Salam dari Redaksi
Salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Menjelang akhir tahun ini, alangkah baiknya jika guru-guru SM
beserta pengurusnya mulai mengevaluasi bagaimana pelaksanaan dan
perkembangan Sekolah Minggu selama ini. Melalui evaluasi kita dapat
melihat hal apa yang masih kurang, dan bagaimana kekurangan tersebut
dapat menjadi bahan acuan untuk diperbaiki di tahun mendatang. Salah
satu hal yang perlu dievaluasi adalah fasilitas. Dengan menyediakan
fasilitas yang memadai, potensi Sekolah Minggu akan dapat
dikembangkan semaksimal mungkin
Nah, pada kesempatan di bulan Nopember ini e-BinaAnak akan
menyajikan tema "Fasilitas Sekolah Minggu". Salah satu tujuannya
adalah untuk menolong guru-guru SM meninjau fasilitas Sekolah Minggu
masing-masing dan memikirkan bagaimana mengembangkan atau menambah
fasilitas yang ada di tahun mendatang. Harapan kami sajian ini dapat
mendorong guru-guru SM mempersiapkan pelayanannya dengan lebih baik.
Adapun topik-topik yang akan dibahas selama bulan Nopember ini
adalah:
1. Ruang Kelas
2. Fasilitas Belajar dan Bermain
3. Alat Peraga
Dalam tema "Ruang Kelas Sekolah Minggu" kali ini, kami menyuguhkan
kepada Anda satu artikel dan tiga tips mengajar yang kami harap
dapat menambah wawasan kita mengenai arti pentingnya sebuah ruangan
Sekolah Minggu dalam mendukung pelayanan setiap guru SM. Sebaik
apapun persiapan kita dalam mengajar, apabila ruangan yang digunakan
tidak ditata sedemikian rupa, maka pengajaran yang Anda berikan
tidak dapat menghasilkan secara maksimal.
Selamat menata ruang Sekolah Minggu Anda!
Tim Redaksi
"Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan,
rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus,
di dalam Tuhan."
(Efesus 2:21)
ArtikelKeadaaan Ruangan
Keadaan ruangan kelas yang baik merupakan salah satu faktor
penunjang keberhasilan pengajaran di Sekolah Minggu. Mengapa?
Karena dengan ruangan kelas yang nyaman maka penyampaian Firman
Tuhan akan dapat dilakukan dengan baik dan murid-murid juga memiliki
kenyamanan untuk menerimanya dengan lebih baik pula. Berikut ini
adalah artikel yang akan menolong kita memikirkan seberapa jauhkah
pengaruh keadaan ruangan dengan keberhasilan guru SM dalam pelayanan
Sekolah Minggu. Silakan simak artikel berikut ini.
KEADAAN RUANGAN
Pikirkanlah tentang keadaan ruangan dalam Sekolah Minggu Saudara.
Mengapa ada ruangan-ruangan yang kelihatan sangat menarik, tapi ada
yang tidak? Apa sebabnya satu ruangan mempunyai suasana yang sangat
giat dan hidup, sedangkan ruangan yang lain suasananya suram dan
melempem?
Pernahkah Saudara berpikir tentang pengaruh suasana atas pikiran dan
tingkah laku Saudara?
Restoran dengan penerangan yang redup mempunyai suasana yang
menyebabkan orang berbicara dengan suara lembut, meskipun tidak ada
orang yang meminta dia berbuat demikian. Gedung gereja yang mewah
dan indah membangkitkan rasa kagum dan khidmat tanpa ada yang
menganjurkan. Rak-rak toko yang teratur rapi mempengaruhi pilihan
dan jumlah barang yang Saudara beli. Barang-barang yang hendak
diobral yang diletakkan dalam sebuah rak tanpa diatur rapi akan
menerbitkan dorongan pada para pembeli yang sama sekali berbeda bila
diatur rapi.
Keadaan sedemikian berlaku juga di gereja. Ruangan yang
penerangannya kurang menciptakan suasana yang sama sekali tidak
membantu orang dalam mempelajari sesuatu. Barang-barang dan alat-
alat yang tidak rapi, perabot yang berdebu, dan papan tulis yang
belum dibersihkan, menceriterakan banyak hal tentang keadaan orang
yang memimpin Sekolah Minggu tersebut. Meskipun kelihatan remeh,
namun hal-hal ini sangat mempengaruhi suasana kelas.
