Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Bagaimana Anak-Anak Kecil Belajar


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Seorang psikolog Swiss, Jean Piaget, melakukan penelitian yang mendalam tentang perkembangan kognitif anak. Penemuannya memberikan dua kategori umum tentang anak-anak yang kita bahas ini. Dia menyebut usia-usia sejak lahir sampai 2 tahun sebagai masa intelegensi sensorimotor. Pada masa ini, anak tidak "berpikir" secara konseptual. Dia belajar terutama melalui indra-indranya. Anak-anak usia 2 hingga 7 tahun berada di tahap perkembangan yang disebut oleh Piaget "preoperational thought" (pemikiran sebelum

Seorang psikolog Swiss, Jean Piaget, melakukan penelitian yang mendalam tentang perkembangan kognitif anak. Penemuannya memberikan dua kategori umum tentang anak-anak yang kita bahas ini. Dia menyebut usia-usia sejak lahir sampai 2 tahun sebagai masa intelegensi sensorimotor. Pada masa ini, anak tidak "berpikir" secara konseptual. Dia belajar terutama melalui indra-indranya. Anak-anak usia 2 hingga 7 tahun berada di tahap perkembangan yang disebut oleh Piaget "preoperational thought" (pemikiran sebelum ****). Tahap ini ditandai dengan perkembangan bahasa dan kemampuan untuk mengelompokkan atau mengategorikan, tetapi anak tidak memahami mengapa atau bagaimana suatu benda bisa memiliki lebih dari satu klasifikasi. Dengan terus mengingat hal ini, kita bisa membuat beberapa pernyataaan umum tentang bagaimana anak kecil belajar dan menghubungkan kalimat-kalimat ini untuk belajar di gereja.

Pengalaman-Pengalaman Sensoris (Kepekaan)

Seorang anak bergantung pada pengalaman-pengalaman kepekaan dan fisik karena dia tidak memunyai perkembangan bahasa. Dia belajar melalui benda-benda yang dilihat, didengar, dicium, dirasa, dan disentuh. "Ini menandakan bahwa anak-anak memunyai kebutuhan untuk bergerak dan berbicara. Mereka belajar dengan menggali secara aktif dan mengoordinasikan informasi yang diterima dari berbagai kepekaan yang dirasakan.

Pelayanan anak di gereja dan ruang kelas anak-anak perlu menyediakan berbagai pengalaman-pengalaman kepekaan. Selain itu, untuk mendengarkan (yang merupakan kepekaan yang diperlukan untuk sebagian besar pendidikan), anak-anak ini perlu melihat, merasakan, mencium, dan menyentuh. Ketika kita mengatakan kepada anak untuk, "Jangan sentuh", kita menghalangi mereka untuk mengalami pembelajaran. Lingkungan pembelajaran di gereja seharusnya membolehkan anak untuk menyentuh.

Pengulangan

Memori (ingatan) merupakan suatu fungsi intelegensi yang terbentuk ketika anak tumbuh. Memori jangka pendek muncul ketika anak berusia dua tahun. Memori yang terbatas melalui pengulangan merupakan hal penting untuk dipelajari; rutinitas yang sama, cerita yang sama, lagu-lagu yang sama, orang-orang yang sama. Aspek-aspek yang sama ini penting untuk anak-anak kecil. Biasanya orang dewasa yang melayani anak-anaklah yang bosan terhadap pengulangan ini. Sedangkan anak-anak itu sendiri tumbuh melalui pengulangan ini.

Rentang Perhatian yang Terbatas

Rentang perhatian seorang anak sama terbatasnya dengan memori mereka. Pada umumnya anak usia 1 tahun memiliki rentang perhatian 1 menit. Ini berarti anak usia 2 tahun memiliki rentang perhatian selama 2 menit. Apa yang bisa dicapai dalam rentang waktu itu? Hanya "melemparkan" kebenaran. Cerita-cerita untuk anak harus singkat, tetapi cerita yang sama bisa diulang beberapa kali.

Pemikir Apa Adanya (Literal)

Ketika anak beralih dari tahap sensorimotor ke tahap preoperational perkembangan mental, kita harus ingat bahwa pola pikir mereka apa adanya (literal), konkrit. Simbol-simbol tidak tepat digunakan untuk mengajar anak-anak kecil. "Anak-anak harus belajar dengan pemahaman yang literal, konkrit, dan kosakata sederhana yang sesuai dengan tingkat intelektual dan spiritual."

Kita bisa lebih menantang seorang anak dengan memperkaya secara horisontal (dengan menguraikan apa yang telah diketahui oleh anak-anak) daripada akselerasi vertikal (dengan mengenalkan konsep yang benar-benar baru dan abstrak).

Sifat Ingin Tahu

Anak-anak terkenal dengan keingintahuan mereka. Seperti yang sudah diungkapkan di atas, "mengapa" adalah kata favorit dalam kosakata anak prasekolah. Sering kali seorang anak meminta "tujuan" dari sesuatu selain penjelasan yang rinci. Seorang anak yang menanyakan pertanyaan yang sangat mendalam jarang menginginkan jawaban yang seperti tersebut. Elkind menunjukkan bahwa seorang anak memiliki "kemampuan verbal yang jauh melebihi pengetahuan konseptualnya." Dengan kata lain, anak terlihat lebih pintar dari yang sebenarnya."

Belajar Melalui Permainan

"Jelaslah bahwa kegiatan bermain dan belajar saling berkaitan dan tersedia permainan-permainan tertentu yang bisa digunakan untuk gaya belajar tertentu." Bila kita menggunakan definisi yang diberikan oleh White, permainan merupakan "suatu kegiatan di mana seorang anak benar-benar bersenang-senang dengan aktif," kita bisa segera menyadari bahwa apa yang paling banyak terjadi dalam lingkungan belajar anak adalah bermain: menyusun balok, merawat boneka, berkreasi dengan tanah liat, bermain bola. Namun kegiatan-kegiatan ini (yang hanya mewakili dari berbagai jenis "permainan" yang dimainkan di ruang gereja) semuanya merupakan kesempatan untuk belajar kebenaran rohani.

Belajar Terbaik Sesuai dengan Perkembangan Mereka

Mungkin seperti yang disampaikan oleh orang lain, Elkind telah mengingatkan kita terhadap bahaya memburu-buru anak pada masa kanak-kanaknya. Dalam bukunya tentang pendidikan prasekolah, dia menunjukkan bahwa pendidikan bukanlah suatu perlombaan. Kita harus ingat ini ketika di gereja. Tidak ada manfaat rohani yang bisa diperoleh melalui bercerita tentang kitab-kitab di Alkitab secara berurutan kepada anak berusia tiga tahun--suatu tindakan yang mungkin ingin dilakukan oleh beberapa pendidik di gereja. Sebaliknya, kita seharusnya "memberikan lingkungan yang kaya dan merangsang anak, dan pada saat yang sama, lingkungan itu juga hangat, penuh kasih, dan mendorong prioritas pembelajaran dan langkah anak itu sendiri. Dalam lingkungan yang mendukung, tanpa ada tekanan ini bayi dan anak merasa sangat aman, harga diri yang positif, dan antusiasme yang panjang untuk belajar." (t/Ratri)

Kategori Bahan PEPAK: Metode dan Cara Mengajar

Sumber
Judul Artikel: 
How Young Children Learn
Judul Buku: 
Christian Education Foundation for the Future
Pengarang: 
Valerie Wilson
Halaman: 
229 -- 231
Penerbit: 
Moody Press
Kota: 
Chicago
Tahun: 
1991

Komentar