Salam dari Redaksi
Salam kasih dalam penyertaan Yesus Kristus,
Doa memiliki arti yang penting dalam pertumbuhan rohani orang
Kristen, karena doa bukan saja menjadi salah satu cara untuk
berkomunikasi dengan Allah, melainkan juga merupakan wujud
kebergantungan kita kepada Allah. Karena itu, sangat penting bagi
guru SM, orangtua, dan pelayan anak untuk mengajarkan prinsip-
prinsip doa yang benar kepada anak-anak SM agar mereka dapat
mengalami pertumbuhan rohani yang sehat. Sehubungan dengan hal ini,
e-BinaAnak edisi minggu ini telah menyiapkan sajian topik KEHIDUPAN
ROHANI ANAK DALAM BERDOA yang kami yakin akan menolong memperluas
wawasan Anda tentang doa. Selain sebuah artikel, kami juga
melengkapi sajian kami dengan dua Tips mengajar yang dapat Anda
jadikan langkah praktis untuk mewujudkan kehidupan doa pada anak
atau murid Anda. Langsung saja Anda simak sajian e-BinaAnak minggu
ini. (Tes)
Tim Redaksi
"Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah
sambil mengucap syukur." (Kolose 4:2)
ArtikelMengajar Murid Berdoa
Kadang-kadang dianggap bahwa anak-anak dan orang yang baru bertobat
tahu cara berdoa. Seringkali tidak demikian halnya. Pada waktu kita
mendengarkan beberapa orang dewasa berdoa di depan umum, kita dengan
cepat mengerti bahwa mereka tidak tahu cara berdoa dengan efektif di
depan umum. Beberapa masalah doa yang umum adalah: kurangnya
keseimbangan antara pujian dan permohonan doa, keprihatinan doa yang
terbatas, hanya berdoa secara umum, terlalu banyak menggunakan
ungkapan-ungkapan yang telah usang dalam doa.
MENGAJAR MURID YANG BELUM BERSEKOLAH BERDOA
Siapkanlah anak-anak untuk berdoa dengan menciptakan suasana yang
tenang, dengan rasa kagum, dan hormat. Bantulah anak-anak itu untuk
mengetahui bahwa berdoa adalah "bercakap-cakap kepada Allah".
Terangkan bahwa kita melipat tangan, menutup mata, dan menundukkan
kepala kita supaya kita memberikan perhatian kita semua kepada-Nya.
Sangat penting bahwa semua pekerja ikut serta di dalam waktu berdoa
sehingga anak-anak itu akan belajar menghormati dari pelajaran dan
contoh.
Gurulah yang biasanya berdoa di kelas kanak-kanak. Akan tetapi,
jangan lupa memakai kata-kata dan ungkapan-ungkapan yang berarti dan
dimengerti oleh anak-anak. Pemimpin harus berdoa dengan anak-anak,
bukan tentang mereka. Pemimpin itu harus berdoa dalam nada
percakapan dan doa itu harus singkat, biasanya hanya mencakup satu
pikiran. Dia harus bersiap sedia untuk kesempatan-kesempatan
memimpin anak-anak itu dalam doa dan harus seringkali berdoa selama
jam Sekolah Minggu.
Cara berdoa yang dapat dimengerti dengan mudah oleh anak-anak adalah
pengucapan terima kasih dan permohonan, meminta sesuatu kepada
Allah. Cara berdoa yang digunakan hendaknya meliputi doa yang
spontan, nyanyian, dan koor doa, bersama dengan ayat-ayat doa yang
pendek dalam Alkitab dan doa yang diucapkan bersama pemimpin.
Pastikanlah bahwa anak-anak itu mengerti bahwa kita berdoa kepada
"Bapa kita di Surga" dan bukan "bapa" jasmani.
MENGAJAR ANAK-ANAK YANG LEBIH BESAR UNTUK BERDOA
Kelas Pratama dan Madya harus belajar untuk mencantumkan 4 unsur doa
yang pokok:
- Pemujaan -- Memuji Allah, karena kasih dan kuasa-Nya.
- Pengakuan -- Meminta pengampunan.
- Pengucapan syukur -- Atas apa yang telah dikerjakan Allah.
- Permohonan -- Memohon bagi diri sendiri dan bagi orang lain.
