Salam dari Redaksi
Salam kasih,
Seorang anak SM dapat mengalami pertumbuhan rohani yang lebih pesat
jika sejak awal mereka diperlengkapi dengan berbagai ketrampilan
untuk bertumbuh. Ketrampilan-ketrampilan itu tidak dapat tumbuh
dengan sendirinya, tapi harus melalui latihan yang intensional
(terencana). Ketrampilan apa saja yang dibutuhkan seorang anak agar
dapat bertumbuh secara rohani?
e-BinaAnak bulan Mei (edisi 125 sampai edisi 128) telah kami sengaja
siapkan untuk menolong guru-guru SM mengetahui lebih banyak tentang
ketrampilan-ketrampilan yang dibutuhkan anak SM agar dapat menolong
mereka bertumbuh. Oleh karena ikutilah sajian topik berseri kami ini
yang akan kami beri judul "Melatih Ketrampilan Anak". Adapun topik-
topik yang akan diulas adalah:
- Berdoa
- Mengahafalkan Ayat
- Bersahabat
- Menyanyi/Memuji Tuhan
Sajian pertama dari topik berseri yang akan kami sajikan minggu ini
adalah tentang ketrampilan "Berdoa". SM merupakan tempat di mana
anak-anak dapat melatih ketrampilan mereka berdoa. Tujuannya adalah
agar mereka tidak salah memahami tentang doa yang benar. Banyak
jalan yang dapat ditempuh untuk mengajarkan anak tentang berdoa. Dua
Artikel yang masing-masing berjudul "Aktivitas untuk Belajar tentang
Doa" dan "Pendidikan tentang Doa" kami harapkan dapat menjadi
bekal dan landasan bagi Anda yang rindu mengasah ketrampilan rohani
anak dalam hal berdoa. Selain itu jika Anda ingin menerapkan macam-
macam kreasi doa dalam SM Anda, silakan simak kolom Aktivitas.
[Anda juga dapat melihat bahasan mengenai doa/teorinya untuk guru SM
dalam e-BinaAnak no. 006/2000, yang berjudul "Kehidupan Doa Guru"
==> http://www.sabda.org/pepak/e-binaanak/006/
==> http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/006/ ]
Selamat Mengajar!
Tim Redaksi
"Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu,
tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu
yang ada di tempat tersembunyi.
Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi
akan membalasnya kepadamu." (Matius 6:6)
ArtikelAktivitas untuk Belajar tentang Doa
MENIRU TELADAN ORANG DEWASA
Anak membutuhkan banyak kesempatan untuk mendengar orang dewasa
berdoa. Sikap orang dewasa yang tulus dan penuh hormat dalam berdoa
amat dirasakan anak. Meskipun anak mungkin tidak mengerti seluruh
kata-katanya, ia dapat merasakan bahwa berbicara kepada Allah
sungguh-sungguh merupakan pengalaman nyata. Anak yang secara
konsisten mendengar ungkapan terima kasih dan pujian kepada Allah
atas pemeliharaan-Nya yang penuh kasih, karunia-Nya dan pengampunan-
Nya, segera mengenal bahwa Allah adalah kasih dan Dia peduli pada
manusia.
Jika guru dan orangtua mengungkapkan perasaan mereka dalam doa,
mereka memberi anak suatu teladan yang tepat untuk mengungkapkan
perasaan-perasaannya sendiri. Maka doa bukanlah sebuah formula/
rumus, tetapi ungkapan perasaan yang nyata.
Misalnya, liburan keluarga Richie secara tak terduga harus
dipersingkat karena krisis bisnis yang mendesak. Richie mendengar
papanya berdoa,
"Tuhan, Engkau tahu betapa kecewanya kami karena harus pulang ke
rumah sekarang. Kami sungguh-sungguh tidak bahagia. Tolonglah
kami untuk mengingat hal-hal indah yang kami alami minggu ini dan
biarlah kami bergembira karena hal itu."
Perjalanan pulang dilewatkan dengan mengenang kegembiraan yang
mereka alami minggu itu, bukannya menggerutu karena hari-hari
liburan tidak seindah yang mereka harapkan.
