SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
KLIK DI SINI
UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

 
PEPAK PEPAK
Kamis, 4 Desember 2008   
    Utama | Pustaka | e-BinaAnak | e-BinaGuru  
         e-BinaAnak  
  Utama > e-BinaAnak > Edisi 175  

Cari di Arsip e-BinaAnak Cari di e-BinaAnak

Baca Edisi e-BinaAnak Baca e-BinaAnak
Lihat Arsip e-BinaAnak Arsip
Kirim Arsip e-BinaAnak ke Email Anda Kirim ke Email Anda
Berlangganan / Subscribe e-BinaAnak Berlangganan
Frequently Asked Questions FAQ
  Apa manfaat yang bisa Anda dapatkan bila berlangganan e-BinaAnak? jawabannya  


<<< Edisi 174 | Edisi 176 >>>

e-BinaAnak edisi 175 (29-4-2004)

Pentakosta

Daftar Isi
Salam dari Redaksi 
Artikel : Roh Kudus 
Bahan Mengajar : Pentakosta 
Bahan Mengajar : Pentakosta: Lahirnya Gereja 
Dari Anda Untuk Anda : Sharing Pengalaman di SM 
Mutiara Guru 


Salam dari Redaksi

Salam dalam kasih Tuhan,

Pada edisi yang lalu kita telah membahas kebangkitan Tuhan Yesus. Setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus beberapa kali menampakkan diri sebelum akhirnya Ia naik ke sorga. Sesaat sebelum Tuhan Yesus terangkat ke sorga, Ia menjanjikan kedatangan Roh Kudus untuk menjadi penolong bagi kita.

Ketika Roh Kudus dicurahkan pertama kali yang kemudian kita kenal dengan Hari Pentakosta, kedatangannya disertai dengan tanda-tanda yang ajaib. Dewasa ini kita sering menjumpai fenomena serupa pada kebaktian-kebaktian dan acara-acara kerohanian dengan pencurahan roh. Banyak yang takjub dan bisa menerima namun tidak sedikit yang belum bisa menerimanya dan masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Siapa Roh Kudus itu sebenarnya? tanda- tanda apa yang menyertai kehadiran-Nya? Bagaimana Alkitab memberikan penjelasan mengenai Roh Kudus? Apakah Roh Kudus masih bekerja hingga saat ini? Jawabanya bisa kita temukan dalam artikel "ROH KUDUS" yang dimuat pada edisi kali ini.

Edisi kali ini juga memuat bahan mengajar yang berisi cerita ringan yang dapat membantu mengenalkan Roh Kudus pada anak-anak SM anda. pada bagian lain, bahan mengajar yang berjudul "KUASA YANG DITAMBAHKAN" mengajak kita untuk mengenal apa itu babtisan Roh Kudus, bagaimana kita dapat menerima karunia Roh Kudus, apa saja yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam hidup kita, serta bukti-bukti bahwa Roh Kudus telah bekerja dalam diri seseorang.

Selamat Hari PENTAKOSTA!

Tim Redaksi

"Tetapi kamu akan menerima kuasa,
kalau Roh Kudus turun ke atas kamu,
dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem
dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

(Kisah para Rasul 1:8)

Artikel

Roh Kudus

Pembacaan Alkitab:

Kisah Para Rasul 2:1-13

Bagian ketiga dari Pengakuan Iman dimulai dengan ucapan: "Aku percaya kepada Roh Kudus."

Menurut kesaksian Alkitab, Allah adalah sungguh satu dan esa. Tetapi Ia berada dan bertindak dengan tiga cara: sebagai Allah di atas kita (Allah Bapa), tetapi juga sebagai Allah di tengah-tengah kita (Yesus Kristus), bahkan juga sebagai Allah di dalam kita (Roh Kudus). Jadi Roh Kudus adalah Allah sebagaimana Ia langsung datang bekerja dalam hati dan hidup kita (Yohanes 14:15-18).

Kedatangan Roh Kudus, yang sudah dijanjikan oleh Tuhan Yesus, diriwayatkan dalam Kisah Para Rasul 2. Terjadilah tanda-tanda yang mengagumkan (ayat 2-11). Orang tidak mengerti (ayat 12-13). Lalu Petrus mengucapkan khotbahnya, yang berisi pekabaran Injil tentang Yesus Kristus (ayat 14-40, terutama ayat 22.) Pada hari Pentakosta itu berdirilah Gereja Kristen (ayat 41-47). Demikianlah pekerjaan Roh Kudus: Ia membuka hati para pendengar, sehingga mereka percaya kesaksian itu (Yohanes 15:26-27; Kisah Para Rasul 1:8).

