|
 |
Cari di e-BinaAnak |
 |
Baca e-BinaAnak |
| |
Bagaimana berpartisipasi dalam pelayanan di e-BinaAnak?
jawabannya |
|
|
|
|
|
<<< Edisi 101
| Edisi 103 >>>
|
e-BinaAnak edisi 102 (20-11-2002)
Fasilitas Belajar dan Bermain
|
|
|
|
 |
Salam dari Redaksi
Salam kasih dalam Yesus Kristus,
Masih berhubungan dengan tema "Fasilitas Sekolah Minggu", minggu ini
kami akan membahas topik fasilitas-fasilitas di Sekolah Minggu yang
menunjang sebagai sarana belajar dan bermain. Artikel yang kami
sajikan adalah tentang fasilitas ruangan untuk belajar dan bermain,
karena hal itu merupakan penunjang utama agar proses belajar dan
mengajar di Sekolah Minggu berhasil.
Ketika kita memikirkan tentang fasilitas belajar dan bermain,
seringkali kita memikirkan alat-alat yang mahal dan sulit
didapatkan. Padahal tidak harus demikian. Bagaimana mendapatkan
alat-alat belajar dan bermain yang sederhana dan tidak membutuhkan
banyak biaya? Silakan Anda baca dua Tips Mengajar yang kami suguhkan
untuk Anda minggu ini. Kolom Aktivitas akan khusus kami sajikan
untuk memberi contoh bagaimana fasilitas bermain tidak harus mahal.
Dengan alat yang sederhana guru dapat mengajar prinsip Firman Tuhan
dengan mudah dan anak-anak sambil bermain dapat menangkap pelajaran
dengan gembira.
Selamat melayani!
Tim Redaksi
"Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku,
dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib;"
(Mazmur 71:17)
ArtikelRuang Kelas sebagai Fasilitas Belajar dan Bermain di Sekolah Minggu
Ruang kelas yang baik adalah ruang kelas yang dapat mendukung usaha
para guru SM dalam mengajar dan menanamkan Firman Tuhan kepada anak-
anak SM. Untuk mencapai tujuan itu, selain ruang kelas harus aman,
ruang kelas juga harus diciptakan sedemikian rupa sehingga nyaman
untuk menjadi tempat belajar dan bermain. Berikut ini ada beberapa
hal yang perlu diperhatikan:
1. Perabotan Furniture
Lihatlah tempat duduk di Sekolah Minggu Anda, apakah sudah sesuai
dengan ukuran anak-anak atau belum. Tempat duduk yang tepat bagi
anak-anak adalah apabila anak-anak dapat duduk dengan posisi
nyaman, dengan kaki menyentuh lantai. Apabila tempat duduk
terlalu tinggi maka setelah 10 menit duduk, anak-anak akan
gelisah dan segera mencoba menggerakkan badan dan memindahkan
kakinya. Demikian pula mejanya. Jika dalam kelas anak-anak
menggunakan meja dengan ukuran tinggi/besar yang sebenarnya untuk
orang dewasa, maka kegiatan belajar ataupun bermain yang
memerlukan meja tidak akan efektif, karena dengan meja yang
terlalu tinggi atau terlalu besar, jangkauan kegiatan belajar dan
bermain anak-anak akan sangat terbatas. Untuk itu pastikan
perabotan (meja, bangku, kursi, rak buku, peralatan permainan,
dll.) di ruang kelas Sekolah Minggu Anda sesuai dengan ukuran
anak-anak.
Apabila di tempat Anda hanya tersedia tempat duduk (kursi atau
bangku) dan meja ukuran dewasa, maka cara mengatasinya Anda dapat
menggunakan tikar saat mengajar atau bermain sehingga anak-anak
dapat duduk dan bermain di atas tikar dengan nyaman.
2. Penerangan
Penerangan ruang kelas yang kurang terang akan dapat menyebabkan
kelelahan pada mata dan menyebabkan sakit kepala, sehingga
mempengaruhi semangat anak-anak dan guru dalam melakukan kegiatan
belajar mengajar di Sekolah Minggu. Penerangan yang baik dapat
diperoleh jika tersedia jendela dan ventilasi yang cukup. Namun
demikian, perlu juga diperhatikan agar penataan tempat duduk
tidak membuat penerangan dari luar menyilaukan penglihatan
anak-anak. Karena sinar yang terlalu kuat juga akan mengganggu
penglihatan.