Anak Madya harus didorong untuk lebih banyak memuji Allah dalam doa
dan berdoa bagi orang lain. Anak-anak yang lebih tua harus belajar
memakai bermacam-macam cara berdoa, termasuk doa dalam hati, doa
yang lisan, dan doa-doa yang tertulis. Mereka juga harus mengetahui
3 cara Allah menjawab doa kita: "Ya", "Tidak", dan "Tunggu"
Anak-anak Pratama dan Madya dapat mulai memimpin doa. Beranikan
mereka untuk berdoa cukup keras sehingga kelompok itu dapat
mendengar mereka. Tunjuklah anak yang disuruh untuk memimpin doa
sebelum permintaan doa disebutkan, sehingga dia dapat mengingat
keperluan-keperluan itu pada waktu dia berdoa. Janganlah memaksa
seseorang untuk berdoa apabila dia tidak mau.
Mempelajari doa-doa yang ada di dalam Alkitab dapat bermanfaat bagi
anak-anak yang lebih tua. Mereka juga dapat mempelajari unsur-unsur
dan bentuk doa, sikap berdoa, dan seterusnya.
Bantulah anak-anak yang lebih besar untuk membiasakan diri berdoa
sendiri setiap hari. Saudara boleh menyarankan mereka agar membuat
catatan harian atau daftar doa dan pembacaan Alkitab. Ajarlah mereka
bahwa mereka dapat berdoa di mana saja dan kapan saja, bahwa Allah
senantiasa mendengar doa kita. Anak-anak yang lebih besar harus
menjadi lebih matang dalam kehidupan doa mereka dan memperluas doa
mereka untuk meliputi orang-orang yang di luar lingkungan keluarga,
gereja, dan kenalannya sendiri.
KEANEKARAGAMAN
Ajarkanlah kepada anak-anak agar doa yang mereka naikkan meliputi
unsur pemujaan, pengakuan, pengucapan syukur, dan permohonan yang
seimbang. Juga, beranikan mereka untuk memakai beberapa cara berdoa
yang berbeda, seperti doa-doa dari ayat Kitab Suci, doa yang disusun
pribadi, doa tertulis, nyanyian dan koor doa, meditasi, dan doa
dalam hati. Tentu saja bentuk doa yang paling umum, yaitu pernyataan
yang spontan dari perasaan dan kebutuhan kita kepada Allah. Kadang-
kadang adakanlah doa itu bergilir bersama kelas Saudara, dimana
masing-masing orang menyebut doa yang terdiri dari satu atau dua
kalimat.
Untuk membantu anak-anak berdoa dengan lebih khusus dan untuk
memperluas lingkup doa mereka, Saudara boleh menyarankan mereka
memakai daftar mingguan yang berikut ini.
| HARI: | BERDOA UNTUK: |
| SENIN | Pendeta perintis dan penginjil |
| SELASA | Ucapan syukur atas jawaban jawaban doa |
| RABU | Pendeta dan para pekerja di Gereja |
| KAMIS | Tugas dan pekerjaan perorangan untuk Allah |
| JUMAT | Keluarga |
| SABTU | Sesama orang percaya dan kawan-kawan |
| MINGGU | Kebaktian di gereja dan agar jiwa-jiwa diselamatkan |
Sekali lagi ingatlah bahwa tujuan daftar itu bukanlah untuk
menciptakan tata cara yang tetap dan keras, tetapi untuk mencapai
variasi yang lebih besar di dalam doa.
Selanjutnya untuk membantu murid-murid Saudara agar berdoa dengan
lebih khusus, sarankan agar mereka menuliskan permintaan doa yang
diberikan di gereja dan mendoakan orang tertentu dengan keperluannya
yang tertentu. Mungkin mereka ingin mempunyai daftar doa, serta
mendaftar keperluan doa dalam satu lajur dan membuat catatan di
lajur lain tentang tanggalnya keperluan itu dipenuhi.
Sumber: Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 1, , Artikel Mengajar Murid Berdoa, halaman 265 - 267, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1997.