SAAT MENJELANG TIDUR
Banyak orangtua menemukan bahwa saat-saat menjelang tidur merupakan
waktu yang amat menyenangkan dalam seluruh hari bagi setiap anggota
keluarga bila dipakai untuk mengingat saat-saat yang menyenangkan
pada hari itu. Setelah bercakap-cakap santai tentang pengalaman-
pengalaman yang menyenangkan, baik bagi anak maupun orangtua, mama
dan papa bisa berkata,
"Allah yang baik, kami mengucap syukur atas waktu yang
menyenangkan saat kami makan malam. Kami menikmati makanannya,
dan kami senang atas kebersamaan kami. Terima kasih atas keluarga
kami yang mengagumkan."
Kemudian mintalah anak tersebut mengucap syukur atas apa yang Tuhan
perbuat baginya.
Waktu tidur juga merupakan waktu yang efektif untuk menjernihkan
suasana tidak enak yang disebabkan oleh konflik-konflik keluarga.
Hindarilah untuk memakai doa sebagai sarana berkhotbah kepada anak.
Berdoa agar Allah menolong Billy supaya tidak nakal esok hari, hanya
akan menyebabkan timbulnya perlawanan pada diri anak tersebut.
Seorang ibu berdoa dengan bijaksana setelah melewati hari yang
melelahkan, "Bapa, saya mohon ampun karena saya begitu marah kepada
Brian hari ini. Tolong saya untuk lebih sabar." Ibu ini tidak
mengatakan bahwa Brian harus berdoa seperti itu juga. Tetapi
beberapa bulan kemudian, setelah mendengar pengakuan dan permintaan
tolong orangtuanya, ia menutup doanya dengan tambahan: "Dan Yesus,
saya terlalu nakal hari ini. Tolong saya untuk lebih baik besok."
DOA HAFALAN
Orangtua dan guru terkadang mengajarkan sebuah sajak doa yang mudah
dihafalkan sebagai cara pertama untuk berbicara kepada Allah.
Kebanyakan anak senang memakai doa hafalan. Persajakan dan iramanya
menarik bagi anak-anak. Mengucapkan doa hafalan dengan keras juga
memberikan kepuasan berdoa, seperti orang lain, yang dapat dengan
mantap berdoa. Namun, doa hafalan cenderung sekadar diungkapkan,
tanpa pengertian atau makna. Juga, doa-doa semacam ini kadangkala
dipakai oleh orang dewasa agar tidak merasa malu, karena tidak
terbiasa berdoa secara spontan. Orangtua membeli pakaian yang lebih
besar saat anak mereka bertumbuh, demikian juga mereka perlu
memberikan kesempatan untuk melangkah lebih jauh melampaui doa-doa
hafalan mereka ketika mereka masih kecil.
MENIRUKAN DOA
Terkadang ada baiknya jika kita menyuruh anak menirukan kata demi
kata, frasa demi frasa dalam berdoa. Pengalaman ini adalah langkah
pertama dalam membimbing anak menggunakan kata-katanya sendiri.
Tanpa ini, bagi anak doa dapat menjadi begitu monoton, dan merupakan
suatu proses yang rumit serta terlalu sukar dilakukan tanpa bantuan
orang dewasa.
PETUNJUK
Jika berdoa dengan anak, sesuaikan doa Anda dengan tingkat
kemampuannya, bukanlah mengharapkan anak berdoa pada tingkat
kemampuan Anda. Ini tidak berarti "menurunkan mutu" doa Anda. Lebih
tepat kalau dikatakan bahwa hal ini berarti anak tidak hanya menjadi
pengamat dan menunggu sampai orang dewasa selesai berdoa sehingga
tiba gilirannya untuk berdoa. Sebaliknya, libatkan anak saat berdoa
bersama dengan memakai doa Anda sebagai teladan.
- Jaga agar doa Anda tetap pendek. Bahkan Yesus, ketika mengajar
murid-murid-Nya berdoa, memberi mereka suatu contoh doa yang
hanya terdiri dari tiga kalimat (lihat Matius 6:9-13).
- Jaga agar kalimat Anda pendek. Kalimat pendek mudah diikuti
anak-anak (dan ditirukan), serta menolong Anda memusatkan diri
agar menjaga ucapan tetap sederhana.
- Hindari ungkapan-ungkapan yang penuh lambang dan berbunga-
bunga! Anak-anak tidak memahami gaya bahasa semacam itu. Agar
doa bermakna, seorang anak harus mengerti apa yang dikatakan.
- Bicaralah kepada Tuhan tentang hal-hal yang ada sangkut-pautnya
dengan pengalaman anak tersebut.
