Salam dari Redaksi
Salam kasih dalam Kristus Yesus,
Menolong anak untuk ikut ambil bagian dalam melakukan pekerjaan
rumah merupakan hal yang sangat bermanfaat. Dengan mengajarkan
bagaimana mengerjakan pekerjaan di rumah, berarti kita telah ikut
menanamkan sikap-sikap positif dalam diri anak-anak, misalnya sikap
bertanggung jawab, melayani, menolong, rajin, taat, dan lain
sebagainya. Anak yang sejak kecil tidak diajak untuk membantu
mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga cenderung bertumbuh
menjadi anak yang kurang trampil dan malas. Nah, gunakanlah masa
liburan ini untuk membangun sikap-sikap positif dalam diri anak
dengan cara membantu orang tua mereka di rumah.
Edisi yang kami beri judul "Bekerja di Rumah" ini merupakan edisi
terakhir dalam rangkaian pembahasan mengenai aktivitas anak untuk
mengisi hari libur. Satu Artikel mengenai "Pembagian Kerja di Dalam
Rumah" merupakan wacana apik bagi para orang tua maupun para
pendidik. Selain itu kami sajikan juga dua Tips Mengajar dan satu
Bahan Mengajar seputar kegitan membantu orang tua di rumah yang
dapat digunakan untuk mengajar di kelas. Kami yakin bahan-bahan yang
kami sajikan ini akan menolong Anda, sebagai guru-guru SM, untuk
dapat lebih terlibat dalam kehidupan anak dan memberi pengaruh yang
positif untuk hari depan mereka.
Selamat bertemu lagi di bulan Juli dengan tema yang baru!
Tim Redaksi
"Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu
yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah,
Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
(Matius 28:20)
ArtikelPembagian Kerja di Dalam Rumah
Kalau seorang anak kecil demikian asyiknya mencuci piring, jangan
selalu Anda kira ia sedang membuat piring atau gelas benar-benar
bersih. Anak itu lebih asyik dengan gelembung atau busa sabun serta
gelas-gelasnya yang begitu saja tenggelam dan hilang dalam air. Sama
halnya kalau si kecil bekerja dengan pipa selang air. Lebih banyak
air yang tersembur-sembur keluar daripada yang menyiram ke tanaman.
Si anak kemudian akan berpikir, bagaimana air itu bisa memancar
sampai begitu jauh? Apa yang membuatnya demikian? Baginya, hal ini
merupakan sesuatu yang perlu diselidiki lebih lanjut. Di lain pihak
ia merasa bangga, dengan hanya memencet sebagian dari mulut
selangnya, pancaran air jadi semakin deras dan jauh. Dengan
kemampuan semacam ini, perasaan anak berkembang. Dan ini sebaiknya
kita rangsang lagi dengan mengajaknya melakukan berbagai tugas
kecil.
Memang tidak dapat disangkal lagi, bahwa pekerjaan rumah tangga yang
biasa dilakukan sehari-hari, sangat banyak ragamnya. Dari mulai
mencuci pakaian, menyetrika, membersihkan rumah, memasak serta
menyediakan makanan sampai mencuci piring, semuanya menyita banyak
waktu. Karena itu jika semua pekerjaan ini dikerjakan seorang diri,
mungkin akan baru selesai larut malam. Walaupun sudah ditolong
dengan adanya alat rumah tangga listrik, tetap saja tugas-tugas
rutin ini baru dapat diselesaikan, paling tidak lebih dari delapan
jam. Berdasarkan kenyataan ini, masuk akallah jika pekerjaan ini
tidak mungkin dapat kita selesaikan sendiri. Tentu akan lain jadinya
jika setiap anggota keluarga mau turun tangan untuk membantu
meringankan beban Anda semua. Pekerjaan mungkin dapat selesai dalam
waktu yang lebih singkat, dan Anda masih mempunyai waktu untuk
beristirahat.
Pada dasarnya hampir semua jenis pekerjaan di dalam rumah dapat
dilakukan anak, kecuali tentu saja yang berbahaya. Anda bisa
menimbang sendiri pekerjaan apa saja yang boleh dikerjakannya.
