Salam dari Redaksi
Salam dalam kasih Tuhan,
Pada edisi yang lalu kita telah membahas
kebangkitan Tuhan Yesus. Setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus
beberapa kali menampakkan diri sebelum akhirnya Ia naik ke sorga.
Sesaat sebelum Tuhan Yesus terangkat ke sorga, Ia menjanjikan
kedatangan Roh Kudus untuk menjadi penolong bagi kita.
Ketika Roh Kudus dicurahkan pertama kali yang
kemudian kita kenal dengan Hari Pentakosta, kedatangannya disertai
dengan tanda-tanda yang ajaib. Dewasa ini kita sering menjumpai
fenomena serupa pada kebaktian-kebaktian dan acara-acara kerohanian
dengan pencurahan roh. Banyak yang takjub dan bisa menerima namun
tidak sedikit yang belum bisa menerimanya dan masih menjadi
perdebatan hingga saat ini. Siapa Roh Kudus itu sebenarnya? tanda-
tanda apa yang menyertai kehadiran-Nya? Bagaimana Alkitab memberikan
penjelasan mengenai Roh Kudus? Apakah Roh Kudus masih bekerja hingga
saat ini? Jawabanya bisa kita temukan dalam artikel "ROH
KUDUS" yang dimuat pada edisi kali ini.
Edisi kali ini juga memuat bahan mengajar yang
berisi cerita ringan yang dapat membantu mengenalkan Roh Kudus pada
anak-anak SM anda. pada bagian lain, bahan mengajar yang berjudul
"KUASA YANG DITAMBAHKAN" mengajak kita untuk mengenal apa
itu babtisan Roh Kudus, bagaimana kita dapat menerima karunia Roh
Kudus, apa saja yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam hidup kita,
serta bukti-bukti bahwa Roh Kudus telah bekerja dalam diri
seseorang.
Selamat Hari PENTAKOSTA!
Tim Redaksi
"Tetapi kamu akan menerima kuasa,
kalau Roh Kudus turun ke atas kamu,
dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem
dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
(Kisah para Rasul 1:8)
ArtikelRoh Kudus
Pembacaan Alkitab:
Kisah Para Rasul 2:1-13
Bagian ketiga dari Pengakuan Iman dimulai dengan
ucapan: "Aku percaya kepada Roh Kudus."
Menurut kesaksian Alkitab, Allah adalah sungguh
satu dan esa. Tetapi Ia berada dan bertindak dengan tiga cara:
sebagai Allah di atas kita (Allah Bapa), tetapi juga sebagai Allah
di tengah-tengah kita (Yesus Kristus), bahkan juga sebagai Allah di
dalam kita (Roh Kudus). Jadi Roh Kudus adalah Allah sebagaimana Ia
langsung datang bekerja dalam hati dan hidup kita (Yohanes 14:15-18).
Kedatangan Roh Kudus, yang sudah dijanjikan oleh
Tuhan Yesus, diriwayatkan dalam Kisah Para Rasul 2. Terjadilah
tanda-tanda yang mengagumkan (ayat 2-11). Orang tidak mengerti (ayat
12-13). Lalu Petrus mengucapkan khotbahnya, yang berisi pekabaran
Injil tentang Yesus Kristus (ayat 14-40, terutama ayat 22.) Pada
hari Pentakosta itu berdirilah Gereja Kristen (ayat 41-47).
Demikianlah pekerjaan Roh Kudus: Ia membuka hati para pendengar,
sehingga mereka percaya kesaksian itu (Yohanes 15:26-27; Kisah Para Rasul 1:8).
Sejak waktu itu Roh Kudus bekerja terus, juga di
dunia sekarang ini, di antara kita dan di dalam kita. Dengan
perantaraan Alkitab dan pemberitaan Gereja, Roh itu meresapkan ke
dalam hati kita "apa yang dikaruniakan Allah kepada kita"
(1 Korintus 2:12). Artinya: berkat pekerjaan Roh Kudus,
kita dihubungkan dengan Yesus Kristus dan mengaminkan pekerjaan-Nya,
sehingga kita beroleh bagian dalam
keselamatan yang sudah dikerjakan-Nya bagi kita.
