Salam dari Redaksi
Salam damai sejahtera,
Di minggu kedua bulan Juni ini kami hadirkan "Kegiatan-kegiatan
Ekspresif" sebagai ide untuk mengisi masa-masa liburan anak.
Kegiatan-kegiatan ekspresif yang kami maksudkan adalah kegiatan yang
dilakukan untuk mengekspresikan pengertian mereka akan pelajaran-
pelajaran dalam kelas SM. Jadi kegiatan apapun yang dilakukan
berhubungan dengan ekspresi/penghayatan mereka terhadap Firman Tuhan
yang sudah guru SM ajarkan. Misalnya: menggambar ciptaan-ciptaan
Tuhan, menulis puisi tentang kelahiran Yesus, membuat salib dari
karton bekas, dll. Kegiatan ini pasti akan disenangi oleh anak-anak.
Sajian-sajian kami minggu ini akan sangat membantu dalam
mempersiapkan kegiatan-kegiatan ekspresif di SM Anda. Artikel kami
minggu ini membahas mengenai "Kegiatan-kegiatan Ekspresif" itu
sendiri. Lalu Tips Mengajar memberikan petunjuk kepada Anda tentang
bagaimana "Mempersiapkan Kegiatan Ekspresif di SM". Jangan sampai
ketinggalan pula untuk mendapatkan ide seputar kegiatan ekspresif
dari Bahan Mengajar dan Aktivitas minggu ini.
Selamat berekspresi!
Tim Redaksi
"Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu
yang telah Kuperintahkan kepadamu.
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa
sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:20)
ArtikelKegiatan-kegiatan Ekspresif
Masa liburan yang diisi dengan kegiatan-kegiatan ekspresif
memperkuat berbagai ide yang terkandung dalam pelajaran SM,
memantapkan kebenaran-kebenaran Alkitab, dan memperjelas
konsepsi-konsepsi. Kegiatan-kegiatan ini memungkinkan para murid
untuk saling membagi perasaan mereka dan menanggapi kebenaran-
kebenaran Alkitab sementara mereka mengekspresikan pelajaran itu
secara kreatif. Setiap kegiatan hendaknya selaras dengan tujuan
pelajaran dan juga berhubungan dengan kebutuhan serta kesanggupan
murid.
EKSPRESI TERTULIS
Kegiatan ini dapat membantu anak-anak memeriksa dan mengingat fakta-
fakta dari pelajaran Alkitab. Sering kali digunakan pertanyaan,
teka-teki, sanjak yang huruf-huruf awal atau huruf-huruf akhirnya
membentuk sebuah kata atau nama, nama-nama yang tersembunyi, dan
gambar-gambar, tergantung pada kelompok usia murid-murid. Acuan pada
ayat-ayat Alkitab yang berkaitan akan membantu para murid
menggabungkan pengetahuan Alkitab dan menemukan pengertian.
Ilustrasi-ilustrasi yang bertalian dengan kehidupan dan pertanyaan-
pertanyaan yang terbuka untuk bermacam jawaban memungkinkan murid
untuk memikirkan dengan sungguh-sungguh tanggapan-tanggapan terhadap
berbagai kebenaran Alkitab dan menerapkan kebenaran-kebenaran
tersebut dalam hidup mereka. Guru yang mempersiapkan diri dengan
baik akan menuntun murid-murid untuk menyelidiki, menggabungkan,
dan menerapkan ayat-ayat Kitab Suci dengan cara memberikan dorongan
serta bantuan pribadi. Bersamaan dengan itu, Roh Kudus menuntun
setiap murid untuk mengerti Firman.
Murid-murid memperoleh manfaat bila mereka menulis ulang pelajaran-
pelajaran dalam bentuk cerita, laporan orang pertama, atau
sandiwara. Penulisan kreatif berupa puisi, cerita, esai, surat, doa,
drama, lirik nyanyian, dan lagu memungkinkan anak-anak menyatakan
pikiran dan perasaan pribadi mereka kepada Allah dan mengenai Allah.
