Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Bagaimana Menghadapi Anak Tunas Remaja?


Jenis Bahan PEPAK: Tips

Jika ada anak-anak Tunas Remaja yang membandel dan mencoba untuk merongrong wibawa Anda sebagai guru Sekolah Minggu, apa yang harus anda lakukan? Ikutilah contoh kasus di bawah ini:

  1. Seorang anak laki-laki pada Kelas Tunas Remaja sedang duduk sambil menaikkan kakinya di atas kursi di depannya. Guru meminta dia untuk menurunkan kakinya. Mungkin anak tersebut tidak mendengarnya karena dia tidak melakukan perintah gurunya. Tetapi murid-murid lain mendengar perintah itu dan melihat kepada anak laki-laki tersebut. Guru berkata lagi, "Turunkan kakimu ke lantai!" Tetapi kaki anak laki-laki ini tetap di atas kursi. Guru melanjutkan pelajarannya, dan anak laki-laki ini merasa menang. Guru ini melanjutkan mengajar kelas ini sampai bulan berikutnya, lalu dia meletakkan jabatannya dan merasa bahwa ia tidak berhasil mengajar.
  2. Kemudian Pendeta menggantikan tugasnya sampai ada guru baru yang mengajar kelas Tunas Remaja ini. Ia belum mengetahui peristiwa yang menyebabkan guru tersebut berhenti, sehingga ia memasuki kelas tanpa prasangka apapun. Anak-laki-laki inipun tidak tahu hal ini sehingga ketika Pendeta masuk dia menyimpulkan, "Mereka telah mengirimkan Pendeta untuk menundukkan saya. Baik akan saya tunjukkan kepadanya." Ia mengajak anak laki-laki lain untuk mengikuti perlawanannya. Banyak kaki dinaikkan di atas kursi, tetapi Pendeta ini tidak menghiraukan tindakan ini. Minggu berikutnya dia menceritakan percakapannya dengan seorang dokter yang menegaskan bahwa sikap duduk yang jelek akan mempengaruhi bentuk tubuh dan menyebabkan banyak kelemahan tubuh. Lalu ia menceritakan tentang beberapa orang yang sempurna sikap duduknya. Karena cerita Pendeta ini, maka turunlah semua kaki dari atas kursi.
Bagaimana keinginan untuk bebas pada anak-anak Tunas Remaja ini dapat dibimbing ke arah yang baik? Tunjukkan pada mereka bahwa ada semacam kebebasan yang benar dan baik, yang hanya dapat dijalankan oleh orang dewasa. Kebebasan yang sungguh dan tidak bergantung pada orang lain, yaitu kebebasan yang berhubungan dengan prinsip dan pendirian. Berusahalah supaya mereka menyadari bahwa taat pada segala peraturan yang sah merupakan sifat baik yang dapat dibanggakan. Ajarlah mereka menggunakan akalnya, karena mereka bisa mengerti alasan-alasan yang masuk akal. Ia senang apabila alasan-alasan demikian diberikan kepadanya.

Tunjukkanlah keteladanan Yesus pada saat Yesus berumur 12 tahun. Saat itu Yesus dan orangtuanya pergi menghadiri perayaan Paskah di Yerusalem, dan Yesus tertinggal di Bait Allah. Di Bait Allah ini Dia berdiskusi dengan para alim ulama. Dan pada saat orangtuanya datang, Tuhan Yesus tetap taat dan mau pulang bersama orangtuanya serta tinggal dalam asuhan mereka. Sebagaimana yang tertulis dalam Lukas 2:51, "Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret, dan Ia tetap dalam asuhan mereka."

Kategori Bahan PEPAK: Anak - Murid

Sumber
Judul Buku: 
Penyelidikan Anak
Pengarang: 
Myer Pearlman
Halaman: 
70 - 72
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas
Kota: 
Malang
Tahun: 
1986

Komentar