Salam dari Redaksi
Salam kasih dalam Yesus Kristus,
Sebagai edisi terakhir dari tema "Fasilitas Sekolah Minggu", kami
akan menyajikan topik "Alat Peraga". Mengingat pentingnya
penggunanan alat peraga dalam proses belajar mengajar di Sekolah
Minggu, maka sudah sepantasnya jika setiap gereja (Sekolah Minggu)
mengusahakan keberadaan alat-alat tsb. e-BinaAnak sudah beberapa
kali membahas secara khusus tentang alat peraga, karena topik ini
memang tidak akan habis dibicarakan. Dari waktu ke waktu guru-guru
SM perlu mengembangkan diri agar dapat belajar membuat dan
menggunakan alat peraga dengan lebih kreatif. Nah, untuk itu silakan
simak Artikel dan Tips Mengajar di edisi e-BinaAnak ke 103 ini. Kami
yakin Anda akan mendapat pengetahuan yang lebih luas tentang
penggunaan alat peraga di kelas Anda.
Sebagai pelengkap, kami sajikan tiga Bahan Mengajar yang menggunakan
alat peraga untuk bisa dipraktekkan di Sekolah Minggu Anda.
Selamat mempraktekkan!
Tim Redaksi
"Hendaklah perkataan Kristus
diam dengan segala kekayaannya di antara kamu,
sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar
dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur,
dan puji-pujian dan nyanyian rohani,
kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu."
(Kolose 3:16)
ArtikelAlat Peraga sebagai Fasilitas dalam Sekolah Minggu
Alat peraga merupakan fasilitas penting dalam Sekolah Minggu karena
bermanfaat untuk meningkatkan perhatian anak. Dengan alat peraga,
anak diajak secara aktif memperhatikan apa yang diajarkan guru. Satu
hal yang harus diingat, walaupun fasilitas alat peraga yang dimiliki
Sekolah Minggu Anda minim, tetapi bila penggunaan alat peraga
diikuti dengan metode anak aktif, maka efektifitas pengajaran akan
semakin baik. Jadi dalam melengkapi alat peraga Sekolah Minggu Anda,
imbangi pula dengan kreasi-kreasi yang meningkatkan keaktifan murid-
murid SM Anda.
Alat peraga atau alat bantu mengajar adalah alat-alat atau
perlengkapan yang digunakan oleh seorang guru dalam mengajar.
Alat peraga sering dipakai saat guru bercerita, oleh karena itu
usahakan untuk selalu mengadakan dan memperbarui alat-alat peraga
dalam Sekolah Minggu Anda. Alat peraga bukan hanya dipakai untuk
bercerita, tetapi dapat pula dipakai untuk memimpin pujian, memimpin
doa, dan kegiatan Sekolah Minggu lainnya. Artinya, seorang guru
dapat (bahkan perlu) menggunakannya dalam memimpin bagian demi
bagian kegiatan dalam Sekolah Minggu.
Jadi alat peraga penting sebagai salah satu fasilitas wajib dalam
Sekolah Minggu karena:
- Dengan alat peraga, pelajaran akan disajikan lebih menarik.
- Mengarahkan perhatian anak (anak perlu alat bantu untuk
berkonsentrasi dalam mendengarkan pengajaran).
- Membantu pengertian (menjelaskan cerita), karena pengertian anak
akan sesuatu hal bisa berbeda dengan apa yang guru maksudkan.
Sementara tidak semua guru dapat menceritakan dengan baik detail-
detail ceritanya. Jadi Alat peraga adalah alat untuk menjelaskan
yang sangat efektif, misalnya:
- Untuk menjelaskan usia, ciri khas, karekter atau sifat dari
seorang tokoh. Dengan alat peraga, gambar lebih jelas daripada
dijelaskan dengan kata-kata saja. Sehingga anak dapat
menghayati karakter tokoh yang diceritakan.
- Untuk menjelaskan situasi sebuah tempat, misal keadaan sebuah
kota, bangunan, dan sebagainya, dengan gambar akan lebih jelas
daripada diceritakan secara lisan saja.
- Untuk menjelaskan alur cerita.
