Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

7. Yesuskah Jawaban Hidup Ini ?


Yohanes 14:1-31


Tujuan: Menyadari bahwa Yesus Kristus sangat diperlukan bila kita ingin mengenal Allah dan kehidupan dalam dunia ini dan dunia yang akan datang.


Persiapan pemimpin

  1. Bacalah supaya melalui PA ini Allah Roh Kudus akan memperdalam kesadaran Saudara tentang siapakah Kristus itu?
  2. Catatlah semua orang dalam bagian ini. Apa yang Saudara dapatkan tentang tiap orang?
  3. Tulislah semua pertanyaan-pertanyaan yang dibuat Yesus untuk diri-Nya sendiri. Apakah arti tiap pertanyaan untuk hidup Saudara?

Pendekatan

  1. Diskusikan bagaimana perasaan Saudara ketika membuat suatu pernyataan yang pasti, tiba-tiba seseorang bertanya lagi tentang sesuatu yang telah dijawab dalam pernyataan Saudara sebelumnya. Hal ini juga terjadi dalam bagian ini. Carilah reaksi-reaksinya ketika Saudara membaca.
  2. Diskusikan kebutuhan-kebutuhan hakiki (bukan jasmaniah) masyarakat sekarang, misalnya tentang arah/tujuan, motivasi, kekuatan, kesadaran akan nasib dan kebenaran. Pertimbangkankanlah kebutuhan utama mereka akan pengetahuan tentang Kristus dan kehadiran Allah bersama mereka. Dalam bagian ini Yesus berbicara tentang beberapa dari subyek ini. Selidikilah sambil Saudara membaca.
  3. Catat pertanyaan-pertanyaan dan permintaan para murid, ketika Yesus berbicara dengan mereka dalam Yohanes 14:1-11

Pertanyaan Yohanes 14:1-31

  1. Dalam bagian ini kita membaca dua murid Yesus; Tomas dan Filipus. Apakah minat masing-masing?
  2. Bagaimanakah Yesus menjawab Tomas?
  3. Apakah akibatnya bila Yesus berkata, "Aku akan menunjukkan kepadamu jalan, Aku akan memberimu kehidupan", dan bukan apa yang telah dikatakan-Nya? Mengapa Yesus kelihatannya mengarahkan orang banyak pada pribadi-Nya sendiri dan bukan pada pengajaran-Nya?
  4. Apakah permintaan Filipus?
  5. Bagaimana Yesus menjawabnya?
  6. Bagaimana jawaban ini dibandingkan dengan jawaban-Nya pada Tomas? Apakah hubungan antara menemukan arah, kebenaran dan hidup, dan menemukan Allah sendiri?
  7. Apakah Yesus menyatakan diri hanya sebagai manusia yang saleh seperti Allah atau sebagai Manusia yang juga adalah Allah? Firman yang mana yang mendasari jawaban Saudara?
  8. Hubungan apakah yang yang dimiliki-Nya dengan Allah menurut Yesus?
  9. Mengapa ia berharrap Filipus dan murid-murid lain percaya kepada-Nya?
  10. Apa yang dimaksudkan ketika Ia berkata, "Aku adalah jalan"? Apa yang dimaksudkan-Mya ketika Ia berkata, "Aku adalah kebenaran"? Pada dasarnya dapatkah semua kebenaran dianggap terpisahkan dari Dia yang adalah kebenaran? Apakah arti "Aku adalah Hidup"? Jika Ia adalah Hidup, dan Hidup ada di dalam Dia, dapatkah kita hidup terpisah dari Dia?
  11. Bagaimana persamaan hubungan antara Bapa dan Anak (ay 10) dengan hubungan yang Kristus inginkan dengan kita? (lihat ayat 28)
  12. Bila Yesus adalah seperti Dia yang Ia katakan, dan kita sampai pada hubungan pribadi dengan Dia, bagaimana pengaruhnya dalam hidup kita?
  13. Mungkinkah berhubungan erat dengan hidup Kristus dan pengajaran-Nya tanpa sungguh-sungguh mengenal Dia? Mengapa?

Pertanyaan dan saran tambahan

  1. Dalam mendiskusikan hubungan Kristus (yang merupakan Allah Anak) dengan Allah Bapa, doktrin tentang TRINITAS timbul. Kebenaran yang dahsyat ini tidak akan pernah dimengerti benar-benar di dunia ini oleh akal yang fana. Tapi kita diperhadapkan dengan fakta-fakta ini: pertama, bahwa Tuhan Allah kita adalah "Allah yang Esa" dan kedua, bahwa ketiga pribadi mempunyai sebutan Allah; Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Karena itu bersama dengan Gereja segala abad, kita menyimpulkan adanya Satu keberadaan tapi tiga Pribadi yang berbeda: ada bersama, sama derajat, satu dalam tiga dan tiga dalam satu. Bagaimana ini dapat terjadi, kita tidak mengerti. Namun demikian, kita menerima fakta-fakta yang dinyatakan Alkitab secara jelas, dan meminta Allah menunjukkan makna-Nya bagi kita. Misalnya, kita membangun konsep tentang kepribadian dari keAllahan, bahwa akhir dari kepribadian bukanlah perorangan tetapi kesatuan. Seperti Kristus satu dengan Bapa-Nya, kita juga harus menjadi satu dengan Dia dan berrsama yang lain dalam Dia. Tidak ada kesatuan bila hanya satu. Dua atau lebih diperlukan untuk kesatuan.

  2. Dalam bagian ini Yesus terus-menerus menunjuk pada pribadi-Nya sendiri sebagai sumber hidup dan kebenaran. Ia menyatakan bahwa bersekutu dengan Dia menghasilkan kedekatan dengan Allah, pengetahuan dan kekuatan hidup yang kita butuhkan. Bagaimana pengajaran ini membuat Kristus berbeda dari guru-guru agama yang lain?

Komentar