Salam dari Redaksi
Salam kasih,
Musik di Sekolah Minggu sangat penting, tetapi seringkali tidak
terintegrasi baik dengan tujuan menumbuhkan rohani anak. Musik hanya
dianggap sebagai pemanis dan pembangkit suasana dalam ibadah SM.
Padahal, musik merupakan salah satu media yang sangat indah, yang
dapat membawa anak-anak memaknai hidupnya sebagai orang Kristen.
Harus disadari, musik dalam ibadah SM bukanlah sekadar untuk membuat
anak bergembira, melainkan bagaimana melalui musik dan pujian
tersebut guru membawa anak merasakan keagungan Tuhan, sehingga
mereka mengerti bahwa memuji Tuhan merupakan pancaran dari kehidupan
rohani yang bertumbuh. Harapan kami, Artikel, Tips, dan Aktivitas
dalam edisi e-BinaAnak minggu ini membantu kita untuk mewujudkan hal
tersebut.
Pujilah Tuhan dalam roh dan kebenaran! (Dav)
Tim Redaksi
"Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!"
(Mazmur 150:6)
ArtikelMusik dan Pujian dalam Program Gereja
Kehidupan rohani anak dalam hal memuji Tuhan melalui musik dan
nyanyian tidak dapat diusahakan sambil lalu saja. Musik dan pujian
tersebut seharusnya diintegrasikan dengan setiap kegiatan-kegiatan
rohani anak.
Sekolah Minggu
Tujuan utama SM adalah mengajarkan Firman Tuhan dan membantu setiap
anak untuk mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan
untuk menjalin hubungan yang bertumbuh dengan-Nya. Suatu program
musik yang terencana, di bawah kepemimpinan yang antusias dan
kompeten dapat memberikan sumbangan yang besar dalam mencapai tujuan
tersebut. Setiap divisi dalam SM harus menyediakan waktu setiap
minggunya untuk kegiatan musik atau mengintegrasikan musik ke dalam
kegiatan-kegiatan sekolah lainnya. Oleh karena itu, seseorang harus
bertanggung jawab untuk merencanakannya, dan yang lain bertugas
memimpin dan mendampingi kegiatan tersebut, khususnya ketika
beberapa divisi berbeda dari SM itu mengadakan kegiatan yang sama
pada waktu yang sama pula. Petugas rutin di tiap divisi, anggota
paduan suara remaja atau pemuda, atau sukarelawan lain yang
bertalenta bisa menolong untuk mengisi posisi ini.
Gereja yang lebih kecil mungkin kesulitan dalam mengurus program
musik dan pujian rohani ini secara konsisten di semua divisi.
Meskipun demikian, gereja yang lebih kecil ini dapat mengatasi
masalah ini dengan menggabungkan dua divisi atau lebih dengan waktu
yang singkat setiap minggunya atau dengan membuat jadwal kegiatan
musik yang berbeda di setiap devisi. Dengan demikian, beberapa
divisi dapat dilayani oleh pemimpin musik yang sama. Jika perlu,
kegiatan dapat juga dilakukan dua minggu sekali atau sebulan sekali,
pada hari itu berikan perpanjangan waktu untuk musik dan memuji
Tuhan.
Gereja Anak-anak
Tujuan gereja anak-anak adalah melatih anak-anak untuk menyembah,
menyediakan kesempatan untuk melakukan penyembahan pada tingkat
anak-anak, dan untuk menyiapkan anak-anak mengikuti pelayanan di
gereja di waktu yang akan datang.
Bentuk lain dari gereja anak adalah kesempatan untuk berpartisipasi
dalam peran kepemimpinan, misalnya membaca Alkitab, memimpin berdoa,
dan menerima tamu. Mereka juga perlu diajari untuk memimpin pujian,
mengadakan sajian musik spesial, atau mungkin menyanyi dalam paduan
suara atau ensembel kecil. Anak-anak yang belajar alat musik harus
diberi kesempatan untuk mempraktikkannya di gereja anak, mungkin
untuk pembukaan.
