Salam dari Redaksi
"Salam Damai Dalam Kristus"
Paskah sudah dekat. Kebaktian Paskah Sekolah Minggu seringkali
menjadi kebaktian rutin tahunan yang kurang dipersiapkan dengan
matang. Oleh karena itu, dalam rangka menyambut PASKAH tahun ini
e-BinaAnak akan menyajikan dua artikel terturut-turut yang akan
menolong guru-guru Sekolah Minggu memiliki perencanaan yang baik
untuk PASKAH yang bermakna di Sekolah Minggu masing-masing.
Selain itu, simaklah juga ide untuk membuat aktivitas Paskah bagi
anak-anak Sekolah Minggu yang terdapat dalam kolom SERBASERBI.
Selamat merencanakan Paskah!
Redaksi
"Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi. Tetapi
kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup."
(Yohanes 14:19)
ArtikelMerencanakan Paskah Sekolah Minggu
Perayaan Kebaktian PASKAH Sekolah Minggu sering diadakan
tanpa perencanaan yang matang. Salah satu alasannya mungkin adalah
karena perayaan PASKAH selalu diadakan setiap tahun, sehingga dianggap
sesuatu yang sudah biasa dan tidak lagi istimewa. Untuk seorang
Kristen yang sudah lahir baru perayaan PASKAH seharusnya menjadi
hari Raya umat Kristen terbesar, karena hari PASKAH mengingatkan
kita akan kemenangan Kristus atas maut, yang berarti juga kemenangan
kita yang telah ditebus oleh Kristus, karena Ia sungguh telah bangkit
dan mengalahkan kuasa dosa. Itulah yang Paulus maksudkan ketika
ia berkata "andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah
pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu" (1 Kor 15:14).
Namun sayang sekali inti berita PASKAH yang luar biasa itu sering
tidak sampai kepada anak-anak. Marilah kita, sebagai guru-guru Sekolah Minggu
mengisi acara PASKAH tahun ini dengan memberitakan Kebenaran akan
KEBANGKITAN KRISTUS sehingga anak-anak mendapat kesempatan untuk
mengenal Tuhan mereka yang HIDUP! Bagaimana mewujudkan kerinduan
ini? Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika
kita merencanakan PASKAH Sekolah Minggu:
- Inti berita PASKAH harus jelas.
Beberapa kunci kata yang harus mewarnai seluruh acara PASKAH
adalah: KRISTUS BANGKIT, KRISTUS MENGALAHKAN KEMATIAN, KRISTUS
MENGALAHKAN MAUT, KRISTUS MENANG ATAS KUASA DOSA, KRISTUS SUNGGUH
HIDUP, KRISTUS HIDUP DI DALAM HIDUPKU. Oleh karena itu tema-tema
PASKAH sebaiknya dibuat dalam kalimat yang pendek dan jelas.
Hindarkan kata-kata abstrak yang sulit dimengerti artinya, karena
anak belum memiliki cukup kemampuan untuk menginterpretasi.
- Acara PASKAH perlu dikoordinasi dengan baik.
Seperti seorang memakai pakaian, maka ia akan memperhatikan
kombinasi warna dan asesori yang cocok sehingga kelihatan serasi.
Acara PASKAH pun demikian, seluruh rangkaian acara harus diatur
agar mendukung tema PASKAH, baik nyanyian-nyanyiannya, renungan
beritanya (cerita), dramanya, permainannya, dekorasinya, dll.
Hindarkan kegiatan-kegiatan ekstra yang akan mengalihkan
anak-anak dari inti pesan/berita PASKAH, misalnya kegiatan sosial,
permainan yang tidak memiliki tema PASKAH, atau rekreasi.
Jadikan PASKAH menjadi pelajaran rohani tentang iman Kristen yang
paling mendasar. Dan sajikan itu dalam suasana yang menyenangkan.
- Semua orang harus terlibat dalam perayaan PASKAH.
