Salam dari Redaksi
Salam kasih dalam penyertaan Yesus Kristus,
Kesaksian merupakan bagian yang penting dalam pertumbuhan hidup
orang Kristen. Melalui kesaksian, hidup pribadi kita akan
dibangunkan, demikian juga orang lain yang mendengarkannya.
Bagaimana dengan anak-anak, apakah mereka juga bisa bersaksi? Tentu
saja. Anak-anak pun memiliki banyak pengalaman rohani yang dapat
mereka saksikan untuk menjadi berkat bagi orang lain, bahkan mungkin
menjadi berkat bagi guru mereka sendiri. Bagaimana menolong anak-
anak untuk tahu bagaimana caranya bersaksi?
Seluruh sajian e-BinaAnak minggu ini kami pilihkan khusus untuk
menolong para guru mengerti pentingnya mengajar anak bersaksi. Kami
harap bahan-bahan ini dapat menjadi langkah awal agar hidup rohani
anak-anak didik Anda bertumbuh melalui hidup kesaksian mereka.
Selamat bersaksi! (Dav)
Tim Redaksi
"Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula
bersama-sama dengan Aku." (Yohanes 15:27)
ArtikelBersaksi
Salah satu indikator pertumbuhan kehidupan rohani anak adalah
kesaksian hidup mereka. Bersaksi bukan hanya ukuran pertumbuhan
kehidupan rohani bagi orang dewasa, melainkan juga bagi anak-anak.
Namun, seorang anak tentunya tidak dapat begitu saja berani
bersaksi, harus ada dorongan dan juga latihan dari pembimbing rohani
mereka, dalam hal ini adalah para guru SM atau orangtua mereka
sendiri.
Mengajarkan atau mendorong anak untuk berani bersaksi dapat
dilakukan melalui beberapa cara. Salah satunya adalah membekali para
guru SM itu sendiri. Undanglah tiga atau empat guru SM yang telah
berhasil mendorong murid-muridnya untuk bersaksi di luar kelas.
Setiap guru dapat dengan singkat (sekitar tiga sampai lima menit)
melaporkan apa yang ia lakukan dalam kelas Sekolah Minggunya. Sisa
waktu dapat dipakai untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru
lain yang ditujukan kepada pembicara.
PENTINGNYA TELADAN GURU
Mendorong anak-anak supaya efektif dalam bersaksi bagi Kristus tidak
cukup hanya dengan mengikuti latihan atau seminar saja. Di sini,
keteladanan seorang guru juga sangatlah penting. Pendeta yang ingin
agar jemaatnya menjadi pemenang jiwa harus dapat menjadi seorang
pemenang jiwa juga; demikian pula guru yang menginginkan anak-
anaknya bersaksi di luar kelas, dia sendiri pun harus dapat bersaksi
dengan efektif. Anak-anak dapat segera mengetahui apakah gurunya itu
berbicara tentang pengalamannya sendiri atau tidak.
Bagi beberapa guru, langkah pertama yang mungkin dapat mendorong
anak-anak untuk bersaksi adalah pengakuan yang jujur bahwa mereka
sendiri masih perlu meningkatkan kesaksian mereka. Anak-anak akan
lebih menanggapi dengan baik guru yang mengatakan, "Kita perlu
menjadi saksi yang lebih baik," daripada guru yang mengatakan,
"Kalian perlu menjadi saksi yang lebih baik." Jadi, guru dan murid
dapat mengerjakan dan mendoakannya bersama-sama.
MENDORONG YANG LAIN
Guru tidak saja harus memberi teladan dalam bersaksi, tetapi juga
harus mampu memberi semangat kepada orang lain untuk melakukan hal
yang sama. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendorong
orang lain ikut melibatkan diri dalam bersaksi:
Menekankan hal bersaksi dalam pelajaran.
