Salam dari Redaksi
Salam dalam kasih-Nya,
Biasanya, anak-anak lebih mudah mengingat dan menerapkan pelajaran
yang diajarkan oleh guru SM, bila pelajaran tersebut disampaikan
dengan kegiatan-kegiatan menarik daripada dengan metode ceramah.
Seperti yang sudah Anda pelajari dalam edisi e-BinaAnak minggu lalu,
dunia misi pun dapat diperkenalkan kepada anak dengan berbagai
kegiatan menarik. Apakah ada kegiatan yang sudah Anda terapkan?
Bagaimana hasilnya? Bagi-bagi berkatnya, ya. (Kirim ke Redaksi untuk
dibagikan ke anggota e-BinaAnak yang lain).
Nah, minggu ini kami akan menambah lagi perbendaharaan kegiatan
menyenangkan yang dapat Anda lakukan untuk mengenalkan misi kepada
anak. Kami tambahkan juga Bahan Mengajar yang akan menolong Anda
mengajarkan kepada anak pentingnya bersaksi untuk Tuhan.
Selamat melakukan kegiatan misi bersama anak SM Anda!
Tim Redaksi
"karena kewargaan kita adalah di dalam sorga,
dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus
sebagai Juruselamat," (Filipi 3:20)
Tips MengajarCara Menyenangkan Mengenalkan Misi kepada Anak (Bagian II)
Kami yakin, Tips Mengajar bagian pertama pada minggu lalu dapat
memberi wawasan baru bagi Anda yang rindu mengenalkan pelayanan misi
kepada anak. Minggu ini, kami kembali mengusung kegiatan-kegiatan
menyenangkan lainnya, yang tidak kalah menariknya dengan kegiatan-
kegiatan yang telah kami sajikan pada bagian pertama.
BELAJAR BAHASA ASING
Mengajarkan beberapa bahasa asing kepada anak-anak SM merupakan ide
yang sangat baik. Kegiatan tersebut pasti merupakan pengalaman yang
sangat luar biasa bagi mereka. Dengan belajar beberapa bahasa asing,
anak-anak dapat berpikir lebih luas lagi dan dapat membangun empati
dengan misionaris antarbudaya yang berbeda. Sebenarnya, belajar
bahasa asing dapat membuat anak-anak belajar lebih banyak tentang
kebudayaan di tempat-tempat yang dilayani oleh para misionaris. Jika
sedikit banyak anak-anak dapat menguasai bahasa asing, maka hal
tersebut akan menghasilkan kesempatan menarik untuk bersaksi (dengan
kata-kata atau tulisan) kepada orang-orang asing. Cek beberapa
kaset untuk belajar bahasa asing bagi pemula. Sekali waktu, adakan
kebaktian SM dalam bahasa asing.
LEBIH BANYAK LAGI BUKU LAPORAN
Saat ini, buku-buku misionaris tidak hanya berbentuk biografi-
biografi. Banyak sekali penulis (misal: Isobel Khun) yang telah
menulis banyak buku tentang misionaris yang sangat menarik. Beberapa
diantaranya mengenai bagaimana seluruh daerah dapat terbuka untuk
penginjilan, beberapa membahas seputar kehidupan, bukan kehidupan
seorang misionaris, melainkan kehidupan seorang Kristen nasional.
Semua buku tersebut dapat ditemukan di perpustakaan gereja, toko
buku Kristen, dan kadang, juga terdapat di perpustakaan umum.
Mintalah anak-anak untuk membaca beberapa buku tersebut dan setelah
itu, mereka dapat membuat laporannya.
SAHABAT PENA
Anak-anak dapat menjalin persahabatan dengan banyak orang dari
berbagai negara melalui koresponden langsung, dengan bahasa
pengantar bahasa Inggris. Jika Anda sudah mengajarkan pelajaran
tambahan Bahasa Inggris kepada mereka , maka menulis surat kepada
anak-anak yang sedang dilayani oleh para misionaris merupakan
pengalaman luar biasa untuk mempraktikkan kemampuan mereka.
