Salam dari Redaksi
Salam Sejahtera dalam Kasih Kristus,
Selama bulan Januari ini e-BinaAnak akan/sudah membahas topik-topik
yang berhubungan dengan masalah organisasi Sekolah Minggu. Setelah
membahas tentang Evaluasi SM, Persiapan Guru SM dan Administrasi
SM, maka untuk minggu ini kami akan melanjutkan dengan topik
"Merekrut Guru Sekolah Minggu" dan untuk minggu depan kami akan
membahas topik "Pembagian Kelas di Sekolah Minggu".
Mencari dan merekrut Guru baru merupakan salah satu tugas yang
harus dijalankan oleh gereja dan pengurus Sekolah Minggu. Semakin
tahun dirasakan semakin sulit menemukan orang-orang baru yang
terbeban dan mau dengan setia mengajar di SM. Mengapa? Salah satu
alasan yang ditemukan adalah karena kurangnya persiapan dari gereja
sendiri. Masalahnya bukan karena gereja tidak mau, tapi sering
karena gereja menganggap tugas mencari guru baru SM bisa dilakukan
sambil lalu tanpa persiapan dan pemikiran yang serius. Selain
berdoa meminta Tuhan untuk "mengirim pekerja", tidak ada usaha lain
yang dilakukan. Akibatnya selain tidak banyak didapatkan guru baru,
guru yang berhasil direkrut tidak diperhatikan sehingga mereka
tidak bertahan lama. Bagaimana mengubah keadaan ini? Bagaimana SM
dapat merekrut orang-orang yang tepat untuk melakukan tugas yang
tepat? Jawabannya, silakan simak sajian kami pada edisi ini.
Salam dan doa,
Tim Redaksi
"Kata-Nya kepada mereka:
"Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya
Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."" (Lukas 10:2)
ArtikelMerekrut Guru Sekolah Minggu
1. Umumkan tentang Kebutuhan GSM
Jika kebutuhan akan GSM telah ditentukan dan disetujui gereja,
maka kebutuhan-kebutuhan tersebut harus diumumkan. Pakailah warta /
buletin gereja, papan pengumuman, atau majalah dinding yang dapat
digunakan untuk mengumumkan kebutuhan mencari sukarelawan. Namun
dari pengalaman, metode berita "dari mulut ke mulut" seringkali
lebih ampuh. Mintalah pengurus-pengurus departemen di gereja untuk
menyampaikannya kepada anggota-anggotanya tentang kebutuhan tsb.
Untuk memudahkan pengumpulan informasi, siapkan Formulir yang dapat
digunakan untuk mempermudah pendaftaran calon GSM. Di dalamnya
cantumkan informasi kebutuhan dan data-data yang perlu diisi oleh
pendaftar. Misalnya, nama, alamat, umur, tgl. baptis, pengalaman
dan keterlibatan pelayanan dan kesaksian pertobatan / menerima
Kristus, dll. Cantumkan informasi tentang kemana Formulir tsb. harus
dikembalikan dan juga cantumkan nama, alamat dan no. telepon yang
dapat dihubungi oleh pendaftar jika diperlukan.
2. Siapkan Deskripsi Tugas untuk GSM
Banyak GSM baru yang terlanjur terjun melayani merasa jengkel
karena sejak semula mereka menerima informasi yang salah atau tidak
jelas sehingga mereka bingung dengan tanggung jawab yang
diembannya. Hal ini tidak jarang menyebabkan kesalahpahaman dan
akhirnya menyebabkan GSM baru ini tidak dapat bertahan.
Untuk mencegah hal ini terjadi, maka pada waktu merekrut GSM,
pengurus SM sebaiknya membuat lebih dahulu deskripsi tugas dan
tanggung jawab GSM secara tertulis untuk masing-masing posisi yang
ditawarkan. Hal ini akan menolong calon GSM memahami tugas-tugas
yang akan diembannya sehingga tidak terkejut ketika terjun ke
lapangan. Sekaligus dari deskripsi tsb. calon GSM dapat mengukur
apakah dia mampu melaksanakannya sebelum terlanjur menyanggupinya.
Prosedur seperti ini biasa diterapkan dalam dunia bisnis, namun
tidak ada salahnya dimanfaatkan di SM, atau organisasi-organisasi
yang keanggotaannya bersifat sukarela.
