SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
KLIK DI SINI
UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

 
PEPAK PEPAK
Kamis, 4 Desember 2008   
    Utama | Pustaka | e-BinaAnak | e-BinaGuru  
         e-BinaAnak  
  Utama > e-BinaAnak > Edisi 2  

Cari di Arsip e-BinaAnak Cari di e-BinaAnak

Baca Edisi e-BinaAnak Baca e-BinaAnak
Lihat Arsip e-BinaAnak Arsip
Kirim Arsip e-BinaAnak ke Email Anda Kirim ke Email Anda
Berlangganan / Subscribe e-BinaAnak Berlangganan
Frequently Asked Questions FAQ
  Bagaimana berpartisipasi dalam pelayanan di e-BinaAnak? jawabannya  


<<< Edisi 1 | Edisi 3 >>>

e-BinaAnak edisi 2 (26-3-2000)

Panggilan Pelayan Sekolah Minggu

Daftar Isi
Salam dari Redaksi 
Artikel : Sekolah Minggu yang Memiliki Panggilan  
Tips Mengajar : Cara Bercerita yang Hidup dan Menarik  
Humor : Cerita Adam dan Hawa  


Salam dari Redaksi

Syaloom,

Edisi kedua dari publikasi e-BinaAnak ini akan menyajikan secara singkat hal-hal penting yang harus dipikirkan bagi para pengelola pelayanan anak dan guru-guru pembina anak ketika mereka mendirikan Sekolah Minggu atau suatu wadah pelayanan anak. Bagi mereka yang telah lama berkecimpung dalam pelayanan anak, mudah-mudahan artikel ini dapat menolong kita menyegarkan kembali visi dan misi panggilan pelayanan kita.

Untuk semakin mengakrabkan anggota-anggota publikasi e-BinaAnak maka mulai edisi y.a.d. kami akan membuka kolom baru, yaitu DARI ANDA UNTUK ANDA. Sesuai dengan namanya kolom ini adalah ruang interaksi antar sesama anggota. Melalui kolom ini anda bisa saling tukar pengalaman dan saran sehubungan dengan pelayanan anak (Sekolah Minggu). Bisa juga berupa sharing tentang suka duka sebagai pelayan anak atau guru Sekolah Minggu. Untuk itu silakan layangkan surat anda ke :

dari-anda-BinaAnak@sabda.org

Pada kesempatan ini redaksi juga ingin menyambut anggota-anggota yang baru saja bergabung pada edisi kedua ini. Kiranya melalui e-BinaAnak ini para pelayan anak dapat bersatu untuk dibekali sehingga pelayanan kita semakin berkembang dan diberkati Tuhan. Selamat bergabung!

Salam dari redaksi!

"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." (1 Timotius 4:12)


Artikel

Sekolah Minggu yang Memiliki Panggilan

Memulai sebuah Sekolah Minggu yang asal-asalan tidaklah sulit, karena secara praktis yang dibutuhkan adalah seorang guru yang bisa bercerita, beberapa anak untuk menjadi murid, lalu sebuah ruangan dengan fasilitas minimum, mis. papan tulis dan kursi untuk anak-anak duduk. Tetapi untuk memiliki sebuah Sekolah Minggu yang memiliki panggilan, visi dan misi tidaklah mudah. Berikut ini adalah beberapa hal penting yang harus dimiliki agar Sekolah Minggu anda menjadi Sekolah Minggu yang berhasil dan memiliki panggilan.

  1. Visi Sekolah Minggu
    "Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat" (Amsal 29:18). Pertanyaan: apakah maksud yang mendasari didirikannya Sekolah Minggu di tempat anda melayani? Sekolah Minggu tidak didirikan karena keinginan manusia saja. Allahlah yang menggerakkan manusia yang dikasihiNya untuk memiliki kerinduan menjangkau jiwa-jiwa "kecil" bagi kerajaanNya. Visi Sekolah Minggu adalah melihat jauh ke depan kepada kerinduan Allah untuk bersekutu dengan manusia, di antara mereka adalah anak-anak yang masih muda belia, supaya melalui mereka kasih dan kuasa Tuhan dinyatakan.

  2. Misi Sekolah Minggu
    "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepadaKu." (Mat 19:14). Pertanyaan: apa yang ingin dilakukan dan dikerjakan Sekolah Minggu di tempat anda melayani? Melalui kegiatan Sekolah Minggu kita ingin agar anak-anak dapat dengan bebas datang kepada Tuhan Yesus dan menerima Dia menjadi Juruselamat pribadi mereka.