Kemudian perlu diperhatikan bahwa pemberian tugas ini sebaiknya
dilakukan secara bertahap sesuai dengan usia anak. Semakin tua usia
anak, semakin mampu ia mengerjakan pekerjaan yang lebih sukar. Hal
ini berarti anak yang masih kecil sebaiknya jangan diberi tugas yang
berbahaya baginya, misalnya untuk anak tiga tahun tugas mencuci
piring tidaklah tepat, karena ada kemungkinan piring akan
tergelincir dan pecah. Pecahannya bisa melukai, sehingga menjadi
cidera. Tugas ini lebih cocok jika diberikan kepada anak yang lebih
besar, misalnya 11-12 tahun. Anak sudah mampu lebih berhati-hati dan
ia pun sudah lebih trampil.
Pada tahap permulaan, latihan-latihan yang bisa dilakukan anak
adalah membereskan alat permainan sesudah mereka puas bermain.
Setelah anak agak besar, ia bisa diajarkan jenis pekerjaan yang agak
sulit seperti membantu ibu membereskan rumah, misalnya merapikan
tempat tidur, menyapu lantai, melap kaca dan lain-lain. Juga ia bisa
dibiasakan untuk selalu menyimpan baju kotor langsung ke keranjang
cucian.
Menurut para pendidik dan psikolog, banyak sekali keuntungan yang
dapat diperoleh dengan memberikan tugas, berupa pekerjaan rumah-
tangga kepada anak. Pertama-tama adalah latihan 'mengingat',
misalnya saja setiap bangun tidur anak diwajibkan untuk melipat
selimut dan membereskan tempat tidur. Atau bisa juga diberi tugas
untuk memberi makan binatang peliharaan. Pada mulanya mungkin ia
harus diingatkan setiap hari, tetapi lama-kelamaan ia dengan
otomatis akan menyelesaikan tugasnya. Di samping itu pemberian tugas
kepada anak di samping dapat meringankan beban Anda juga secara
tidak langsung menolong anak untuk melatih diri dalam bertanggung
jawab dan bergotong-royong.
Pada umumnya anak belum sepenuhnya mengerti bahwa setiap orang itu
harus melakukan sesuatu yang ada manfaatnya. Tetapi satu hal yang
dituntutnya dari diri sendiri, pekerjaan sekecil apa pun yang sudah
dimulainya harus diselesaikannya sendiri. Hal ini hampir-hampir bisa
disebut sebagai rasa tanggung jawab akan tugas yang mulai timbul
pada seorang anak. Kebebasan seperti yang dialaminya dulu, yang
bersifat main-main dan asal sibuk, lambat laun menghilang dan
berganti dengan kesungguhan. Artinya anak telah siap untuk
melaksanakan tugas-tugas kecilnya atau bekerja dengan bermacam-macam
alat dan bahan sesuai dengan kemampuan yang ada pada dirinya.
Selanjutnya dalam hal mengatur pembagian kerja, terkadang dijumpai
kesulitan. Pekerjaan dalam rumah tangga memang beraneka ragam. Ada
yang menarik untuk anak-anak; tetapi banyak juga yang membosankan.
Karena ada pekerjaan yang agak menarik dan ada yang kurang disukai,
pembagian tugas perlu dilakukan dengan hati-hati. Kalau pembagian
kurang adil, bisa-bisa nanti ada yang menerima tugasnya dengan
marah-marah. Agar pembagian tugas dirasa adil, ada orang tua yang
memberi tugas secara bergilir. Misalnya minggu ini anak yang tertua
tugasnya menyapu halaman. Minggu berikutnya ia bertukaran tugas
dengan si adik yang biasanya menyirami tanaman di kebun.
Untuk merangsang anak bekerja, ada orang tua yang memberi upah
berupa kue atau uang. Tetapi rasanya lebih baik bila Anda meniru
beberapa orang tua lainnya yang berusaha untuk menciptakan suasana
bermain. Misalnya dengan mengatakan "Ayo, siapa yang lebih dulu
selesai membereskan kamar?" Cara ini kelihatannya lebih berhasil
daripada bila orang tua memerintah anak-anak dengan cara yang kaku.
Anak-anak yang masih kecil itu belum begitu merasakan "sakitnya"
mata melihat ruangan yang tidak rapi, dan juga belum terbiasa dengan
pekerjaan semacam itu. Karenanya, orang tua tidak perlu berharap
terlalu banyak dari mereka.
Suatu kenyataan, kebanyakan orang tua cenderung untuk melibatkan
anak perempuan saja dalam pekerjaan rumah tangga sehari-hari.