Sejak waktu itu Roh Kudus bekerja terus, juga di dunia sekarang ini, di antara kita dan di dalam kita. Dengan perantaraan Alkitab dan pemberitaan Gereja, Roh itu meresapkan ke dalam hati kita "apa yang dikaruniakan Allah kepada kita" (1 Korintus 2:12). Artinya: berkat pekerjaan Roh Kudus, kita dihubungkan dengan Yesus Kristus dan mengaminkan pekerjaan-Nya, sehingga kita beroleh bagian dalam keselamatan yang sudah dikerjakan-Nya bagi kita.

Roh Kudus selalu memuliakan Yesus Kristus: Ia datang dari pada-Nya dan memimpin orang kepada-Nya (Yohanes 16:13-15). Oleh pekerjaan Roh Kudus, kita "dilahirkan kembali" menjadi "anak-anak Allah", yaitu "manusia baru" yang sudah bangkit bersama-sama dengan Kristus (Yohanes 3:3; Roma 8:14-17). Hidup yang baru itu ternyata dari adanya: "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah- lembutan, penguasaan diri" (Galatia 5:22-23).

Jadi Roh Kudus bukannya sesuatu "kuasa gaib" yang membuat orang berlaku seperti kerasukan. Kejadian- kejadian seperti "berkata-kata dengan bahasa roh", bertepuk-tepuk tangan, berseru "Haleluya", dsb. Janganlah kita anggap sebagai bukti-bukti utama dari pekerjaan Roh itu! Dan Roh Kudus sekali-kali tidak menghasilkan kekacauan dan perpecahan di dalam jemaat Kristus (1 Korintus 14, terutama ayat 33 dan 40; 1 Korintus 12:12-13). "Bukti-bukti" yang terutama tentang pekerjaan Roh Kudus ialah, bahwa orang sungguh- sungguh mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan yang berkuasa dalam hidupnya sehari- hari, lalu bersatu sebagai anggota-anggota "tubuh Kristus", yaitu Gereja-Nya (1 Korintus 12:1-13).

Sumber:
  • Intisari Iman Kristen, Dr. B.J. Boland, , halaman 55 - 56, PT BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1993.

    Bahan Mengajar

    Pentakosta

    Bahan Alkitab:

    Kisah Rasul 2:1-13

    Tujuan Khusus:

    Anak dapat:

    1. Menceritakan kembali peristiwa yang dialami oleh para rasul pada Hari Pentakosta pertama itu.
    2. Menjelaskan alasan orang banyak tidak mengerti apa yang terjadi atas diri para rasul.
    3. Mengetahui bahwa Roh Kudus tetap bekerja pada masa kini.
    4. Melakukan tugas sebagai anak Kristen dengan keyakinan bahwa Roh Kudus menyertainya.

    Ayat Hafalan:

    "Barangsiapa berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan." (Kisah Para Rasul 2:21).

    Materi Pelajaran:

    UNTUK GURU

    Renungan:

    Dengan turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta, mulailah kini suatu jaman baru yaitu di mana kuasa Roh ada di dunia ini. Apa yang mencirikan adanya jaman baru ini?

    Peristiwa Pentakosta ditandai dengan banyaknya dan beragamnya bahasa yang digunakan oleh para murid. Orang banyak yang menyaksikan peristiwa ini tercengang karena para rasul dapat menggunakan bahasa yang juga mereka pahami.

    "Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri kita? Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?" Begitulah yang diucapkan oleh orang banyak tatkala mereka menyaksikan para murid berbicara dalam beragam bahasa.

    Pentakosta sekali lagi menjadi bukti apa yang dijanjikan Tuhan Yesus sebelum Ia kembali kepada Bapa-Nya. Pentakosta membuat banyak orang membuka mata dan hatinya pada pemberitaan tentang perbuatan Allah yang nyata dalam Yesus Kristus. Adakah peristiwa Pentakosta itu juga membuat mata dan hati kita mau terbuka menerima pemberitaan tentang perbuatan Allah?

