Salam dari Redaksi
Salam kasih dalam kasih Tuhan Yesus Kristus,
"Bersahabat" merupakan salah satu ketrampilan yang perlu Anda
ajarkan pada anak-anak SM, karena Alkitab berkata bahwa "Pergaulan
yang buruk merusakan kebiasaan yang baik" (1Korintus 15:33).
Oleh karena itu dengan mengajarkan apa artinya persahabatan yang
baik maka kita sekaligus menolong anak untuk belajar cara mencari
teman-teman, baik yang menguntungkan untuk pertumbuhan rohani atau
yang dapat dimenangkan bagi Kristus.
"Belajar Seni Berkawan" merupakan judul artikel menarik yang kami
sajikan untuk topik "Bersahabat" minggu ini. Didalamnya Anda akan
mengetahui cara apa yang dapat ditempuh oleh orangtua dan guru jika
ingin mengajarkan seni berkawan kepada anak-anak. Tips Mengajar
minggu ini mengajak kita untuk "Menolong Anak Mengembangkan
Ketrampilan untuk Bersahabat". Selain itu kami juga menyajikan satu
Bahan Mengajar yang akan sangat tepat dijadikan acuan untuk mengajar
anak mengenai persahabatan. Bahan Mengajar yang berjudul "Memulai
Persahabatan yang Baru" sangat bagus untuk menolong anak meluaskan
wawasannya dalam berteman dan sekaligus untuk mengembangkan
ketrampilan memenangkan jiwa di masa yang akan datang.
Demikian sajian kami minggu ini. Kami harap apa yang kami sajikan
ini dapat memacu semangat Anda, sebagai guru SM untuk membawa anak-
anak memiliki suatu hubungan persahabatan yang indah dengan
teman-teman yang Tuhan ijinkan hadir dalam hidup mereka.
Selamat bersahabat!
Tim Redaksi
"Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu,
dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran." (Amsal 17:17)
ArtikelBelajar Seni Berkawan
Di antara berbagai ketrampilan yang penting di dalam kehidupan ini,
tidak banyak yang lebih penting daripada mengerti bagaimana membina
dan memelihara persahabatan yang baik. Baik persahabatan dengan
Allah maupun dengan mereka yang ada di sekeliling kita; dari
persahabatan ini kita mengukir harga diri dan suatu kehidupan yang
berbahagia. Hal-hal ini mempunyai dampak yang besar terhadap
perkembangan kepribadian kita, dan merupakan perekat yang
mempersatukan keluarga dalam ikatan yang kuat.
Tetapi apa sebenarnya yang menjadi ciri dari seni membina
persahabatan atau seni menjadi seorang sahabat itu? Dan bagaimana
caranya agar anak Anda dapat mempelajarinya? Baik penelitian
sosiologi maupun pemikiran akal yang sehat, keduanya menunjukkan
bahwa hal itu sebagian besar diawali dengan cara bagaimana Anda
sebagai orangtua sudah memberikan teladan kepadanya -- yaitu mutu
persahabatan yang dilihatnya ada pada Anda, maksudnya bagaimana Anda
memperlakukan kawan hidup Anda dan sebaliknya, dan bagaimana Anda
memberi respons terhadap perlakuannya itu atau sebaliknya. Bagaimana
caranya Anda menangani perselisihan dan menyatakan sukacita Anda?
Apakah anak dapat merasakan bahwa Anda berdua sangat akrab
bersahabat?
Namun demikian, menjadi teladan bukanlah satu-satunya cara yang
dapat Anda lakukan untuk mengajarkan kepada anak Anda tentang
bagaimana menjalin persahabatan. Berikut ini terdapat beberapa cara
yang lain:
- Enam tahun pertama dalam kehidupan anak Anda akan
dipergunakannya untuk berangsur-angsur memisahkan diri dari
orangtuanya, terutama dari ibunya. Ini merupakan pemisahan yang
sehat. Titik fokus untuk tahun-tahun ini ialah pada bagaimana
caranya menguasai dirinya sendiri dan lingkungannya. Biasanya
kawan-kawannya hanya dipandang sebagai manusia yang
seperjalanan, dan hal ini menerangkan mengapa anak sering tidak
menaruh perhatian pada orang lain. Selama masa ini, kebutuhan
anak itu untuk dapat memiliki harus dipenuhi terlebih dahulu
sebelum ia dapat dengan tulus membagikan atau menikmati sesuatu
bersama orang lain. Sifat mementingkan diri harus berangsur-
angsur diganti dengan sifat memperhatikan kepentingan orang
lain.
