Salam dari Redaksi
Salam PASKAH dari meja Redaksi,
Pagi-pagi benar beberapa orang wanita sudah berpakaian rapi dengan
membawa wewangian di tangan mereka. Dengan hati yang mungkin masih
diliputi perasaan DUKACITA, mereka menuju ke sebuah kubur dimana
di dalamnya terbaring Seorang yang sangat mereka kasihi dan hormati.
Terkejut! Ya, itulah reaksi mereka ketika ternyata mereka tidak
menemukan mayat orang itu. Kubur itu sudah kosong dan mayat Orang
yang sangat mereka kasihi itu sudah tiada...
Namun rasa DUKACITA itu seketika berubah menjadi SUKACITA ketika
malaikat yang ada di pintu kubur itu menyampaikan kabar bahwa Dia
yang mati, sudah bangkit mengalahkan kuasa maut!
Rasa sukacita itulah yang ingin kami bagikan dalam edisi e-BinaAnak
minggu ini. Walaupun perayaan PASKAH sudah kita lewati tetapi kami
yakin sukacitanya tetap tinggal terus selama-lamanya dalam hidup
kita. Sebuah Artikel yang berjudul "Makna Kebangkitan Kristus" kami
sajikan untuk menjadi renungkan bagi kita semua. Selain itu, untuk
Anda yang masih akan melakukan kegiatan PASKAH minggu ini bersama
anak-anak, kami sajikan beberapa alternatif kegiatan dalam "Aneka
Kegiatan PASKAH" yang dapat Anda temukan dalam kolom Tips Mengajar.
Dua Bahan Mengajar mengenai "Kebangkitan Yesus" dan "Hari
Kebangkitan" merupakan pelajaran yang bisa membawa anak-anak di SM
Anda turut merasakan sukacita, sama seperti para wanita yang
mengunjungi kubur Tuhan Yesus. Kami harap sajian kami tentang
"Kebangkitan Kristus" ini dapat memperpanjang kesan PASKAH pada
anak-anak SM Anda.
Selamat merayakan sukacita PASKAH! Kiranya semangat PASKAH yang
terus hidup di dalam hidup kita ini akan membawa kita untuk lebih
dekat dengan Dia dan melayani Dia dengan lebih sungguh lagi.
Sekali lagi, SELAMAT PASKAH!
Tim Redaksi
"Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,
yang karena rahmat-Nya yang besar
telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus
dari antara orang mati, kepada suatu hidup
yang penuh pengharapan," (1 Petrus 1:3)
ArtikelMakna Kebangkitan Kristus
Pembacaan Alkitab:
1 Korintus 15:1-20
"Riwayat hidup" Yesus tidak berakhir pada saat kematian-Nya. Hari
Jumat Agung disusul oleh Hari Paskah: pada hari yang ketiga Ia
bangkit pula dari antara orang mati!
Ketika itulah ternyata, bahwa kematian Kristus menjadi kemenangan
atas dosa, maut dan iblis. Dan oleh kebangkitan-Nya dinyatakanlah,
bahwa Yesus itu Kristus, Anak Allah dan Tuhan kita (Roma 1:4; Kisah Para Rasul 2:32). Bahkan, juga harapan kita tentang masa-depan
semata-mata berdasar pada kebangkitan Kristus (2 Korintus 1:9;1 Petrus 1:3).
Menurut kesaksian Alkitab, Yesus tidak dibangunkan dari kematian-
semu. Ia benar-benar telah mati. Dan Dia yang bangkit itu bukannya
suatu roh, tetapi dapat dilihat sebagai manusia yang bertubuh.
Dalam pada itu ada dua hal yang dengan jelas dikemukakan di dalam
Alkitab. Pertama: Dia yang telah bangkit itu benar-benar manusia
bernama Yesus orang Nazaret. Para rasul sudah melihat bekas-bekas
paku, bahkan melihat Dia makan (Lukas 24:36-43; Yohanes 20:27).
Tetapi kedua: ada juga perbedaan antara rupa manusia Yesus dahulu
dengan Dia yang sudah bangkit (Markus 16:12; Yohanes 20:14). Ada
diceritakan, bahwa Dia yang telah bangkit itu masuk ke dalam rumah
yang pintunya terkunci (Yohanes 20:19). Rasul Paulus berkata tentang
sebuah tubuh rohani (1 Korintus 15:44); tetapi orang yang "ingin
tahu" sampai mengerti segala-galanya, mereka disebutkannya "orang
bodoh"! (ayat 36).