Bisa juga, jalinan persahabatan melalui surat dilakukan dengan anak-
anak di negara kita sendiri. Misalnya, berkirim surat kepada anak-
anak di Suku Anak Dalam, Jambi. Para misionaris yang berada di sana,
biasanya selain memberitakan Firman Tuhan, juga mengajarkan mereka
untuk membaca dan menulis.
Bagaimana jika kita ingin mengirimkan surat kepada orang-orang di
suku terpencil yang tidak terjangkau oleh transportasi atau
pelayanan pos? Secara berkala, para misionaris yang berada di suku
terpencil akan pergi ke kota, dan dia akan mengecek kotak posnya di
sana. Jadi, jangan takut untuk mengirim surat ke suku-suku
terpencil. Surat yang dikirim oleh anak-anak pasti sampai ke tangan
para misionaris.
Petunjuk Praktis:
Minta sebuah badan misi atau seorang misionaris yang mengenali
suatu daerah atau negara untuk menjelaskan mengenai hal-hal
yang boleh dan yang tidak boleh dikatakan dalam surat.
Agar dapat lebih saling mengenal, mintalah anak-anak untuk
mengajak sahabat penanya saling bertukar foto.
Ajarlah anak untuk saling bertanya jawab dengan sahabat
penannya, mengenai hobi, keluarga, sekolah, musik, dan lain-
lain.
Ajak anak-anak untuk memberikan kesaksian, dengan syarat
mereka harus "berteman" terlebih dulu. (Nyatakan KASIH Kristen
dalam setiap surat yang ditulis.)
Mintalah anak-anak untuk bersikap penuh pengertian, tetapi
tidak terlalu menuruti, jika sahabat penanya mulai mencoba
memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan uang atau untuk
mendapatkan barang-barang buatan negara kita.
Ingatkanlah anak-anak, agar mereka tidak berdebat soal agama
dalam surat yang ditulisnya. Berilah saran, supaya mereka
membagikan firman-Nya dan sharing tentang apa yang telah
dikerjakan Kristus dalam kehidupan mereka secara pribadi.
Mintalah anak-anak untuk selalu mendoakan sahabat pena mereka.
Bila murid Anda lebih suka berkoresponden dengan sesama umat
Kristen, menjalin persahabatan yang saling menguntungkan, dan
bertumbuh dalam Kristus bersama-sama melalui korespondensi,
mintalah pada rekan misionaris Anda untuk memberi Anda nama
dan alamat yang dapat menjadi sahabat pena murid Anda.
KOTAK DANA
Sekolah Minggu dapat memberikan dukungan bagi proyek misi dengan
meletakkan sebuah kotak di depan kelas atau pintu masuk. Kotak itu
dapat dinamai dengan proyek yang akan didukung, contohnya: "Dana
untuk Pelayanan Misi di Pedalaman ...." atau "Dana untuk Materi
Penginjilan Anak-anak di India." Anak-anak dapat memasukkan uang
logam (boleh juga uang kertas) dalam kotak tersebut pada setiap
ibadah SM. Tetapkan satu tanggal untuk membuka kotak itu dan
berikanlah kepada lembaga yang menangani pelayanan tersebut. Pantau
terus kelanjutan proyek misi tersebut dan umumkan pada anak-anak
tentang penggunaan dana yang sudah mereka kumpulkan tersebut. Dalam
mengumpulkan dana terapkan Firman Tuhan dalam Kisah Para Rasul 2:45.
MENGUNDANG SEORANG MISIONARIS
Anda dapat mengundang secara khusus seorang misionaris ke kelas SM
Anda. Misionaris tersebut dapat Anda minta untuk menceritakan
pengalamannya ataupun untuk mengenalkan lebih jauh lagi tentang
pelayanan misi kepada anak-anak. Biarkan anak-anak menanyakan apa
saja kepada misionaris tersebut kepada anak-anak agar keingintahuan
mereka tidak terbatasi.