Spirit PASKAH bukan spirit "one man show", karena PASKAH adalah
perayaan kemenangan orang beriman di dalam Kristus. Oleh karena
ikatan kasih diantara orang beriman akan mendorong kebersamaan,
hal itu dapat tercermin baik dalam suasana maupun pada pembagian
tugas pelaksanaan kegiatan ini. Semakin banyak guru terlibat
semakin baik. Semakin banyak anak terlibat adalah yang terbaik.
- Undangan perayaan PASKAH.
Cara terbaik melibatkan anak-anak dan guru dalam mempersiapkan
PASKAH adalah dengan membuat brosur/pamflet/kartu/selebaran yang
berisi undangan untuk anak-anak lain, khususnya yang sudah lama
tidak datang atau yang belum memiliki keselamatan. Tularkan
semangat penginjilan dalam hati anak-anak, dengan pergi
bersama-sama berkunjung dan membagikan undangan perayaan PASKAH. Guru
memberikan contoh kepada murid-muridnya bagaimana mengundang anak
lain untuk datang bersekutu dalam kebaktian PASKAH dan menjadi
teman bagi mereka. Sementara anak-anak saling mengenal, guru
memiliki kesempatan untuk berkenalan dengan orang tua mereka.
- Tempat dan waktu penyelenggaraan PASKAH.
Untuk Sekolah Minggu yang lebih senang menggabung seluruh anak
Sekolah Minggu dalam acara PASKAH, maka akan diperlukan tempat yang cukup
luas agar anak-anak dapat berkumpul bersama. Kendala yang lain
adalah diperlukan guru-guru untuk berada di antara anak-anak
agar keributan dapat terkendali. Dan juga waktu pelaksanaan
mungkin akan lebih lama dari biasanya. Pengabungan kelas-kelas
perlu dilakukan jika ada acara yang istimewa, seperti drama
PASKAH, panggung boneka atau renungan (cerita) PASKAH dengan
memanggil pembicara yang ahli dalam bidangnya.
Melaksanakan perayaan per kelas dapat menjalin rasa keakraban,
namun demikian persiapan akan tidak efisien karena masing-masing
guru kelas akan membuat persiapan sendiri-sendiri. Untuk
menghindarkan rasa persaingan antar kelas, guru-guru dapat
dihimbau untuk membuat acara yang sama di masing-masing kelas
dan melakukan persiapan bersama-sama. Waktu pelaksanaan dapat
dibuat lebih lama dari biasa, dan gunakan waktu untuk menolong
anak mengerti berita PASKAH dengan lebih baik.
- Follow-up perayaan PASKAH.
Hal yang paling penting diperhatikan adalah bagaimana tindaklanjut
perayaan PASKAH ini. Mengadakan kegiatan mudah, tapi bertanggung
jawab untuk memastikan bahwa berita PASKAH itu tinggal dalam hati
anak-anak dan terpelihara tidaklah mudah. Oleh karena itu siapkan
cara-cara bagaimana menolong agar benih yang telah ditaburkan
mendapat siraman agar bertumbuh. Untuk itu guru-guru perlu
memberikan bimbingan dan perhatian, baik itu berupa cerita-cerita
lanjutan di minggu-minggu berikutnya, ataupun dengan mengadakan
pertemuan tatap muka secara pribadi untuk berdoa bersama/sharing
atau memberikan tugas-tugas bacaan untuk anak yang lebih besar.
Tips Khusus PaskahSejarah Membagi Telur Pada Hari Paskah
"Mengapa gereja membagikan telur pada anak-anak Sekolah Minggu pada hari PASKAH?"
Ternyata banyak orang Kristen bahkan guru Sekolah Minggu yang kurang jelas
tentang sejarah membagi telur ini. Untuk Edisi Khusus PASKAH ini
Tips Mengajar akan diganti dengan penjelasan singkat tentang sejarah
membagi Telur PASKAH.
