Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Dinamika Kehidupan Daud


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Nama Daud pertama muncul di dalam Alkitab, ketika Samuel diminta oleh Tuhan mencari pengganti Saul. Perintah Tuhan kepada Samuel sangat jelas. Samuel diminta mengunjungi keluarga Isai, ayah Daud. Pilihan Tuhan kepada Daud, secara manusia merupakan pilihan yang tidak wajar. Sebagai anak bungsu, Daud sama sekali tidak diperhitungkan. Isai sebagai ayah Daud seharusnya memanggil seluruh anak-anaknya, tetapi yang diperlihatkan kepada Samuel hanya saudara-saudaranya saja. Sesuatu yang tidak diperhatikan manusia sesungguhnya ada dalam perhatian Tuhan.

  1. Allah sebagai Pendidik

  2. Pemilihan dan penahbisan sebagai raja merupakan awal dari rencana Allah bagi Daud. Setelah penahbisan, kehidupan Daud tidak pernah lepas dari masalah. Mungkinkah Daud bertanya-tanya di dalam hatinya, mengapa sukacita penahbisan dirinya sebagai raja hanya sesaat saja? Bukankah kehidupan sebagai gembala domba lebih menyenangkan? Tantangan dan kesulitan silih berganti datang di dalam hidupnya -- bahkan beberapa kali nyawanya terancam. Cara kerja Allah yang unik di dalam kehidupan manusia, kesulitan dan tantangan yang diberikan bagi orang pilihan-Nya, merupakan sebuah pendidikan agar orang pilihan-Nya menjadi orang yang berkualitas untuk dipakai menjadi alat kemuliaan-Nya.

    Allah adalah seorang pendidikan yang teramat baik. Dialah model utama seorang pendidik. Ia bukan sekadar memanggil, tetapi juga memunyai rencana menjadikan melalui membuat dan membentuk. Tuhan ingin membentuk dan menjadikan orang-orang pilihan-Nya, dari orang yang hanya bisa mengerjakan hal-hal yang biasa-biasa saja, menjadi orang-orang yang dapat mengerjakan hal-hal yang luar biasa. Dari yang tidak memiliki kemampuan, diberikan kemampuan. Panggilan-Nya bukan sekadar ajakan, tetapi rencana kerja yang sangat baik.

    Daud mendapatkan pendidikan dari Tuhan, meskipun pendidikan itu keras, menyakitkan, serta mendatangkan kepedihan dan putus asa yang besar. Daud pernah menjadi pelarian, tetapi ia tetap setia kepada didikan Tuhan. Saat mendengar kematian Saul, Daud tidak segera datang ke Istana mengambil mahkota. Ia dengan sabar menunggu rencana Tuhan.

  3. Tahap-Tahap Kehidupan Daud

  4. Elisabeth Hurlock, membagi tahap perkembangan orang dewasa menjadi tiga bagian. Dewasa awal, 18-40 tahun; Dewasa menengah, 40-60 tahun; dan dewasa lanjut, di atas 60 tahun. Alkitab mencatat fase kehidupan Daud dalam tiga tahapan. Fase I, Daud ditetapkan menjadi raja dan pada usia tiga puluh tahun, ia menjadi raja dan selanjutnya menggembalakan umat Israel. Sedangkan fase terakhir adalah problematika usia lanjut.

    Daniel J. Levinson, melihat kedewasaan dimulai pada usia 22 tahun dan usia lanjut pada usia 65 tahun. Levinson menjelaskan adanya masa transisi dari setiap periode waktu. Dari kehidupan Daud kita mengenal beberapa fase hidup. Fase itu di antaranya adalah: Fase Daud memperkukuh kerajaan dengan mengalahkan para musuhnya. Fase Daud membangun istana serta menjadikan Yerusalem sebagai ibukota, seiring meningkatnya kemakmuran dan transaksi perdagangan. Ketika kerajaannya kukuh, ia mulai melihat pentingnya membangun kehidupan rohani dengan adanya pemikiran membangun Bait Allah. Daud memerhatikan cinta kasih, keadilan universal, dan pengharapan yang amat tinggi terhadap nilai hidup. Lalu Daud masuk kepada fase pensiun dari pekerjaan-Nya sebagai raja.

  5. Catatan Singkat Kelemahan Daud

  6. Kelemahan Daud yang dicatat oleh Alkitab di antaranya adalah masalah godaan seks dan kesombongan. Daud mengambil keputusan yang jahat di mata Tuhan saat menjalankan skenario mengambil istri Uria, dan juga usaha untuk mengetahui keberhasilannya membangun kekuatan militer yang menjadikan bangsa Israel saat itu menjadi negara adikuasa.

    Tuhan menghukum Daud dan Daud harus membayar dengan harga yang mahal akibat kelemahan daging, karena membiarkan kelemahan daging menguasai hidupnya. Keberhasilan Daud adalah akibat proses dan intervensi Tuhan dalam kehidupan Daud yang melimpah dengan anugerah-Nya.

Kesimpulan

Kedewasaan Daud terjadi melalui proses belajar, melalui hati yang rela menerima teguran. Proses belajar mendatangkan perubahan pribadi secara keseluruhan pikiran, perasaan, kehendak, dan roh. Kegagalan Daud menjadikan kita wawas diri terhadap kelemahan yang kita miliki.

Diambil dari:

Nama situs : Tokoh-Tokoh di Alkitab
Alamat URL : http://biografi-alkitab.blogspot.com/2009/09/catatan-singkat-hidup-daud.html
Judul asli artikel : Catatan Singkat Hidup Daud
Penulis artikel : Gideon Setiabudi dan Herman Suratman
Tanggal akses : 7 Juni 2011

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Anak Umum

Komentar