Roh Kudus selalu memuliakan Yesus Kristus: Ia
datang dari pada-Nya dan memimpin orang kepada-Nya (Yohanes 16:13-15). Oleh pekerjaan Roh Kudus, kita "dilahirkan
kembali" menjadi "anak-anak Allah", yaitu
"manusia baru" yang sudah bangkit bersama-sama dengan
Kristus (Yohanes 3:3; Roma 8:14-17). Hidup
yang baru itu ternyata dari adanya: "kasih, sukacita, damai
sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-
lembutan, penguasaan diri" (Galatia 5:22-23).
Jadi Roh Kudus bukannya sesuatu "kuasa
gaib" yang membuat orang berlaku seperti kerasukan. Kejadian-
kejadian seperti "berkata-kata dengan bahasa roh",
bertepuk-tepuk tangan, berseru "Haleluya", dsb. Janganlah
kita anggap sebagai bukti-bukti utama dari pekerjaan Roh itu! Dan
Roh Kudus sekali-kali tidak menghasilkan kekacauan dan perpecahan di
dalam jemaat Kristus (1 Korintus 14, terutama ayat 33 dan 40;
1 Korintus 12:12-13). "Bukti-bukti" yang
terutama tentang pekerjaan Roh Kudus ialah, bahwa orang sungguh-
sungguh mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan yang berkuasa dalam
hidupnya sehari- hari, lalu bersatu sebagai anggota-anggota
"tubuh Kristus", yaitu
Gereja-Nya (1 Korintus 12:1-13).
Sumber: Intisari Iman Kristen, Dr. B.J. Boland, , halaman 55 - 56, PT BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1993.
Bahan MengajarPentakosta
Bahan Alkitab:
Kisah Rasul 2:1-13
Tujuan Khusus:
Anak dapat:
- Menceritakan kembali peristiwa yang dialami oleh para rasul pada
Hari Pentakosta pertama itu.
- Menjelaskan alasan orang banyak tidak mengerti apa yang terjadi
atas diri para rasul.
- Mengetahui bahwa Roh Kudus tetap bekerja pada masa kini.
- Melakukan tugas sebagai anak Kristen dengan keyakinan bahwa Roh
Kudus menyertainya.
Ayat Hafalan:
"Barangsiapa berseru kepada nama Tuhan, akan
diselamatkan." (Kisah Para Rasul 2:21).
Materi Pelajaran:
UNTUK GURU
Renungan:
Dengan turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta,
mulailah kini suatu jaman baru yaitu di mana kuasa Roh ada di dunia
ini.
Apa yang mencirikan adanya jaman baru ini?
Peristiwa Pentakosta ditandai dengan banyaknya
dan beragamnya bahasa yang digunakan oleh para murid. Orang banyak
yang menyaksikan peristiwa ini tercengang karena para rasul dapat
menggunakan bahasa yang juga mereka pahami.
"Bagaimana mungkin kita masing-masing
mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu
bahasa yang kita pakai di negeri kita? Bukankah mereka semua yang
berkata-kata itu orang Galilea?" Begitulah yang diucapkan oleh
orang banyak tatkala mereka menyaksikan para murid berbicara dalam
beragam bahasa.
Pentakosta sekali lagi menjadi bukti apa yang
dijanjikan Tuhan Yesus sebelum Ia kembali kepada Bapa-Nya.
Pentakosta membuat banyak orang membuka mata dan hatinya pada
pemberitaan tentang perbuatan Allah yang nyata dalam Yesus Kristus.
Adakah peristiwa Pentakosta itu juga membuat mata dan hati kita mau
terbuka menerima pemberitaan tentang perbuatan Allah?
UNTUK ANAK
Cerita Pendahuluan:
Di tepi jalan dekat sebuah perhentian bis, ada
sebuah panti asuhan anak. Itulah tempat penampungan/penitipan anak-
anak yang tidak lagi mempunyai orangtua, atau mereka yang tidak lagi
mendapat perhatian
dari keluarganya.