BULETIN MISI YANG BOLEH DIBAWA PULANG
Saat ini, sangat banyak buletin misi yang diterbitkan oleh beberapa
yayasan pelayanan misi. Biasanya, buletin-buletin tersebut berisi
profil negara-negara yang sedang dilayani atau membutuhkan pelayanan
misi. Jika memungkinkan, Anda dapat berlangganan beberapa buletin
sekaligus untuk SM Anda. Setiap minggu secara bergilir, Anda dapat
meminjamkan buletin itu kepada anak-anak SM untuk dibaca di rumah
mereka masing-masing.
Buletin tersebut tidak hanya ditujukan untuk anak kelas besar, namun
anak-anak kelas kecil pun boleh meminjam buletin tersebut. Sangat
menyenangkan bagi anak-anak bila duduk di pangkuan ayah atau ibu
sambil mendengarkan mereka menjelaskan isi buletin tersebut.
BANGUN PERPUSTAKAAN MISI DI SM ANDA
Ini tidak memerlukan biaya yang banyak dan bermacam-macam. Hanya
diperlukan rak buku yang kosong atau kotak kardus kuat.
Buat folder untuk:
- Cerita-cerita Misi
- Profil Negara-negara di Dunia
- Surat-surat dari Misionaris
- Buletin-buletin Misi
- Kliping Majalah dan Koran Kristen
- Biografi Misionaris
- dan lain-lain.
Peminjaman buku dilakukan seminggu sekali dan harus diatur dengan
baik sistem peminjamannya, agar buku-buku dapat dilacak
keberadaannya.
KEGIATAN EKSPRESIONAL: MENGGAMBAR
Setelah berdoa untuk misi atau membaca surat doa misionaris terbaru,
anak-anak dapat menggambarkan apa yang ada di dalam pikiran mereka
tentang bagaimana rumah atau tempat kerja seorang misionaris itu.
Lalu, mereka dapat menceritakan beberapa hal yang dilakukan oleh
keluarga misionaris di sekitar rumah dan pelayanan mereka. Biarkan
anak-anak bebas menuangkan pikiran mereka tentang seorang misionaris
dalam gambar tersebut. Setelah itu, Anda bisa meminta mereka untuk
menjelaskan alasan mereka membuat gambar tersebut.
AYAT HAFALAN
Salah satu cara yang paling penting dan efektif dalam membentuk
kepekaan misionaris dalam diri anak adalah dengan mengingat
penggalan ayat. Bila anak Anda mulai merasa terpanggil untuk
terlibat dalam kegiatan misi, jadikan hal tersebut sebagai dasar
yang kuat, yang benar dalam Firman-Nya, daripada hanya sebatas
keinginan untuk mengunjungi tempat-tempat yang menarik atau sebatas
ketertarikan secara emosional pada seseorang. Misionaris yang
terpanggil atas dasar Firman Tuhan biasanya akan bertahan lama dalam
panggilannya!
Selipkan beberapa ayat-ayat Alkitab di bawah ini dalam program
kegiatan penghafalan ayat pada SM Anda:
Yosua 4:23-24
2Samuel 22:50-51
Tawarikh 16:23-24
Kisah Para Rasul 1:8
Habakuk 2:14
Roma 1:5
Matius 28:18-20
2Korintus 5:19, 20a
Markus 16:15
Lukas 24:47
1Yohanes 4:34-38; 10:16; 20:21
Yoel 3:14
MERANGKUL TEMAN YANG BERBEDA
Kebanyakan, persahabatan yang terjalin di antara anak-anak SM kita
adalah hanya dengan anak-anak lain yang cocok dengan mereka.
Mulailah mengajak anak-anak SM untuk berteman dengan teman-teman
baru yang "berbeda" dengan mereka. Misalnya, dengan anak-anak yang
tidak seiman, tidak "seberada" seperti anak SM kita, tidak sesuku,
atau tidak sepintar mereka.
Mungkin bagi beberapa anak, hal ini menakutkan dan membutuhkan
keberanian untuk melakukannya -- ini tidak mudah. Namun, kita bisa
menekankan bahwa semua itu dapat dengan mudah dilakukan jika kita
bisa saling menghormati setiap perbedaan yang ada. Mengikuti teladan
Yesus sangat penting dalam menjalin persahabatan dengan orang-orang
yang berbeda dengan kita. Sabar, mengalah, mengasihi, mengampuni,
setia, dan sebagainya merupakan hal-hal yang harus ditanamkan pada
anak dalam menjalin persahabatan dengan siapa pun.