- Untuk menjelaskan letak sebuah tempat, setting waktunya,
budaya, dan situasi kondisi sebuah tempat pada waktu tertentu
dalam situasi tertentu. Misal: menceritakan situasi kota
Yerusalem pada zaman Yesus jauh lebih mudah dengan gambar
daripada dengan kata-kata.
- Untuk menggambarkan hubungan keluarga (bila menceritakan
silsilah).
- Untuk menjembatani budaya yang berbeda dengan keadaan hidup
anak-anak pada masa kini dengan setting cerita yang
diceritakan oleh guru.
- Alat peraga adalah alat bantu bagi anak untuk mengingat
pelajaran. Alat peraga dapat menimbulkan kesan di hati sehingga
anak-anak tidak mudah melupakannya. Sejalan dengan ingatan anak
akan alat peraga itu, ia juga diingatkan dengan pelajaran yang
disampaikan guru.
- Semakin kecil anak, ia semakin perlu visualisasi/konkret (perlu
lebih banyak alat peraga) yang dapat disentuh, dilihat,
dirasakan, dan didengarnya.
Alat-alat peraga yang wajib tersedia sebagai fasilitas Sekolah
Minggu diantaranya adalah sebagai berikut:
- Gambar-gambar dan poster sering muncul dalam setiap cerita yang
kita sampaikan. Misalnya gambar pemandangan, rumah, Yesus, murid-
murid Yesus, orang -- wanita, pria, dan anak-anak --, binatang,
dll.
- Papan planel (minimal satu buah) dan flash card -- jangan lupa
untuk memperbarui flash card Anda.
- Papan tulis lengkap dengan kapur dan penghapusnya. Sediakan kapur
berwarna juga sebagai variasi dalam gambar atau tulisan Anda agar
lebih menarik.
- Peta lokasi, peta kota, dan peta dunia yang ukurannya disesuaikan
dengan banyaknya jumlah anak. Semakin banyak jumlah anak,
usahakan juga untuk membuat peta dengan ukuran yang lebih besar.
- Audio visual, bisa berupa film, video/VCD, sound slide, overhead
projector (OHP), tape/kaset, dll.
HAMBATAN UTAMA PENGGUNAAN ALAT PERAGA
- Guru malas menyediakan alat peraga (biasanya dengan alasan: saya
tidak punya waktu/dana, gereja belum memiliki perlengkapannya,
dll.)
- Guru beralasan "saya tidak bisa/tidak berpengalaman/saya tidak
pandai membuat alat peraga", dan sebagainya.
- Alasan guru "Begini saja 'kan cukup ... mau apa lagi?" (hal ini
biasanya diucapkan guru yang merasa pandai berbicara).
- Keterbatasan dana.
Mengingat sangat pentingnya alat peraga dalam kelas Sekolah Minggu,
hal berikut dapat dilakukan, yaitu:
- Komisi Anak/Komisi Sekolah Minggu membuat tim kreatif, agar guru-
guru merasa tidak sendiri dalam mempersiapkan alat peraga. Alat
peraga dipersiapkan bersama-sama sehingga dapat disimpan sebagai
koleksi Sekolah Minggu.
- Membuat alat peraga yang murah namun menarik, misal:
a. Kostum dapat dibuat dari koran/barang bekas.
b. Memanfaatkan barang bekas, misal: gambar dari koran/majalah,
muppet dari kertas bekas.
Tips MengajarPetunjuk Pemakaian Alat Peraga
Semua alat peraga akan berguna, hanya kalau mencapai tujuan yang
sesungguhnya yaitu membantu atau menolong guru agar membuat muridnya
mudah belajar. Ikutilah petunjuk-petunjuk untuk memakai alat peraga
dengan bijaksana:
- Persiapkanlah diri dan latihlah sebelum datang ke kelas.
- Pakailah alat peraga itu pada saat yang tepat.
- Alat peraga itu hendaknya cukup besar, cukup tinggi dan cukup
jelas agar semua dapat melihatnya.
- Jangan berdiri di depan alat peraga, supaya tidak menghalangi
pandangan anak.
- Jangan membuatnya terlalu rumit.
- Pastikan bahwa alat peraga itu mudah dimengerti dan membantu
dalam mengajar.
Ada suatu perintah bagi guru-guru SM --
"Pakailah alat peraga dalam setiap kelas Sekolah Minggu!"
