SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
KLIK DI SINI
UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

 
PEPAK PEPAK
Kamis, 4 Desember 2008   
    Utama | Pustaka | e-BinaAnak | e-BinaGuru  
         e-BinaAnak  
  Utama > e-BinaAnak > Edisi 102  

Cari di Arsip e-BinaAnak Cari di e-BinaAnak

Baca Edisi e-BinaAnak Baca e-BinaAnak
Lihat Arsip e-BinaAnak Arsip
Kirim Arsip e-BinaAnak ke Email Anda Kirim ke Email Anda
Berlangganan / Subscribe e-BinaAnak Berlangganan
Frequently Asked Questions FAQ
  Bagaimana berpartisipasi dalam pelayanan di e-BinaAnak? jawabannya  


<<< Edisi 101 | Edisi 103 >>>

e-BinaAnak edisi 102 (20-11-2002)

Fasilitas Belajar dan Bermain

Daftar Isi
Salam dari Redaksi 
Artikel : Ruang Kelas sebagai Fasilitas Belajar dan Bermain di Sekolah Minggu  
Tips Mengajar : Mainan, Balok, dan Puzzle  
Tips Mengajar : Aktivitas yang Biasa Dilakukan  
Aktivitas : Permainan "Saya Minta Maaf"  
Dari Anda Untuk Anda 


Salam dari Redaksi

Salam kasih dalam Yesus Kristus,

Masih berhubungan dengan tema "Fasilitas Sekolah Minggu", minggu ini kami akan membahas topik fasilitas-fasilitas di Sekolah Minggu yang menunjang sebagai sarana belajar dan bermain. Artikel yang kami sajikan adalah tentang fasilitas ruangan untuk belajar dan bermain, karena hal itu merupakan penunjang utama agar proses belajar dan mengajar di Sekolah Minggu berhasil.

Ketika kita memikirkan tentang fasilitas belajar dan bermain, seringkali kita memikirkan alat-alat yang mahal dan sulit didapatkan. Padahal tidak harus demikian. Bagaimana mendapatkan alat-alat belajar dan bermain yang sederhana dan tidak membutuhkan banyak biaya? Silakan Anda baca dua Tips Mengajar yang kami suguhkan untuk Anda minggu ini. Kolom Aktivitas akan khusus kami sajikan untuk memberi contoh bagaimana fasilitas bermain tidak harus mahal. Dengan alat yang sederhana guru dapat mengajar prinsip Firman Tuhan dengan mudah dan anak-anak sambil bermain dapat menangkap pelajaran dengan gembira.

Selamat melayani!
Tim Redaksi
"Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku,
dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib;"

(Mazmur 71:17)



Artikel

Ruang Kelas sebagai Fasilitas Belajar dan Bermain di Sekolah Minggu

Ruang kelas yang baik adalah ruang kelas yang dapat mendukung usaha para guru SM dalam mengajar dan menanamkan Firman Tuhan kepada anak- anak SM. Untuk mencapai tujuan itu, selain ruang kelas harus aman, ruang kelas juga harus diciptakan sedemikian rupa sehingga nyaman untuk menjadi tempat belajar dan bermain. Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Perabotan Furniture

Lihatlah tempat duduk di Sekolah Minggu Anda, apakah sudah sesuai dengan ukuran anak-anak atau belum. Tempat duduk yang tepat bagi anak-anak adalah apabila anak-anak dapat duduk dengan posisi nyaman, dengan kaki menyentuh lantai. Apabila tempat duduk terlalu tinggi maka setelah 10 menit duduk, anak-anak akan gelisah dan segera mencoba menggerakkan badan dan memindahkan kakinya. Demikian pula mejanya. Jika dalam kelas anak-anak menggunakan meja dengan ukuran tinggi/besar yang sebenarnya untuk orang dewasa, maka kegiatan belajar ataupun bermain yang memerlukan meja tidak akan efektif, karena dengan meja yang terlalu tinggi atau terlalu besar, jangkauan kegiatan belajar dan bermain anak-anak akan sangat terbatas. Untuk itu pastikan perabotan (meja, bangku, kursi, rak buku, peralatan permainan, dll.) di ruang kelas Sekolah Minggu Anda sesuai dengan ukuran anak-anak.