    UNTUK ANAK

    Cerita Pendahuluan:

    Di tepi jalan dekat sebuah perhentian bis, ada sebuah panti asuhan anak. Itulah tempat penampungan/penitipan anak- anak yang tidak lagi mempunyai orangtua, atau mereka yang tidak lagi mendapat perhatian dari keluarganya.

    Teng ... teng ... teng .... Bunyi bel tanda makan terdengar. Satu persatu pintu kamar terbuka, lalu anggota-anggota panti asuhan itu bergegas keluar menuju ruang makan. Masing-masing menempati kursi- kursi yang telah tersedia.

    Kali ini kelompok kamar 3 bertugas melayani makan. Mereka sibuk di dapur menyiapkan sendok, piring dan hidangan makan siang. Suasana di ruang makan itu menjadi ribut. Masing-masing anak berbicara dan bercanda dengan temannya. Kecuali satu anak yang duduk diam sambil menundukkan kepalanya. Ia tidak ikut bercanda bersama teman temannya. Hanya sekali-sekali ia mengangkat kepalanya, memperhatikan kawan-kawannya.

    Akhirnya tibalah saat makan siang dimulai. Ibu pimpinan panti asuhan meminta Dora memimpin: teman-temannya berdoa bersama. Dora tersenyum dengan bangga karena siang ini ia mendapat kesempatan memimpin doa bersama. "Teman-teman, mari kita ber ....

    Belum selesai Dora berkata, tiba-tiba ada suara dari barisan kiri, "Hai Kirana, sekarang waktunya berdoa; jangan tidur!"

    "Grrrr ...." Gara-gara teriakan Tati, semua anak yang tadinya sudah siap berdoa jadi menertawakan gadis yang bernama Kirana.

    "Sudah! Ayo, sekarang kita kembali siap berdoa. Dora, kamu segera memimpin doa," tegur Ibu pimpinan panti asuhan.

    Maka Dora pun mulai berdoa, "Terima kasih Tuhan atas berkat-Mu hari ini. Terima kasih kami boleh mendapat kekuatan tubuh dari makanan yang Engkau berikan hari ini, sehingga pekerjaan yang kami harus lakukan boleh kami selesaikan karena tenaga yang Engkau beri melalui makanan ini. Amin."

    Sebentar saja semua anak selesai makan. Kelompok kamar 4 bertugas membersihkan meja makan dan mencuci piring. Kirana, gadis pendiam itu adalah anggota kelompok kamar 4. Dengan demikian dia juga harus bertugas membereskan perlengkapan makan siang itu.

    "Hai dungu, cepat bawa piring-piring kotor itu ke belakang!" perintah Tati, anak kelompok kamar 4 juga. Bergegas Kirana menyusun piring-piring kotor dan membawanya ke belakang.

    Dora memperhatikan sikap kedua temannya yang kelihatan tidak bersahabat itu. Dalam hatinya ia bertanya-tanya mengapa Tati harus membenci Kirana? Bukankah Kirana itu anak baik? Kirana cuma pendiam dan tidak pandai bergaul.

    Suasana di dapur cukup ramai. Suara sendok, garpu dan piring yang saling beradu membuat suasana semakin ramai. Sambil bekerja anak- anak kelompok 4 saling bercanda. Sementara Kirana seperti biasanya, cuma diam saja.

    "Hey, kerjamu lambat sekali! Lihat, berapa piring, yang sudah kamu cuci dan berapa piring yang sudah aku cuci! Kamu sengaja berbuat begitu, supaya kamu cuma kerja sedikit, ya?" bentak Tati kepada Kirana.

    Dituduh seperti itu, hati Kirana sedih sekali. Badannya, sampai gemetar menahan sedih. Akhirnya, piring yang dipegangnya lepas. Pranggg ... !!! Piring jatuh dan pecah! Kirana jadi gugup. Ia lalu lari meninggalkan dapur sambil menangis.

    Mendengar laporan keributan di dapur, Ibu pimpinan panti asuhan lalu memanggil Kirana. Dora yang sejak tadi memperhatikan sikap Tati dan Kirana, mengintip dari balik jendela kamar Ibu pimpinan panti asuhan.