-- Saudara akan mematuhi peraturan ini jika Saudara ingin menjadi
guru yang berhasil. Pakailah pintu gerbang mata/indera agar murid
belajar lebih banyak!
Bahan MengajarAnggota-anggota Tubuh Kristus
Alat peraga:
Sebuah palu.
Penyampaian:
Ini adalah sebuah palu. Digunakan untuk memukul paku bila memaku
sesuatu, misalnya peti. Apa yang terjadi bila jari yang kena palu?
Pasti akan sakit sekali dan akhirnya bengkak.
Sekarang saya hendak mengangkat palu ini dan saya akan meletakkan
tangan saya yang lain di bawahnya. Jika saya mengatakan kepada
kalian bahwa saya akan memukul ibu jari saya sekeras mungkin,
percayakan kalian? Kalian benar. Mengapa kalian tidak percaya bahwa
saya akan memukul ibu jari saya? Tentu saja itu akan sakit sekali.
Tangan saya dihubungkan pada lengan saya, dan lengan itu dihubungkan
pada tubuh saya. Walaupun ibu jari adalah anggota tubuh yang kecil
sekali, namun ia akan merasa sakit. Tidak ada orang yang dengan
sengaja akan menyakiti tubuhnya sendiri, bukan?
Dalam 1Korintus 12:12-31 Firman Allah memberitahukan bahwa pada
saat kita menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, maka
Dia menjadikan kita anggota-anggota tubuh-Nya. Kalian adalah
anggota dari tubuh Kristus dan saya juga anggota dari tubuh Kristus.
Semua orang Kristen adalah anggota-anggota dari Kristus (bacalah
1Korintus 12:12,13,27). Kita tidak tahu menjadi bagian apakah kita
ini, namun Alkitab mengatakan bahwa kita semua sama penting bagi
Dia. Alkitab mengatakan bahwa bila seorang Kristen menderita, maka
kita semua menderita karena kita semua berada dalam satu Tubuh
(1Korintus 12:26).
Jika salah seorang di antara kita berbuat sesuatu yang menyakiti
orang Kristen lain, sesungguhnya kita menyakiti Kristus dan diri
kita sendiri, sama seperti palu itu akan menyakiti seluruh tubuh
saya walaupun yang kena pukul hanya ibu jari saya. Mungkin kalian
berpikir bahwa kalian tidak pernah menyakiti orang Kristen lain
karena kalian tidak pernah meninju dia atau melemparinya dengan
batu atau menyebabkan dia tersandung.
Kita sekalian sudah pernah menyakiti satu sama lain, yaitu dengan
lidah kita. Surat Yakobus (pasal 3) mengatakan, betapa banyak
kesusahan yang dapat dibuat oleh lidah kita terhadap orang-orang
Kristen lain. Pernahkah kalian berdusta tentang orang Kristen lain?
Pernahkah kalian mengatakan hal-hal yang jahat dan tidak baik kepada
orang Kristen lain sehingga menyakiti hatinya? Pernahkah kalian
tidak dapat mengendalikan amarah kalian dan mengatakan apa saja yang
ada dalam pikiran kalian? Ada banyak cara lagi untuk melukai hati
orang Kristen dengan kata-kata yang tidak benar atau tidak baik,
yang seharusnya tidak boleh kalian ucapkan. Firman Allah mengatakan
bahwa lidah itu seperti api dan penuh dengan kejahatan atau dosa
(Yakobus 3:6). Hanya Tuhan Yesus Kristus sajalah yang dapat
mengontrol lidah kita dan menahan kita dari berkata-kata yang tidak
baik. Ingatlah, bila kali berikutnya kalian dicobai untuk mengatakan
sesuatu yang tidak benar tentang seorang Kristen, maka kalian tidak
saja menyakiti dia tetapi kalian juga menyakiti Kristus dan diri
sendiri, karena kita sekalian adalah anggota-anggota tubuh Kristus.
Bahan MengajarPemeliharaan Allah
Alat Peraga:
1. Burung mainan atau gambar burung.
2. Bunga liar.
3. Sehelai rambut yang Saudara cabut dari kepala Saudara sementara
pelajaran berlangsung.