Satu hal yang harus diingat: BERTEMAN DULU, BERSAKSI KEMUDIAN!
MENGADAKAN KUNJUNGAN KE DAERAH MISI
Apabila Anda mengenal seorang misionaris yang sedang melayani sebuah
daerah yang lokasinya tidak terlalu jauh dari gereja atau kota Anda,
ajaklah anak-anak berkunjung ke tempat tersebut. Sebelumnya,
konfirmasikanlah terlebih dahulu dengan misionarisnya, apakah Anda
boleh mengajak anak-anak berkunjung ke beberapa rumah untuk berdoa
atau sekadar untuk menjalin persahabatan. Sebelum mengajak anak-anak
ke daerah tersebut, bersama dengan mereka, pelajari terlebih dahulu
adat istiadat setempat, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan,
dan lain-lain. Mintalah anak untuk berpenampilan sederhana dan
bersikap sopan. Sekali lagi tekankan pada mereka untuk mengikuti
teladan Yesus.
KEGIATAN EKSPRESIONAL: MENULIS
Ajaklah anak-anak SM yang sudah bisa menulis untuk mengikuti
kegiatan menulis. Mintalah mereka untuk menuliskan hal-hal yang
berhubungan dengan dunia misi. Misalnya, karangan berjudul "Andai
Aku Seorang Misionaris", cerita misionaris, ringkasan biografis
misionaris, laporan tentang kunjungan misi SM, dan lain-lain. Hasil
tulisan beberapa anak mungkin membuat Anda kagum!
Beberapa hasil tulisan bisa dimuat dalam buletin gereja, majalah
dinding SM, atau dapat juga dikirim ke buletin misi. Bisa juga
disaksikan di depan kelas atau dalam keluarga mereka.
KEGIATAN EKSPRESIONAL: MEMERANKAN FIRMAN
Ceritakanlah sebuah cerita misi. Selesai bercerita, mintalah anak-
anak untuk melakonkan beberapa bagian cerita dalam bentuk aksi/
tindakan. Metode ini biasa disebut dengan "Role Play". Hal ini
bertujuan agar anak lebih meresapi dan tidak melupakan cerita yang
sudah disampaikan.
Seorang guru Sekolah Minggu yang berpengalaman dapat memberikan
nasihat mengenai bagaimana membuat permainan peran ini menjadi
dramatis dan bisa sangat menyentuh hati murid-murid didiknya.
KEGIATAN EKSPRESIONAL: MEMBUAT MODEL (PRAKARYA)
Akan sangat menyenangkan bila suatu waktu, kita mengajak anak-anak
untuk membuat model-model seputar pelayanan misi. Model dapat dibuat
dari jerami, karton, ranting-ranting kayu, atau material lainnya.
Misalnya, membuat sebuah rumah sakit misi, sebuah masjid, satu
perkampungan misi, rumah dari tanah liat, dan lain-lain. Aktivitas
ini dapat dilanjutkan dengan menceritakan hubungan tentang
model/prakarya yang sudah mereka buat dengan pelayanan misi. Hal
tersebut akan membuat prakarya mereka menjadi lebih berarti lagi.
FEEDBACK DAN MENJELASKAN
Semua kegiatan untuk mengenalkan misi kepada anak yang sudah kita
lakukan seringkali menarik perhatian, kepedulian, dan rasa ingin
tahu anak-anak. Hal ini dapat menjadi kesempatan untuk mengajar
lebih banyak hal kepada mereka.
Doronglah anak-anak untuk lebih banyak bertanya dan memberikan
tanggapan atas cerita atau kegiatan misi yang diadakan, karena
terkadang mereka malu bertanya. Tunjukkan bahwa setiap pertanyaan
dan tanggapan akan sangat dihargai. Jika kita bisa mendorong dan
menghargai keingintahuan mereka, maka dari mulut anak-anak itu akan
keluar pertanyaan seperti, "Mengapa semua orang akan berakhir di
neraka?" atau "Mengapa bayi dalam foto itu sangat kurus?", atau
"Apakah aku bisa menjadi seorang misionaris?"