    "Kamu harus hati-hati bila bekerja," kata Ibu pimpinan panti asuhan kepada Kirana. "Kamu tahu, alat- alat itu mahal harganya, bukan? Nah, sesuai dengan peraturan yang berlaku, maka kamu harus mengganti piring yang kau pecahkan itu dengan piring baru."

    Sementara itu di luar kamar pimpinan panti asuhan, hati Dora saling berbisik, "Ayo Dora, berbuatlah sesuatu! Bukankah engkau harus menolongnya? .... Tapi aku takut. Aku tidak berani menyampaikan apa yang kuketahui. Jangan-jangan nanti Tati dan teman-temannya akan memusuhiku. Iya, tapi kau harus menolongnya, Dora! Ya, harus! Oh, Tuhan tolong kuatkan langkah kakiku menuju ruangan itu, dan beri aku keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya."

    Tok, tok, tok. Pintu diketuk. "Siapa itu?" tanya Ibu panti pimpinan asuhan.

    "Dora, Bu," sahut Dora.

    "Ya, silahkan masuk," kata Ibu pimpinan panti asuhan lagi.

    Dengan hati berdebar-debar Dora menghadap Ibu itu. "Ada apa, Dora? Mengapa tiba-tiba engkau ingin bertemu denganku?" tanya Ibu itu lagi.

    "Begini, Bu," kata Dora. "Ehm maksud saya ini, Bu. Begini ... Sejak siang tadi saya memperhatikan Tati dan Kirana. Saya melihat bahwa Tati seperti tidak menyukai Kirana. Setiap kali Kirana diejek oleh Tati, tapi Kirana diam saja. Sampai akhirnya tadi waktu mereka sedang mencuci piring, Tati kembali mengejek Kirana. Kali ini Tati bukan hanya mengejek tapi juga menuduh Kirana bekerja lambat-lambat agar dia hanya kerja sedikit. Dituduh begitu oleh Tati, saya lihat Kirana menjadi gugup, lalu piring yang sedang dicucinya terlepas dan jatuh sehingga pecah."

    Ibu pimpinan panti asuhan terdiam sejenak. Setelah itu ia meminta Dora untuk memanggil Tati. Segera Dora keluar ruangan, mencari Tati. Waktu Tati menghadap pimpinan panti asuhan, Dora cuma menunggu di luar. Dari balik jendela Dora memperhatikan ketiga orang itu berbicara. Setelah itu Dora melihat Tati dan Kirana saling bersalaman, bahkan kemudian saling berpelukan.

    Dari kejauhan Dora tersenyum. "Terima kasih Tuhan, Engkau telah memberikan keberanian padaku untuk mengatakan sesuatu yang benar. Dan terlebih lagi karena Tati dan Kirana boleh berkawan lagi." Demikian doa Dora dalam hati.

    Cerita Pentakosta:

    Ceritakan dengan singkat kisah Pentakosta. Tekanan cerita pada murid-murid yang semula ketakutan tetapi kemudian berani bersaksi setelah menerima Roh Kudus. Mereka berani menegor siapa saja yang salah. Mereka berani berkata-kata mengenai Tuhan Yesus.

    Begitu juga dengan Dora. Karena dipimpin Roh Kudus, ia berani mengatakan yang sebenarnya kepada Ibu pimpinan panti asuhan. Kita pun yakin bahwa Roh Tuhan menyertai kita sehingga kita berani mengatakan hal yang sebenarnya.

    Sumber:
  • Pedoman Sekolah Minggu Anak Kecil (Umur 7 - 9 Tahun) Tahun II Jilid I, , halaman 156 - 163, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1994.

    Bahan Mengajar

    Pentakosta: Lahirnya Gereja

    Refleksi untuk Orangtua:

    Apa yang harus dilakukan untuk mengenyahkan segala keraguan? Apa yang harus dilakukan agar para rasul dan murid-murid yang lain keluar dari persembunyian mereka dan mempercayai kebenaran yang telah mereka lihat dan dengar?

    Kita membaca bahwa pada Hari Raya Pentakosta ribuan orang berkumpul di Yerusalem untuk menantikan penggenapan janji-janji Allah. Selain itu mereka juga mencari tempat yang aman untuk beribadah dengan dukungan masyarakat.

