SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
KLIK DI SINI
UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

 
PEPAK PEPAK
Kamis, 4 Desember 2008   
    Utama | Pustaka | e-BinaAnak | e-BinaGuru  
         e-BinaAnak  
  Utama > e-BinaAnak > Edisi 241  

Cari di Arsip e-BinaAnak Cari di e-BinaAnak

Baca Edisi e-BinaAnak Baca e-BinaAnak
Lihat Arsip e-BinaAnak Arsip
Kirim Arsip e-BinaAnak ke Email Anda Kirim ke Email Anda
Berlangganan / Subscribe e-BinaAnak Berlangganan
Frequently Asked Questions FAQ
  Apa manfaat yang bisa Anda dapatkan bila berlangganan e-BinaAnak? jawabannya  


<<< Edisi 240 | Edisi 242 >>>

e-BinaAnak edisi 241 (10-8-2005)

Kehidupan Rohani Anak dalam Berdoa

Daftar Isi
Salam dari Redaksi 
Artikel : Mengajar Murid Berdoa 
Tips Mengajar : Doa: Anak Berbicara kepada Tuhan 
Tips Mengajar : Kreasi Doa yang Menarik 
Dari Meja Redaksi : Bahan Baru di Situs PEPAK 
Dari Anda Untuk Anda : Naskah Drama Natal 
Mutiara Guru 


Salam dari Redaksi

Salam kasih dalam penyertaan Yesus Kristus,

Doa memiliki arti yang penting dalam pertumbuhan rohani orang Kristen, karena doa bukan saja menjadi salah satu cara untuk berkomunikasi dengan Allah, melainkan juga merupakan wujud kebergantungan kita kepada Allah. Karena itu, sangat penting bagi guru SM, orangtua, dan pelayan anak untuk mengajarkan prinsip- prinsip doa yang benar kepada anak-anak SM agar mereka dapat mengalami pertumbuhan rohani yang sehat. Sehubungan dengan hal ini, e-BinaAnak edisi minggu ini telah menyiapkan sajian topik KEHIDUPAN ROHANI ANAK DALAM BERDOA yang kami yakin akan menolong memperluas wawasan Anda tentang doa. Selain sebuah artikel, kami juga melengkapi sajian kami dengan dua Tips mengajar yang dapat Anda jadikan langkah praktis untuk mewujudkan kehidupan doa pada anak atau murid Anda. Langsung saja Anda simak sajian e-BinaAnak minggu ini. (Tes)

Tim Redaksi

"Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur."
(Kolose 4:2)

Artikel

Mengajar Murid Berdoa

Kadang-kadang dianggap bahwa anak-anak dan orang yang baru bertobat tahu cara berdoa. Seringkali tidak demikian halnya. Pada waktu kita mendengarkan beberapa orang dewasa berdoa di depan umum, kita dengan cepat mengerti bahwa mereka tidak tahu cara berdoa dengan efektif di depan umum. Beberapa masalah doa yang umum adalah: kurangnya keseimbangan antara pujian dan permohonan doa, keprihatinan doa yang terbatas, hanya berdoa secara umum, terlalu banyak menggunakan ungkapan-ungkapan yang telah usang dalam doa.

MENGAJAR MURID YANG BELUM BERSEKOLAH BERDOA

Siapkanlah anak-anak untuk berdoa dengan menciptakan suasana yang tenang, dengan rasa kagum, dan hormat. Bantulah anak-anak itu untuk mengetahui bahwa berdoa adalah "bercakap-cakap kepada Allah". Terangkan bahwa kita melipat tangan, menutup mata, dan menundukkan kepala kita supaya kita memberikan perhatian kita semua kepada-Nya. Sangat penting bahwa semua pekerja ikut serta di dalam waktu berdoa sehingga anak-anak itu akan belajar menghormati dari pelajaran dan contoh.

Gurulah yang biasanya berdoa di kelas kanak-kanak. Akan tetapi, jangan lupa memakai kata-kata dan ungkapan-ungkapan yang berarti dan dimengerti oleh anak-anak. Pemimpin harus berdoa dengan anak-anak, bukan tentang mereka. Pemimpin itu harus berdoa dalam nada percakapan dan doa itu harus singkat, biasanya hanya mencakup satu pikiran. Dia harus bersiap sedia untuk kesempatan-kesempatan memimpin anak-anak itu dalam doa dan harus seringkali berdoa selama jam Sekolah Minggu.