Penyampaian Cerita:
Ketika Tuhan Yesus masih berada di dunia, Dia memakai tiga macam
benda yang tidak berarti dan tidak berharga guna menunjukkan kepada
kita bahwa Dia selalu memelihara manusia. Pagi ini saya bawa tiga
macam benda itu.
Banyak ayat dalam Kitab Suci mengajar kita untuk tidak kuatir.
Hampir semua orang yang kita kenal sering kuatir. Banyak orang,
bahkan orang Kristen pun, kadang-kadang kuatir. Tetapi, walaupun
semua orang lain kuatir, ini tidaklah berarti bahwa kita juga harus
kuatir. Allah tahu bahwa kita semua cenderung sekali menjadi kuatir.
Sebab itu Dia memberi banyak janji yang amat indah dalam Firman-Nya,
untuk meyakinkan kita bahwa tak ada alasan bagi kita untuk kuatir
tentang apapun.
[Perlihatkanlah burung mainan atau gambar burung.]
Kristus berkata bahwa apabila kita melihat burung-burung di langit
yang tidak pernah bekerja ataupun menyimpan makanan, maka kita harus
teringat bahwa Allah juga memelihara mereka. (Matius 6:26). Dia
berkata bahwa lima ekor burung pipit dijual hanya untuk dua duit
saja, tetapi tidak seekor pun dilupakan Allah dan Allah tahu apabila
satu ekor jatuh ke tanah (Lukas 12:6). Pernahkah kalian menghitung
semua burung yang kalian lihat? Allah memelihara mereka semuanya;
dan kita adalah jauh lebih penting daripada burung-burung itu,
sehingga pastilah Dia akan memelihara kita juga.
[Cabutlah sehelai rambut dari kepala Saudara.]
Ini adalah sehelai rambut yang baru saja saya cabut. Allah berkata
bahwa Dia memeliharakan kita sedemikian baiknya, sehingga jumlah
rambut di kepala kita diketahui-Nya (Lukas 12:7). Kalau Allah
sedemikian telitinya sehingga Dia tahu jumlah rambut di kepala kita,
maka kita pun harus yakin bahwa setiap hari Dia juga akan selalu
menyediakan apa yang kita perlukan.
[Perlihatkan gambar bunga liar.]
Kristus meminta kita memperhatikan hal bunga bakung yang tumbuh di
padang. Bunga bakung di Palestina adalah bunga yang tumbuhnya liar.
Di sana terdapat padang-padang yang penuh dengan bunga bakung itu.
Tidak ada yang memeliharanya, mereka tumbuh sendiri (Matius 6:28-30).
Lalu Dia berkata, kalau Allah memeliharakan bunga-bunga yang
tumbuh liar itu dan Dia juga memberikan warna-warni yang indah
meskipun bunga-bunga itu segera layu, maka kalian harus percaya
bahwa Dia pasti akan memeliharakan kalian. Kalau kita selalu kuatir,
itu berarti bahwa kita kurang iman. Kristus berkata, apabila kita
selalu kuatir, maka kelakuan kita sama dengan orang yang tidak kenal
Kristus. Allah tahu apa yang kita perlukan, malahan sebelum kita
memintanya Dia sudah tahu.
Allah mempunyai satu rencana untuk kehidupan kita masing-masing
(bacalah Matius 6:33). Allah berkata bahwa kita harus terlebih
dahulu mencari Dia serta kebenaran-Nya. Sesudah itu barulah Dia
akan mencukupi semua kebutuhan kita. Bukankah itu indah? Itulah
janji Allah.
Kristus memakai tiga macam benda itu untuk mengajar kita agar kita
tidak kuatir, dan untuk memperlihatkan kepada kita bahwa tak usah
kita kuatir mengenai apapun yang kita perlukan. Kita selamanya
berada dalam pemeliharaan Allah, dan Dia berkata bahwa kita harus
bersandar kepada-Nya, karena Dia sangat mencintai kita sehingga Dia
akan selalu mempedulikan kita (1Petrus 5:7).
Bahan MengajarPerlindungan di Bawah Sayap
Untuk alat peraga yang memerlukan gambar binatang, Anda cukup
membeli satu buku khusus berisi gambar-gambar binatang sehingga buku
tersebut dapat dipakai berulang-ulang. Seperti cerita di bawah ini
yang alat peraganya hanya memerlukan gambar Burung Pipit Berbulu
Putih yang dapat Anda temukan dalam buku mengenai pengenalan unggas.