3. Penyeleksian Pertama
Setelah semua Formulir Pendafaran terkumpul, mulailah adakan
penyeleksian pertama. Jika jumlah pendaftar sangat banyak dan jauh
melebihi dari jumlah yang dibutuhkan, maka penyeleksian bisa
dimulai dari melihat data-data yang ditulis dalam Formulir. Jika
jumlah pendaftar kurang dari yang diharapkan pun penyeleksian tetap
dibutuhkan. Untuk itu sebaiknya ditentukan lebih dahulu
kriteria-kriteria apa yang diharapkan dan siapa yang berhak menyeleksi.
Kriteria umum yang perlu diperhatikan:
- Usia GSM jangan terlalu muda (paling tidak harus seorang yang
sudah memiliki kematangan dalam pribadi dan tanggung jawab).
- GSM sebaiknya bukan orang Kristen baru (pastikan bahwa ia telah
memiliki kemantapan iman dan memiliki pengetahuan dasar-dasar
iman Kristen yang sesuai dengan pemahaman gerejanya).
- ukan seorang yang "super sibuk" (batasi keterlibatannya hanya
dengan dua kegiatan pelayanan lain).
4. Wawancara dengan Calon GSM
Wawancara bisa dilakukan dengan semua pendaftar (tanpa terkecuali)
atau hanya dengan mereka yang telah lulus pada seleksi pertama
(poin 3). Pada waktu wawancara, lakukan pendekatan untuk mengenal
calon dengan lebih baik. Tapi berikan juga kesempatan kepada calon
GSM untuk bertanya dan mengetahui dengan jelas deskripsi tugas
yang akan menjadi tanggungjawabnya dan komitmen yang diharapkan.
Setelah wawancara jangan minta calon untuk membuat keputusan saat
itu juga, tapi berilah waktu untuk berdoa dan berpikir di rumah
(satu minggu).
Di antara semua calon yang diwawancara siapa yang akan dipilih?
Berikut ini beberapa petunjuk yang bisa dipakai:
- Siapa di antara mereka yang suka dan sabar bergaul dengan anak-anak?
- Siapa di antara mereka yang suka menolong anak untuk belajar,
baik belajar Alkitab atau ketrampilan lain?
- Siapa di antara mereka yang dapat menerima tugas pelayanan dan
dapat melakukannya tanpa terlalu banyak membutuhkan dorongan?
- Siapa di antara mereka yang mempunyai kerinduan untuk membawa
anak-anak kepada Yesus?
- Siapa di antara mereka yang dapat bekerja sama dengan orang lain?
- Siapa di antara mereka yang tidak takut berdiri di depan kelas
sekalipun ditertawakan anak-anak?
- Siapa di antara mereka yang dapat menerapkan disiplin tanpa
harus diawasi?
- Siapa di antara mereka yang memiliki talenta mengajar dan
menyanyi?
5. Orientasi
Jika Spengurus SM telah membuat keputusan siapa di antara pendaftar
yang cocok dengan yang dibutuhkan, hubungi calon dan beritahukan
keputusan pengurus tsb. Terima dengan lapang dada jika ternyata
calon yang diterima memberikan keputusan/jawaban tidak.
Jika yang dipilih ternyata juga menjawab ya, pengurus SM dalam
melakukan follow-up selanjutnya, yaitu melakukan orientasi. Berikut
ini beberapa hal yang GSM perlu ketahui:
a. Jelaskan tentang kurikulum yang digunakan.
- Berikan dan jelaskan bahan/materi yang biasa dipakai oleh GSM.
- Tunjukkan langkah-langkah untuk membuat perencanaan pengajaran
mingguan.
- Jelaskan buku-buku apa yang dipakai untuk mendukung kurikulum.
b. Jelaskan tentang karakteristik anak di masing-masing kelas.
- Jelaskan karakteristik anak-anak yang nantinya akan mereka
ajar.
- Berikan contoh mengajar di tingkat usia anak-anak yang berbeda
dan tunjukkan dengan instruksi tentang bagaimana mengajarkan
Alkitab untuk masing-masing tingkatan usia.
c. Jelaskan alat-alat mengajar dan aktivitas anak yang tersedia.