Sebab itu baiklah kita arahkan perhatian kita kepada soal praktis:
"Apakah faedah kebangkitan Kristus untuk kita?" Jawabannya:
1. Kita beroleh pengampunan dosa dan menjadi "orang yang benar" di
hadapan Allah, berdasarkan kemenangan yang diperjuangkan Kristus
sebagai pengganti kita (1 Korintus 15:17; Roma 4:25).
2. Oleh karena "manusia lama" itu sudah "disalibkan bersama
Kristus", maka dalam hidup inipun kita dibangkitkan untuk memulai
suatu kehidupan yang baru (Roma 6:5-6).
3. Oleh karena Yesus adalah "manusia pertama" yang sudah
dibangkitkan, maka kita pun menanti-nantikan kebangkitan kita
juga pada waktu kemenangan-Nya akan dinyatakan kelak
(1 Korintus 15:20-23).
Jadi jelas bahwa Injil dapat juga disebut "Injil tentang Yesus dan
tentang kebangkitan-Nya" (Kisah Para Rasul 17:18). Andaikata Ia
tidak benar-benar dibangkitkan, maka pemberitaan gereja hanyalah
omong kosong belaka dan kepercayaan kita tidak ada isinya; kita
masih tetap takluk kepada dosa, dan tetap menjadi warganegara
kerajaan maut (1 Korintus 15:12-19). Tetapi Kristus telah bangkit;
Dialah Tuhan yang hidup, kini dan untuk selama-lamanya!
(1 Korintus 15:20). Syukurlah bagi Allah yang sudah memberikan
kepada kita kemenangan, yakni dengan perantaraan Yesus Kristus
(1 Korintus 15:57).
Sumber: Intisari Iman Kristen, Dr. B.J. Boland, , halaman 45 - 46, PT BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1993.
Tips MengajarAneka Kegiatan PASKAH
Hari PASKAH tidak selalu harus diisi dengan kegiatan yang
berhubungan dengan telur. Banyak kegiatan bermanfaat lainnya yang
dapat Anda dan anak-anak lakukan. Kegiatan-kegiatan tersebut bisa
menjadi sebuah kegiatan yang berarti bagi Anda dan anak-anak.
ANEKA KEGIATAN PASKAH
1. Pertimbangkanlah untuk beribadah di alam terbuka pada waktu
matahari terbit. Tentukanlah sebuah tempat di luar rumah atau
luar kelas sebagai tempat untuk membaca dan berdoa bersama
keluarga atau murid-murid Anda sambil menyaksikan matahari
terbit. Setelah itu rencanakanlah makan pagi bersama yang khusus.
2. Bila Anda berkumpul bersama dengan keluarga besar atau teman-
teman untuk makan malam Paskah, anak-anak dapat menceritakan apa
yang telah mereka nikmati saat beribadah bersama keluarga selama
satu pekan yang lalu.
3. Ada banyak makanan tradisional sehubungan dengan Natal. Anda
dapat menentukan beberapa makanan unik yang akan keluarga Anda
santap pada hari Paskah. Dalam beberapa budaya disajikan sepotong
roti manis yang dinamakan roti Paskah. Barangkali Anda memiliki
makanan khusus yang ingin Anda santap dalam merayakan Paskah.
[Catatan Redaksi: Bersama anak-anak SM yang lebih besar, guru SM
bisa membuat kue kering yang di atasnya diberi gambar/hiasan
ekspresi DUKACITA :( dan sebagian lagi ekspresi orang SUKACITA :)
Kue dengan gambar Dukacita menggambarkan perasaan kita ketika
melihat kematian Kristus, kue gambar Sukacita menggambarkan
perasaan gembira kita karena kebangkitan Kristus.]
4. Setiap anggota keluarga atau anak-anak dalam kelas SM Anda dapat
menulis sepucuk surat pendek pada dirinya sendiri. Tuliskan pula
dalam surat itu hal-hal yang amat berarti dalam PASKAH tahun ini
atau beberapa tujuan rohani yang diharapkan tercapai pada tahun
depan. Anak-anak kelas kecil dapat mendiktekannya pada orang
dewasa atau guru mereka. Masukkan surat-surat ini ke dalam sebuah
amplop yang tertutup. Simpanlah amplop ini sampai PASKAH yang
akan datang. Anak-anak akan senang sekali melihat kembali apa
yang mereka tulis setahun yang lalu dan melihat bagaimana tulisan
mereka bertambah baik.
Sumber: Kristus dalam PASKAH, Charles Colson, Billy Graham, Max Lucado, dan Joni Eareckson Tada, , halaman 70 - 71, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1998.