Cara berdoa yang dapat dimengerti dengan mudah oleh anak-anak adalah pengucapan terima kasih dan permohonan, meminta sesuatu kepada Allah. Cara berdoa yang digunakan hendaknya meliputi doa yang spontan, nyanyian, dan koor doa, bersama dengan ayat-ayat doa yang pendek dalam Alkitab dan doa yang diucapkan bersama pemimpin. Pastikanlah bahwa anak-anak itu mengerti bahwa kita berdoa kepada "Bapa kita di Surga" dan bukan "bapa" jasmani.

MENGAJAR ANAK-ANAK YANG LEBIH BESAR UNTUK BERDOA

Kelas Pratama dan Madya harus belajar untuk mencantumkan 4 unsur doa yang pokok:

  1. Pemujaan -- Memuji Allah, karena kasih dan kuasa-Nya.
  2. Pengakuan -- Meminta pengampunan.
  3. Pengucapan syukur -- Atas apa yang telah dikerjakan Allah.
  4. Permohonan -- Memohon bagi diri sendiri dan bagi orang lain.

Anak Madya harus didorong untuk lebih banyak memuji Allah dalam doa dan berdoa bagi orang lain. Anak-anak yang lebih tua harus belajar memakai bermacam-macam cara berdoa, termasuk doa dalam hati, doa yang lisan, dan doa-doa yang tertulis. Mereka juga harus mengetahui 3 cara Allah menjawab doa kita: "Ya", "Tidak", dan "Tunggu"

Anak-anak Pratama dan Madya dapat mulai memimpin doa. Beranikan mereka untuk berdoa cukup keras sehingga kelompok itu dapat mendengar mereka. Tunjuklah anak yang disuruh untuk memimpin doa sebelum permintaan doa disebutkan, sehingga dia dapat mengingat keperluan-keperluan itu pada waktu dia berdoa. Janganlah memaksa seseorang untuk berdoa apabila dia tidak mau.

Mempelajari doa-doa yang ada di dalam Alkitab dapat bermanfaat bagi anak-anak yang lebih tua. Mereka juga dapat mempelajari unsur-unsur dan bentuk doa, sikap berdoa, dan seterusnya.

Bantulah anak-anak yang lebih besar untuk membiasakan diri berdoa sendiri setiap hari. Saudara boleh menyarankan mereka agar membuat catatan harian atau daftar doa dan pembacaan Alkitab. Ajarlah mereka bahwa mereka dapat berdoa di mana saja dan kapan saja, bahwa Allah senantiasa mendengar doa kita. Anak-anak yang lebih besar harus menjadi lebih matang dalam kehidupan doa mereka dan memperluas doa mereka untuk meliputi orang-orang yang di luar lingkungan keluarga, gereja, dan kenalannya sendiri.

KEANEKARAGAMAN

Ajarkanlah kepada anak-anak agar doa yang mereka naikkan meliputi unsur pemujaan, pengakuan, pengucapan syukur, dan permohonan yang seimbang. Juga, beranikan mereka untuk memakai beberapa cara berdoa yang berbeda, seperti doa-doa dari ayat Kitab Suci, doa yang disusun pribadi, doa tertulis, nyanyian dan koor doa, meditasi, dan doa dalam hati. Tentu saja bentuk doa yang paling umum, yaitu pernyataan yang spontan dari perasaan dan kebutuhan kita kepada Allah. Kadang- kadang adakanlah doa itu bergilir bersama kelas Saudara, dimana masing-masing orang menyebut doa yang terdiri dari satu atau dua kalimat.

Untuk membantu anak-anak berdoa dengan lebih khusus dan untuk memperluas lingkup doa mereka, Saudara boleh menyarankan mereka memakai daftar mingguan yang berikut ini.

HARI: BERDOA UNTUK:
SENIN Pendeta perintis dan penginjil
SELASA Ucapan syukur atas jawaban jawaban doa
RABU Pendeta dan para pekerja di Gereja
KAMIS Tugas dan pekerjaan perorangan untuk Allah
JUMAT Keluarga
SABTU Sesama orang percaya dan kawan-kawan
MINGGU Kebaktian di gereja dan agar jiwa-jiwa diselamatkan

Sekali lagi ingatlah bahwa tujuan daftar itu bukanlah untuk menciptakan tata cara yang tetap dan keras, tetapi untuk mencapai variasi yang lebih besar di dalam doa.

Selanjutnya untuk membantu murid-murid Saudara agar berdoa dengan lebih khusus, sarankan agar mereka menuliskan permintaan doa yang diberikan di gereja dan mendoakan orang tertentu dengan keperluannya yang tertentu. Mungkin mereka ingin mempunyai daftar doa, serta mendaftar keperluan doa dalam satu lajur dan membuat catatan di lajur lain tentang tanggalnya keperluan itu dipenuhi.