Guru harus peka terhadap setiap unsur yang mengarah ke hal
bersaksi yang muncul dalam pelajaran di kelas. Perlihatkan pula
contoh-contoh di Alkitab, mintalah perhatian tentang usaha
bersaksi yang ada dalam cerita-cerita lain ataupun dalam gambar-
gambar peraga. Namun demikian, guru harus tetap berhati-hati,
jangan sampai penekanan dalam hal bersaksi tersebut terlalu
berlebihan sehingga membuat anak-anak bosan dan tidak mau
mendengarkan pokok itu.
Sampaikan juga kesaksian orang-orang lain.
Anak-anak yang telah berusaha memberikan kesaksiannya kepada
anak-anak lain haruslah diberi pujian dan dukungan meskipun
kesaksiannya itu tidak begitu mengena. Suka dan duka mereka dapat
memberi dorongan kepada anak lain untuk ikut mencoba bersaksi.
Sesekali, mintalah juga seseorang dari kelas atau departemen lain
untuk menyampaikan pengalaman-pengalamannya kepada anak-anak.
Tentukan suatu target kelompok.
Setiap kelas harus didorong untuk menetapkan target pribadi dalam
bersaksi, misalnya berusaha bersaksi tentang Kristus kepada
paling tidak satu orang dalam satu minggu. Target ini dapat
diwujudkan dalam gambar atau poster yang ditempelkan di kelas
atau di ruang pertemuan. Target-target seperti itu biasanya
efektif jika dilaksanakan dalam waktu yang singkat, misalnya enam
minggu atau paling banyak satu triwulan.
Proyek kelompok.
Beberapa anak yang mungkin ragu-ragu untuk mulai bersaksi
sendirian, kadang-kadang dapat didorong dengan
mengikutsertakannya dalam proyek/tugas kelompok. Kelas atau
departemen dapat mensponsori kegiatan kunjungan dari rumah ke
rumah di lingkungan Anda atau kegiatan pembagian traktat.
Kegiatan kunjungan ini dilakukan untuk mengundang orang ke
gereja. Usaha ini hanya bisa dilaksanakan bila keadaan
mengizinkan. Kaum muda atau departemen kaum dewasa dapat menjadi
sponsor untuk menyewa suatu stan di taman hiburan. Bahan Usaha
Memenangkan Jiwa yang diselenggarakan tiap tahun mempunyai banyak
saran yang ada hubungannya dengan kegiatan kelompok.
Menyiapkan bersama-sama.
Salah satu alasan mengapa orang-orang tidak bersaksi secara
teratur ialah karena mereka tidak mendapat pendidikan dalam hal
bersaksi. Setiap kelas, mulai dari kelas madya ke atas dapat
mengadakan kursus singkat sebagai bagian dari pelajaran ataupun
sebagai kegiatan pembuka selama beberapa minggu. Kursus itu harus
meliputi tentang cara memulai percakapan dalam bersaksi,
bagaimana menggunakan percakapan yang sudah diatur, bagaimana
cara menjawab keberatan-keberatan, serta bagaimana tindak lanjut
sesudahnya.
CARA MENOLONG ORANG YANG BARU PERTAMA KALI BERSAKSI
Ada banyak orang yang tak pernah bersaksi karena tidak tahu
bagaimana memulainya. Guru-guru hendaknya secara khusus menolong
anak-anak yang belum pernah bersaksi.
Paul E. Little dalam bukunya "How to Give Away Your Faith",
menyarankan agar orang yang sedang belajar bersaksi terlebih dulu
menuliskan Rencana Keselamatan yang akan ia terangkan kepada
temannya nanti. Selanjutnya dianjurkan supaya orang itu lalu
dapat meminta temannya yang bukan Kristen untuk membaca apa yang
telah ia tulis tersebut untuk kemudian bertanya apakah ia
mengerti tentang hal tersebut. Hal ini akan menolong orang yang
belajar bersaksi itu untuk membuktikan apakah ia berhasil
membangun suatu komunikasi yang dapat ia manfaatkan untuk
menyampaikan Injil kepada orang yang bukan Kristen. (Jika waktu
mengizinkan, Saudara boleh menyampaikan ide-ide lain tentang cara
memulai percakapan dalam bersaksi.)
