Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Prinsip Dasar Penerapan Disiplin pada Anak Didik


Jenis Bahan PEPAK: Tips

  1. Jalinlah hubungan kepedulian dengan semua murid Anda.
    Tunjukkan minat Anda pada kehidupan mereka, khususnya masalah dan pertanyaan mereka. Pastikan bahwa mereka dapat merasakan kasih Kristus di dalam diri Anda.

  2. Doakan tiap murid secara konsisten.
    Berdoalah sungguh-sungguh untuk murid yang sulit diajar. Mungkin saja, murid itu berpotensi besar untuk pelayanan di masa yang akan datang. Bila Anda mempelajari kehidupan para pengkhotbah dan utusan Injil yang melayani dengan efektif, banyak di antara mereka yang tadinya adalah anak-anak yang berkemauan keras. Tampaknya, Allah memakai tipe kepribadian ini untuk merintis ladang baru. Orang-orang seperti ini berani mengambil risiko untuk melakukan karya besar bagi-Nya. Belajarlah untuk membuat setiap murid merasa diterima dan dihargai, bukannya merasa ditolak atau dianggap tidak ada. Komunikasikan kepada murid- murid Anda mengenai minat, kepedulian, dan perhatian Allah kepada mereka sebagai seorang individu.

  3. Ajarkan dan hiduplah menurut prinsip struktur otoritas.
    Menghormati yang memiliki otoritas. Pahamilah bahwa hidup di bawah otoritas membawa murid untuk memahami otoritas Allah dalam hidupnya. Tekankan mengenai hubungan Anda dengan yang memiliki otoritas, khususnya tanggung jawab Anda untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan dan hidup selaras dengan guru-guru yang lain.

  4. Kembangkan dan berilah contoh disiplin diri.
    Banyak disiplin yang baik "ditangkap" dan bukan "diajarkan" saat murid mengamati bagaimana Anda memelihara kelas Anda, mengatur program pelajaran, menangani stres, menjalin hubungan yang positif dengan orang lain, tetap tenang, dan mampu menangani masalah dan kekecewaan dengan baik.

  5. Perlakukan orangtua murid Anda sebagai mitra kerja.
    Anda tak memiliki pendukung yang lebih baik dibanding orangtua murid Anda sendiri. Tak ada orang yang lebih tertarik pada kesejahteraan dan prestasi baik, dan tak ada orang yang lebih berdedikasi untuk menyaksikan anak mencapai prestasinya selain orangtuanya. Anda berperan sebagai wakil orangtua; "parentis en locus" yang artinya menduduki posisi orangtua. Seperti halnya seorang ibu berkomunikasi dengan seorang ayah, Anda ingin agar apa yang Anda sampaikan menunjukkan kasih yang besar, perhatian yang mendalam, kerelaan untuk bekerjasama menyelesaikan masalah, dan komitmen jangka panjang.

  6. Aturlah kelas dengan teratur sehingga berjalan dengan baik.
    Kelas yang teratur menjadi wadah bagi murid untuk "mengikuti arus" ketika rutinitas dijalankan.

  7. Peliharalah lingkungan fisik.
    Misalnya, mengatur sirkulasi udara yang baik, pengaturan suhu udara ruang kelas, gangguan yang minimal, dan sebagainya.

  8. Usahakan semuanya teratur.
    Milikilah tempat untuk menyimpan barang-barang Anda. Berpeganglah pada jadwal. Buatlah semua materi mudah dibawa. Jalankanlah dengan lancar satu kegiatan ke kegiatan lain. Jagalah kebersihan dan kerapian.

  9. Tetapkan cara.
    Tetapkan cara yang konstan dan teratur dalam melakukan sesuatu di dalam kelas: masuk, duduk, menjawab pertanyaan, meletakkan buku, mengambil pensil, dan sebagainya. Daripada sulit menangani, tetapkan cara-cara yang teratur sehingga murid mengetahui apa yang diharapkan dan menyadari bahwa hak semua murid dilindungi. Hal ini akan menghemat waktu Anda pada masa mendatang dan menghindari perbantahan di antara murid.

  10. Pengaturan tempat duduk.
    Manfaatkan pengaturan tempat duduk sebagai alat yang spesifik untuk mencapai disiplin yang baik. Anda tidak perlu mengatur tempat duduk dalam setiap situasi, namun Anda perlu mengontrol susunan tempat duduk. Sediakan beberapa kursi kosong yang dapat diduduki oleh murid yang berbeda-beda bila diperlukan.

  11. Tetapkan standar tingkah laku bagi kelas Anda.
    Tetapkan dengan jelas, namun buatlah sesedikit mungkin. Murid- murid yang lama dapat membantu mencatat standar ini. Sebaiknya Anda sering menyebutkan standar tersebut untuk mengingatkan murid dan memberi tahu murid baru. Jadikan standar ini sebagai bagian dari rutinitas kelas. Sebagai contoh, "Terima kasih telah mengangkat tangan, Susan. Ingat bahwa ini adalah peraturan yang kita pakai di kelas ini."

  12. Pujilah murid yang menaati peraturan.
    Pujilah dengan spesifik. Sebagai contoh, "Kau sudah memperhatikan dengan baik, John."; "Tidak bicara saat mengambil pensil sungguh membantu saya, Anne." Bentuk pujian yang lain dapat berupa senyuman, tepukan lembut di bahu, jabatan tangan, gambar wajah tersenyum di kertas ujian, stiker, bintang, dan sebagainya.

  13. Harapkan kesuksesan.
    Tentukan sasaran yang realistis namun menantang dan harapkan kesuksesan. Bila Anda dengan terbuka mengharapkan kesuksesan, ini akan tampak dalam hampir segala hal yang Anda lakukan. Murid akan menyadari harapan Anda dan akan berupaya secara mental ataupun fisik untuk meraih kesuksesan itu.

  14. Datang lebih awal.
    Tiba di kelas lebih pagi, merapikan kelas, dan menyalami setiap anak dengan memanggil namanya di depan pintu. Arahkan mereka untuk melakukan sesuatu dengan segera, yaitu dengan menugaskan mereka ke suatu tempat, memberi tugas, ataupun memulai rutinitas pagi.

  15. Persiapan mengajar.
    Persiapkan materi pelajaran sehingga murid mendapat cukup tugas untuk dikerjakan dalam beberapa periode yang berbeda-beda. Selalu siapkan beberapa cadangan rencana dan materi pelajaran. Ingatlah pepatah lama: "Rencanakan pekerjaanmu dan kerjakan rencanamu." Pada saat yang sama, bersikaplah cukup fleksibel sehingga bila Anda tidak mampu mencapai apa yang Anda harapkan, Anda tidak frustrasi. Kadang-kadang, Roh Kudus akan memimpin Anda untuk memenuhi suatu kebutuhan yang muncul secara tiba- tiba.

  16. Tunjukkan kepemimpinan.
    Jadilah guru yang tegas, dapat menguasai diri, dan mampu memimpin. Anda adalah guru, dan murid akan memerhatikan petunjuk Anda. Murid akan cepat melihat ketidaktegasan, ketidakteraturan, dan sebagainya. Kurangnya persiapan yang baik dan pengarahan yang jelas "mengundang" masalah tingkah laku murid.

Kategori Bahan PEPAK: Metode dan Cara Mengajar

Sumber
Judul Buku: 
100 Ide Efektif untuk Menerapkan Disiplin pada Anak-anak
Pengarang: 
Sharon R. Berry, Ph.D.
Halaman: 
9 - 15
Penerbit: 
Gloria Graffa
Kota: 
Yogyakarta
Tahun: 
2004

Komentar