Apabila di tempat Anda hanya tersedia tempat duduk (kursi atau bangku) dan meja ukuran dewasa, maka cara mengatasinya Anda dapat menggunakan tikar saat mengajar atau bermain sehingga anak-anak dapat duduk dan bermain di atas tikar dengan nyaman.

2. Penerangan

Penerangan ruang kelas yang kurang terang akan dapat menyebabkan kelelahan pada mata dan menyebabkan sakit kepala, sehingga mempengaruhi semangat anak-anak dan guru dalam melakukan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Minggu. Penerangan yang baik dapat diperoleh jika tersedia jendela dan ventilasi yang cukup. Namun demikian, perlu juga diperhatikan agar penataan tempat duduk tidak membuat penerangan dari luar menyilaukan penglihatan anak-anak. Karena sinar yang terlalu kuat juga akan mengganggu penglihatan.

3. Lantai, Dinding, dan Langit-langit

Ada baiknya jika lantai ruangan menggunakan karpet. Karena selain dapat meredamkan suara, karpet juga dapat menyediakan lantai yang hangat untuk diduduki anak-anak dengan nyaman ketika melakukan kegiatan bermain di lantai. Juga agar dapat mendukung sistim akustik ruangan, dinding, dan langit-langit sebaiknya menggunakan bahan yang dapat meredamkan suara. Sehingga kegiatan yang dilakukan oleh kelas SM yang satu tidak mengganggu kelas yang lain.

4. Warna Cat

Bagaimana dengan warna cat di ruang kelas? Warna gelap dan warna yang kuat kurang cocok bagi ruang kelas SM. Anda dapat memilih warna pastel dan warna cerah untuk ruang kelas di SM Anda, karena hal ini dapat menambah semarak dan semangat anak-anak dalam belajar maupun bermain. Demikian pula kombinasikan warna-warna secara harmonis akan sangat membantu meriangkan suasana ketika anak-anak bermain.

5. Gambar dan Poster

Gambar-gambar dan poster-poster sebaiknya dipasang sesuai dengan arah pandang anak-anak. Untuk memperbaharui suasana di SM Anda, kurang lebih sebulan sekali, rubahlah posisi gambar-gambar dan poster-poster yang menempel di dinding. Bisa juga Anda mengganti dengan gambar-gambar dan poster-poster yang lain atau kadangkala biarkan dinding ruangan kelas kosong untuk membuat suasana yang berbeda supaya anak-anak tidak jenuh dengan suasana yang itu-itu saja.

6. Ukuran Ruang Kelas

Sebaiknya ruang kelas cukup luas, sehingga anak-anak memiliki ruang gerak yang cukup untuk melakukan aktivitas bermain. Anak bisa melakukan aktivitas bermain di tempat duduk, namun bisa juga di lantai dengan nyaman. Apabila Anda berasal dari gereja kecil dimana hanya memiliki satu ruangan yang sempit untuk SM, beberapa hal berikut ini dapat Anda lakukan:
  1. Apabila jumlah anak terlalu banyak sehingga ruang kelas tidak cukup, maka sebaiknya Anda membagi anak-anak dalam dua kelas. Bila hanya ada satu ruangan maka Anda dapat membagi menjadi kelas pagi dan sore (atau dengan jam yang berbeda).

  2. Anda juga dapat menyingkirkan perabotan yang tidak digunakan, seperti meja besar, bangku cadangan, lemari dan sebagainya. Karena ruang kelas seringkali menjadi seperti gudang, maka pindahkan perabot-perabot yang bisa dipindahkan dan yang tidak digunakan.

  3. Buatlah rak-rak yang menempel di dinding, dengan jarak 125 cm dari atas lantai untuk mengganti rak-rak penyimpanan yang ada di lantai. Dengan demikian lantai menjadi lebih luas.

  4. Letakkan benda-benda yang tidak digunakan diluar jangkauan anak-anak. Tapi sediakan rak-rak rendah bagi alat-alat yang akan digunakan anak-anak pada saat belajar dan bermain. Hal ini akan menolong anak untuk dapat mengambil dan mengembalikan barang-barang mainan sendiri tanpa bantuan guru.