Mulailah dengan pendengar yang bersedia memperhatikan Anda. Hal
bersaksi adalah ketrampilan yang dapat ditingkatkan lewat
praktik. Salah satu cara adalah dengan menyampaikan Rencana
Keselamatan kepada mereka yang sudah Kristen. Di Sekolah Minggu
hal ini dapat dilakukan dalam bentuk drama yang dimainkan oleh
dua anak yang bergiliran menjadi pendengar dan penginjil.
Keberatan-keberatan atau pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul
dalam memberikan kesaksian yang sebenarnya, dapat dimasukkan juga
dalam percakapan sehingga murid-murid akan mendapat pengalaman
dalam mengatasi masalah-masalah ini.
Sering-seringlah berkumpul bersama orang yang telah berpengalaman
dalam hal bersaksi. Orang yang baru mulai bersaksi dapat belajar
banyak dari mereka yang telah berpengalaman dalam bersaksi. Dalam
usaha bersaksi secara terorganisir, saat Anda membentuk regu
untuk bersaksi, jangan lupa untuk menempatkan anggota baru
bersama dengan orang yang telah berpengalaman. Setelah banyak
mendengar dan mengamati mereka yang telah berpengalaman dalam
melayani, anggota baru itu harus didorong untuk juga berani
berbicara. Guru dapat menolong anggota yang baru pertama kali
bersaksi itu agar mendapatkan pengalaman dan kepercayaan diri
dengan sesekali mengajaknya melakukan kunjungan pada calon murid.
Sumber: Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2, , Artikel Bersaksi, halaman 397 - 398, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1996.
Tips MengajarMembiasakan Anak SM untuk Bersaksi
Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam membuat anak terbiasa
untuk bersaksi. Walaupun masih dini, mereka juga memiliki pengalaman
rohani. Jika kita, sebagai pendidik, tidak "memancing" mereka untuk
menyaksikan semua pengalaman mereka tersebut, pancaran pertumbuhan
rohani anak dalam hal bersaksi perlahan akan dapat memudar.
Berikut ini cara-cara praktis yang dapat dilakukan guru SM dalam
membiasakan atau mendorong anak untuk bersaksi.
Menyanyi di depan kelas.
Menyanyi merupakan kegiatan yang paling banyak dan paling sering
dilakukan dalam kelas SM. Undanglah anak-anak untuk menyaksikan
cinta kasih Tuhan dengan memilih lagu-lagu yang mereka sukai,
untuk dinyanyikan di depan kelas. Jika anak masih malu-malu untuk
maju secara perorangan, mereka boleh maju secara berkelompok.
Biasanya lagu yang mereka sukai adalah lagu yang sungguh berkesan
bagi mereka. Lakukan kegiatan ini setiap Minggu. Acara kesaksian
dengan memuji Tuhan secara pribadi ini bisa dimasukkan dalam
liturgi ibadah SM Anda. Minggu ke Minggu Anda akan melihat
hasilnya, dari mulut anak-anak SM Anda, akan terus mengalir
kesaksian indah mengenai cinta kasih Tuhan melalui pujian pribadi
mereka. Kegiatan ini bisa dilakukan untuk kelas kecil dan kelas
besar.
Berkat dari ayat hafalan.
Jangan jadikan proyek menghafal ayat hanya sekadar kegiatan untuk
membuat mereka dapat membaca tanpa teks pada hari Minggu
depannya. Berikan juga tugas pada mereka sepanjang minggu itu
untuk berusaha mendapatkan berkat dari ayat hafalan tersebut.
