Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Anak-Anak Pun dapat Dipakai Tuhan


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Anak-anak yang dilayani dengan baik, akan menghasilkan generasi baru yang luar biasa, generasi dengan anak-anak semacam Samuel, Yoas, Yohanes Pembabtis, Timotius, dan bahkan seperti masa kanak-kanak Yesus ketika menjadi manusia. Lihatlah beberapa kasus ini, yang saya percaya anak-anak tersebut telah dilayani orang tua mereka sejak kecilnya, bahkan sejak dari kandungannya. Samuel, Nabi Sejak Kecil Samuel, yang akhirnya begitu peka dengan suara Tuhan dan bertemu Tuhan di usia muda (1 Samuel 3:1-14)

Anak-anak yang dilayani dengan baik, akan menghasilkan generasi baru yang luar biasa, generasi dengan anak-anak semacam Samuel, Yoas, Yohanes Pembabtis, Timotius, dan bahkan seperti masa kanak-kanak Yesus ketika menjadi manusia. Lihatlah beberapa kasus ini, yang saya percaya anak-anak tersebut telah dilayani orang tua mereka sejak kecilnya, bahkan sejak dari kandungannya.

Samuel, Nabi Sejak Kecil

Samuel, yang akhirnya begitu peka dengan suara Tuhan dan bertemu Tuhan di usia muda (1 Samuel 3:1-14) dan menjadi nabi Israel. Kelahirannya dilatar belakangi oleh doa Hanna, ibunya, sebuah doa yang sungguh-sungguh dari hatinya (1 Samuel 1:9-13). Sejak kecil sekali Samuel dibawa ke Bait Allah dan akhirnya diserahkan kepada Tuhan (1 Samuel 1:18,19,24).

"Adapun samuel menjadi pelayan di hadapan Tuhan; ia masih anak-anak, yang tubuhnya berlilitkan baju efod dari kain lenan. Setiap tahun ibunya membuatkan dia jubah kecil dan membawa jubah itu kepadanya, apabila ia pergi bersama-sama suaminya pergi mempersembahkan korban sembelihan tahunan." (1 Samuel 1:18,19)

Samuel menjadi 'pelayan', bukan dilayani. Jadi Samuel mulai melayani sejak kanak-kanak. Hal itu terjadi karena orang tuanya mendorong ke arah itu. Secara sadar ibunya membawa Samuel, memfasilitasi, mengarahkan, memberi citra diri melalui bajunya, dan akhirnya memberi kesempatan untuk melayani, bertindak sebagai pelayan. Secara sadar kita harus mempersiapkan membangun generasi baru. Generasi yang melayani sejak dini.

Anak saya yang pertama, Nathania Christy 8 tahun saat ini (Mei 2001) telah mulai melayani membawa firman Tuhan di Cell Group Anak. Sementara Benaya Christo umur 5,5 tahun, anak saya kedua, kuat sekali cita-citanya untuk menjadi pendeta/hamba Tuhan seperti bapaknya. Benaya telah bisa membaca Alkitab di usia 5,5 tahun ini. Mereka bertiga dengan adiknya Levina Christy (4,5 tahun) juga adalah pendoa syafaat kami. Anak saya yang pertama, Nathania Christy 8 tahun saat ini (Mei 2001) telah mulai melayani membawa firman Tuhan di Cell Group Anak. Sementara Benaya Christo umur 5,5 tahun, anak saya kedua, kuat sekali cita-citanya untuk menjadi pendeta/hamba Tuhan seperti bapaknya. Benaya telah bisa membaca Alkitab di usia 5,5 tahun ini. Mereka bertiga dengan adiknya Levina Christy (4,5 tahun) juga adalah pendoa syafaat kami.

Untuk Benaya, istri saya membuatkan jas kecil, lengkap dengan dasinya, sehingga pada hari Minggu, Bena berpakaian seperti 'pendeta' dan dia bangga sekali dengan pakaian itu. Di kelas TK-B, teman-temannya memanggilnya 'pendeta Benaya' dan dialah yang paling rajin berdoa di kelas. Dari mulut Bena pun tidak jarang keluar kata-kata 'nasihat' unuk teman-temannya, dan nasihat yang menggunakan banyak ayat firman Tuhan. Kata-katanya sering membuat kami tersentak terperangah, karena sangat 'dewasa' untuk anak seusianya.

"Sementara itu makin besarlah Samuel yang muda itu dihadapan Tuhan. Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan Tuhan maupun dihadapan manusia." (1 Samuel 1:21b, 26)

Samuel bertumbuh dengan baik, dia tinggal bersama-sama Imam Eli dan bersama-sama melayani, sekalipun ia masih kecil. Bahkan Samuel menjadi begitu peka dan bisa mendengar 'suara Tuhan' bahkan bertemu dengan Tuhan (1 Samuel 3:1-14). Samuel menjadi nabi sejak ia kecil!