Paduan Suara Anak-anak
Kegiatan paduan suara di beberapa gereja perlu disusun sedemikian
rupa sehingga memenuhi kebutuhan anak-anak. Beberapa gereja yang
lebih besar dapat berhasil mempertahankan paduan suara untuk
berbagai usia, termasuk anak-anak. Bagi gereja-gereja lainnya,
ukuran tidak adanya pemimpin, atau kegiatan lain yang terlalu banyak
merupakan alasan tidak dapat dijalankannya kegiatan paduan suara
ini. Mungkin, rencana yang paling umum digunakan terdiri dari dua
atau tiga paduan suara (ditambah paduan suara remaja dan sekolah
menengah).
Latihan paduan suara harus direncanakan dan perlu dikoordinasikan
dengan kegiatan gereja untuk menghindari konflik yang melibatkan
kegiatan lain atau masalah transportasi. Jika beberapa kegiatan anak
terjadwal, bila memungkinkan, anak-anak bisa kumpul pada hari atau
sore yang sama. Beberapa gereja berpendapat bahwa latihan paduan
suara anak dan yunior yang paling tepat dilakukan pada hari ketika
anak-anak tidak sibuk dengan kegiatan sekolah. Di beberapa gereja,
paduan suara yunior dilakukan pada jam gereja anak atau pada Minggu
sore sebelum kebaktian di gereja.
Di bawah pemimpin yang tepat, paduan suara anak-anak dapat menjadi
kelompok nyanyian yang efektif yang dapat ditampilkan dalam
kebaktian di gereja dan dalam program musikal khusus. Kontribusi
penting lainnya adalah efeknya dalam kehidupan mereka yang
berpartisipasi di dalamnya. Berikut ini adalah fungsi dasar
pelayanan paduan suara anak-anak dengan nilai-nilai tertentu bagi
anak-anak itu sendiri.
Untuk menginjili
Paduan suara menarik anak-anak yang belum mengenal Kristus yang
tertarik pada musik. Partisipasi ini tidak hanya dapat menjangkau
anak-anak, namun juga seluruh keluarga yang belum mengenal
Kristus.
Untuk mengajarkan penyembahan
Karena keterlibatan mereka dalam pelayanan di gereja, anak-anak
perlu belajar memimpin diri mereka sendiri dalam penyembahan,
ambil bagian dalam pujian, doa, duduk dan berdiri dengan sopan.
Selain itu, mereka juga dapat menyadari nilai pengalaman
penyembahan yang sesungguhnya.
Untuk membangun rohani yang bertumbuh
Suatu daftar lagu paduan suara yang dipilih dengan cermat
meliputi hymne dan lagu-lagu gereja yang didasarkan pada
kebenaran Firman Tuhan. Pengulangan yang terus-menerus dalam
latihan dan semangat pemimpin untuk menginterpretasikan arti dari
teks lagu membuka pemahaman dan pengetahuan baru dimana anak-anak
bisa bertumbuh.
Memberikan kesempatan untuk pelayanan Kristen
Melalui partisipasi dalam pelayanan di gereja, anak-anak belajar
untuk menemukan cara Tuhan menggunakan orang-orang untuk
mengabarkan Firman-Nya kepada orang lain. Mereka segera akan
menyadari bahwa mereka adalah pelayan penginjilan ketika mereka
bernyanyi. Seringkali ini membantu mereka membangun suatu sikap
positif terhadap pelayanan Kristen.
MUSIK DAN PUJIAN DALAM KEGIATAN LAINNYA
Kesempatan yang tidak terbatas tersedia untuk menggunakan minat
anak-anak pada musik dan kemampuan di luar pelayanan rutin dan
kegiatan divisi. Pemimpin harus mencari cara untuk menemukan minat
dan kemudian menyediakan cara dimana anak-anak dapat dirangsang dan
didorong. Ini dapat dilakukan dengan mengadakan program talenta
serta konser musik dan pujian dimana anak-anak didorong untuk tampil
atau dengan menghadiahkan beasiswa atau dukungan keuangan untuk kamp
musik atau sekolah. Menghadiri konser pujian anak-anak lokal atau
suatu program paduan suara dengan mengunjungi beberapa kelompok
paduan suara anak-anak mungkin bisa membantu. Kegiatan ini bisa
menumbuhkan minat yang baru dalam kegiatan musikal dan merangsang
minat untuk mengembangkan talenta yang Tuhan berikan.