3. Lantai, Dinding, dan Langit-langit
Ada baiknya jika lantai ruangan menggunakan karpet. Karena selain
dapat meredamkan suara, karpet juga dapat menyediakan lantai yang
hangat untuk diduduki anak-anak dengan nyaman ketika melakukan
kegiatan bermain di lantai. Juga agar dapat mendukung sistim
akustik ruangan, dinding, dan langit-langit sebaiknya menggunakan
bahan yang dapat meredamkan suara. Sehingga kegiatan yang
dilakukan oleh kelas SM yang satu tidak mengganggu kelas yang
lain.
4. Warna Cat
Bagaimana dengan warna cat di ruang kelas? Warna gelap dan warna
yang kuat kurang cocok bagi ruang kelas SM. Anda dapat memilih
warna pastel dan warna cerah untuk ruang kelas di SM Anda, karena
hal ini dapat menambah semarak dan semangat anak-anak dalam
belajar maupun bermain. Demikian pula kombinasikan warna-warna
secara harmonis akan sangat membantu meriangkan suasana ketika
anak-anak bermain.
5. Gambar dan Poster
Gambar-gambar dan poster-poster sebaiknya dipasang sesuai dengan
arah pandang anak-anak. Untuk memperbaharui suasana di SM Anda,
kurang lebih sebulan sekali, rubahlah posisi gambar-gambar dan
poster-poster yang menempel di dinding. Bisa juga Anda mengganti
dengan gambar-gambar dan poster-poster yang lain atau kadangkala
biarkan dinding ruangan kelas kosong untuk membuat suasana yang
berbeda supaya anak-anak tidak jenuh dengan suasana yang itu-itu
saja.
6. Ukuran Ruang Kelas
Sebaiknya ruang kelas cukup luas, sehingga anak-anak memiliki
ruang gerak yang cukup untuk melakukan aktivitas bermain. Anak
bisa melakukan aktivitas bermain di tempat duduk, namun bisa juga
di lantai dengan nyaman. Apabila Anda berasal dari gereja kecil
dimana hanya memiliki satu ruangan yang sempit untuk SM, beberapa
hal berikut ini dapat Anda lakukan:
- Apabila jumlah anak terlalu banyak sehingga ruang kelas tidak
cukup, maka sebaiknya Anda membagi anak-anak dalam dua kelas.
Bila hanya ada satu ruangan maka Anda dapat membagi menjadi
kelas pagi dan sore (atau dengan jam yang berbeda).
- Anda juga dapat menyingkirkan perabotan yang tidak digunakan,
seperti meja besar, bangku cadangan, lemari dan sebagainya.
Karena ruang kelas seringkali menjadi seperti gudang, maka
pindahkan perabot-perabot yang bisa dipindahkan dan yang tidak
digunakan.
- Buatlah rak-rak yang menempel di dinding, dengan jarak 125 cm
dari atas lantai untuk mengganti rak-rak penyimpanan yang ada
di lantai. Dengan demikian lantai menjadi lebih luas.
- Letakkan benda-benda yang tidak digunakan diluar jangkauan
anak-anak. Tapi sediakan rak-rak rendah bagi alat-alat yang
akan digunakan anak-anak pada saat belajar dan bermain. Hal
ini akan menolong anak untuk dapat mengambil dan mengembalikan
barang-barang mainan sendiri tanpa bantuan guru.
- Jika perlu, sediakan ruang penyimpanan bagi guru di luar ruang
kelas, sehingga ruang kelas hanya diperuntukkan bagi kegiatan
anak-anak saja.
7. Media dan Alat-alat
Media, alat peraga, buku panduan, alat permainan seperti
peralatan memasak, boneka, alat-alat pertukangan, dan alat-alat
musik dan peralatan lainnya sebaiknya disimpan dengan rapi
menurut kelompok fungsinya, di tempat yang sudah disediakan
(rak/lemari) agar dapat dicari dengan mudah pada saat akan
digunakan dan hanya dikeluarkan bila akan digunakan.