Tradisi membagi telur sebenarnya bukan tradisi gereja/Kristen (juga
jelas tidak disebutkan dalam Alkitab). Sebelum kekristenan muncul,
di negara 4 musim (Eropa) ada tradisi untuk merayakan datangnya
musim-musim. Dewa musim Semi, yang bernama "Eostre" adalah dewa yang
disembah pada perayaan "vernal equinox". Nama dewa ini juga yang
akhirnya dipakai untuk menyebut hari PASKAH, "Easter" (bahasa Inggris).
Pada abad-abad pertama kekristenan, tradisi ini sulit dihapus karena
hari PASKAH memang kebetulan jatuh pada setiap awal musim Semi.
Perayaan musim Semi selalu dirayakan dengan meriah mengiringi
kegembiraan meninggalkan musim dingin yang suram dan beku (mati).
Tumbuh-tumbuhan dan bunga mulai tumbuh dan bermekaran, dan suasana
keceriaan seperti ini menjadi saat yang tepat untuk membagi-bagikan
hadiah. Membagi-bagikan telur pada hari PASKAH akhirnya diterima
oleh gereja selain untuk merayakan datangnya musim Semi, juga karena
telur memberikan gambaran/simbol akan adanya kehidupan.
Serba SerbiTelur dengan Foto Pribadi
Berikut ini adalah aktivitas sederhana dan murah yang dapat dilakukan
dengan anak-anak Sekolah Minggu pada hari PASKAH. Pada kesempatan ini
guru Sekolah Minggu
perlu memberikan penjelasan tentang arti simbol telur dalam kehidupan
Kristen. Telur adalah lambang kehidupan yang Kristus tunjukkan ketika
Ia bangkit dari antara orang mati. Dan anak-anak yang mau percaya dan
menerima Kristus di dalam hatinya juga akan hidup bersama dengan Dia,
karena Roh Kudus telah memberikan kelahiran baru dalam hidup mereka.
Kegiatan ini adalah sebagai berikut:
Mintalah anak untuk membawa foto diri dalam ukuran kecil pada Minggu
sebelumnya. Lalu guntinglah foto mereka berbentuk lonjong (oval).
Guru bisa mempersiapkan telur yang sudah diwarnai, renda-renda kecil
dan lem serta spidol warna. Dalam kegiatan ini mintalah anak untuk
menempelkan foto diri tersebut di kulit luar telur. Kemudian rekatkan
dengan renda nilon kecil yang warna-warni di sekeliling foto itu
sebagai penghias tepinya. Lalu di bawah foto (atau dibagian sisi
lain), mintalah anak menuliskan: Kristus Hidup dalam Hati (Nama
Anak).
Foto anak pada telur yang dihias itu melambangkan bahwa anak telah
menjadi ciptaan baru dan Kristus akan hidup dalam hatinya selamanya.
Sumber: Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 1, , halaman 158, Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1997.
Dari Anda Untuk Anda
* Dari Fransisca Kirana (GPKdI Jelambar)
>Dear Pengurus MILIS "e-BinaAnak",
>Selamat atas dibukanya forum elektronik untuk pembinaan anak.
>Saya yakin forum ini akan menjadi berkat bagi banyak orang,
>khususnya anak-anak.
>Dengan ini saya ingin mendaftarkan diri sebagai anggota
>MILIS e-BinaAnak, Tuhan memberkati.
Redaksi:
Ma' kasih banyak untuk ucapan selamatnya. Anda sudah kami daftarkan.
* Dari Yuli
>Kolom dari anda untuk anda ini bagus, tapi kita tidak bisa
>berinteraksi seperti yang dimaksud karena tidak ada alamat e-mail
>Bagaimana kalau Milis ini jadi arena diskusi juga?
Redaksi:
Kita sedang berdoa dan bergumul untuk membuka Milis Diskusi dimana
guru-guru bisa saling membagikan dan sharing tentang pelayanan Sekolah Minggu.
Mohon doakan supaya rencana ini cepat terealisir. Thanks untuk idenya.
|