Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PEPAK
Loading

Bernyanyi Bersama Anak Sekolah Minggu


Berikut ini "sharing" dari Ibu Debi Novita Rombe <debi.rombe(at)> mengenai nyanyian dalam sekolah minggu. Jika ada rekan yang juga rindu membagikan opini, kesaksian, tulisan-tulisan seputar pelayanan anak, silakan kirimkan ke redaksi e-BinaAnak dengan alamat e-mail: ==> <staf-binaanak(at)sabda.org> Kami akan memuatnya dalam kolom Karya Anda ini.

Rekan-rekan yang terkasih,

Saya sangat tertarik dengan topik nyanyian anak sekolah minggu. Mungkin kita perlu kembali berpikir, kenapa sih lagu-lagu begitu mendominasi kebaktian di sekolah minggu.

Ada beberapa alasan mengapa kita menggunakan nyanyian di sekolah minggu.

  1. Nyanyian memiliki pengaruh yang sangat besar bagi setiap manusia. Nyanyian (musik/irama dan lirik) memberikan rasa sedih, tenang, gembira, semangat, dll. kepada setiap pendengar/penyanyinya.
  2. Secara alami anak mudah terpesona oleh musik. Saya punya bayi berumur 7 bulan, sejak dalam kandungan dan masih bayi sering diputarkan musik klasik, dan dia menjadi tenang saat mendengarkannya. Saat lagi cengeng, lalu diputarkan lagu-lagu dari kaset Baby loves Hymne, lagu2 dari CD-nya Tasya, dll. pasti dia jadi tenang dan mendengarkan dengan seksama.

Pernyataan Alkitab tentang nyanyian:

  1. Matius 21:15-16: Tuhan sendiri meletakkan puji-pujian
  2. Mazmur 148 : Semua ciptaan Tuhan memuji Dia.

Lalu ada baiknya kita merenungkan kembali fungsi nyanyian di sekolah minggu, yaitu untuk mengajak anak memuji Tuhan (Mazmur 148, Mazmur 150, Roma 10:9, Yesaya 45:23, Roma 14:11), membantu mengajarkan kebenaran Alkitab, sebuah lagu akan lebih mudah dihafal daripada ayat yang panjang, sebuah perikop dalam Alkitab, atau konsep kebenaran Alkitab.

Musik juga dapat membangun suasana dalam ibadah. Hadirnya musik dan pujian dapat membawa perubahan suasana hati anak. Lagu yang gembira mengenai alam ciptaan akan membuat anak menyadari kuasa Tuhan atas seisi dunia, lagu yang lembut mengenai kasih Tuhan akan membawa anak menyadari pengorbanan Kristus bagi mereka, dsb.
Contoh: Bunga-Bunga yang Di Padang, Karena Begitu Allah Cinta Dunia.

Dengan musik, kita juga dapat membangun persekutuan yang penuh kasih. Ibadah memiliki dua aspek penting. Pertama, persekutuan dengan Tuhan (hubungan vertikal), kedua persekutuan dengan sesama orang percaya (hubungan horisontal). Dengan musik dan pujian, anak- anak dapat dikondisikan untuk saling berinteraksi, baik dengan sesama anak-anak SM maupun dengan guru SM. Misalnya: menyanyikan lagu sambil berjabat tangan, melakukan gerakan secara berpasangan, menyanyi bersahutan, dsb.

Musik dan pujian dapat membantu seseorang dalam mengungkapkan perasaan terdalamnya pada Tuhan, betapa dia mengasihi Allah, berterima kasih, bersyukur akan kasih Allah, menyesali dosanya, dan memohon ampun pada Allah.

Berdasarkan uraian di atas, kita harus bisa memilih nyanyian yang baik bagi anak.

  1. Lirik harus punya doktrin yang alkitabiah
  2. Jangan gunakan lagu yang kedengarannya enak di telinga tanpa lebih dulu mengevaluasi liriknya. Akan sangat sulit mengubah pengajaran yang salah pada lagu/musik yang sudah terlanjur disukai.
  3. Sesuaikan lirik, melodi, dan nada dasar dengan umur anak SM.
  4. Anak-anak memiliki range suara seperti wanita dewasa (soprano).
    Hati-hati untuk guru yang memiliki suara alto atau guru pria.
  5. Jangan meminta anak-anak untuk menyanyi terlalu keras, karena akan merusak pita suara mereka.
  6. Lagu-lagu himne bisa diajarkan. Anak-anak kecil tentu memerlukan nyanyian yang lebih khusus. Namun, ada baiknya mengajar nyanyian gereja yang dapat menjadi milik mereka seumur hidup. Tentu kata- kata yang sulit harus dijelaskan.
  7. Gerakan harus berfokus pada lirik (kata-kata).

Segitu saja "sharing" dari saya. Uraian di atas saya ambil dari makalah pelatihan yang saya bawakan di gereja saya untuk guru-guru sekolah minggu. Sumbernya rata-rata diambil dari e-BinaAnak edisi 42, 43, 80, dan 128. Ada baiknya bila rekan-rekan membacanya dan merenungkannya baik-baik sehingga nantinya kita bisa dengan bijak memutuskan, mana lagu yang baik untuk kita nyanyikan bersama anak dan mana yang tidak.

Saya sendiri sudah punya anak berusia 7 bulan, dan tentu saya cukup selektif dalam memilih nyanyian yang saya putarkan di tape/CD buat anak saya. Tidak sembarang lagu, tapi hanya lagu-lagu yang baik dan membangun dirinya (selain lagu gereja, saya juga sering putarkan lagu2 karangan Ibu Sud dan AT Mahmud, dan lagu-lagu lainnya yang melodi dan liriknya baik).

Selamat melayani,
Debi

Kategori Bahan PEPAK: Doa - Musik - Ibadah

Komentar