PERLINDUNGAN DI BAWAH SAYAP
Alat Peraga:
Gambar seekor Burung Pipit Berbulu Putih.
Ayat Alkitab:
Mazmur 57:1
Tema:
Tuhan Menyediakan Perlindungan.
Penyampaian Cerita:
Lihatlah gambar di tangan saya. Ini adalah gambar seekor burung
di Afrika yang bernama Burung Pipit Berbulu Putih.
Induk burung ini sangat menyayangi anak-anak mereka. Mereka tinggal
di Afrika, dan kadang mereka sulit mencari makanan untuk bertahan
hidup. Untuk menemukan makanan, induk burung harus kerja keras.
Ada saat-saat di mana anak-anak mereka ditinggal seharian penuh,
sementara induknya mencari makanan.
Untuk menjamin anak-anaknya terlindungi selama mereka pergi, induk
burung memiliki suatu cara yang unik dalam membangun sarangnya.
Sarang itu selalu dibangun di sebelah barat pohonnya.
Letak ini sangat baik bagi anak-anak burung. Sang induk dapat
menjaga anak-anaknya tetap hangat pada saat matahari belum tinggi.
Tetapi pada saat induk burung pergi, pada saat itu sinar matahari
menghangatkan sarang burung itu. Burung-burung memiliki naluri untuk
membangun sarang seperti ini.
Tuhan menyediakan pemeliharaan bagi anak-anak burung itu dari
kehangatan sinar matahari. Dalam kehidupan burung-burung Pipit
Berbulu Putih ini, mereka tidak selalu dapat terus menerus
memelihara anak-anaknya. Tuhan menolong mereka dengan menyediakan
pemeliharaan melalui kehangatan sinar matahari.
Demikian juga halnya dengan manusia. Orangtua menyediakan
pemeliharaan penuh bagi anak-anaknya, tetapi mereka juga percaya
bahwa Tuhan selalu menolong mereka. Tuhan memberikan hikmat,
tuntunan, dan kemampuan kepada orangtua untuk membesarkan anak-anak
mereka. Tuhan juga menyediakan suatu keluarga jemaat gereja, di mana
anak-anak dapat dibesarkan.
Kami semua, di dalam gereja ini, sangat menyayangi kalian semua.
Kamu semua adalah bagian dari keluarga jemaat gereja sepanjang
hidupmu. Tuhan akan terus memimpin jemaat gereja ini, orangtuamu
-- dan juga kamu.
Ingatlah bahwa Tuhan selalu ada dalam hidupmu, menuntun, menolong,
dan melindungi.
Doa:
Ya Tuhan, terima kasih telah menyediakan orangtua yang menyayangi
kami, keluarga jemaat gereja yang memperhatikan kami, dan pimpinan-
Mu, serta perlindungan-Mu yang kekal bagi kami. Amin.
Dari Anda Untuk Anda
Dari: Margaretha <mareta@>
>Syalom,
>Puji Tuhan untuk telah dikirimkannya e-BinaAnak ke alamat e-mail
>saya. Saya sebenarnya sama sekali tidak mendaftarkan diri, tetapi
>teman saya yang mengetahui bahwa saya sangat membutuhkan milis
>seperti ini mendaftarkan alamat e-mail saya ke redaksi e-BinaAnak.
>Terima kasih untuk pengirimannya ....
>Tuhan memberkati!
>
>Margaretha W.
Redaksi:
Saling mendukung dalam pelayanan memang memberikan sukacita yang
luar biasa -- Puji Tuhan dan Selamat Melayani!! Teman Anda dengan
penuh sukacita mendaftarkan (atau mengirimkan) alamat e-mail Anda
sebagai pelanggan e-BinaAnak, dan kami dengan sukacita menyambut
Anda menjadi anggota e-Publikasi ini! (Juga ada Forum Diskusi
Elektronik bernama e-BinaGuru, apakakah Anda tertarik untuk
bergabung?)
Kiranya edisi-edisi e-BinaAnak dapat menjadi berkat bagi pelayanan
Anda. Apakah Anda juga ingin mengajak teman lain untuk ikut
berlangganan e-Binaanak?? :)
|