- Jelaskan letak inventarisasi alat mengajar dan peraturan
untuk meminjam.
- Kenalkan dengan orang yang bertanggung jawab atas penyediaan
alat/materi mengajar tersebut.
- Tunjukkan dimana guru dapat menemukan Alkitab ekstra, kamus
Alkitab, sumber-sumber buku lainnya, gunting, kertas, dsb.
d. Lakukan observasi cara mengajar.
- Demonstrasikan cara mengajar dengan mengundang mereka untuk
mengunjungi kelas-kelas yang ada secara bergantian selama
beberapa minggu.
- Tunjukkan cara guru-guru senior mengajarkan kebenaran Alkitab
dan berikan contoh sekaligus dorongan agar mereka menemukan
gaya mengajar mereka sendiri yang unik.
e. Jelaskan tentang buku/kartu Catatan Sekolah Minggu.
- Perlihatkan copy dari masing-masing formulir/kartu yang biasa
dipakai di Sekolah Minggu; seperti misalnya kartu kehadiran,
daftar kelas, dan data ulang tahun anak.
- Jelaskan bagaimana kartu-kartu tersebut digunakan dan mintalah
masukan bagaimana mengembangkan pelayanan agar lebih kreatif.
6. Training
Pengaturan Sekolah Minggu yang baik harus menyediakan kesempatan
bagi GSM baru untuk mendapatkan training yang diperlukan, karena
GSM yang baru saja terjun ke pelayanan biasanya belum memiliki
pengalaman dan ketrampilan yang cukup. Pengurus SM harus berani
memberikan invesment agar GSM dapat diperlengkapi dengan baik
Beberapa training yang bisa diberikan misalnya:
a. Tentang gereja dan pengajaran:
- dasar-dasar Iman Kristen yang yang sesuai dengan dogma
gereja yang bersangkutan,
- pengenalan akan Alkitab yang lebih dalam,
- pengenalan akan organisasi dan kepengurusan gereja,
- visi dan misi Sekolah Minggu,
- prinsip-prinsip mengajar,
- bagaimana menjadi GSM yang baik, dll.
b. Tentang ketrampilan-ketrampilan praktis:
- bagaimana bercerita,
- bagaimana memimpin pujian,
- bagaimana mempersiapkan pelajaran,
- bagaimana menguasai kelas, dll.
Tujuan training ini selain untuk memberikan bekal yang cukup agar
dapat menjadi GSM yang baik, juga untuk mengembangkan potensi yang
ada agar dapat memberi sumbangsih bagi kemajuan SM.
Apabila langkah-langkah perekrutan GSM ini diikuti, kami percaya
Sekolah Minggu tidak akan lagi mengalami kesulitan dalam
mengembangkan Sekolah Minggu, karena guru-guru yang ada telah
cukup diperlengkapi untuk menjadi guru yang baik. Sekolah Minggu
yang memiliki guru-guru yang demikian pasti akan dengan mudah
meningkatkan kualitasnya.
Sumber: The Complete Handbook for Children Ministry: How to Reach and Teach Next Generation, Dr. Robert J. Choun & Dr. Michael S. Lawson, , BabRecruitment: Six Steps to Securing Servants, halaman 274 - 277, Thomas Nelson Publishers, Nashville, 1993. Super Sunday School Source Book, , Artikel Orienting New Teachers oleh Karen Dockrey, halaman 15 - 16, David C. Cook Publishing Co., Westin, Illinois.
ArtikelBagaimana Mencari Relawan?
Sejak pertama gereja Kristus berdiri, umat Allah telah memberikan
waktu dan kemampuan mereka untuk memberitakan Firman Tuhan. Tanpa
para relawan tersebut, saat ini pasti tidak ada paduan suara,
penerima tamu, majelis gereja, penatua, lembaga-lembaga misi, dewan
gereja, dan juga guru Sekolah Minggu.
Hampir di semua gereja, pelayanan Sekolah Minggu dapat dipastikan
sebagai pelayanan yang paling banyak membutuhkan relawan. Namun,
banyak Sekolah Minggu yang menghadapi dilema karena kekurangan GSM
dan banyak GSM yang mengundurkan diri. Hanya tinggal beberapa GSM
saja yang memiliki sedikit waktu dan energi untuk memikirkan
rekruitmen penambahan guru baru, yang bisa terlibat secara lebih
kreatif dan inovatif dalam pembuatan program Sekolah Minggu.