- Masa prasekolah merupakan masa untuk belajar. Di dalam masa ini
masih dapat diterima jika anak menanggapi sesuatu dengan
kecenderungan hatinya yang alami atau wajar; Anda juga dapat
secara aktif terlibat dalam proses belajar itu. Bawalah anak
Anda yang berumur tiga atau empat tahun untuk pergi bersama-sama
dua atau tiga kawannya. Perhatikanlah cara bagaimana mereka
mengungkapkan baik secara lisan maupun dalam bentuk tindakan
bahwa mereka itu sangat mementingkan dirinya sendiri saja. Lalu,
dengan sikap lembut dan positif, kemukakanlah beberapa gagasan
agar mereka bersedia mengubah sikap itu. Dalam usia mereka ini
mereka sangat suka bermain, jadi permainan dapat merupakan
sarana utama bagi Anda untuk mengajarkan kepada mereka seni
untuk belajar berkawan.
- Jika anak Anda sudah mulai semakin merasa enak dengan otonomi
yang diberikan kepadanya, maka ia pun akan semakin tertarik
kepada orang lain. Selama usia sekolah dasar, seringlah bercakap-
cakap dengan anak Anda tentang kawan-kawannya. Tolonglah anak
Anda mengungkapkan bagaimana sifat teman-teman itu, dan apa yang
mereka suka lakukan. Buatlah cerita-cerita petualangan dan
buatlah gambar-gambar mengenai teman-teman ini juga. Sekarang
mulailah membicarakan tentang akibat-akibat yang negatif karena
memilih teman yang tidak baik.
- Ikut serta dalam permainan yang memerlukan kerjasama akan
menolong dia untuk mempelajari hal yang sangat penting untuk
membina persahabatan. Undanglah teman-teman untuk ikut keluar
bersama keluarga atau untuk datang makan bersama di rumah atau
di rumah makan. Ajaklah anak Anda untuk ke toko membeli hadiah
untuk ulangtahun teman-temannya, atau tolonglah dia membuat
mainan sederhana atau sesuatu pekerjaan tangan untuk hadiah.
Sementara Anda berbelanja atau bekerja, bicarakanlah tentang
bagaimana perasaan kasih sayang Anda terhadap orang-orang yang
Anda kenal, baik yang di dalam maupun yang di luar lingkungan
keluarga.
- Pada tahun-tahun praremaja, pusat perhatian anak Anda berangsur-
angsur beralih kepada hubungan dengan teman sebaya yang sejenis
dan kepada orang dewasa yang di luar lingkungan keluarga.
"Kelompok" atau "geng" ini menolongnya untuk mengetahui apa
artinya merasa dimiliki atau diakui sebagai anggota kelompok dan
mempunyai keyakinan bahwa diri mereka dapat menyumbangkan
sesuatu yang berarti. Kepramukaan dan perkumpulan anak-anak yang
lainnya juga merupakan tempat mengungkapkan keinginan mereka
untuk menjadi anggota sesuatu kelompok.
- Selama masa praremaja ini, tolonglah anak Anda untuk bertumbuh
dengan mempunyai kepercayaan terhadap diri sendiri dan dengan
mempunyai pengertian yang lebih baik tentang dirinya sendiri.
Hal ini dapat diperoleh dengan jalan pergi keluar, ikut dalam
kelompok untuk berkemah, atau berkunjung dan menginap di rumah
keluarga kawan. Menikmati masa libur singkat bersama keluarga
atau kelompok lain juga dapat menyenangkan sekali. Jika anak
remaja Anda merasa bahwa ia disukai oleh kawan-kawannya maka
kalau perlu dan kalau keadaan mendesak ia akan mampu untuk
berdiri sendiri. Anak Anda harus senantiasa belajar untuk dapat
mengetahui bagaimana caranya memilih teman yang baik.
- Kadang-kadang Anda perlu menolong anak Anda untuk mengevaluasi
dan menghindari kawan-kawan yang memberikan pengaruh negatif
terhadap dirinya. Dan mungkin Anda perlu menolong anak Anda
untuk belajar menghargai dan mengikutsertakan di dalam
lingkungannya seseorang yang kelihatannya tidak menarik atau
yang kurang disukainya.
- Sepanjang masa praremajanya ini, Anda merupakan tempat
perlindungan anak dari orang-orang yang tidak mau bersahabat
dengan dia. Anda juga terus merupakan teladan baginya untuk
dapat menjangkau orang lain. Jangan lupa untuk membicarakan
dengan anak Anda syarat dasar dari suatu persahabatan yang baik,
seperti umpamanya bersedia mendengarkan dan bersedia
memperhatikan orang lain, mencari mereka, menghargai dan memuji
sifat-sifat mereka yang baik, ikut merasakan perasaan hati
mereka, dan menjaga rahasia.
