Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Aktivitas Menulis


Jenis Bahan PEPAK: Artikel

Seringkali ada satu bentuk aktivitas menulis yang digunakan secara berlebihan dalam Sekolah Minggu, sedangkan bentuk aktivitas menulis yang lainnya jarang sekali digunakan. Aktivitas menulis dalam sebuah proses belajar mengajar yang biasa digunakan dalam Sekolah Minggu adalah dengan mengajak anak-anak untuk mendengarkan sebuah cerita, kemudian lembar kerja dibagikan dan anak-anak diminta untuk menulis jawaban/menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam lembar kerja tersebut. GSM menggunakan banyak usaha agar ASM dapat menulis jawaban dengan benar, rapi dan pada tempatnya.

Tapi aktivitas menulis yang kreatif, di satu sisi, menantang anak- anak untuk memikirkan tentang makna pelajaran yang disampaikan dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menulis puisi, cerita, jurnal, dan naskah adalah aktivitas-aktivitas yang dapat melibatkan anak-anak dalam proses belajar. Dengan menggunakan bahan- bahan yang tidak mahal, guru dapat membangkitkan minat anak-anak pada pelajaran yang disampaikannya, sekaligus menolong anak-anak untuk melatih dan membentuk kecakapan mereka dalam berkomunikasi.

Para guru yang menggunakan aktivitas menulis kreatif harus menyadari kemampuan dan minat anak-anak didik mereka. Misalnya ada anak-anak yang memiliki minat dan mau berpartisipasi namun tidak bisa menulis dengan lancar, maka mereka dapat menyatakan idenya di depan kelas ataupun di depan guru. Aktivitas-aktivitas alternatif perlu disediakan, khususnya bagi anak-anak yang cenderung memilih aktivitas drama, musik, ataupun seni.

Berikut ini adalah bentuk-bentuk aktivitas menulis kreatif:
  1. Kalimat Deskripsi

    Anak-anak dapat diminta untuk menulis kalimat-kalimat deskripsi dari gambar-gambar (sesuai dengan materi pelajaran yang disampaikan) yang dipasang di kelas. Untuk me-review, anak-anak dapat diminta untuk memasangkan kalimat-kalimat itu sesuai dengan gambar-gambar tersebut. Sebagai kreasi dalam pelajaran, anak-anak dapat menulis deskripsi tentang binatang-binatang dan memasangkannya dengan foto binatang-binatang yang tersedia.

  2. Doa

    Doa tertulis sebaiknya tidak digunakan untuk menunjukkan kepada ASM bagaimana cara berkomunikasi dengan Allah. Guru sebaiknya mendorong anak-anak untuk berdoa secara spontan dan komunikatif. Meskipun demikian, menuliskan doa dapat menolong anak untuk lebih mengerti permohonan doa yang disampaikan dan mengatur cara penyampaian idenya. Menulis doa sekaligus juga dapat menolong anak-anak untuk mengetahui bagaimana Allah menjawab doa-doa mereka.

  3. Koran/Majalah

    Proyek favorit untuk anak-anak usia Sekolah Dasar adalah membuat berita (seperti di koran) tentang satu peristiwa dalam sejarah Alkitab. Guru dapat menyediakan "foto-foto" untuk anak-anak yang lebih menyukai aktivitas seni. Penulisan laporan yang ringkas dan tepat membutuhkan seorang reporter untuk menyeleksi peristiwa- peristiwa penting yang terjadi, mengetahui peran dari karakter- karakter yang terlibat, dan menuliskan beritanya sehingga dapat menampilkan satu edisi "Koran/Majalah Sekolah Minggu".

    Untuk lebih memahami jangkauan dan urutan peristiwa yang terjadi dalam kitab Keluaran, anak-anak dapat membuat berita tentang tulah-tulah dan bagaimana bangsa Israel bersiap-siap untuk meninggalkan Mesir. Kolom-kolom yang ada dapat juga diisi wawancara dengan Firaun dan Musa, misalnya.

  4. Puisi

    Beberapa anak suka untuk menulis puisi karena menyukai ritmenya, sedangkan anak-anak lain enggan untuk membuat puisi apapun bentuknya. Guru dapat menyediakan berbagai bentuk puisi untuk menunjukkan kepada anak-anak bahwa membuat puisi itu mudah dan menyenangkan untuk mengekspresikan perasaan dan ide pikiran.

    Untuk mengekspresikan perasaan mereka tentang ciptaan-ciptaan Allah dalam setiap musim, anak-anak dapat diberi tugas untuk menuliskan tentang musim-musim tersebut. Lalu mereka dapat menggabungkan hasil tulisannya dalam sebuah buku dan disharingkan di kelas.

  5. Drama Pendek

    Naskah dibuat untuk melakonkan peristiwa-peristiwa baik yang ada di Alkitab atau pengalaman-pengalaman sehari-hari yang mengilustrasikan tentang kebenaran Alkitab. Naskah drama itu dapat dimainkan oleh anak-anak ataupun boneka. Untuk menulis naskah drama, seorang penulis harus memiliki pemahaman yang benar tentang cerita yang akan didramakan dan dapat membayangkan dirinya dalam peran-peran setiap karakternya.

    Sekelompok anak dapat didorong untuk menulis kembali peristiwa- peristiwa dalam Alkitab dengan mengambil setting kontemporer. Latihan ini dapat menolong mereka untuk lebih memahami, misalnya status sosial orang Samaria dalam cerita "Orang Samaria yang Baik Hati." Setiap orang yang lewat dalam cerita itu dapat digantikan dengan karakter yang paralel di jaman modern ini.

  6. Jurnal/Diary

    Ada dua cara untuk membuat sebuah proyek jurnal (buku harian). Pertama adalah metode yang digunakan untuk mendorong anak-anak mengingat tentang pelajaran-pelajaran dari Alkitab yang telah mereka terima dan bagaimana mereka menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode kedua adalah menuliskan jurnal seolah-olah dia menjadi "saksi mata" yang juga mengalami peristiwa-peristiwa yang terjadi Alkitab. Laporan-laporan dari peristiwa di Alkitab dapat juga ditulis dalam bentuk surat ataupun postcard.

    Anak-anak dapat membayangkan, misalnya waktu mereka turut hadir saat Yesus memberi makan orang banyak. Biarkan mereka menulis di postcard untuk menceritakan peristiwa itu dan dilengkapi dengan "gambar peristiwa itu" di sebalik postcard itu.
Aktivitas menulis yang kebanyakan dilakukan anak-anak di Sekolah Minggu tidak lebih dari aktivitas meniru tulisan yang membosankan dan membuat kesibukan untuk anak-anak. Anak-anak perlu dilatih untuk menulis secara kreatif dan bagaimana menggunakan medium ini (tulisan) untuk mengekspresikan ide dan perasaan mereka tentang segala sesuatu yang telah mereka pelajari.

Kategori Bahan PEPAK: Program Khusus Anak

Sumber
Judul Buku: 
The Complete Handbook for Children Ministry: How to Reach and Teach Next Generation
Pengarang: 
Dr. Robert J. Choun & Dr. Michael S. Lawson
Halaman: 
360 - 362
Penerbit: 
Thomas Nelson Publishers
Kota: 
Nashville
Tahun: 
1993

Komentar