Yoas, Raja Sejak Kecil

Selain Samuel si nabi kecil juga ada Kisah Yoas yang menarik, kisah seorang bocah yang menjadi raja.

"Yoas berumur 7 tahun pada waktu ia menjadi raja,... dan 40 tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Zibya dari Bersyeba. Yoas melakukan apa yang benar di mata Tuhan seumur hidupnya SELAMA IMAM YOYADA MENGAJAR DIA. (2 Raja-Raja 11:21- 12:1, 2)"

Yoas melakukan apa yang benar, selama Imam Yoyada mengajar, dan saya yakin yang diajarkan oleh seorang imam adalah firman Allah. Seorang anak kecil, masih 7 tahun bisa memerintah, memimpin, dan menjadi pelaku. Saya percaya akan tiba saatnya, dan sudah mulai tiba dan terjadi di beberapa negara dan gereja lokal, di mana ada ibadah atau gereja yang ditangani, dikelola, dan diselenggarakan oleh anak-anak. Anak-anak yang menyambut tamu, memimpin pujian, singers, bermain musik, khotbah, kesaksian, membuat daftar anggota, serta melayani di kelas-kelas sesuai kelompok umur. Ibadah anak yang diselenggarakan dan dilayani oleh anak untuk anak.

Walaupun demikian anak-anak tetap perlu pengawasan dan pembimbingan. Dalam gereja anak yang diselenggarakan dari anak untuk anak tetap diperlukan pembina, seperti raja kecil Yoas dibina oleh Imam Yoyada, seperti Samuel tetap dalam naungan Imam Eli dan orang tuanya yang mengunjunginya.

Saya jadi ingat di tahun-tahun 1990 -- 1993, kami mulai melibatkan anak-anak madya dan tunas remaja (Kelas 5 SD hingga 3 SMP) menjadi asisten guru sekolah minggu, bahkan akhirnya mereka juga mengajar sekolah minggu, melayani sekolah minggu. Sempat ada protes dari para orang tua dan diaken, "pelayan sekolah minggu kok masih pada 'imut-imut'?" Apa yang mereka ajarkan, apa mereka bisa, dan keluhan lainnya.

Sekarang di tahun 2001 sekitar 10 tahun kemudian, ke mana saja saya pergi melayani, saya berjumpa dan melihat, anak-anak madya dan tunas remaja yang dulu dilibatkan sebagai 'subjek', sebagai asisten, sebagai pelayan, mayoritas mereka saat ini menjadi pelayan Tuhan. Ada yang menjadi "Worship Leader", "Singers", Pemain Musik, Staff Full Timer di sekretariat gereja, Staff di Misi, ataupun menjadi Guru sekolah minggu. Hal ini sesuai dengan buku yang pernah saya baca, bahwa 70% hingga 80% dari para missionaris dan hamba Tuhan, mereka ikut sekolah minggu di masa kecil mereka.

Apa yang kita tabur pada anak-anak, melibatkan, mendidik, maupun mengajar anak-anak, tidaklah akan sia-sia. Kita sedang membangun, melahirkan sebuah generasi baru. Generasi yang melayani dan melayani sejak dini.

Yohanes, Penuh Roh Kudus Sejak Kecil

"Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya." (Lukas 1:15)

Yohanes pembabtis penuh Roh kudus sejak dari kandungan. Selain Tuhan memang merancang demikian, saya yakin itu juga tidak terlepas dari kehidupan orang tuanya. Atau mengapa Zakharia dan Elizabeth yang terpilih dan bukan pasangan lainnya? Karena Zakharia dan Elisabeth hidup benar di hadapan Tuhan.

... keduanya adalah orang yang benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat." (Lukas 1:5,6)

Yesus, Penuh Hikmat Sejak Kecil

Kisah Yesus pun melengkapi kisah-kisah anak di Alkitab lainnya, pada usia 12 tahun Dia dipenuhi hikmat yang luar biasa dan bertumbuh secara rohani dengan baik, yang bukan hanya karena 'Dia lahir oleh Roh Kudus', saya percaya juga ada andil orang tuanya, Yusuf dan Maria. Karena Yesus lahir menjadi manusia (Ke-Allahannya ditanggalkan). Dari studi tentang kehidupan dan iman Maria serta Yusuf, kita mengenal mereka sebagai orang yang kudus, berani bayar harga, penguasaan diri, hidup dalam doa, dan hal-hal rohani lainnya.

