadi alat
terapi bagi penyembuhan suatu penyakit. Sebegitu besar pengaruh
musik bagi kita, lantas bagaimana pula pengaruhnya terhadap
perkembangan anak?
Melalui Artikel minggu ini kita dapat melihat pengaruh apa saja yang
dapat diberikan musik kepada anak, serta bagaimana ciri-ciri musik
yang membawa pengaruh positif untuk mereka. Tentu saja, kita harus
pintar dalam menyeleksi mana musik yang baik dan mana yang tidak
karena kriteria memilih musik juga harus disesuaikan dengan tingkat
usia mereka. Tips minggu ini memberikan pengetahuan kepada para
pendidik dalam melihat kriteria yang baik dalam memilih musik untuk
anak usia 2 - 12 tahun, sedangkan Bahan Mengajar mengulas tentang
Hari Raya Pujian di Alkitab. Simak juga posting menarik dari seorang
guru SM mengenai musik yang dapat Anda baca di kolom Dari Anda untuk
Anda. Kiranya melalui edisi ini kita bisa menambah wawasan seputar
musik. Selamat bermusik dan memuji Tuhan!
GBU,
Redaksi e-BinaAnak
(Davida)
"Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,
pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang!" (Mazmur 150:5)
ArtikelPengaruh Musik pada Anak
Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat
mempengaruhi perkembangan IQ (Inteligent Quotien) dan EQ (Emotional
Quotien). Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik
akan mempunyai kecerdasan emosional dan intelegensi yang lebih
berkembang dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik.
Yang dimaksud musik di sini adalah musik yang memiliki irama teratur
dan nada-nada yang teratur, bukan nada-nada "miring". Tingkat
kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik
dibanding dengan anak yang jarang mendengarkan musik.
Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan, "Dasar-dasar
musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia
sehingga ia berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan
jiwa, karakter, dan bahkan raga manusia."
Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada
berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang
kuadran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak
anak-anak akan berkembang hingga 80% dengan musik.
"Musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Musik sendiri memiliki
3 bagian penting yaitu beat, ritme, dan harmony," demikian pendapat
Ev. Andreas Christanday dalam suatu ceramah musik. "Beat
mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmony
mempengaruhi roh." Contoh paling nyata bahwa beat sangat
mempengaruhi tubuh adalah dalam konser musik rock. Bisa dipastikan
tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang
tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan
cenderung lepas kontrol. Kita masih ingat dengan istilah "head
bang", yakni suatu gerakan memutar-mutar kepala mengikuti irama
music rock yang kencang. Dan tubuh itu mengikutinya seakan tanpa
rasa lelah. Jika hati kita sedang susah, cobalah mendengarkan musik
yang indah, yang memiliki irama (ritme) yang teratur. Perasaan kita
akan lebih enak dan enteng. Bahkan di luar negeri, pihak rumah sakit
banyak memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan
para pasiennya. Itu suatu bukti, bahwa ritme sangat mempengaruhi
jiwa manusia. Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Jika kita
menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menyayat
hati, yang membuat bulu kuduk kita berdiri. Dalam ritual-ritual
keagamaan juga banyak digunakan harmony yang membawa roh manusia
masuk ke dalam alam penyembahan. Di dalam meditasi, manusia
mendengar harmony dari suara-suara alam di sekelilingnya. "Musik
yang baik bagi kehidupan manusia adalah musik yang seimbang antara
beat, ritme, dan harmony," ujar Ev. Andreas Christanday.
Seorang ahli biofisika telah melakukan suatu percobaan tentang
pengaruh musik bagi kehidupan makhluk hidup. Dua tanaman dari jenis
dan umur yang sama diletakkan pada tempat yang berbeda. Yang satu
diletakkan dekat dengan pengeras suara (speaker) yang menyajikan
lagu-lagu slow rock dan hard rock, sedangkan tanaman yang lain
diletakkan dekat dengan speaker yang memperdengarkan lagu-lagu yang
indah dan berirama teratur. Dalam beberapa hari terjadi perbedaan
yang sangat mencolok. Tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu
rock menjadi layu dan mati, sedangkan tanaman yang berada di dekat
speaker lagu-lagu indah tumbuh segar dan berbunga. Suatu bukti nyata
bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.
Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah. Gemuruh
ombak di laut, deru angin di gunung, dan rintik hujan merupakan
musik alam yang sangat indah. Dan sudah terbukti, bagaimana pengaruh
musik alam itu bagi kehidupan manusia.