LIBATKAN ANAK DALAM PROGRAM MISI DI GEREJA ANDA
Melibatkan anak dalam program misi di gereja adalah kegiatan yang
paling penting dari semua daftar yang ada. Biasanya, setiap gereja
memiliki program misi. Tanyakanlah pada pengurus hal-hal apa saja
yang bisa dilakukan anak SM Anda untuk membantu program tersebut.
Jika gereja Anda tidak memiliki program misi yang aktif dan bagus,
bukan tidak mungkin SM Anda dapat memulainya untuk memberikan contoh
kepada gereja. Bila gereja Anda memang mempunyai program yang bagus,
dukunglah dan jadikan semakin baik lagi!
Sumber: 52 Fun Things Your Family Can Do Together For Mission, Ed Welsh, , halaman 10 - 16, Childrens Missions Resource Center, Pasadena.
Bahan MengajarBersaksi: Mempercayai, Memberitakan, dan Melakukan
Refieksi untuk orangtua dan guru:
Hari-hari setelah kematian Yesus, tentunya dipenuhi dengan
kebingungan, kepanikan, dan ketakutan. Murid-murid yang berjalan
bersama Yesus, menyaksikan Dia melakukan tanda-tanda mujizat, dan
mengikuti Dia ketika Dia dielu-elukan di Yerusalem, juga harus
menyaksikan tubuh-Nya yang tergantung di atas kayu salib mengalirkan
darah segar. Kini, mereka bersembunyi di balik pintu yang tertutup.
Ketika pertama kali Yesus menampakkan diri kepada para murid setelah
kebangkitan-Nya, Tomas tidak ada bersama-sama dengan mereka. Meski
tampak jelas bahwa semua murid yang lain juga membutuhkan bukti
secara fisik (lihat Yohanes 20:20-21), namun perkataan Tomas telah
membuat ia dijuluki "Tomas si Peragu".
Apakah Tomas jauh berbeda dengan Anda dan saya? Kita terus-menerus
membutuhkan peneguhan, meski telah melihat dengan mata kepala
sendiri keagungan, kekuatan, dan anugerah Allah. Bersaksi berarti
memiliki pengetahuan secara pribadi dan membuktikan kebenaran yang
kita ketahui itu. Namun, ketika kebenaran diperhadapkan dengan
bukti, seperti halnya bagi Tomas dan para murid yang lain, bersaksi
tak dapat dipisahkan dari iman. Iman kita adalah kesaksian kita dan
memberi makna pada apa yang kita dengar dan kita lihat. Dan hidup
kita menjadi buah dari kesaksian itu.
Memang, kita tidak berada di sana, sehingga tidak dapat menyentuh
bekas luka Yesus, tetapi kita dapat menyaksikan anugerah keselamatan
dari Allah. Kita dapat membuktikan kebenaran tentang apa yang kita
ketahui melalui pengenalan langsung secara pribadi.
"Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
(Yohanes 20:29b)
Refleksi untuk seluruh anggota keluarga:
Apa yang kamu percayai tentang Allah merupakan salah satu aspek dari
bersaksi. Menyatakan apa yang kamu percayai adalah aspek lain dari
bersaksi. Namun, aspek terpenting dan yang paling berpengaruh adalah
berpegang sungguh-sungguh pada apa yang kita percayai dan kita
lakukan.
Bagaimana kita dapat melakukan apa yang kita percayai? Berikut ini
terdapat sebuah contoh yang baik. Kita percaya bahwa Allah
menciptakan bumi dan segala isinya. Kita membaca Alkitab bahwa Allah
menyukai apa yang Dia ciptakan dan berfirman bahwa semuanya sungguh
amat baik. Saat kita melihat ke sekeliling kita, tampaklah keindahan
pantai, gunung, dan hutan, yang membuat kita merasa senang. Kita
juga percaya bahwa Allah memberi kita tanggung jawab atas segala
ciptaan. Allah memerintahkan kita untuk memeliharanya. Apakah cukup
bila kita hanya mengatakan kepada orang lain bahwa Allah menciptakan
bumi dan bahwa kita diperintahkan untuk memeliharanya? Mungkin
tidak. Apa yang perlu kita lakukan adalah tidak membuang sampah
sembarangan, terlibat dalam pelaksanaan program daur ulang dan
berusaha untuk tidak menggunakan produk yang dapat mencemari
lingkungan. Bila kita melakukan apa yang kita percayai, berarti kita
sedang bersaksi tentang apa yang kita percayai.