Sumber:
  • Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 1, , Artikel Mengajar Murid Berdoa, halaman 265 - 267, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1997.

    Tips Mengajar

    Doa: Anak Berbicara kepada Tuhan

    Sebagian besar orangtua dan guru telah menyaksikan kebingungan dan kekecewaan seorang anak yang doanya tidak terjawab. Mereka berdoa untuk meminta suatu hadiah yang istimewa, misalnya hari yang cerah untuk piknik atau bahkan kesehatan untuk binatang piaraannya yang sakit. Dalam pikiran anak kecil, Tuhan dapat menjadi pembunuh kesenangan, "orang jahat", atau bahkan seseorang yang hanya mendengarkan doa orang dewasa saja.

    Kebalikan dari konsep yang salah tersebut bisa saja terjadi ketika keinginan dari seorang anak dijawab melalui doa. Dalam hal ini, Tuhan bisa menjadi seorang santa dari surga yang memberikan hadiah- hadiah dan bantuan-bantuan yang diminta.

    Bagaimana kita dapat mengajarkan kepada anak-anak bahwa doa tidaklah sama dengan daftar belanja? Berikut ini beberapa tipsnya:

    1. Berikan dukungan secara spontan dan berdoalah seperti bercakap- cakap. Mengucapkan doa hafalan saja dapat menghalangi seorang anak untuk komunikasi yang sesungguhnya. Gunakan "saat mengajar", kapan pun itu, untuk berdoa dengan murid-murid Anda.

    2. Pujilah Tuhan dan bersyukurlah kepada-Nya untuk karunia yang telah Ia berikan. Murid-murid perlu memahami bahwa kita tidak menggunakan doa hanya untuk meminta.

    3. Yakinkan murid-murid Anda bahwa Tuhan mendengar doa. Anak-anak mungkin memiliki saat yang sulit untuk mendapatkan perhatian penuh dari orangtua yang sibuk, sehingga menjadi sulit bagi mereka untuk menyadari bahwa Tuhan selalu memiliki waktu untuk mendengarkan doa-doa mereka. Sediakan waktu untuk bersama-sama dengan mereka, mendengarkan dan menjawab mereka dengan sungguh- sungguh.

    4. Bantulah murid Anda untuk mengaku dosa. Jangan memaksa bahwa semua doa harus diucapkan keras-keras dan di depan kelompok. Beberapa murid mungkin merasa belum sempurna ketika berbicara dengan Bapa mereka yang ada di surga dengan dilihat oleh teman- temannya. Ada sebuah cerita yang diceritakan oleh seorang ibu yang mendengarkan anaknya yang sedang berdoa di tempat tidurnya. "Katakan yang keras," bujuk ibu itu, "Ibu tidak mendengarmu." Lalu anak itu menjawab, "Aku tidak sedang bicara dengan Ibu!"

    5. Ajarkan kepada anak untuk menyerahkan semuanya kepada kehendak Tuhan. Salah satu pelajaran yang tersulit untuk dipelajari bagi setiap orang yang belajar tentang doa adalah menerima apa pun yang Tuhan berikan sebagai jawaban-Nya. Yakinkan kepada anak bahwa Tuhan selalu mendengarkan dan menjawab tetapi ingatkan mereka bahwa jawaban-jawaban itu mungkin bukan jawaban yang mereka harapkan.

      Sebagian besar anak telah mengalami dan memahami kehilangan suatu mainan atau keistimewaan yang merugikan mereka. Sama seperti yang dilakukan orangtua untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak mereka, demikian pula Tuhan melakukan yang terbaik bagi mereka meskipun seringkali apa yang dilakukan Tuhan tidak sesuai dengan harapan atau keinginan mereka. Sama seperti orangtua yang tidak harus menjelaskan keputusan mereka, Tuhan juga tidak selalu menjelaskan tujuan-Nya. Jangan takut untuk mengakui bahwa Anda pun tidak selalu mengetahui alasan Tuhan.

    6. Tunjukkan bahwa Tuhan berbicara kepada anak-anak dalam berbagai cara. Jawaban-Nya bisa melalui ayat-ayat dalam Alkitab, peristiwa-peristiwa tertentu, pemberitahuan yang keras dan jelas dari orangtua, atau bahkan suara hati seseorang. Tuhan mengetahui setiap anak sebagai suatu individu dan berbicara kepada mereka dengan cara yang istimewa.