Tips MengajarDoa: Anak Berbicara kepada Tuhan
Sebagian besar orangtua dan guru telah menyaksikan kebingungan dan
kekecewaan seorang anak yang doanya tidak terjawab. Mereka berdoa
untuk meminta suatu hadiah yang istimewa, misalnya hari yang cerah
untuk piknik atau bahkan kesehatan untuk binatang piaraannya yang
sakit. Dalam pikiran anak kecil, Tuhan dapat menjadi pembunuh
kesenangan, "orang jahat", atau bahkan seseorang yang hanya
mendengarkan doa orang dewasa saja.
Kebalikan dari konsep yang salah tersebut bisa saja terjadi ketika
keinginan dari seorang anak dijawab melalui doa. Dalam hal ini,
Tuhan bisa menjadi seorang santa dari surga yang memberikan hadiah-
hadiah dan bantuan-bantuan yang diminta.
Bagaimana kita dapat mengajarkan kepada anak-anak bahwa doa tidaklah
sama dengan daftar belanja? Berikut ini beberapa tipsnya:
Berikan dukungan secara spontan dan berdoalah seperti bercakap-
cakap. Mengucapkan doa hafalan saja dapat menghalangi seorang
anak untuk komunikasi yang sesungguhnya. Gunakan "saat mengajar",
kapan pun itu, untuk berdoa dengan murid-murid Anda.
Pujilah Tuhan dan bersyukurlah kepada-Nya untuk karunia yang
telah Ia berikan. Murid-murid perlu memahami bahwa kita tidak
menggunakan doa hanya untuk meminta.
Yakinkan murid-murid Anda bahwa Tuhan mendengar doa. Anak-anak
mungkin memiliki saat yang sulit untuk mendapatkan perhatian
penuh dari orangtua yang sibuk, sehingga menjadi sulit bagi
mereka untuk menyadari bahwa Tuhan selalu memiliki waktu untuk
mendengarkan doa-doa mereka. Sediakan waktu untuk bersama-sama
dengan mereka, mendengarkan dan menjawab mereka dengan sungguh-
sungguh.
Bantulah murid Anda untuk mengaku dosa. Jangan memaksa bahwa
semua doa harus diucapkan keras-keras dan di depan kelompok.
Beberapa murid mungkin merasa belum sempurna ketika berbicara
dengan Bapa mereka yang ada di surga dengan dilihat oleh teman-
temannya. Ada sebuah cerita yang diceritakan oleh seorang ibu
yang mendengarkan anaknya yang sedang berdoa di tempat tidurnya.
"Katakan yang keras," bujuk ibu itu, "Ibu tidak mendengarmu."
Lalu anak itu menjawab, "Aku tidak sedang bicara dengan Ibu!"
Ajarkan kepada anak untuk menyerahkan semuanya kepada kehendak
Tuhan. Salah satu pelajaran yang tersulit untuk dipelajari bagi
setiap orang yang belajar tentang doa adalah menerima apa pun
yang Tuhan berikan sebagai jawaban-Nya. Yakinkan kepada anak
bahwa Tuhan selalu mendengarkan dan menjawab tetapi ingatkan
mereka bahwa jawaban-jawaban itu mungkin bukan jawaban yang
mereka harapkan.
Sebagian besar anak telah mengalami dan memahami kehilangan suatu
mainan atau keistimewaan yang merugikan mereka. Sama seperti yang
dilakukan orangtua untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak
mereka, demikian pula Tuhan melakukan yang terbaik bagi mereka
meskipun seringkali apa yang dilakukan Tuhan tidak sesuai dengan
harapan atau keinginan mereka. Sama seperti orangtua yang tidak
harus menjelaskan keputusan mereka, Tuhan juga tidak selalu
menjelaskan tujuan-Nya. Jangan takut untuk mengakui bahwa Anda
pun tidak selalu mengetahui alasan Tuhan.
Tunjukkan bahwa Tuhan berbicara kepada anak-anak dalam berbagai
cara. Jawaban-Nya bisa melalui ayat-ayat dalam Alkitab,
peristiwa-peristiwa tertentu, pemberitahuan yang keras dan jelas
dari orangtua, atau bahkan suara hati seseorang. Tuhan mengetahui
setiap anak sebagai suatu individu dan berbicara kepada mereka
dengan cara yang istimewa.