Wulaningrum Wibisono, S.Psi. mengatakan, "Jikalau Anda merasakan
hari ini begitu berat, coba periksa lagi hidup Anda pada hari ini.
Jangan-jangan Anda belum mendengarkan musik dan bernyanyi."
Sumber: Staf IQEQ, http://www.balita-anda.indoglobal.com/pengaruhmusik.html, Balita Anda.
Tips MengajarKriteria Memilih Musik
Musik untuk anak tidak dapat dipilih begitu saja. Tentu saja ada
kriteria yng harus dipenuhi agar kita tidak salah dalam memilih
musik untuk anak, sehingga musik tersebut tidak sekedar menghibur
tetapi mendidik. Berikut ini kriteria-kriteria pemilihan musik untuk
anak usia 2-3 tahun, 4-5 tahun, dan untuk anak usia Sekolah Dasar.
USIA 2-3 TAHUN
Ritme
Hendaknya tidak terlalu menyentak-nyentak atau "riang" (ditandai
dengan simbol titik pada not), namun pakailah satu seri notasi
yang sejenis dengan sedikit perubahan ritme. Pakailah lagu-lagu
dengan tempo 2/4 atau 4/4, karena jenis inilah yang paling mudah
merangsang gerak tubuh dan aktivitas (berjalan, berbaris,
bertepuk tangan, dan lainnya)
Melodi
Hendaknya yang sederhana, indah, mudah untuk diikuti, lembut
(tidak terlalu melompat-lompat) dan banyak pengulangan.
Harmoni
Hendaknya hanya memakai kunci kord-kord dasar saja (bukan diskord
atau harmoni tertutup), serta perpindahan kord yang lembut yang
ditandai dengan perpindahan kunci yang jarang. Nada yang dipakai
hendaknya juga nada-nada mayor.
Volume
Hendaknya dinyanyikan dengan satu tingkatan yang umum, untuk
mengkontraskan dengan crescendo atau perubahan-perubahan mendadak
lainnya.
Tempo
Tempo hendaknya sedang saja, tapi juga tidak terlalu lambat
sehingga mereka tidak menyanyi dengan nada yang terlalu panjang
atau kehilangan minat jika mendengarkannya, dan juga tidak
terlalu cepat sehingga mereka tidak dapat mengikuti dengan baik
ketika menyanyi atau mendengarkan. Tempo juga hendaknya
disesuaikan dengan kecepatan aktivitas yang mereka lakukan.
Kualitas Nada Suara
Hendaknya suara dapat dinikmati dan bebas dari suara-suara keras,
tidak terlalu banyak memakai getaran suara (vibrasi) tapi juga
tidak terlalu kurang sehingga membuat nada suara terdengar tipis
atau bunyinya datar.
Syair
Lagu untuk usia ini hendaknya memakai syair kata-kata yang dapat
mengkomunikasikan bidang pengalaman mereka. Kata-katanya juga
harus mudah diucapkan, dibangun dengan huruf-huruf vokal,
sederhana, dan diulang-ulang.
USIA 4-5 TAHUN
Ritme
Guru dapat mengawali dengan memakai lagu-lagu yang memakai
penekanan-penekanan irama ringan pada ritmenya, jika hal itu
dapat membantu mereka menyelaraskan perkembangan sensitivitas
mereka dalam mendengarkan ritme.
Melodi
Aturannya sama seperti untuk anak usia 2-3 tahun.
Harmoni
Guru dapat mulai memakai musik yang menggunakan beragam jenis
kord tapi tetap dalam irama mayor.
Volume
Guru sudah dapat mulai memakai dinamik asalkan tetap lembut dan
dipakai dengan tujuan sebagai penekanan.
Tempo
Guru dapat mulai meningkatkan tempo (membuatnya makin hidup)
untuk menyesuaikan perkembangan aktivitas yang dilakukan, namun
setiap lagu juga harus bervariasi.
Kualitas Nada Suara
Aturan yang sama seperti untuk anak usia 2-3 tahun.
Syair
Guru sudah dapat mulai menggunakan lagu-lagu yang memakai kata-
kata baru sejauh masih dalam konteks kata-kata yang telah dikenal
yang membawa makna dari kata-kata baru.
Media
Lagu-lagu masih harus dinyanyikan secara bersama-sama. Ajaklah
anak-anak mendengarkan musik paduan suara, jika lagunya cukup
sederhana, bagus dan berkualitas (hymne, tapi bukan lagu-lagu
gospel atau koor). Mulailah sebuah kelompok ritme. Gunakan
rekaman musik yang berhubungan dengan aktivitas yang dilakukan.
