Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Bertumbuh dalam Ibadah


Jenis Bahan PEPAK: Bahan Mengajar

Pokok Bahasan: Rajin, Tekun Berdoa, dan Beribadah

Tujuan Umum: Anak memahami dan menghayati bahwa ibadah dan doa adalah perwujudan dan penampakan persekutuan orang percaya.

Pelajaran: Tekun Berdoa

Bahan Alkitab: Lukas 18:1-8

Tujuan Khusus:

  1. Anak dapat menyatakan bahwa Allah mengabulkan doa yang dinaikkan dengan tekun.

  2. Anak dapat menyatakan keinginannya untuk rajin berdoa.

Ayat Hafalan: "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu." (Matius 7:7a)

Materi Pelajaran

  1. Untuk Guru

  2. Melalui bahan ini, Lukas mau mendorong orang-orang agar berdoa dengan tekun tanpa putus asa. Perumpamaan ini mencapai tujuannya dengan cara mempertentangkan sikap Allah dengan sikap hakim yang tidak adil itu. Jika seorang hakim dapat dibujuk untuk bertindak atas permohonan yang terus menerus, apalagi Allah. Allah selalu mendengar keluhan orang-orang yang berseru kepada-Nya. Sekalipun Allah seakan tak menjawab seperti hakim yang tak adil itu, tetapi Ia pasti menolong yang berseru kepada-Nya.

    Bagaimana dengan kita, guru sekolah minggu? Apakah kita tekun berdoa, dalam keadaan apa pun juga?

  3. Untuk Anak

  4. Cerita

    Pada suatu masa, hiduplah seorang hakim yang tidak peduli pada orang lain. Ia hidup sesuka hatinya. Dia tidak peduli dengan Tuhan. Pokoknya tidak ada yang ia takuti. Sebaliknya, banyak orang yang takut pada dia, sebab kalau dia mengadili orang, sering dia bersikap tidak adil. Yang salah dibenarkan, yang benar disalahkan.

    Pada suatu hari ada seorang janda yang mendapat kesusahan. Karena ia cuma tahu dan cuma kenal dengan hakim itu, maka janda itu datang kepada hakim untuk minta bantuan. Kata janda itu, "Tolonglah aku Pak Hakim, sebab ada musuhku yang berusaha mencelakakan aku."

    Lalu apa jawab hakim itu. "Pergi sana, jangan ganggu aku! Aku tidak punya waktu untukmu!"

    Dengan sedih janda itu pergi. Tapi keesokan harinya dia datang lagi pada hakim itu dan minta tolong lagi. Sekali lagi Pak Hakim mengusir janda itu. Akan tetapi, janda itu tidak jera. Ia datang lagi pada keesokan harinya, dan keesokan harinya, dan keesokan harinya, dan keesokan harinya lagi. Janda itu tak pernah putus asa. Setiap kali dia diusir, ia pulang. Tapi esoknya dia datang lagi.

    Akhirnya, karena melihat kesungguhan janda itu dalam meminta pertolongan, Pak Hakim berkata: "Aku tidak peduli pada Tuhan! Aku tidak peduli pada janda itu! Tetapi ia selalu datang menggangguku! Baiklah aku akan tolong dia, supaya dia tidak menggangguku lagi." Lalu Pak Hakim menolong janda itu.

    Anak-anak, cerita ini diceritakan Tuhan Yesus pada murid-murid-Nya. Setelah itu Tuhan Yesus berkata, "Perhatikanlah apa yang dikatakan oleh hakim yang tidak adil itu! Nah, apakah Allah yang begitu baik dan mengasihi kita, tidak akan menolong anak-Nya yang rajin berdoa kepada-Nya siang dan malam? Percayalah: Ia akan segera menolongmu! Tetapi, apakah ada orang yang mau rajin berdoa?"

    Tuhan Yesus ingin agar orang yang percaya kepada-Nya rajin berdoa. Juga anak-anak sekolah minggu seperti kalian. Apakah kalian pernah berdoa? Kapan kalian berdoa? (Biarkan anak-anak menjawab. Tolonglah mereka untuk mengingat, kapan saja mereka harus berdoa. Misalnya: waktu bangun tidur, mau tidur, mau makan, bila sedang bergembira, bila sedang mengalami kesukaran, dan lain-lain.)

Diambil dari:

Judul buku : Pedoman Sekolah Minggu
Judul bab : Gereja
Judul sub bab : Rajin, Tekun Berdoa, dan Beribadah
Judul asli artikel : Tekun Berdoa
Penulis : Tidak dicantumkan
Penerbit : BPK Gunung Mulia, 1994
Halaman : 182 -- 184

Kategori Bahan PEPAK: Pelayanan Sekolah Minggu

Komentar