  5. Jika perlu, sediakan ruang penyimpanan bagi guru di luar ruang kelas, sehingga ruang kelas hanya diperuntukkan bagi kegiatan anak-anak saja.
7. Media dan Alat-alat

Media, alat peraga, buku panduan, alat permainan seperti peralatan memasak, boneka, alat-alat pertukangan, dan alat-alat musik dan peralatan lainnya sebaiknya disimpan dengan rapi menurut kelompok fungsinya, di tempat yang sudah disediakan (rak/lemari) agar dapat dicari dengan mudah pada saat akan digunakan dan hanya dikeluarkan bila akan digunakan.

Namun apabila alat permainan dan media yang Anda miliki terbatas, jangan kuatir karena anak-anak memiliki imajinasi yang tinggi. Dengan imajinasi tersebut mereka masih dapat bermain dan melakukan aktivitas dengan materi, media, dan alat-alat yang tersedia. Kegembiraan mereka tidak akan berkurang dan mereka masih bisa memperoleh pengalaman yang sangat berarti.


Tips Mengajar

Mainan, Balok, dan Puzzle

Mainan adalah alat yang penting untuk mengajar sebagaimana halnya pensil dan kertas. Anak-anak kecil belajar secara efektif melalui bermain. Kekuatan dari bermain adalah imajinasi anak. Dalam suatu permainan anak dapat mengimajinasikan pipa karton sebagai sebuah teleskop, pengeras suara, senjata mesin, dan sebagainya. Mainan yang berhasil adalah apabila mainan tersebut menyediakan ruang imajinasi dan dapat mengembangkan ketrampilan anak-anak. Untuk itu alat permainan yang mana yang dapat mendorong imajinasi anak-anak? Berikut ini tiga jenis alat permainan yang baik yang dapat digunakan untuk menambah koleksi permainan di Sekolah Minggu Anda:

1. Permainan Balok

Masa kanak-kanak yang berkesan dapat diperoleh dari permainan balok. Permainan balok ini dapat digunakan secara individu maupun berkelompok. Ada banyak jenis, bentuk dan macam permainan balok. Permainan balok ini tersedia bagi setiap kelompok umur dengan tujuan yang berbeda-beda. Balok ini dapat dibentuk menjadi mobil, robot, rumah, binatang, kereta api, kapal terbang, kapal laut dan sebagainya. Anak-anak batita sangat menikmati permainan balok yang berwarna cerah, namun sebaiknya dalam ukuran yang besar supaya tidak masuk ke mulut anak-anak, dan dari bahan yang lembut dengan sisi yang tidak tajam. Sementara itu bagi anak-anak umur 4 - 5 tahun sudah dapat menggunakan permainan balok dari bahan kayu dengan berbagai jenis ukuran yang dapat mendorong kreatifitas mereka dalam bermain. Kata-kata singkat dari seorang guru dapat mengarahkan permainan pada bahan pengajaran. Misalnya, "Jane, cerita kita hari ini mengenai seorang gembala yang menjaga dombanya. Dapatkah kamu membuat kandang untuk domba-domba tersebut?"

2. Permainan Puzzle

Permainan puzzle melibatkan koordinasi mata dan tangan dan cocok bagi anak-anak kecil. Bahan puzzle yang paling baik bagi kegiatan belajar mengajar adalah dari kayu. Puzzle ini dapat berupa bentuk binatang seperti gajah, angsa, jerapah dan lainnya yang terdiri dari beberapa potong. Guru dapat menggunakan puzzle ini untuk mengarahkan anak pada pelajaran yang akan diajarkan pada saat itu. Misalnya, "Charlie, ini puzzle berbentuk binatang dan cerita kita hari ini adalah bagaimana Allah menciptakan binatang."

3. Mainan

Ada banyak mainan anak-anak yang bisa digunakan untuk mendukung pengajaran di Sekolah Minggu. Mainan ini dapat berupa seperangkat alat memasak, alat pertukangan, alat musik, boneka, mobil- mobilan, dan sebagainya. Untuk itu Anda harus dapat memilihkan mainan yang aman untuk anak-anak.