MEMILIH MUSIK UNTUK ANAK-ANAK
Pujian bagi anak-anak tidak harus selalu tepat secara teologis.
Salah satu buku lagu anak-anak yang pertama kali diterbitkan di
Amerika Serikat adalah "Divine and Moral Songs", yang diterbitkan
oleh Isaac Watts pada tahun 1720. Meskipun dalam buku ini terdapat
beberapa hymne yang bagus, dalam buku ini juga terdapat beberapa
lagu yang mengajarkan moral, yang berhubungan dengan perbuatan-
perbuatan yang tidak terpuji yang harus dihindari oleh seorang anak
jika ia ingin menyenangkan Tuhan. Penulis berikutnya pada abad 18
dan 19 tidak melakukan peningkatan yang besar pada kualitas isinya.
Beberapa penulis cenderung "merendahkan" anak-anak dengan menganggap
mereka sebagai "domba kecil". Sedangkan yang lainnya "mempermanis"
pesan penginjilan sehingga pesan tersebut menjadi tidak jelas.
Sayangnya, masalah tersebut masih tetap ada sampai sekarang.
Dalam mengevaluasi kata-kata dalam sebuah lagu untuk anak-anak,
pertanyaan-pertanyan berikut ini bisa digunakan:
- Apakah kata-katanya sesuai dengan Alkitab?
- Apakah kata-katanya menekankan kebenaran yang penting?
- Apakah kata-katanya menarik dan jelas?
- Apakah kata-kata tersebut sesuai dengan tingkat usia mereka?
- Apakah kata-kata tersebut mendorong semangat untuk hormat?
Kriteria untuk mengevaluasi musik mungkin termasuk berikut ini:
- Semakin muda usia anak, semakin pendek kalimat-kalimatnya.
- Pola nadanya harus disusun dari kira-kira D sampai C di atas C
sedang, dengan sebagian besar nada D sampai A.
- Liriknya harus sederhana, dapat diduga, dan konsisten dengan
gaya katanya.
- Melodi dan harmoninya harus memiliki ciri yang berbeda
sehingga lagu tersebut mudah untuk dipelajari dan diingat.
- Semua tersebut diatas harus memberikan interpretasi yang
terbaik dari teks tersebut.
(t/Ra)
Sumber: Childhood Education in the Church, Robert E. Clark, Joanne Brubaker, & Roy B. Zuck, , Artikel Music in the Church Program, halaman 442 - 445, Moody Press, Chicago, 1986.
Tips MengajarMusik dan Pujian untuk Tuhan
Musik sering digunakan bersama anak-anak sebagai sesuatu yang hanya
dilakukan untuk menunggu anak-anak yang datang terlambat atau
sebagai proses pergantian dari pelajaran utama yang sedang
diberikan.
Penggunaan musik yang terbatas itu menghilangkan dampak kuat musik
bagi anak-anak dalam memahami, mengingat, dan menerapkan kebenaran
Alkitab. Jika musik selalu menjadi komponen penting dalam sesi
penyembahan, berpartisipasi dalam musik juga menjadi pengalaman yang
berharga bagi anak-anak di SM, terutama dalam pertumbuhan rohani
mereka. Kegiatan yang dilakukan bisa dengan beberapa cara berikut
ini:
Anak-anak SM dapat belajar lagu baru untuk diyanyikan bagi teman
lainnya dalam kelas mereka. Setelah itu mereka dapat
mensharingkan apa yang telah mereka pelajari tentang kebenaran
Alkitab melalui kata-kata dalam lagu tersebut.
Anak-anak bisa membandingkan kata-kata yang terdapat dalam sebuah
lagu-lagu dengan kata-kata yang terdapat dalam ayat-ayat Alkitab
untuk membantu mereka dalam memahami dan mengingat kata-kata
dalam Alkitab.
Anak-anak bisa juga menggabungkan seni dan musik dengan membuat
ilustrasi dari kata-kata dan arti dalam sebuah lagu.