Namun apabila alat permainan dan media yang Anda miliki terbatas,
jangan kuatir karena anak-anak memiliki imajinasi yang tinggi.
Dengan imajinasi tersebut mereka masih dapat bermain dan
melakukan aktivitas dengan materi, media, dan alat-alat yang
tersedia. Kegembiraan mereka tidak akan berkurang dan mereka
masih bisa memperoleh pengalaman yang sangat berarti.
Tips MengajarMainan, Balok, dan Puzzle
Mainan adalah alat yang penting untuk mengajar sebagaimana halnya
pensil dan kertas. Anak-anak kecil belajar secara efektif melalui
bermain. Kekuatan dari bermain adalah imajinasi anak. Dalam suatu
permainan anak dapat mengimajinasikan pipa karton sebagai sebuah
teleskop, pengeras suara, senjata mesin, dan sebagainya. Mainan
yang berhasil adalah apabila mainan tersebut menyediakan ruang
imajinasi dan dapat mengembangkan ketrampilan anak-anak. Untuk itu
alat permainan yang mana yang dapat mendorong imajinasi anak-anak?
Berikut ini tiga jenis alat permainan yang baik yang dapat digunakan
untuk menambah koleksi permainan di Sekolah Minggu Anda:
1. Permainan Balok
Masa kanak-kanak yang berkesan dapat diperoleh dari permainan
balok. Permainan balok ini dapat digunakan secara individu maupun
berkelompok. Ada banyak jenis, bentuk dan macam permainan balok.
Permainan balok ini tersedia bagi setiap kelompok umur dengan
tujuan yang berbeda-beda. Balok ini dapat dibentuk menjadi mobil,
robot, rumah, binatang, kereta api, kapal terbang, kapal laut
dan sebagainya. Anak-anak batita sangat menikmati permainan balok
yang berwarna cerah, namun sebaiknya dalam ukuran yang besar
supaya tidak masuk ke mulut anak-anak, dan dari bahan yang lembut
dengan sisi yang tidak tajam. Sementara itu bagi anak-anak umur
4 - 5 tahun sudah dapat menggunakan permainan balok dari bahan
kayu dengan berbagai jenis ukuran yang dapat mendorong
kreatifitas mereka dalam bermain. Kata-kata singkat dari seorang
guru dapat mengarahkan permainan pada bahan pengajaran. Misalnya,
"Jane, cerita kita hari ini mengenai seorang gembala yang menjaga
dombanya. Dapatkah kamu membuat kandang untuk domba-domba
tersebut?"
2. Permainan Puzzle
Permainan puzzle melibatkan koordinasi mata dan tangan dan cocok
bagi anak-anak kecil. Bahan puzzle yang paling baik bagi kegiatan
belajar mengajar adalah dari kayu. Puzzle ini dapat berupa bentuk
binatang seperti gajah, angsa, jerapah dan lainnya yang terdiri
dari beberapa potong. Guru dapat menggunakan puzzle ini untuk
mengarahkan anak pada pelajaran yang akan diajarkan pada saat
itu. Misalnya, "Charlie, ini puzzle berbentuk binatang dan cerita
kita hari ini adalah bagaimana Allah menciptakan binatang."
3. Mainan
Ada banyak mainan anak-anak yang bisa digunakan untuk mendukung
pengajaran di Sekolah Minggu. Mainan ini dapat berupa seperangkat
alat memasak, alat pertukangan, alat musik, boneka, mobil-
mobilan, dan sebagainya. Untuk itu Anda harus dapat memilihkan
mainan yang aman untuk anak-anak.
Tips dalam memilih mainan yang baik dan aman bagi anak-anak
antara lain:
- Pastikanlah bahwa mainan tersebut sesuai untuk umur anak.
Mainan berukuran kecil tidak akan berbahaya bagi anak yang
sudah besar, namun bagi anak kecil dapat berbahaya karena anak
kecil cenderung memasukkan segala sesuatu ke mulutnya.