Tips dalam memilih mainan yang baik dan aman bagi anak-anak antara lain:
  1. Pastikanlah bahwa mainan tersebut sesuai untuk umur anak. Mainan berukuran kecil tidak akan berbahaya bagi anak yang sudah besar, namun bagi anak kecil dapat berbahaya karena anak kecil cenderung memasukkan segala sesuatu ke mulutnya.
  2. Pilihlah mainan yang tidak tajam sisinya, tidak mudah pecah, tidak cair, dengan cat yang tidak mengandung racun dan tidak mudah mengelupas.
  3. Pilihlah boneka yang mata dan hidungnya tidak bisa dilepas.
  4. Belilah mainan yang sesuai dengan kondisi tempat bermain. Apabila Anda ingin mengadakan permainan di dalam ruangan, sediakanlah mainan yang khusus digunakan dalam ruangan. Misalnya, balok-balok gambar, puzzle, boneka/orang-orangan, dll. Untuk permainan di luar ruangan, sediakanlah alat-alat main yang bisa dibawa ke luar ruangan. Misalnya, bola kaki, bola tenis, dll.
  5. Belilah pula mainan yang diperuntukkan bagi anak-anak yang kemampuannya lebih kurang dibandingkan teman-temannya. Hal ini dimaksudkan agar anak tersebut dapat pula bermain dengan gembira tanpa harus merasa minder karena tidak dapat memainkan alat yang dimainkan oleh teman-temannya yang lain.
  6. Sediakan rak pendek yang dapat dijangkau anak-anak, sehingga anak-anak dapat mengambil dan mengembalikan mainan tersebut sendiri.
  7. Pilihlah mainan yang dapat memberikan kesempatan kerjasama antar anak.
Perlakukan mainan seperti alat yang berguna. Gunakan mainan sesuai dengan petunjuknya, gantilah mainan tersebut jika rusak, gunakan tindakan pencegahan yang aman, simpan dalam tempat yang tepat jika tidak menggunakannya, beli mainan yang berkualitas bagus dan dapat multifungsi bila diperlukan, serta pastikan Anda membaca petunjuk pemakaiannya.

Demikian sekilas tentang alat mainan anak-anak, kiranya ini dapat menolong Anda untuk melihat kebutuhan anak dengan lebih cermat dan tepat.


Tips Mengajar

Aktivitas yang Biasa Dilakukan

Anda bingung dalam mempersiapkan fasilitas-fasilitas belajar dan bermain di Sekolah Minggu Anda? Agar tidak terlalu bingung dan agar Anda bisa maksimal dalam menentukan peralatan apa saja yang harus disediakan, sesuaikanlah persediaan peralatan belajar dan bermain tersebut dengan aktivitas yang biasa dilakukan di Sekolah Minggu Anda.

AKTIVITAS YANG BIASA DILAKUKAN


Ada banyak aktivitas yang dari tahun ke tahun sering (biasa) dilakukan di kelas-kelas Sekolah Minggu. Aktivitas-aktivitas tsb. tidak pernah bosan dilakukan karena sangat sederhana dan berguna untuk mendukung pengajaran yang diberikan. Nah, silakan simak beberapa aktivitas berikut ini:
  1. Anak-anak membuat aktivits kerajinan tangan (prakarya) yang disesuaikan dengan cerita, supaya anak dapat mengingat cerita hari itu dengan lebih baik. Biasanya disertai juga dengan ayat hafalan untuk pelajaran hari itu.

  2. Anak-anak mengisi soal: entah itu berupa teka-teki, kuis, atau pertanyaan dari buku aktivitas; baik secara perorangan maupun secara berkelompok. Adapun tujuan utamanya adalah untuk mengingatkan anak akan isi cerita/pelajaran hari itu.

  3. Anak menggambar, melukis, atau mewarnai gambar tertentu yang berhubungan dengan cerita/pelajaran yang sedang diajarkan saat itu.

  4. Anak menempel gambar pada kertas karton untuk menggambarkan suasana pelajaran hari itu.

  5. Anak membuat sebuah karangan, tulisan, atau cerita sebagai tanggapan atas pelajaran yang diberikan hari itu.

  6. Anak-anak membuat kolase (menyusun gambar dan menceritakannya kembali) sesuai dengan pelajaran yang sedang diberikan.

  7. Tanya-jawab lisan antara guru dan anak berkaitan dengan penerapan cerita yang diberikan agar anak menangkap inti berita pelajaran hari itu.