Anak-anak bisa menghafal lagunya dengan menyanyikannya berkali-kali
sampai minggu depan untuk membantu mempelajari sebuah lagu yang
sedang mereka pelajari, atau yang telah mereka ilustrasikan, atau
yang telah diiringi dengan musik.
Keuntungan Kegiatan Bermusik dan Memuji Tuhan
Kegiatan Belajar Alkitab yang menggunakan musik dan pujian adalah
suatu cara yang dapat dinikmati oleh anak-anak supaya dapat terlibat
aktif dalam mempelajari dan mengingat kebenaran Alkitab. Musik yang
dipilih dengan selektif untuk tujuan tertentu dapat membantu anak
dalam:
- mempelajari kebenaran-kebenaran Alkitab dan doktrin;
- menghafal ayat-ayat Alkitab;
- mengingat menunjukkan ajaran Kristen;
- merasakan suasana tenang dan penyembahan;
- beralih secara perlahan-lahan dari satu kegiatan ke kegiatan
lainnya;
- menikmati waktu santai dan kegiatan.
Tips untuk Memimpin Kegiatan Belajar Alkitab Melalui Musik
- Tanyakan enam pertanyaan tentang lagu-lagu yang akan Anda gunakan
berikut ini.
- Apakah lagu tersebut memiliki arti yang jelas bagi anak-
anak?
- Apakah lagu tersebut mudah dinyanyikan?
- Apakah lagu tersebut ada hubungannya dengan pelajaran yang
disampaikan?
- Apakah kata-kata dalam lagu tersebut tepat secara Alkitab
dan doktrin?
- Apakah lagu tersebut membangun sikap yang positif?
- Apakah anak-anak akan menikmati lagu tersebut?
- Undanglah seorang anggota paduan suara di gereja Anda atau
orangtua yang memiliki ketrampilan dalam bermusik untuk memimpin
kegiatan selama satu atau lebih pelajaran.
- Gunakan kaset musik yang telah disediakan dalam kurikulum Anda
untuk membantu Anda mengenal lagu tersebut.
- Tanyakan pada murid-murid adakah di antara mereka yang memiliki
keyboard elektrik yang dapat mereka bawa untuk mengiringi lagu.
(t/Ra)
Sumber: Sunday School Smart Pages, Wes & Sheryl Haystead, , Artikel Teaching Bible Truths to Young Children, halaman 127, Gospel Light, Ventura, 1992.
Tips MengajarMemimpin Menyanyi
Nyanyian dapat menggerakkan hati orang dan dapat menimbulkan
perasaan puji syukur yang aktif dalam hati manusia, termasuk anak-
anak SM Anda. Kerohanian anak dapat bertumbuh salah satunya karena
lagu-lagu rohani yang mereka dengarkan, pujikan, dan pelajari setiap
hari atau setiap minggu di Sekolah Minggu.
Dengan pujian rohani, hati anak-anak dapat dipenuhi dengan perasaan
kasih pada Tuhan dan dengan mudah mereka dapat masuk dalam suasana
rohani. Jika seseorang telah suka menyanyi, maka nyanyian itu dapat
menjadi satu bagian yang tidak boleh kurang dalam kehidupannya.
Nyanyian juga telah menjadi bagian yang penting di dalam kebaktian.
Sikap yang harus ada pada waktu anak-anak Sekolah Minggu menyanyi:
- Harus teratur, tidak boleh terlalu cepat atau terlalu lambat
semaunya sendiri.
- Semua harus ikut menyanyi.
- Harus tertib, tidak boleh berteriak-teriak.
- Harus khidmat.
- Harus lincah dengan hati yang penuh sukacita.
- Jangan terlalu banyak berkata-kata atau komentar.
- Harus ada yang memimpin.
Yang memimpin nyanyian atau paduan suara harus memperhatikan:
- Jangan mengajarkan nyanyian yang pemimpin sendiri tidak bisa.
- Harus bersehati dan bekerjasama dengan pemain musik.
- Tempo lagu harus tepat, jika tidak, akan kacau.
- Harus bersemangat dan lincah, tetapi dengan cara sederhana.