- Berbicaralah secara alami. Hindari istilah-istilah kuno seperti
"Hu" untuk menggantikan "Mu" dan sebagainya.
Saat ketrampilan berbahasa meningkat, akan menjadi lebih mudah
mengungkapkan perasaan dengan kata-katanya sendiri. Meskipun
demikian, seringkali anak perlu bimbingan untuk memusatkan apa yang
hendak ia katakan. Ucapan samar, "Terima kasih, Allah, atas semua
berkat yang saya terima," mengandung kata-kata yang sulit dimengerti
seorang anak kecil! Untuk memusatkan pikiran anak tersebut, ajukan
pertanyaan-pertanyaan sederhana untuk menolong anak mengenali secara
spesifik pemeliharaan Allah.
"Karen, kamu sarapan apa pagi ini?"; "Andrew, siapa yang membuatkan
serealmu? (menyisir rambutmu? menyemir sepatumu? menjemputmu dari
gereja?)"; "Joey, Allah merencanakan kamu memiliki keluarga! Jika
kamu ingin mengucapkan 'Terima kasih, Allah, untuk keluarga saya,'
kamu bisa datang dan berdiri di samping Ibu sementara kita berdoa."
Kemudian, pimpinlah doa,
"Bapa terkasih, kami mengucap syukur kepada-Mu atas keluarga
yang Kauberikan bagi anak-anak yang ada di sini hari ini. Kami
bahagia karena Engkau mengasihi setiap kami. Dalam nama Yesus
kami berdoa, Amin."
Dengan mengikutsertakan anak-anak dalam doa semacam ini, menolong
anak yang malu untuk berdoa dengan suara keras, merasa mampu
melakukannya.
Tentu saja, guru waspada terhadap setiap anak di kelompok itu,
karena ada anak-anak yang tidak tinggal bersama keluarga yang
terdiri dari ayah, ibu, kakak atau adik. Ada anak-anak yang tinggal
bersama orangtua tunggal, orangtua angkat, kakek-nenek, bibi dan
sebagainya. Mereka harus diyakinkan bahwa mereka pun memiliki
keluarga. "Ibu Davis merupakan keluargamu. Allah merencanakan agar
ia memeliharamu."
DOA SPONTAN
Ungkapkan perasaan-perasaan Anda dalam doa sementara anak-anak
melakukan aktivitas. Ini memberi teladan yang pantas ditiru untuk
mengungkapkan respon-respon pribadi kepada Allah. Ini juga
menunjukkan bahwa kita dapat berbicara kepada Allah setiap saat.
Doa bukan hanya sebuah rumusan -- doa merupakan ungkapan perasaan-
perasaan yang nyata.
Untuk memberi respon dengan ucapan syukur sepenuh hati kepada Allah,
anak harus menyadari benar apa yang Allah sediakan baginya secara
khusus. Kesadaran akan pemeliharaan Allah yang penuh kasih merupakan
langkah pertama untuk mengungkapkan rasa syukur. Melalui apa yang
ada di kelas Anda, arahkan perhatian anak pada hal-hal yang ia
lihat, cium, rasa, sentuh dan dengar. Kemudian hubungkan pengalaman
itu dengan pemeliharaan Allah. Misalnya, saat Anda menuangkan air
jeruk, katakan, "Allah membuat jeruk sehingga kamu dapat minum air
jeruk yang enak ini. Bukankah Allah itu baik kepadamu! Mari kita
ucapkan syukur kepada Allah atas minuman ini."
Selama aktivitas anak, Anda akan menemukan berbagai kesempatan untuk
membimbingnya mengucapkan doa pendek. Pada saat-saat informal
semacam itu, ketika anak-anak benar-benar asyik dengan aktivitas
yang menyenangkan, akan sangat bermanfaat jika Anda mengajak mereka
berdoa secara sederhana tentang apa saja yang menarik bagi mereka.
Misalnya, pada saat anak merangkai karangan bunga, ajukan
pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang warna, bau dan keunikan
bentuk bunga tersebut. Jika Anda menangkap bahwa si anak merasa
kagum dan heran, yang seringkali merupakan refleksi perasaan Anda
sendiri, katakan dengan perlahan, "Sharon, kita mengucap syukur
kepada Allah karena Dia menciptakan bunga-bunga ini bagi kita."
Jika anak itu tampak tidak yakin akan apa yang hendak ia katakan,
Anda dapat menyarankan, "Kamu boleh mengatakan, 'Terima kasih,
Allah, atas bunga-bunga ini.'"