Teng ... teng ... teng .... Bunyi bel tanda makan
terdengar. Satu persatu pintu kamar terbuka, lalu anggota-anggota
panti asuhan itu bergegas keluar menuju ruang makan. Masing-masing
menempati kursi-
kursi yang telah tersedia.
Kali ini kelompok kamar 3 bertugas melayani
makan. Mereka sibuk di dapur menyiapkan sendok, piring dan hidangan
makan siang. Suasana di ruang makan itu menjadi ribut. Masing-masing
anak berbicara dan bercanda dengan temannya. Kecuali satu anak yang
duduk diam sambil menundukkan kepalanya. Ia tidak ikut bercanda
bersama teman temannya. Hanya sekali-sekali ia mengangkat kepalanya,
memperhatikan
kawan-kawannya.
Akhirnya tibalah saat makan siang dimulai. Ibu
pimpinan panti asuhan meminta Dora memimpin: teman-temannya berdoa
bersama. Dora tersenyum dengan bangga karena siang ini ia mendapat
kesempatan memimpin doa
bersama. "Teman-teman, mari kita ber ....
Belum selesai Dora berkata, tiba-tiba ada suara
dari barisan kiri,
"Hai Kirana, sekarang waktunya berdoa; jangan tidur!"
"Grrrr ...." Gara-gara teriakan Tati,
semua anak yang tadinya sudah
siap berdoa jadi menertawakan gadis yang bernama Kirana.
"Sudah! Ayo, sekarang kita kembali siap
berdoa. Dora, kamu segera
memimpin doa," tegur Ibu pimpinan panti asuhan.
Maka Dora pun mulai berdoa, "Terima kasih
Tuhan atas berkat-Mu hari ini. Terima kasih kami boleh mendapat
kekuatan tubuh dari makanan yang Engkau berikan hari ini, sehingga
pekerjaan yang kami harus lakukan boleh kami selesaikan karena tenaga
yang Engkau beri melalui
makanan ini. Amin."
Sebentar saja semua anak selesai makan. Kelompok
kamar 4 bertugas membersihkan meja makan dan mencuci piring. Kirana,
gadis pendiam itu adalah anggota kelompok kamar 4. Dengan demikian
dia juga harus
bertugas membereskan perlengkapan makan siang itu.
"Hai dungu, cepat bawa piring-piring kotor
itu ke belakang!" perintah Tati, anak kelompok kamar 4 juga.
Bergegas Kirana menyusun
piring-piring kotor dan membawanya ke belakang.
Dora memperhatikan sikap kedua temannya yang
kelihatan tidak bersahabat itu. Dalam hatinya ia bertanya-tanya
mengapa Tati harus membenci Kirana? Bukankah Kirana itu anak baik?
Kirana cuma pendiam
dan tidak pandai bergaul.
Suasana di dapur cukup ramai. Suara sendok, garpu
dan piring yang saling beradu membuat suasana semakin ramai. Sambil
bekerja anak- anak kelompok 4 saling bercanda. Sementara Kirana
seperti biasanya,
cuma diam saja.
"Hey, kerjamu lambat sekali! Lihat, berapa
piring, yang sudah kamu cuci dan berapa piring yang sudah aku cuci!
Kamu sengaja berbuat begitu, supaya kamu cuma kerja sedikit,
ya?" bentak Tati kepada
Kirana.
Dituduh seperti itu, hati Kirana sedih sekali.
Badannya, sampai gemetar menahan sedih. Akhirnya, piring yang
dipegangnya lepas. Pranggg ... !!! Piring jatuh dan pecah! Kirana
jadi gugup. Ia lalu
lari meninggalkan dapur sambil menangis.
Mendengar laporan keributan di dapur, Ibu
pimpinan panti asuhan lalu memanggil Kirana. Dora yang sejak tadi
memperhatikan sikap Tati dan Kirana, mengintip dari balik jendela
kamar Ibu pimpinan panti
asuhan.
"Kamu harus hati-hati bila bekerja,"
kata Ibu pimpinan panti asuhan kepada Kirana. "Kamu tahu, alat-
alat itu mahal harganya, bukan? Nah, sesuai dengan peraturan yang
berlaku, maka kamu harus mengganti
piring yang kau pecahkan itu dengan piring baru."
