Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Menyambut dan Mempertahankan Anak Baru


Jenis Bahan PEPAK: Tips

PENYAMBUTAN ANAK BARU

Acara ini sangat penting untuk setiap anak yang baru pertama kali hadir di Sekolah Minggu, yaitu mengadakan acara penyambutan khusus, dengan memperhatikan ada sebagian anak yang pemalu dan ada yang peka perasaannya!

Berikut ini adalah beberapa kreasi untuk menyambut anak baru, yaitu:

  1. Pengalungan medali.

    Tentu saja bukan medali sesungguhnya, guru bisa membuat kalung dari beberapa permen yang diikat menjadi satu, sehingga menyerupai sebuah "medali". Anak yang baru hadir akan menerima pengalungan medali (kalung "permen") dari seorang anak lama, dan semua anak lama memberikan salam pada anak baru.

  2. Wawancara khusus.

    Guru dapat menjadi semacam "reporter" (seperti seorang wartawan). Dengan gaya "lucu", guru bertanya kepada anak baru tersebut. Berikan pertanyaan yang unik tanpa menyinggung perasaannya, misal: "Maaf, boleh saya mengetahui nama Anda?" "Oh, jadi Anda ini yang bernama: Joko. Pak Joko, kami semua senang bertemu Anda di sini (dan seterusnya)." Walau sederhana, wawancara santai ini menarik dan berkesan. Anda bisa meminta data anak tersebut, dalam bentuk dialog. Jangan ada kesan "menginterogasi" anak baru tersebut di depan kelas.

  3. Jadikanlah dia tokoh Minggu itu.

    Jika dalam suatu ilustrasi cerita diperlukan nama tokoh tertentu, guru boleh menjadikan nama anak baru itu sebagai nama tokoh tersebut. Artinya, libatkanlah dia dalam pelajaran hari itu, atau dengan sengaja meminta pendapatnya dalam suatu diskusi. Jangan sampai terkesan, guru seolah-olah tidak mengenalnya -- sebaliknya, timbulkan kesan: Anda sangat memperhatikan dia sejak pertama dia datang!

MEMPERTAHANKAN ANAK BARU UNTUK HADIR KEMBALI

Bagian ini sangat sulit karena memerlukan perhatikan khusus dari semua guru kelas. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  1. Mengunjungi anak baru.

    Selain guru berkesempatan memperkenalkan diri dengan lebih baik, anak baru juga akan mempunyai kesan bahwa gurunya sangat perhatian kepadanya, pasti ia akan datang kembali.

  2. Libatkan dalam acara Minggu depan.

    Beri pesan, Minggu depan kakak harap kamu datang lagi. Kakak mau minta tolong agar kamu membantu, misal mengedarkan kolekte atau tugas sederhana yang lain. Jika seorang anak merasa dibutuhkan, maka harga dirinya akan terangkat. Ia akan berusaha untuk hadir.

    Bisa juga meminta supaya ia mengundang teman-temannya yang lain. Beri blangko undangan ke Sekolah Minggu untuk dibagikan kepada teman-temannya.

  3. Tunjuk seorang penjemput.

    Alangkah baiknya, jika guru bisa meminta satu atau dua orang anak yang rumahnya berdekatan dengan anak baru tersebut untuk mengingatkan dan menjemput anak baru tersebut ke Sekolah Minggu. Anak baru tersebut akan merasa "punya kawan" dan tidak kesepian di kelas.

    Jika tidak ada anak yang bersedia (atau malu), guru dapat menjadi "pelopor" penjemputan. Usahakanlah agar guru tidak sendirian ketika menjemput anak baru itu, tetapi mengajak satu atau dua orang anak Sekolah Minggu lainnya. Pilih yang rumahnya terdekat dengan anak baru tersebut, sehingga Minggu berikutnya mereka dapat menjadi "pemerhati" bagi anak baru tersebut.

    Artinya, jangan biarkan anak baru tersebut tidak punya kawan.

  4. Libatkan dalam Acara Kelompok

    Cara termudah dan efektif adalah dengan membuat acara kelompok di kelas. Masukkan anak baru dalam kelompok tersebut. Buatlah supaya ia merasa "diterima dan punya kelompok" di Sekolah Minggu. Hal ini akan membuat dia kerasan dan rindu untuk selalu hadir SM.

  5. Undangan dan Info Sekolah Minggu

    Jika blangko undangan SM sudah ada, berilah dia blangko tersebut. Mintalah ia mengundang teman-teman lainnya. Jelaskan sedikit mengenai SM, seputar acara dan kegiatannya. Ingat, kebanyakan anak baru "tidak tahu apa-apa" tentang Sekolah Minggu yang mereka ikuti, akibatnya, walaupun acara hari Minggu depan menarik, mereka tidak akan datang lagi. Karena itu, berilah waktu untuk berbincang-bincang dan menjelaskan sedikit kepadanya tentang Sekolah Minggu di akhir pertemuan atau sesaat sebelum ia pulang. Guru boleh juga mengantarnya pulang, hal ini akan lebih berkesan.

  6. Berilah Bonus Teks Lagu-lagu

    Kebanyakan anak baru belum mengenal lagu-lagu pujian di Sekolah Minggu. Jika ia "malu" karena tidak bisa mengikuti puji-pujian, bisa jadi hari Minggu depan ia tidak akan datang lagi karena merasa "terasing/malu". Maka, sediakanlah beberapa copy teks lagu-lagu yang biasa dinyanyikan agar ia dapat mengikuti dan menikmati acara tersebut dengan baik.

Kategori Bahan PEPAK: Metode dan Cara Mengajar

Sumber
Judul Buku: 
Mengajar Sekolah Minggu yang Kreatif
Pengarang: 
Paulus Lie
Halaman: 
75 - 77
Penerbit: 
Yayasan Andi
Kota: 
Yogyakarta
Tahun: 
1997

Komentar