Saat anak sibuk bekerja (memotong, menggambar, melukis), katakan,
"Janet, lihatlah karya yang indah yang dihasilkan tanganmu! Allah
membuat tanganmu memiliki jari-jari sehingga kamu dapat memegang
gunting. Apalagi manfaat jari-jarimu? Mari kita mengucapkan
terima kasih saat ini atas jari-jari yang kamu miliki. Kamu dapat
berkata, 'Terima kasih, Allah, untuk jari-jariku.'"
Jika anak berdoa dengan kata-katanya sendiri, beri pertolongan jika
diperlukan agar ia dapat menyelesaikan doanya. Tanyakan, "Apakah
kamu memerlukan bantuan saya untuk memikirkan kata-kata yang ingin
kamu ucapkan kepada Allah?" Hindari sikap yang membuat anak merasa
doanya salah atau tidak diungkapkan dengan baik.
BERDOA BAGI ORANG LAIN
Untuk menolong anak-anak mengerti bahwa mereka dapat menolong orang
lain dengan berdoa bagi mereka, kumpulkan foto-foto utusan Injil,
pendeta Anda atau beberapa guru yang dikenalnya. Bicaralah dengan
anak tersebut tentang bagaimana orang-orang ini dapat menolong orang
lain mengenal Tuhan. Gunakan kata-kata yang mampu dipahami anak.
Kemudian mintalah Allah menolong orang-orang ini melakukan pekerjaan
mereka dengan baik.
DOA BAPA KAMI
Murid Taman kanak-kanak dan anak-anak yang lebih besar tertarik
untuk mengetahui bahwa Doa Bapa Kami adalah doa yang Yesus ajarkan
dan bahwa doa itu dicatat dalam Alkitab. Namun, kalimat-kalimatnya
terlalu panjang dan banyak kata-katanya yang tidak dimengerti anak
kecil. (Seorang anak Amerika berdoa "Give us this day our jelly
bread," bukan "Give us this day our daily bread" yang artinya "Beri
saya makanan yang secukupnya pada hari ini.") Bagi anak usia Sekolah
Dasar, mempelajari dan menghafal bagian Alkitab yang penting ini
akan menjadi pengalaman yang lebih bermakna daripada ketika ia masih
kecil dulu. Jika suatu ketika anak mendengar doa ini, sangatlah
menolong untuk memberinya penjelasan sederhana mengenai kalimat-
kalimat tertentu. "Yesus mengajar kita untuk menyebut Allah Bapa
kita karena Allah seperti ayah atau ibu yang sempurna yang selalu
mengasihi dan menolong kita."
KELOMPOK DOA
Dalam kelompok doa, hindari menyuruh anak-anak berdoa sebagai
"pertunjukan." Berdoa di depan orang lain menyebabkan anak
memusatkan perhatian pada kelompok itu, bukan pada Allah. Doa anak
cenderung lebih alami dan tulus saat diucapkan secara pribadi atau
dalam aktivitas kelompok kecil, daripada di kelompok yang lebih
besar.
Bila kita menyediakan waktu setiap hari untuk berbicara kepada
Allah, bila kita berpaling kepada-Nya lebih dulu dalam menghadapi
saat-saat mencemaskan, dan bila pikiran dan rencana kita
mencerminkan ketergantungan kita kepada pimpinan-Nya, maka anak
cenderung merasakannya melalui sikap dan tindakan kita, yang
merupakan realita doa dalam hidup kita sendiri. Kita mempunyai tugas
untuk dengan sungguh-sungguh membagikan kepada anak-anak kepercayaan
kita yang mendalam akan doa. Hasil usaha kita selanjutnya ada di
dalam tangan Roh Kudus.
Sumber: Mengenalkan Allah Kepada Anak (Terjemahan dari Teaching Your Child About God), Wes Haystead, , halaman 106 - 108, Yayasan Gloria, Yogyakarta, 1996.
ArtikelPendidikan tentang Doa
Sewaktu "Doa Bapa Kami" diucapkan, adakah anak mengerti akan
maknanya atau hanya sekadar dihafal begitu saja? Atau dapatkan anak
menjadi pandai berdoa dengan mengulangi terus doa tersebut? Tidaklah
cukup hanya dengan memberitahukan bahwa anak-anak harus berdoa,
tetapi perlu mengajar mereka supaya tahu BAGAIMANA BERDOA. Untuk
membantu pertumbuhan kehidupan berdoa anak, perhatikanlah beberapa
pembahasan di bawah ini:
ISI DARI DOA
- Ibadah: Merasa hormat dan kagum terhadap kasih, kebaikan, kuasa,
dan hikmat Allah.