- Dalam masa remaja ini, anak-anak sedang melalui suatu proses
untuk menilai kembali dirinya sendiri. Pada mulanya hal ini
terjadi melalui partisipasinya di dalam kelompoknya dan
bagaimana kelompok itu menerima dirinya, dan kemudian dengan
melakukan sesuatu sendiri dan secara lebih mandiri. Selama masa
pertumbuhan anak Anda menuju kedewasaan, Anda mempunyai
kesempatan untuk mengungkapkan bahwa ia itu diterima sebagaimana
adanya dan tanpa syarat apa pun dan dengan demikian Anda juga
memberi teladan mengenai ciri-ciri dari suatu persahabatan yang
sejati. Di dalam ciri-ciri ini masuk juga soal keterbukaan,
maksudnya ialah menanggalkan segala kedok yang dipakai untuk
menyembunyikan perasaan-perasaan Anda yang sebenarnya terhadap
orang lain.
- Sediakanlah cukup banyak waktu untuk meninjau perasaan pribadi
Anda dan perasaan anak Anda. Bicarakan tentang sifat-sifat yang
Anda cari dalam diri seorang kawan. Utamakan hal-hal ini dan
kajilah hubungan-hubungan Anda yang ada sekarang dalam sorotan
terang daftar sifat-sifat tersebut ini. Ketahui dan akuilah
bersama-sama bahwa persahabatan itu menyangkut soal memberi dan
menerima. Sediakanlah waktu untuk saling memperagakan sifat atau
ciri yang merupakan kunci dari suatu persahabatan yang baik
seperti komunikasi, nasihat, pujian, kesetiaan, dan kepercayaan.
Bicarakan juga tentang segi yang tidak menyenangkan dari
persahabatan, seperti iri hati, pertengkaran di antara dua orang
sahabat, permintaan maaf, dan berakhirnya suatu persahabatan.
- Jika pada tahap ini Anda dan anak Anda bukan kawan akrab,
ambillah langkah-langkah untuk memperbaiki hubungan ini. Hal ini
harus dimulai dengan kerendahan hati yang tulus, kesediaan untuk
mengampuni, dan berdamai kembali. Saat-saat demikian memang
merupakan saat-saat yang sulit dalam suatu persahabatan yaitu
pada saat suatu kesalahan harus diakui dan kebenaran diungkapkan
dalam kasih. Sekali proses pemulihan sudah dimulai, bicarakanlah
tentang kenyataan bahwa dalam menghadapi kesulitan, celakanya,
pola yang paling lazim ialah mengakhiri tali persahabatan itu
dan bukannya mengatasi masalahnya.
Keahlian anak dalam memulai dan memelihara persahabatan yang baik
sangat bergantung pada teladan dan pengalaman-pengalaman belajar
yang Anda berikan kepadanya. Ini merupakan tanggung jawab yang besar,
namun buahnya yang menyenangkan merupakan harta sepanjang hidup
yaitu dengan mengetahui bahwa anak Anda adalah seorang kawan yang
sejati.
Sumber: 40 Cara Mengarahkan Anak, Paul Lewis, , halaman 32 - 36, Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993.
Tips MengajarMenolong Anak Mengembangkan Ketrampilan untuk Bersahabat
Kadang-kadang orangtua mendengar anak-anak mereka mengeluh, "Tak
ada yang mau bermain denganku." Guru dapat mengobservasi perasan
kesepian atau perasaan ditolak oleh teman-temannya yang tidak
diungkapkan oleh seorang anak. Pada saat kita tidak bisa melindungi
anak-anak kita dari pengalaman dan perasaan yang tidak menyenangkan,
ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan oleh para orangtua dan
guru untuk menolong anak-anak mengembangkan ketrampilan
persahabatan mereka.
- Berbicaralah dengan anak-anak dan dengarkanlah mereka.
Ketika seorang anak di rumah atau di sekolah mengeluh tentang
perbuatan temannya, pahamilah sebanyak mungkin situasi dan
perasaan anak. Mulailah dengan meminta anak untuk menceritakan
apa yang terjadi. Memberikan pertanyaan yang spesifik akan sangat
membantu, misalnya "Kamu ada dimana pada waktu itu?" atau "Siapa
yang berkata seperti itu?" Ketika anak memberikan informasi, dia
juga bisa dengan mudah mengungkapkan perasaannya. Untuk para
orangtua, jika Anda merasa bahwa anak Anda merasa "kehilangan"
tapi enggan untuk mengatakan perasaannya, Anda bisa menanyakan
pada gurunya di sekolah atau di gereja tentang bagaimana anak
tersebut bergaul dengan teman-temannya.