Sering kali orang bisa lebih terbuka dalam tulisan daripada dalam
penyampaian lisan. Dengan menulis maka keputusan-keputusan yang
diambil dapat dinyatakan di kertas. Karena tulisan dapat
mengungkapkan pikiran-pikiran dan berbagai perasaan takut, kasihilah
dan berilah dorongan kepada setiap murid dalam usahanya untuk
menyampaikan perasaan-perasaan yang paling dalam.
Semacam warta sekolah yang diterbitkan setiap hari atau setiap
minggu memberikan kesempatan yang unik bagi usaha yang kreatif dan
koperatif. Murid-murid menyalurkan bakat mereka dengan menyerahkan
berita-berita kelas atau berita-berita departemen seperti nama-nama
murid pendatang baru, anak-anak yang berulang tahun, berita-berita
perorangan, dan lirik lagu serta ayat-ayat Alkitab untuk dipelajari.
EKSPRESI SENI
Benda-benda seperti pensil berwarna, kapur, cat, pulpen, tanah liat,
bahan yang terbuat dari bubur kertas dicampur lem, atau gips, akan
menghasilkan ekspresi seni kalau digunakan dengan imajinasi.
Sebagian besar murid suka bekerja dengan salah satu atau lebih dari
benda-benda ini untuk mengilustrasikan apa yang telah mereka
pelajari dan untuk menyatakan berbagai emosi mereka. Karena ciptaan
seni merupakan karya unik seseorang, para murid senang menunjukkan
karya mereka kepada teman-teman sekelas dan kepada orang-tua serta
sahabat-sahabat pada kegiatan penutupan.
Semua murid suka menggambar, berapa pun usia mereka. Ini merupakan
kesempatan untuk menggambarkan di atas kertas pemandangan dari
Alkitab, suatu kejadian dalam cerita, dan berbagai situasi kehidupan
modern.
Dengan usaha secara berkelompok dapat dibuat suatu gambar dinding
berisi serangkaian gambar atau sebuah pemandangan besar yang lebih
kompleks. Saudara dapat membuat televisi dari peti kayu dan
menempatkan pada bagian layarnya gulungan cerita yang digulung pada
dua pasak kayu. Anak-anak tinggal memutar pasak dan mengilustrasikan
suatu cerita.
Murid-murid dapat membuat perangkat untuk menempel gambar flanel
dengan melapisi sepotong karton keras dengan flanel. Guntinglah
gambar-gambar ukuran kecil yang digambar oleh murid-murid atau
gambar-gambar dari majalah Sekolah Minggu. Untuk mudahnya, tempel
belakang gambar-gambar itu dengan potongan flanel. Dorong murid-
murid untuk menceritakan kembali cerita-cerita Alkitab dengan
perangkat flanel mereka.
Pembuatan peta memungkinkan murid-murid mengenal kota-kota, sungai,
danau, dan lautan yang bertalian dengan pekabaran Injil atau juga
negeri-negeri dalam Alkitab. Kalau mungkin, gambarlah peta pada
kertas yang belakangnya diberi flanel untuk ditempelkan pada papan
flanel. Banyak variasi dapat dilakukan seperti membuat peta timbul
dengan menggunakan adonan tepung dan garam, peta pada meja berpasir,
atau peta dari bahan bubur kertas dicampur perekat. Peta yang
direkatkan pada karton tebal dan digunting-gunting menjadi sejumlah
potongan seperti teka-teki dapat digunakan untuk kaji ulang.
EKSPRESI VOKAL/EKSPRESI UNTUK BERSUARA
Murid-murid akan semakin terlibat di kelas bila mereka merasa bebas
untuk menyatakan pendapat, ide, dan perasaan mereka. Dengan demikian
guru akan memperoleh wawasan berharga tentang kepribadian dan sudut
pandang masing-masing murid. Anak-anak dengan gembira menjawab
pertanyaan-pertanyaan dan memberitahukan ide-ide mereka. Antusiasme
mungkin membelokkan perhatian kelompok, tetapi guru yang terampil
mampu memelihara suasana diskusi yang hidup yang berpusat sekitar
tema pelajaran.