- Pengakuan Dosa: Mengaku segala kesalahan yang telah dilakukan
dan memohon pengampunan dari Allah.
- Pengucapan Syukur: Selalu mengucap syukur untuk segala sesuatu
yang telah dikaruniakan Tuhan.
- Permohonan: Belajar berdoa kepada Allah, dalam nama-Nya untuk
meminta hal-hal yang sesuai dengan kehendak Allah.
- Syafaat: Belajar melalui doa memperhatikan orang lain, juga
berdoa untuk kebutuhan orang lain.
KELEMAHAN DALAM DOA
- Waktu terlalu panjang.
- Telah menjadi suatu kebiasaan.
- Penggunan bahasa terlalu dalam/tinggi.
- Doa dipakai sebagai suatu khotbah.
- Mematikan suasana dengan menghafal doa yang sudah dikarang.
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
- Pendek/Singkat: Kondisi anak penuh energi sehingga tidak dapat
berkonsentrasi cukup lama. Doa yang panjang hanya membuat mereka
lelah.
- Jelas: Dalam mengucapkan doa, gunakan bahasa yang jelas dan
mudah dimengerti anak.
- Konkret: Dalam memimpin doa, hindari kata-kata yang abstrak,
seperti "Suci, Allah Mahatinggi" agar anak bisa meresapi doanya.
- Tepat: Gunakan kalimat yang tepat untuk menyatakan hormat kepada
Allah.
- Anak Ikut Berdoa: Usahakan mengikutsertakan anak agar mereka
dapat belajar berdoa. Jangan selalu mengulang menghafal Doa Bapa
Kami, doronglah mereka merasakan kehadiran Allah.
CARA BERDOA
- Dipimpin:
Pemimpin berdoa dengan bahasa yang sederhana, ingat untuk
mengurangi sebutan orang ketiga (dia, engkau), tetapi banyak
gunakan sebutan orang pertama (saya, kita). Jangan berdoa,
"Tuhan tolonglah mereka untuk dapat tenang mendengarkan
firman-Mu," tetapi "Tuhan tolonglah saya/kami untuk dapat
mendengarkan firman-Mu.
- Diulangi:
Anak yang baru berdoa, boleh mengikuti dan mengulangi doa yang
diucapkan guru, tetapi jangan menjadi rutin dan hindarilah
kemunafikan yang dapat menghilangkan ketulusan doa.
- Anak Memimpin:
Jika jumlah yang hadir dalam kebaktian tidak terlalu banyak
didalam kelas, anak dapat didorong untuk memimpin doa. Sebelumnya
guru memberikan usulan dan pokok doa yang sederhana agar mereka
dapat dengan bebas memimpin doa. Apabila tidak dapat meneruskan
doa, ia harus dibantu agar jangan sampai mereka ditertawakan oleh
teman.
- Doa Bersama:
Guru menyebutkan pokok doa dan meminta anak-anak membuka suara
untuk berdoa bersama-sama.
- Doa Pendek:
Membantu anak berdoa dengan satu atau dua kalimat saja. Usahakan
semua dapat giliran dan terakhir ditutup oleh guru, serta
bersama-sama mengucapkan, "Dalam nama Tuhan Yesus. Amin."
- Membaca Mazmur:
Meminta anak yang agak besar untuk membacakan satu atau dua ayat
dari Mazmur sebagai doa atau pujian mereka kepada Allah.
- Menyanyikan Doa Pujian:
Bila ada lagu yang berisikan tentang doa, ajak semua menyanyi
dengan sikap doa sebagai permohonan mereka.
- Doa Teduh:
Dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan
mereka, pemimpin meminta agar anak memikirkannya dalam saat
teduh, namun tetap jangan menggunakan waktu yang panjang.
- Doa Jari:
Ibu jari, mengingatkan mereka berdoa bagi keluarga dan teman.
Telunjuk, mengingatkan mereka berdoa bagi para utusan Injil
pendeta, guru. Jari tengah, mengingatkan mereka berdoa untuk para
pemimpin, presiden, dan lain-lain. jari manis, mengingatkan
mereka berdoa bagi orang yang lemah dan miskin. Jari kelingking,
mengingatkan mereka berdoa untuk diri sendiri.