Hal lain yang kadang-kadang merusak suasana kelas yang baik adalah
soal pengelompokan menurut usia. Dalam Sekolah Minggu kecil tidak
mungkin diadakan pengelompokan usia sebagaimana seharusnya, namun
harus ada usaha untuk mengatur Sekolah Minggu sedemikian rupa sampai
dapat memanfaatkan pengelompokan usia yang sama. Bila perbedaan usia
itu terlalu banyak, teristimewa di antara anak-anak, maka sukar bagi
pengajar untuk memberikan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan
bagi mereka yang termuda dan yang tertua dalam kelasnya. Pentinglah
jika anak-anak maupun orang dewasa merasa senang dengan kelompok
usia yang terdapat dalam kelas mereka.
Perlu ditekankan bahwa "fasilitas yang memadai" tidak menuntut
barang yang mewah atau baru, meskipun bangunan yang baru dan modern
akan menolong banyak dalam hal ini. Banyak bangunan yang lama telah
dihiasi dan diperlengkapi dengan biaya sedikit, agar menciptakan
suasana belajar yang baik. Adalah seorang pendeta yang telah diminta
untuk menggembalakan sesuatu jemaat. Setibanya di tempat
pelayanannya yang baru itu, ia mencat bagian luar dan dalam gedung
gereja itu. Pekerjaan ini dilakukan dengan hanya memakai beberapa
kaleng cat. Sungguh mengherankan, bagaimana usaha yang tidak
menuntut banyak biaya itu, dapat menciptakan kegiatan-kegiatan.
Sepasang gorden baru, program pembersihan gereja yang lebih baik,
lampu yang lebih terang akan merupakan bantuan yang sangat berharga
untuk memperbaiki suasana dalam ruang-ruang kelas.
Tetapi apakah sangkut pautnya dengan pekabaran Injil di Sekolah
Minggu? Mungkin lebih banyak dari yang kita sangka sebelumnya. Orang
yang sambil lalu meninjau Sekolah Minggu kita mungkin akan menarik
kesimpulan bahwa kita tidak begitu mengasihi dia, karena kita tidak
memperhatikan kesenangan dan kenikmatannya. Seorang lain mungkin
akan menarik kesimpulan lain bahwa kelalaian dalam hal-hal ini
menunjuk kepada kelalaian dalam hal-hal rohani. Apakah pendapat ini
dapat dibenarkan atau tidak, gereja harus sebanyak mungkin
menyingkirkan rintangan-rintangan yang ada agar dapat diberikan
kesempatan seluas-luasnya untuk orang-orang terhilang.
Tips MengajarRuangan Kelas Indria dan Pratama
Tips mengajar berikut ini akan sangat menolong guru SM untuk dapat
mengajar dengan baik. Silakan berkreasi dalam menata ruang SM Anda.
RUANGAN KELAS INDRIA DAN PRATAMA
Alangkah baiknya jika cukup tersedia ruang bagi murid-murid untuk
bergerak. Mereka memerlukan ruang untuk berdiri dan berjalan di
antara tempat-tempat kegiatan yang ada. Apabila ruangan terlalu
penuh dengan peralatan mengajar dan perlengkapan, maka hal ini akan
menghambat mutu pelajaran.
Perlengkapan (kursi, meja, rak) perlu sesuai dengan ukuran tubuh
anak-anak. Letak papan tempel, papan tulis, dan gambar-gambar juga
perlu disesuaikan dengan pandangan lurus dari mata murid-murid.
Kursi murid-murid diatur dengan bentuk setengah lingkaran pada waktu
kegiatan kelompok besar/pelajaran Alkitab, agar tiap anak berada di
dekat guru dan guru dapat memperhatikan tiap anak. Dengan cara ini,
murid-murid dapat melihat guru serta alat peraga dengan jelas. Jika
gereja tidak mempunyai kursi-kursi khusus anak-anak, bagian/kelas
Indria maupun Pratama dapat memakai tikar pada waktu kegiatan-
kegiatan kelompok besar/pelajaran Alkitab.