Waktu untuk tanya jawab memungkinkan murid-murid yang lebih besar
mengungkapkan kebenaran yang mereka pahami dan menjelaskan pemikiran
mereka. Meskipun demikian, untuk mencapai suatu solusi maka bentuk
diskusi harus diubah dari bentuk tanya jawab menjadi bentuk
interaksi kelompok. Dengan demikian, suatu masalah yang ditentukan
dengan jelas akan memberikan kunci menuju diskusi yang baik serta
kesempatan untuk menyelidiki berbagai solusi dipandang dari sudut
Firman Allah.
Kesempatan untuk bercerita ulang menggairahkan banyak murid.
Lakonkan cerita itu dalam bentuk pantomim, atau gunakan perangkat
gambar flanel, gambar-gambar, atau dengan kostum tokoh-tokoh
Alkitab. Murid-murid yang lebih besar senang merekam cerita-cerita
Alkitab, cerita penginjilan, atau cerita yang berkaitan dengan
kehidupan, lalu mereka melakonkan adegan-adegan sesuai cerita itu.
Pelakonan, yaitu suatu bentuk drama spontan, memungkinkan murid-
murid berperan sebagai orang-orang lain sehingga mereka bisa lebih
mengerti orang-orang tersebut beserta situasi mereka. Drama jenis
ini dapat memancing berbagai emosi dan sikap, lalu hal-hal tersebut
dapat dihubungkan dengan prinsip-prinsip alkitabiah. Dalam
pelakonan, sering kali suatu situasi cerita dibacakan atau
diceritakan sampai saat klimaks. Kelas menyelesaikan cerita itu
dengan memainkan berbagai peranan yang berbeda-beda. Agar pelakonan
dapat memberikan manfaat maksimum, setiap pemain sebaiknya
menggunakan waktu beberapa menit sebelum mulai untuk memikirkan
peranan, ucapan, penampilan, dan tindakan-tindakan tokoh yang ia
perankan. Guru pun hendaknya mengingatkan penonton untuk
memperhatikan tindakan dan reaksi para pemain. Ketika para pemain
mencapai suatu solusi, menyimpulkan ide cerita, atau jika mereka
membutuhkan informasi tambahan maka pelakonan pun berakhir. Kalau
dikehendaki, situasi itu dapat dilakonkan kembali dengan pemain-
pemain lain. Adalah berguna bila pelakonan itu disusul dengan
diskusi kelompok atau evaluasi tentang solusi yang dicapai. Ini
merupakan kesempatan yang bagus sekali bagi guru untuk menuntun para
murid agar hidup berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab.
Sarana yang berbeda-beda untuk mengutarakan ekspresi sebaiknya tidak
dipisahkan satu dari yang lain atau dibatasi penggunaannya. Bisa
saja digunakan bermacam-macam kombinasi yang kreatif. Misalnya,
cerita Alkitab, ayat Alkitab, atau tema pelajaran dapat dijadikan
lagu dan diiringi alat-alat musik, sementara murid-murid menyajikan
suatu pantomim.
KEGIATAN PEKERJAAN TANGAN
Pekerjaan tangan merupakan salah satu kegiatan ekspresif yang sangat
menyenangkan. Guru-guru SM dapat menyusun kegiatan-kegiatan
pekerjaan tangannya sendiri, mengikuti saran-saran dalam kurikulum,
atau membeli perlengkapan yang siap pakai. Hubungan antara pekerjaan
tangan dan kegiatan liburan harus nyata. Bersamaan dengan itu,
kegiatan-kegiatan pekerjaan tangan harus sesuai dengan kemampuan
setiap kelompok usia supaya masing-masing murid sanggup melakukan
kegiatan-kegiatan itu. Tidak diperlukan pekerjaan tangan yang mahal
dan menghabiskan banyak waktu untuk dapat mencapai keberhasilan.