Sejak kecil Samuel sudah berada di rumah ibadah di Silo, Samuel
mendengar Tuhan memanggil namanya. Setelah itu Samuel menikmati
dialog yang panjang dengan Tuhan yang membimbingnya untuk melayani
Tuhan, namun oleh imam Eli yang pertama kali mengarahkan anak ini
untuk mendengarkan suara Tuhan dan menjawab dengan sungguh-sungguh
dan rendah hati.
Semua anak berhak mendapat kesempatan untuk berbicara dengan Tuhan
melalui doa. Seorang guru harus mengajari mereka untuk memuji Tuhan,
bersyukur kepada Tuhan, dan meminta apa yang tidak hanya keinginan
mereka namun juga kehendak-Nya. Persiapkan mereka untuk merayakan
jawaban Tuhan, apakah itu "Ya", "Tidak", atau "Tunggu dulu". Ajarkan
kepada mereka bagaimana mengenal suara Tuhan. (t/Ra)
Sumber: The Complete Handbook for Children Ministry: How to Reach and Teach Next Generation, Dr. Robert J. Choun & Dr. Michael S. Lawson, , Artikel Prayer -- The Child Talks to God, halaman 258 - 260, Thomas Nelson Publishers, Nashville, 1993.
Tips MengajarKreasi Doa yang Menarik
Bagian yang paling menakutkan anak, yaitu bila ia diminta untuk maju
berdoa di depan kelas. Acara yang paling membosankan anak adalah
jika doa terlalu panjang. Sekarang, bagaimanakah mengubah persepsi
doa yang kurang menarik ini mejadi bagian yang diminati anak?
Guru Membisikkan Doa pada Satu Anak
Mintalah satu anak untuk maju ke depan kelas. Ia akan mengatakan
dengan suara keras apa yang dibisikkan guru. Kemudian, teman yang
lain akan menirukan apa yang diucapkannya. Jika satu anak sudah
mahir, ia tidak perlu lagi dibisiki. Mintalah dia untuk langsung
mendikte teman-temannya. Usaha ini sebagai batu loncatan agar
anak-anak tidak takut untuk maju dan berdoa. Mereka akan merasa
"aman" jika dipanggil untuk berdoa, sebab merasa yakin bahwa guru
mereka akan menolong mereka berdoa.
Dengan Teks Lagu
Dalam sikap doa: Satu anak membacakan setiap baris kalimat suatu
lagu, dan anak-anak lain menirukannya. Demikian seterusnya,
hingga lagu tersebut selesai diucapkan dan ditutup dengan kata
"Amin". Pilihlah lagu yang bertema doa, seperti: "Kusiapkan
Hatiku Tuhan", "Bapa Surgawi", "Bapa Terima Kasih", dll.. Teknik
ini akan memudahkan dan sangat menolong anak yang sedang belajar
berdoa. Jika ia sudah hafal suatu teks lagu, ia boleh langsung
memimpin doa tanpa teks.
Sikap Doa
Variasikan sikap berdoa, misal: dengan berlutut, dengan saling
berpegangan tangan, atau dengan kedua tangan diangkat terbuka.
Dengan pengajaran ini, anak diajar bahwa doa yang sungguh-sungguh
sangat disukai Tuhan.
Doa Berantai
Anak diminta mendoakan teman yang duduk di sebelah kanannya. Satu
anak cukup mendoakan satu anak lain di sebelah kanannya. Doa ini
boleh dilakukan tanpa suara (dalam hati). Sesekali boleh dicoba
dengan bersuara. Sebelum berdoa, anak yang akan didoakan harus
ditanya dulu ia mau didoakan apa. Dengan demikian, anak diajar
mendoakan orang lain. Rasa persaudaraan akan semakin kuat dengan
saling mendoakan satu sama lain.
-
Doa Satu Kalimat
Mintalah beberapa anak pada saat doa mengucapkan satu kalimat
pengucapan syukur dengan suara keras, misal:
- "Tuhan Engkau sangat baik bagiku."
- "Tuhan, terima kasih untuk makanan hari ini."
- "Tuhan, terima kasih untuk cuaca yang cerah ini."
- dan lain sebagainya.
Pada percobaan pertama, anak bisa diberi panduan dengan secarik
kertas yang berisi contoh-contoh kalimat pengucapan syukur.
Sesudah mahir, contoh-contoh tersebut tidak perlu digunakan lagi.