Sehingga, pada hari Minggu berikutnya, selain mampu menghafalkan
ayat tanpa teks, mereka juga harus membagikan berkat yang mereka
dapatkan dari ayat hafalan itu. Aktivitas ini sangat cocok untuk
kelas besar.
Kegiatan menggambar dan menulis.
Selain menyaksikan cinta kasih Tuhan secara lisan. Anak-anak bisa
juga kita ajak untuk bersaksi melalui goresan pensil mereka di
atas kertas. Bagi anak-anak yang sudah bisa menulis, mintalah
mereka untuk menuliskan pengalaman terindah mereka bersama Tuhan
sepanjang hidup mereka. Atau, bisa juga Anda pancing dengan
pertanyaan mendasar, misalnya, "Apakah Tuhan baik kepadamu?
Ceritakanlah!"
Bagi anak-anak yang belum bisa menulis, mintalah mereka untuk
menggambar apa saja yang dapat memperlihatkan kebaikan Tuhan
dalam hidup mereka. Akan lebih baik lagi, jika Anda memberikan
pilihan, misalnya, mintalah mereka menggambar manusia sebagai
tanda Tuhan mengasihi manusia. Bisa juga kita minta mereka
menggambar bunga, pemandangan, binatang, sebagai suatu kesaksian
bahwa Tuhan juga mengasihi alam ciptaan-Nya.
Diskusi/sharing kelompok.
Untuk kelas besar, Anda bisa membagi mereka dalam beberapa
kelompok, lebih baik lagi jika setiap kelompok terdiri atas jenis
kelamin yang sama. Mintalah mereka untuk saling mensharingkan
berkat Tuhan atau pengalaman rohani mereka selama satu minggu dan
kemudian saling mendoakan, yaitu doa ucapan syukur. Kegiatan ini
sangat menyenangkan, karena mereka dapat melihat bagaimana cara
Tuhan bekerja dalam hidup teman-teman mereka. Selain itu, mereka
akan lebih berani bersaksi dalam kelompok ketimbang harus berdiri
sendiri di depan semua temannya. Jika jumlah guru yang ada
memungkinkan, setiap kelompok bisa dipimpin oleh satu orang guru.
Tetapi, jika dalam kelas itu hanya ada seorang guru saja, maka
Anda dapat berjalan dari satu kelompok ke kelompok lainnya
sekadar untuk memantau jalannya diskusi mereka.
Hasil dari kegiatan bersaksi dalam kelompok ini adalah pada
akhirnya, mereka dapat dengan berani dan mantap menyaksikan cinta
kasih Tuhan dalam hidup mereka dengan kesadaran sendiri di depan
semua teman dan gurunya, bahkan dalam sebuah ibadah raya orang
dewasa. Dan ini sungguh terbukti!
- Program di luar kelas SM.
Di Rumah
Anak-anak dapat bersaksi di depan keluarga mereka tidak dengan
kata-kata, tetapi dengan perbuatan. Ajarkan kepada mereka hal-
hal positif yang dapat mereka lakukan di rumah untuk
memperlihatkan kepada keluarga bagaimana hidup seorang anak
Tuhan yang baik. Bersama-sama dalam kelas SM, buatlah daftar
tugas apa saja yang dapat mereka lakukan di rumah untuk
membantu orangtua atau saudara-saudara mereka. Misalnya,
merapikan tempat tidur sendiri, menyiram bunga, menyapu
halaman, setiap pagi menyapa seluruh isi rumahnya, memimpin
doa makan bersama, langsung minta maaf jika berbuat kesalahan,
dan lain-lain.
Ikut serta dalam kunjungan bersama guru SM.