Sementara itu di luar kamar pimpinan panti
asuhan, hati Dora saling berbisik, "Ayo Dora, berbuatlah
sesuatu! Bukankah engkau harus menolongnya? .... Tapi aku takut. Aku
tidak berani menyampaikan apa yang kuketahui. Jangan-jangan nanti
Tati dan teman-temannya akan memusuhiku. Iya, tapi kau harus
menolongnya, Dora! Ya, harus! Oh, Tuhan tolong kuatkan langkah
kakiku menuju ruangan itu, dan beri
aku keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya."
Tok, tok, tok. Pintu diketuk. "Siapa
itu?" tanya Ibu panti pimpinan
asuhan.
"Dora, Bu," sahut Dora.
"Ya, silahkan masuk," kata Ibu pimpinan
panti asuhan lagi.
Dengan hati berdebar-debar Dora menghadap Ibu
itu. "Ada apa, Dora? Mengapa tiba-tiba engkau ingin bertemu
denganku?" tanya Ibu itu lagi.
"Begini, Bu," kata Dora. "Ehm
maksud saya ini, Bu. Begini ... Sejak siang tadi saya memperhatikan
Tati dan Kirana. Saya melihat bahwa Tati seperti tidak menyukai
Kirana. Setiap kali Kirana diejek oleh Tati, tapi Kirana diam saja.
Sampai akhirnya tadi waktu mereka sedang mencuci piring, Tati
kembali mengejek Kirana. Kali ini Tati bukan hanya mengejek tapi
juga menuduh Kirana bekerja lambat-lambat agar dia hanya kerja
sedikit. Dituduh begitu oleh Tati, saya lihat Kirana menjadi gugup,
lalu piring yang sedang dicucinya terlepas dan jatuh sehingga
pecah."
Ibu pimpinan panti asuhan terdiam sejenak.
Setelah itu ia meminta Dora untuk memanggil Tati. Segera Dora keluar
ruangan, mencari Tati. Waktu Tati menghadap pimpinan panti asuhan,
Dora cuma menunggu di luar. Dari balik jendela Dora memperhatikan
ketiga orang itu berbicara. Setelah itu Dora melihat Tati dan Kirana
saling
bersalaman, bahkan kemudian saling berpelukan.
Dari kejauhan Dora tersenyum. "Terima kasih
Tuhan, Engkau telah memberikan keberanian padaku untuk mengatakan
sesuatu yang benar. Dan terlebih lagi karena Tati dan Kirana boleh
berkawan lagi."
Demikian doa Dora dalam hati.
Cerita Pentakosta:
Ceritakan dengan singkat kisah Pentakosta.
Tekanan cerita pada murid-murid yang semula ketakutan tetapi
kemudian berani bersaksi setelah menerima Roh Kudus. Mereka berani
menegor siapa saja yang
salah. Mereka berani berkata-kata mengenai Tuhan Yesus.
Begitu juga dengan Dora. Karena dipimpin Roh
Kudus, ia berani mengatakan yang sebenarnya kepada Ibu pimpinan
panti asuhan. Kita pun yakin bahwa Roh Tuhan menyertai kita sehingga
kita berani
mengatakan hal yang sebenarnya.
Sumber: Pedoman Sekolah Minggu Anak Kecil (Umur 7 - 9 Tahun) Tahun II Jilid I, , halaman 156 - 163, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1994.
Bahan MengajarPentakosta: Lahirnya Gereja
Refleksi untuk Orangtua:
Apa yang harus dilakukan untuk mengenyahkan segala keraguan?
Apa yang harus dilakukan agar para rasul dan murid-murid yang lain
keluar dari persembunyian mereka dan mempercayai kebenaran yang
telah mereka lihat dan dengar?
Kita membaca bahwa pada Hari Raya Pentakosta ribuan orang berkumpul
di Yerusalem untuk menantikan penggenapan janji-janji Allah. Selain
itu mereka juga mencari tempat yang aman untuk beribadah dengan
dukungan masyarakat.