HARI 1: DANIEL MENTAATI ALLAH
(Daniel 1:1-16)
Orang-orang Yahudi diharuskan mengikuti peraturan yang ketat
mengenai makanan. Peraturan-peraturan itu bukan sekadar perintah
Allah, tetapi juga suatu cara untuk memisahkan umat pilihan dari
bangsa-bangsa lain.
Mengapa pembantu raja takut melakukan permintaan Daniel?
Bagaimanakah kamu menghargai tubuhmu sendiri sebagai ciptaan
Allah?
HARI 2: KESAKSIAN YESUS
(Yohanes 5:30-47)
Apakah yang dikatakan Yesus sebagai kesaksian bahwa Dia diutus
oleh Allah?
Bagaimana tetanggamu, rekan kerjamu, atau teman sekolahmu dapat
mengetahui bahwa kamu adalah orang Kristen?
HARI 3: PETRUS MEMBERI KESAKSIAN
(Kisah Para Rasul 10:34-43)
Apakah perintah yang diberikan kepada para saksi Yesus?
Menurutmu, apa yang Allah harapkan darimu?
Apa usahamu untuk memenuhi harapan tersebut?
HARI 4: PAULUS DI KORINTUS
(Kisah Para Rasul 18:1-11)
Apa yang dilakukan Paulus ketika orang Yahudi menolak pengajaran-
pengajarannya tentang Yesus?
Apa yang paling membuatmu frustrasi dalam menyampaikan apa yang
kamu percayai?
HARI 5: HIDUP YANG BERKENAN KEPADA TUHAN
(Kolose 1:1-14)
Apa yang dilakukan Paulus bersama Timotius setelah mendengar
tentang iman jemaat di Kolose?
Bahkan hingga hari ini, beberapa orang Kristen bergumul bagi
hidup dan iman mereka. Diskusikanlah tentang suatu situasi, baik
lokal maupun global, dimana orang-orang Kristen berada dalam
pergumulan. Buatlah kesepakatan untuk mendoakan mereka secara
teratur!
HARI 6: PAULUS HIDUP SEBAGAI SEORANG SAKSI
(2Timotius 4:1-7)
Mengapa Paulus merasa siap untuk mati?
Apa saja yang kamu rasa perlu dicapai sebelum meninggal?
Sumber: Belajar Bersama, Janice Y. Cook, , halaman 164 - 166, Yayasan Gloria, Yogyakarta, 1999.
Dari Anda Untuk AndaAnggota Baru
Dari: Liana S.A. <liansa@>
>Terima kasih untuk kiriman e-binaanak 193 yang pertama kali ke
>email saya. Saya mendapatkan banyak manfaat di dalamnya untuk
>pengembangan pelayanan SM saya. Saya juga sudah mengunjungi
>arsipnya dan membaca beberapa edisinya. Terima kasih untuk
>terdaftarnya saya dalam binaanak. Selamat melayani!
Redaksi:
Selamat bergabung! Kami mengucap syukur untuk semua berkat dan
manfaat yang Anda dapatkan dari edisi-edisi e-BinaAnak. Kami
berharap semakin lama berkat tersebut semakin bertambah luar biasa
dan menjadi satu penggerak kemajuan pelayanan SM Anda. Jangan lupa
untuk membagikan setiap berkat yang Anda peroleh kepada rekan-rekan
lain dengan cara mengajak mereka berlangganan e-BinaAnak.
Mutiara Guru Rencana pelajaran mingguan saya:
Hari ini saya akan melatih toleransi
dan mendorong orang lain
untuk melakukan hal yang sama.
|