Anak-anak mungkin ingin menambah dramatisasi lagu tersebut.
Jenis
Yang paling baik adalah dengan menggunakan lagu-lagu yang pendek
dengan kalimat-kalimat yang diulang-ulang. Jaga agar lagu tetap
dalam kecepatan rata-rata. Hubungkan musik dengan sikap
penyembahan, pakailah musik yang sederhana namun berkualitas
(tidak perlu lagu-lagu koor) untuk melakukannya. Anak-anak juga
dapat mulai diajak menikmati sebuah konser musik organ, atau
mendengarkan rekaman ataupun paduan suara gereja.
USIA SEKOLAH DASAR
Ritme
Guru dapat memperkenalkan lagu-lagu dengan tempo 3/4 dan 6/8, dan
dapat memakai bermacam-macam variasi ritme lainnya.
Melodi
Sudah dapat memakai lagu yang nadanya melompat-lompat, asalkan
intervalnya masih berkisar 3 atau 4.
Harmoni
Aturan yang sama seperti untuk anak usia 4-5 tahun.
Volume
Guru dapat mulai memberi penekanan dinamik untuk meningkatkan
ekspresi.
Tempo
Guru dapat memberi lebih banyak perbedaan antara satu lagu dengan
lagu lainnya, namun hendaknya tetap tidak yang terlalu tajam.
Kualitas Nada Suara
Guru dapat memperkenalkan suara-suara baru lewat musik
instrumentalia.
Media
Guru dapat memperkenalkan harmonisasi dua jenis suara dalam
bernyanyi. Mengajak mereka mendengarkan paduan suara anak SMP dan
musik instrumental. Memperkenalkan anak-anak dengan beragam nama-
nama dan suara alat musik.
Jenis
Guru dapat mulai mengenalkan area-area baru dan jenis-jenis
ekspresi musik yang lebih luas. Dia harus melanjutkan untuk
menghubungkan penyembahan dengan musik yang baik. (t/Ary)
Sumber: Childhood Education in the Church, Robert E. Clark, Joanne Brubaker, & Roy B. Zuck, , Artikel Criteria for Selecting Music, halaman 446 - 448, Moody Press, Chicago, 1986.
Bahan MengajarHari Raya Pujian di Alkitab
Persiapan:
Melatih nyanyian atau musik yang disajikan selama ibadah hari ini.
Boleh siapkan beberapa lagu instrumental/kaset yang memakai
angklung, gitar, seruling, dll.
Pendahuluan:
Musik selalu memainkan peranan penting dalam ibadah anak-anak Tuhan.
Sepanjang Pernjanjian Lama kita membaca bagaimana nyanyian-nyanyian
dinyanyikan dan instrumen-instrumen dimainkan pada waktu orang
banyak memuji dan berbakti kepada Allah. Melalui musik kita lebih
dapat menyatakan kasih kita kepada Allah daripada dengan cara-cara
lain. Mari kita menyembah Allah dengan musik hari ini.
Pembacaan Alkitab:
Minta anak-anak membuka Alkitabnya pada Mazmur 100 supaya mereka
dapat membacanya bersama-sama Saudara pada waktunya. Perkenalkan
Mazmur ini dengan memberi cerita di bawah ini.
Cerita:
Pada zaman dahulu Allah merencanakan satu waktu pengucapan syukur
untuk umat-Nya. Dia meminta mereka berhenti bekerja selama seminggu
penuh dan menggunakan waktu itu untuk berterima kasih kepada-Nya
atas pemberian-pemberian baik yang telah Ia berikan kepada mereka.
Allah ingin umat-Nya mengingat bahwa Dialah yang telah memberikan
tuaian yang berlimpah-limpah dan rumah-rumah yang baik
kepada mereka.
Setiap tahun, di waktu musim gugur, setelah mereka menuai tuaian
mereka dan menyimpan gandum dalam lumbung-lumbung serta mengumpulkan
buah ara, kacang, dan kurma, mereka berhenti bekerja selama seminggu
penuh. Setiap orang membungkus makanan yang terbaik beserta
gandumnya dan pergi ke Yerusalem untuk mempersembahkan korban syukur
dan memuji Allah. Ketika mendekati kota, mereka memotong dahan-dahan
pohon untuk membuat tenda-tenda dari daun sebagai tempat tinggal
selama mereka jauh dari rumah. Upacara ini disebut "Hari Raya Pondok
Daun".