- Pahamilah perasaan anak.
Berikan ungkapan rasa simpati pada anak, yang menunjukkan bahwa
rasa sedih karena perbuatan teman yang tidak menyenangkan adalah
hal yang wajar. "Aku tahu sangat menyedihkan jika seorang teman
tidak mau bersamamu." Anda bisa menceritakan dengan singkat
sebuah pengalaman masa kecil Anda sendiri atau menjelaskan
bagaimana perasaan Anda sekarang ketika seorang teman mengacuhkan
Anda. Penjelasan Anda akan membuat anak tahu bahwa Anda ada di
pihaknya. Jagalah agar diskusi ini berjalan seimbang. Mengacuhkan
perasaan anak bisa membuat mereka merasa bahwa perasaanya yang
seperti itu adalah salah; tetapi terlalu bersimpati dan terlibat
jauh dalam situasi yang mereka alami dapat membuat anak menjadi
takut dan menganggap bahwa masalahnya akan semakin menjadi besar.
- Lakukan tindakan yang spesifik.
Untuk orangtua:
- Mintalah anak Anda untuk menunjuk seseorang yang disukai dan
kepada siapa ia mau bersahabat. Doronglah anak Anda untuk
memikirkan kegiatan yang disenangi oleh teman-temannya. Lalu
ajaklah anak yang disenangi anak Anda itu untuk berakhir pekan
di rumah Anda atau pergi bersama keluarga Anda. Lebih baik
lagi jika anak Anda "mengatakan" bahwa ia akan mengundang
teman-teman kelasnya.
- Libatkan anak Anda dalam kelompok kegiatan yang baru, misalnya
program setelah selesai sekolah, kelompok kelas, dll, dimana
anak Anda akan mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan
beberapa orang yang berpeluang menjadi teman barunya.
- Jika anak Anda mengeluh bahwa anak yang lain masih saja
menggoda dan menjadikannya bahan tertawaan, bantulah anak Anda
untuk menyadari bahwa dengan tidak menanggapi godaan biasanya
adalah cara yang terbaik untuk menghadapi si penggoda.
Selesaikan diskusi itu dengan memberikan kesimpulan bahwa jika
dengan mengabaikan perilaku yang menyakitkan ini tidak
membantu, Anda dengan senang hati akan menolong anak Anda
membuat rencana lain.
- Jika Anda merasa bahwa anak Anda secara terus menerus dan
tetap saja tidak disenangi oleh teman-teman sekelasnya,
pertimbangkanlah untuk menghubungi seorang konselor anak yang
direkomendasikan oleh pendeta Anda atau seorang psikolog anak.
Anak Anda mungkin perlu mengikuti program kemampuan
bersosialisasi. Campur tangan Anda pada anak dapat mencegah
berkembangnya kebiasaan atau perilaku-perilaku negatif yang
dimilikinya.
Untuk para guru:
- Buatlah rencana kegiatan yang diadakan di luar kelas. Anak-
anak di SM minggu berasal dari sekolah atau lingkungan yang
berbeda, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk berkumpul
yang sangat terbatas (hanya seminggu sekali). Kegiatan di luar
kelas, misalnya ke sebuah taman bermain, sangat membantu untuk
membangun tali persahabatan diantara mereka.
- Ketika anak-anak sedang melakukan kegiatan di kelas, buatlah
kegiatan dengan berpasangan atau bertiga-tiga. Bentuklah
kelompok ini secara acak, contohnya: anak-anak bisa mengambil
kertas berwarna kecil dalam sebuah tas kecil dan yang
mengambil warna yang sama merupakan satu kelompok. Tapi jangan
lupa untuk sering mengubah kelompok agar anak dapat
bersosialisasi dengan lebih banyak teman.