  3. Tujuan Sekolah Minggu
    "Gembalakanlah domba-domba (kecil) KU." (Yoh 21:18). Sekolah Minggu bertujuan untuk:
    1. menjadi sarana yang dapat dipakai Allah untuk mengumpulkan anak-anak dan memberitakan Firman Tuhan kepada mereka.
    2. menjadi sarana agar anak-anak mendapat siraman kasih Allah melalui persekutuan yang diadakan.
    3. menjadi sarana agar anak-anak dimuridkan dan menjadi alat bagi pelebaran kerajaanNya.
(Pokok-pokok di atas diaplikasikan tidak hanya untuk Sekolah Minggu, tetapi juga untuk semua bentuk pelayanan anak, meskipun masing-masing mungkin memiliki penekanan dan metode yang berbeda.)

Jika anda telah lama terlibat dalam pelayanan Sekolah Minggu atau pelayanan anak secara umum, periksalah kembali apakah pelayanan anda memiliki visi, misi dan tujuan yang jelas? Dan apakah sampai saat ini tetap setia melaksanakannya? Apakah hasilnya adalah seperti yang diharapkan. Jika pelayanan anak yang anda lakukan mulai mengalami kejenuhan, periksalah lagi ketiga hal itu, adakah yang kurang? Perlukah pelayanan anda disegarkan agar kembali ke visi, misi dan tujuan yang benar? Pakailah pertanyaan-pertanyaan ini untuk menjadi bahan diskusi di antara para guru yang terlibat dalam pelayanan anak di mana anda berada. Kiranya bahan ini bisa menjadi bahan pergumulan agar pelayanan sekolah minggu anda dibangunkan kembali.


Tips Mengajar

Cara Bercerita yang Hidup dan Menarik

Tahukah anda bahwa intonasi suara dan gerakan mata anda sangat menentukan apakah cerita anda hidup dan menarik untuk anak-anak? Bagaimana cara mengatur intonasi suara dan gerakan mata:

  1. Anda harus mengeluarkan suara yang cukup keras (tidak perlu berteriak) untuk dapat didengar oleh semua anak di kelas.
  2. Untuk menyajikan cerita secara dramatis maka anda harus betul-betul menguasai ceritanya sehingga tahu kapan anda harus menekankan kata-kata tertentu atau memperlihatkan mimik muka tertentu. Mis, jika anda sedang bercerita tentang seorang yang sedang berlari ketakutan, anda perlu ikut mempercepat suara anda dengan mimik muka yang tepat untuk menggambarkan kejadian tsb.
  3. Cara anda memperbesar atau memperkecil suara adalah sesuai dengan penjiwaan anda terhadap cerita tsb. Jika itu tercapai maka mudah sekali anda menirukan suara-suara tertentu, mis. suara anak kecil atau orang tua, suara orang memerintah atau suara lembut seorang ibu, suara orang ketakutan atau suara orang marah dll.
  4. Tujukan gerakan yang sesuai dengan cerita anda. Mis, jika anda bercerita tentang seorang yang sedang berbisik, anda perlu menirukan gaya orang yang sedang berbisik. dsb.
  5. Hal yang paling penting dalam bercerita adalah gerakan mata anda. Jangan sekali-sekali membiarkan mata anda menerawang ke angkasa. Tataplah mata anak-anak secara bergantian. Dengan tatapan mata anda ini anda dapat menguasai seluruh kelas.
Ketika anda berbicara atau bercerita kepada anak di depan kelas, ingatlah bahwa suara anda dan mimik muka serta sorotan mata anda sangat menentukan apakah anda akan berhasil menarik perhatian mereka.


Humor

Cerita Adam dan Hawa

Di sebuah sekolah minggu, seorang guru sedang berdiskusi dengan anak-anak kecil di sekolah minggunya tentang cerita Adam dan Hawa. Guru bertanya kepada anak-anak, apa yang terjadi sesudah Hawa makan buah yang dilarang oleh Tuhan?

Seorang anak menjawab: "Dia berikan buah itu ke Adam."
Guru menjawab: "Bagus, lalu apa yang terjadi sesudah itu?"
Seorang anak tiba-tiba menjawab dengan keras: "Sesudah Adam makan buah itu tiba-tiba pakaian Adam dan Hawa menghilang, sampai mereka akhirnya jadi telanjang ..."

Sumber:
  • The Funny Things Kids Say, tahun March 23, 1999.

  • Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini <<< Edisi 1 | Edisi 3 >>>

    Tentang Kami | Kontak Kami | Buku Tamu | Promo | Situs YLSA | Links | FAQ | Sumber | Info Anda
     

    SITUS INI ADALAH SITUS PEPAK VERSI LAMA.
    SEJAK 1 JUNI 2008 KAMI MENGGUNAKAN SITUS BARU.
    KLIK DI SINI UNTUK BERKUNJUNG KE SITUS PEPAK VERSI BARU.

     
    Disclaimer | © 2008 Yayasan Lembaga SABDA | Email: pepaksabda.org |Laporan Masalah/Saran

    ^ Ke Atas