Bagaimana pun juga hal ini sangat disayangkan, karena pada kurun
usia 2-4 tahun justru dasar rasa tanggung jawab dan penyesuaian diri
sedang tumbuh. Bila anak sejak kecil terbiasa dilibatkan dalam
pekerjaan rumah tangga, kelak dapat diharapkan ia akan tumbuh jadi
orang yang bertanggung jawab dan mampu menyesuaikan diri dalam
berbagai situasi. Karena itu, berikan pada anak, baik yang laki-laki
maupun perempuan, tugas-tugas kecil yang menjadi tanggung jawabnya
sendiri. Anak akan menerimanya dengan wajar dan senang, sedangkan
orang tua akan merasa kagum tentang betapa banyaknya hal-hal yang
dapat dipelajari anak-anak mereka. Dan yang paling penting dari
semuanya adalah penghargaan orang tua atas itikad baik si anak.
Sumber: Butir-Butir Mutiara Rumah Tangga, Alex Sobur, , halaman 261 - 264, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1987.
Tips MengajarMengajarkan Anak untuk Membantu Orang Tua
Pekerjaan rumah tangga bukan hanya tanggung jawab orang tua. Hal ini
perlu ditekankan oleh para guru SM kepada anak-anak didiknya.
Bekerja di rumah merupakan salah satu kewajiban setiap anak. Satu
hal yang perlu diingat oleh guru-guru bahwa ada anak-anak yang
memang sudah dibiasakan untuk membantu orang tua mereka di rumah,
tetapi ada juga anak-anak yang tidak dibiasakan karena sudah ada
pembantu rumah tangga. Walaupun demikian, dalam diri setiap anak
haruslah ditanamkan sikap mau menolong/membantu untuk melakukan --
paling tidak -- sebuah pekerjaan kecil di rumah. Misalnya merapikan
tempat tidur sendiri, menjaga kebersihan kamar mereka sendiri,
mengatur barang-barang pribadi mereka, dan lain-lain. Mengajarkan
anak untuk membantu pekerjaan di rumah akan menolong anak untuk
belajar bertanggung jawab dan mengerti kewajiban sebagai anggota
keluarga. Kebiasaan baik ini akan menolong anak untuk juga memiliki
tanggung jawab ketika mereka berada di luar rumah, misalnya ketika
ada di Sekolah Minggu.
Tentunya tidak akan ada kesulitan untuk mengajarkan mengenai hal ini
kepada anak-anak yang sudah terbiasa membantu orang tua mereka di
rumah. Tapi bagaimana dengan mereka yang memang tidak dituntut orang
tua mereka untuk membantu mengerjakan pekerjaan di rumah karena
banyaknya fasilitas yang mereka miliki? Mereka tetap harus diajarkan
mengenai hal tersebut. Tidak salah jika kita, sebagai seorang guru
SM, untuk mengajarkan ha-hal ini kepada mereka, karena hal ini akan
bermanfaat untuk membangun karakter yang baik dalam diri anak.
Berikut ini cara-cara yang dapat Anda lakukan:
- Pada masa liburan ini berikan satu pelajaran khusus mengenai
bekerja di rumah dalam ibadah di SM. Nasehat yang disampaikan
melalui cerita biasanya akan melekat dalam hati anak-anak karena
lebih mudah didengar dan diingat oleh anak-anak daripada pidato
panjang yang bertele-tele. [Dalam edisi ini kami selipkan satu
Bahan Mengajar yang dapat Anda gunakan untuk menolong anak
mengerti pentingnya melakukan pekerjaan rumah.]
- Buat satu program liburan SM yang dapat memberikan contoh kepada
anak-anak tentang pekerjaan-pekerjaan apa saja yang dapat mereka
lakukan di rumah. Salah satu program yang bisa dilakukan pada
waktu liburan adalah dengan mengajak anak-anak (khusus untuk
Kelas Besar) untuk menginap di ruangan kelas SM atau di tempat
yang memungkinkan untuk ditinggali selama satu hari satu malam.