Bahan MengajarKebangkitan Yesus
Tujuan Umum:
Anak mengenal dan memahami Allah yang rela mengorbankan diri-Nya
untuk menyelamatkan manusia di dalam dan melalui Yesus Kristus.
Bahan Alkitab:
Lukas 24:1-12
Tujuan Khusus:
Anak dapat:
- Menceritakan kembali cerita kebangkitan Yesus.
- Menjelaskan sikap/tanggapan para murid ketika mendengar berita
kebangkitan Tuhan Yesus.
- Menjelaskan hal yang akan ia lakukan sebagai seorang Kristen yang
mempunyai Tuhan yang hidup.
Materi Pelajaran:
UNTUK GURU
1. Penjelasan bahan Alkitab:
Kebangkitan Yesus merupakan satu peristiwa yang sulit dimengerti
secara rasional oleh manusia. Peristiwa yang penuh misteri ini
juga merupakan peristiwa yang penuh rahasia dan sulit dimengerti
secara rasional oleh penulis Injil Lukas. Itu sebabnya untuk
menggambarkan "misteri" kebangkitan Yesus ini, penulis melukiskan
dengan kubur kosong, kehadiran malaikat, serta keragu-raguan para
pendengar berita ini.
Apa yang disampaikan oleh penulis Lukas memang bukanlah dalam
rangka memberi jawaban yang pasti dapat diterima secara
memuaskan, sebab penulis memang hanya mau menjelaskan rahasia
yang tidak terpikirkan dalam batas-batas kemanusiaan kita. Jadi,
tepatnya penulis Injil Lukas mau menerangkan bahwa Yesus sudah
bangkit tanpa memberi penjelasan bagaimana kebangkitan itu. Dan
ia mau menunjukkan bukti-bukti berupa kubur kosong (sebagai
tanda), serta kehadiran malaikat yang buat orang Yahudi merupakan
tanda kehadiran Allah.
2. Renungan:
Kalau Anda "mendengar" berita bahwa seseorang yang sangat Anda
cintai berhasil menjalani operasi, tentu reaksi pertama Anda
adalah gembira, tapi juga diikuti perasaan ragu-ragu. Sebab apa?
Sebab Anda "hanya mendengar" dari orang lain; bukan melihat
dengan mata kepala sendiri. Dan kalau bisa digambarkan situasinya
pada waktu itu, Anda pasti gugup, gembira dan juga bertanya-tanya
dalam hati menanggapi berita ini.
Nah, gambaran ini pula yang terjadi pada para perempuan yang
mendengar kabar tentang kebangkitan Yesus. Mereka gembira,
sekaligus juga gugup dan bertanya-tanya. Tapi kabar yang mereka
dengar itu bukan hanya diterima dan didengarkan saja oleh mereka,
melainkan mereka teruskan kepada orang lain. Ada satu keberanian
yang luar biasa menyelubungi mereka untuk mampu menyampaikan
berita ini dengan segala resiko yang harus ditanggung.
Ya, berita kebangkitan yang mengundang rasa gembira plus tanda
tanya ini mampu memberi gairah, semangat, bahkan kepercayaan yang
kuat dalam diri perempuan-perempuan ini. Mereka yang tersisih dan
tidak dipercaya oleh masyarakat, kini memiliki keyakinan bahwa
berita ini harus juga didengar oleh orang lain.
Kalau berita yang telah diterima oleh para perempuan dua ribu
tahun lalu mampu menggugah manusia yang mendengarnya, kini
pertanyaan buat kita selaku guru, apakah berita itu juga masih
menggugah kita? Tidak hanya sampai di situ, apakah berita itu
juga mampu kita sampaikan kepada orang kain, khususnya dalam
rangka tugas pelayanan kita di sekolah minggu?
CERITA PASKAH
Pernahkah anak-anak ikut bersama ibu atau bapak pergi berjalan-
jalan di pagi hari, waktu keadaan masih agak gelap? Bagaimana
perasaan anak-anak ketika itu? Dingin, sepi, gelap atau bagaimana?
Nah, apa yang dialami oleh anak-anak itu pernah juga dialami oleh
beberapa ibu yang akan pergi mengunjungi kubur Yesus. Pagi-pagi
sekali para ibu itu berjalan tanpa bersuara, sebab semuanya,masih
bersedih hati. Bagaimana mereka tidak bersedih hati? Seorang yang
mereka amat kasihi telah mati disalib.
