Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK

Belajar Bagaimana Memuridkan Anak-Anak Kita


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Edisi PEPAK: e-BinaAnak 702 - Memuridkan Anak dengan Firman Tuhan (II)

Bagaimana rasanya memuridkan anak-anak saya?

Itu merupakan pertanyaan umum yang ditanyakan oleh kebanyakan dari kita kepada diri sendiri sebagai orang tua. Mungkin Anda baru saja memahami arti penting memuridkan anak-anak Anda. Atau, mungkin Anda telah mengetahui hal itu sebagai tanggung jawab utama Anda semenjak lama. Pertanyaan tersebut sering kali dapat menjadi gerutuan dalam hati kita. Apakah yang kita lakukan telah cukup? Bagaimana kita dapat yakin bahwa kita benar-benar telah memuridkan anak-anak kita? Kita dapat menemukan pandangan-pandangan mengenai memuridkan anak-anak kita, baik dari kitab Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Dalam kitab Perjanjian Lama, kita menerima arahan yang spesifik dari Musa kepada para orang tua. Dalam kitab Perjanjian Baru, kita belajar mengenai pemuridan dari contoh yang diberikan Kristus.

Pemuridan dalam Perjanjian Lama

Dalam Ulangan 6, Musa menyampaikan ucapan perpisahannya kepada orang-orang yang dikasihinya, dan secara khusus ia berbicara kepada para orang tua di dalam kelompok tersebut. Dari semua hal penting yang diinginkannya untuk mereka ingat, Ulangan 6:5-7, menjadi kesimpulan dari bagaimana memuridkan anak-anak.

  1. "Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu." Ulangan 6:5 dimulai dengan hati Anda sendiri. Agar Anda dapat memuridkan anak-anak Anda, Anda harus mengasihi Allah terlebih dahulu.

  2. "haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu ...." Ulangan 6:7 menyatakan kepada kita untuk membicarakan tentang Allah dan firman-Nya kepada anak-anak kita ketika kita sedang duduk di rumah, ketika kita sedang bepergian, ketika kita sedang berbaring di tempat tidur, dan ketika kita bangun. Singkatnya, Anda harus membicarakan tentang Allah kepada anak-anak Anda sepanjang waktu.

Pemuridan dalam Perjanjian Baru

Hal ini mengarah kepada teladan yang diberikan oleh Kristus di dalam Perjanjian Baru. Ia memilih dua belas murid, para pria yang bersama mereka Ia menjalani kehidupan-Nya dan dicurahkan menjadi murid-murid yang pertama. Apa yang dapat kita pelajari dari contoh ini? Seperti yang telah kita pelajari dari Musa, kita sering kali melihat Yesus berbicara di dalam Injil kepada murid-murid-Nya dan mengajarkan firman Tuhan kepada mereka. Berikut adalah ayat yang secara khusus menunjukkan hal tersebut.

Markus 4:34, "dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri."

Lukas 24:27, " Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi."

Proses pemuridan dari anak-anak benar-benar membutuhkan kasih kepada Allah dengan sepenuh hati Anda, dan berbicara tentang firman-Nya kepada mereka. Ceritakan kepada mereka bagaimana dampak firman Allah terhadap Anda, ajarkan kepada mereka apa yang telah Anda pelajari dari waktu-waktu saat teduh Anda. Berbicaralah kepada mereka sebelum tidur, ketika mereka bangun, ketika Anda berada di rumah, dan ketika Anda sedang bepergian. Jika Anda memiliki kesulitan untuk memulai pembicaraan tersebut, saya telah menemukan sumber yang baik yang dapat menolong Anda untuk melakukan aliran pembicaraan yang kreatif. Hal tersebut dapat ditemukan dalam: http://d6family.com/splink/. Arahkan ke tombol, masukkan alamat email Anda, dan setiap minggu Anda akan menerima tiga awalan pembicaraan yang baik untuk menolong Anda dalam proses memuridkan anak-anak Anda. Sadarilah bahwa Allah yang telah memanggil Anda untuk melakukannya, juga akan menolong Anda untuk menyelesaikannya. (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Grace Church
Alamat URL : http://graceinracine.com/2014/02/how-to-disciple-our-kids/
Judul asli artikel : Learning How to Disciple our Kids
Penulis artikel : Pastor Isaac Miller
Tanggal akses : 9 April 2015

Kategori Bahan PEPAK: Anak - Murid

Komentar