Jadikan ruangan tersebut betul-betul seperti di rumah mereka dan
Anda sebagai guru berperan sebagai orang tua mereka. Selain
belajar Firman Tuhan dan memuji Tuhan, ajak mereka untuk menyapu,
menyiram tanaman, merapikan tempat tidur/alas tidur mereka
sendiri, membantu menyiapkan makanan, membantu memasak, dan lain
sebagainya. Jangan lupa untuk menekankan maksud daripada program
ini yaitu untuk menunjukkan pada mereka hal-hal kecil yang dapat
mereka lakukan untuk membantu orang tua mereka dan untuk
menanamkan dalam diri mereka bahwa sebenarnya membantu orang tua
itu adalah tugas yang sangat menyenangkan. Program ini adalah
kegiatan liburan yang sangat menyenangkan dan akan berkesan dalam
hati mereka. Setelah program berakhir dorong mereka berkomitmen
untuk membantu orang tua mereka dengan senang hati dalam
mengerjakan pekerjaan rumah.
- Buat satu daftar pekerjaan ringan dan bagikan daftar itu kepada
mereka. Minta mereka memilih pekerjaan yang paling menyenangkan
bagi mereka. Daftar pekerjaan itu harus mereka bawa pulang untuk
ditunjukkan kepada orang tua mereka sehingga orang tua juga tahu
bahwa anak-anak mau membantu mereka. Daftar pekerjaan harus
berisi pekerjaan yang ringan dan mampu dilakukan oleh anak-anak
seusia mereka, misalnya merapikan tempat tidur, merapikan kamar,
menjaga adik, menyapu halaman, menyiram bunga, memberi makan
binatang peliharaan, dll.
- Buat daftar piket untuk kelas SM. Yang mendapatkan tugas piket
harus datang lebih awal setiap hari Minggu untuk membersihkan
ruangan, misalnya membersihkan papan tulis, merapikan tempat
duduk, menyapu, dll. Dengan membiasakan mereka melakukan
pekerjaaan tersebut di SM, lambat laun mereka juga dapat
menerapkannya di rumah. Jangan lupa bahwa harus ada juga seorang
guru SM yang ikut melakukan piket bersama-sama dengan mereka.
Itulah beberapa tips yang dapat Tim Redaksi bagikan. Jika anak-anak
terlihat tidak terlalu bersemangat dengan hal-hal tersebut, tidak
masalah! Jangan mudah menyerah, berdoalah dan tetap berikan teladan
kepada mereka. Selamat mengajar!
Tips MengajarHal-hal yang perlu Diwaspadai ketika Membantu Pekerjaan di Rumah
Senang rasanya jika anak-anak didik kita menanggapi dengan antusias
pelajaran mengenai membantu pekerjaan orang tua di rumah. Kita akan
lebih bersukacita lagi apabila mereka betul-betul mempraktekkan hal
tersebut di rumah mereka. Namun, dibalik rasa sukacita itu, kita
tidak boleh lupa bahwa ada hal-hal penting yang harus diingatkan
oleh guru kepada anak-anak yaitu kewaspadaan.
Satu hal yang harus kita waspadai adalah adanya resiko yang dapat
membahayakan anak ketika mereka membantu pekerjaan rumah. Anak-anak
cenderung meniru apa saja yang dilakukan orang tua mereka. Melihat
ibu mereka sedang menyetrika, mengepel, atau memasak, maka anak-anak
perempuan juga ingin melakukan hal tersebut. Melihat sang ayah
sedang memakukan paku ke dinding, membetulkan mesin mobil,
memperbaikan peralatan rumah tangga, maka seorang anak laki-laki
pasti akan mencoba-coba hal yang sama. Keinginan yang timbul dari
seorang anak untuk membantu orang tua mereka merupakan hal yang
positif, tetapi waspadailah juga bahaya yang dapat ditimbulkan.
Selain orang tua, kita sebagai guru dapat pula memperingatkan anak-
anak akan bahaya-bahaya yang dapat mencederai mereka ketika
melakukan pekerjaan di rumah. Ingatkan mereka untuk selalu berhati-
hati dan sebaiknya menghindari pekerjaan berat yang memiliki resiko
tinggi, seperti menyetrika baju, membakar sampah, dll. Jelaskan
kepada mereka resiko-resiko apa saja yang dapat terjadi dan solusi
untuk menghindari hal-hal tersebut. Berikut ini hal-hal berbahaya
yang dapat terjadi pada anak-anak -- khususnya anak usia SD --
ketika membantu orang tua mereka, dan penjelasan yang dapat Anda
berikan agar anak-anak dapat bekerja dengan lebih hati-hati.