Dalam bayangan masa lalu mereka tentang Allah dalam tiang awan dan
tiang api, tiba-tiba Allah hadir di tengah-tengah mereka. Roh Allah
dicurahkan dan memenuhi setiap orang yang hadir. Pengalaman yang
mencekam di kayu salib dan peristiwa kubur yang kosong membuka jalan
bagi lahirnya gereja Kristus.
Refleksi untuk Seluruh Anggota Keluarga:
Begitu banyak yang terjadi atas murid-murid Yesus!
Mereka melihat bagaimana Raja pilihan Allah telah disalibkan, tetapi
mereka juga melihat Dia hidup kembali. Namun, mereka tetap merasa
sangat takut kalau-kalau mereka akan dibunuh juga. Maka mereka pun
bersembunyi. Tetapi Yesus telah menyuruh mereka untuk pergi ke
Yerusalem dan menantikan Roh Kudus, dan mereka melakukan seperti
yang diperintahkan kepada mereka.
Allah senantiasa menepati janji-janji-Nya. Dalam suatu pengalaman
yang luar biasa Roh Kudus turun ke atas mereka yang sedang menanti-
nanti di Yerusalem. Dan mereka tidak merasa takut lagi! Mereka
saling memahami satu sama lain. Mereka merasa seperti sebuah
keluarga. Mereka mengerti benar apa yang harus mereka lakukan, dan
mereka berani melakukannya! Maka lahirlah gereja.
Renungan:
HARI 1: YESUS MEMBERI PERINTAH KEPADA RASUL-RASUL
(Kisah Para Rasul 1:1-11)
- Apa yang diharapkan para rasul dari Yesus?
Apa yang diharapkan Yesus dari para rasul?
- Apa yang kamu harapkan dari Allah?
Menurutmu, apa yang Allah harapkan dari dirimu?
HARI 2: KEMATIAN YUDAS -- MATIAS DIPILIH
(Kisah Para Rasul 1: 12-26)
- Apa syarat untuk menjadi salah seorang dari para rasul?
- Bagaimana kita dapat menjadi saksi-saksi Kristus tanpa
menyaksikan sendiri peristiwa-peristiwa yang terjadi semasa Yesus
berada di dunia ini?
HARI 3: HARI PENTAKOSTA
(Kisah Para Rasul 2:1-24)
- Apakah pesan yang Petrus sampaikan kepada mereka yang belum
percaya?
- Apakah pesan yang kamu sampaikan kepada mereka yang belum
percaya?
HARI 4: GEREJA MULA-MULA
(Kisah Para Rasul 2:36-47)
- Bagaimana kehidupan sehari-hari dari jemaat mula-mula berubah?
- Bagaimana hidupmu sehari-hari berubah setelah menjadi orang
Kristen?
HARI 5: PETRUS DAN YOHANES DITANGKAP
(Kisah Para Rasul 4:13-23)
Petrus dan Yohanes telah ditangkap oleh para pemimpin agama Yahudi
karena menyembuhkan dalam nama Yesus dan memberitakan kebangkitan-
Nya.
- Mengapa para pemimpin agama itu menghendaki agar Petrus dan
Yohanes tutup mulut?
- Apa yang menghalangimu untuk membagikan pengalaman-pengalamanmu
sebagai orang Kristen?
HARI 6: MASYARAKAT GEREJA
(Kisah Para Rasul 4:32-37)
- Bagaimana anggota gereja mula-mula saling memperhatikan satu sama
lain?
- Bagaimana orang-orang di gereja Anda saling memperhatikan satu
sama lain?
Aktivitas Khusus:
PERAYAAN PENTAKOSTA
Adakanlah sebuah Perayaan Pentakosta untuk memperingati kelahiran
gereja. Anda dapat mengundang pendeta Anda atau pemimpin gereja yang
lain untuk merayakannya bersama Anda. Sajikan kue ulang tahun dan
nyanyikanlah selamat ulangtahun untuk gereja. Berikan kado untuk
gereja Anda, seperti bahan makanan untuk keperluan kegiatan gereja,
peralatan kebersihan, peralatan kantor atau satu hari kerja bakti
untuk melakukan apa saja yang diperlukan. Bersyukurlah kepada Allah
atas karunia Roh Kudus dan gereja.