Berikut ini ada tiga ide praktis untuk mengatur partisipasi para
relawan:
1. Buatlah "Bank" Bio-Data Para Relawan yang Potensial
"Bank" ini berisi BioData -- informasi mengenai mereka yang bersedia
menjadi relawan, dilengkapi dengan deskripsi dari talenta yang
mereka miliki dan apa kesukaan mereka. Saat mengadakan survey,
jangan lupa untuk mencantumkan tugas pelayanan sementara ataupun
reguler yang dibutuhkan oleh Sekolah Minggu. Dengan demikian,
orang-orang akan mengetahui kesempatan apa saja yang tersedia dan
apakah mereka cocok untuk bergabung dalam pelayanan tersebut.
Bagikan formulir survey tentang bank data ini kepada semua jemaat
gereja secara teratur tiap tahunnya, khususnya bagi para pendatang
baru yang telah menjadi anggota gereja.
2. Tetapkan Tugas Pelayanan yang Membutuhkan Keterlibatan Mereka
Buatlah daftar dari semua tugas pelayanan yang ada di Sekolah
Minggu. Usahakan serinci mungkin dalam menetapkan tugas tersebut dan
memberikan garis besar tanggung jawab yang diperlukan untuk masing-
masing tugas. Misalnya seperti: guru tetap untuk semua tingkatan
usia, guru pengganti, asisten guru, pemimpin dan pemain musik,
koordinator pelayanan, pencerita, ahli seni, konselor dan tutor,
penyimpan dan pengatur arsip, pustakawan, pelatih guru, dan nara
sumber (yang berpengalaman di berbagai bidang seperti misi,
penginjilan, drama, karya seni, dsb.). Untuk setiap tugas, tetapkan
jumlah orang yang dibutuhkan dan sertakan tanggung jawab yang harus
dimiliki.
3. Cocokkan antara Relawan dengan Tugas-tugas yang Tersedia
Hati-hati dalam mencocokkan antara relawan dengan tugas-tugas yang
sesuai dengan keahlian dan ketertarikan mereka. Proses penempatan
dapat dilakukan dengan membuat dua daftar pada selembar kertas.
Daftar pertama berisi rincian tugas-tugas yang ada, sedangkan daftar
kedua berisi data tentang keahlian, ketertarikan, pengalaman, dan
talenta yang dimiliki oleh para relawan. Bandingkan kedua daftar
tersebut. Jika telah menemukan orang yang cocok untuk suatu tugas
tertentu, diskusikan tugas itu secara langsung dengan relawan
tersebut -- jelaskan rincian tugasnya, tujuan dan harapan yang
diinginkan,dsb.
Sumber: Super Sunday School Source Book, , Artikel Boost Your Sunday School Volunteers oleh Ron Nikkel, halaman 17 - 18, David C. Cook Publishing Co., Westin, Illinois.
ArtikelDeskripsi Tugas Guru Sekolah Minggu
Guru Sekolah Minggu memerlukan deskripsi tugas yang jelas untuk
menghindari terjadinya kesalahpahaman antara hal-hal yang ingin
dicapai dengan tanggung jawab yang dimilikinya. Deskripsi tugas
tersebut juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mengevaluasi
diri, sekaligus dapat menolong guru senior untuk menetapkan dengan
jelas hal-hal yang ingin dicapai oleh Sekolah Minggu kepada mereka
yang rindu untuk mengajarkan Firman Allah kepada orang lain (menjadi
relawan).
Beberapa elemen penting dalam pembuatan deskripsi tugas yang perlu
diketahui oleh setiap guru Sekolah Minggu:
1. Mengapa Kita Mengajar Sekolah Minggu
GSM memahami bahwa mengajar adalah hal yang ditugaskan Allah
(Ulangan 6:6-7; Matius 28:19-20). Mengajarkan Firman Allah adalah
hal yang paling dibutuhkan anak-anak-Nya agar imannya dapat
bertumbuh.