- Pilihlah mainan yang tidak tajam sisinya, tidak mudah pecah,
tidak cair, dengan cat yang tidak mengandung racun dan tidak
mudah mengelupas.
- Pilihlah boneka yang mata dan hidungnya tidak bisa dilepas.
- Belilah mainan yang sesuai dengan kondisi tempat bermain.
Apabila Anda ingin mengadakan permainan di dalam ruangan,
sediakanlah mainan yang khusus digunakan dalam ruangan.
Misalnya, balok-balok gambar, puzzle, boneka/orang-orangan,
dll. Untuk permainan di luar ruangan, sediakanlah alat-alat
main yang bisa dibawa ke luar ruangan. Misalnya, bola kaki,
bola tenis, dll.
- Belilah pula mainan yang diperuntukkan bagi anak-anak yang
kemampuannya lebih kurang dibandingkan teman-temannya. Hal
ini dimaksudkan agar anak tersebut dapat pula bermain dengan
gembira tanpa harus merasa minder karena tidak dapat memainkan
alat yang dimainkan oleh teman-temannya yang lain.
- Sediakan rak pendek yang dapat dijangkau anak-anak, sehingga
anak-anak dapat mengambil dan mengembalikan mainan tersebut
sendiri.
- Pilihlah mainan yang dapat memberikan kesempatan kerjasama
antar anak.
Perlakukan mainan seperti alat yang berguna. Gunakan mainan sesuai
dengan petunjuknya, gantilah mainan tersebut jika rusak, gunakan
tindakan pencegahan yang aman, simpan dalam tempat yang tepat jika
tidak menggunakannya, beli mainan yang berkualitas bagus dan dapat
multifungsi bila diperlukan, serta pastikan Anda membaca petunjuk
pemakaiannya.
Demikian sekilas tentang alat mainan anak-anak, kiranya ini dapat
menolong Anda untuk melihat kebutuhan anak dengan lebih cermat dan
tepat.
Tips MengajarAktivitas yang Biasa Dilakukan
Anda bingung dalam mempersiapkan fasilitas-fasilitas belajar dan
bermain di Sekolah Minggu Anda? Agar tidak terlalu bingung dan agar
Anda bisa maksimal dalam menentukan peralatan apa saja yang harus
disediakan, sesuaikanlah persediaan peralatan belajar dan bermain
tersebut dengan aktivitas yang biasa dilakukan di Sekolah Minggu
Anda.
AKTIVITAS YANG BIASA DILAKUKAN
Ada banyak aktivitas yang dari tahun ke tahun sering (biasa)
dilakukan di kelas-kelas Sekolah Minggu. Aktivitas-aktivitas tsb.
tidak pernah bosan dilakukan karena sangat sederhana dan berguna
untuk mendukung pengajaran yang diberikan. Nah, silakan simak
beberapa aktivitas berikut ini:
- Anak-anak membuat aktivits kerajinan tangan (prakarya) yang
disesuaikan dengan cerita, supaya anak dapat mengingat cerita
hari itu dengan lebih baik. Biasanya disertai juga dengan
ayat hafalan untuk pelajaran hari itu.
- Anak-anak mengisi soal: entah itu berupa teka-teki, kuis,
atau pertanyaan dari buku aktivitas; baik secara perorangan
maupun secara berkelompok. Adapun tujuan utamanya adalah untuk
mengingatkan anak akan isi cerita/pelajaran hari itu.
- Anak menggambar, melukis, atau mewarnai gambar tertentu yang
berhubungan dengan cerita/pelajaran yang sedang diajarkan
saat itu.
- Anak menempel gambar pada kertas karton untuk menggambarkan
suasana pelajaran hari itu.
- Anak membuat sebuah karangan, tulisan, atau cerita sebagai
tanggapan atas pelajaran yang diberikan hari itu.
- Anak-anak membuat kolase (menyusun gambar dan menceritakannya
kembali) sesuai dengan pelajaran yang sedang diberikan.
- Tanya-jawab lisan antara guru dan anak berkaitan dengan penerapan
cerita yang diberikan agar anak menangkap inti berita pelajaran
hari itu.