Dalam program kunjungan ke rumah murid-murid yang sudah mulai
undur dari SM, ajaklah mereka untuk ikut menemani Anda. Untuk
beberapa kali kunjungan mereka dapat hanya sekadar secara
pasif mengikuti semua acara dari Anda. Tapi setelah Anda rasa
cukup, tawarkan mereka untuk ikut mengambil bagian. Hal ini
bisa dimulai dengan memimpin doa, baru setelah itu Anda juga
dapat meminta mereka untuk bercerita mengenai ibadah SM minggu
lalu serta berkat yang dia dapatkan. Yang pasti, kegiatan ini
sangat cocok untuk anak kelas besar.
Cara-cara di atas bukanlah sekadar teori, melainkan pengalaman nyata
yang telah membuahkan hasil yang sungguh memuliakan Tuhan. Betapa
indahnya melihat dan mendengar kesaksian yang keluar dari ucapan
syukur anak-anak akan kasih Tuhan kepada mereka. Kiranya, menjadi
berkat bagi kita semua.
/Davida
Bahan MengajarMengucap Syukur kepada Allah untuk Pemeliharaan yang Penuh Kasih
Pada suatu hari Allah berkata kepada Nuh, "Aku akan menurunkan hujan
yang lebat ke atas bumi. Hujan akan turun dengan amat derasnya dan
sangat lama sehingga daratan di bumi akan ditutupi air. Kau akan
memerlukan sebuah kapal untuk menjaga keselamatanmu dan semua orang
yang baik dan supaya kalian tidak hanyut ketika daratan ini ditutupi
air. Engkau harus segera mulai membuat sebuah perahu yang besar.
Engkau harus memperingatkan semua orang."
Nuh dan anak-anaknya bekerja selama berhari-hari membuat perahu itu.
"Grek! grek! grek!" bunyi gergaji. "Tok! tok! tok!" bunyi palu
dipukul. "Ha! Ha! Ha!" terdengar tawa orang banyak. Mereka tidak
percaya bahwa hujan akan turun sangat lebat sehingga mereka akan
membutuhkan sebuah perahu.
Akhirnya perahu itu selesai. Kemudian Allah menyuruh setiap jenis
binatang dan burung masuk ke dalam perahu itu bersama dengan Nuh dan
keluarganya. Sepasang demi sepasang binatang itu masuk. Satu jantan
dan satu betina.
"Bum, bum, bum," bunyi langkah gajah yang besar dan berat. "Plok,
plok, plok," bunyi langkah unta yang tinggi dan berbulu kasar.
"Klop, klop, klop," bunyi langkah kuda yang tangkas dan gagah.
Kelinci yang kecil dan pemalu datang sambil meloncat-loncat. "Pit,
pit, pit," kicau burung-burung dan semua binatang masuk sepasang
demi sepasang ke dalam kapal.
Ketika semua orang dan semua binatang telah berada di dalam kapal,
Allah menutup pintunya.
Kemudian hujan mulai turun sepanjang hari. "Tik, tik, tik, tik,"
tetesan air hujan jatuh menimpa kapal Nuh. "Tik, tik, tik, tik"
hujan makin lama makin deras. Sepanjang hari hujan terus turun,
sepanjang malam dan juga hari-hari berikutnya. Hujan turun terus-
menerus berhari-hari. Hari demi hari, air naik semakin tinggi.
Mula-mula daratan digenangi air. Kemudian rumah-rumah tertutup air.
Lalu pohon-pohon yang paling tinggi pun tertutup air. Akhirnya,
puncak gunung yang paling tinggi tertutup air. Tetapi Nuh dan
keluarganya dan semua binatang selamat di dalam perahu yang besar
itu. Allah memelihara mereka.
Setelah empat puluh hari Allah menghentikan hujan. Matahari mulai
bersinar. Angin mulai bertiup dan air mulai surut. Setiap hari
semakin surut. Mula-mula puncak gunung dapat terlihat, kemudian
pucuk-pucuk pohon, lalu daratan.
Ketika daratan telah kering, Allah menyuruh Nuh ke luar dari
kapalnya. Nuh membuka pintu perahu itu dan semua binatang dan burung
itu pun keluar. Betapa senangnya berada di daratan yang kering lagi.