    Sejak kecil Samuel sudah berada di rumah ibadah di Silo, Samuel mendengar Tuhan memanggil namanya. Setelah itu Samuel menikmati dialog yang panjang dengan Tuhan yang membimbingnya untuk melayani Tuhan, namun oleh imam Eli yang pertama kali mengarahkan anak ini untuk mendengarkan suara Tuhan dan menjawab dengan sungguh-sungguh dan rendah hati.

    Semua anak berhak mendapat kesempatan untuk berbicara dengan Tuhan melalui doa. Seorang guru harus mengajari mereka untuk memuji Tuhan, bersyukur kepada Tuhan, dan meminta apa yang tidak hanya keinginan mereka namun juga kehendak-Nya. Persiapkan mereka untuk merayakan jawaban Tuhan, apakah itu "Ya", "Tidak", atau "Tunggu dulu". Ajarkan kepada mereka bagaimana mengenal suara Tuhan. (t/Ra)

    Sumber:
  • The Complete Handbook for Children Ministry: How to Reach and Teach Next Generation, Dr. Robert J. Choun & Dr. Michael S. Lawson, , Artikel Prayer -- The Child Talks to God, halaman 258 - 260, Thomas Nelson Publishers, Nashville, 1993.

    Tips Mengajar

    Kreasi Doa yang Menarik

    Bagian yang paling menakutkan anak, yaitu bila ia diminta untuk maju berdoa di depan kelas. Acara yang paling membosankan anak adalah jika doa terlalu panjang. Sekarang, bagaimanakah mengubah persepsi doa yang kurang menarik ini mejadi bagian yang diminati anak?

    1. Guru Membisikkan Doa pada Satu Anak
      Mintalah satu anak untuk maju ke depan kelas. Ia akan mengatakan dengan suara keras apa yang dibisikkan guru. Kemudian, teman yang lain akan menirukan apa yang diucapkannya. Jika satu anak sudah mahir, ia tidak perlu lagi dibisiki. Mintalah dia untuk langsung mendikte teman-temannya. Usaha ini sebagai batu loncatan agar anak-anak tidak takut untuk maju dan berdoa. Mereka akan merasa "aman" jika dipanggil untuk berdoa, sebab merasa yakin bahwa guru mereka akan menolong mereka berdoa.

    2. Dengan Teks Lagu
      Dalam sikap doa: Satu anak membacakan setiap baris kalimat suatu lagu, dan anak-anak lain menirukannya. Demikian seterusnya, hingga lagu tersebut selesai diucapkan dan ditutup dengan kata "Amin". Pilihlah lagu yang bertema doa, seperti: "Kusiapkan Hatiku Tuhan", "Bapa Surgawi", "Bapa Terima Kasih", dll.. Teknik ini akan memudahkan dan sangat menolong anak yang sedang belajar berdoa. Jika ia sudah hafal suatu teks lagu, ia boleh langsung memimpin doa tanpa teks.

    3. Sikap Doa
      Variasikan sikap berdoa, misal: dengan berlutut, dengan saling berpegangan tangan, atau dengan kedua tangan diangkat terbuka. Dengan pengajaran ini, anak diajar bahwa doa yang sungguh-sungguh sangat disukai Tuhan.

    4. Doa Berantai
      Anak diminta mendoakan teman yang duduk di sebelah kanannya. Satu anak cukup mendoakan satu anak lain di sebelah kanannya. Doa ini boleh dilakukan tanpa suara (dalam hati). Sesekali boleh dicoba dengan bersuara. Sebelum berdoa, anak yang akan didoakan harus ditanya dulu ia mau didoakan apa. Dengan demikian, anak diajar mendoakan orang lain. Rasa persaudaraan akan semakin kuat dengan saling mendoakan satu sama lain.

    5. Doa Satu Kalimat
      Mintalah beberapa anak pada saat doa mengucapkan satu kalimat pengucapan syukur dengan suara keras, misal:

      • "Tuhan Engkau sangat baik bagiku."
      • "Tuhan, terima kasih untuk makanan hari ini."
      • "Tuhan, terima kasih untuk cuaca yang cerah ini."
      • dan lain sebagainya.
      Pada percobaan pertama, anak bisa diberi panduan dengan secarik kertas yang berisi contoh-contoh kalimat pengucapan syukur. Sesudah mahir, contoh-contoh tersebut tidak perlu digunakan lagi.

