Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Beberapa Ide dalam Mengajar Alkitab: Kisah Yusuf untuk Anak


Kehidupan Yusuf menyediakan teladan yang sangat kaya dan relevan mengenai karakter kristiani untuk diajarkan kepada anak-anak. Kisah kehidupannya mengilustrasikan bagaimana Allah dapat menggunakan apa yang tampak, seperti kondisi yang buruk untuk menggenapi tujuan ilahi-Nya. Bahkan, setelah Yusuf mengartikan mimpi dari juru roti dan juru minum Firaun, ia tetap terlupakan di penjara, sampai ketika sang Firaun sendiri bermimpi. Setelah Yusuf mengartikan mimpi Firaun, sejak itulah arah hidupnya berubah dan akhirnya ia mempersiapkan arah bagi jalan hidup seluruh bangsa Israel.

  1. Catatan yang Dibaca

  2. Bacalah catatan mengenai kehidupan Yusuf, yang dapat ditemukan di kitab Kejadian 37:18-36 dan pasal 39-41. Yusuf adalah hamba Allah yang rendah hati. Imannya tetap teguh, sekalipun ia diperlakukan dengan tidak adil. Saudara-saudaranya menjualnya sebagai budak oleh karena kecemburuan mereka. Kemudian ia dibeli oleh Potifar, dituduh melakukan kejahatan, dipenjara, dan terlupakan. Dekatilah anak-anak Anda dengan pertanyaan seperti: Apa yang akan mereka lakukan jika mereka mengalami situasi yang sama? Apa yang akan mereka rasakan? Apakah mereka tetap percaya bahwa Allah memiliki rencana di balik semua itu?

  3. Yusuf dan Kristus

  4. Setelah membaca catatan mengenai kehidupan Yusuf, buatlah paralel dari kisah itu kepada kehidupan Yesus. Kedua tokoh itu sama-sama dituduh melakukan sesuatu yang jahat, tetap melayani Allah di tengah-tengah kesulitan dan sama-sama dijual. Hidup kedua tokoh itu tidak hanya memengaruhi kehidupan orang-orang yang ada di sekitar mereka, tetapi juga seluruh rentang sejarah manusia. Ambillah sebuah peristiwa dalam sejarah yang tidak akan mungkin terjadi, sekiranya kedua tokoh ini tidak menjalani kehidupan mereka seperti yang sudah mereka lakukan.

  5. Sikap

  6. Diskusikanlah mengenai sikap. Kita memiliki kecenderungan alamiah untuk berpikir lebih tinggi daripada yang seharusnya. Yusuf memberikan kepada kita teladan yang jelas, mengenai seseorang yang tidak bersungut-sungut terhadap keadaan yang disodorkan kepadanya. Tanyakan kepada anak-anak Anda mengenai contoh-contoh dari hal buruk yang pernah terjadi dalam hidup mereka, atau dalam kehidupan orang-orang di sekitar mereka. Bicarakanlah mengenai kesamaan situasi yang mereka hadapi itu dengan kehidupan Yusuf. Berilah pengertian mengenai istilah "rendah hati", "sukacita", dan "iri hati".

  7. Pengampunan

  8. Bacalah catatan mengenai pemulihan hubungan antara Yusuf dengan saudara-saudara dan ayahnya, Anda dapat menemukannya di Kitab Kejadian pasal 43-45. Yusuf mengampuni saudara-saudaranya yang menjualnya menjadi budak, dan mengakui bahwa Allah menyediakan berkat bagi keluarganya melalui tindakan mereka yang muncul dari rasa iri. Kehidupan Yusuf menawarkan teladan yang sangat indah mengenai pengampunan. Doronglah anak-anak Anda untuk menceritakan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan orang lain terhadap mereka, dan tanyalah kepada mereka apakah mereka telah mengampuni orang yang sudah bersalah kepada mereka itu.

  9. Peringatan

  10. Sebelum membagikan kisah ini kepada anak-anak Anda, bacalah teks Alkitab yang bersangkutan terlebih dahulu dengan saksama. Jika Anda mengajar anak-anak yang lebih muda (kira-kira berumur kurang dari 13 tahun), catatan mengenai kisah ini lebih baik diambil dari buku cerita Alkitab yang akurat. Bagian kisah yang bercerita tentang pengalaman Yusuf dengan istri Potifar lebih baik diceritakan ulang sesuai dengan umur anak-anak. Jika Anda mengajar anak-anak yang lebih dewasa, bersiaplah untuk mengatasi pertanyaan apa pun mengenai peristiwa ini dengan memberikan jawaban yang faktual. (t/Yudo)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : eHow Mom
Penulis : Heather Thomas
Judul asli artikel : Ideas for Teaching the Bible: Joseph for Kids
Alamat URL : http://www.ehow.com/info_7979172_ideas-teaching-bible-joseph-kids.html
Tanggal akses : 20 Juli 2012

Kategori Bahan PEPAK: Pengajaran - Doktrin

Komentar