    Dalam bayangan masa lalu mereka tentang Allah dalam tiang awan dan tiang api, tiba-tiba Allah hadir di tengah-tengah mereka. Roh Allah dicurahkan dan memenuhi setiap orang yang hadir. Pengalaman yang mencekam di kayu salib dan peristiwa kubur yang kosong membuka jalan bagi lahirnya gereja Kristus.

    Refleksi untuk Seluruh Anggota Keluarga:

    Begitu banyak yang terjadi atas murid-murid Yesus! Mereka melihat bagaimana Raja pilihan Allah telah disalibkan, tetapi mereka juga melihat Dia hidup kembali. Namun, mereka tetap merasa sangat takut kalau-kalau mereka akan dibunuh juga. Maka mereka pun bersembunyi. Tetapi Yesus telah menyuruh mereka untuk pergi ke Yerusalem dan menantikan Roh Kudus, dan mereka melakukan seperti yang diperintahkan kepada mereka.

    Allah senantiasa menepati janji-janji-Nya. Dalam suatu pengalaman yang luar biasa Roh Kudus turun ke atas mereka yang sedang menanti- nanti di Yerusalem. Dan mereka tidak merasa takut lagi! Mereka saling memahami satu sama lain. Mereka merasa seperti sebuah keluarga. Mereka mengerti benar apa yang harus mereka lakukan, dan mereka berani melakukannya! Maka lahirlah gereja.

    Renungan:
    HARI 1: YESUS MEMBERI PERINTAH KEPADA RASUL-RASUL
    (Kisah Para Rasul 1:1-11)

    1. Apa yang diharapkan para rasul dari Yesus? Apa yang diharapkan Yesus dari para rasul?
    2. Apa yang kamu harapkan dari Allah? Menurutmu, apa yang Allah harapkan dari dirimu?

    HARI 2: KEMATIAN YUDAS -- MATIAS DIPILIH
    (Kisah Para Rasul 1: 12-26)

    1. Apa syarat untuk menjadi salah seorang dari para rasul?
    2. Bagaimana kita dapat menjadi saksi-saksi Kristus tanpa menyaksikan sendiri peristiwa-peristiwa yang terjadi semasa Yesus berada di dunia ini?

    HARI 3: HARI PENTAKOSTA
    (Kisah Para Rasul 2:1-24)

    1. Apakah pesan yang Petrus sampaikan kepada mereka yang belum percaya?
    2. Apakah pesan yang kamu sampaikan kepada mereka yang belum percaya?

    HARI 4: GEREJA MULA-MULA
    (Kisah Para Rasul 2:36-47)

    1. Bagaimana kehidupan sehari-hari dari jemaat mula-mula berubah?
    2. Bagaimana hidupmu sehari-hari berubah setelah menjadi orang Kristen?

    HARI 5: PETRUS DAN YOHANES DITANGKAP
    (Kisah Para Rasul 4:13-23)

    Petrus dan Yohanes telah ditangkap oleh para pemimpin agama Yahudi karena menyembuhkan dalam nama Yesus dan memberitakan kebangkitan- Nya.

    1. Mengapa para pemimpin agama itu menghendaki agar Petrus dan Yohanes tutup mulut?
    2. Apa yang menghalangimu untuk membagikan pengalaman-pengalamanmu sebagai orang Kristen?

    HARI 6: MASYARAKAT GEREJA
    (Kisah Para Rasul 4:32-37)

    1. Bagaimana anggota gereja mula-mula saling memperhatikan satu sama lain?
    2. Bagaimana orang-orang di gereja Anda saling memperhatikan satu sama lain?

    Aktivitas Khusus:

    PERAYAAN PENTAKOSTA

    Adakanlah sebuah Perayaan Pentakosta untuk memperingati kelahiran gereja. Anda dapat mengundang pendeta Anda atau pemimpin gereja yang lain untuk merayakannya bersama Anda. Sajikan kue ulang tahun dan nyanyikanlah selamat ulangtahun untuk gereja. Berikan kado untuk gereja Anda, seperti bahan makanan untuk keperluan kegiatan gereja, peralatan kebersihan, peralatan kantor atau satu hari kerja bakti untuk melakukan apa saja yang diperlukan. Bersyukurlah kepada Allah atas karunia Roh Kudus dan gereja.

    Sumber:
  • Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2, , halaman 43 - 44, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1996.