Ruangan perlu bersih dan cukup penerangan. Tembok ruangan jangan
sampai kelihatan suram, retak-retak di beberapa bagian serta
berlumut. Agar ruangan tampak cerah, pilihlah cat berwarna terang
tapi tidak menyolok. Pengaturan ruangan yang baik, memperhatikan
faktor cahaya dan udara. Perlu adanya beberapa jendela yang dapat
dibuka, sehingga memungkinkan terjadinya pergantian udara. Usahakan
agar kegiatan belajar murid-murid tidak menghadap ke arah cahaya,
sebab dapat mengganggu pandangan mata (silau).
Lemari-lemari atau rak-rak diperlukan untuk menyimpan bahan dan
alat-alat Sekolah Minggu, sehingga ruangan tampak luas, bersih, dan
teratur.
Tips MengajarKreasi Tempat yang Menarik
Selain ruangan yang bersih dan menarik, kita perlu memperhatikan
juga setiap penataan dalam ruang Sekolah Minggu. Diantaranya ialah
menata letak/formasi tempat duduk. Hal-hal apa saja yang harus
diperhatikan dalam menata letak/formasi tempat duduk yang baik dalam
sebuah ruang SM? Temukan jawabannya dalam tips berikut ini.
KREASI TEMPAT YANG MENARIK
Salah satu hal yang dapat mempengaruhi suasana kelas adalah
"pengaturan tempat" atau "pengaturan kelas". Dengan hanya "mengubah"
formasi/posisi duduk akan membuat suasana kelas Sekolah Minggu
menjadi berbeda.
Beberapa formasi tempat duduk:
1. Formasi melingkar,
2. Formasi U (membentuk tempat duduk seperti letter "U"),
3. Formasi setengah lingkar,
4. dll.
Jika memungkinkan berikan sedikit dekorasi/gambar atau hiasan
sederhana, yang dapat mengubah suasana kelas. Tentu saja, usaha
semacam di atas tidak membutuhkan persiapan yang terlalu berat.
Cukup hadirlah 30 menit sebelum acara dimulai dan persiapkanlah
(tentu saja persiapan matang akan lebih baik).
Harus diperhatikan beberapa hal berikut ini dalam mengatur formasi
tempat duduk:
- Jangan sampai seorang anak pun terhalangi pandangannya sehingga
ia tidak dapat melihat gurunya dengan baik.
- Posisi duduk jangan membuat anak cepat "lelah" misal karena harus
menoleh terus selama acara. Jadi posisi duduk diatur agar
pandangan anak lurus ke depan.
- Berilah jarak yang cukup antar tempat duduk anak. Jika terlalu
dekat kemungkinan ribut akan lebih besar.
Tips MengajarSuasana Kelas dan Pekabaran Injil
Walaupun bentuk fisik dari ruangan kelas kita sudah bagus dan sesuai
dengan yang kita harapkan, jangan lupa bahwa kadang "suasana kelas"
dapat memberi pengaruh yang negatif. Suasana kelas seperti apa yang
harus kita ciptakan agar terjadi suasana yang menyenangkan dalam
setiap ruang Sekolah Minggu kita? Simak tips berikut ini!
SUASANA KELAS DAN PEKABARAN INJIL
Sarana-sarana dalam pekabaran Injil bukan saja berupa sarana fisik,
tetapi juga berupa sarana rohani untuk mendukung penyampaian Injil
tersebut. Dalam proses pekabaran Injil, timbul suatu pertanyaan:
Dalam hal apakah suasana kelas berhubungan dengan pekabaran Injil?
Adakah hubungan antara suasana kelas yang patut dan keputusan yang
sungguh untuk menerima Kristus? Adakah pelajar-pelajar yang menolak
Kristus disebabkan karena suasana kelasnya membingungkan dan tidak
wajar? Faktor-faktor apakah yang dapat membantu orang-orang tidak
beriman untuk menerima Kristus sebagai Juruselamat?
1. Kasih
Suasana yang penuh kasih dapat menarik orang yang belum selamat
untuk datang kepada Kristus. Dalam dunia yang penuh dengan
kebencian dan yang penuh dengan orang yang tawar hati dan
kesepian, akan ada tanggapan yang positif bila orang-orang yang
belum selamat merasakan kasih yang sejati dari orang-orang
Kristen. Dan kasih itu harus yang sejati dari orang-orang
Kristen. Dan kasih itu harus mengalir secara alamiah dari
seorang kepada sesamanya. Orang-orang yang belum selamat tidak
akan menanggapi kasih yang menjangkau ke bawah yakni yang seolah-
olah menyatakan bahwa seseorang lebih baik dari orang lain.