- Boleh dengan cara menyanyi bergiliran antara anak-anak perempuan
dan anak laki-laki; kiri-kanan; atau depan-belakang.
- Boleh menyanyikan dengan suara keras, lambat cepat perlahan; di
ubah-ubah setiap waktu menurut pemimpin supaya mereka penuh
perhatian terhadap nyanyian.
- Boleh mengubah kata-kata dalam nyanyian tetapi harus sesuai
dengan kebenaran Alkitab dan sesuai dengan notnya.
- Jangan terlalu lama menyanyikan not, karena perhatian lebih
penting.
- Jangan terlalu banyak mengajar nyanyian baru, harus mengulang
nyanyian-nyanyian lama.
- Nyanyian yang diajarkan harus dihafalkan.
- Waktu mengajar nyanyian jangan terlalu lama menerangkan. Waktu
hendak mengulangi nyanyian sebaiknya pada waktu nyanyian-
nyanyian belum berakhir; segera beri aba-aba, misalnya, nyanyi
sekali lagi, atau yang kanan menyanyikan dsb., supaya tidak
menghilangkan semangat mereka.
- Pemain musik jangan terlalu banyak bervariasi sebab akan
menghilangkan suasana kebaktian, juga menyebabkan anak-anak
memperhatikan musik dan tidak memperhatikan maksud nyanyian.
- Tiap pengajar harus dapat turut menyanyi.
- Suara pemimpin nyanyian harus cukup keras.
- Bila anak-anak tidak mau menyanyi, pemimpin tidak boleh marah,
melainkan harus mencari cara supaya semua anak-anak dapat ikut
menyanyi.
Memilih nyanyian:
- Jangan terlalu panjang.
- Perkataan jangan yang sukar dimengerti.
- Isi nyanyian harus sesuai dengan Alkitab.
- Nyanyian harus sesuai dengan pelajaran.
- Kelas remaja harus memilih nyanyian yang dipakai dalam kebaktian
umum supaya waktu mereka masuk kebaktian umum, tidak asing lagi.
- Tinggi rendah nyanyian harus sesuai dengan nada suara anak-anak.
Jangan melampaui nada suara anak-anak. Biasanya nada suara anak-
anak dari kunci A-C.
- Bila dalam suatu nyanyian tidak dituliskan nada suaranya, maka
nyanyian nada yang tertinggi 6=F; 7=E; 1=D; 2=C; dsb.
Sumber: Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen (PEPAK), Pdt. Dr. Stephen Tong, http://www.sabda.org/pepak/pustaka/050835/.
AktivitasPujian yang Kreatif
Aktivitas kali ini menyajikan contoh-contoh kreasi dalam memimpin
pujian di Sekolah Minggu. Dengan contoh-contoh tersebut diharapkan
guru SM dapat membuat suasana SM menjadi lebih menarik.
- Saputangan Berjalan
Sediakan sebuah saputangan. Berikan saputangan ini kepada seorang
anak. Mintalah semua anak menyanyikan sebuah lagu pujian
(sebaiknya lagu yang bertema keakraban.) Sementara itu, mintalah
anak yang memegang saputangan untuk berdiri dan menyerahkan
saputangan itu kepada salah seorang anak di kelas itu (tetapi
tidak boleh diserahkan kepada anak yang persis di sebelahnya.)
Anak yang hendak diberi saputangan oleh anak tersebut harus
menyambutnya dengan berdiri. Kemudian anak yang semula membawa
saputangan, setelah menyerahkan saputangan tersebut ia duduk di
tempat anak yang diberikannya saputangan. Demikian seterusnya,
yang menerima saputangan menyerahkan pada anak lainnya dan duduk
di kursi anak tersebut. Dengan demikian, terjadi perpindahan
tempat duduk, yang akan membuat suasana persekutuan antaranak
menjadi lebih akrab. Jika suatu saat saputangan dipegang oleh
guru, maka semua anak harus berdiri dan bernyanyi bersama-sama.
Dapat divariasi dengan aturan: saputangan harus diserahkan kepada
anak lainnya, dengan syarat harus berbeda jenis kelaminnya (anak
putra memberikan kepada yang putri, dan anak putri memberikannya
kepada anak putra.)