Kisah masa kecil Yesus, tidak jauh beda dengan masa kecil Samuel, orang tuanya sangat aktif dan menaati segala peraturan soal anak seperti yang diatur Taurat dan bahkan menyerahkan anak kepada Tuhan sejak masih kecil. Yusuf adalah orang yang sangat menguasai diri (Matius 1:25) sedangkan Maria seorang hamba Tuhan yang penuh penyerahan hidup (Lukas 1:38)

Injil Lukas mencatat, Yesus di sunat dan diberi nama ketika berumur 8 hari (Lukas 1:21), diserahkan ke Tuhan ketika genap masa pentahiran dan dikuduskan bagi Tuhan (Lukas 1:22-23). Kemudian tiap- tiap tahun pergi beribadah ke Yerusalem (Lukas 1:41), seperti Hana -- ibu samuel, juga tiap-tiap tahun pergi mempersembahkan korban. Dengan peran aktif orang tua membawa anak dalam atmosfer rohani semacam itu, Lukas mencatat pula pertumbuhan masa kanak-kanak Yesus sebagai berikut; (firman ini mirip dengan 1 Samuel 1:21b, 26)

"Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. Dan Yesuspun makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia." (Lukas 1:40,52)

Timotius, Mengenal Kitab Suci Sejak Kecil

"Ingatlah juga, bahwa dari KECIL engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberikan hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh Iman kepada Kristus." (II Timotius 3:15) Timotius adalah seorang pengajar yang cakap, yang walaupun masih muda pelayanannya luar biasa, yang banyak dipercaya meneruskan pelayanan Paulus. Timotius mulai terwarnai hidupnya oleh firman sejak kecil yang membuatnya berhikmat.

Membangkitkan Generasi Baru Sejak Kecil!

Tanpa sadar kelima anak kecil yang saya tampilkan diatas mewakili kelima jawatan. Ada NABI kecil Samuel, ada RAJA kecil Yoas, Yohanes adalah PENGINJIL karena dia banyak membabtis dan membawa orang ke Tuhan, Timotius adalah PENGAJAR, dan Yesus adalah GEMBALA.

Inilah saatnya Tuhan akan membangkitkan kelima jawatan tersebut di akhir zaman, guna menyempurnakan gereja-Nya (Efesus 4:11,12). Diperlukan Hana untuk mengarahkan Samuel, diperlukan Imam Yoyada untuk mengajar Yoas, diperlukan Yusuf dan Maria untuk melahirkan Yesus, diperlukan Eunike untuk memunculkan Timotius, dan Zakharia serta Elizabeth bagi Yohanes pembabtis.

Samuel, Yoas, Yohanes Pembabtis, Timotius, dan Yesus tidak turun dari langit. Mereka dipersiapkan!! Diperlukan para pelayan anak, hamba-hamba Tuhan, orang tua, serta gereja untuk melahirkan generasi baru, generasi yang menyempurnakan gereja lengkap dengan kelima jawatan dan itu perlu dipersiapkan sejak KECIL! Saya sendiri akan arahkan anak-anak saya untuk menjadi hamba Tuhan!!! Menjadi penginjil, nabi, guru/pengajar, gembala, atau rasul.

Layanilah anak-anak dengan target mereka dilahirkan kembali, diselamatkan, bahkan dipenuhi Roh Kudus. Mari kita melayani supaya ayat-ayat berikut ini digenapi. Kita menjadi rekan sekerja Allah supaya nubuatan-Nya menjadi kenyataan. Harus ada yang bayar harga mengambil peran ini, melayani anak sebagai tujuan hidup, dengan sebuah visi, hingga visi terealisasi menjadi kenyataan.

"Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dasyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah." (Malekahi 4:5,6)

"Kemudian daripada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka ANAK-ANAKmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat ... dst ... akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu." (Yoel 2:28, 29)

Mereka akan dipenuhi Roh Kudus dan akan bertindak sebagai pelayan, melayani doa, mempimpin pujian, singers, pemusik, pendoa syafaat, tumpang tangan, mengusir setan-setan, dll.. Generasi baru yang secara sadar dibangkitkan, dimotori, dan difasilitasi.

Kategori Bahan PEPAK: Penginjilan Anak - Misi Anak

Sumber
Judul Artikel: 
Generasi Baru
Judul Buku: 
Visi Pelayanan Anak (Membangun Generasi Baru)
Pengarang: 
Pdt. Ir. Jarot Wijanarko
Halaman: 
44 -- 51
Penerbit: 
Yayasan Pulihkan Indonesia
Kota: 
Jakarta

Komentar