2. Mengenal Allah secara Pribadi
Setiap GSM harus mengenal Allah secara pribadi dan terus bertumbuh
dalam kedewasaan iman sehingga dia dapat mengajarkan Firman Allah
kepada orang lain. Beberapa hal yang perlu diperhatikan: apakah GSM
mengikuti persekutuan dan memiliki waktu doa yang teratur? apakah
GSM menjalin hubungan yang baik dengan Allah dan sesamanya di
gereja? apakah GSM mengetahui caranya untuk menuntun seorang murid
kepada Allah?
3. Mengetahui Apa yang Kita Ajarkan
GSM harus memiliki pemahaman tentang doktrin-doktrin Alkitab dan
gereja.
4. Memahami Apa yang Dibutuhkan Anak-anak
GSM harus belajar tentang bagaimana cara mengajar yang baik,
termasuk memahami tentang karakteristik anak dalam berbagai
tingkatan usia dan kebutuhan-kebutuhan mereka.
5. Tanggung Jawab Guru dalam Mengajar
GSM harus sepenuh hati menyisihkan waktunya untuk mempersiapkan
pelajaran, termasuk setia mengajar di kelasnya, menciptakan ide-ide
kreatif dalam mengajar, dan bersedia mengevaluasi hal-hal yang telah
dilakukannya.
6. Mengikuti Pelatihan
GSM perlu mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan
gerejanya. Bahkan, banyak Sekolah Minggu yang mengadakan pelatihan
tentang cara mengajar yang efektif untuk semua tingkatan usia.
7. Pelayanan di Luar Kelas
Tentunya GSM tidak dapat mengunjungi semua anak di kelasnya. Namun
GSM wajib mengetahui kondisi masing-masing anak didiknya -- siapa
yang sakit, siapa yang jarang masuk? apa yang mereka butuhkan? dsb.
8. Bergaul dengan Anak-anak di Luar Kelas
Penting bagi GSM untuk menyadari perlunya menjalin kontak dengan
anak-anak di luar kelas. GSM dapat meluangkan waktu untuk
mengadakan acara-acara informal seperti mengadakan pesta kelas, atau
pesta pujian atau makan siang di rumah anak-anak tersebut.
Sumber: Super Sunday School Source Book, , Artikel Job Descriptions for Teachers oleh Dr. Dennis E. Williams, halaman 13 - 14, David C. Cook Publishing Co., Westin, Illinois.
Tips MengajarKriteria Guru Sekolah Minggu untuk Kelas Indria
Beberapa kriteria untuk menjadi GSM yang mengajar kelas anak-anak
Batita dan TK:
- Seleksi calon guru dengan hati-hati, karena perilaku anak-anak
dibentuk melalui kualitas pribadi yang dimiliki guru-gurunya.
- Cari pria ataupun wanita yang memiliki hubungan pribadi dengan
Yesus, mengasihi anak-anak, sehat, energik, dan dapat bekerja
sama dalam satu tim.
- Usahakan juga untuk mencari guru pria. Kebanyakan anak-anak
jarang bertemu dengan ayahnya pada saat di rumah, dan kehadiran
guru pria akan dapat memenuhi beberapa kebutuhan akan figur
seorang ayah.
- Jangan merekrut anak-anak SMU, meskipun mereka bersedia menjadi
GSM. Mereka belum cukup dewasa untuk menangani anak-anak balita.
- Berikan penjelasan kepada mereka tentang tanggung jawab yang
harus mereka lakukan.
Sumber: Introduction to Christian Education, , Artikel Helping Preschoolers Learn oleh Eleanor Daniel, halaman 106, Standard Publishing Co., Ohio, 1980.
Tips MengajarKriteria Guru Sekolah Minggu untuk Kelas Madya dan Pratama
Beberapa kriteria untuk menjadi GSM yang mengajar kelas anak-anak
Sekolah Dasar:
- Memiliki kehidupan Kristen yang bertumbuh sehingga dapat menjadi
teladan bagi anak-anak.
- Memahami dunia anak-anak dan dapat menjalin hubungan dengan anak-
anak itu, serta dapat bekerja sama dalam satu tim.
- Rekrut guru pria maupun wanita. Pasangan suami istri yang
bekerja sama dalam satu kelas akan memberikan contoh yang baik
tentang keluarga Kristen dan sekaligus memberikan figur ayah dan
ibu bagi anak-anak yang jarang mendapatkannya di rumah.