Adik-adik, biasanya kalau orang pergi ke kubur tentu ada bunga-bunga
yang mereka bawa untuk ditaburkan di atas kuburan sebagai tanda
cinta kasih. Ibu-ibu ini pun demikian, tapi bukan bunga yang dibawa
oleh mereka, melainkan rempah-rempah harum dan minyak wangi. Mereka
bermaksud hendak melumuri dan menyirami jenazah Yesus dengan minyak
dan rempah-rempah itu, supaya jenazah Yesus tidak cepat busuk.
Setelah berjalan agak lama, akhirnya mereka sudah mendekati kubur
Yesus. Tapi tiba-tiba Ibu Maria berteriak, "Hei lihat, batu yang
menutupi kubur Yesus telah terguling!"
Para ibu itu terkejut sekali. Namun setelah itu secara perlahan-
lahan mereka lebih mendekati kubur Yesus.
"Siapa yang telah membuka kubur itu?" tanya Ibu Yohana sambil
berbisik.
Mungkin ada tentara Romawi yang mau mencuri mayat Tuhan Yesus,"
jawab Maria dengan perlahan pula.
"Ah, tidak! Tidak mungkin mereka berbuat demikian. Aku akan menuntut
mereka jika memang benar mereka melakukan hal itu," kata Ibu Yohana
lagi sambil mulai menangis
Mereka lalu cepat-cepat menghampiri kubur itu dan melongok ke
dalamnya. Ternyata benar dugaan para ibu itu. Jenazah Yesus sudah
tidak ada lagi di dalam kubur. Tentu saja para ibu menjadi
kebingungan.
Sementara para ibu itu berdiri di situ sambil kebingungan, tiba-tiba
dua orang malaikat dengan pakaian berkilau berdiri di dekat para ibu
itu. Mereka ketakutan sekali, sujud sampai ke tanah.
Kedua malaikat itu berkata, "Mengapa kalian mencari orang hidup di
antara orang mati? Ia tidak ada di sini; Ia sudah bangkit! Ingatlah
pada apa yang sudah dikatakan-Nya kepada sewaktu Ia masih di
Galilea. Bahwa Anak manusia harus diserahkan dan kepada orang
berdosa, lalu disalibkan, dan pada hari yang ketiga Ia akan
bangkit."
Maka ingatlah wanita-wanita itu akan kata-kata Yesus dan mereka
bersukacita. Begitu sukacitanya mereka sehingga tak ada lagi rasa
takut. Yang ada cuma rasa gembira yang luar biasa. Karena itu mereka
lalu bersepakat untuk memberitahukan kabar gembira ini kepada teman-
teman lainnya
"Apakah teman-teman kita akan percaya pada apa yang kita ceritakan
nanti?" tanya Ibu Yohana.
"Ah, meskipun mereka tidak percaya, kita harus tetap menyampaikan
berita ini," tegas Ibu Maria.
Dan memang benar dugaan Ibu Yohana. Ketika para murid mendengar
cerita dari para ibu itu, mereka tidak percaya.
"Bagaimana mungkin kita bisa mempercayai berita dari para ibu ini?
Hari masih terlalu pagi untuk mereka mendapatkan berita," demikian
kata salah seorang murid.
"Ya, cerita mereka itu pasti hanyalah mimpi saja. Bukankah Maria
sejak kemarin kerja keras mempersiapkan bahan-bahan untuk ziarah ke
kubur Yesus? Dia pasti terlalu letih sekarang," Petrus menambahkan.
"Tidak, kami tidak berdusta. Berita ini bukan mimpi. Kami sungguh-
sungguh melihat kubur itu telah kosong, dan kami tidak menjumpai
mayat Tuhan. Kami bahkan bertemu dengan dua orang yang sungguh
menakjubkan. Seluruh tubuh orang itu bersinar sehingga kami menjadi
takut. Dan merekalah yang mengabarkan kebangkitan Tuhan kepada
kami," kata Maria dengan bersungguh-sungguh untuk meyakinkan teman-
temannya.
Sementara para murid berbicara tentang berita yang disampaikan oleh
para wanita itu, diam-diam Petrus menyelinap pergi ke kubur Tuhan
Yesus.
"Astaga benar juga apa yang mereka katakan. Kubur ini telah terbuka
dan di dalam kubur cuma ada kain kafan (kain pembungkus mayat)
saja," bisik Petrus seorang diri. Setelah itu Petrus pulang dengan
hati yang terus bertanya-tanya, apa sebenarnya yang telah terjadi?
Anak-anak, kebangkitan Tuhan Yesus telah membuat para ibu itu berani
memberitahukan kabar sukacita ini kepada orang lain. Dan cerita
tentang kebangkitan Tuhan Yesus yang kita dengar hari ini juga
adalah karena para ibu itu yang mula-mula membawa berita lalu
diteruskan lagi, dan diteruskan lagi oleh orang-orang yang
mendengar, sehingga hari ini kita juga boleh mendengarnya. Dan
tentunya kita pun akan meneruskan cerita kebangkitan ini kepada
orang lain, bukan?