- Buatlah satu acara perkenalan untuk menyambut anak-anak baru
yang baru pindah ke kelas baru. Contohnya, Anda bisa membuat
permainan mencari kata-kata dengan menggunakan nama-nama anak
yang ada di kelas Anda. Atau buatlah kelompok yang terdiri
dari tiga orang; setiap kelompok secara bersama-sama membuat
kata-kata sebanyak mungkin dari huruf-huruf yang tersusun
dari nama depan mereka. Ide lainnya: Tulislah beberapa kalimat
yang tidak lengkap di beberapa kartu. Anak-anak secara
bergantian memilih kartu dan melengkapi kalimat-kalimat
tersebut. Kalimat-kalimat tersebut misalnya, "Pelajaran
kesukaanku di sekolah adalah..."; "Aku senang bermain...";
"Ruangan kesukaanku di rumah adalah... karena...."
- Berdolah.
Luangkan waktu untuk berdoa secara pribadi atau bersama dengan
anak Anda atau anak-anak di kelas Anda. Mintalah kebijaksanaan
dari Tuhan dalam berbicara dengan anak-anak tentang teman-teman
mereka. Tekankan bahwa tidak ada masalah yang terlalu kecil untuk
didoakan. Ingatkanlah pada anak-anak bahwa Tuhan tetap mengasihi
mereka.
Sumber: Sunday School Smart Pages, Wes & Sheryl Haystead, , halaman 171 - 172, Gospel Light, Ventura, 1992.
Bahan MengajarMemulai Persahabatan yang Baru
Persiapan:
Buatlah seperangkat kunci-kunci besar berwarna-warni dari karton
Tuliskan pada kunci-kunci itu kata-kata sebagai berikut:
Kunci Persahabatan: Keramahan, Baik Hati, Kerapian, Suka Menolong.
Renungan:
Cerita hari ini berjudul "Kunci-kunci Persahabatan" (selama cerita
gunakan kunci-kunci karton itu untuk memikat perhatian anak). Setiap
orang menginginkan teman. Dengan dimulainya tahun ajaran baru ini,
maka kita sekarang memasuki kelas yang baru dengan guru-guru dan
teman-teman sekelas yang baru juga. Kita ingin berkenalan dengan
kawan-kawan yang baru, tetapi bagaimana caranya?
Ceritakan kepada mereka tentang persabahatan antara Daud dan Yonatan
yang terdapat dalam pasal 1Samuel 20.
Kita semua ingin memiliki seorang sahabat atau teman karib. Tuhan
Yesus menginginkan supaya kita mempunyai kawan-kawan dan supaya kita
memenangkan mereka untuk Dia. Nah, bagaimana kita mendapat kawan-
kawan itu? Mungkin mereka itu teman sekelas kita, tetangga-tetangga
kita, dan siapa saja yang kita jumpai.
Bicaralah tentang kunci-kunci persabahatan itu.
[Gunakan "Kunci-kunci Persahabatan" yang sudah disiapkan.]
- Untuk mendapatkan teman kita harus bersikap ramah.
- Kita harus baik hati dan mengindahkan perasaan orang.
- Kita harus rapi, baik dalam keadaan kita, tingkah laku
kita maupun tutur kata kita.
- Kita harus suka menolong.
Akhirilah renungan ini dengan memberanikan/mengajak anak-anak
untuk berusaha mendapatkan teman-teman baru dalam tahun ajaran
ini dan memenangkan mereka untuk Tuhan!
Doa:
Berdoalah agar Tuhan menolong anak-anak menjadi anak yang baik
sehingga bisa memenangkan temannya untuk Tuhan.
Sumber: Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 2, , halaman 60 - 61, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1996.
Dari Anda Untuk AndaPengumuman/Penawaran dari Moderator e-BG: Materi Pengajaran untuk Balita
Dari: Meilania <meilania@>
>Rekan-rekan,
>
>Di SM tempat saya melayani saat ini sedang melakukan pembenahan
>kurikulum. Kebetulan saya kebagian tugas menyusun draft awal
>materi, dan kemudian setelah didiskusikan dalam persiapan, saya
>juga yg melakukan arsip ide-ide cerita, peraga, aktivitas, dan
>berbagai hal lain yg perlu diperhatikan.
>
>Nah ... daripada jadi "arsip" di komputer saya, sekalian saja saya
>bagikan pada rekan-rekan semua. Mohon masukan dan tanggapan juga
>yach!
>
>Terima kasih dan Tuhan memberkati,
>Moderator (meilania).
Redaksi:
Surat di atas adalah surat dari moderator e-BinaGuru yang menawarkan
Materi Pengajaran untuk Balita kepada para anggota milis diskusi
e-BinaGuru. Jika Anda juga tertarik, silakan Anda subscribe untuk
bergabung menjadi anggota milis tersebut ke alamat:
==> subscribe-i-kan-BinaGuru@xc.org
Semoga informasi ini dapat menjadi berkat bagi Anda :)
|