Sesudah kegiatan pekerjaan tangan ditentukan, setiap pekerja di SM
hendaknya menyiapkan sebuah contoh -- meskipun ada seorang pemimpin
pekerjaan tangan -- supaya ia dapat membantu murid-murid. Proses
mengerjakan pekerjaan tangan sama pentingnya dengan hasil yang
dicapai karena dalam proses itu prinsip-prinsip alkitabiah
diajarkan. Persediaan bahan yang cukup, perlengkapan, dan ruangan
kerja dengan waktu yang memadai untuk mengadakan pembersihan
merupakan unsur-unsur yang sangat penting untuk memperoleh waktu
pekerjaan tangan yang efektif.
Sumber: Pekan Pendidikan Anak-anak, Doris A. Freese, Ph.D., , halaman 104 - 115, Gandum Mas, Malang, 1993.
Tips MengajarMempersiapkan Kegiatan Ekspresif di SM
- Sebelum murid menggunakan material-material/bahan-bahan yang
diperlukan, minta setiap anak untuk menceritakan alasan/ide
gambar, tulisan, ketrampilan yang mereka buat, atau nyanyian
yang mereka nyanyikan.
- Jika sebuah aktivitas menggunakan bahan yang benar-benar baru
bagi Anda, atau aktivitas itu membutuhkan beberapa langkah yang
sulit, praktekkanlah itu terlebih dahulu, dan buatlah sebuah
contoh.
- Jika Anda kesulitan untuk mendapatkan bahan-bahan yang
dibutuhkan, jangan ragu untuk meminta bantuan dari orang tua
murid atau jemaat gereja. Buatlah daftar kebutuhan materi/bahan
yang Anda butuhkan dan masukkan itu dalam "Warta Jemaat" atau
"Buletin Gereja".
- Letakkan bahan-bahan dan peralatan kegiatan di tempat yang sudah
diatur dan mudah dijangkau oleh anak-anak. Beri label di setiap
tempat Anda meletakkan bahan dan peralatan. Minta anak-anak untuk
mengembalikan perlengkapan-perlengkapan itu di tempat semula
sesuai dengan labelnya.
- Jika diperlukan, tutuplah meja kegiatan dengan alas plastik,
mika, atau koran untuk menjaga meja tetap bersih dan tidak rusak.
- Siapkan tisu dan handuk di dekat anak-anak agar dengan mudah
mereka dapat membersihkan tangan mereka.
Sumber: Sunday School Smart Pages, Wes & Sheryl Haystead, , halaman 97, Gospel Light, Ventura, 1992.
Bahan MengajarAmarah dan Menara yang Roboh
Sebelum, sesudah, atau pada saat Anda menceritakan kisah ini, ajak
anak-anak untuk mengekspresikan kesabaran mereka dengan cara
menyusun balok-balok kayu atau karton menjadi sebuah menara yang
tinggi. Minta mereka menyusun balok-balok itu setinggi dan sebagus
mungkin. Kegiatan ekspresif ini akan sangat membantu mereka dalam
hal kesabaran dan ketelatenan mereka. Selamat mengajar!
AMARAH DAN MENARA YANG ROBOH
Andi telah mencoba menyusun balok-balok mainan itu enam kali, tetapi
setiap kali ia mencobanya, menara itu selalu roboh.
Pada waktu menara yang disusunnya itu roboh untuk yang ketujuh
kalinya, Andi berguling-guling di lantai. Ia memukul-mukul lantai
dengan tinjunya. Dan ia mengucapkan kata-kata yang tidak pantas
diucapkan oleh seorang pembangun menara yang baik.
"Hmm," kata nenek. "Kelihatannya pembangun menara yang seorang ini
seperti menaranya yang rapuh dan tidak kokoh."
Andi berhenti berguling-guling di lantai. Ia tidak meneruskan
ucapan-ucapannya yang tidak pantas itu.
"Apa maksud Nenek?" tanya Andi.
"Dalam Alkitab diceritakan tentang menaramu dan juga dirimu. Di situ
tertulis tentang apa yang terjadi dengan menaramu dan dirimu," kata
nenek.
Andi tampak terkejut. "Apakah itu benar, Nek? Apakah yang dikatakan
Alkitab tentang saya dan menara saya?" tanyanya.