Sumber: Menerobos Dunia Anak, Dr. Mary Go Setiawani, , halaman 182 - 185, Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 2000.
AktivitasMacam-macam Kreasi Berdoa
Jika guru-guru SM ingin acara doa tidak membosankan, macam-macam
kreasi doa berikut ini dapat menjadi satu aktivitas rohani yang
menyegarkan dan membawa berkat.
MACAM-MACAM KREASI BERDOA
Kreasi 1: Doakan Teman di Sampingmu
Setiap anak diminta mendoakan satu anak yang duduk di samping
kanannya (atau di sebelah kirinya), dengan demikian setiap anak akan
mendoakan satu anak di sampingnya, dan ia sendiri akan didoakan oleh
teman lainnya. Mintalah kepada setiap anak untuk menjelaskan kepada
teman yang akan mendoakan dia, pokok doa apa yang ia ingin didoakan
oleh temannya. Setelah itu secara bersamaan guru mengajak anak
berdoa dalam hati, mendoakan teman tersebut.
Kreasi lain, guru bisa mengajak anak berdoa bersama-sama dengan
bersuara. Lebih indah jika anak diajak berdoa bersama sambil
bergandengan tangan satu sama lain, sehingga melalui doa rasa
persaudaraan di antara anak-anak dapat semakin dipererat.
Kreasi 2: Jaringan Doa
Guru mengajak anak-anak mendoakan pokok doa tertentu pada sepanjang
hari dalam minggu itu. Mintalah anak-anak berdoa pada jam tertentu,
doa ini cukup dilakukan di rumah masing-masing. Tujuannya adalah
membentuk rasa kebersamaan dan solidaritas di antara anak-anak
melalui dukungan doa. Guru dapat mengajak anak-anak menentukan
bersama pokok doa yang akan didoakan pada jam tertentu tersebut.
Akan lebih menarik jika pokok-pokok doa tersebut dan jam doa yang
disepakati bersama ditulis secara menarik pada sebuah kartu doa yang
dirancang menarik, sebagai alat untuk mengingatkan anak-anak.
Kreasi 3: Suasana Doa Dibentuk dengan Dekorasi Tertentu
Suasana doa dapat dibentuk semakin indah, misalnya dengan membuat
dekorasi tertentu dalam ruangan kelas. Tujuannya adalah agar
tercipta suatu suasana yang khusuk dalam berdoa dan dapat membuat
suasana menarik sehingga membuat anak terkesan dan tertarik untuk
berdoa lebih sungguh-sungguh. Contoh-contoh dekorasi yang dapat
dibuat, misalnya:
- Dekorasi sebuah formasi salib terbuat dari lilin-lilin. Anak
dapat diajak berdoa bersama-sama mengelilingi salib tersebut.
- Dekorasi sebuah hati terbuat dari formasi susunan lilin-lilin,
dan anak berdoa duduk melingkar dalam formasi hati tersebut.
- Dekorasi sebuah kolam, dan anak diingatkan peristiwa Yesus di
danau Galilea, lalu anak-anak diajak berdoa bersama di
sekeliling kolam.
- Dekorasi sebuah taman, anak-anak dapat diingatkan peristiwa
Yesus berdoa di taman Getsemani dan anak-anak diajak berdoa
bersama.
- Ruangan didekorasi dengan banyak lampion.
Dan masih banyak lagi kreasi dekorasi yang dapat di buat, tentu saja
harus disesuaikan dengan pokok pelajaran dari cerita minggu
tersebut. Dengan dekorasi, membuat suasana doa menjadi lebih indah.
Kreasi 4: Doa dan Selingan Lagu
Guru dapat mengajak anak-anak mendoakan beberapa pokok doa. Diantara
perpindahan pokok doa dari satu anak ke anak lainnya, guru dapat
mengajak anak menyelingi doa dengan sebuah lagu. Lagu dapat
dinyanyikan bersama, atau cukup dinyanyikan oleh singer saja, atau
hanya suara tape saja. Dan di akhir doa sebuah lagu dapat
dinyanyikan bersama sebagai penutup. Lagu ini akan membuat suasana
doa lebih menarik.