Tetapi bila kasih itu mengalir secara alamiah, bahwa setiap orang
memerlukan anugerah Allah, maka orang yang tidak percaya itu akan
diyakinkan tentang dosanya. Kelas yang memancarkan kasih semacam
ini akan sangat disukai oleh orang-orang yang memerlukan Kristus.
2. Keramahan
Apakah suasana kelas Saudara penuh dengan keramahan? Kebanyakan
orang sedang mencari semacam kasih yang menekankan keramahan dan
penerimaan secara persahabatan. Karena tidak seorangpun dari kita
yang dapat hidup sendiri, tetapi malah sangat bergantung pada
hubungan baik dengan orang-orang di sekeliling kita, maka gereja
harus menyediakan suasana yang menyebabkan orang merasa bahwa
mereka termasuk dalam lingkungan persahabatan itu. Kadang-kadang
mengadakan pertemuan ramah-tamah, saat-saat persekutuan sebelum
jam pelajaran, dan kunjungan-kunjungan pribadi akan banyak
membantu dalam hal menyatakan keramahan. Kesaksian orang-orang
yang baru menerima Kristus seringkali menyatakan bahwa
keterbukaan dan keramahan suatu kelas Sekolah Minggu telah
dipakai oleh Roh Kudus untuk berbicara dalam hati mereka tentang
keselamatan.
3. Hubungan yang cocok (relevan)
Adalah penting sekali bahwa apa yang terjadi dalam kelas tidak
hanya bertalian dengan kehidupan, melainkan merupakan kehidupan
itu sendiri. Sungguh menggembirakan bila pelajar-pelajar
mengatakan: "Sekarang saya melihat cara untuk memecahkan
persoalan saya -- pemecahan itu terdapat dalam Firman Allah!"
Alkitab bukanlah buku yang hanya menceritakan tentang kehidupan --
Alkitab adalah kehidupan itu sendiri. Injil bukan hanya suatu
cerita tentang kehidupan -- Injil adalah kehidupan itu sendiri.
Yesus menjumpai kita pada keadaan apapun, dan kemudian ia
memimpin kita untuk menjadi lebih seperti Dia. Pembicaraan Yesus
baik dengan perempuan Samaria di dekat sumur atau dengan
Nikodemus atau dengan penghulu muda yang kaya selalu terjadi pada
saat yang genting dalam hidup mereka. Ia menjumpai mereka pada
saat mereka membutuhkan pertolongan. Ia langsung membicarakan
hal-hal yang memang tepat dengan kebutuhan mereka.
4. Kesempatan
Suasana kelas hendaknya memberikan kebebasan kepada orang yang
belum selamat untuk menyatakan tanggapannya. Jika suasana kelas
ditetapkan menurut rencana pengajar sampai hal yang sekecil-
kecilnya tanpa memperhatikan reaksi tiap pelajar, maka mungkin
orang yang ingin menerima Kristus akan merasa tidak ada
kesempatan untuk membuat keputusan yang terang dan pasti.
Sebaliknya suasana kelas yang tidak ditetapkan seteliti-
telitinya, akan lebih memperhatikan perhatian pribadi dan
menyarankan kepada orang yang mencari keselamatan itu bahwa
keperluannya dianggap penting oleh kelas.
Bahan MengajarApakah yang Harus Dilakukan dengan Kamar Berantakan?
Bahan mengajar berikut ini dapat membantu Anda untuk mengajarkan
kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga kerapian sebuah ruangan,
baik itu kamar tidur, rumah, bahkan juga ruang kelas Sekolah Minggu.
Tunjukkan kepada mereka manfaat menjaga ruang kelas Sekolah Minggu
agar selalu rapi dan bersih.
APAKAH YANG HARUS DILAKUKAN DENGAN KAMAR YANG BERANTAKAN
Pernahkah kamarmu berantakan?