Metode ini melatih anak-anak untuk berani berdoa walau hanya satu
kalimat. Jika sudah mulai terbiasa, anak-anak bebas mengucapkan
satu kalimat atau lebih. Dalam praktik, cara ini paling efektif
untuk mengajarkan berdoa kepada anak-anak. Cobalah setiap minggu,
dan dalam enam bulan Anda akan terkejut karena semua anak SM Anda
sekarang siap berdoa kapan saja. Tentu saja, agar tidak
membosankan, setiap minggu harus punya tema doa yang berbeda.
Doa Tematis
Pilih satu topik tema yang selalu berbeda setiap minggunya,
terutama saat doa syafaat. Jangan ingin mendoakan apa saja
(banyak tema), sebab doa tersebut akan menjadi sangat panjang.
Banyak tema bisa dipakai, misal:
- Keluarga: ayah, ibu, kakek, nenek, kakak, adik, tante, dll.
- Sekolah: guru, teman kelas, pelajaran
- Teman-teman: di rumah, yang sakit, yang berduka
- Pemerintah: Presiden, menteri, RT, RW
- Korban suatu bencana
- Gereja: pendeta, guru SM, penginjilan
- Sekolah Minggu: cuaca, teman-teman yang absen
- dll..
Menghafal Teks Doa
Dengan menghafalkan sebuah doa dan mengucapkan bersama-sama, juga
akan melatih anak berdoa. Setelah mahir, doa ini diganti dengan
teks doa yang lain. Anda bisa membuat sendiri teks doa makan, doa
sebelum tidur, dan sebagainya.
Namun harus dijelaskan bahwa mengucapkan hafalan saja bukanlah
sebuah doa, melainkan harus diucapkan dengan sungguh-sungguh
kepada Tuhan. Pada saat berdoa janganlah monolog (guru berdoa,
anak pasif, atau diam saja.) Ingat, pada masa Sekolah Minggu anak
sedang belajar dan dididik agar kelak di kemudian hari dapat
mandiri. Jadi, kekurangan atau ketidakmampuan anak dalam berdoa
justru merupakan tantangan bagi seorang guru untuk
mengajarkannya.
Sumber: Mengajar Sekolah Minggu yang Kreatif, Paulus Lie, , halaman 14 - 17, Yayasan Andi, Yogyakarta, 1997.
Dari Meja RedaksiBahan Baru di Situs PEPAK
Dalam kesempatan ini, kami ingin mengajak rekan-rekan e-BinaAnak
untuk menjelajahi Situs Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen
(PEPAK). Ada tambahan bahan baru yang ingin kami informasikan kepada
Anda, yaitu 2 buku online yang akan menambah koleksi referensi
seputar pelayanan anak.
- Buku Online: BIARKANLAH ANAK-ANAK DATANG PADAKU
(Cara Mengajar Sekolah Minggu)
==> http://www.sabda.org/pepak/pustaka/050835/
- Buku Online: SILABUS MATA KULIAH PAK ANAK
==> http://www.sabda.org/pepak/pustaka/050836/
Silakan berkunjung ke Situs PEPAK, dan dapatkan berbagai pengetahuan
Kristen seputar pelayanan anak. Juga, jangan segan-segan untuk
mengirimkan saran ataupun kritik kepada Tim PEPAK di:
==> tim-pepak(at)sabda.org
Dari Anda Untuk AndaNaskah Drama Natal
Dari: "MARIA" <sentana-adm(at)>
>Perkenalkan terlebih dahulu, nama saya Maria.
>Saya lagi kesulitan untuk mencari naskah/skenario drama Natal
>dengan judul: "Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup". Saya berharap
>team pepak bisa membantu saya. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan
>terima kasih.
>Love & GBU,
>Maria
Redaksi:
Situs PEPAK tidak memiliki bahan seperti yang Anda minta, tapi
mungkin ada rekan-rekan e-BinaAnak yang memiliki naskah seperti yang
dibutuhkan oleh Sdri. Maria? Jika ada yang memiliki, silakan
kirimkan e-mail kepada kami di:
==> staf-binaanak(at)sabda.org
Surat Anda akan kami teruskan kepada Sdri. Maria. Terima kasih.
Mutiara Guru
Doa bukan sekadar alat untuk menenangkan hidupmu,
tetapi doa juga merupakan nafas hidupmu.
- Welni -
|