Renungan Singkat tentang Amarah:
- Pernahkah kamu marah sekali? Apakah yang terjadi?
Apakah yang kamu rasakan setelah kamu mengalami hal ini?
- Apakah akibat dari sifat pemarah?
Mengapa anak laki-laki dan anak perempuan tidak boleh memiliki
sifat seperti itu?
- Seandainya kamu adalah nenek, apakah yang akan kamu katakan
kepada Andi tentang sifat pemarah itu?
"Dalam Amsal 25:28 tertulis tentang dirimu dan menaramu," kata
nenek. "Ayat ini menyatakan bahwa orang yang tidak dapat
mengendalikan dirinya sama seperti sebuah kota yang temboknya roboh.
Inilah cara lain untuk menyatakan bahwa anak laki-laki yang tidak
dapat mengendalikan dirinya sama seperti menaranya yang roboh."
Andi memperhatikan menaranya yang sudah roboh. Menara itu kini
berantakan. Ia telah berusaha keras untuk memperbaikinya, tetapi
sekarang hampir semua balok itu berantakan. Menara itu sama sekali
tidak sama dengan menara yang telah direncanakannya dengan sangat
hati-hati.
"Saya tidak mau seperti menara yang berantakan itu," kata Andi.
"Saya ingin lebih seperti menara yang utuh, yang tidak roboh. Saya
akan meminta Tuhan Yesus menolong saya mengendalikan sifat pemarah
saya mulai dari sekarang."
Renungan Singkat tentang Tuhan Yesus dan Kamu:
- Mengapa Andi tidak mau seperti menaranya yang berantakan?
Maukah kamu juga seperti itu?
- Apakah yang diinginkan Andi agar Tuhan Yesus menolong dia
melakukannya?
Apakah kamu ingin Tuhan Yesus menolongmu mengendalikan sifat
pemarahmu?
Mengapa kamu tidak meminta kepada-Nya sekarang juga?
Bacaan Alkitab:
Amsal 25:28
Kebenaran Alkitab:
Orang yang tidak dapat mengendalikan sifat pemarahnya, seperti kota
yang roboh temboknya. (Baca: Amsal 25:28)
Doa:
Ya Tuhan Yesus, saya tidak ingin seperti sebuah tembok yang roboh.
Saya tidak ingin seperti sebuah menara yang roboh. Tolonglah saya
mengendalikan sifat saya sesuai dengan yang Engkau kehendaki. Amin.
Sumber: 100 Renungan Singkat untuk Anak-anak, V. Gilbert Beers, , halaman 198 - 199, Yayasan Kalam Hidup, Bandung.
AktivitasKegiatan Ekspresif Vokal
Kegiatan-kegiatan ekspresif seperti menulis, menggambar, kerajinan
tangan, dll. merupakan kegiatan yang sudah sering dilakukan di SM.
Tapi ada satu kegiatan yang sudah dibahas dalam artikel di atas,
yang belum terlalu sering dilakukan, yaitu KEGIATAN EKSPRESIF VOKAL/
EKSPRESIF UNTUK BERSUARA. Kegiatan ini penting untuk dilakukan
terutama bagi anak-anak kelas besar. Berikut ini dua contoh kegiatan
ekspresif vokal.
KEGIATAN EKSPRESIF VOKAL
A. KEGIATAN MIMBAR BEBAS
Tujuan:
Anak belajar mengungkapkan pendapatnya, berani beradu argumentasi
dengan sehat, dan bersikap demokratis dalam hal berbeda pendapat.
Persiapan:
- Guru menentukan satu topik menarik, misalnya:
- Jika terpaksa, bolehkah kita berbohong?
- Jika hari Senin banyak ulangan atau ada ujian, apakah
sebaiknya kita membolos Sekolah Minggu?
- Anak dikelompokkan dalam beberapa kelompok.
Garis besar kegiatan:
Setiap kelompok berdiskusi selama 10 menit tentang topik tersebut,
kemudian guru meminta satu kelompok menyatakan pendapatnya. Kelompok
yang lain boleh menyanggah atau menambahi. Guru menjadi moderator
mimbar bebas ini. Kemudian kesimpulan dibuat guru dari hasil diskusi
setiap kelompok anak tersebut.