- Jatuh
Resiko yang paling mungkin terjadi ketika anak-anak sedang
membantu orang tua adalah terjatuh/terpleset. Misalnya ketika
mereka ingin membantu mengepel lantai, nasehatilah agar jangan
menggunakan air dan sabun yang terlalu banyak agar mereka tidak
mudah terpeleset. Atau ketika sedang menggunakan peralatan-
peralatan tertentu untuk membantu ayah mereka memperbaiki
sesuatu, anjurkan mereka untuk langsung menyimpannya di tempat
yang sudah ditentukan agar kaki mereka tidak tersandung atau
terjatuh oleh alat-alat yang berserakan itu. Atau jika mereka
membantu membersihkan rumah sehingga mengharuskan mereka untuk
berdiri di atas kursi atau meja, ingatkan untuk berhati-hati dan
tidak sembarangan berdiri agar tidak jatuh.
- Terluka
Ketika bekerja, jangankan anak-anak, orang dewasa pun sering
terluka. Entah itu teriris pisau, tertusuk paku, terpukul oleh
palu, terjepit pintu, tertusuk pecahan gelas/piring dll. Anak-
anak yang tingkat kehati-hatiannya masih rendah perlu diingatkan
mengenai hal ini. Lebih baik Anda menjelaskan bahwa pekerjaan
yang menggunakan benda-benda tajam bukanlah pekerjaan mereka.
Mereka boleh belajar dengan memperhatikan bagaimana orang tua
mereka bekerja dengan menggunakan alat-alat tersebut tetapi
jangan menggunakannya sendiri tanpa pengawasan orang tua. Ajarkan
mereka untuk selalu berhati-hati dalam bekerja, khususnya jika
mereka memegang/membersihkan benda-benda yang dapat pecah, agar
terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
- Terbakar/Kebakaran
Anak-anak sangat suka bermain dan bekerja dengan hal-hal yang
dianggapnya penuh dengan tantangan. Membantu orang tua memasak,
membakar sampah, menyalakan lilin, menyulut korek api,
menyalakan/mematikan barang-barang elektronik, dll. bisa jadi
merupakan hal-hal yang mereka sukai. Namun resiko kebakaran/
terbakar sangat besar. Oleh karena itu anak-anak harus betul-
betul waspada akan bahaya yang bisa menimpa mereka/rumah mereka.
Sebagai guru lebih baik anjurkan agar murid-murid Anda tidak
mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan api dan alat-alat
listrik kecuali ada orang tua/dewasa yang mengawasinya atau
mendampinginya. Jika mereka ingin mengunakan barang-barang
elektronik, ingatkan mereka untuk menggunakan alas kaki yang
terbuat dari karet untuk mencegah mereka tersengat oleh aliran
listrik.
- Keracunan
Tanpa disengaja anak-anak bisa saja mengalami keracunan saat
membantu orang tua mereka. Obat nyamuk, cairan pembersih lantai,
minyak tanah, sabun, dll. merupakan benda-benda yang dapat
meracuni kita. Walaupun sebagai guru kita tidak dapat mengawasi
secara langsung bagaimana tingkah anak-anak itu di rumah, namun
paling tidak kita dapat memberi peringatan kepada mereka untuk
selalu berhati-hati dengan cairan-cairan tersebut. Ingatkan
untuk selalu mencuci tangan setelah mereka selesai bekerja,
khususnya jika tangan mereka telah menyentuh cairan-cairan atau
benda-benda yang dapat meracuni mereka. Lebih baik meminta
petunjuk orang tua agar mereka bisa lebih waspada dalam
menggunakannya.
Uraian yang Tim Redaksi tuliskan di atas, tidak dapat dijadikan
alasan untuk malah melarang anak membantu pekerjaan orang tua mereka
di rumah. Justru melalui tulisan ini kami harapkan para pendidik
dapat memberitahukan kepada anak-anak tentang bahaya dan resiko yang
dapat terjadi ketika bekerja membantu pekerjaan rumah, sekaligus
mengajarkan kepada mereka bagaimana cara menghindari bahaya/resiko
tersebut. Selain itu anak-anak juga perlu diingatkan bahwa semangat
mereka untuk membantu orang tua tidak berarti bahwa mereka dapat
mengerjakan semua pekerjaan yang mereka inginkan. Mereka masih perlu
banyak belajar, mintalah mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan yang
memiliki resiko kecil dan aman bagi mereka.