    Dari Anda Untuk Anda

    Sharing Pengalaman di SM

      Dari: Sheilani R.M <martin-sheilani@>
      >Saya ingin sharring tentang pengalaman di SM minggu kemarin. Saya
      >ingin sharring karena pengalaman itu sangat berkesan. Saya mengajar
      >di kelas kecil yang berjumlah 10 orang anak berusia 1 - 5 tahun.
      >Ada satu anak SM berusia 3 tahun yang tidak masuk karena sudah dua
      >bulan sakit. Sebut saja namanya Nia. Entah mengapa tiba-tiba
      >sebelum mengajar saya ingin sekali mengajak anak-anak di kelas saya
      >untuk menjenguk si Nia, apalagi jarak rumahnya sangat dekat dengan
      >SM kami. Akhirnya selesai mengajar saya katakan pada anak-anak
      >bahwa kita akan jalan-jalan ke rumah Nia. Dan mereka sangat
      >antusias sekali. Anak yang berumur satu tahun pun saya bawa :) ...
      >
      >Tiba di rumah teman mereka yang sakit mereka langsung duduk manis
      >dan menunggu Nia keluar. Dan puji Tuhan! Begitu melihat anak-anak
      >SM yang datang kerumahnya, Nia langsung tertawa dan melompat-lompat
      >kemudian mengajak teman-temannya itu berlari-lari dan melihat foto
      >ulangtahunnya bersama. Setelah puas melihat-lihat foto, saya
      >langsung meminta anak-anak untuk kembali duduk manis. Si Nia pun
      >duduk terdiam. Saya tanya apakah ada anak-anak yang ingin berdoa?
      >Dan Puji Tuhan lagi seorang murid yang berusia 5 tahun mengangkat
      >tangannya dan mengatakan akan berdoa untuk Nia. Dia pun langsung
      >berdoa dengan suara yang lantang dan dengan kalimat yang polos,
      >meminta kepada Tuhan Yesus untuk menyembuhkan Nia agar dapat
      >kembali ke SM. Mendengar doa yang polos dan penuh kesungguhan hati
      >ini saya sangat terharu. Saya baru pertama kali mengajak mereka
      >mengunjungi teman mereka yang sakit. Yang sangat saya inginkan
      >pengalaman pertama ini menjadi berkat bagi anak-anak SM saya dan
      >juga bagi Nia dan orangtuanya. Biarlah pengalaman ini membekas
      >dihati mereka, karena pengalaman ini tidak akan pernah saya lupakan
      >juga .. :)
      >
      >Maaf kalau kepanjangan ... tapi semoga para pembaca mendapat
      >berkat pula dari sharring saya ini ... :)
      >
      >GBU,
      >Sheila

    Redaksi:
    Puji Tuhan! Sharing Anda yang sangat indah ini kiranya dapat menjadi berkat bagi rekan-rekan pembaca e-BinaAnak yang lain. Memang sungguh luar biasa sukacita yang kita dapatkan ketika melihat murid-murid SM mengaplikasikan pengajaran-pengajaran firman Tuhan yang sudah kita bagikan kepada mereka. Dan rasa sukacita itu tidak dapat tergantikan dengan apapun juga. Untuk Sdri. Sheila, terima kasih untuk sharingnya ... :) Bagi rekan-rekan pembaca sekalian, jika ada yang ingin membagikan berkat dan pengalaman dalam melayani di SM, jangan segan-segan untuk mengirimkannya kepada kami di alamat: ==> staf-binaanak@sabda.org


    Mutiara Guru
    Formula untuk kebijaksanaan:
    berbicara singkat dengan sopan;
    bersikap agresif dengan tersenyum;
    beri empati secara menyenangkan;
    bersikap positif secara diplomatis;
    berbuat benar dengan ramah.

    Rencana pelajaran mingguan saya:
    hari ini saya akan mempraktekkan
    formula untuk kebijaksanaan.

  • Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini <<< Edisi 174 | Edisi 176 >>>

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Promo | Situs YLSA | Links | FAQ | Sumber | Info Anda
     

    SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
    SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
    KLIK DI SINI UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

     
    Disclaimer | © 2008 Yayasan Lembaga SABDA | Email: pepaksabda.org |Laporan Masalah/Saran

    ^ Ke Atas