Di akhir kegiatan guru menjelaskan:
Bagaimana sebaiknya sikap yang diambil sebagai orang Kristen
berkaitan dengan topik tersebut? (Guru perlu mendiskusikan lebih
dahulu dengan dengan pendeta atau seorang yang lebih dewasa iman
untuk memberi masukan-masukan yang membangun.)
Kegiatan ini tepat untuk menjelaskan:
Berani bersikap demokratis, bersikap mandiri, mau berdialog, dan
sebagainya.
B. KEGIATAN "JIKA AKU ADALAH DIA" PERSOALAN NYATA DIBAHAS DI KELAS
Tujuan:
Anak belajar memberikan komentar terhadap suatu kasus nyata yang
terjadi di sekitarnya.
Persiapan:
Guru mencari topik bahasan dengan membuka surat kabar yang paling
populer di kota Anda. Tentukan suatu kasus nyata yang terjadi, yang
berkaitan dengan dunia anak. Misalnya, topik-topik kasus kenakalan
anak, kasus kejahatan terhadap anak, kasus anak hilang, kasus
keluarga berantakan (kasus perceraian), dan sebagainya. Fotocopy
berita tersebut dan usahakan setiap anak memperolehnya.
Garis besar simulasi:
Anak-anak membahas (bisa di kelompok atau sendiri-sendiri) "jika
aku adalah dia" apa yang akan aku lakukan? Tentu saja jika anak
menjadi tokoh yang mengalami kasus tersebut. Tetapi tidak semua
kasus dapat dibuat "jika aku adalah dia". Untuk kasus semacam ini
anak dapat membuat komentar bebas untuk kasus tersebut. Guru
merangkum pendapat anak dan membuat kesimpulan.
Di akhir kegiatan guru menjelaskan:
Kehidupan nyata memang kompleks penuh dengan hal-hal baik dan jahat,
tetapi kita memiliki Tuhan yang senantiasa menuntun kita kepada apa
yang baik, serta membentengi kita dari hal yang jahat.
Kegiatan ini tepat untuk menjelaskan:
Perlunya sikap kepekaan sosial dan kritis dalam melihat situasi
konkret, bahwa satu kasus ini tidak boleh digeneralisasi, artinya:
jika ada kasus ibu tiri jahat kepada anak tirinya, tidak berarti
semua ibu tiri jahat. Karena tindakan seseorang pasti ada latar
belakangnya, setiap manusia masing-masing dibentuk oleh situasi masa
lalunya.
Sumber: Teknik Kreatif dan Terpadu dalam Mengajar Sekolah Minggu, Paulus Lie, , halaman 171 - 172, Yayasan Andi, Yogyakarta, 1999.
Dari Anda Untuk AndaMinta Dikirimkan Edisi Lama e-BinaAnak
Dari: Rima L. <r1m4@>
>Syalom,
>
>Saya berlangganan e-BinaAnak sejak edisi no.78. Sampai saat ini
>saya masih menyimpan semua file-file tersebut karena terkadang saya
>gunakan sebagai bahan untuk menulis, sharing, renungan, dll. Saya
>ingin sekali mendapatkan bahan-bahan e-BinaAnak yang belum saya
>miliki. Apakah redaksi bisa mengirimkannya, atau adakah cara lain?
>
>Salam kasih,
>Rima
Redaksi:
Untuk mendapatkan edisi-edisi e-BinaAnak terdahulu melalui e-mail,
Anda dapat menggunakan fasilitas arsip yang ada di situs PEPAK
dengan cara mengakses alamat:
==> http://www.sabda.org/pepak/e-binaanak/download/
Setelah masuk di halaman arsip ini, pilihlah tahun yang Anda
inginkan, kemudian pilih edisi-edisi yang Anda butuhkan. Setelah
itu tulis nama dan alamat e-mail Anda di kolom yang sudah disediakan
lalu tekan "Kirim". Mudah bukan? Selamat mencoba ... :)
|