Burung-burung mengembangkan sayap mereka dan terbang di langit yang
biru. Binatang-binatang kecil berlari-larian dan melompat-lompat.
Binatang-binatang besar melemaskan otot-otot mereka dan berjalan ke
luar, sementara mereka mencari rumput dan buah arbei untuk dimakan.
Tetapi, Nuh dan keluarganya berdoa kepada Allah. "Kami bersyukur
kepada-Mu, ya Allah, karena Engkau telah memelihara kami," kata
mereka. "Kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah menyelamatkan
kami sehingga kami tidak tenggelam." (Perlihatkan gambar Nuh
Mengucap Syukur/Janji Pelangi, No.3)
Percakapan:
- Suruhlah anak-anak menyebutkan nama-nama binatang yang mungkin di
bawa Nuh dalam bahteranya.
- Marilah kita memuji Allah seperti yang dilakukan Nuh dan
keluarganya.
- Marilah kita menutup mata dan menundukkan kepala serta bersyukur
kepada Allah Bapa di surga karena Ia telah memelihara kita.
Doa:
"Allah Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau
mengasihi kami. Kami bersyukur karena Engkau selalu menjaga kami
sepanjang waktu. Ingatkan kami untuk selalu ingat untuk beryukur
kepada-Mu. Dalam nama Yesus, amin."
Ayat hafalan:
Bacakan ayat hafalan dari Alkitab Anda (Mazmur 138:1) dan lihatlah
sampai mana mereka dapat menghafalnya.
Saran-saran untuk kegiatan:
(Tempelkan gambar sebuah perahu yang besar pada kain untuk
menunjukkan pemberian Allah. Tekankan bagaimana Allah menyelamatkan
mereka dan bagaimana Ia menyelamatkan kita sekarang ini.)
Gunakan salah satu kegiatan berikut ini:
Buatlah perahu mainan dari kertas. Berikan kepada setiap anak
sebuah gambar binatang. Suruhlah mereka memasukkan binatang-
binatang itu ke dalam perahu.
Bagilah anak-anak sepasang demi sepasang. Bisikkan kepada mereka
nama-nama binatang untuk ditiru. Sementara setiap kelompok yang
terdiri atas dua anak itu meniru gerakan seekor binatang,
suruhlah anak-anak lainnya menebak binatang apakah yang
sedang mereka tirukan itu.
Sumber: Cerita Alkitab yang Suka Kudengarkan: Seri Cerita Alkitab untuk Anak-anak, Grace Suwanti Tjahya dan Ridwan Sutedja, , halaman 90 - 92, Kalam Hidup, Bandung.
Dari Anda Untuk AndaPanduan Mengajar SM
Dari: berna murni <berna_dtha(at)>
>Shalom,
>Saya tertarik untuk mengajar Sekolah Minggu, adakah panduan-panduan
>untuk mengajar Sekolah Minggu, mengingat karakter dan sifat anak
>berbeda-beda. Saya mohon bantuannya.
>Tuhan berkati
>Berna
Redaksi:
Kerinduan Anda pasti tidak sekadar keinginan pribadi, tetapi
merupakan panggilan Tuhan. Kami sungguh mengucap syukur untuk itu.
Buku-buku panduan tentang mengajar SM sangat banyak tersedia di
toko-toko buku Kristen. Sedangkan untuk panduan mengajar SM lewat
media internet, selain dari Publikasi e-BinaAnak Anda bisa juga
mendapatkannya berbagai bahan panduan bagaimana mengajar SM dari
Situs Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen (PEPAK) dengan alamat:
==> http://www.sabda.org/pepak/
Selamat melayani Tuhan melalui anak-anak yang sangat dikasihi-Nya!
Jangan lupa sharing ya tentang pengalaman pertamanya .... :)
Mutiara Guru
"Bersaksi terus sampai Tuhan datang!"
|