Hampir semua anak laki-laki dan anak perempuan mempunyai kamar yang
berantakan. Tetapi ketika ibu masuk ke kamar Lani hari ini, ia
melihat sebuah kamar yang luar biasa berantakannya. Mainan Lani
berserakan di mana-mana, baju-bajunya tergeletak begitu saja di atas
sebuah kursi, dan tempat tidurnya pun sama sekali tidak dibereskan.
Apakah yang akan kamu katakan seandainya kamu adalah ibu Lani?
Renungan Singkat tentang Menjaga Kebersihan:
- Apakah kamu biasanya bersih atau biasanya berantakan?
- Apakah kamu suka mempunyai kamar yang bersih?
Bagaimanakah caranya agar kamu mempunyai kamar yang bersih?
Siapakah yang harus menjaga kamarmu agar tetap bersih?
Ibu Lani tidak mengatakan apa-apa. Ia pergi ke dapur dengan tenang.
Lani bertanya-tanya dalam hati mengapa ibu tidak memarahinya setelah
melihat kamarnya yang berantakan.
Kemudian Lani menyusul ibu ke dapur. Ketika ia masuk ke dapur, ia
sangat terkejut. Lani melihat piring-piring, panci-panci serta wajan
berserakan di mana-mana. Beberapa di antaranya ditumpukkan di depan
lemari sehingga Lani tidak dapat membukanya untuk mengambil sepotong
kue tart.
Lani pergi ke ruang tamu untuk mencari ibunya. Tetapi ketika sampai
di sana, ia bahkan lebih terkejut lagi. Buku-buku dilemparkan
sembarangan di lantai, demikian juga pakaian ayah dan ibu. Ke
ruangan mana pun Lani pergi, ia melihat semuanya berantakan.
"Ibu! Ibu!" kata Lani ketika ia melihat ibunya. "Apa yang terjadi
dengan rumah kita?"
"Ada yang tidak beres?" tanya ibu. "Tidak ada yang tidak beres,
Lani. Semuanya tampak seperti kamarmu."
Ibu benar. Keadaan rumah kini persis seperti keadaan kamarnya. Lani
merasa malu sekali.
Lani segera pergi ke kamarnya. Ketika ibu masuk ke kamarnya beberapa
menit kemudian, ia tersenyum. Kamar Lani tampak rapi sebagaimana
mestinya. Dan ketika Lani kembali ke ruang tamu, sebagian rumah
sudah tampak rapi, sebagaimana yang selalu dilakukan ibu setiap
hari.
"Mulai sekarang, mari kita menjaga semua ruangan di rumah ini agar
selalu bersih dan rapi," kata Lani.
"Ibu setuju dengan gagasanmu itu," kata ibu.
Renungan Singkat tentang Tuhan Yesus dan Kamu:
- Keadaan rumah yang bagaimanakah yang kamu inginkan seandainya
Tuhan Yesus akan berkunjung ke rumahmu sore ini?
- Mengapa Tuhan Yesus ingin agar kita selalu rapi dan bersih?
Bacaan Alkitab:
1Korintus 14:40
Kebenaran Alkitab:
Lakukanlah segala sesuatu dengan rapi dan teratur (1Korintus 14:40).
Doa:
Tuhan Yesus, kiranya saya tidak akan pernah mempermalukan Engkau
karena saya atau karena kamar saya atau karena hal-hal yang saya
kerjakan. Amin.
Dari Anda Untuk Anda
Dari: Maria W. <mwendy@>
>Syalom,
>Tolong didoakan program SM saya untuk mengadakan natal gabungan SM
>untuk gereja-gereja yang berada di sekitar daerah kami. Tujuannya
>agar terbina hubungan yang erat di antara guru, anak-anak, dan
>masing-masing Sekolah Minggu itu sendiri. Kiranya Tim Redaksi dapat
>memasukkan dalam pokok doa Anda.
>Terima kasih atas doanya.
>Maria W.
Redaksi:
Wow pasti!! Sungguh bagus ide natal gabungan SM Anda. Kami akan
mendoakan agar acara tersebut dapat berjalan dengan lancar sehingga
baik Anda maupun guru-guru SM yang lain diberi kekuatan dalam
mempersiapkannya. Boleh donk bagi-bagi cerita/kesaksiannya jika Anda
sudah melaksanakan acara tersebut ... agar jadi ide dan berkat bagi
rekan-rekan yang lain ... :)
|