      Metode ini melatih anak-anak untuk berani berdoa walau hanya satu kalimat. Jika sudah mulai terbiasa, anak-anak bebas mengucapkan satu kalimat atau lebih. Dalam praktik, cara ini paling efektif untuk mengajarkan berdoa kepada anak-anak. Cobalah setiap minggu, dan dalam enam bulan Anda akan terkejut karena semua anak SM Anda sekarang siap berdoa kapan saja. Tentu saja, agar tidak membosankan, setiap minggu harus punya tema doa yang berbeda.

    6. Doa Tematis
      Pilih satu topik tema yang selalu berbeda setiap minggunya, terutama saat doa syafaat. Jangan ingin mendoakan apa saja (banyak tema), sebab doa tersebut akan menjadi sangat panjang. Banyak tema bisa dipakai, misal:

      • Keluarga: ayah, ibu, kakek, nenek, kakak, adik, tante, dll.
      • Sekolah: guru, teman kelas, pelajaran
      • Teman-teman: di rumah, yang sakit, yang berduka
      • Pemerintah: Presiden, menteri, RT, RW
      • Korban suatu bencana
      • Gereja: pendeta, guru SM, penginjilan
      • Sekolah Minggu: cuaca, teman-teman yang absen
      • dll..


    7. Menghafal Teks Doa
      Dengan menghafalkan sebuah doa dan mengucapkan bersama-sama, juga akan melatih anak berdoa. Setelah mahir, doa ini diganti dengan teks doa yang lain. Anda bisa membuat sendiri teks doa makan, doa sebelum tidur, dan sebagainya.

      Namun harus dijelaskan bahwa mengucapkan hafalan saja bukanlah sebuah doa, melainkan harus diucapkan dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan. Pada saat berdoa janganlah monolog (guru berdoa, anak pasif, atau diam saja.) Ingat, pada masa Sekolah Minggu anak sedang belajar dan dididik agar kelak di kemudian hari dapat mandiri. Jadi, kekurangan atau ketidakmampuan anak dalam berdoa justru merupakan tantangan bagi seorang guru untuk mengajarkannya.

    Sumber:
  • Mengajar Sekolah Minggu yang Kreatif, Paulus Lie, , halaman 14 - 17, Yayasan Andi, Yogyakarta, 1997.

    Dari Meja Redaksi

    Bahan Baru di Situs PEPAK

    Dalam kesempatan ini, kami ingin mengajak rekan-rekan e-BinaAnak untuk menjelajahi Situs Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen (PEPAK). Ada tambahan bahan baru yang ingin kami informasikan kepada Anda, yaitu 2 buku online yang akan menambah koleksi referensi seputar pelayanan anak.

    1. Buku Online: BIARKANLAH ANAK-ANAK DATANG PADAKU (Cara Mengajar Sekolah Minggu)
      ==> http://www.sabda.org/pepak/pustaka/050835/
    2. Buku Online: SILABUS MATA KULIAH PAK ANAK
      ==> http://www.sabda.org/pepak/pustaka/050836/

    Silakan berkunjung ke Situs PEPAK, dan dapatkan berbagai pengetahuan Kristen seputar pelayanan anak. Juga, jangan segan-segan untuk mengirimkan saran ataupun kritik kepada Tim PEPAK di:
    ==> tim-pepak(at)sabda.org


    Dari Anda Untuk Anda

    Naskah Drama Natal

     
      Dari: "MARIA" <sentana-adm(at)>
      >Perkenalkan terlebih dahulu, nama saya Maria.
      >Saya lagi kesulitan untuk mencari naskah/skenario drama Natal
      >dengan judul: "Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup". Saya berharap
      >team pepak bisa membantu saya. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan
      >terima kasih.
      >Love & GBU,
      >Maria
      

    Redaksi:
    Situs PEPAK tidak memiliki bahan seperti yang Anda minta, tapi mungkin ada rekan-rekan e-BinaAnak yang memiliki naskah seperti yang dibutuhkan oleh Sdri. Maria? Jika ada yang memiliki, silakan kirimkan e-mail kepada kami di:
    ==> staf-binaanak(at)sabda.org
    Surat Anda akan kami teruskan kepada Sdri. Maria. Terima kasih.


    Mutiara Guru
    Doa bukan sekadar alat untuk menenangkan hidupmu, tetapi doa juga merupakan nafas hidupmu.
    - Welni -

  • Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini <<< Edisi 240 | Edisi 242 >>>

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Promo | Situs YLSA | Links | FAQ | Sumber | Info Anda
     

    SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
    SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
    KLIK DI SINI UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

     
    Disclaimer | © 2008 Yayasan Lembaga SABDA | Email: pepaksabda.org |Laporan Masalah/Saran

    ^ Ke Atas