Sumber: Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2, , halaman 43 - 44, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1996.
Dari Anda Untuk AndaSharing Pengalaman di SM
Dari: Sheilani R.M <martin-sheilani@>
>Saya ingin sharring tentang pengalaman di SM minggu kemarin. Saya
>ingin sharring karena pengalaman itu sangat berkesan. Saya mengajar
>di kelas kecil yang berjumlah 10 orang anak berusia 1 - 5 tahun.
>Ada satu anak SM berusia 3 tahun yang tidak masuk karena sudah dua
>bulan sakit. Sebut saja namanya Nia. Entah mengapa tiba-tiba
>sebelum mengajar saya ingin sekali mengajak anak-anak di kelas saya
>untuk menjenguk si Nia, apalagi jarak rumahnya sangat dekat dengan
>SM kami. Akhirnya selesai mengajar saya katakan pada anak-anak
>bahwa kita akan jalan-jalan ke rumah Nia. Dan mereka sangat
>antusias sekali. Anak yang berumur satu tahun pun saya bawa :) ...
>
>Tiba di rumah teman mereka yang sakit mereka langsung duduk manis
>dan menunggu Nia keluar. Dan puji Tuhan! Begitu melihat anak-anak
>SM yang datang kerumahnya, Nia langsung tertawa dan melompat-lompat
>kemudian mengajak teman-temannya itu berlari-lari dan melihat foto
>ulangtahunnya bersama. Setelah puas melihat-lihat foto, saya
>langsung meminta anak-anak untuk kembali duduk manis. Si Nia pun
>duduk terdiam. Saya tanya apakah ada anak-anak yang ingin berdoa?
>Dan Puji Tuhan lagi seorang murid yang berusia 5 tahun mengangkat
>tangannya dan mengatakan akan berdoa untuk Nia. Dia pun langsung
>berdoa dengan suara yang lantang dan dengan kalimat yang polos,
>meminta kepada Tuhan Yesus untuk menyembuhkan Nia agar dapat
>kembali ke SM. Mendengar doa yang polos dan penuh kesungguhan hati
>ini saya sangat terharu. Saya baru pertama kali mengajak mereka
>mengunjungi teman mereka yang sakit. Yang sangat saya inginkan
>pengalaman pertama ini menjadi berkat bagi anak-anak SM saya dan
>juga bagi Nia dan orangtuanya. Biarlah pengalaman ini membekas
>dihati mereka, karena pengalaman ini tidak akan pernah saya lupakan
>juga .. :)
>
>Maaf kalau kepanjangan ... tapi semoga para pembaca mendapat
>berkat pula dari sharring saya ini ... :)
>
>GBU,
>Sheila
Redaksi:
Puji Tuhan! Sharing Anda yang sangat indah ini kiranya dapat menjadi
berkat bagi rekan-rekan pembaca e-BinaAnak yang lain. Memang sungguh
luar biasa sukacita yang kita dapatkan ketika melihat murid-murid SM
mengaplikasikan pengajaran-pengajaran firman Tuhan yang sudah kita
bagikan kepada mereka. Dan rasa sukacita itu tidak dapat tergantikan
dengan apapun juga. Untuk Sdri. Sheila, terima kasih untuk
sharingnya ... :) Bagi rekan-rekan pembaca sekalian, jika ada yang
ingin membagikan berkat dan pengalaman dalam melayani di SM, jangan
segan-segan untuk mengirimkannya kepada kami di alamat:
==> staf-binaanak@sabda.org
Mutiara Guru Formula untuk kebijaksanaan:
berbicara singkat dengan sopan;
bersikap agresif dengan tersenyum;
beri empati secara menyenangkan;
bersikap positif secara diplomatis;
berbuat benar dengan ramah.
Rencana pelajaran mingguan saya:
hari ini saya akan mempraktekkan
formula untuk kebijaksanaan.
|