- Aktivitas kelompok: diskusi kelompok, soal untuk dikerjakan
bersama dan sebagainya sebagai cara untuk mendorong anak
memikirkan lebih lanjut pelajaran yang diberikan.
AktivitasPermainan "Saya Minta Maaf"
Tujuan:
Anak belajar berani mengakui kesalahannya dan berani meminta maaf,
sebagai sikap seorang anak yang dewasa. Dan anak belajar memaafkan
orang lain tanpa mendendam, sebagai wujud sikap mengasihi orang
lain.
Persiapan:
Anak-anak dikelompokkan (misalnya 10 anak perkelompok).
Peralatan Bermain:
Beberapa bungkus/pak korek api.
Garis Besar Permainan:
Berikanlah kepada setiap kelompok anak beberapa bungkus/pak korek
api. Setiap kelompok berlomba membuat menara dari korek api yang
disusun semakin lama semakin tinggi selama waktu tertentu (misalnya
15 menit).
Cara Bermain:
Setiap anak (anggota kelompok tersebut) secara bergiliran satu per
satu meletakkan sebatang korek api di sebuah tempat tertentu. Setiap
anak meletakkan sebatang korek api di atas tumpukan korek hasil
susunan korek teman-temannya. Tentu saja semakin lama tumpukan korek
api itu akan semakin tinggi dan kemungkinan besar ada anak yang
melakukan kesalahan/gagal, sehingga korek apinya jatuh atau bahkan
ia menghancurkan seluruh bangunan korek api kelompoknya.
Karena korek tersebut jatuh atau karena bangunan tersebut runtuh
maka kelompok tersebut dinyatakan kalah oleh guru. Ia berdiri di
tengah kelompok dan dengan keras ia harus berteriak, "Saya minta
maaf". Dan seluruh teman dalam kelompoknya menjawab, "Kami
memaafkan!" Jika proses "maaf dan memaafkan" ini lancar, maka
kelompok terebut diijinkan untuk meneruskan bangunan itu kembali.
Lucu sekali, dalam 15 menit dalam setiap kelompok rata-rata akan
terjadi 5 - 10 kali kesalahan. Itu berarti setiap kelompok berlatih
"meminta maaf" dan "memaafkan". Setelah waktu habis, ditentukan
siapakan kelompok yang bangunannya paling tinggi.
Di akhir permainan, guru mewawancarai beberapa anak, tanyakan
bagaimana perasaan mereka pada saat mereka melakukan kesalahan? Dan
bagaimana perasaannya saat meminta maaf? Apakah meminta maaf itu
berat? Mengapa? Dan tanyakan juga perasaan anak-anak ketika mereka
harus memaafkan teman yang telah menghancurkan karya bersama mereka?
Guru menjelaskan makna kasih, antara lain berani meminta maaf dan
memaafkan. Persaudaraan lebih tinggi nilainya daripada sebuah
kemenangan. Permainan ini tepat untuk menjelaskan sikap Kristen yang
dewasa, menjelaskan sikap mengampuni, menjelaskan boleh berprestasi
tapi ingat juga kasih persaudaraan.
Dari Anda Untuk Anda
Dari: "rika kurniati" <bagus_gsja@>
>Dear Bina Anak,
>
>terima kasih untuk tetap terus mensupport kita dalam tulisan-
>tulisannya. kami salut dan bangga karena bina anak terus mendukung
>pelayanan anak. kami akan selalu berdoa bagi bina anak agar terus
>maju dan diberkati Tuhan.
>
>teriring salam dan doa,
>Departemen Pelayanan Anak
>GSJA Yesus Kristus
Redaksi:
Seperti yang kami sampaikan pada edisinya yang ke 100,
==> http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/100/
e-BinaAnak hadir untuk menjawab kebutuhan para pelayan anak di
Indonesia. Oleh karena itu kami sangat mengucap syukur pada Tuhan
bila para pelayan anak mendapatkan banyak berkat. Terima kasih
juga untuk dukungan doanya. Kiranya e-BinaAnak dapat terus
dipakai menjadi alat bagi kemuliaan nama-Nya.
|
|
|
|