- Perlu disadari bahwa pelayanan Sekolah Minggu tidak cukup hanya
dengan melakukan persiapan dan pemahaman Alkitab, GSM juga
perlu berpartisipasi dalam kehidupan anak-anak Sekolah Minggu
melalui kunjungan yang dia lakukan, menjadi pendengar mereka,
dan melalui kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan.
Seorang guru yang efektif dapat mengajar dengan baik karena dia
tidak hanya melayani anak-anak saat di dalam kelas, tetapi dia juga
melayani anak-anak saat di luar kelas.
Sumber: Introduction to Christian Education, , Artikel Helping Elementary Children Learn oleh Eleanor Daniel, halaman 118, Standard Publishing Co., Ohio, 1980.
Serba SerbiMengusahakan Perpustakaan
Perpustakaan gereja seharusnya berisi berbagai sumber bahan
pengajaran yang dapat melengkapi GSM dalam membuat bahan persiapan
mengajar, dalam mengajar dan dalam menumbuhkan pengetahuan dan
memperkaya kehidupan rohaninya. Perpustakaan ini dapat berisi buku,
buletin, naskah, artikel, kaset, video kaset, dan sebagainya.
Pada setiap tahun, Sekolah Minggu harus mengajukan anggaran belanja
untuk pengadaan sumber bahan pengajaran. Apabila terdapat kesulitan
dalam masalah keuangan, buatlah daftar sumber bahan atau buku yang
dibutuhkan dengan mencantumkan harganya. Daftar buku beserta
harganya ini dapat diedarkan kepada anggota jemaat (dengan seijin
gereja) dan meminta mereka agar terlibat dalam pendanaan bahan
pengajaran Sekolah Minggu ini.
Untuk memaksimalkan penggunaan, GSM (terutama yang baru) sebaiknya
diberi orientasi tentang cara menggunakan berbagai macam bahan dan
cara mempelajari sumber bahan perpustakaan tsb. Akan lebih efektif
lagi jika guru senior dapat memberikan petunjuk dan penjelasan
tentang tema dari masing-masing buku, artikel, khusus dari buletin,
atau kaset, atau dari video kaset dsb. yang tersedia di
perpustakaan.
Agar GSM semakin bersemangat dalam menggunakan bahan-bahan yang
tersedia di perpustakaan tsb. sediakanlah kesempatan dimana GSM
dapat saling membagikan apa yang mereka baca dan pelajari dalam
forum khusus, misalnya dengan membentuk "Book Club". Dengan demikian
GSM terpacu untuk belajar karena ia tidak belajar untuk diri
sendiri, tapi juga untuk dibagikan bagi rekan-rekan yang lain.
Mengusahakan perpustakaan sebagai sumber pengajaran GSM adalah
sangat menguntungkan dan memperkaya GSM.
Sumber: Super Sunday School Source Book, , Artikel Developing a Learning Resource Center oleh Dr. Dennis E. Williams, halaman 10, David C. Cook Publishing Co., Westin, Illinois.
Dari Anda Untuk Anda
Dari: "Iwan S."
Subject: Butuh bahan aktifitas permainan untuk anak usia 4-6 tahun
> Kepada redaksi Milis Bina anak,
> Saya mohon bantuan kepada rekan-rekan guru sekolah minggu yang
> memiliki kumpulan aktivitas permainan untuk anak usia 4-6 tahun.
> bila ada yang memiliki mohon saya di kirimkan bahannya. atas
> bantuannya saya ucapkan terima kasih.
==cut==
> Syaloom. Iwan
Redaksi:
Sebagai bahan referensi untuk anda, silakan menyimak arsip dua edisi
e-BinaAnak yang membahas tentang:
* Mengenal Anak Balita -- e-BinaAnak Edisi 20/2001
http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/020/
* Mengenal Anak Pratama -- e-BinaAnak Edisi 21/2001
http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/021/
atau anda dapat berkunjung ke Situs Arsip e-BinaAnak di alamat:
http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Kiranya informasi tersebut dapat menolong anda untuk membuat
aktivitas permainan bagi anak usia 4-6 tahun.
Bagi GSM lain, yang mempunyai kumpulan aktivitas permainan seperti
yang dibutuhkan Sdr. Iwan, bisa mengirimkannya melalui staf Redaksi:
submit-BinaAnak@sabda.org
|