  8. Aktivitas kelompok: diskusi kelompok, soal untuk dikerjakan bersama dan sebagainya sebagai cara untuk mendorong anak memikirkan lebih lanjut pelajaran yang diberikan.

Aktivitas

Permainan "Saya Minta Maaf"

Tujuan:
Anak belajar berani mengakui kesalahannya dan berani meminta maaf, sebagai sikap seorang anak yang dewasa. Dan anak belajar memaafkan orang lain tanpa mendendam, sebagai wujud sikap mengasihi orang lain.

Persiapan:
Anak-anak dikelompokkan (misalnya 10 anak perkelompok).

Peralatan Bermain:
Beberapa bungkus/pak korek api.

Garis Besar Permainan:
Berikanlah kepada setiap kelompok anak beberapa bungkus/pak korek api. Setiap kelompok berlomba membuat menara dari korek api yang disusun semakin lama semakin tinggi selama waktu tertentu (misalnya 15 menit).

Cara Bermain:
Setiap anak (anggota kelompok tersebut) secara bergiliran satu per satu meletakkan sebatang korek api di sebuah tempat tertentu. Setiap anak meletakkan sebatang korek api di atas tumpukan korek hasil susunan korek teman-temannya. Tentu saja semakin lama tumpukan korek api itu akan semakin tinggi dan kemungkinan besar ada anak yang melakukan kesalahan/gagal, sehingga korek apinya jatuh atau bahkan ia menghancurkan seluruh bangunan korek api kelompoknya.

Karena korek tersebut jatuh atau karena bangunan tersebut runtuh maka kelompok tersebut dinyatakan kalah oleh guru. Ia berdiri di tengah kelompok dan dengan keras ia harus berteriak, "Saya minta maaf". Dan seluruh teman dalam kelompoknya menjawab, "Kami memaafkan!" Jika proses "maaf dan memaafkan" ini lancar, maka kelompok terebut diijinkan untuk meneruskan bangunan itu kembali.

Lucu sekali, dalam 15 menit dalam setiap kelompok rata-rata akan terjadi 5 - 10 kali kesalahan. Itu berarti setiap kelompok berlatih "meminta maaf" dan "memaafkan". Setelah waktu habis, ditentukan siapakan kelompok yang bangunannya paling tinggi.

Di akhir permainan, guru mewawancarai beberapa anak, tanyakan bagaimana perasaan mereka pada saat mereka melakukan kesalahan? Dan bagaimana perasaannya saat meminta maaf? Apakah meminta maaf itu berat? Mengapa? Dan tanyakan juga perasaan anak-anak ketika mereka harus memaafkan teman yang telah menghancurkan karya bersama mereka? Guru menjelaskan makna kasih, antara lain berani meminta maaf dan memaafkan. Persaudaraan lebih tinggi nilainya daripada sebuah kemenangan. Permainan ini tepat untuk menjelaskan sikap Kristen yang dewasa, menjelaskan sikap mengampuni, menjelaskan boleh berprestasi tapi ingat juga kasih persaudaraan.


Dari Anda Untuk Anda

Dari: "rika kurniati" <bagus_gsja@>
>Dear Bina Anak,
>
>terima kasih untuk tetap terus mensupport kita dalam tulisan-
>tulisannya. kami salut dan bangga karena bina anak terus mendukung
>pelayanan anak. kami akan selalu berdoa bagi bina anak agar terus
>maju dan diberkati Tuhan.
>
>teriring salam dan doa,
>Departemen Pelayanan Anak
>GSJA Yesus Kristus
Redaksi:
Seperti yang kami sampaikan pada edisinya yang ke 100,
==> http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/100/
e-BinaAnak hadir untuk menjawab kebutuhan para pelayan anak di Indonesia. Oleh karena itu kami sangat mengucap syukur pada Tuhan bila para pelayan anak mendapatkan banyak berkat. Terima kasih juga untuk dukungan doanya. Kiranya e-BinaAnak dapat terus dipakai menjadi alat bagi kemuliaan nama-Nya.


Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini <<< Edisi 101 | Edisi 103 >>>

Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Promo | Situs YLSA | Links | FAQ | Sumber | Info Anda
 

SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
KLIK DI SINI UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

 
Disclaimer | © 2008 Yayasan Lembaga SABDA | Email: pepaksabda.org |Laporan Masalah/Saran

^ Ke Atas