Setiap hari selama seminggu penuh mereka harus ke Bait Suci untuk
berbakti kepada Allah. Bersama-sama mereka melagukan satu nyanyian
syukur kepada Allah untuk segala kebajikan-Nya. Mari bersama-sama
membaca nyanyian yang telah mereka nyanyikan, yakni Mazmur 100.
Doa:
Satu doa pengucapan syukur atas kebajikan Allah, atas nyanyian yang
diletakkan-Nya dalam hati kita, atas persediaan-Nya yang berlimpah-
limpah untuk segala keperluan kita!
Sumber: Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 1, , halaman 55, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1997.
Dari Anda Untuk AndaSharing tentang Musik dalam SM
Surat di bawah ini adalah kutipan dari posting salah seorang anggota
e-BinaGuru mengenai musik dalam Sekolah Minggu. Kiranya tulisan ini
bisa menjadi berkat bagi rekan semua. Jika Anda juga mempunyai
pendapat mengenai musik untuk anak atau musik dalam Sekolah Minggu,
silakan mengirim pendapat Anda kepada kami agar dapat menjadi berkat
pula untuk rekan-rekan yang lain.
==> < staf-BinaAnak(at)sabda.org >
Dari: gunawan <greca(at)>
>YKK teman-teman semua,
>
>Menurut pendapat saya, seseorang berkreasi dalam hal menciptakan
>lagu sangat terpengaruh pada suasana hati dan pikirannya saat itu.
>Mungkin hanya pemilihan kata-katanya saja yang kurang tepat. Dalam
>perspektif positif thinking, siapapun pencipta lagu untuk Sekolah
>Minggu pasti tidak mempunyai niat untuk menghina atau menghujat
>Yesus. Khusus untuk lagu Sekolah Minggu banyak sekali yang
>mengambil benda-benda tertentu yang dipakai sebagai ikon-ikon
>tertentu, tidak itu saja proses "labelisasi" (stigmatisasi) juga
>digunakan oleh lagu-lagu rohani lainnya, misalnya saja jalan yang
>sempit itu menuju surga karena proses seseorang mau masuk ke Surga
>itu susah sebaliknya jalan yang lebar itu menuju nereka karena
>sesungguhnya seseorang lebih mudah masuk ke neraka daripada ke
>surga.
>
>Ada juga syair lagu yg mengajak anak untuk berlayar ke surga. Jika
>kita bahas satu kalimat ini saja jelas bertentangan dengan Firman
>Tuhan, sebab Tuhan tidak pernah bilang kalau mau ke surga itu harus
>naik kapal berlayar atau harus melalui jalan yang sempit. Namun hal
>ini akan mempunyai pengertian yang berbeda jika kita mau
>menelaahnya dalam bahasan yang menggunakan perumpamaan.
>
>Anak-anak dalam kelompok usia tertentu belum dapat mencerna kalimat-
>kalimat yang panjang dan mempunyai pengertian yang sulit-sulit,
>mereka belum bisa menyelaminya, kalimat-kalimat yg sederhana dan
>kata-kata yang "simple" dan langsung "to the point" justru akan
>lebih membantu mereka menyelami akan arti dan makna yang hendak
>disampaikan oleh sebuah lagu.
>
>Ada orang yang mempunyai talenta sangat baik dalam hal menyusun
>kata-kata/syair lagu dengan menggunakan lagu/irama yang sedang
>disukai oleh masyarakat (lagunya lagi ngetop) misalnya saja contoh
>lagu/irama Cucakrowo (ini salah satu pengaruh televisi dan radio).
>Iramanya sangat simple dan mudah diingat serta ditiru. Kemudian
>karena lagi populer maka ada juga GSM yg mempunyai talenta menyusun
>syair menggunakan lagu/irama Cucakrowo ini sebagai lagu yang
>diajarkannya di SM, saya yakin berdasarkan teori "positive
>thinking" GSM ini tidak mempunyai maksud jahat, namun jika kita
>kaji lebih dalam maka akan terlihat betapa sesungguhnya dia tidak
>bisa menggunakan irama/lagu tersebut sebagai irama/lagu dengan
>menggunakan syair yg menceritakan Firman Tuhan.
>
>Ke depan kita memang memerlukan ahli bahasa yang mengerti Firman
>Tuhan untuk memperbaiki syair lagu-lagu Sekolah Minggu sehingga
>tidak lagi menimbulkan kesan menyimpang/bertentangan dengan Firman
>Tuhan.
>
>salam,
>Gunawan Tjahjadi
Mutiara Guru
Jadikan musik sebagai sarana
untuk meningkatkan pertumbuhan rohani anak
|