Sumber: Pedoman Sekolah Minggu Anak Kecil (Umur 7 - 9 Tahun) Tahun II Jilid I, , halaman 112 - 114 dan 121 - 124, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1994.
Bahan MengajarHari Kebangkitan
Persiapan:
- Buatlah sebuah salib dari kayu kasar atau ranting pohon.
- Gambarlah kubur kosong yang terbuka.
- Buatlah hati yang besar berwarna putih.
(Semua yang Anda buat di atas ukuran tingginya ± 40 cm.)
Bacaan Alkitab:
Matius 28:1-7
Renungan:
Hari ini adalah hari PASKAH. Dapatkah seseorang menceritakan mengapa
kita merayakan hari PASKAH?
Beratus-ratus tahun yang lalu Yesus mati di kayu salib. Walaupun Dia
tidak seharusnya mati, Ia mau mati supaya dosa kita dapat diampuni
dan kita dapat pergi bersama Dia sehari kelak.
Sukar untuk membayangkan kesedihan para pengikut Yesus sesudah
peristiwa penyaliban yang mengerikan itu. Itulah hari yang paling
menyedihkan dalam hidup mereka. Tetapi sesuatu terjadi pada Minggu
pagi sesudah Yesus disalibkan dan dikuburkan. Wanita-wanita yang
pergi ke kubur bertemu dengan seorang malaikat yang mengatakan
sesuatu yang mengubah kesedihan mereka menjadi kesukacitaan.
Apakah yang dikatakan malaikat itu kepada mereka?
1. "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang
disalibkan itu." Ini memberi tahu mereka bahwa mereka berada di
tempat yang betul, mereka tidak keliru. Malaikat memberi tahu
mereka bahwa mereka tidak usah takut dengan semua peristiwa yang
ajaib itu.
2. "Ia tidak ada di sini, sebab la telah bangkit, sama seperti yang
telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat la berbaring."
Mungkinkah itu? Benarkah perkataan malaikat itu? Oh, sungguh
indah sekali ketika mereka melihat kubur yang kosong.
3. "Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa
la telah bangkit dari antara orang mati." Malaikat itu
mengatakan bahwa mereka harus pergi menceritakan kepada orang
lain kesukacitaan mereka itu.
Perkataan malaikat itu berarti bahwa ada dua tempat yang kosong:
yakni salib dan kubur (tunjukkan alat peraga). Yesus tidak menderita
lagi di kayu salib. Dia juga tidak mati lagi dalam kubur. Hukuman
dosa telah dilaksanakan dan Yesus hidup lagi.
Itu juga berarti bahwa kita dapat diselamatkan dari dosa dan
memperoleh hidup kekal (tunjukkan hati). Yesus berkata, "Sebab Aku
hidup ... kamupun akan hidup." Kebangkitan Yesus menyediakan
kehidupan di surga bagi kita semua. Hati kita disucikan dan penuh
sukacita, oleh sebab apa yang dilakukan Yesus bagi kita!
Sumber: Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2, , halaman 41 - 42, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1996.
Dari Anda Untuk AndaUcapan Selamat PASKAH
Dari: Devi D. <dedevi@>
>Syalom,
>Saya ingin mengucapkan selamat PASKAH untuk tim redaksi Bina Anak
>semua. Tambah semangat lagi dalam pelayanan dan bekerja untuk
>kemuliaan nama-Nya. Terima kasih untuk kirimannya selama ini.
>Terpujilah nama-Nya.
Redaksi:
Selamat PASKAH pula kami ucapkan untuk Anda dan untuk semua rekan-
rekan pembaca e-BinaAnak :)
Bagaimana perayaan PASKAH di Sekolah Minggu Anda masing-masing?
Adakah acara istimewa yang Anda lakukan dengan anak-anak Sekolah
Minggu Anda? Atau apakah acara PASKAH kali ini memberikan kesan
yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya? Maukah Anda
mensharingkannya dengan para pembaca e-BinaAnak yang lain? Siapa
tahu dapat menjadi berkat yang besar. Kami tunggu sharing Anda, ya?
Mutiara GuruMimpi dimulai dengan seorang guru
yang percaya kepada Anda, yang menarik dan
mendorong serta memimpin Anda
ke tingkat berikutnya, kadang menyodok Anda
dengan tongkat tajam yang disebut "kebenaran".
- Dan Rather -
|