Variasi lain adalah dengan menambah jumlah saputangan yang
dipakai acara ini, misalnya dengan menyediakan 2 saputangan atau
lebih, dengan aturan permainan yang sama, sehingga lebih banyk
anak akan terlibat aktif. Kreasi ini membuat suasana di kelas
terasa sangat akrab dan anak belajar saling menerima dan
mengasihi.
- Yesus Amat Cinta pada Kamu
Lagu: Oh, giranglah (2x) Yesus amat cinta pada saya
Oh, giranglah
Pada awal pujian anak-anak diajak menyanyikan lagu yang sangat
populer ini, dengan mengganti kata "saya" dengan kata "kamu",
sambil anak-anak saling menunjuk, bahwa Yesus amat cinta kepada
kamu juga.
Kemudian anak-anak dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok
(jumlah anggotanya bebas.) Salah satu kelompok diminta mulai
menyanyikan lagu ini sambil berdiri, namun pada saat kalimat:
"Yesus amat cinta pada kamu", kelompok tersebut secara serempak
harus menunjuk kepada satu kelompok lainnya. Dan kelompok yang
ditunjuk harus segera berdiri dan meneruskan lagu tersebut,
sementara kelompok sebelumnya duduk kembali. Demikian seterusnya,
setiap kelompok yang menyanyi menunjuk kelompok lainnya sebagai
tanda kelompok lain tersebut harus menunjukkan pujian ini. Setiap
kelompok dipimpin oleh seseorang pemimpin yang akan memberikan
komando kelompok mana yang akan ditunjuk mereka.
Simulasi ini akan semakin menarik, bila kecepatan lagunya dibuat
semakin lama semakin cepat, dengan demikian kekompakan dan
kesigapan anak diuji. Regu yang terlambat menyanyi atau yang
tidak kompak akan dicatat sebagai regu yang "gagal", regu yang
paling banyak gagal akan mendapatkan tugas khusus (misalnya,
diminta menyanyi atau tugas lainnya.) Memang Yesus amat cinta
pada setiap anak, karena itu bersukacitalah. Tekankan makna ini
kepada anak-anak.
Sumber: Teknik Kreatif dan Terpadu dalam Mengajar Sekolah Minggu, Paulus Lie, , halaman 1 - 3, Yayasan Andi, Yogyakarta, 1999.
Dari Anda Untuk AndaUcapan Terima Kasih
Dari: Sarce Isba <sarce_i(at)>
>Salam sejahtera bersama kita semua amin.
>Aku mengucap syukur kepada Tuhan dan kepada kalian semua karena
>sudah mengirim bahan materi kepada saya untuk dapat mengajarkan
>anak-anak di sekolah mingguku. Saya mengucapkan banyak terima kasih
>kepada kalian semua, semogga Tuhan Yesus memberkati Anda. Pribadi
>saya merasa di berkati dengan adanya materi tersebut dan ayat
>firman Tuhan yang dapat menolong saya dan menjadi berkat bagi saya.
>Aku sudah mengajarkan materi tersebut kepada anak-anak sekolah
>minggu. Saya mau selalu di kirim materi e-BinaAnak kepada saya.
>Akhir kata saya ucapkan banyak terima kasih kepada Anda yang telah
>bersedia mengirimkan e-BinaAnak kepada saya.
>Tuhan yesus memberkati kalian semua. Amin!
Redaksi:
Kami pun tidak henti-hentinya mengucap syukur untuk setiap berkat
yang Anda dapatkan dari e-BinaAnak. Segala kemuliaan hanya bagi Dia!
Selain ucapan terima kasih, kami sangat menginginkan pula usulan,
bahkan kritik untuk semakin mengembangkan pelayanan kami ini,
sehingga pelayanan bagi Dia semakin hari semakin baik. Ok, kami
tunggu ya saran dan kritiknya. Untuk kontak dengan redaksi, silakan
hubungi < staf-BinaAnak(at)sabda.org >
Mutiara Guru
Engkaulah firman dan musik kidung yang kunyanyikan
Engkaulah melodi, Engkaulah harmoni, kumemuji nama-Mu.
|