Kreasi 5: Kreasi Alat Peraga Doa
(Lilin, hati, surat, bunga, kartu ayat, dan sebagainya)
Anak-anak dapat diminta berdoa sambil memegang salah satu alat
peraga. Misalnya, sebelum berdoa anak-anak diminta menuliskan pokok
doanya pada sebuah surat, atau pada sebuah kartu yang diikatkan
pada sebatang lilin, sebuah gambar hati, sekuntum bunga. Atau anak-
anak dapat berdoa dengan memegang sebuah kartu ayat, yang berisi
ayat hafalan yang dapat menguatkan hati anak-anak untuk berdoa.
Kreasi 6: Macam-macam Jenis Isi Doa
Ada bermacam-macam jenis doa, misalnya:
- Doa yang berisi suatu pujian akan kebesaran dan kemurahan
Tuhan.
- Doa yang berisi suatu permintaan kepada Tuhan.
- Doa pengucapan syukur.
- Doa yang berisi sebuah tekad atau janji (hal yang akan
dilakukan).
- Doa penyesalan dan memohon pengampunan atas dosa yang
dilakukannya.
Sumber: Teknik Kreatif dan Terpadu dalam Mengajar Sekolah Minggu, Paulus Lie, , halaman 107 - 109, Yayasan Andi, Yogyakarta, 1999.
HumorDoa Jesica
Semoga humor ini bisa menghibur di tengah-tengah kesibukan pelayanan
kita semua ... :)
DOA JESICA
Jesica, seorang gadis kecil berusia 3 tahun sering berkata kepada
ibunya bahwa dia takut kepada hantu. Oleh karena itu ibunya
mengajarkan Jesica berdoa supaya ia tidak takut kepada hantu.
Ibu : "Jesica, Tuhan Yesus sangat berkuasa dan hantu takut dengan
Tuhan Yesus. Nah, kalau Jesica takut, Jesica harus usir
hantu itu dalam nama Tuhan Yesus."
Ibu Jesica sangat bangga karena sekarang anaknya tidak takut lagi
setelah diajarkan bagaimana mengusir hantu, bahkan Jesica berhasil
mengingat semua kata-katanya dengan benar berulang-ulang.
Ibu : "Bagus! Coba sekarang ulang sekali lagi."
Jesica: "DALAM NAMA TUHAN YESUS, HANTU PERGI!!!"
Pada saat yang lain ibu Jesica mengajarkan Jesica berdoa makan
dengan cara memintanya menirukan kata-kata yang ibunya ucapkan.
Ibu : "Tuhan Yesus ...."
Jesica: "Tuhan Yesus ...."
Ibu : "Jesica mau makan ...."
Jesica: "Jesica mau makan ...."
Ibu : "Terima kasih untuk makanan ini ...."
Jesica: "Terima kasih untuk makanan ini ...."
Ibu : "Dalam nama Tuhan Yesus ...."
Jesica: "HANTU PERGIII ... !!!"
Ibu : "???...... Amin."
Jesica: "Amin."
Sumber: Tim Redaksi e-Humor
"Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya,
Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku." (Mazmur 91:14)
Sumber: e-Humor - 341/Mei/2002
Arsip : http://www.sabda.org/publikasi/e-humor/341/
Sumber: , e-Humor - 341/Mei/2002.
Dari Anda Untuk AndaKumpulan Cerita Bina Anak
Dari: Martha W. <martha@>
>Syalom,
>Terima kasih untuk semua kiriman binaanak pada saya. Bahan-bahan
>mengajar yang ditampilkan, saya print lalu saya jadikan buku untuk
>rekan-rekan GSM di gereja saya. Buku tersebut saya beri nama
>"Kumpulan Cerita Bina Anak". Saat ini buku pertama sudah selesai.
>Saya tidak lupa kok mencantumkan sumber bahan cerita tsb dan juga
>alamat subscribe binaanak seperti yang sering diminta oleh staf
>binaanak. Terima kasih sekali lagi ... :) Maju terus dalam
>pelayanan.
Redaksi:
Kami sangat bersukacita atas apa yang sudah Anda lakukan. Kiranya
apa yang sudah Anda lakukan tersebut menjadi berkat bagi Anda dan
rekan-rekan Anda. Untuk memajukan pelayanan anak, memang dibutuhkan
orang-orang kreatif yang berinisiatif tinggi. Silakan gunakan terus
bahan-bahan dari kami demi kemajuan pelayanan anak di mana saja.
|