Bahan MengajarApakah Kamu Suka Mencuci Piring?
Untuk menolong anak-anak mengerti pentingnya melakukan pekerjaan di
rumah, pakailah Bahan Mengajar berikut ini. Berdoalah terlebih
dahulu agar Anda diberi hikmat oleh Tuhan sehingga apa yang Anda
ajarkan dapat tertanam dalam hati anak-anak.
APAKAH KAMU SUKA MENCUCI PIRING
"Saya tidak mau membantu Ibu mencuci piring!" teriak Mega. "Mencuci
piring sungguh tidak menyenangkan dan saya tidak mau melakukannya!"
Ibu tersenyum kepada Mega. "Baiklah, mengapa kamu tidak keluar saja
dan bermain-main?" kata ibu.
Pada malam harinya Mega duduk menghadap meja makan. Ia sangat lapar
dan bersiap-siap untuk menyantap salah satu masakan ibunya yang enak
itu. Lalu ia melihat pada piringnya. Piring itu kotor, persis
seperti ketika ia meninggalkannya tadi pagi. Ada sisa telur dan
selai di atasnya. Juga masih ada sepotong kecil roti yang tersisa.
Renungan Singkat tentang Kebersihan:
- Apakah kamu suka makan pada piring yang kotor?
Mengapa tidak?
- Mengapa mencuci piring yang telah kita pakai itu penting?
Mengapa mencuci tangan, pakaian, handuk, sprei dan sarung bantal
kita juga penting?
Mengapa kamu harus mencuci mobilmu atau mengepel lantai rumahmu
atau membersihkan karpetmu?
"Bolehkah saya meletakkan makananmu pada piringmu, Mega?" tanya ibu.
"Oh tidak, terima kasih," kata Mega. "Bolehkah saya mencuci piring
saya dulu, Bu?"
"Tetapi saya kira kamu tidak suka mencuci piring ," kata ibu.
"Saya tidak akan pernah berkata seperti itu lagi Bu!" kata Mega.
"Saya tidak mau makan pada piring yang kotor, karena itu mulai
sekarang saya akan senang menolong Ibu mencuci piring-piring yang
kotor."
Menurut kamu, apakah Mega akan mengeluh lagi kalau mencuci piring?
Renungan singkat tentang Tuhan Yesus dan kamu:
- Alkitab mengatakan bahwa Tuhan Yesus akan menghapuskan dosa-dosa
kita. Ia akan menyucikan kita. Bacalah 1Yohanes 1:9.
- Mengapa Mega mau mencuci piringnya yang kotor?
Bagaimanakah caranya piring-piring kita yang kotor dapat
mengingatkan kita kepada dosa di dalam kehidupan kita?
Mengapa kamu ingin agar Tuhan Yesus menghapuskan dosa-dosamu?
- Sudahkah kamu meminta Tuhan Yesus menghapuskan dosa-dosamu?
Kalau belum, maukah kamu melakukannya sekarang juga?
Bacaan Alkitab:
Mazmur 51:1-4
Kebenaran Alkitab:
Jika kita mengakui dosa-dosa kita yang kotor kepada Allah, dan
meminta Dia menghapuskannya, maka Ia akan menyucikan kita.
(1Yohanes 1:9)
Doa:
Ya Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah mati bagi dosa-dosa
saya. Hapuskanlah dosa-dosa saya dan sucikanlah hati saya. Amin!
Dari Anda Untuk AndaBersyukur Atas Kehadiran e-BinaAnak
Dari: Aswin Widjaja <ixtus@>
>Saya bersyukur untuk kehadiran Bina Anak. Terus berjuang untuk
>menangkan anak bagi Kristus di jaman yang semakin sulit ini...
>
>GBU,
>Aswin
Redaksi:
Terima kasih untuk pesan yang Anda kirim lewat Guest Book situs
kami PEPAK (Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen) di alamat:
==> http://www.sabda.org/pepak/
Terima kasih juga untuk dukungan Anda yang semakin menyemangati dan
mengobarkan semangat pelayanan segenap Tim Redaksi e-BinaAnak ... :D
Maju terus dalam pelayanan Anda .... Tuhan Memberkati!
|